Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN KASUS

Suspek Ca Caecum + Hemoroid
Interna

Oleh:
Muhamad Mukhlis
Ira Meliani

Pembimbing:
Dr. dr. M. Alsen Arlan, SpBKBD, M.Kes

PENDAHULUAN
1, 44 juta kanker
kasus baru

Estimated New Cases and Deaths Both Sex

Kanker colon dan rectum

Penyebab pertama kematian (keganasan pada si
pencernaan)
Tiga besar kanker penyebab kematian
Pria
: paru-paru, prostat, kolonrektum
Wanita : payudara, kolon-rektum
Dari tahun 1995-2003, insidennya
meningkat 0.3% tiap tahunnya.
Insiden lebih tinggi di negara maju
(North America, Australlia, Western,
Jepang).
“5-year
survival
rate”
sangat

STATUS PASIEN
Identifikasi
Nama
: Yuliani binti Saimun
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia
: 33 tahun (13 September 1983)
Kebangsaan : Indonesia
Agama
: Islam
Status
: Kawin
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Alamat
: Jl. Padat Karya Vina Sejahtera RT 09 RW 05
Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih
MRS
: 23-1-2016
Rekam Medis : 931943

Keluhan Utama Nyeri pada perut kanan bawah Keluhan Tambahan BAB darah .

Sejak ±2 tahun SMRS penderita sering mengeluh nyeri perut kanan bawah. lalu os berobat ke rumah sakit daerah Prabumulih dan dikatakan sakit maag. BAB darah (-). . Selama 2 tahun os sering keluar masuk rumah sakit ±6 kali dan dikatakan sakit maag. BAB cair (-). mual (+). Keluhan berkurang setelah os minum obat. muntah (-). nyeri hilang timbul. demam (-). nyeri tidak menjalar. BAB dempul (-). dan os diberi obat antasida oleh dokter penyakit dalam. BAK normal seperti biasa.

±1 bulan SMRS os mengeluh nyeri perut kanan bawah. nyeri pertama kali dirasakan di daerah umbilicus kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan menetap. BAK normal. demam (+). frekuensi 4-5 kali/hari. nafsu makan berkurang (+). ±1/2 gelas aqua. BAB cair (+). . Os juga mengeluh mual (+). penurunan berat badan (+). muntah (-).

Setelah 20 hari dirawat os dirujuk ke RSMH untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lalu os mendapatkan transfuse darah sebanyak 8 kantong.Kemudian Os berobat ke rumah sakit umum prabumulih dikatakan sakit maag lalu dirawat. banyaknya 2 gelas aqua. . berwarna merah segar. 2 hari setelah dirawat Os mengeluh BAB darah.

Riwayat Kebiasaan • Pasien mempunyai kebiasaan makan yang tidak teratur. • Riwayat makan makanan rendah serat (+) dan kurang minum air (+). Riwayat Keluarga • Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal. .

8ºC Tinggi Badan : 155 cm Berat badan : 83 Kg .Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis Tekanan Darah : 110/80 mmHg Nadi : 90 x/menit Pernafasan : 22 x/menit Suhu : 36.

sklera ikterik (-/-). alopecia (-)  Mata Konjungtiva palpebra pucat (+/+). pupil isokor Ø 3mm/3mm. refleks cahaya (+/+)  Telinga CAE lapang. uvula di tengah. tonsil T1-T1. Kepala Simetris. faring hiperemis (-) . deformitas (-). mukosa hiperemis (-). sekret (-/-). nyeri tarik aurikular (-)  Hidung Sekret (-/-). nyeri tekan tragus (-). mukosa hiperemis (-)  Mulut Sianosis (-).

