Anda di halaman 1dari 37

DAFTAR ISI

KATA SULIT...........................................................................................................2
PERTANYAAN........................................................................................................3
JAWABAN SEMENTARA......................................................................................3
HIPOTESA..............................................................................................................4
SASARAN BELAJAR............................................................................................4
LI 1. Memahami dan menjelaskan Plasmodium..................................................5
1.1.

Definisi..................................................................................................5

1.1.

Klasifikasi..............................................................................................5

1.3. Daur Hidup..............................................................................................10
LI 2. Memahami dan menjelaskan Vektor Malaria (Anopheles).......................12
2.1. Definisi....................................................................................................12
2.2.Morfologi..................................................................................................12
2.3. Daur Hidup..............................................................................................13
2.4. Perilaku dan Habitat................................................................................15
LI 3. Memahami dan menjelaskan Malaria........................................................17
3.1. Definisi....................................................................................................17
3.2. Klasifikasi................................................................................................18
3.3. Etiologi....................................................................................................18
3.4. Patogenesis & Patofisiologi.....................................................................19
3.5. Manifestasi Klinis....................................................................................21
3.6. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang......................................22
3.7. Diagnosis dan Diagnosis Banding...........................................................24
3.8. Pencegahan..............................................................................................27
3.9. Tata laksana..............................................................................................28
3.10. Komplikasi.............................................................................................30
3.11. Prognosis................................................................................................32
3.12. Epidemiologi..........................................................................................32
3.13. Gebrak Malaria......................................................................................32
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 34

1

KATA SULIT
1. P. vivax
= Spesies
Plasmodium yang menyebabkan malaria
vivax ditandai dengan trofozoit yang
memiliki aktivitas amoeboid dan bentuk
ireguler dan terlihat dalam bintik-bintik
Schuffner dalam sel darah merah.
2. Sediaan hapus darah tepi
= Suatu
sarana yang digunakan untuk untuk
menilai berbagai unsur sel darah tepi
seperti leukosit, eritrosit, trombosit dan
mencari adanya parasit
3. Menggigil
= Respon
tubuh terhadap demam

2

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mengapa demamnya tidak teratur?
Mengapa demamnya diakhiri menggigil dan berkeringat?
Mengapa pasien terinfeksi P. vivax?
Apa hubungan P. vivax dengan Sumatera Selatan?
Mengapa demam dirasakan setiap dua kali sehari?
Mengapa setelah terinfeksi P. vivax, pasien mengalami demam?
Mengapa setelah demam pasien dapat pulih seperti biasa?
Mengapa dokter mengatakan bahwa pasien terinfeksi P. vivax detelah
dilakukan pemeriksaan?

JAWABAN SEMENTARA
1. Karena beberapa kelompok parasit memiliki waktu sporulasi masingmasing. P. vivax sporulasinya berlangsung selama 48 jam sedangkan pada
P. falciparum berlangsung selama 72 jam.
2. Karena pecahnya skizon (sporulasi) menyebabkan meningkatnya set point
pada hipotalamus sehingga badan menahan panas
menggigil
set point tercapai
suhu tubun menurun dengan berkeringat.
3. Karena dia melakukan studi lapangan yang berada di daerah endemik
malaria, memungkinkan terinfeksi malaria.
4. Sumatera selatan merupakan salah satu daerah endemik malaria karena
terdapat banyak sawah, genangan air, dan hutan sawit (karena banyak air
menggenang diantara pelepah pohon sawit).
5. Pecahnya sporogoni pada P. vivax setiap dua kali sehari. Sporogoni
mengeluarkan antigen pada saat bereaksi dengan makrofag yang nantinya
akan mengeluarkan pirogen oleh makrofag
demam.
6. Sama dengan no. 5.
7. Karena waktu sporulasi P. vivax berlangsung selama 48 jam.
Ketika sporogoni pecah
demam.
Ketika merozoit baru menginfeksi eritrosit
Pulih.
8. a. Pada pemeriksaan darah tepi ada eritrosit
b. Erirosit lebih besar
c. Ditemukan titik Schuffner
d. Ditemukan zona merah pada sediaan darah tebal.

3

Kemudian terjadi sporulasi. SASARAN BELAJAR LI 1. Definisi 4 . Memahami dan menjelaskan Plasmodium 1. Respon imun tubuh memfagosit merozoit yang merupakan antigen dan merangsang tubuh untuk meningkatkan set point yang menyebabkan demam. kemudian mengeluarkan respon tubuh berupa menggigil dan berkeringat. Didalam tubuh manusia. sporozoit berkembang menjadi skizon.HIPOTESA Anopheles betina yang mengandung sporozoit menginfeksi manusia.1.

2.12. Memahami dan menjelaskan Plasmodium 1. Memahami dan menjelaskan Vektor Malaria 2.7. Perilaku dan Habitat LI 3. Morfologi 1.1. Manifestasi Klinis 3. Epidemiologi 3. Tata laksana 3. Definisi 2.9.2.8.3. Patogenesis & Patofisiologi 3. Definisi Genus dari sporozoa atau Protista mirip hewan yang tidak memiliki alat gerak. Klasifikasi 3.1.2. 4.1.6. Diagnosis dan Diagnosis Banding 3.3. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang 3. Daur Hidup 2. Komplikasi 3. Gebrak Malaria LI 1.4.5.3.1. Plasmodium merupakan makhluk hidup renik yang merupakan 5 . Etiologi 3. Definisi 3. Memahami dan menjelaskan Malaria 3. Morfologi 2. Pencegahan 3.11.13. Prognosis 3. Daur Hidup LI 2.10.

b. Di Indonesia P. c. P. DiIndonesia. ovale. vivax. ovale. P. Parasit ini bertanggung jawab atas sebagian besar kematian yang diakibatkan oleh malaria. dan P. Empat spesies. malariae. Malariae. P. vivax Spesies Plasmodium: Plasmodiumvivax Plasmodium falciparum Plasmodium malariae Plasmodium ovale (Jawetz. terutama di Afrika dan Asia Tenggara. Plasmodium vivax sering ditemukan di daerah subtropik dan tropic. umumnya didaerah endemic mempunyai frekuensi tertinggi diantara spesies yang lain.vivax tersebar diseluruh kepulauan dan pada musim kering.pathogen atau dapat menyebabkan penyakit yang merugikan.Parasit ini ditemukan di daerah tropik. falciparum. edisi 28) Klasifikasi Kingdom Subkingdom Phylum Class Order Family Genus Species a. menyebabkan empat jenis malaria spesifik pada manusia (Dorland. 6 . P. Plasmodium falciparum (malaria tropika) Plasmodium falciparum merupakan parasit yang menyebabkan penyakit malariafalsiparum atau malaria tropika atau malaria tersiana maligna. Plasmodium vivax (Malaria tertiana) Manusia merupakan hospes perantara dari parasite ini. sedangkan hospes definitive nya adalah nyamuk Anopheles betina. b. parasit ini tersebar di seluruh kepulauan. 2014) Genus sporozoa yang bersifat parasit pada sel darah merah hewan dan manusia. d. Plasmodium falciparum dapat menyebabkan kematian. : Protista : Protozoa : Apicomplexa : Sporozoasida/Coccidia : Eucoccidiorida : Plasmodidae : Plasmodium : falciparum. (Sri Widayati. Plasmodium vivax dapat mengakibatkan penderita yang telah sembuh menjadi sakit lagi karena parasit ini dapat diam bersembunyi didalam organ hati manusia sebelum menjadi aktif lagi. 2013) a. vivax menyebabkan penyakit malaria vivaks atau disebut juga malaria tersiana.

