Anda di halaman 1dari 2

Pudarnya Nilai-nilai Pancasila

oleh Nugraeni Galuh Yuniar, 1406578810

Judul

: “Bangsa, Negara, dan Pancasila”

Pengarang

: R. Islmala Dewi, Slamet Soemiarno, Agnes Sri P., dan Eko A. Meinarno

Data Publikasi : Dewi, R. Ismala. dkk. (2013). Buku Ajar III Bangsa, Negara, dan Pancasila.
Depok: Universitas Indonesia.
Indonesia merupakan negara yang besar dengan keberagaman suku, bahasa, budaya,
dan adat istiadatnya. Persatuan suku-suku bangsa menjadi bangsa Indonesia dalam suatu
negara memerlukan dasar dan ideologi negara sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
Landasan tersebut adalah Pancasila dan UUD 1945. Untuk menjadi bangsa dan negara yang
kuat, Indonesia harus mempertahankan landasan tersebut. Namun, ancaman terhadap
ketahanan nasional atau disintegrasi bangsa selalu saja muncul, baik dari luar maupun dalam
negeri Indonesia sendiri. Contoh ancaman dari luar ialah westernisasi atau “pembaratan”,
yaitu masuknya nilai-nilai budaya barat yang belum tentu sehat dan sesuai dengan budaya
Indonesia. Contoh ancaman dari dalam negeri ialah kesenjangan taraf hidup masyarakat yang
masih tinggi, korupsi yang merajalela, pertentangan antarkelompok, dan lemahnya penegakan
hukum. Ancaman yang saat ini menjadi sorot utama bangsa Indonesia adalah korupsi yang
merajalela. Sebenarnya, apa yang menyebabkan korupsi dapat menggerogoti keutuhan
bangsa dan negara Indonesia, bahkan wakil rakyat pun ikut terlibat?
Menurut Sunardi (2004: 190-195), ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu
bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala macam
ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam,
secara langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan pembangunan nasional.
Ketahanan nasional diperlukan agar negara Indonesia sebagai negara kebangsaan
dapat berlangsung. Namun, ketahanan nasional merupakan salah satu dari sekurangkurangnya tiga syarat berlangsungnya negara kebangsaan, yaitu kedaulatan, nasionalisme,
dan ketahanan (Mahmud M. D., 2009: 40-54).

. Secara yuridis. Nilai pertama Pancasila adalah ketuhanan. Nilai ketiga berupaya untuk mengutamakan kepentingan bangsa daripada diri/kelompok. Pancasila merupakan dasar keyakinan tentang masyarakat yang dicita-citakan serta dasar bagi penyelenggaraan negara yang dikristalisasikan dari nilai-nilai yang telah tumbuh dan berkembang serta berakar jauh dari kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. dan mengembangkan rasa persatuan bagi bangsa. yaitu aspek filosofis. Akibatnya. dan politis. Secara filosofis. Nilai utama ini mengacu pada keyakinan pada Tuhan dan hidup dengan menjalankan perintahNya tanpa mengganggu urusan (utamanya) agama masing-masing.Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kaidah-kaidah penuntun dalam kehidupan sosial. yuridis. Sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila bersama UUD 1945 merupakan dasar pemersatu dan pengikat untuk menjamin keberlangsungan integrasi dan demokrasi di Indonesia. Karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu (Allport. Nilai kelima Pancasila menjaga keseimbangan hak-kewajiban sosial dengan mawas diri (dalam bentuk kualitas luhur manusia) dan mengembangkan diri dengan tujuan untuk memajukan kehidupan sosial. Pancasila dapat dilihat sekurang-kurangnya dari tiga aspek. Pancasila dipandang sebagai kesepakatan luhur (modus vivendi) yang mempersatukan semua ikatan primordial ke dalam satu banga. setiap individu lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. 1937 dalam Takwin. yaitu bangsa Indonesia dalam prinsip persatuan. menyayangi sesama. dan menjalin hubungan dengan bangsa lain berdasarkan sikap saling menghormati. 2011: 117). Nilai kedua Pancasila pada prinsipnya mengakui persamaan hak dan kewajiban. Nilai keempat Pancasila mengetengahkan tema demokrasi. Pancasila merupakan cita-cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar dan tujuan setiap hukum di Indonesia. politik. Secara politis. dan hukum. Pancasila sebagai nilai merupakan fondasi dari pembentukan karakter. mencintai tanah air dan bangsa. Bagi masyarakat Indonesia. Korupsi yang merajalela merupakan cerminan memudarnya nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bangsa Indonesia.