Anda di halaman 1dari 22

Bag.

4 Vaskularisasi Kulit
G. Ian Taylor
Pengetahuan tentang arteri dan vena cutaneous adalah dasar untuk desain
dari skin flap (dimana flap adalah suatu unit jaringan yang dipindahkan dari satu
area donor (donor site) ke area yang lain (recipient) dengan mempertahankan
sistem aliran darahnya sendiri) dan insisi. Meskipun penelitian lebih detail pada
pembuluh ditampilkan oleh anatomis di Monchol 1889, Spalteholz di Jerman,
Italia atau Prancis. Para peneliti Inggris sebelumnya tidak terlalu memperhatikan
anatomi dari pembuluh darah kulit sehingga para dokter bedah mendesain skin
flap secara acak tidak peduli apa yang akan terjadi pada daerah tersebut (random
flaps). Hingga pada 4 dekade terakhir antusias kembali meningkat untuk meneliti
lebih lanjut vascularisasi dari kulit dan ke kulit. Deskripsi mengenai flap otot dan
flap wajah membingungkan bagi dokter bedah dari organ mereka yang mencoba
untuk tetap bertahan hidup di kulit. Itu menjadi sebuah kebingungan mengenai
upaya untuk mengklasifikasikan arteri cutaneus, sering berdasarkan pada desain
flap dibandingkan dengan vascular anatomi. Ini penting untuk memulai
bagaimana banyak dari flap yang baru, wajah, neurocutaneus, langsung, tak
langsung, aksial, septal, musculocutaneus, perforator atau lainnya yang dasarnya
dari flaps yang sama hanya dilihat dari sudut pandang berbeda. Perubahan atau
konvensi dari dasar anatomi vaskular flaps menyediakan klasifikasi paling akurat
untuk mendukung kebenaran dari pernyataan.

OVERVIEW
Kulit adalah organ terbesar di tubuh. Pengaturan suhu untuk homeostasis
adalah satu pengaturan utama. Fungsi penting ini dikembangkan oleh sebuah
hubungan yang kaya akan arteri dan vena cutaneus, khususnya di dermal dan
pleksus subdermal yang menyuplai kelenjar keringat dan menyediakan pertukaran
denggan konveksi, konduksi, dan radiasi. Meskipun sirkulasi cutaneus kaya dan
luas, permintaan metabolik dari elemen kulit rendah sehingga hanya sebagian
kecil bagian dari arteri cutaneus adalah kebutuhan untuk kelangsungan hidup
kulit, sebuah fakta dimana itu berhubungan dengan desain dan bertahan hidup dari
beberapa macam flap kulit.
Arteri cutaneus muncul secara langsung dari sumber langsung dari arteri
utama atau secara tidak langsung dari cabang sumber arteri ke jaringan dalam
khususnya otot (kg,al). Dari sini arteri cutaneus mengikuti kerangka jaringan ikat
dari jaringan dalam yang diantara atau didalam otot dan tentunya untuk sebuah
jarak bawah pembungkus lapisan luar menyesuaikan tubuh dengan fascia
profunda. Mereka kemudian menembus struktur, biasanya bagian tetap dari kulit,
sebagai perforasi arteri cutaneus. Setelah muncul dari fascia profunda, arteri
berjalan diatas permukaan superfisial untuk sebuah jarak variabel mensuplai
cabang dari fascia dan dibawah permukaan lemak. Mereka kemudian menjalar di
antara lobus dari lemak cutaneous akhirnya mencapai plexus subdermal, dimana
akhirnya mereka mencapai plexus subdermal, kemudian mereka menjalar lagi
untuk jarak variabel untuk mensuplai bagian atas kulit. Selama cutaneous arteri

dan tungkai proksimal yang lebih besar dam lebih lebar jaraknya dari lengan bawah. Densitas. tangan.1 A). Secara umum. ukuran. mereka semua terhubung ke bentuk 3D. Meskipun ukuran dan panjang perforator cutaneous bisa berbeda . pembuluh darah kepala. efek utama terlihat diantara 48-72 jam setelah operasi (4. Hubungan diantara arteri cutaneous yang berdekatan yang beranastomosis tanpa perubahan caliber atau dengan mengurangi sumbatan caliber anastomosis pembuluh darah (Gambar 4. Mereka mengembangkan sebuah hambatan awal aliran darah diantara dasar dan ujung dari flap.dan vena sering berjalan dengan nervus cutaneous yang sama dengan saluran panjang atau sebuah rantai terkait sistem pembuluh darah.2). di permukaan bawah dari lemak subcutaneous dan di permukaan luar dari fascia profunda.5). ini untuk sebuah proses aktif yang menghasilkan keadaan hipertrofi dan hiperplasia dari . kemudian integumen cukup (kulit dan jaringan subcutaneous) dan bisa jadi penting dalam pengaturan aliran darah di kulit. dan arah dari variasi perforator cutaneous dari regio ke regio tubuh menjadi dimodif melalui pertumbuhan dan diferensiasi dan permintaan fungsional. faktor yang mengembangkan dasar untuk variasi konsep anatomi diikuti. leher. sumbatan pembuluh darah terjadi karena relaksasi pola simpatis. telapak kaki (Gambar 4. Ketika sebuah flap kulit ditunda dengan strategi bagian perforator cutaneous sepanjang panjang itu. Sumbatan pembuluh darah memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup flap skin dimana seperti resistor di sebuah circuit elektrik. Pelapis tubuh yang mempunyai sebuah bagian yang dikembangkan secara strata horizontal dari pembuluh darah di dermis di dalam subdermis. torso. kaki.