biasanya juga ditemukan di Afrika.Pada trofozoid tua sitoplasma berbentuk ameboid. sitoplasma pucat. Pasifik Barat dan di beberapa bagian lain di dunia. Plasmodium ovale dapat ditemukan di Papua dan NTT. padat berwarna merah.Pada mikrogametosit bulat. initi kecil. Di Indonesia. dan mulai tampak titik schuffner. karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat. Morfologi a. biru kelabu inti pucat. Plasmodium vivax Pada trofozid muda terdapat bentuk cincin. eritrosit membesar. Plasmodium malariae umumnya dijumpai pada semua negara dengan malaria. 7 . Plasmodium Malariae (malaria kuartana) Plasmodium malaria merupakan penyakit malaria atau kuartana. (Parasitologi FKUI) 1. Pada makrogametosit bulat. Plasmodium Ovale (malaria ovale) Plasmodium ovale merupakan parasit yang menyebabkan penyakit malaria ovale. sitoplasma berwarna biru. inti membelah 4-8 skizon matang inti membelah 12-24 buah. Pada skizon muda. Penyakit malaria kuartana dapat ditemukan di daerah tropic tapi frekuensinya cenderung rendah. Biasanya Plasmodium ovale terdapat di daerah tropik Afrika bagian barat. parasot ini terdapat di Pulau Owi sebelah selatan Biak di Irian Jaya dan di Pulau Timor. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (malaria tertiana begigna). d.2. titik schuffner jelas. di Indonesia banyak ditemukan di Indonesia Timur. dan pigmen kuning tengguli.c.

Gametosit Skizon Trofozoit Granula Scuffner b. stadium trofozoid dapat melintang di sepanjang sel darah merah dan membentuk seperti pita. inti tidak padat.Pada trofozid (multipel) terdapat lebih dari satu parasit dalam sebuah eritrosit.Skizon muda jumlah inti 2-6.Makrogametosit bentuk pisang.Pada sediaan darah tipis. inti padat kecil. pigmen tersebar. pigmen sudah menggumpal warna hitam. merah muda. meskipun sitoplasmanya lebih tebal dan pada pulasan giemza lebih gelap.Trofozoid yang lebih tua bila membulat besarnya setengah eritrosit.Plasmodium falciparum menyebabkan malaria topika (malaria tertiana maligna). plasma biru. 8 . plasma pucat.Mikrogametosit bentuk sosis. Tropozoit Bentuk cincin Skizon Gametosit c.Hanya ada satu parasit dalam sebuah eritrosit. pigmen di sekitar inti. Plasmodium malariae Stadium trofozoid muda dalam darah tepi tidak berbeda dengan Plasmodium vivax.Skizon matang inti membelah 8-24. agak lonjong. Plasmodium falciparum Trofozoid muda (bentuk cincin) eritrosit tidak membesar dan terdapat titik maurer.

d. (parasitologi FKUI) 9 . stadium trofozoid berbentuk bulat dan kompak dengan granula pigmen yang lebih kasar tetapi tidak sekasar pigmen P.sitoplasma warna pucat kemerahmerahan berbentuk bulat. Plasmodium Ovale Plasmodium yang terutama ditemukan di Afrika timur dan tengah.pada stadium ini eritrosit agak membesar dan sebagian besar berbentuk lonjong.Skizon dengan enam hingga dua belas merozoit yang biasanya tersusun dengan konfigurasi rosette.Trofozoid muda berukuran kira-kira 2 mikron (1/3 eritrosit).malariae.puna inti kecilkompak dan sitoplasma warna biru.Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana pada manusia.titik schufner terbentuk saat dini dan tampak jelas.Stadium gamettosit betina bentuk bulat.gametosit jantan punya inti difus.Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale.

000 60 mikron 45 mikron 48 jam 48 jam Muda dan Retikulosit dan normosit normosit ++ 70 mikron 50 jam Retikulosit dan normosit muda + 55 mikron 72 jam Normosit Maurer Schuffner Schuffner Ziemann Hitam Kuning tengguli 12-18 Tengguli tua Tengguli hitam 8-10 8 8-9 hari 12-14 hari 26-28 hari Jumlah 8-24 merozoit eritrosit Daur dalam 10 hari nyamuk pada 27oC - (jurnalkesmas.ui) 10 .000 + 10.5 hari Plasmodium Vivax 8 hari Plasmodium Ovale 9 hari Plasmodium malariae 10-15 hari 40.000 15.000 + 15.Sifat Plasmodium yaitu : Daur praeritrosit Hipnozoit Jumlah merozoit hati Skizon hati Daur eritrosit Eritrosit yang dihinggapi Pembesaran eritrosit Titik-titik eritrosit Pigmen Plasmodium falciparum 5.

1. sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon. Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. ovale. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun. akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps (kambuh). Siklus ini disebut siklus ekso-eritrositer yang berlangsung selama lebih kurang 2 minggu. tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit. Pada waktu nyamuk Anopheles infektif menghisap darah manusia. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10. Siklus pada Manusia. 1. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Daur Hidup Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya. yaitu manusia dan nyamuk Anopheles betina. sporozoit yang berada di kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah selama lebih kurang setengah jam. 11 . vivax dan P. Pada P.000 – 30.000 merozoit hati (tergantung spesiesnya).3.

Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi (skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus pada Nyamuk Anopheles Betina. Sporozoit ini bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia. Pada P. Siklus ini disebut siklus eritrositer. malariae P. falciparum P. (Menkes RI No. parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon (8–30 merozoit. Masa inkubasi bervariasi tergantung spesies plasmodium.Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke peredaran darah dan menginfeksi sel darah merah. Sumber : (cdc. Kera ekor panjang ini banyak ditemukan di hutan-hutan Asia termasuk Indonesia. falciparum setelah 2-3 siklus skizogoni darah. di dalam tubuh nyamuk gamet jantan dan betina melakukan pembuahan menjadi zigot.gov). Zigot berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Pengetahuan mengenai siklus parasit tersebut lebih banyak dipahami pada kera dibanding manusia. ovale P. Pada dinding luar lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit. knowlesi pada manusia masih dalam penelitian. 2013). 12 . 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. Pada spesies lain siklus ini terjadi secara bersamaan. Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk ke tubuh manusia sampai timbulnya gejala klinis yang ditandai dengan demam. Di dalam sel darah merah. Masa Inkubasi Penyakit Malaria Plasmodium P. knowlesi Masa Inkubasi (Rata-rata) 9 – 14 hari (12) 12 – 17 hari (15) 16 – 18 hari (17) 18 – 40 hari (28) 10 – 12 hari (11) Masa prepaten adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk ke tubuh manusia sampai parasit dapat dideteksi dalam sel darah merah dengan pemeriksaan mikroskopik. Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. sebagian merozoit yang menginfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual (gametosit jantan dan betina). Siklus P. tergantung spesiesnya). Apabila nyamuk Anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit. Hal ini terkait dengan waktu dan jenis pengobatan untuk eradikasi. Reservoar utama Plasmodium ini adalah kera ekor panjang (Macaca sp). 2. vivax P.

Definisi (Anopheles) Genus nyamuk yang tersebar luas. banyak spesienya merupakan vector malaria. beberapa adalah vektor Wuchereria bancrofti (Dorland.2.Ujung palpi tidak membesar b.1.ujung palpi membesar (club forming) a. Kepala Nyamuk Betina Antenna: pilose (bulu jarang) Palpi : . 13 .Panjangnya sama dengan probosis . terdiri atas lebih dari 300 spesies. Sayap : Bentuk sisik dengan ujungnya membulat. Kepala Nyamuk Jantan Antenna: plumose (lebat) Palpi : panjangnya sama dengan probosis . Memahami dan menjelaskan Vektor Malaria (Anopheles) 2. Morfologi a. 2014) 2.LI 2.

