Anda di halaman 1dari 7

Penyakit Layu Bakteri Ralstonia solanacearum.

Penyebab penyakit layu bakteri pada tomat adalah Ralstonia solanacearum yang
sebelumnya dikenal Pseudomonas solanacearum (Smith, 1995). Bakteri ini merupakan patogen
tular tanah dan air yang bersifat nonfluoresens dari famili Ralstoniaceae. Ralstonia solanacearum
merupakan patogen yang memiliki kisaran inang luas lebih dari 200 spesies dari 53 famili yang
berbeda. R. solanacearum memiliki efek mematikan pada sejumlah tanaman yang bernilai
ekonomi tinggi. Tanaman inang dari bakteri R. solanacearum yang paling penting diantaranya
pisang (Musa paradisiaca), terung (Solanum melongena), kacang tanah (Arachis hypogaea),
kentang (S. tuberosum), tembakau (Nicotiana tabacum), tomat (Lycopersicum esculentum) dan
nilam (Pogostemon cablin) (Nasrun, 2007). Gejala awal yang ditimbulkan oleh serangan bakteri
ini ialah layu pada beberapa daun muda, daun-daun tua menguning, dan batang tanaman sakit
cenderung lebih banyak membentuk akar adventif sampai setinggi bunga (Semangun 2007).
Gejala serangan R. solanacearum secara umum ialah tanaman seperti kekurangan air, daun muda
pada pucuk tanaman menjadi layu, dan daun-daun tua atau daundaun di bagian bawah
menguning (Cavalcante et.al., 1995). Hal ini karena bakteri menyerang pembuluh xilem (Agrios,
2005).
R. solanacearum masuk dan menginfeksi pada luka-luka di bagian akar, termasuk luka
yang disebabkan nematoda atau organisme lain. Selanjutnya bakteri masuk ke jaringan tanaman
bersama-sama unsur hara dan air secara difusi dan menetap di pembuluh xilem dalam ruang
antar sel (Duriat, 1997). Bakteri memperbanyak diri melalui pembuluh xilem (Agrios, 2005), dan
merusak sel-sel tanaman yang ditempatinya tersebut sehingga pengangkutan air dan zat-zat
makanan terganggu oleh massa bakteri dan selsel pembuluh xilem yang hancur (Duriat, 1997).
Hancurnya sel-sel tanaman tersebut karena bakteri mengeluarkan enzim penghancur dinding sel
tanaman yang mengandung selulosa dan pektin yang dikenal dengan nama enzim selulase dan
pektinase. Akibat dari serangan ini, proses translokasi air dan nutrisi menjadi terganggu,
sehingga tanaman menjadi layu dan mati (Agrios, 2005). Bakteri R. solanacearum umumnya
masuk ke dalam jaringan tanaman inang melalui luka yang terjadi pada waktu bercocok tanam
melalui lubanglubang alami (lentisel), melalui perakaran sekunder, melalui akar yang luka akibat
tusukan nematoda. Setelah masuk ke tanaman bergerak secara sistemik mengikuti aliran cairan
dalam pembuluh xylem ke bagian tanaman lain (Yulianah, 2007).