5). Secara umum dari kumpulan vena dan arteri. Vena sering pada beberapa jarak dari arteri cutaneous. Mereka sering dihubungkan dengan vena avalvular. Pada beberapa regio.4) sistem primer dari vena mengembangkan pertama di embryo manusia sekitar 5 minggu di regio subectodermal dan di representasikan di remaja dengan sumbatan yang lebar pada vena saphena dan cephalic saphenous dan vena jugular external.4). Pengembangan ini untuk keseimbangan dari aliran dan tekanan.3 ke 4. perforasi vena cutaneous.dinding pembuluh darah dan sebuah peningkatan diameter lumen vena cutaneous juga dari sebuah bentuk dimensi 3D dari plexus yang menghubungkan saluran dengan bagian utama subdermis (Gambar 4. meskipun banyak dari vena ini banyak mempunyai katup yang langsung mengarah ke bagian darah. Bagaimanapun drainase dari kulit di embrio dan 2 tahap yang tumpang tindih tapi dipisahkan waktu kira kira 1 minggu perkembangan (Gambar 4. Area saluran katup aliran langsung terhadap ke focus central dilihat dari pangkal paha atau di tungkai. Avalvular ini berosilasi pembuluh darah mengikuti 2 arah aliran diantara wilayah vena yang berdekatan dengan katupnya mungkin diorientasikan di arah yang berlawanan. Mereka sering dikumpulkan dengan saraf cutaneous dan berjalan sepanjang jarak sebelum fascia profunda yang tajam (Gambar 4. Banyak vena yang katupnya langsung berhubungan dengan aliran yang berawal dari aliran ke proksimal vena superficial epigastric inferior mengalirkan ke bagian integument abdominal ke pangkal paha adalah celah yang baik. . saluran katup berhubungan langsung dengan aliran secara radial dari plexus vena avalvular contoh pada drainase vena dari vertex ke scalp dari puting susu areolar ke puncak payudara.

Gambar 4. Antara arteri terdekat di produksi dengan izin taylor GI.sistem sekunder dari pengembangan vena sekitar 1 minggu setelah di embrio hubungan ini menyangkut pusat axial sumber vena yang bergabung dengan sumber aksial arteri yang menerima perforasi vena dari regio subectodermal yang mengiringi pengembangan arteri cutaneous (Gambar 4.181 . Angiosome dan mamalia dan vertebrata. B.4). C. Sumbatan pembuluh darah : A.89. Digambarkan area yang membesar di bagian A.1. Gambar 4. Pandangan dekat dari pembuluh darah kepala dan leher dari samping. Catatan arteri arah ukuran densitas perforator yang besar lebih banyak ke arah perifer tungkai dan b mengurangi sumbatan caliber anastomosis arteri yang berhubungan dengan perforator ke hubungan langsung. vena dikumpulkan ke sebuah horizontal jalur bebas dari kaliber vena yang besar dimana mereka seringkali dihubungkan dengan nervus cutaneous dan sebuah sistem longitudinal dari rantai terikat arteri. B. arteri cutaneous : A: modifikasi arteri cutaneous tubuh kulit yang telah diinsisi sepanjang batas ulnar di ekstrimitas atas dan integumen telah diubah dengan fascia profunda di sisi kira tanpa sisi kanan. pada remaja mereka merepresentasikan dengan vena comitant dari perforasi arteri cutaneous dengan perjalanan mereka dekat proksimal dari dermal dan subdermal plexus vena. diproduksi dari taylor GI palmet JH daerah vascular angiosome dari tubuh penelitian eksperimental dan clinical aplikasi Br j Plarst surg. plast reconst surg 1992. Minabe T.2. Skema anastomosis hambatan dan true anastomosis.

