Anda di halaman 1dari 8

LO 1.

Memahami dan Menjelaskan Virus Morbili
1.1 Morfologi
Virus morbili termasuk golongan paramyxovirus berbentuk bulat dengan tepi yang kasar
dan bergaris tengah 140 nm dan dibungkus oleh selubung luar yang terdiri dari lemak dan
protein Didalamnya terdapat nukleokapsid yang bulat lonjong terdiri dari bagian protein yang
mengelilingi asam nukleat (RNA), merupakan struktur helix nukleo protein dari myxovirus.
Selubung luar sering menunjukkan tonjolan pendek, suatu protein yang berada diselubung luar
muncul sebagai hemaglutinin.
Virus morbili adalah organisme yang tidak memiliki daya tahan tinggi, apabila berada
diluar tubuh manusia keberadaanya tidak kekal. Pada temperatur kamar ia kehilangan 60% sifat
infektisitasnya selama 3-5 hari, pada 37 0c waktu paruh umurnya 2 jam, pada 56 0c hanya satu
jam. Dalam keadaan yang lain ia bertahan dalam keadaan dingun. Pada media protein ia dapat
hidup dengan suhu -700c selama 5,5 tahun, sedangkan dalam lemari pendingin dengan suhu 460c dapat hidup selama 5 bulan apabila dimasukkan dalam media protein dan hanya dapat
hidup 2 minggu bila tanpa media protein. Tanpa media protein virus campak dapat dihancurkan
oleh sinar ultraviolet. Oleh karena selubungnya terdiri dari lemak maka termasuk
mikroorganisme yang bersifat eter labile, pada suhu kamar dapat mati dalam 20% eter selama
10 menit dan 50% aseton dalam 30 menit. Virus morbili sensitif pada 0,01% betapropiaceton
dalam setiap konsentrasi, pada suhu 37 0c,akan kehilangan sifat infektisitasnya dalam2 jam,
walaupun demikian ia tetap memiliki antigenitas penuh. Dalam 1/4000 formalin menjadi tidak
efektif selama 5 hari, tetapi tidak kehilangan antigenitasnya. Tripsin mempercepat hilangnya
potensi antigenik.

1.2 Siklus hidup
1.3 Transmisi
LO 2. Memahami dan Menjelaskan Campak
2.1 Definisis
Campak atau measles (rubeola) adalah infeksi virus yang sangat menular, biasanya pada
masa kanak-kanak, terutama menyerang saluran pernapasan dan jaringan retikuloendotelial.
(dorland).
Campak merupakan penyakit akut yang sangat menular, ditandai oleh demam, gejala napas,
dan ruam makulopapular. Komplikasinya sering dijumpai dan serius. Pemberian vaksin hidup
yang efektif dapat mengurangi secara dramatis insiden penyakit ini di Amerika, tetapi
campak masih menjadi penyebab utama kematian pada anak di banyak negara berkembang.
(mikrobiologi kedokteran Jawetz)
2.2 Epidemiologi

