Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Paru –paru merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia yang berfungsi
pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang
dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondiksida yang merupakan hasil sisa proses
pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen
terpenuhi. Adapun kelainan pada paru-paru seperti distress pernafasan. Distress
pernafasan pada neonatus yang juga disebut denganhyaline membrane disease
merupakansuatu penyakit paru-paru akut padaneonatus yang disebabkan
karenakekurangan surfaktan, akibat dari tidak adanya, kekurangan atau gangguan
produksi surfaktan paru-paru. Distress pernafasanjuga merupakan gangguan
pernafasanyang sering terjadi pada bayi premature dengan tanda-tandatakipnue (>60
x/mnt), retraksi dada,sianosis pada udara kamar, yangmenetap atau memburuk pada 4896 jam kehidupan dengan x-ray thorakyang spesifik.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.Bagaimana embriologi organ pernafasan?
2.Bagaimana anatomi dan fisiologi respirasi?
3.Bagaimana terjadinya batuk darah?
4.Mengapa bayi premature beresiko terkena distress pernafasan?
5.Bagaimana surfaktan dalam keadaan normal?
6.Faktor lain yang menyebabkan distress pernafasan?
7.Mekanisme pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada alveolus?
8.Mekanisme pertukaran oksigen dan karbon dioksida pada kapiler dan jaringan?
9.Membrane apa saja yang dilalui oksigen dan karbon dioksida saat difusi?
1.3 TUJUAN
1.Mahasiswa mampu menjelaskan Embriologi organ pernafasan
2.Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi dan fisiologi respirasi
3. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana terjadinya batuk darah.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan mengapa bayi premature beresiko terkena distress
pernafasan.
5. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana surfaktan dalam keadaan normal.
6. Mahasiswa mampu mengetahui faktor lain yang menyebabkan distress pernafasan.
7. Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana mekanisme pertukaran oksigen dan
karbon dioksida pada alveolus.

1

DISTRESS PERNAFASAN: Adalah gangguan pernafasan yang sering terjadi pada bayi premature dengan tanda-tanda takipnue (>60 x/mnt). Ia melihat dibawah mikroskop bahwa jenis sel yang melapisi saluran pernafasan adalah epitel toraks bersilia. Bagaimana anda menjelaskan apa yang dipelajari oleh T ? 2. Tanda-tanda klinik sesuai dengan besarnya bayi. Ia ingin tahu pembuluh darah apa yang pecah jika orang mengalami batuk darah dan bagaimana bisa terjadi. SURFAKTAN: Surfaktan adalah suatu cairan kaya fosfolipid yang mampu menurunkan tegangan permukaan di pertemuan udara-alveolus. 2 . Sedangkan pada saat praktikum anatomi. tapi ia belum tahu fungsi silia tersebut. BAB II PEMBAHASAN 2. adanya infeksi dan ada tidaknya shunting darah melalui PDA 2. T mempelajari struktur organ respirasi beserta persarafan dan kelenjar limfe yang ada disekitarnya. 17 tahun seorang mahasiswa FK membaca di kolom kesehatan surat kabar bahwa bayi prematur beresiko untuk mengalami distress pernafasan karena paru-parunya sering kolaps akibat surfaktan yang belum mencukupi. T pernah melihat kakeknya mengalami batuk darah. sianosis pada udara kamar. Satu hari sebelumnya. Sewaktu di SMA. TERMINOLOGY 1. retraksi dada.Mahasiswa mampu menjelaskan bagaimana mekanisme pertukaran oksigen dan karbondioksida pada jaringan dan kapiler. berat penyakit. Saat ini T sedang mempelajari struktur organ respirasi di modul Cardiorespirasi 1. Hal ini terjadi karena lahir belum cukup umur. yang menetap atau memburuk pada 48-96 jam kehidupan dengan x-ray thorak yang spesifik. T mengikuti praktikum histologi organ respirasi. 9.8. pembentukan organ dan fungsinya masih belum sempurna.2 PEMBAHASAN A. tetapi ia belum mengetahui tentang hal yang dibacanya itu. ia sudah mempelajari organ yang membentuk sistem respirasi mulai dari hidung sampai ke alveoli. Mahasiswa mampu mengetahui membran apa saja yang dilalui oksigen dan karbon dioksida saat difusi.1 SKENARIO T.