Penelitian experimental dan clinical implikasi plarst reconstr flurg 1990. Diagram pengembangan arteri dan vena di forelimb dari sebuah embrio burung puyuh. Sistem vena sekunder berkembang sevara central sepanjang arteri dan berhubungan dengan sistem primer dan area drainase di ectoderm dermis secara radial dan kemudian secara aksial sepanjang tungkai. drainase ektoderm kemudian dermis dan jaringan dalam sepanjang permukaan embryo. bentuk. Secara alternatif mereka mengumpulkan di centripetal model stellata ke saluran dan melewati secara vertical ke bawah di kumpulan dengan arteri cutaneous menembus ke fascia profunda. dan arah bervariasi dari regio ke regio tubuh.3. Area vena venosome tubuh manusia. sekitar 1 hari di embrio burung puyuh ke 1 minggu di embryo manusia. et al. drainase. Perforasi vena ini tetap di bagian dengan secara langsung atau tidak langsung ke arteri cutaneous drainase ke vena comitant sumber arteri di jaringan dalam kulit diberi makan dan didrainase oleh sebuah bentuk hubungan arteri vena yang dibentuk dari pembuluh darah yang ukuran. Hubungan vena integumen dari wanita diproduksi dengan izin dari taylor GI Caddy GM Watsone DA. Observasi mengembangkan untuk pemahaman yang lebih baik tentang variasi anatomi pembuluh darah. .Gambar 4.80-185) Gambar 44. Catatan sistem vena primer yang berkembang pertama pertama independent arteri.

Di beberapa regio dari daerah yang tidak menjangkau kulit dan terbatas ke jaringan dalam sesuai yang dilihat contoh pada beberapa penelitian kepala dan leher angiosome ini dihubungkan dengan tetangganya pada jaringan itu oleh tepi true atau simple anastomosis arteria tanpa perubahan di caliber dengan mengurangi sumbatan caliber retiform anastomosis pembuluh darah.6 ke 4.Konsep anatomi Konsep angiosome Sebuah review dari manchot (I) dab Salmon(B) dikombinasi dengan total penelitian tubuh dengan suplai darah ke kulit dan di bawah jaringan profunda tidak dapat di segregasi secara anatomi tubuh ke 3D wilayah vascular yang dinamakan angiosom (b) wilayah 3D anatomi yang disuplai dari sebuah sumber segmental distribusi arteri yang mengiringi vena diantar kulit dan tulang (gambar 4.8). Pada sisi vena avalvular bidireksi atau osicilasi vena sering sesuai dengan anastomosis arteri dan ditetapkan batas dari angiosom khususnya di jaringan dalam. Awalnya saya dideskripsikan 40 angiosome tetapi itu sebuah penyederhanaan yang berlebihan sesuai dengan banyaknya wilayah yang dibagi menjadi gabungan unit yang lebih kecil. . angiosome dapat dibagi ke dalam arteriosome yang cocok (arterial teritorial) dan venosome (wilayah venosome). Di beberapa angiosome ada sebuah yang besar di atas cutaneous lapisan kulit dan sebuah regio jaringan dalam membalikan bagian yang ada. Gabungan blok kulit tulang otot dan jaringan lunak lain yang sesuai bersama seperti bagian dari sebuah puzzle jigsaw.

otot mengembangkan sebuah penyimpangan anastomosis vital jika sebuah sumber arteri dan vena utama obstruksi 3. Diagram gabungan dari integument dan dibawah otot bayangan ilustrasi superficial (s) dan profunda(p) sistem vena dengan interkoneksi mereka. Faktanya adalah pembuluh darah mengikuti rangka jaringan ikat merupakan fundamental untuk design semua flaps tetapi khususnya fasciocutaneous dan septocutaneous flaps.5. Pengembangan sistem vascular muncul di mesoderm dari embryo sebagai sebuah hubungan berlanjut dari pembuluh darah jaringan dispesialasasi berkembang di celah vascular network. Teritori anatomi dari jaringan itu dekat dengan angiosom dapat juga ditangkap dengan aman ketika digabungkan dengan design flap. Secara mirip. Gambar 4. Karena zona junctional diantara angiosome terdapat kedekatan jarak biasanya di otot atau jari dalam dibandingkan antara mereka. Angiosome menetapkan batas anatomi dari jaringan di lapisan di bawah sumber arteri dan vena sebagian sebuah gabungan flap.Aplikasi Klinis Konsep angiosome banyak mempunyai implikasi contoh 1. anatomi ini secara fakta dikembangkan dari basis banyak musculocutaneous flap. Sebuah vena communicans yang besar (c) menghubungkan sistem ini. Jalur . Sesuai pertumbuhan dan progress diferensiasi pembuluh darah. 2. Pembuluh darah mengikuti rangka jaringan ikat tubuh. karena banyak otot menjangkau terulang 1 yang dapat di tangkap di kulit dari angiosom melalui suplai otot di daerah dekat.