BJ I dan II normal. Leher JVP (5-2) cmH2O. gallop (-) . murmur (-). ronkhi (-). pembesaran thyroid (-)  Kelenjar Getah Bening Tidak ada pembesaran KGB  Thorax Simetris. statis dinamis kanan sama dengan kiri  Paru Vesikuler (+) normal. wheezing (-)  Jantung HR 90x/menit. pembesaran kelenjar getah bening (-). reguler.

lien tidak teraba. defans muscular (-) Perkusi : Timpani. nyeri ketok CVA (-/-) Auskultasi : Bising usus (+) normal  Genitalia Eksterna Tidak ada kelainan  Ekstremitas Edema pretibial (-/-). scar (-) Palpasi : Lemas. Abdomen Inspeksi : Datar. nyeri lepas (-). hepar tidak teraba. massa (+) kuadran kanan bawah. Akral pucat (+). nyeri tekan (+) kuadran kanan bawah. CRT < 2 detik . ballotement (-/-).

2 g/dl (11.000/ mm3) Ht : 31% (43-49%) Plt : 578.87 x 106 /mm3) WBC : 10.7-15.11.Pemeriksaan (12/01/2016) Hb Laboratorium : 9.100/mm3(4.000-450.57 x 106 (4.5 g/dL) RBC : 4.000 (150.500 .20-4.000) DC : 0/1/66/27/6 (0-1/1-6/5070/20-40/2-8) .

5 mg/dL) Kreatinin : 0.5-5.87 x 106 /mm3) WBC : 8100/mm3 (4.1 g/dL (11.7 (3.69 (0.000) DC : 0/1/63/30/6 (0-1/1-6/50-70/20-40/2-8) GDS : 95 (< 200 mg/dL) Ureum : 12 (16.000/ mm3) Ht : 27% (43-49%) Plt: 405.5 mEq/L) .90 mg/dL) Na : 137(135-155 mEq/L) K : 3.20-4.11.Pemeriksaan Laboratorium (27/01/2016) Hb : 8.000-450.6-48.500 .5 g/dL) RBC : 3.50-0.7-15.000 (150.92 x 106 (4.

CEA : 9.0 ng/mL perokok 20-69 tahun : < 5.5 ng/mL Feses Eritrosit : 1-2 /lp Leukosit : 3-4/lp Bakteri : ++ Darah samar : positif .8 ng/mL ≥ 70 tahun : < 5.12 (tidak merokok) 20-69 tahun : < 3.5 ng/mL ≥ 70 tahun : < 6.

USG Abdomen (13/012016 di RSMH) .

Kolonoskopi .

Ca caecum + Hemoroid interna .Diagnosis Banding Ca caecum Ca colon ascendens Appendisitis infiltrat Diagnosis Kerja Susp.

Tata Laksana IVFD RL gtt xx/menit Transfusi PRC Dirawat oleh dokter spesialis Bedah Digestif Kolonoskopi ulang .

TINJAUAN PUSTAKA .

• Lambung (Gaster) • Rongga mulut Kontraksi peristaltik  makanan dikunyah dan makanan tercampur dicampur dengan sekresi saliva lambung  kimus Ductus choledocus • FaringUsus dan Esofagus halus (Intestinum tenue) Duodenum-JejunumIleum Papilla duodeni major Ductus pancreaticus major .

 Intestinum crassum Kontraksi haustra  penyerapan cairan dan elektrolit  pemekatan dan penyimpanan residu makanan yang tidak tercerna. Intestinum tenue Pencernaan karbohidrat protein dan lemak.  Pergerakan feses refleks defekasi. ke rektum memicu .

Intestinum crassum Colon transversum Colon descendens Colon ascendens Colon sigmoideum Caecum Appendix Rectum Anal .

.

• peritoneum vena mengikuti arteria. vagus) membentuk plexus mesentericus superior. diliputi mesenterica oleh superior. • pembuluh mudah limf bergerak.Caecum • arteria caecalis anterior dan •arteria perbatasan ileum dan intestinum caecalis posterior. membentuk crassum • terletak arteria ileocolica. mencapai sering nodi teregang mesenterici superior. di fossa iliaca cabang dextra dari •arteria panjangnya sekitar 6 cm. .simpatis dapat diraba dan melalui parasimpatis dinding anterior (nervus abdomen. • oleh saraf gas.