BAYI PREMATUR: Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Rongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. terbentuk dua bubungan longitudinal. B. Kelenjar ini dipenuhi limfosit.3. divertkulum respiratorium (tunas paru)muncul sebagai prtumbuhan keluar dari dinding ventral usus depan. menyaring organisme penginfeksi dari limfe. dan lipat paha. 3 . EPITEL THORAX BERSILIA: lapisan sel yang berbentuk silinder (thorax) yang terlihat seperti epitelium kubus. BATUK DARAH: Batuk darah (hemoptisis) mengalami batuk dengan disertai darah. Kerjanya sebagai penyaring dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit. 7. 8. axial. SISTEM RESPIRASI: proses pengeluaran karbon dioksida dan proses pengambilan oksigen. KELENJAR LIMFE : Kelenjar limfe berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe. 6. namun sewaktu divertikulum meluas ke kaudal. Mulanya tunas paru berhubungan langsung dengan usus depan. KOLAPS PARU: : adalah penimbunan udara atau gas di dalam rongga pleura. merupakan keadaan ketika seseorang 9. ALVEOLI : adalah kantung kecil di dalam paru-paru kita yang memungkinkan oksigen dan karbon dioksida untuk bergerak di antara paru-paru dan aliran darah dimana oksigen dan karbondioksida dipertukarkan. Kelenjar limfe yang terletak di titik pertemuan antar pembuluh limfe. thorax. sejenis sel darah putih. tracheoesohageal ridge yang memisahkannya dengan usus depan. juga memiliki silia (bulu getar). karena kelahirannya yang masih dini. PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN 1. Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher. abdomen. EMBRIOLOGI ORGAN PERNAFASAN Saat mudigah berusia sekitar 4 minggu. tetapi potongannya tegak lurus dan agak tinggi. 4. Kemunculan dan lokasi tunas paru bergantung pada peningkatan asam retinoat (RA) yang dihasilkan oleh mesoderm di sekitarnya. Digunakan untuk pertukaran gas-gas. Sebagian besar organ tubuhnya juga belum berfungsi dengan baik. 5.

tunas bronkus. Ruang untuk paru. vakuolisasi dan rekanalisasi menghasilkan sepasang resesus lateral. tunas paru membentuk trakea dan dua kantong luar lateral. Ventrikulus laringis. Resesus dibatasi oleh lipatan-lipatan jaringan yang berdiferensiasi menjadi pita suara sejati dan palsu. kanals perikardioperitonealis beukuran sempi. Pada saat kartilago terbentuk epitel laring juga berproliferasi cepat yang menimbulkan penutupan lumen untuk sementara. Gambar laring Trakea.Gambar embriologi organ pernafasan Laring Lapisan bagian dalam laring berasal dari endoderm namun kartilago dan otot-ototnya berasal dari mesenkim arkus faring keempat dan keenam. tunas paru meluas kedalam rongga tubuh. Tunas sebelah kanan kemudian membentuk 3 bronkus sekunder dan sebelah kiri membentuk 2 bronkus sekunder. Diawal minggu ke 5 setiap tunas ini meembesar membentuk bronkus utama kanan dan kiri. Bronkus dan paru Selama pemisahannya dari usus depan. Terletak dikedua sisi usus depan dan secara bertahap 4 . Selanjutnya. Seiring dengan pertumbuhan selajutnya keatads kaudal dan lateral.

yang menciptakan segmentum bronkopulmonaleparu dewasa. Percabangandiatur oleh interaksi epitel mesenkim dantara endoderm tunas paru dan mesoderm spanknikyang mengelilinginya.dan Paru 2. Mesoderm yang melapisi bagian luar paru . Diakhir bulan keenam sudah terbentuk sekitar 17 generasi anak cabang.Bronkus. yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru. Selama perkembangan selanjutnya bronkus sekunder membelah secara berulangulang dikotomi membentuk 10 bronkus tersier diparu kanan dan 8 diparu kiri. pada akhirnya lipatan pleuroperitonium dan pleuro perikardium masing-masing memisahkan kanalis perikardiperitonealis dari rongga peritoneum dan rongga perikardium dan rongga yang tersisa membentuk rongga pleua primitif. Gambar anatomi respirasi 5 . yang melapisi dinding tubuh dari dalam menjadi pelura parietalis. ANATOMI FISIOLOGI RESPIRASI Respirasi adalah pertukaran gas. berkembang menjadi pleura viseralis. Lapisan mesoderm somatik.terisi oleh tunas paru yang terus meluas. Gambar Trakea.