Seperti semua nyamuk. sawah. dan dewasa. Telur diletakan satu persatu atau saling berlekatan pada ujungnya di permukaan air dan berpelampung. lagun.3. yaitu telur. sedangkan stadium dewasa terbang bebas di udara. a. Jentik akan tumbuh menjadi kepompong yang tidak makan. tergantung pada spesies dan suhu lingkungan. dan sebagainya. 14 . Siklus hidup dari telur sampai menjadi dewasa berlangsung antara 3-4 minggu. larva. dan kepompong berada di air. pupa. Betina dewasa dapat hidup sampai satu bulan (atau lebih di penangkaran) tetapi kebanyakan mungkin tidak hidup lebih dari 1-2 minggu di alam. kepompong. Tahap dewasa adalah ketika nyamuk Anopheles betina bertindak sebagai vektor malaria. dan dewasa. Stadium telur. lading. Telur Betina dewasa dapat bertelur sebanyak 50-200 butir telur. Telur diletakkan secara tunggal langsung di atas air dan mengapung di atas air. mempunyai rambut rambut berbentuk kipas. Telur tidak tahan terhadap kekeringan dan menetas dalam waktu 2-3 hari. anophelini melalui empat tahapan dalam siklus hidup mereka yaitu: telur. Daur Hidup Siklus hidup anopheles terdiri dari empat stadium.2. jentik. tanpa corong udara. Jentik banyak dijumpai pada genangan air yang tidak terlalu kotor. Posisi jentik saat istirahat sejajat dengan permukaan air. jentik. Tiga tahap pertama terjadi di perairan dan proses berlangsung selama 5-14 hari. Jentik berenang bebas di air. seperti rawa.

Nyamuk dapat berkembang dari telur hingga dewasa hanya dalam 5 hari tetapi biasanya dalam 10-14 hari dalam kondisi tropis. d. Banyak spesies lebih memilih habitat dengan vegetasi. Kepala anopheles terdiri dari mata dan antenna bersegmen yang panjang. mereka bernapas melalui sepasang terompet pernafasan pada cephalothorax. air yang tidak tercemar. Antenna penting untuk mendeteksi host dan tempat untuk bertelur dimana anopeheles betina bertelur. bakteri. Bagian thorax terspesialisasi untuk pergerakan. Larva menghabiskan sebagian besar waktu mereka makan pada ganggang. Sama seperti larva.meskipun penetasan bisa memakan waktu hingga 2-3 minggu di daerah beriklim dingin. Tetapi sebagian lebih menyukai tempat yang tertutup dan redup. Terdapat tiga pasang kaki dan sepasang sayap yang terdapat pada thorax. dan mikroorganisme lain dalam permukaan air. Pupa Pupa berbentuk koma bila dilihat dari samping. Larva dapat hidup di berbagai habitat tetapi sebagian besar spesies lebih menyukai air bersih. Larva Larva nyamuk memiliki kepala yang berkembang baik dengan sikat mulut digunakan untuk makan. Dewasa Seperti nyamuk lainnya anopheles memiliki badan yang ramping seperti nyamuk lainnya. hutan bakau. Mereka tidak memiliki kaki. Durasi dari telur hingga dewasa bervariasi antara spesies dan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. tepi sungai dan sungai. Darah akan 15 . Kepala dan dada bergabung ke cephalothorax dengan perut melengkung. Beberapa berkembang biak di air yang terbuka. Larva nyamuk Anopheles dapat ditemukan di air tawar atau air asin rawa-rawa. larva Anopheles tidak memiliki siphon pernapasan dan oleh karena itu mereka akan memposisikan dirinya sejajar dengan permukaan air untuk bernapas menggunakan spirakel yang terletak pada segmen perut ke-8. terpapar cahaya matahari. Mereka menyelam di bawah permukaan hanya ketika terganggu. Abdomen terspesialisasi untuk pencernaan makanan dan pematangan telur. Kepalanya terspesialisasi untuk menangkap sensor dan makan. Berbeda dengan nyamuk lain. sawah. b. parit berumput. c. Kepalanya juga terditri dari proboscis yang digunakan untuk makan dan dua buah palpi. sebuah thorax besar. Badan yang bersegmen ini akan membesar ketika anopheles betina menghisap darah. dan genagan hujan sementara. Beberapa lebih suka habitat yang tidak memiliki vegetasi. pupa harus muncul ke permukaan untuk bernapas. dan perut tersegmentasi.

Nyamuk dewasa biasanya tidak akan hidup lebih lama dari 1-2 minggu. Kesempatan untuk bertahan hidup tergantung pada suhu dan kelembapan.parit di sepanjang pantai bekas galian yang terisi air payau. bekas jejak kaki binatang zoofilik endofilik 3 16 .sundaicus Muara sungai yang dangkal pada musim kemarau. Mengigit di waktu malam Tit: di dalam dan di luar rumah (kandang) An. tambak ikan dan bekas galian di pantai (pantai utara pulau jawa) 4 An. Barbirostis Antropofilik (sul & NT) zoofilik (jawa & Sawah dan saluran irigasi. tambak ikan yang kurang terpelihara. rawa. tempat penggaraman (Bali) di air tawar (Kaltim dan Sum) An. Aconitus Zoofilik > antropofilik Persawahan dengan saluran eksofagik mengigit di irigasi. Antropofilik < air.4. sumatera) eksofagik > kolam. Sementara untuk anopheles jantan akan memakan nectar dan sumber gula lainnya. mata air. tepi sungai pada musim waktu senja sampai kemarau. An. 2. NO 1 2 Perilaku dan Habitat VEKTOR TEMPAT LARVA PERINDUKAN PERILAKU NYAMUK DEWASA An. kolam ikan dengan dengan dini hari Tit: di luar rumah (pit tanaman rumput di tepinya traps) Antropofilik > zoofilik. mengigit sepanjang malam Tit: di dalam dan di luar rumah Antropofilik > zoofilik.dicerna sebagai sumber protein yang akan digunakan untuk produksi telur yang perlahan lahan akan memenuhi abdomen. sumur endofagik dan lain.lain Mengigit malam Tit: di luar rumah (pada tanaman) 5. Subpictus Kumpulan air yang permanan/ sementara. celah tanah bekas kaki bnatang. parit. Balanbacensis Bekas roda yang tergenang air.

lubang. 10.saluran. pantai (pada musim penghujan). 7. rawa. Farauti Antropofilik > Kebun kangkung. Nigerrimus Zoofilik > antropofilik Mengigit pada senjaSawah. An. punctulatus Air di tempat terbuka dan terkena sinar matahari. Letifer Antropofilik > Air tergenang (tahan hidup zoofilik ditempat asam) terutama Tit: bagian bawah atap dataran pinggir pantai di luar rumah An. kolam atau kali yang Tit: di luar rumah (di berbatu di hutan atau daerah sekitar kandang) pedalaman An. tepi sungai pada musim mengigit malam kemarau.lubang di tanah yang berisi air. saluran. Eksofagikmengigit genangan air hujan. >> 17 . 12. An. Lodlowi Sungai di daerah pergunungan Antropofilik zoofilik An. Sinensis Zoofilik > antropofilik Mengigit pada senjaSawah. kolam. tepi sungai Antrofopolik > zoofilik Mengigit malam Tit: di dalam rumah 9.yang berlumpur yang berair. zoofilik genangan air dalam perahu. Koliensis Bekas jejak roda kendaraan. kolam dan rawa yang malam ada tanaman air Tit: di luar rumah (kandang) An. kolam dan rawa yang malam ada tanaman air Tit: di luar rumah (kandang) 6. kolam.rwa tertutup Antropofilik >> zoofilik Mengigit malam Tit: di dalam rumah An. kebun kangkung dan rawa. 11.rawa malam Tit: di dalam dan dan saluran air diluar rumah 8.

Maculatus Mata air dan sungai dengan air jernih yang mengalir lambat di daerah pergunungan dan perkebunan teh (di jawa) An. 15. Karwari Air tawar yang jernih yang Zoofilik > antropofilik terkena sinar matahari. demam. Bancrofti Danau dangan tumbuhan bakung. air rawa yang Zoofilik > antropofilik tergenang dan rawa dengan Tit: belum jelas tumbuhan pakis An.1. deisebabkan oleh protozoa genus Plasmodium. penyebab demam infeksi yang endemic dibanyak daerah beriklim hangat di dunia.13. malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles dan ditandai dengan adanya serangan menggigil. yang terjadi dalam interval yang bergantung pada waktu yang diperlukan untuk berkembangnya generasi baru parasit didalam tubuh. 3. Flavirostis Sungai dan mata air terutama Zoofilik > antropofilik apabila bagian tepinya Tit: belum ada laporan berumput An. barbumbrosus Di pinggir sungai yang Bionomiknya belum terlindung dengan air yang banyak dipelajari mengalir lambat dekat hutan di antropofiliknya dataran tinggi Zoofilik > antropofilik Mengigit malam Tit: di luar rumah (sekitar kandang) LI 3. Dari species-species nyamuk tersebut ternyata ada 20 species yang dapat menularkan penyakit malaria. 17 An. 2014) 18 . (Kamus Dorland. dan berkeringat. Dengan kata lain di Indonesia ada 20 species nyamuk anopheles yang berperan sebagai vektor penyakit malaria. 14. 16. Memahami dan menjelaskan Malaria Penyakit malaria adalah salah satu penyakit yang penularannya melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Berdasarkan survai unit kerja SPP (serangga penular penyakit) telah ditemukan di Indonesia ada 46 species nyamuk anopheles yang tersebar diseluruh Indonesia. di Tit: di luar rumah daerah pergunungan An. yang merupakan parasit pada sel darah merah. Definisi Malaria.

Masa inkubasi 11-16 hari. malaria ovale merupakan malaria yang paling ringan dari semua jenis malaria. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. Penyakit ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Malaria Tropica. 3. Etiologi Malaria disebebkan oleh parasit sporozoa plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina infektif. disebabkan oleh Plasmodium vivax. dan sering terjadi komplikasi. anemia. 3. Sebagian besar nyamuk Anopheles akan menggigit pada waktu senja atau malam haru. disebabkan oleh plasmodium ovale. menggigil. disebabkan oleh Plasmodium falciparum. (Kapita Selekta edisi IV. Masa inkubasi yaitu 12-17 hari. (Menkes RI No. masa inkubasi nya 9-14 hari. JILID 2) Penyakit malaria ialah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium di dalam eritrosit dan biasanya disertai dengan gejala demam.3. Gejala pada malaria ini panas yang ireguler. merupakan malaria yang paling patogenik dan seringkali berakibat fatal. yaitu:     Malaria tertiana. serangan paroksismal 3-4 hari terjadi malam hari dan jarang lebih dari 10 kali walaupun tanpa terapi. parasitemia sering dijumpai. pada 19 .Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut atau kronik. 2013). dimana demam pada malaria ini kadang-kadang remiten atau intemitten. anemia. Malaria Ovale. ditandai dengan demam. Masa inkubasi 18-40 hari. gejala sama seperti pada malaria vivax hanya berlangsung lebih ringan. Malaria yang disertai dengan komplikasi disebut malaria berat.2. splenomegali. kadang-kadang lebih panjang 1220 hari Malaria quartana. Klasifikasi Jenis-jenis malaria digolongkan menjadi 4. Dapat berlangsung akut ataupun kronik. Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasi ataupun mengalami komplikasi sistemik yang dikenal sebagai malaria berat. dan splenomegaly. disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium. Plasmodium hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia. (Ilmu Penyakit Dalam) Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang dapat ditandai dengan demam. hepatosplenomegali dan anemia. disebabkan oleh plasmodium malariae.

melalui jarum yang terkontaminasi dan secara transplasenta ke janin. malariae 72 jam. Anemia terjadi karena pecahnya sel darah merah yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi.vivax. P malariae. ovale hanya menginfeksi sel darah merah muda yang jumlahnya hanya 2% dari seluruh jumlah sel darah merah. IPT 2008) Malaria di sebabkan oleh protozoa intraseluler obligat dari genus plasmodium termasuk P. kedua bentuk tersebut merupakan metoda utama dalam menegakkan diagnosis manusia. antara lain TNF (Tumor Nekrosis Factor) dan IL-6 (Interleukin-6). parasite berkembang menjadi bentuk cincin (ring form) yang kemudian tumbuh. monosit atau limfosit yang mengeluarkan berbagai macam sitokin. dan menjadi tropozoit. malaria dapat juga ditularkan melalui transfuse darah.4. Parasite biasanya di tularkan ke manusia melalui nyamuk gigitan anopheles betina.beberapa jenis nyamuk. Plasmodium memiliki siklus hidup yang kompleks yang memungkinkan kelangsungan hidup di lingkungan seluler yang berbeda yaitu di pejamu manusia di vektor manusia dan di vektor nyamuk. dan P. puncak gigitan adalah tengah malam sampai fajar (Widoyono. Sehingga anemia yang 20 . vivax/P. ovale 48 jam.ovale dan P. membesar. sedangkan P. P. Plasmodium vivax dan P. (NELSON. P. Proses skizogoni pada keempat plasmodium memerlukan waktu yang bebedabeda. TNF dan IL-6 akan dibawa aliran darah ke hipotalamus yang merupakan pusat pengatur suhu tubuh dan terjadi demam. malariae demam timbul selang waktu 2 hari. vivax/P. malariae menginfeksi sel darah merah tua yang jumlahnya hanya 1% dari jumlah sel darah merah. di dalam eritrosit. Antigen ini akan merangsang sel-sel makrofag. edisi keenam) 3. faze eritrosik dari perkembangan aseksual plasmodium di mulai saat merozoit lepas dari skizon eksoeritrositik di hati yang kemudian masuk ke dalam eritrosit. dan P. P. Patogenesis & Patofisiologi Demam mulai timbul bersamaan dengan pecahnya skizon darah yang mengeluarkan bermacam-macam antigen. Plasmodium falciparum memerlukan waktu 36-48 jam. falcifarum. falciparum dapat terjadi setiap hari. Demam pada P. ovale selang waktu satu hari. Terdapat dua fase besar dari siklus hidupnya yaitu fase aseksual (skizogoni) di dalam tubuh manusia dan fase seksual (sporogoni) di dalam tubuh nyamuk.

monosit. vivax dan Plasmodium lainnya diduga ada mekanisme tersendiri yang perlu penelitian lebih lanjut. Limpa merupakan organ retikuloendothelial. falciparum mempunyai patogenesis yang khusus. Splenomegali. Penambahan sel-sel radang ini akan menyebabkan limpa membesar. Sitokin (TNF. Terjadinya sumbatan ini juga didukung oleh proses terbentuknya “rosette”. vivax . yaitu tersebarnya eritrosit yang berparasit tersebut ke pembuluh kapiler alat dalam tubuh. dan limfosit akan menyebabkan terekspresinya reseptor endotel kapiler. dimana mediator tersebut mempunyai peranan dalam gangguan fungsi pada jaringan tertentu. IL-6 dan lain lain) yang diproduksi oleh sel makrofag. yaitu bergerombolnya sel darah merah yang berparasit dengan sel darah merah lainnya. Akibat dari proses ini terjadilah obstruksi (penyumbatan) dalam pembuluh kapiler yang menyebabkan terjadinya iskemia jaringan. Pada saat knob tersebut berikatan dengan reseptor sel endotel kapiler terjadilah proses sitoadherensi. sehingga anemia dapat terjadi pada infeksi akut dan kronis. patofisiologi sitoadherens Untuk P.disebabkan oleh P. 21 . Malaria berat akibat P. Eritrosit yang terinfeksi P. (Menkes RI No. falciparum. Selain itu pada permukaan eritrosit yang terinfeksi akan membentuk knob yang berisi berbagai antigen P. ovale dan P. malariae umumnya terjadi pada keadaan kronis. IL-6 dan lain lain). falciparumakan mengalami proses sekuestrasi. Plasmodium falciparum menginfeksi semua jenis sel darah merah. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. 2013). dimana Plasmodium dihancurkan oleh sel-sel makrofag dan limposit.P. Pada proses sitoaderensi ini juga terjadi proses imunologik yaitu terbentuknya mediator-mediator antara lain sitokin (TNF.

anoreksia. falciparum dan terpanjang untuk P.3. Terkadang dusertai muntah dan pada anak disertai kejang. 22 . Adanya thrombositopenia sering didiagnosis dengan leptospirosis. berupa malaise. chikungunya.5. Gejala. dan infeksi saluran nafas. demam dengue atau typhoid. sakit kepala. vivax dan P. perut tidak enak. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium mempunyai manifestasi umum sebagai berikut : Masa inkubasi Masa inkubasi biasnya berlangsung 8-17 hari tergantung dari spesies parasit ( terpendek untuk P. 2013). Malariae). (Menkes RI No. leptospirosis. ovale. lesu. sakit tulamh. demam dengue. Keluhan prodromal biasnya terjadi pada P.bibir dan jari tangan menjadi biru. seperti demam typhoid. Penurunan kesadaran dengan demam sering juga didiagnosis sebagai infeksi otak atau bahkan stroke. nyeri pada tulang dan otot. Periode ini biasanya berlangsung 15 menit sampai 1 jam. Selain itu juga cara infeksi yang mungkin disebabkan oleh gigitan nyamuk atau secara induksi Keluhan Prodromal Keluhan-keluhan prodromal dapat terjadi sebelum terjadinya demam. beratnya infeksi dan pada pengobatan sebelumnya atau pada derajat resistensi hospes.gejala demam Gejala yang klasik yaitu terjadinya “trias malaria” secara berurutan. Apabila ada demam dengan ikterik bahkan sering diintepretasikan dengan diagnosa hepatitis dan leptospirosis. kulit kering dan pucat. Periode menggigil dimulai dengan perasaan dingin sekali. diare ringan dan kadang kadang merasa dingin di punggung. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. Mengingat bervariasinya manifestasi klinis malaria maka anamnesis riwayat perjalanan ke daerah endemis malaria pada setiap penderita dengan demam harus dilakukan. Gejala utama demam sering di diagnosis dengan infeksi lain. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis malaria dapat bervariasi dari ringan sampai membahayakan jiwa.

6. oliguria. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui cara berikut. Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Fisik 1. urin berwarna coklat kehitaman (Black Water Fever ). 1. (IPD. Periode ini berlangsung 2 sampai 6 jam Periode berkeringat Penderita akan berkeringat banyak sehingga tempat tidurnya basah. kadang kadang sampai di bawah ambang normal.Periode panas Dimulai saat rasa dingin sekali berubah menjadi panas sekali. Pemeriksaan dengan mikroskop Pemeriksaan dengan mikroskop merupakan gold standard (standar baku) untuk diagnosis pasti malaria. sakit kepala hebat. Pemeriksaan mikroskop dilakukan dengan membuat sediaan darah tebal dan tipis. Perasaan haus sekali pada suhu naik sampa 41⁰C atau lebih. Demam (>37. Pembesaran hati (hepatomegali) 5. demam tinggi. telapak tangan pucat. Jilid i) 3. Konjungtiva atau telapak tangan pucat 3. Periode iini berlangsung 2 sampai 4 jam. kejang dan sangat lemah (prostration). konjungtiva pucat. dan ikterik. biasnya ada mual dan muntah. Pemeriksaan Laboratorium Untuk mendapatkan kepastian diagnosis malaria harus dilakukan pemeriksaan sediaan darah.5 ºC aksila) 2. nadi penuh dan berdenyut keras. Pemeriksaan sediaan darah (SD) tebal dan tipis di rumah sakit/Puskesmas/lapangan untuk menentukan: 23 . Muka menjadi merah. Manifestasi malaria berat dapat berupa penurunan kesadaran. Edisi vi. Penderita biasnya dapat tidur nyenyak dan waktu bangun merasa lemah tetapi lebih sehat. Suhu turun dengan cepat. Pembesaran limpa (splenomegali) 4. Keterangan :penderita malaria berat harus segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap untuk mendapatkan perawatan yang lebih lanjut. kulit kering dan terasa panas seperti terbakar.

000/ul. dan di daerah terpencil yang tidak tersedia fasilitas laboratorium mikroskopis.000/uL maka hitung parasit = 8. Contoh : Jika dijumpai 1500 parasit per 200 lekosit. Jika jumlah eritrosit 4. 1.500. maka mortalitas > 50 %.000/uL maka hitung parasit = 4. maka mortalitas < 1 % . c) Kepadatan parasit: 1) Semi Kuantitatif (-) = negatif (tidak ditemukan parasit dalam 100 LPB/lapangan pandang besar) (+) = positif 1 (ditemukan 1 –10 parasit dalam 100 LPB) (++) = positif 2 (ditemukan 11 –100 parasit dalam 100 LPB) (+++) = positif 3 (ditemukan 1 –10 parasit dalam 1 LPB) (++++) = positif 4 (ditemukan >10 parasit dalam 1 LPB) Adanya korelasi antara kepadatan parasit dengan mortalitas yaitu: Kepadatan parasit < 100. Jika dijumpai 50 parasit per 1000 eritrosit = 5%. Pemeriksaan dengan tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT) Mekanisme kerja tes ini berdasarkan deteksi antigen parasit malaria. falcifarum dan non P. maka mortalitas > 1 % . pada saat terjadi KLB. 2. falcifarum.500.000 parasit/uL. 2) Kuantitatif Jumlah parasit dihitung per mikro liter darah pada sediaan darah tebal (leukosit) atau sediaan darah tipis (eritrosit). b) Spesies dan stadium Plasmodium. Pemeriksaan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Sequensing DNA Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada fasilitas yang tersedia.000/1000 X 50 = 225. Hal yang penting yang perlu diperhatikan adalah sebelum RDT dipakai agar terlebih dahulu membaca cara penggunaannya pada etiket yang tersedia dalam kemasan RDT untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. dengan menggunakan metoda imunokromatografi. sedangkan jumlah lekosit 8. Saat ini yang digunakan oleh Program Pengendalian Malaria adalah yang dapat mengidentifikasi P.a) Ada tidaknya parasit malaria (positif atau negatif).000 parasit/uL.Kepadatan parasit > 100. Tes ini digunakan pada unit gawat darurat.Kepadatan parasit > 500. Pemeriksaan ini penting untuk membedakan antara re-infeksi dan rekrudensi pada P. 24 .000/200 X 1500 parasit = 60.000/ul.000 /ul.