10 Gambar 4.alternatif dari 4 vena comitant dari perforasi arteri telah ditampilkan. Skema perforator cutaneous kiri dan interkoneksi dibawah dari sumber arteri interkoneksi dari bagian dan pembuluh darah yang telah ditunjuk di kanan.6. Catatan konsentrasi mereka dekat dengan dorsal dan ventral garis tengah sekitar basis tengkorak dan diatas septa intermuscular perforator secara ga langsung predominant di torso pembuluh darah adalah warna yang dicocokan codenya di bawah sumber arteri selanjutnya dan berhubungan dengan angiosome tubuh bandingkan dengan gambar 4. Daerah vena venosome tubuh manusia. Bagian emergensi dari langsung atau tidak langsung dari perforasi cutaneous 0.113 Menjadi terbungkus dengan variasi jaringan adalah kelanjutan dengan pembuluh darah antara jaringan dengan jalan vascular pedicle pada daerah yang .5 mm atau lebih besar sekitar dari semua penelitian. penelitian eksperimental dan clinical implikasi plarst reconstr surg 1990.185) Gambar 4.40. etal. diproduksi dengan izin dari Taylor GI Caddy CM Watterson PA. Diproduksi dengan izin dari taylor GI palmer JH wilayah vascular angiosome tubuh penelitian eksperimental dan clinical aplikasi J plast surg 1989.86.7. Sistem vena 2 arah dari aliran otot dan arah berbeda dari vena muscular dideterminasi dan diorientasi katup mereka. Hanya perforator utama yang diilustrasikan daerah vasculr dari sumber arteri kemudian ditetapkan di integumen kiri dan jaringan profunda kanan oleh gambaran garis sekitar perimeter menyilang di lapisan lain ketika diambil bersama mereka merupakan angiosome.

opthalmica 5 superficial temporal 6. Itu merupakan tempat dari lemak subcutaneous payudara panniculus cavernosus dimana itu tetap muncul contoh otot ekspresi wajah di kepala.bervariasi jaringan ikat dapat dianggap sebagai sisa setelah dispesialisasi dikembangkan seperti sarang madu jaringan ikat dan mendukung jaringan dispesialisasi dan ini dikerjakan mendukung sistem vascular dari tubuh dimana mereka telah dikembangkan sebuah hubungan yang lebih dekat. Gambar 4. ini penting untuk membedakan antara superficial dan profunda fascia sebagai termino yang seringkali dibingungkan (Gambar 4. platysma di leher palmaris brevi di tangan dan otot dartos di scrotum di bagian bawah abdomen dibatasi oleh 2 lapisan yaitu fascia dari Scarpa.8. Wajah 3. Thyroid 2. Buccal internal maksilaris 3. Occipital 7 cervical profunda 8 transversus cervical 9 acromiothoracic 10 suprascapular 11 posterior humerus circumflexa 12 circumflexa scapular 13 profunda brachii 14 bracii 15 ulnar 16 radial 17 intercostal posterior 18 lumbar 19 glutal superior 20 gluteal inferior 21 femoris profunda 22 poplitea 23 sural 24 peroneal 25 plantar lateral 26 tibia anterior 27 femoral circumflexa lateral 28 adduktor profunda 29 plantar media 30 tibia posterior 31 femoral superficial 32 femoral 33 iliaca circumflexa profunda 34 epigastrium profunda inferior 35 thoracica interna 36 thoracica lateral 37 . 3 dimensi dari wilayah vascular angiosome semua jaringan antara kulit dan tulang dari 1.9) Fascia superficial kehilangan jaringan ikat sarang madu yang menghubungkan dermis ke lapisan luar dari fascia profunda.

Mereka biasanya muncul dari sumber arteri atau dari satu cabang otot sebelum atau sesudah masuk ke otot dan mengikuti intermuscular atau intermuscular jaringan ikat dan fascia profunda sebagai langsung atau tidak langsung pembuluh darah cutaneous bagi lapisan luar fascia profunda. Beberapa pembuluh darah bagaimanapun sampai cabang ke struktur lain seperti saraf tulang periosteum persendian dari fascia profunda pembuluh darah cutaneous mengurangi rangka jaringan ikat fascia superior untuk mencapai struktur jaringan ikat dermis kulit dalam beberapa regio jaringan ikat kehilangan areolar yang pada kasus perjalanan pembuluh darah jaringan ikat arteri lembaran fibrosa seperti lapisan luar fascia profunda beberapa intermuscular septa . Dari septa ini dan dari periosteum fascia profunda diteruskan ke otot sebagai intermuscular septa. Pada remaja arteri mayor dekat berhubungan dengan tulang aksial skeleton cabang mereka mengikuti intermuskular jaringan ikat. Itu memiliki sebuah lapisan luar yang keras dan kadang kadangdikembangkan dari pangkal ke otot sebagai sebuah kelopak di atas torso dan stocking di tungkai seringkali beralih ke fascia profunda ini hanya di lapisan densitas di beberapa area dan kehilangan area lalu jangkar dari lapisan luar ke skeleton dimana fascia menjadi berlanjut dengan periosteum. dimana mereka membagi untuk suplai otot tulang tendon saraf dan jaringan lemak dalam deposit pada bagian ini mengiringi jaringan ikat struktur ke level selular.thoracodorsal 38 interlosseus posterior 39 interosseus anterior dan 40 pudenda interna Fascia profunda juga sebuah jaringan ikat sarangmadu yang biasanya lebih kaku dibandingkan pasangan superficialnya. Perforator cutaneous ekhibisi bagian yang sama.