demam dan batuk akan terus ada sampai ruam muncul kemudia berkurang dalam 1-2 hari. campak dijumpai pada anak berusia 5-10 tahun. virus ini sangat menular. Pada fase erupsi. kemudian berwarna kecoklatan dalam 5-10 hari. termasuk kulit. Ruam bermula dikepala (dibelakang telinga) lalu menyebar secara progresif ke dada. hanya ada satu serotipe. dan konjungtiva tempat terjadinya .82%. Meski capaian imunisasi campak di Indonesia telah mencakupi 90%. tempat virus melakukan multiplikasi lokal kemudian infeksi menyebar ke jaringan limfoid regional.300 kasus campak di Indonesia pada tahun 2013. Pada suhu kamar sekalipun. bercak berwarna putih-kebiruan dimukosa pipi yang berhadapan dengan molar bawah). ruam berangsur-angsur menghilang sesuai dengan urutan timbulnya. Viremia primer yang menyebarkan virus. 2. Virus campak dapat bertahan selama beberapa hari pada temperature 00C dan selama 15 minggu pada sediaan beku. batang tubuh. Capaian imunisasi campak di Indonesia hingga bulan Desember tahun 2013 adalah sebesar 90. Pada fase penyembuhan. tempat terjadinya multiplikasi yang lebih lanjut. bersin. infeksi samar jarang. dan penggunaan vaksin virus hidup yang efektif. 2. darah. Baru akan menghilang setelah 1-2 minggu. dan limfopenia.Ciri epidemiologi yang penting dari campak adalah. dan infeksi memberikan imunitas seumur hidup. bercak Koplik (tanda patognomonik.3 Etiologi Penyakit ini disebabkan oleh virus campak dari family Paramyxovirus. Di luar tubuh manusia virus ini sudah mati. setelah 3 hari. saluran napas. Virus campak mudah hancur oleh sinar ultraviolet. tidak ada hewan yang menjadi reservoir. tapi di negara berkembang campak biasanya dijumpai pada anak berusia dibawah 5 tahun. Setelah timbulnya ruam kulit. Prevalensi usia terjadinya campak berkaitan dengan kepadatan populasi. virus ini akan kehilangan infektivitasnya sekitar 60% selama 3-5 hari. berupa makulopapula diskret berwarna merah muda yang bersatu membentuk kumpulan bercak-bercak. Akhirnya viremia sekunder berkembang biak di permukaan epitel tubuh. batuk. 2. Virus campak adalah virus RNA yang dikenal hanya mempunyai 1 antigen.4 Manifestasi Klinis Setelah periode inkubasi selama 8-12 hari.5 Patofisiologi Fase inkubasi Virus dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui saluran nafas. Di negara industri. pilek. yang kemudian bereplikasi di dalam sistem retikuloendotelial. Ruam akan menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) dan mengelupas (deskuamasi). dan air kencing dalam waktu sekitar 34 jam pada suhu kamar. campak biasanya berlangsung selama 7-11 hari sakit (dengan fase prodromal 2-4 hari dan diikuti fase eruptif selama 5-8 hari) Pada fase prodromal (2-4 hari). Kadang-kadang stadium ini juga disertai dengan diare. WHO melaporkan terdapat sekitar 6. dan turun ke ekstremitas. Struktur virus ini mirip dengan virus penyebab parotitis epidemis dan parainfluenza. mata merah (konjungtivitas). faktor ekonomi dan lingkungan. Batuk mencrminkan reaksi peradangan hebat yang melibatkan mukosa saluran napas. Campak merupakan penyebab kematian terbanyak kelima di dunia di antara anak berusia di bawah 5 tahun. ditandai dengan demam. virus aktif dapat ditemukan pada secret nasofaring.

Sel multinukleus raksasa dengan inklusi intraselular terlihat di dalam jaringan limfoid di seluruh tubuh (kelenjar getah bening. viremia menghilang. sekret nasal dan tenggorok. Kemudian daya tahan tubuh menurun. fokus infeksi yang berada di saluran nafas dan konjungtiva akan menyebabkan timbulnya nekrosis pada satu sampai dua lapis sel. muncul ruam makulopapular pada hari ke-14 sesudah awal infeksi dan pada saat itu antibodi humoral dapat dideteksi pada kulit. dan demam mereda. anak tampak sakit berat dan bercak kopik’s pada pangkal lidah. . tonsil dan apendiks). Penderita akan tampak sehat apabila tidak disertai oleh komplikasi seperti konjungtivitis. Pada pasien dengan gangguan imunitas selular tidak terjadi ruam. radang telinga tengah dan peradangan otak. Respon humoral ini biasanya dilakukan dengan cara netralisasi yaitu mencegah virus berkembang ke sel lain.replikasi lokal. serta darah.12 hari tetapi dapat berlangsung hingga 3 minggu pada orang dewasa. membatasi penyebaran virus. IgM akan terbentuk dan cepat menghilang. Sehingga virus yang jumlahnya banyak masuk kembali ke pembuluh darah yang menimbulkan keluhan batuk pilek disertai selaput konjungtiva yang tampak merah. menghancurkan sel yang sudah terinfeksi dan mencegah infeksi berulang. sistem imun tubuh harus mampu menghambat parasit menginfeksi sel yang lain. yang khasnya berlangsung selama 8 . Kejadian yang digambarkan tersebut terjadi pada masa inkubasi. Ruam kulit akan mengalami hiperpigmentasi (berubah warna menjadi lebih gelap) dan mungkin mengelupas. urine.sebagai respon terhadap antigen virus. Ruam makulopapular yang khas muncul sekitar 14 hari ketika antibodi yang bersikulasi terdeteksi. Fase prodromal Pada hari ke 9-10. yang membantu penyebaran keseluruh tubuh. Fase akhir Pada fase akhir suhu biasanya akan menurun dan gejala penyakit mereda. bronkopneumonia. sehingga akhirnya digantikan oleh IgG. menghambat perlekatan virus pada reseptor yang ada di permukaan sel jadi virus tidak bisa menembus membrane.sedangkan Limfosit T yang rentan terhadap infeksi turut aktif membelah. Campak dapat bereplikasi ke dalam limfosit tertentu. Selama fase predromal (2 — 4 hari) dan 2 — 5 hari pertama ruam. Maka terjadilah respon imun dengan proses peradangan epitel pada saluran pernapasan diikuti demam tinggi. Respon imunitas yang berperan dalam menghambat masuknya virion ke dalam tubuh adalah Respon Humoral dan Respon Imunitas Seluler. RESPON IMUNITAS Pada saat terinfeksi. Sel mononuklear yang terinfeksi menyebabkan terbentuknya sel raksasa berinti banyak.Dalam waktu 12 hari setelah infeksi campak mencapai puncak titer sekitar 21 hari. virus terdapat didalam air mata. menghancurkan virus dengan aktivasi komplemen lewat jalur klasik sehingga virus mudah di fagositosis. Ruam terjadi akibat interaksi sel imun T dengan sel yang terinfeksi virus di dalam pembuluh darah kecil dan berlangsung sekitar 1 minggu.