SGOT dan SGPT. pemeriksaan fisik. analisis gas darah). mual. serum bilirubin. muntah. urinalisis. 3. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. kreatinin. dan d. (Menkes RI No. natrium dan kalium. dan pemeriksaan laboratorium. Selain pemeriksaan di atas. 2013). c. diare. pada malaria berat pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah: a. Diagnosis dan Diagnosis Banding Diagnosis Malaria Diagnosis malaria ditegakkan seperti diagnosis penyakit lainnya berdasarkan anamnesis. kimia darah lain (gula darah. Diagnosa pasti malaria apabila ditemukan parasit malaria dalam darah ALUR PENEMUAN PENDERITA MALARIA Pasien datang dengan gejala klinis demam atau riwayat demam dalam 3 hari terakhir ( dapat disertai nyeri kepala. nyeri otot dan pegal-pegal ) Periksa Darah Malaria dengan mikoskop atau RDT HASIL NEGATIF HASIL POSITIF MALARIA ULANG PEMERIKSAAN DARAH MALARIA SETIAP 24 JAM HINGGA 48 JAM HASIL POSITIF MALARIA CARI ETIOLOGI DEMAM YANG LAIN TERAPI SESUAI ETIOLOGI 25 . Selain itu dapat digunakan untuk identifikasi spesies Plasmodium yang jumlah parasitnya rendah atau di bawah batas ambang mikroskopis. Pemeriksaan dengan menggunakan PCR juga sangat penting dalam eliminasi malaria karena dapat membedakan antara parasit impor atau indigenous. 3. b.falcifarum. ureum. albumin/globulin.7. pengukuran hemoglobin dan hematokrit. alkali fosfatase. penghitungan jumlah leukosit dan trombosit.

riwayat tinggal di daerah endemik malaria. roseola. Demam tifoid Demam lebih dari 7 hari ditambah keluhan sakit kepala. riwayat minum obat malaria satu bulan terakhir. obstipasi). Deteksi Dini Kasus Malaria Demam/riwayat demam merupakan gejala utama dari infeksi malaria. tes serologi (antigen dan antibodi). riwayat mendapat transfusi darah B. Pada anamnesis juga perlu ditanyakan: 1. muntah. uji torniquet positif.A. c. berkeringat dan dapat disertai sakit kepala. mual. Anamnesis Keluhan utama pada malaria adalah demam. disertai keluhan sakit kepala. nyeri tulang. 5. 2. diare dan nyeri otot atau pegalpegal. terutama dengan penyakit-penyakit di bawah ini. 4. uji serologi dan kultur. sakit perut (diare. lidah kotor. 3. menggigil. bradikardi relatif. a. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. 2013). leukopenia. Diagnosis Banding Malaria Manifestasi klinis malaria sangat bervariasi dari gejala yang ringan sampai berat. riwayat sakit malaria/riwayat demam. Pemeriksaan Fisik C. 1. Leptospirosis 26 . nyeri ulu hati. riwayat berkunjung ke daerah endemik malaria. Hal tersebut dapat menyebabkanmisdiagnosis/underdiagnosis ataupun overdiagnosis. b.tetapi demam juga terjadi pada hampir semua infeksi dan sulitdibedakan dengan malaria. aneosinofilia. sering muntah. Malaria tanpa komplikasi harus dapat dibedakan dengan penyakit infeksi lain sebagai berikut. Demam dengue Demam tinggi terus menerus selama 2 . penurunan jumlah trombosit dan peninggian hemoglobin dan hematokrit pada demam berdarah dengue. Pemeriksaan Laboratorium (Menkes RI No. limfositosis relatif.7 hari.

Sepsis Demam dengan fokal infeksi yang jelas. nyeri perut. Hepatitis A Prodromal hepatitis (demam. Leptospirosis berat/penyakit Weil Demam dengan ikterus. diabetes mellitus. Stroke (gangguan serebrovaskuler) Hilangnya atau terjadi gangguan kesadaran. c. riwayat pekerjaan yang menunjang adanya transmisi leptospirosis (pembersih selokan.Demam tinggi. mialgia. Tifoid ensefalopati Gejala demam tifoid ditandai dengan penurunan kesadaran dan tanda-tanda demam tifoid lainnya (khas adalah adanya gejala abdominal. Kadar SGOT dan SGPT meningkat > 5 kali tanpa gejala klinis atau meningkat > 3 kali dengan gejala klinis. 2. hilangnya kesadaran. Pemeriksaan serologi Microscopic Agglutination Test (MAT) atau tes serologi positif. dan urin seperti air teh. penurunan kesadaran. mual. f. sampah. Insidens penyakit ini meningkat biasanya setelah banjir. muntah. Pada penderita dapat dilakukan analisa cairan otak dan imaging otak. gagal ginjal. g. d. dan lain lain). seperti nyeri perut dan diare). Glomerulonefritis akut Gejala gagal ginjal akut dengan hasil pemeriksaan darah terhadap malaria negatif. kejang dan gejala neurologis lainnya. tidak bisa makan diikuti dengan timbulnya ikterus tanpa panas). Didukung pemeriksaan penunjang sesuai demam tifoid. dan lain-lain). dan nyeri betis yang mencolok. mata atau kulit kuning. nyeri pada betis. gangguan sirkulasi. gejala neurologik lateralisasi (hemiparese atau hemiplegia). Malaria berat dibedakan dengan penyakit infeksi lain sebagai berikut. tanpa panas dan ada penyakit yang mendasari (hipertensi. Infeksi otak Penderita panas dengan riwayat nyeri kepala yang progresif. a. mual. leukositosis dengan granula-toksik yang didukung hasil biakan mikrobiologi. 27 . muntah. leukositosis. nyeri tulang. e. conjunctival injection (kemerahan pada konjungtiva bola mata). nyeri pada hepar. b. kaku kuduk. nyeri kepala.

nyeri ulu hati. (Menkes RI No. dkk dalam Kapsel Kedokteran Essential Medicine. yaitu: 1. termasuk stadium gametosit. Oleh sebab itu penderita harus makan terlebih dahulu setiap akan minum obat anti malaria. hematom.9. 3. Adapun tujuan pengobatan radikal untuk mendapat kesembuhan klinis dan parasitologik serta memutuskan rantai penularan.h. uji serologi positif (antigen dan antibodi). kawat kasa nyamuk dan lain-lain. Pencegahan Untuk prophylaksis gunakan Doxycyclin 1 kapsul/hari. 2013). repelen. disertai syok atau tanpa syok dengan keluhan sakit kepala. Obat yang digunakan untuk kemoprfilaksis tidak boleh diberkan pada ibu hamil dan anak dibawah umur 8 tahun dan tidak boleh diberikan lebih dari 6 bulan. 2013). manifestasi perdarahan (epistaksis. 3. Tata laksana Pengobatan yang diberikan adalah pengobatan radikal malaria dengan membunuh semua stadium parasit yang ada di dalam tubuh manusia. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. gusi. (Menkes RI No. Kombinasi tetap (Fixed Dose Combination = FDC) yang terdiri atas Dihydroartemisinin dan Piperakuin (DHP). purpura. Saat ini yang digunakan program nasional adalah derivat artemisinin dengan golongan aminokuinolin. petekie. (Wibisono.8. Upaya pencegahan malaria adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria. 2014). sering muntah. mencegah gigitan nyamuk. penurunan jumlah trombosit dan peningkatan hemoglobin dan hematokrit. Demam berdarah dengue atau Dengue shock syndrome Demam tinggi terus menerus selama 2 . pengendalian vektor dan kemoprofilaksis. 28 . Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menggunakan kelambu berinsektisida. hemetemesis dan melena). Dosis pemberian obat sebaiknya berdasarkan berat badan.7 hari. diminum 2 hari sebelum sampai dengan 4 minggu setelah keluar dari daerah endemis. Semua obat anti malaria tidak boleh diberikan dalam keadaan perut kosong karena bersifat iritasi lambung. nyeri tulang.

vivax selama 14 hari) Atau Dosis obat : Amodiakuin basa = 10mg/kgBB dan Artesunat = 4mg/kgBB Primakuin = 0.2 mg/kgBB/hari diberikan 2 x sehari (8-14 tahun) 29 .1 (satu) tablet FDC mengandung 40 mg dihydroartemisinin dan 320 mg piperakuin. Artesunat – Amodiakuin \ Kemasan artesunat – amodiakuin yang ada pada program pengendalian malaria dengan 3 blister.sedangkan obat primakuin untuk malaria falsiparum hanya diberikanpada hari pertama saja dengan dosis 0. Lini Kedua untuk Malaria falsiparum Kina + Doksisiklin atau Tetrasiklin + Primakuin Catatan: Dosis Kina diberikan sesuai BB (3x10mg/kgBB/hari) Dosis Doksisiklin 3. falciparum untuk hari I) Primakuin = 0. Pengobatan Malaria falsiparum dan Malaria vivaks Pengobatan malaria falsiparum dan vivaks saat ini menggunakan ACTditambah primakuin.25 mg/kgBB (P.25 mg/kgBB. Lini Pertama ACT + Primakuin Dosis obat : Dihydroartemisinin = 2 – 4 mg/kgBB Piperakuin = 16 – 32 mg/kgBB Primakuin = 0. Dosis ACT untuk malaria falsiparum sama dengan malaria vivaks. A. Piperakuin dosis 1632mg/kgBB 2.75mg/kgBB (P. Lini pertamapengobatan malaria falsiparum dan malaria vivaks adalah seperti yangtertera di bawah ini: a. falciparum untuk hari I) Primakuin = 0. 1. Pengobatan Malaria Tanpa Komplikasi.75 mg/kgBB dan untuk malariavivaks selama 14 hari dengan dosis 0.25 mg/kgBB (P.75mg/kgBB (P. Obat ini diberikan per – oral selama tiga hari dengan range dosis tunggal harian sebagai berikut: Dihydroartemisinin dosis 2-4 mg/kgBB. vivax selama 14 hari) b.5 mg/kgBB/hari diberikan 2 x sehari (> 15 tahun) Dosis Doksisiklin 2. setiap blister terdiri dari 4 tablet artesunat @50 mg dan 4 tablet amodiakuin 150 mg.

Pengobatan Malaria malariae ACT 1 kali per hari selama 3 hari. falciparum + P. vivaks/P. Pengobatan Malaria ovale a. Pengobatan malaria vivaks yang relaps Dugaan Relaps pada malaria vivaks adalah apabila pemberian primakuin dosis 0.Dosis Tetrasiklin 4 mg/kgBB/kali diberikan 4 x sehari Tidak diberikan pada anak umur<8 tahun Oleh karena Doksisiklin dan Tetrasiklin tidak dapat diberikan pada ibu hamil maka sebagai penggantinya dapat di pakai Klindamisin yang tersedia di Puskesmas * Dosis anak-anak 10 mg/kg bb/kali diberikan 2 x sehari Perkapsul Klindamisin basa ~150 mg dan 300 mg c. dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan primakuin. 3. yaitu Dihydroartemisinin Piperakuin (DHP) atau Artesunat + Amodiakuin b. Pengobatan kasus malaria vivaks relaps (kambuh) diberikan lagi regimen ACT yang sama tetapi dosis primakuin ditingkatkan menjadi 0.25 mg/kgBB/hari selama 14 hari. Lini Kedua untuk Malaria ovale Sama dengan untuk malaria vivaks. Pengobatan infeksi campur P. Lini Kedua untuk Malaria Vivaks Kina + Primakuin d.5 mg/kgBB/hari. 2.25 mg/kgBB/hari sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan. 4. Ovale ACT selama 3 hari serta primakuin dengan dosis 0. Atau Artesunat + Amodiakuin Artesunat = 4 mg/kgBB dan Amodiakuin basa = 10 mg/kgBB 30 . Lini Pertama untuk Malaria ovale Artemisinin Combination Therapy (ACT).

Anemia berat sering menyebabkan distress pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian. 3. Diare 5. Sepsis d. Perdarahan karena stress ulcer (perdarahan masif saluran pencernaan) e. ibu hamil. TD sistolik <80mmHg. Sering terjadi pada penderita malaria berat terutama anak usia<3 tahun.10. 2. malariae ACT selama 3 hari dan Primakuin pada hari I (Menkes RI No. Gagal Ginjal Akut 31 . Hipoglikemia Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah sewaktu <40 mg%. Mean Arterial Pressure (MAP)< 65 mm Hg (pada dewasa) b. 4. peningkatan asam laktat. Pengobatan infeksi campur P. Dehidrasi dengan hipovolemia (akibat muntah-muntah dan intake cairan kurang) c. kulit dingin. pemberian transfusi darah harus segera dilakukan. Anemia Berat Anemia berat pada malaria adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin <5 g/dL atau hematokrit <15 %. 3. 2013). Malaria Serebral Gangguan kesadaran pada malaria serebral dapat disebabkan adanya berbagai mekanisme. Kina dapat menyebabkan hiperinsulinemia sehingga terjadi hipoglikemi. yaitu sekuestrasi dan rosetting knob. Nadi kecil dan cepat kecil dan cepat. Komplikasi 1. dan peningkatan sitokin dalam darah yang menyebabkan gangguan metabolisme di otak. Malaria algida b. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria.5. Syok Syok adalah keadaan gangguan hemodinamik yang ditandai dengan: a. Oleh karena itu. falciparum + P. tekanan nadi (selisih sistolik dan diastolik) <20mmHg (pada anak) c. dan penderita malaria berat lainnya dengan terapi kina. Keadaan ini terjadi pada penderita malaria yang disertai: d. Waktu pengisisan kapiler > 2 detik Kondisi syok pada malaria dapat disebabkan oleh: a. Penyebab lain hipoglikemia diduga karena terjadi peningkatan uptake glukosa oleh parasit malaria.

hematom. Manifestasi perdarahan pada kulit berupapetekie. Perdarahan dan Gangguan Pembekuan Darah (koagulopati) Perdarahan dan koagulopati jarang ditemukan pada kasus malaria didaerah endemis pada negara tropis. Malaria tanpa komplikasi biasanya akan membaik dengan pengobatan yang tepat. Asidosis metabolik Asidosis pada penderita malaria berat disebabkan berbagai faktor. 8. peningkatan glikolisis. Biasanya kadar bilirubin kembali normal dalam beberapa hari setelah pengobatan dengan anti malaria. keadaan ini dapat terjadi padapenderita non-imun. 7. antara lain: a. keadaan ini tidak berhubungan dengan disfungsi renal. b. Prognosis Prognosis malaria tergantung kepada jenis malaria yang menginfeksi. Blackwater fever (malarial haemoglobinuria) Hemoglobinuria disebabkan hemolisis masif intravaskuler pada infeksi berat. d. Distress Pernafasan (Menkes RI No. atau perdarahan hidung. Hiperparasitemia 11. c. infeksi Plasmodium vivax dan 32 . Gangguan koagulasi intra vaskular dapat terjadi. 6. 5: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. 3. Tanpa pengobatan. dan gangguan produksi urin. tetapi dapat menjadi gagal ginjal akut pada kasuskasus berat. Apabila disertai hemolisis berat dan Hb sangat rendah maka diberikan transfusi darah. Edema Paru 12. gusi dansaluran pencernaan. purpura. Blackwater fever bersifat sementara. hipoksia. Ikterus Manifestasi ikterus (kadar bilirubin darah >3 mg%) sering dijumpai pada dewasa. disfungsi renal. tetapi fokus pada penanganan untuk malaria. 10. obstruksi mikrosirkulasi. Tidak ada tindakan khusus untuk ikterus. Blackwater fever dapat juga terjadi pada penderita defisiensi G6PD yang diberikan primakuin atau obat oksidan lainnya. sedangkan jika ditemukan pada anak prognosisnya buruk. e.11. 9.Gagal ginjal akut (GGA) adalah penurunan fungsi ginjal dengan cepat dan mendadak yang antara lain ditandai adanya peningkatan ureum dan kreatinin darah. anemia. 2013).