Nyeri abdomen Nyeri somatik Nyeri viseral Nyeri alih .

sulit (peningkatan • Contoh: nyeri dilokalisir tonus appendix yang otot abdomen) dirasakan di umbilicus Nyeri Visceral . fascia.Nyeri Alih Nyeri Somatik • serabut saraf berjalan • kulit. peritoneum yang sama. peritoneum parietal. otot• di dalam sistem organ otot dan saraf abdomen. • hebat dan tidak mesenterium terlokalisir • tumpul dan mampu • refleks lokal membedakan. • cortex cerebri visceral.

. .Adenomatous. Kebanyakan Ca colon dimulai dari pertumbuhan polip. Inflammatory. pre-cancerous condition.Neoplasma Kanker bermula ketika sel di dalam tubuh tumbuh diluar kontrol. .Hyperplastic. >95% dari kanker kolorektal.

Epidemiologi Insidensi puncak pada usia 60-70 tahun. terjadi pada usia >50 tahun. Jarang ditemukan di bawah usia 40 tahun RSU Palembang 30-50 tahun Termuda 13 tahun . >90%.

Gejala Klinis Perdarahan Nyeri perut Anemia Anoreksia Penurunan berat badan Diare .

Molecular biology of Colorectal cancer: a clinicians view.8: 181-202 .Environmental factors Calories Fiber Vegetables and fruits Meat Calcium Fat Inherited genotype Body size and Habitus Bile salts Chronic inflammation Physical activity Alcohol From Allen Jl. Perspect Colon Rectal Surg. 1995.

Staging .

 Terdapat  Protein pada kolon fetal ini terdeteksi pada jaringan kanker dan embrio  Dapat meningkat pada berbagai tingkatan adenokarsinoma  Kadar CEA juga dapat meningkat pada perokok .Carsinoembrionic Antigen (CEA)  CEA merupakan tumor marker yang berekspresi berlebihan pada kebanyakan sel tumor.

ANATOMI RECTUM .

.Hemoroid Hemoroid adalah pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal.

Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa. Sebagian besar kasus hemoroid adalah hemoroid interna dan eksterna campuran .Epidemiologi  Hemoroid sangat sering terjadi pada sekitar 35% penduduk berusia lebih dari 25 tahun. namun menimbulkan perasaan yang dapat sangat tidak nyaman.

Klasifikasi Hemoroid interna Hemoroid eksterna .

.Etiologi Herediter Anatomi Makanan Pekerjaan Senilitas Mekanis (kelainan sirkulasi parsial dan peningkatan tekanan intrabdominal). fisiologis dan radang.

Staging .

.

Manifestasi Perdarahan biasanya merah segar dan tidak bercampur feses Prolapsus terjadi bila hemoroid bertambah besar Dapat dimasukkan dengan tangan / tidak dapat dimasukkan lagi Nyeri jika terjadi trombosis dan edema serta peradangan .

Diagnosis Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang .

Diagnosis bading Karsinoma kolon dan rektum Kelainan divertikuler Polipus adenomatosa Kolitis ulserativa .

ANALISIS KASUS .

appendisitis akut Batu ureter distal Ca caecum Nyeri perut kanan bawah Ca colon ascenden .

 CEA 9.  Bersifat hilang timbul.  Awalnya dirasakan di umbilicus lalu menetap di perut kanan bawah  Kemudian pada pemeriksaan fisik regio abdomen teraba massa pada perut kanan bawah.Analisis kasus  Penurunan  Riwayat  Nyeri berat badan diare kronis perut kanan bawah yang kronis.12 ng/mL .

Terima Kasih .

Muthia Pemeriksaan penunjang untuk penegakan diagnosis pada kasus? Tafdil Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang mengarah ke diagnosis ca colon? .