maka untuk mengambil darah pemeriksaan IgM dilakukan pada hari ketiga untuk menghindari adanya false negative. dan fluorescent antibody (FA). Virus dapat tetap aktif selama sekurang-kurangnya 34 jam dalam suhu kamar. Diagnosis Banding Diagnosis banding morbili diantaranya : 1. Pungsi lumbal dilakukan bila terdapat penyulit encephalitis dan didapatkan peningkatan protein. 2. Serum antibodi dari virus campak dapat dilihat dengan pemeriksaan Hemagglutination-inhibition (HI). IgM menunjukan adanya infeksi campak dan akan menghilang selama 4 minggu. neutralization. ruam muncul saat demam telah menghilang. . sedangkan serum IgG akan menetap kadarnya seumur hidup. Pemeriksaan HI dilakukan dengan menggunakan dua sampel yaitu serum akut pada masa prodromal dan serum sekunder pada 7 – 10 hari setelah pengambilan sampel serum akut. naik dan turun lagi. akan muncul sel limfosit T dan sel limfosit B yang membantu pengeluaran antibodi.Antibodi dapat gagal menghalangi penyebaran virus jika virusnya telah mengubah struktur antigennya dan melepaskan diri dari membrane sel sehingga virus dapat menyebar. Pada Roseola infantum. peningkatan ringan jumlah limfosit sedangkan kadar glukosa normal (Phillips. dan swab tenggorok selama masa prodromal sampai 24 jam setelah timbul bercak-bercak. Pada pemeriksaan darah tepi. Hal ini terbukti ketika pasien defisiensi imun seluler maka tidak ada ruam yang muncul. 1983). Titer IgM mulai sulit diukur pada 4 minggu setelah muncul rash. IgG masih dapat ditemukan sampai beberapa tahun kemudian. IgG akan muncul setelah rash muncul sebagai respon antibody yang akan naik mencapai puncak lalu turun lagi lalu menetap seumur hidup dan akan menjadi kekebalan tubuh bagi manusia. nasofaringeal aspirat. Hasil dikatakan positif bila terdapat peningkatan titer sebanyak 4x atau lebih (Cherry. Serum IgM merupakan tes yang berguna pada saat munculnya ruam. Pemeriksaan laboratorium jarang dilakukan. Serum IgM akan menurun dalam waktu sekitar 9 minggu. 2004). complement fixation (CF). Jika terjadi infeksi akut. Roseola infantum. Pemeriksaan antibodi IgM merupakan cara tercepat untuk memastikan adanya infeksi campak akut.6 Pemeriksaan Pada pemeriksaan darah didapatkan jumlah leukosit normal atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi bakteri. Pada stadium prodromal dapat ditemukan sel raksasa berinti banyak dari apusan mukosa hidung. Karena IgM mungkin belum dapat dideteksi pada 2 hari pertama munculnya rash. hemolysin inhibition. immune precipitation.7 Diagnosis dan DD Diagnosis campak biasanya cukup ditegakkan berdasarkan gejala klinis. 2. Sedangkan IgG antibodi dapat dideteksi 4 hari setelah rash muncul. darah yang diberi heparin. ELISA. Antibodi IgM akan muncul. Virus measles dapat diisolasi dari urine. terbanyak IgG dapat dideteksi 1 minggu setelah onset sampai 3 minggu setelah onset. serologi IgM-IgG. jumlah sel darah putih cenderung menurun. Munculnya rash ini lebih kearah respon imunitas seluler karena timbulnya ruam sebagai hipersensitivitas host pada virus campak.