dan tulang periosteum di kasus ini pembuluh darah di samping densitas fascia dengan mereka. Aplikasi Klinis Hubungan pembuluh darah dengan berbagai tipe jaringan ikat mendapat signifikasi yang spesial ketika bedah muncul sebuah flap cutaneous termasuk lapisan luar dari fascia profunda fasciocutaneous flap atau ketika design termasuk intermuscular septa septocutaneous flaps.muncul dari descending cabang vena profunda brachii dan mengikuti lateral intramuskular septum ke arah sisi tsb jika otot terkena di sisi lain intramuscular septum kemudian menjadi . Pada kasus fascia profunda harus termasuk contoh tungkai atau scalp bagian dominan pembuluh darah cutaneous berkembang dekat dengan fascia profunda meskipun jaringan kulit dan jaringan subcutaneous bergerak berlebihan tidak butuh untuk masuk ke lapisan fascial sebagai pembuluh darah mayor sedia di kiri permukaan fig 4.10 A Septocutaneous terminal kadang kadang bermuatan khususnya ketika digunakan untuk mendeskripsikan sebuah bedah dibuat entitas lebih dari struktur anatomi. Ini bisa terjadi untuk contoh ketika perforators cutaneous sebuah radial atau sebuah flap ulnar diseksi dalam sebuah pembungkus yang kehilangan areolar jaringan diantara tendon fleksor untuk septocutaneous flap bisa mengembangkan tiap bedah dibeberapa kasus arteri cutaneous dan mengikuti vena meninggalkan sebuah sumber pembuluh darah dan permukaan secara bedadh posisi yang dekan dengan fibrosa putih intramuscular septum ini tipe dari suplai pembuluh darah kulit dari lateral jari flap yang cutaneous perforator .

variabel. Variabilitas ini adalah anatomi untuk contoh ini aspek lateral di atas sesuai selama sebuah osteocutaneous fibula jika sebuah gabungan kulit flap tulang ditempatkan di lateral intramuscular septum sesuai diatas cutaneous perforator dan pembuluh peroneal pembuluh darah kuliot terjadi secara langsung ke permukaan menjalar ke tempat posisi lain dekat septum. yang menyediakan kebutuhan suply primer kulit di setiap tempat dan hubungan dengan fascia dalam. . Gambar 4. Pada B. Pada D. pembuluh darah horizontal merupakan sumber arteri gluteal inferior. sumber arteri itu sendiri adalah pembuluh darah dominan horizontal yang memperdarahi kulit. dan pantat (D). Pada C. alas kaki (C). termasuk otot gluteus maksimus di lapisan bawah. Secara alaternatif mereka bisa muncul secara tidak langsung dari cabang ke otot soleus sebagai terminal dari cabang otot yang telah dimunculkan dari pembuluh darah peroneal pada jarak dari lateral septum intramuscular. Pada A. pembuluh darah menuju permukaan fascia dalam pada area kulit yang terfiksasi. pembuluh darah predominan pada plexus subdermal. Dari kiri ke kanan perforator internal thoracal dan arteri thoracal lateral bertemu di puting susu pada gambaran radiograf dari regio longgar torso. tapi pada kali ini percabangannya harus memperdarahi otot secara indirek untuk mencapai area kulit terfiksasi ini. kencang (B). Skema mengilustrasikan aksis horisontal dari pembuluh darah.10 Skema dari susunan perforator dari payudara(A). menuju ke bawah fascia dalam pada regio kulit terfiksasi yang kaku.