Trakhea Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm. Glotis 2. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus. Saluran Nafas Bagian Bawah: 1. 3. Bronkhi Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Orofaring Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring. Selaput/pita suara.Epilotis. medius.Saluran nafas bagian atas : 1. Tempat percabangan ini disebut carina. Laring Terdiri dari tiga struktur yang penting tulang rawan krikoid. lebar dan lebih dekat dengan trachea.terdapat pangkal lidah). Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior.Lubang didalam tulang tersebut disebut sinus parasinalis.Brochus kanan lebih pendek. berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. Laring Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) memperlunak tulang dan berfungsi sebagai ruang bunyi suara.Dibentuk oleh dua tulang nasal dan tulang rawan. Faring Adalah organ yang menghubungkan mulut dengan laring. Brochus superior dan inferior 6 kiri terdiri dari : lobus . inferior. Rongga hidung Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal : - Dihangatkan Disaring Dilembabkan 2.Hidung Hidung bagian luar (eksternal) merupakan bagian hidung yang terlihat. menjadikan suara beresonansi. 4. 3.

Surfaktan merupakan suatu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup. Hemoptosis adalah merupakan proses mendahakkan darah yang berasal dari bronkus atau paru. 3. bronkhiolus terminalis. Alveoli Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial. sirkulasi paru.Paru-paru yang menguncup/kolaps tIdak bisa menangkap oksigen yang diperlukan untuk tubuh.MEKANISME TERJADINYA BATUK DARAH Batuk berdarah (hemoptitis).Kondisi kekurangan surfaktan ini bisa menyebabkan penyakit membran hialin atau respiratory distress syndrome.BAYI PREMATUR BERESIKO TERKENA DISTRESS PERNAFASAN Karena bayi prematur belum cukup memilik isurfaktan. sedangkan bila lesi di parenkim maka perdarahan adalah dari sirkulasi pulmoner. Paru Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus. bronkiektasis dan keganasan. Pada bronkiektasis perdarahan terjadi akibat iritasi oleh infeksi dari jaringan granulasi yang menggantikan dinding bronkus yang normal. disini terjadi petukuran O2 dan CO2 5. mekanisme hemoptosis pada stenosis mitral dan gagal jantung diduga berasal dari pecahnya varises dari vena bronkialis di submukosa bronkus besar akibat dari hipertensi vena pulmonalis .bronkhiolus respiratoty. Patogenesis hemoptosis bergantung dari tipe dan lokasi dari kelainan. maka perdarahan berasal dari sirkulasi bronkialis. Gambar bayi prematur 5. SURFAKTAN DALAM KEADAAN NORMAL 7 . 4. sistem limfatik. Hal tersering penyebab dari hemoptosis adalah infeksi (terutama tuberkulosis). Secara umum bila perdarahan berasal dari lesi endobronkial. syaraf.4. alveoli. hal ini tampak pada pelebaran pembuluh-pembuluh darah yang beranastomosis antara arteri bronkialis dan pulmonalis.