13. 2014) 3. 2009) 3. Kebijakan-kebijakan yang diambil dalam pemberantasan malaria antara lain penekanan pada desentralisasi. jumlah kasus malaria telah menurun dari 2. (Medical Disability Guidelines.2 juta kasus pada tahun 2008. Beberapa daerah di Sumatera mulai dari Lampung.vivax.8 juta tahun 2001 menjadi 1. Maluku. Riau. Epidemiologi Di Indonesia kawasan Timur mulai dari Kalimantan. Irian Jaya dan dari Lombok sampai Nusa Tenggara Timur serta Timor Timur merupakan daerah endemis malaria dengan P. dan lembaga donor. Populasi yang berisiko terhadap malaria ialah 113 juta dari 218 juta masyarakat Indonesia. Infeksi Plasmodium malariae bisa bertahan lebih lama daripada Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale. dan membangun kerja sama antarsektor. lingkungan (fisik dan biologis) dan nyamuk sebagai vektor penular.12. Pelaksanaan Strategi dalam Pemberantasan Malaria antara lain adalah dengan sistem kewaspadaan dini dan upaya penanggulangan epidemi agar tidak semakin menyebar. Walaupun demikian. Jambi dan Batam kasus malaria cenderung meningkat. kejang dan koma. intensifikasi pengawasan. mengingat masalah Malaria merupakan masalah yang komplek karena berhubungan dengan berbagai aspek seperti penyebab penyakit (parasit). lembaga swadaya masyarakat dan badan-badan internasional serta penyandang dana. Sulawesi Tengah sampai Utara. 2. dan kontrol vektor secara selektif. dunia usaha.falciparum dan P. Gebrak Malaria 1. keterlibatan masyarakat dalam pemberantasan malaria. Definisi dan Tujuan Gebrak Malaria adalah gerakan nasional seluruh komponen masyarakat untuk memberantas Malaria secara intensif melalui kemitraan antara pemerintah.Plasmodium ovale dapatberlanjut dan menyebabkan relaps sampai 5 tahun. NGO. Infeksi Plasmodium falciparum dapat menyebabkan malaria serebral yang selanjutnya dapat mengakibatkan kebingungan mental. (Harijanto dalam Buku Ajar IPD. Gerakan Berantas Kembali 33 . diagnosis awal dan pengobatan yang tepat. Prognosis untuk infeksi Plasmodium falciparum lebih buruk dan dapat berakhir dengan kematian dalam 24 jam sekiranya tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Dari berbagai pengalaman Eliminasi Malaria pada masa lalu. penyemprotan. c. masyarakat termasuk organisasi sosial. Eliminasi Sumatera. Kegiatan Eliminasi Malaria lebih banyak terfokus kepada kegiatan promotif dan preventif. Strategi promosi kesehatan untuk Eliminasi Malaria adalah Advokasi. Dalam rangka merealisasikan Gebrak Malaria ini telah disusun Rencana Kegiatan Pengendalian Malaria melalui Rencana Strategi Pembebasan (Eliminasi) Malaria di Indonesia. Papua Barat. langkah-langkah lain seperti larvaciding. Untuk menanggulangi galur yang resisten terhadap klorokuin. yaitu: diagnosis awal dan pengobatan yang tepat. Sulawesi pada tahun 2020. Oleh karena itu peranan Promosi Kesehatan akan semakin besar agar pelaksanaannya lebih optimal. Kegiatan Eliminasi Malaria harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh antara Pemerintah. telah terbukti bahwa tanpa keterlibatan dan dukungan legislatif. Eliminasi Jawa. Bali dan Batam pada tahun 2010. 34 . Eliminasi Papua. survei demam dan pengawasan migran. pengawasan deteksi aktif dan pasif. Pemerintah Daerah dan mitra kerja lainnya. Kepulauan Riau pada tahun 2015. keagamaan dan pihak swasta. Gebrak Malaria memprioritaskan kemitraan antara pemerintah. Karena kombinasi obat-obatan itu sangat mahal. pemerintah daerah. deteksi dan kontrol epidemik. dan masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit malaria. d. penggunaannya akan ditargetkan di daerah dengan prevalensi resistensi yang tinggi.Malaria atau Gebrak Malaria yang dimulai pada 2000 adalah bentuk operasional dari Roll Back Malaria (RBM). swasta/sektor bisnis. pemerintah pusat dan daerah akanmenggunakan kombinasi baru obat-obatan malaria untuk memperbaiki kesuksesan pengobatan. dan peningkatan kemampuan (capacity building). yaitu: a. Maluku Utara. Kalimantan. Program pemberantasan malaria di Indonesia saat ini terdiri atas delapan kegiatan. yang akhirnya dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tanggal 28 April 2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia dengan sasaran wilayah Eliminasi yang dilaksanakan secara bertahap. Nusa Tenggara Barat. Nanggroe Aceh Darussalam. b. Nusa Tenggara Timur pada tahun 2030. maka hasil yang dicapai belum optimal. Eliminasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Kepulauan Seribu). program kelambu dengan insektisida. Maluku.

Jakarta: Interna Publishing. Buku Ajar IPD Jilid I.K. dilihat pada 4 April 2016 http://ilmubiologi.FKUI. 2009. Menkes RI No.Jakarta. cdc. Kedua.go. Univ. Melnick. Setiawati. Hal : 156-173.ac. Penuntun Praktikum Mahasiswa Blok IPT.Buku Ajar Parasitologi Kedokteran Ed. 2013.Departemen Parasitologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. dan Adelberg’ s. Claifornia:McGrawHill Lange Jawetz.com/pengertian-plasmodium. Penyakit Tropis Ed. Ed 4. Ed 23. Kapsel Kedokteran Essential Medicine Jilid 2.gov. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta. dilihat pada 4 April 2016 35 . 2014.id/download.hal 189-257. 2011. dilihat pada 3 April 2016 http://www. dkk. dkk.YARSI. Tanto. Jawetz. 2014. 5 Tahun 2013: Tentang Pedoman Tata Laksana Malaria. Widoyono. Pemberdayaan Masyarakat yang didukung dengan Kemitraan.depkes. Ed 6.php?id=5765. Jakarta: Media Aesculapius.pppl. EMS. dkk.Suhariah Ismid Is.Sjarifuddin Pudji dkk.Keempat. DAFTAR PUSTAKA Brooks.pdf (Minggu.Melnick&Adelberg’s: Medical Microbiology 26 th Ed.Bina Suasana. Sutanto I.unimus. 13 April 2014) digilib.id/_asset/_download/Buku_saku_menuju_eliminasi_m alaria. 2015.

WRAP UP BLOK IPT SKENARIO 3 MENGGIGIL DISERTAI DEMAM Kelompok Ketua Sekretaris Anggota : A-18 : Fidel Muhammad Z. 1102014092 Hilda Utami 1102014121 Gadieh Kasih M 1102014112 FAKULTAS KEDOKTERAN 36 . 1102015079 : Indah Pratiwi 1102015097 : AyuSuci N. 1102015041 Dian Ayu Lestari 1102015059 Khainori Annisa 1102015114 Luthfi Mubarak 1102015121 Magma Sanggiri 1102015124 FarhaMuftiaDini S.

UNIVERSITAS YARSI 2015/2016 37 .