kondisi tubuh pada awalnya bisa tidak nyaman akibat gejala campak yang dialami. difus terutama di abdomen. Alergi obat. Demam skarlatina. Untuk mengatasi ini. Mengatasi Sakit Mata yang Terjadi Gunakan kain katun yang direndam air untuk membersihkan kotoran matasemasa infeksi campak. . Terdapat beberapa cara yang bisa membantu kekebalan tubuh dalam melawan virus campak: Meningkatkan Asupan Cairan Berikan banyak air minum pada anak untuk menghindari dehidrasi. Tanda patognomonik berupa lidah berwarna merah stroberi serta tonsilitis eksudativa atau membranosa (Alan R. Tumbelaka. Ingatlah bahwa ketika tubuh sedang demam.8 Penatalaksanaan Sebelum sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus. Anda bisa mengonsumsi minuman hangat untuk meredakan gejala ini. Anda bisa memberikan parasetamol dalam bentuk cair untuk anak Anda. Selain itu. Konsumsi air juga bisa melegakan tenggorokan yang gatal akibat batuk. 3. Ruam bersifat papular. Anda bisa melakukan terapi menghirup uap. Rubella. 4.2. 2002) 2. kebutuhan akan cairan pun meningkat. Mata penderita campak akan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Umumnya bagi orang dewasa yang mengalami demam dan rasa sakit. Gejala yang timbul tidak seberat campak. Ruam berwarna merah muda dan timbul lebih cepat dari campak. bisa diberikan parasetamol atau ibuprofen. Mengobati Gejala Lain Ada kemungkin akan muncul gejala yang mirip seperti pilek seperti hidung berair ataubatuk. Didapatkan riwayat penggunaan obat tidak lama sebelum ruam muncul dan biasanya tidak disertai gejala prodromal. tutup jendela dengan tirai atau mengganti lampu yang lebih redup saat malam hari. Mengendalikan Demam dan Mengurangi Rasa Sakit Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui obat-obatan mana yang lebih tepat sesuai dosis dan aturan pakainya.

Ditandai dengan batuk. dan adanya ronki basah halus. Ditandai dengan distres pernafasan.8 Komplikasi Pada penyakit campak terdapat resistensi imun yang menurun sehingga dapat terjadianergi. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi komplikasi sekunder seperti: 1. Pada saat suhu turun apabila disebabkan oleh virus. terutama saat bernapas   2. kecuali batuk masih dapat berlanjut beberapa hari lagi. Mewaspadai Kemunculan Penyakit Serius Waspadailah akan terjadinya komplikasi yang mungkin muncul ketika tubuh sedang berperang melawan infeksi ini. untuk anak kecil di bawah satu tahun sebaiknya tidak diberikan madu. 2. dapat diduga adanya penumonia karena bakteri yang telah mengadakan invasi pada sel epitel yang telah dirusak oleh virus.Untuk anak kecil. Ketika demam turun keadaan akan membaik dan gejala akan menghilang. Anda bisa memandikannya dengan air hangat. Minuman hangat mengandung jeruk limun dan madu bisa diberikan pada anak kecil. Perlu diingat. Di negara . Gambaran infiltrat pada foto thoraks dan adanya lekositosis dapat mempertegas diagnosis. gejala pneumonia akan menghilang. meningkatnya frekuensi nafas. Tanda-tanda munculnya kondisi yang lebih serius adalah:   Susah dibangunkan atau kesadaran yang menurun Gejala dehidrasi seperti mulut yang kering dan kurangnya frekuensi buang air kecil  Batuk darah Kejang-kejang Kebingungan  Sesak napas  Sakit pada bagian dada. sianosis. sesak. Laringitis akut Laringitis timbul karena adanya edema hebat pada mukosa saluran napas. Pneumonia Dapat disebabkan oleh virus campak maupun akibat invasi bakteri. Apabila suhu tidak juga turun pada saat yang diharapkan dan gejala saluran nafas masih terus berlangsung. yang bertambah parah pada saat demam mencapai puncaknya. dan stridor.