P Leite. Karakteristik Fisiologis Ralstonia solanacearum Penyebab Penyakit Layu Bakteri Nilam.B.. R.. Bacterial Wilt Newsletter. 165-173 Nasrun. p294-350.B. 13 (2) : 43-48 . J. A. . New Approach on Plant Biotechnology for Controlling Cucumber Mosaic Virus on Pepper. George N. R. 12:3:8. Plant Pathology 5th edition. kemudia pada pengamatan kedua mengalami gejala cukup parah dan mulai dari pengamatan keempat sampai dengan pengamatan kelima mengalami gejala yang sangat parah. Bogor. Pada tanaman ke 3 pengamatan pertama sampai dengan pengamatan terakhir mengalami gejala parah. Sulyo.L.Tanama n 1 2 3 Kontrol 1 + ++ - 2 + + ++ + + + ++ ++ Pengamatan ke 3 4 5 + +++ + ++ ++ ++ +++ +++ 6 +++ ++ ++ +++ 7 +++ ++ ++ +++ Menurut Hasil yang ada di Tabel menunjukan bahwa pada tanaman 1 mengalami gejala layu sedikit parah pada pengamatan pertama sampai dengan pengamatan ketiga. pada pengamatan kedua sampai dengan ke empat mengalami gejala sedikit parah kemudian pada pengamatan kelima sampai dengan ke tujuh mengalami gejala yang cukup parah. Jurnal Littri.R. Workshop on Agricultural Biotechnology. Mariono. A.. Perbedaan waktu munculnya gejala penyakit layu bakteri pada tanaman tomat dipengaruhi oleh factor ketahanan atau kondisi dari tanaman itu sendiri. E. pada pengamatan kedua mengalami gejala sedikit parah. p. 1995. Sutarya. kemudian mengalami peningkatan gejala layu yang sangat parah pada pengamatan kelima sampai dengan pengamatan ke enam. Sehingga pada tanaman yang rentan akan lebih cepat terserang sedangkan yang tahan akan lebih lama atau sulit untuk terserang penyakit layu bakteri tersebut. Pada tanaman ke 2 pengamatan pertama belum mengalami gejala kelayuan. Y. A. 2005. R. 1997. Duriat.S. Proc. Cavalcante. dan Asandhi. Sumber : Agrios. 2007. CRIFC. Pada tanaman control pengamatan pertama belum mengalami gejala apapun. Coelho. Influence of Mineral Nutrition on The Reaction of Tomato Cultivars Yoshimatsu and Santa Cruz to Pseudomonas solanacearum.

Blackwell scientific publication.2–8 µm. Jamur Fusarium oxysporum (Fo) merupakan salah satu jenis jamur yang sangat penting untuk diketahui dalam melaksanakan budidaya tanaman. Yulianah. Fusarium oxysporum f. bentuknya bulat telur sampai lurus dengan ukuran 2 – 5 x 2. Gajah Mada University Press.3 – 3.Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia. Tesis. Fo merupakan fungi berfilamen yang memiliki 3 macam konidia. Fo mempunyai variasi spesies yang tinggi. 1995. H. Penyakit . makrokonidia yang berbentuk lengkung seperti bulan sabit dengan kedua ujung yang lancip dan mikronidia yang berbentuk bulat. Oxford. klamidospora dan miselia. Inokulum Foc terdiri atas makrokonidium. 81 hal. ukuran 6– 10 µm. Spora ini terbentuk dari penebalan bagian-bagian tertentu dari suatu hifa somatik. dibentuk di ujung terminal atau di tengah hifa (Semangun. Studi Pewarisan Karakter Ketahanan Cabai (Capsicum annuum L. tidak bersekat dan tidak berwarna. 2002).5 µm. Menurut Blaney.sp. I. Spora makrokonidium bentuknya lancip. menjadi inang demikian banyak jenis tanaman. tidak bersekat. ujungnya melengkung seperti bulan sabit. berdinding tipis. H. ukurannya 20–46 x 3.Semangun. Jamur jenis ini. (1991) dalam Auliya’. Smith. mikrokonidium. Jamur Fo dalam perkembangbiakannya membentuk dua jenis spora aseksual yaitu spora mikrokonidium dan spora makrokonidium. 2007. . Molecular biology of plant cells. dindingnya tebal. bersekat 3–5. Pada keadaan tertentu menghasilkan klamidospora berwarna coklat muda. karena patogen ini mempunyai strain yang dapat dorman selama 30 (tiga puluh) tahun sebelum melanjutkan virulensi dan menginfeksi tanaman.) terhadap Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum). Jamur Fo adalah salah satu jenis patogen tular tanah yang mematikan. 2007.lycopersici. yaitu sekitar 100 jenis dan menyebabkan kerusakan secara luas dalam waktu singkat dengan intensitas serangan mencapai 35% (Sudantha. Yogyakarta. yaitu klamidiospora. Bogor. tidak berwarna. berdinding tebal dan sangat resisten terhadap keadaan lingkungan yang buruk. Spora mikrokonidium bersel tunggal. IPB. mulai dari tanaman yang berarti strategis sampai tanaman pagar di kebun petani.2010). (2008).

