Anda di halaman 1dari 8

Nama : Winda Intan Novalia

NIM

: 121810301062

Tugas : Teknologi Limbah
Soal
1. Jelaskan pengertian BOD,COD, dan DO
2. Jelaskan cara mengukur dan menentukan BOD,COD, dan DO?
Jawab
1. BOD (Biochemical Oxygen Demand) merupakan suatu analisa empiris yang mencoba
mendekati secara global proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi dalam air. BOD
merupakan parameter yang umum dipakai untuk menentukan tingkat pencemaran bahan
organik pada air limbah. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan secara biologis.
Angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan
(mengoksidasikan) hampir semua zat organik yang terlarut dan sebagian zat-zat organik
yang tersuspensi dalam air. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri, dan untuk mendisain sistem-sisitem
pengolahan biologis bagi air yang tercermar tersebut. Penguraian zat organik adalah
peristiwa alamiah, sebagai contoh jika badan air tercemari oleh zat organik maka bakteri
dapat menghabiskan oksigen terlarut yang terdapat dalam air selama proses oksidasi
tersebut. Hal ini jika terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam
air dan kondisi lingkungan dalam air menjadi anaerobik dan dapat menimbulkan bau busuk
pada air karena dihasilkan H2S dalam bentuk gas (hasil dari aktifitas bakteri anaerobik).
Pemeriksaan BOD didasarkan atas reaksi oksidasi zat organik dengan oksigen di dalam air.
Proses tersebut berlangsung karena adanya bakteri aerob. Sebagai hasil oksidasi akan
terbentuk karbon dioksida, air dan Reaksi oksidasi dapat dituliskan sebagai berikut:
CnHaObNc + ( n + a/4 – b/2 – 3c/4 ) O2 → nCO2 + ( a/2 – 3c/2 ) + H2O + cNH3
Atas dasar reaksi tersebut, yang memerlukan kira-kira 2 hari dimana 50% reaksi telah
tercapai, 5 hari supaya 75 % dan 20 hari supaya 100% tercapai maka pemeriksaan BOD
dapat dipergunakan untuk menaksir beban pencemaran zat organik.
1.1 Metode Analisa BOD

Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na 2S2O3) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji). mula-mula diukur DO nol dan setelah mengalami inkubasi selama 5 hari pada suhu 20°C atau 3 hari pada suhu 25°C-27°C diukur lagi DO air tersebut. Perbedaan DO air tersebut yang dianggap sebagai konsumsi oksigen untuk proses biokimia akan selesai dalam waktu 5 hari dipergunakan dengan anggapan segala proses biokimia akan selesai dalam waktu 5 hari. diinkubasi selama 5 hari pada temperatur kamar. Prinsip pemeriksaan parameter BOD didasarkan pada reaksi oksidasi zat organik dengan oksigen di dalam air dan proses tersebut berlangsung karena adanya bakteri aerobik. 5 hari untuk 75% reaksi tercapai dan 20 hari untuk 100% reaksi tercapai. Sehingga dengan kata lain tes BOD berlaku sebagai simulasi proses biologi secara alamiah. dalam penetapan kadar oksigen terlarut digunakan pereaksi MnSO4. Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimia (KOK) adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada dalam 1 L sampel air. dan alkali iodida azida. H2SO4. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat – zat organik yang . Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 den NaOH-KI.Metode Pemeriksaan BOD adalah dengan metode Winkler (titrasi di laboratorium). Kemudian dilanjutkan dengan metode Alkali iodida azida yaitu dengan cara titrasi. Penambahan H2SO4 atau HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium (I2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. Berikut persamaan untuk menentukan BOD: 2. Sampel dititrasi dengan natrium thiosulfat memakai indikator amilum. FeCl3. dalam metode Winkler digunakan larutan pengencer MgSO4. walau sesungguhnya belum selesai. sehingga akan terjadi endapan MnO2. CaCl2 dan buffer fosfat. Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Waktu yang diperlukan untuk menguraikan zat organik selama ± 2 hari untuk 50% reaksi. adalah penetapan BOD yang dilakukan dengan cara mengukur berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam sampel yang disimpan dalam botol tertutup rapat. Pengujian BOD menggunakan metode Winkler-Alkali iodida azida.