Vessel melalui jaringan pada atau dekat margin area terfiksasi dan menyebarkan darah menuju area mobile.Pada kali ini. Dari sini mereka berjalan ke jarak yang bervariasi. Aplikasi klinis Penutup kuat harus berdasarkan dimana kulit terfiksasi. lalu gabungkan 2 titik ini. Presisi tambahan pada desain penutup dapat ditentukan dari ultrasonic Doppler untuk melokasikan perforator ini sebagai mana mereka mendesak dari fascia dalam (7). penutup panjang dapat berdasarkan paha. diatas septum intermuscular. atau area parasternal dari dada. Contohnya. Semakin mobile integumen. atau dekat dengan penggabungan otot dan tulang yang terfiksasi.1 dan 4. diseksi yang sangat nyeri dari kutaneus menanti kegagalan operasi. regio paraumbilikal dari abdomen. tergantung dari mobilitas kulit. Semakin jauh jarak dengan titik terfiksasi. semakin panjang dimensi aman dari penutup.(gambar 4. Banyak contoh dari hal ini diaplikasikan di praktik. pembuluh darah semakin panjang. Tempat kulit terfiksasi ini terlihat pada individu dengan otot yang bagus pada garis kerutan kulit. Konsep ini secara jelas diilustrasikan pada suplai darah menuju kulit karena pembuluh darah mendesak dari fascia dalam dimana kulit terfiksasi.6). Pada dua jalur ini menyediakan dasar untuk mengklasifikasikan variasi dari “perforator flaps’ Pembuluh darah menyebarkan dari area terfiksasi menuju area yang tak terfiksasi. Pada cara ini penutup kuat dapat didesain dengan mendasarinya pada perforasi signifikan yang dilokasikan dengan mencari perforator dominan selanjurnya sejalan dengan sumbu penutup yang diinginkan. dengan orientasi sumbu sejalan dengan mobilitas kulit. yang .

long safena. Aplikasi klinis Hubungan neurovaskuler ini menyediakan basis lain untuk mendesain penutup panjang dengan menambah potensi untuk menyediakan sensasi pada area yang diperbaiki. atau arteri safena atau mereka dapat berwujud sebagai sistem rantai dari perforator kutaneus. faktanya. Ukuran dan orientasi pembuluh darah adalah hasil dari pertumbuhan dan diferensiasi jaringan. seperti cephalica. ada pada semua region dari kulit dan jaringan subkutan tubuh (10). biasanya jalan vena primer. biasnya bergabung pada anastomosis tanpa merubah caliber. Saraf kutaneus didampingi oleh sistem longitudinal arteri dan vena yang biasanya merupakan suplai dominan darah ke region. Arteri juga biasanya pembuluh panjang contohnya. tiap . intercostal lateral. Lebih dari 200 tahun yang lalu. supraorbital. dan terntu saja saat kelahiran. Penutup safena panjang dan pendek sesungguhnya di betis dideskripsikan oleh Ponten pada poin ini. Vena yang berdampingan dengan saraf. John Hunter menyarankan pada stage perkembangan fetal tertentu.sudah saya temukan melalui eksperimen bahwa teritori vaskular yang berdekatan dapat ditangkap dengan aman. Menggabungkan pembuluh darah dengan saraf Hasil kerja baru baru ini mengkonfirmasi bahwa hubungan intim antara saraf dan pembuluh darah yang diketahui berada di dalam jaringan dan di beberapa area integumen. Banyak dari penutup aksial terbaru atau fasciokutaneus faktanya merupakan penutup neurovaskuler. basilika. dan sistem safena pendek.

dan mengapa pembuluh panjang menyatu di puting susu dari perifer sebagaimana payudara berkembang pada perempuan. hipertrofi dan memanjang sebagaimana cairan memicu pemanjangan. Gambar 4. dan arah yang dimodifikasi oleh dasar tengkorak melalui vertex sebagaimana otak dan tengkorak membesar dan ferus memanjang dari posisi fleksi.11) Aplikasi klinis Informasi ini memberikan basis untuk rencana logis dari berbagai macam operasi breast-reduction. B: pembuluh darah memanjang oleh ekspansi dari struktur dibawah fascia dalam contohnya otak dan tengkorak. Tiap teknik berputar di sekitar desain dari kulit penutup dan jaringan subkutan (termasuk dada) yang berdasarkan pada satu atau lebih pembuluh darah sebagaimana mereka menempel pada area fascia dalam sekitar perimeter dari otot pectoralis major. Pemanjangan jaringan merupakan contoh lain. C: pembuluh darah membentang dan ditekan pada dermis oleh perkembanganpayudara diatas fascia dalam. panjang.individu sudah memiliki jumlah pasti arteri di tubuh. seperti pembuluh darah pada dinding abdomen saat kehamilan. Pembuluh darah ini ada di kulit dan jaringan subkutan. A: daerah istirahat. ukuran. (gambar 4. D: Pembuluh darah membentang terpisah oleh perkembangan tulang .11 skema untuk mengilustrasikan John Hunter hipotesis dari arteri kutaneus terfiksasi pada fetus dan bagaimana pertumbuhan dan diferensiasi dari jaringan dapat memodifikasi ukuran definitif dan hubungan dari arteri X dan Y pada regio yang berbeda dari tubuh setelah mereka masuk ke fascia dalam.

Di . apabila mungkin. E: pertumbuhan membentang pembuluh darah. konsep ini menyatakan bahwa “teritori anatomis dari arteri yang berhubungan menghadapi hubungan terbalik pada satu sama lain namun bergabung untuk mensuplai area yang sama.panjang namun masih tetap menjaga hubungan dominan pada fascia dalam. Hal ini sama seperti hubungan antar vena kutaneus. contohnya. Pada dasarnya. pemanjang seharusnya diletakkan dibawah kulit mobile dan antara kulit terfiksasi untuk mengambil keuntungan maksimal dari anatomi vaskular inheren dari regio. pasangannya akan mengkompensasikannya. dan sebaliknya. Aplikasi klinis Penutup deltopectoral dari Bakamijan merupakan contoh luar biasa. Hal ini berdasarkan bagian media ICS kedua hingga keempat sebagaimana untuk menerima variabel ukuran dari thoracal internal (internal mammae) perforator.1) .” Apabila satu pembuluh kecil. namun kali ini peluncuran berkembang antara fascia dalam dan lemak subkutan pada area kulit longgar. Pembuluh darah mengikuti Hukum Equilibrium Konsep ini dideskripsikan oleh Debreuil-Chambardel dan ditujukan secara konstan oleh Michel Salmon (3) pada deskripsinya tentang arteri kutaneus. Hal ini diilustrasikan pada variabilitas ukuran antara satu sama lain dari parasternal perforator dari arteri mammae internal dan antara perforator mammae internal dan perforator kutaneus dari angiosom: akromiotorakal (Fig 4. Oleh sebab itu. fossa iliaka.

Apabila perforator kecil diatas otot deltoid. Areteri sirkumfleksa inferior superfisial. lalu biasanya terligasi dan diseksi lebih jauh dari penutup ini akan ditunda selama 1 minggu karena dari kemungkinan dari perforator thoracal internal akan mengecil. Apapun kasusnya. ini biasanya disesksi secara medial dari ujung pundak. disesksi dilanjutkan ke dasar penutup dengan asumsi bahwa internal thoracal perforator akan membesar. mungkin tumbuh terpisah dari arteri femoral besar. (gambar 4. Bagaimanapun. dan secara khusus dari deltopectoral. kutaneus perforator yang membesar terlihat mendesak dari deltopectoral.desain dibawah dan paralel pada clavicula. tujuan akhirnya adalah untuk mensuplai integumen dari perut bawah dan pinggang. Pembuluh darah memiliki destinasi relatif konstan tapi mungkin memiliki asal yang bervariasi Hal ini biasa pada pembuluh yang muncul dari paha untuk mensuplai kulit dari abdomen bawah dan paha atas. sebagai combinasi batang dari pembuluh atau dari salah satu cabang (11). khususnya apabila titik penutup pada ujung pundak. Pembuluh darah membentuk Jaringan yang tidak rusak terus menerus . hal ini tentu saja menjadi begitu apabila penutup terisolasi pada pembuluh darah untuk transfer mikrovaskular. sebagai contoh.1) Aplikasi klinis Meskipun variabilitas ini asal pembuluh darah mungkin tidak begitu penting saat mendesain penutup dari paha. Penundaan prosedur ini dilakukan karena resiko nekrosis penutup.

pembuluh yang masuk penutup pada dasar ini berhubung ke jaringan vaskuler yang sama. Sebagai contoh. (b) sebagai penutup fasciocutanues berdasarkan medial dari internal thoracal perforator atau lateral pada dominan perforator atau sumbu acromiotorakis. kulit dan lemak subkutan diatas pektoralis mayor bisa didesain (a) sebagai penutup muskulokutaneus diatas perforator kecil mendesak dari bawah otot. atau (c) sebagai neurovaskular penutup fasciocutaneus saat didasarkan pada neurovaskular supraclavicular yang mengalir ke klavikula dari leher. Pada kasus ini. oleh sebab itu mempengaruhi ketahanan penutup. dimana. bagaimanapun. Apa yang mungkin bervariasi antara desain penutup. Aplikasi klinis Terdapat banyak contoh yang diketahui oleh ahli bedah mengambil keuntungan dari fakta anatomis ini. contohnya.Fakta ini sudah ditujukan namun ditekankan karena penting untuk memahami berbagai macam jenis penutup. tanpa memperhatikan desain penutup. area sama dari kulit dan jaringan subkutan bisa ditumbuhkan sebagai ‘kutaneus” ‘fasciocutaneus” “septocutaneus” “muskulokutaneus” atau penutup perforator. Pertimbangan penting adalah anastomosis kuncinnya yang baisa dibentuk oleh penurunan sumbatan caliber arteri yang berhubungan dekat perforator primer cutaneous ke bentuk hubungan arteri ketika sebuah flap ditingkatkan sumbatan pembuluh darah yang diawali dengan aliran dari 1 wilayah arteri ke flap yang panjang proses pembesaran pembuluh darah adalah proses aktif dan membutuhkan waktu multiplikasi dan elongasi dari sel di lapisan lain dan dinding . ukuran dan letak dari jalan masuk dari perforator kutaneus.