lakrimasi dan fotofobia. Insiden komplikasi ini berkisar antara 0. 5. Resiko terjadi SSPE lebih besar pada usia yang lebih muda. Perjalanan penyakit ini bervariasi dari yang ringan sampai berat dan berakhir dengan kematian dalam waktu 24 jam. antibodi terhadap campak dalam serum (CF dan HAI) menigkat 1 : 1280). Ensefalitis Merupakan komplikasi neurologis yang berat dan lebih sering pada campak daripada eksantem yang lain. Rata-rata jangka panjang waktu timbulnya gejala sampai meninggal antara 6– 9 bulan.10 Pencegahan . peningkatan proteinringan.000 infeksi campak. sedangkan kadar glukosa dalam batas normal. Kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. penyulit pneumonia bakteria biasa terjadi dan dapat menjadi fatal bila tidak diberikan antibiotik.yang sedang berkembang dimana malnutrisi masih menjadi masalah. kejang. Konjungtivitis Pada hampir semua kasus campak terjadi konjungtivitis yang ditandai dengan matamerah. Patogenesis komplikasi ini belum diketahui secara pasti. lemah. Kemungkinan untuk menderita SSPE pada anak sebelumnya pernah menderita campak adalah 0.2 per 100.1-2% dan biasanya timbul pada hari ke2-6 setelah timbulnya ruam. Umumnya bersifat mioklonik. diikuti oleh inkoordinasi motorik. Keadaan ini akibat invasi virus ke dalam sel mukosa usus.6-2. dengan predominan sel mononuklear. 3. 7. 6. Gendang telinga biasanya hiperemis pada fase prodromal dan stadium erupsi. dengan masa inkubasi rata-rata 7 tahun. Laboratorium menunjukkan peningkatan globulin dalam cairan cerebrospinal. Otitis Media Invasi virus ke dalam telinga tengah umumnya terjadi pada campak. 2. pembengkakan kelopak mata. Gejala SSPE didahului dengan gangguan tingkah laku dan intelektual yang progresif. beberapa dugaan seperti melalui mekanisme imunologik maupun melalui invasi langsung virus campak ke dalam otak. Dapat pulatimbul ulkus kornea. sakit kepala. Pemeriksaan cairan cerebrospinal menunjukkan pleositosis ringan. Dapat pula terjadi mastoiditis. 4. Jika terjadi invasi bakteri pada lapisan sel mukosa yang rusak karena invasi virus akan terjadi otitis media purulenta. Konjungtivitis dapat memburuk dengan terjadinya hipopion dan panoftalmitis sehingga menyebabkan kebutaan. Tidak ada terapi untuk SSPE. Virus campak atau antigennya dapat terdeteksi padalesi konjungtiva pada hari pertama sakit. Gejala ensefalitis dapat berupa panas.Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) Subacute sclerosing panencephalitis merupakan kelainan degeneratif susunan saraf pusat yang jarang disebabkan oleh infeksi virus campak yang persisten. Enteritis Beberapa anak yang menderita campak mengalami muntah dan mencret pada fase prodromal. kejang. koma atau kelemahan umum. muntah.

Seorang bayi yang baru lahir akan memiliki antibodi terhadap campak jika sang ibu pernah menderita campak atau telah menerima vaksinasi campak sebelum hamil. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi penyebaran infeksi kepada orang lain. gondongan.Cara terbaik mencegah terkena campak adalah dengan menerima imunisasi sejak kecil. Antibodi ini akan memberi perlindungan untuk beberapa bulan pertama. Tapi bagi wanita yang ingin hamil dan belum pernah terkena campak. Campak sangat mudah menular. dan campak Jerman. Hindari kontak langsung dengan orang-orang yang rentan terhadap infeksi virus ini seperti balita. dia bisa diberi vaksinasi campak. dan wanita hamil. anak kecil.Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak. diberikan pada umur 15 bulan dan sekali lagi di antara umur 5-6 tahun. Ini adalah jenis vaksin campak yang masuk dalam imunisasi wajib berdasarkan saran pemerintah. hindari pusat keramaian setidaknya empat hari setelah kemunculan ruam campak pertama kalinya. Sedangkan vaksinasi campak yang tergabung dalam vaksin MMR. Kedua jenis vaksinasi campak tidak direkomendasikan untuk wanita dalam keadaan hamil yang belum terlindungi dari campak. Vaksin khusus campak saja diberikan pada umur 9 bulan. Terdapat dua pilihan untuk vaksinasi campak. 2.11 Prognosis . Temui dokter untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang campak dan dampaknya pada wanita hamil. Maka vaksin khusus campak atau MMR diberikan saat bayi berusia di atas setengah tahun. 2 tahun dan 6 tahun. Jika Anda menderita campak.