Oksigen yang terlarut ini dipergunakan sebagai tanda derajat pengotor air baku. dan dalam banyak kasus permintaan oksigen biokimia (BOD) pengukuran sering jauh lebih besar dari hasil dari pengukuran COD. Selama bertahun-tahun. cNH3 + 2O2→ NO3. Hal ini menunjukkan bahwa kalium permanganat tidak bisa efektif mengoksidasi. 2. Kalium dikromat (K 2Cr2O7) telah terbukti menjadi yang paling efektif: ini relatif murah. bukan kebutuhan oksigen zat organik. . mudah untuk memurnikan.+ H3O+ Hal ini diterapkan setelah oksidasi karena nitrifikasi jika permintaan oksigen dari nitrifikasi harus diketahui. Jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi senyawa organik menjadi karbon dioksida. kalium iodat.1 Pengujian COD Dasar untuk uji COD adalah bahwa hampir semua senyawa organik dapat teroksidasi penuh menjadi karbon dioksida dengan agen oksidasi yang kuat dalam kondisi asam. dan kalium dikromat telah digunakan untuk menentukan COD. dan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. Efektivitas kalium permanganat dioksidasi senyawa organik bervariasi secara luas. Pengukuran disebut oksigen dikonsumsi dari permanganat. amonia.secara alamiah dapat dioksidasikan melalui proses mokrobiologis. sehingga nitrifikasi ini dapat diabaikan dengan aman dalam tes permintaan oksigen kimia standar. agen pengoksidasi yang kuat kalium permanganat (KMnO 4) digunakan untuk mengukur kebutuhan oksigen kimia. Proses amonia diubah menjadi nitrat disebut sebagai nitrifikasi. oksidator lainnya seperti sulfat ceric. Oksigen terlarut adalah banyaknya oksigen yang terkandung didalam air dan diukur dalam satuan ppm. Dikromat tidak mengoksidasi amonia menjadi nitrat. dan air diberikan oleh: CnHaObNc+ (n + c) O2 → nCO2 + (-) H2O + cNH3 Persamaan ini belum termasuk kebutuhan oksigen yang disebabkan oleh oksidasi amonia menjadi nitrat. Semakin besar oksigen yang terlarut. semua senyawa organik dalam air membuat agen pengoksidasi yang relatif miskin untuk menentukan COD. Rendahnya nilai oksigen terlarut berarti beban pencemaran meningkat sehingga koagulan yang bekerja untuk mengendapkan koloida harus bereaksi dahulu dengan polutan-polutan dalam air menyebabkan konsusmsi bertambah. Sejak itu. Berikut ini adalah persamaan yang benar untuk oksidasi amonia menjadi nitrat. maka menunjukkan derajat pengotoran yang relatif kecil. dan mampu mengoksidasi hampir sepenuhnya hampir semua senyawa organik.

Oksigen terlarut dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan. Satuan DO dinyatakan dalam persentase saturasi. berikut reaksinya: CaHbOc + Cr2O72. Jika kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobik yang mungkin saja terjadi. karena diharapkan blanko tidak mengandung zat organik yang dioksidasi oleh K2Cr2O7.K2Cr2O7 dalam keadaan asam yang mendidih optimum. Oksigen terlarut di suatu perairan sangat berperan dalam proses penyerapan makanan oleh mahkluk hidup dalam air. Sisa K 2Cr2O7 tersebut ditentukan melalui titrasi dengan ferro ammonium sulfat (FAS). oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan . Reaksi yang berlangsung adalah sebagai berikut: 6Fe2+ + Cr2O72. Berikut persamaan untuk menghirung COD: 3. Disamping itu.+ H+ CO2 + H2O + Cr3+ Untuk memastikan bahwa hampir semua zat organik habis teroksidasi maka zat pengoksidasi K2Cr2O7 masih harus tersisa sesudah direfluks. dapat dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia seperti oksigen terlarut (DO). Untuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan.+ 14 H+ → 6Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O Indikator ferroin digunakan untuk menentukan titik akhir titrasi yaitu disaat warna hijau biru larutan berubah menjadi coklat merah. Sedangkan merkuri sulfat ditambahkan untuk menghilangkan gangguan klorida yang pada umumnya ada di dalam air buangan. Sisa K2Cr2O7 dalam larutan blanko adalah K2Cr2O7 awal. proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan. K2Cr2O7 yang tersisa menentukan berapa besar oksigen yang telah terpakai. Semakin banyak jumlah DO (dissolved oxygen) maka kualitas air semakin baik. Dissolved Oxygen Dissolved Oxygen ( DO ) atau Oksigen terlarut adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Perak sulfat (Ag 2SO4) ditambahkan sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi.

peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang ada pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam keadaan normal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun. pergerakan massa air dan udara seperti arcs. Dalam kondisi anaerobik oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa – senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas. ODUM (1971) menyatakan bahwa kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan berkurang dengan semakin tingginya salinitas. stadium dan aktifitasnya. Selain itu. salinitas. oksigen juga menentukan biologik yang dilakukan oleh organisme aerobik dan anaerobik. 1970). karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik.organik dan anorganik dalam proses aerobik. KLH menetapkan bahwa kandungan oksigen terlarut adalah 5 ppm untuk kepentingan wisata bahari dan biota laut. gelombang dan pasang surut. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan. . Kecepatan difusi oksigen dari udara tergantung dari beberapa faktor seperti kekeruhan air. Pada lapisan permukaaan. Kebutuhan oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit dibandingkan dengan ikan pada saat bergerak. semakin tinggi BOD semakin rendah oksigen terlarut. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut. kandungan oksigen terlarut dan tidak boleh kurang dari 1. Keadaan oksigen terlarut berlawanan dengan keadaan BOD.7 ppm selama waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar 70 % (HUET. Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal dari suatu proses difusi dari udara bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut. Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun secara perlakuan aerobik yang ditujukan untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga. Idealnya. Keperluan organisme terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada lems. karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik. Dalam kondisi aerobik. karena adanya proses difusi antar air dengan udara bebas serta adanya proses fotosintesis. kadar oksigen akan lebih tinggi. suhu.

sebagaimana lazimnya alat yang digital. Peranan suhu dan salinitas ini sangat vital terhadap akurasi penentuan oksigen terlarut dengan cara DO meter. standarisasi larutan tio dan penambahan indikator amilumnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam titrasi iodometri ialah penentuan titik akhir titrasinya.1 Metode Analisis DO Analisis oksigen terlarut dapat ditentukan dengan 2 macam cara. Dan ada yang harus diperhatikan dari titrasi iodometri yang biasa dapat menjadi kesalahan . harus diperhatikan suhu dan salinitas sampel yang akan diperiksa. teliti dan akurat apabila dibandingkan dengan cara alat DO meter. Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan : MnCI2 + NaOH → Mn(OH)2 + 2NaCI 2Mn(OH)2 + O2→ 2MnO2 + 2H2O MnO2 + 2KI + 2H2O → Mn(OH)2 + I2 + 2KOH I2 + 2Na2S2O3 → Na2S4O6 + 2NaI Kelebihan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah dimana dengan cara titrasi berdasarkan metoda Winkler lebih analitis. Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 den NaOH-KI. Metoda titrasi dengan cara Winkler Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. penentuan oksigen terlarut dengan cara titrasi lebih dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. hal ini disebabkan karena I 2 mudah menguap. Berdasarkan pengalaman di lapangan. Sedangkan cara DO meter. Proses titrasi harus dilakukan sesegera mungkin. Kelemahan Metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah dimana dengan cara Winkler penambahan indikator amylum harus dilakukan pada saat mendekati titik akhir titrasi agar amilum tidak membungkus iod karena akan menyebabkan amilum sukar bereaksi untuk kembali ke senyawa semula. Alat DO meter masih dianjurkan jika sifat penentuannya hanya bersifat kisaran. Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S2O3) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji). sehingga akan terjadi endapan MnO2.3. Disamping itu. Dengan mengikuti prosedur yang tepat dan standarisasi tio secara analitis. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium (I 2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. peranan kalibrasi alat sangat menentukan akurasinya hasil penentuan. akan diperoleh hasil penentuan oksigen terlarut yang lebih akurat. yaitu : a.

Berikut cara untuk menghitung DO: b. Menaikkan suhu/temperatur air. 4.→ 4HOAnoda : Pb + 2HO. dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan naik karena proses fotosintesis semakin meningkat. Mengurangi bahan – bahan organik dalam air. 2. dimana jika temperatur turun maka kadar oksigen terlarut akan naik. 2. dimana jika temperatur naik maka kadar oksigen terlarut akan menurun. 3. Cara untuk menanggulangi jika kekurangan kadar oksigen terlarut adalah dengan cara : 1. dimana semakin dalam air tersebut maka semakin kadar oksigen terlarut akan menurun karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen digunakan untuk pernapasan dan oksidasi bahan – bahan organik dan anorganik. Mengurangi kedalaman air. Pada alat DO meter. elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. probe ini biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Menambah kedalaman air. Secara keseluruhan. Metoda elektrokimia Cara penentuan oksigen terlarut dengan metoda elektrokimia adalah cara langsung untuk menentukan oksigen terlarut dengan alat DO meter. . karena jika banyak terdapat bahan organik dalam air maka kadar oksigen terlarutnya rendah. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah Katoda : O2 + 2H2O + 4e.→ PbO + H2O + 2eCara untuk menanggulangi jika kelebihan kadar oksigen terlarut adalah dengan cara : 1. oksidasi udara dan adsorpsi I2 oleh endapan.pada titrasi iodometri yaitu penguapan I 2. Menurunkan suhu/temperatur air. Diusahakan agar air tersebut mengalir. Prinsip kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit.