Anda di halaman 1dari 2

Liputan6.

com, Jakarta - Dalam sebulan, 3 anak di bawah
umur jadi korban pencabulandi Jakarta Selatan. Awal tahun
ini saja, Polres Metro Jakarta Selatan sudah menangani 8
kasus pelecehan dan pencabulan anak di bawah umur.
"Ini (kasus pelecehan seksual anak SMP) kasus yang ke-9
untuk tahun ini," ujar Wakapolres Jakarta Selatan Ajun
Komisaris Besar Surawan Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Surawan menjelaskan, pelaku kekerasan seksual anak di
bawah umur didominasi orang-orang terdekat mereka.
Seperti guru, saudara, bahkan orangtua kandung.
"Dalam tahun ini, sudah 2 guru yang jadi pelakunya," jelas
dia.
Pada 2015, kata Surawan, Polres Metro Jakarta Selatan
menangani 40 kasus kekerasan seksual anak di bawah umur.
Pada pertengahan Maret, 1 kasus kembali muncul. Pelakunya
adalah guru Bahasa Inggris. Dengan modus memberi
hukuman, siswi yang masih belia itu dilecehkan dalam ruang
kosong.
Dari keterangan siswi tersebut, ia telah
mengalami pelecehan seksual sejak kelas 2 SMP, oleh
oknum guru yang sama berinisal ED. Guru tersebut
ditangkap paksa polisi di tempatnya mengajar tanpa
perlawanan.
Sampai saat ini, ED masih diperiksa polisi, namun belum
ditetapkan sebagai tersangka.
"Anak saya pada saat itu trauma dan lari ke Polres Jakarta

siswi tersebut mengaku sudah 4 kali dilecehkan ED. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). S. Jika terbukti bersalah. sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. guru tersebut bakal dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar." ujar ayah siswi korban.Timur karena letaknya dekat Manggarai. . sebelum dibawa ke Polres Jakarta Selatan.