dan akhirnya tanaman menjadi layu secara keseluruhan. kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai. Fo adalah cendawan tanah yang dapat bertahan lama dalam tanah sebagai klamidospora yang terdapat banyak dalam akar-akar yang sakit. Kelayuan dapat terjadi sepihak. 2009. Gadjah Mada University Press. Pada batang kadang terbentuk akar adventif. Yogyakarta. Seringkali kelayuan didahului dengan menguningnya daun. Semangun. . Pada tanaman yang masih muda dapat menyebabkan matinya tanaman secara mendadak karena pada pangkal batang terjadi kerusakan (Semangun. Auliya. Hikmatul Ilmi. Faktor yang berpengaruh adalah cuaca lembab sehingga penyakit banyak dijumpai di kebun yang terlalu rapat. terutama akar yang luka. terutama pada musim hujan karena banyak terjadi infeksi baru.sp. Universitas Mataram. Universitas Mataram. Tanah yang sudah terinfeksi sukar dibebaskan kembali dari jamur ini. 2008. Kebun yang peteduhnya ringan kurang mendapat gangguan penyakit. Mataram. Nur Hikmatullah. I M. Cendawan dapat bertahan juga pada akar bermacam-macam rumput. 2004). 2002). Fo menyerang melalui akar. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. terutama daun bagian bawah. terutama daun sebelah atas. dan pada tanaman jenis Heliconia. Pemanfaatan Alkaloid Lombine dalam Ekstrak Kasar Daun Kumbi (Voacanga foetida) sebagai Fungisida alami. Sumber : Sudantha. Prosiding Seminar Hasil Penelitian. cubense Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang dan Pengendaliannya Secara Hayati Menggunakan Jamur Saprofit Trichoderma spp. Baik luka mekanis maupun luka yang disebabkan nematoda Radophulus similis. Mataram. Handa Muliasari. Tetapi tidak bisa masuk melalui batang atau akar rimpang. 2002. Jamur Fo juga dapat bertahan lama di dalam tanah.Gejala awal penyakit layu Fusarium tomat berupa pucatnya tulang daun. meskipun bagian ini dilukai (Semangun. Karakterisasi dan Virulensi Jamur Fusarium oxysporum f. Makalah tidak dipublikasikan.

Sehingga sel hidup yang ditinggalinya akan melemah karena kekurangan nutrisi. (Wardanah 2007) TMV masih menular walalupun setelah penyimpanan 50 tahun di laboratorium di 4 ° C/40 ° F.. Pengantar Penyakit Penting Tanaman Hortikultura di Indonesia... selain host Solanaceae mungkin satusatunya yang penting dalam sumber-sumber oculum untuk tanaman tembakau. Memiliki genom RNA saja. Karena virus TMV mempunyai ketahanan yang tinggi dan sangat mudah ditularkan secara mekanik dengan sap tanaman sakit. Sampai sekarang belum diketahui vektor penular TMV. dimana virus ini dapat dibedakan dari yang lainnya melalui reaksi inang. Bereproduksi di dalamnya. tetapi tidak efisien.. TMV memasuki sel tanaman melalui luka-luka ringan.Yogyakarta.. Bagian tanaman yang rentan jika kontak dengan TMV akan segera terinfeksi.. Sejumlah strain TMV pada tanaman obat-obatan telah diuraikan hampir diseluruuh dunia. Setelah TMV memasuki sel. Virus dikatakan parasit karena menginvasi sel mahluk hidup lain... kemudian virus akan berpindah menginvasi sel hidup lain. Gadjah Mada University Press. 2004. serangga tidak dianggap penting dalam penyebaran virus.. di air dan tanah di hutan. tetapi tidak pada tembakau. Beberapa serangga mampu menularkan TMV.. mati. Pembahasan karbodundum Fungsi dari penggunaan karborundum dalam proses inokulasi ialah untuk membuat lukaluka mikro pada permukaan luar tanaman agar virus TMV dapat masuk melalui luka luka mikro tanpa merusak jaringan dalam tanaman agar tanaman masih dapat bertahan hidup.. TMV dapat bertahan selama berbulan-bulan pada tanah bekas penanaman.... (Shew 1990) TMV merupakan parasit oblige atau jaringan sel yang hidup.. partikel virus membongkar dengan cara yang terorganisasi untuk mengekspos TMV RNA. dan tidak berfungsi.. Virus ini menginfeksi tanaman melalui luka. Tobacco mosaic virus atau TMV mempunyai partikel berbentuk batang panjang dengan ukuran 300 x 18 nm.. dan mengambil nutrisi untuk kelangsungan hidupnya. Virus . Hal ini dikarenakan virus bersifat parasite obligat dimana virus merupakan sebuah materi yang bisa hidup apabila dia berada di dalam sel mahluk hidup lain. Meskipun kisaran inang yang luas telah dilaporkan untuk TMV (199 spesies dari 30 famili) ..

semakin lama daun menajdi berwarna belang (mosaik). Gejala penyakit mosaik adalah klorotik di sekitar tulang daun. pada batang dan buah akan terjadi garis-garis hitam yang terdiri atas jaringn mati. Biasanya plasmodesmata terlalu kecil untuk bagian partikel TMV utuh. Wardanah T. yang menghubungkan sel. buah hanya menjadi kecil. dan pertumbuhan daun terhambat (ukurannya menjadi lebih kecil). TMV menggunakan protein yang menyebar dari sel-sel melalui plasmodesmata. daun yang berwarna hijau akan lebih tua warnanya. Pada daun terjadi bercak-bercak hijau muda atau kuning yang tidak teratur. Amerika (USA) : Aps Press. . Namun jika tanaman terinfeksi sejak awal. Sumber : Shew HD dan Lucas GB. Bagian yang berwarna muda tidak dapat berkembang secepat bagian hijau yang biasa. Compendium of Tobacco Disease. Sebagai alternatif. dan pada dinding buah mungkin terjadi bercak-bercak nekrotik. semai dapat mati. sehingga daun menjadi berkerut atau terpuntir. 1990. Jika tanaman terinfeksi setelah dewasa pengaruhnya dapat lemah sekali. dan kompleks ini dapat menginfeksi sel-sel yang berdekatan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. 2007. Mantel protein kemudian berinteraksi dengan disintesis +TMV RNA untuk perakitan progeni virion. mereka dibebaskan untuk menginfeksi tanaman baru.RNA positif. Segera setelah protein ini telah disintesis. Jika mosaik tembakau dan mosaik mentimun mengadakan infeksi secara bersamaaan. Pemanfaatan Bakteri Perakaran Pemacu Pertumbuhan Tanaman Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) Untuk Mengendalikan Penyakit Mosaik Tembakau (Tobacco Mosaic Virus) Pada Tanaman Cabai [Skripsi]. Partikel-partikel virus ini sangat stabil dan di beberapa titik ketika selsel rusak atau daun mengering. ed. dan menyajikan secara langsung messenger RNA (mRNA) yang diterjemahkan menggunakanhost ribosom. SgRNAs yang diterjemahkan oleh ribosom inang untuk menghasilkan protein dan mantel protein. replicase mengaitkan dengan 3′ akhir TMV RNA positif untuk produksi RNA Negatif. Terjemahan dari replicase-terkait protein dimulai dalam beberapa menit setelah infeksi. atau “+ “. bentuknya menyimpang. Jika semai terinfeksi segera setelah muncuk. + TMV RNA dibungkus dalam protein. Infeksi mosaik pada buah mungkin tidak menimbulkan gejala. RNA negatif adalah template untuk menghasilkan keduanya full-length genom + RNA serta + subgenomic RNA (sgRNAs).

Shew HD dan Lucas GB. ed. . Amerika (USA) : Aps Press. Compendium of Tobacco Disease. 1990.