Makin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus. semakin banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin dalam darah. aspirasi mekonium. 2. setiap sub unit terdiri dari bagian yang disebut heme. SPB. ketuban pecah dini dapat terjadi pneumonia bakterialis atau sepsis. Pada bayi dari ibu dengan diabetes terjadi keterlambatn pematangan paru sehingga terjadi distress respirasi. Bayi lahir dengan operasi sesar. oksigen akan bergerak dari alveolus menuju kapiler arteri paru-paru. FAKTOR LAIN YANG MENYEBABKAN DISTRESS PERNAFASAN 1.Di alveolus oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori dan disini terjdi petukaran CO2 dan CO2. semakin banyak karbon dioksida yang terbentuk dari proses respirasi. sehingga setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen berbentuk oksihemoglobin. 6. Senyawa ini terdiri dari fosfolipid (hampir 90% bagian). 3. Di setiap pusat heme terdapat unsur besi yang dapat berikatan dengan oksigen. Surfaktan dibuat oleh sel alveolus tipe II yang mulai tumbuh pada gestasi 22-24 minggu dan mulai mengeluarkan keaktifan pada gestasi 24-26 minggu.yang mulai berfungsi pada masa gestasi 32-36 minggu. Bayi yang lahir dengan operasi sesar. Bayi dari ibu diabetes mellitus. Hal 8 . diperlukan fosfolipid lain (mis.berapapun usia gestasinya dapat mengakibatkan terlambatnya absorpsi cairan paru (Transient Tachypnea of Newborn). Semakin banyak oksigen yang digunakan oleh sel-sel tubuh. Masuknya oksigen dari luar (lingkungan) menyebabkan tekanan parsial oksigen (P02) di alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan P02 di kapiler arteri paruparu. SPC dan SPD (10% bagian).Fungsi surfaktan ini melawan tegangan permukaan sehingga alveoli tidak mengempis/kollaps. 7. 4.MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2 PADA ALVEOLUS Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita demam. fosfatidilgliserol) dan juga memerlukan protein surfaktan untuk mencapai air liquid-interface dan untuk penyebarannya keseluruh permukaan. Karena proses difusi selalu terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah. pneumotoraks akibat tindakan resusitasi dan hipertensi pulmonal dengan pirau kanan ke kiri yang membawa darah keluar dari paru. dan protein surfaktan sebagai SPA. Kegawatan neonatal seperti kehilangan darah dalam periode perinatal. Hemoglobin terdiri dari empat sub unit. berupa Dipalmitoylphosphatidylcholine (DPPC) yang juga disebut lesitin. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. DPPC murni tidak dapat bekerja dengan baik sebagai surfaktan pada suhu normal badan 37°C.

Oksigen masuk masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Perbedaan tekanan pada area membrane respirasi akan mempengaruhi proses difusi.tapi alveolus. oksigen terus menerus berdifusi dari udara dalam alveoli kedalam aliran darah dan karbon dioksida terus menerus berdifusi dari darah kedalam alveoli. Makin tinggi tekanan parsial oksigen di alveolus. semakin banyak oksigen yang terikat dalam hemoglobin dalam darah. Berbeda halnya dengan tekanan karbon dioksida akan berdifusi keluar alveoli. 3. Masuknya oksigen dari luar menyebabkan tekanan persial oksigen (PO 2) di alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan PO2 di kapiler arteri paru-paru. oksigen akan bergerak dari alveolus menuju kapiler arteri paru-paru. karbon dioksida berdifusi dari kapiler ke alveolus. 5. dan akan keluar melalui hidung. dan alveolar macrophages. Di alveolus oksigen mengalami difusi ke kapiler arteri paruparu. Lapisan dari membrane respirasi yaitu : 1. Proses tersebut terjadi di alveolus. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler vena menuju alveolus. Oleh karenanya karbon dioksida dapat berdifusi dari sel-sel tubuh ke dalam kapiler vena sel-sel tubuh yang kemudian akan dibawa oleh eritrosit menuju ke paru-paru. 4. Difusi oksigen dan karbon dioksida terjadi diantara alveolus dengan membrane kapiler melewati membrane respirasi. Proses tersebut terjadi karena tekanan parsial CO2 pada kapiler vena lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam alveolus.tersebut menyebabkan tekanan parsial karbon dioksida atau (PCO2) dalam sel-sel tubuh lebih tinggi dibandingkan PCO2 dalam kapiler vena sel-sel tubuh.MEMBRAN YANG DILALUI O2 DAN CO2 SAAT DIFUSI Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area yang konsentrasinya rendah. Karena proses difusi selalu terjadi di daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Karbon dioksida yang dibentuk melalui respirasi sel diangkut menuju paruparu. 9. 2. Pada membrane respirasi yaitu pada dinding alveoli terdapat tiga macam yaitu sel alveolar tipe I. MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2 PADA KAPILER DAN JARINGAN Pertukaran gas anatara okesigen dan karbondioksida terjadi melalui difusi. karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernafasan saat menghembuskan nafas. Misalnya pada tekanan parsial oksigen di alveoli sekitar 100mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk kedalam darah. sel aveola tipe II.Setelah sampai di alveolus. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Cairan dan lapisan surfaktan Jaringan epitel alveoli Membrane basalis alveoli Membrane basalis kapiler lapisan endotel kapiler Interstitial space 9 . 6. sampai menjadi jenuh. 8. Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yang kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalam proses respirasi.

Gambar membran respirasi 10 .

Kondisi kekurangan surfaktan ini bisa menyebabkan penyakit membran hialin atau respiratory distress syndrome. Secara umum bila perdarahan berasal dari lesi endobronkial. Bayi yang lahir dengan operasi sesar. mekanisme hemoptosis pada stenosis mitral dan gagal jantung diduga berasal dari pecahnya varises dari vena bronkialis di submukosa bronkus besar akibat dari hipertensi vena pulmonalis .berapapun usia gestasinya dapat mengakibatkan terlambatnya absorpsi cairan paru (Transient Tachypnea of Newborn). aspirasi mekonium. Kemudian bayi dari ibu diabetes mellitus. Dan bayi yang lahir dari ibu yang menderita demam. Pada bayi dari ibu dengan diabetes terjadi keterlambatn pematangan paru sehingga terjadi distress respirasi. sedangkan bila lesi di parenkim maka perdarahan adalah dari sirkulasi pulmoner. Hal tersering penyebab dari hemoptosis adalah infeksi (terutama tuberkulosis). karena kurangnya surfaktan. maka perdarahan berasal dari sirkulasi bronkialis. Pada bronkiektasis perdarahan terjadi akibat iritasi oleh infeksi dari jaringan granulasi yang menggantikan dinding bronkus yang normal. Patogenesis hemoptosis bergantung dari tipe dan lokasi dari kelainan.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Jadi. Adapun faktor lain penyebab distress pernafasan seperti . Bayi prematur yang terkena distress pernapasan. Dan juga mekanisme terjadinya batuk darah.Paruparu yang menguncup/kolaps tIdak bisa menangkap oksigen yang diperlukan untuk tubuh. Batuk darah merupakan proses mendahakkan darah yang berasal dari bronkus atau paru. Kegawatan neonatal seperti kehilangan darah dalam periode perinatal. pneumotoraks akibat tindakan resusitasi dan hipertensi pulmonal dengan pirau kanan ke kiri yang membawa darah keluar dari paru. Surfaktan merupakan suatu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup. 11 . Bayi lahir dengan operasi sesar. bronkiektasis dan keganasan. ketuban pecah dini dapat terjadi pneumonia bakterialis atau sepsis. hal ini tampak pada pelebaran pembuluh-pembuluh darah yang beranastomosis antara arteri bronkialis dan pulmonalis.

com/doc/97547993/Respiratory-Distress-Syndrome.from:http://repository. Alwi I.2010. Respiratory Distress Syndrome. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FKUI. From: https://www. Edisi 4. Simadibrata M. Soni. 2012. Diah.pdf Perry. 2010.ac.scribd. Anatomi Fisiologi Respirasi.com/doc/86199387/pola-nafas#scribd Aryulina. Jakarta : Erlangga . Thomas W .scribd.com/doc/66149429/Anatomi-Fisiologi-Sistem-Respirasi-Manusia#scribd}. Edisi 12 . Chelsy. Pola Nafas.scribd. Jakarta : salemba medika. Fundamental of nursing.DAFTAR PUSTAKA Ahmad R . Jilid I. h. Edisi 7.usu. Diakses 09/12/2015 Sudoyo AW. Diakses 09/12/2015 Sumarsono. Setiati S. 2004. Potter.2013.id/bitstream/123456789/17135/4/Cha pter%20II. Embriologi Kedokteran Langman . From : http://www. Setiyohadi B. From: http://www. Halaman 194 Sadler. Jakarta: EGC ZuhrinaM. Biologi 2. dkk. Editor.2013. 2012. 217-218. Volume 1.Surfaktan. 12 . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2006.

13 .