Secara klinik itu telah dicatat sebagai 1 wilayah vascular yang dekat dapat dipertimbangkan dengan selamat diatas arteri cutaneous ke basis flap dan necrosis biasanya terjadi di level ke arah sumbatan anastomosis di hubungan arteri atau 1 dibelakang secara bedah flap akan bertahan hidup dengan strategi bagian dari vascular pedicle variasi waktu internal sepanjang lebar dari prosedur penunda flap. . Mereka muncul dari bawah sumber arteri atau dari satu otot cabang dari struktur profunda lain di intramuscular septa dan secara cepat mencapai tujuan kulit. Satu lebih tua dan simple klasifikasi terbaik oleh spalteholz 1893 dia membagi pembuluh darah cutaneous ke dalam 2 grup berdasarkan dominan mensuplai atau minor mensuplai.pembuluh darah dengan efek maksimal terjadi diantara 48 – 72 jam sertelah operasi. Baru saja dimodifikasi menjadi perforator flap. Ini esensial untuk membedakan klasifikasi berdasarkan anatomi dan fisiologi yang benar dari suplai cutameous dibanding dengan terminal dari design flap seperti aksial acak cutaneous fasciocutaneous septocutaneous dan musculocutaneous yang mendeskripsikan metode yang flap diseksi. Saya telah meninggalkan subjek klasifikasi dari suplai darah secara berkelanjutan sampai akhir sesuai yang saya yakini bahwa itu merupakan hal penting untuk dimengerti sebagai fungsi dasar anatomi dari a klasifikasi berdasarkan anatarteri cutaneous kemudian menjadi klasifikasi. Pembuluh darah cutaneous secara langsung pembuluh darah berkontribusi ke cutaneous primer suplai ke area dari bagian yang dikembangkan di tungkai.

Lebarnya panjang contoh cutaneous perforator secara tidak lsg dari brachii profunda lateral circumflexa femoralis dan arteri peroneal. Di palmar dan telapak kaki dan pembuluh darah kecil. kontribusi ke primer dominan suplai adrah ke kulity dan bagian dikembangkan torso seperti thoracica interna intecostal dan epigastium profunda inferior musculocutaneous perforator mereka juga kecil menghabiskan terminal dari cabang untuk mengembangjan suplai sekunder ke kulit.Mereka biasanya besar dan jarak bagian torso kepala leher tangan khususnya dimana kulit bisa bergerak mereka lebih kecil dan dijari kaki kecuali dimana mereka bergabung saraf cutaneous. Mereka melewati otot dan tendon kadang kadang dekat dengan intermuscular septa sebagai septocutaneous pembuluh darah jika sumber arteri dekat ke permukaan sebagai contoh radius ulnar atau arteri femoral mereka di lapisan luar dari fascia profunda yang pendek. Ketika perforator cutaneous dibawah septocutaneous flaps septum bisa dibentuk sesuai yang terlihat dari jari lateral atau kehilangan jaringan areolar tewrjadi di jari secara radial atau ulnar pembuluh darah. Ada pembuluh darah kecil yang predominant suplai yaitu variasi dari jaringan profunda khususnya otot. Pembuluh darah muncul dari sumber arteri dan penetrasi jaringan profunda biasanya otot secara vertikal atau obliq sebelum ke lapisan luar dari fascia profunda fig 411 mereka bisa menjadi besar. Pada kasus itu cutaneous secara langsung pembuluh darah mengikuti rangka jaringan ikat dari jaringan profunda kulit. .

. Besar atau kecil mereka masuk dan menjadi berkelanjutan dengan hubungan pembuluh darah yang sama dibentuk secara langsung dari arteri cutaneous seringkali lebih kecil secara tidak langsung dari arteri cutaneous merupakan suplaio utama ke beberapa flaps musculocutaneous khususnya di kulit otot kepada hilangnya sentuhan contoh gracilis dan gastrocnomeus mnusculocutaneous flaps. Michel salmon mengatakan bahwa masuk anatomi atau fisiologi adalah sebuah ruangan untuk anatomi fungsional yaitu sebuah fisiologikal anatomi. Kesimpulan Pengetahun dari dasar anatomi dari pembuluh darah cutaneous dengan faktor yang memoengaruhi struktur di regio berbeda dari tubuh mengembangkan rencana logis dari flaps dan incisi.Apapun ukuran mereka cutaneous perforator dikembangkan secara langsung dari basis untuk musculocutaneous perforator flap yang lebih diseksi dengan fungsi otot yang potensial.