Anda di halaman 1dari 2

Hari / Tanggal

Asisten

: Senin / 5 Oktober 2015
: Ina Rotulhuda G24110049
Alfi Wardah F. G24110063

Kelompok 2
Nama : Cindy Lia L.
Nisrina R.A.
Annisa A.
Bayu Budi H.
Hilda Ayu P.

G24120001
G24120019
G24120038
G24120053
G24120068

BEBAN EMISI KENDARAAN BERMOTOR
TUJUAN
Mahasiswa mampu mengukur jumlah kendaraan bermotor yang melintas selama waktu
yang ditentukan dan menghitung beban emisi yang terjadi dari kendaraan yang melintas tersebut.
PEMBAHASAN
Transportasi merupakan hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan sehari-hari dan
sangat diperlukan dalam mendukung perkembangan kemajuan kota-kota besar termasuk Bogor
yang diwakili oleh kampus IPB. Namun pada sisi lain, kegiatan transportasi juga membawa efek
negatif terutama disebabkan oleh kendaraan bermotor. Peningkatan perrmasalahan polusi udara
akibat emisi kendaraan bermotor sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan terutama di kotakota besar. Hal ini disebabkan tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang sebagian
besar menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berupa Premix, Premium atau Solar. Seperti yang
dikatakan Bennet tahun 2001, konsumsi bahan bakar mengalami peningkatan yang tajam dalam
periode tahun 1975 sampai dengan tahun 1980. Peningkatan ini terus berlanjut hingga memasuki
abad 20 dan diprediksikan terus meningkat karena bertambahnya jumlah kendaraan. Pada
kendaraan bermotor, rata-rata proses pembakaran merupakan reaksi kimia yang berlangsung
sangat cepat antara bahan bakar dengan oksigen yang menimbulkan panas sehingga
mengakibatkan tekanan dan temperatur yang tinggi. Kebutuhan oksigen untuk pembakaran
diperoleh dari udara yang merupakan campuran antara oksigen dan nitrogen, serta beberapa gas
lain dengan persentase yang relatif kecil dan dapat diabaikan (Zahra Eldewisa dan Driejana 2008).
Tabel 1 Hasil perhitungan beban emisi kendaraan bermotor kampus IPB
No

Jenis
Kendaraan

Bahan
Bakar

Faktor Emisi

Beban Emisi CO

(Gram / Km)

Jumlah
Kendaraan

1.

Sepeda
Motor

Premium

14

1248

8736

2.

Mobil

Premium

40

198

3960

(Gram/Km/jam)

Volume kendaraan yang terdapat di jalan, akan mempengaruhi beban emisi yang
dihasilkan. Survey lapang kloter dua (2) mencatat volume kendaraan yang melintasi gerbang
utama IPB lebih banyak di dominasi oleh sepeda motor dibandingkan dengan mobil, yaitu
sebanyak 1248 unit sepeda motor berpremium dengan faktor emisinya 14 g/km dan 198 unit mobil
berpremium dengan faktor emisinya 40 g/km yang keluar-masuk di sekitar IPB khususnya di
lokasi sekitaran gerbang depan rektorat. Dalam pengukuran kali ini, beban emisi yang diukur
adalah beban emisi karbon monoksida / CO. CO adalah parameter pencemar udara yang memiliki
prosentase pencemaran tertinggi yang dihasilkan dari kegiatan transportasi dari kendara bermotor
di Surabaya (Tarigan 2009). Beban emisi CO yang terukur pada kendaraan sepeda motor lebih

and Nagui M. al. Tarigan Abner. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.. 2008. diketahui bahwa emisi CO menurun seiring dengan meningkatnya kecepatan. Christopher F. Modelling future vehicle exhaust emission in Europe. 2001. Estimasi Emisi Kendaraan Bermotor di Beberapa Ruas Jalan Kota Medan [tesis]. Speed and Facility Specific Emissions Estimates for Transit Buses based on Measured Speed Profiles. pp 1879-1884. Vol.besar dibandingkan dengan beban emisi CO yang terukur pada kendaraan bermobil. DAFTAR PUSTAKA Bennet.. Perbandingan estimasi beban emisi CO dan CO2 dengan pendekatan konsumsi bahan bakar dan kecepatan kendaraan (studi kasus : bunderan Cibiru-Lembang). 2009. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Air. H. Pada pendekatan kecepatan kendaraan. 2008. Jakarta (ID) : Gramedia. and Soil Pollution. dan Driejana. et. (Zhai H. Bandung (ID) : Program Studi Teknik Lingkungan. Jika dilakukan perbandingan secara merata pada pendekatan konsumsi bahan bakar. Institut Teknologi Bandung. 85. Hal tersebut menyatakan bahwa jumlah kendaraan berbanding lurus dengan beban emisi yang dikeluarkannya. Eldewisa Z. Water. Zhai H. . 2008). yaitu sebesar 8736 g/km/jam untuk sepeda motor dan 3960 g/km/jam untuk mobil. Beban emisi dari kendaraan bermotor dapat dipengaruhi oleh konsumsi bahan bakar maupun kecepatan kendaraan. R. CO yang dihasilkan mobil jauh lebih tinggi daripada CO yang dihasilkan sepeda motor karena beban mesin pada mobil lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar pun menjadi besar pula.