Anda di halaman 1dari 15

LABORATURIUM SATUAN PROSES

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK
MODUL : PEMBUATAN IODOFORM
PEMBIMBING : EKO ANDRIJANTO, LRSC, Ph.D

Praktikum

: 09 April 2015

Penyerahan : 16 April 2015
(Laporan)
Oleh

:

Kelompok

: II

Nama

: 1. Anna Kurnia Illahi

Kelas

( 141431005 )

2. Ardyani Ramadhini P

( 141431006 )

3. Asteria Irena

( 141431007 )

4. Azharuddin Fahri

( 141431008 )

: 1A – Analis Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III ANALIS KIMIA

Kemudian dilakukan pencucian kristal kuning hingga tidak terjadi alkalis dan direkristalisasi dengan penambahan alkohol dan dikeringkan lalu dihitung % randemen. dapat berfungsi sebagai antiseptik atau desinfektan dan bersifat bakterisid yang dalam penggunaannya sebagai antiseptik untuk luka. DASAR TEORI Iodoform merupakan salah satu senyawa alkali-halida berbentuk kristal warna kuning.JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2015 A.Mengetahui sifat-sifat fisik dan kegunaan iodoform - Melakukan analisa sifat-sifat fisik iodoform B. mahasiswa diharapkan dapat : . (CH3)2CO + 3I2  CH3COCI3 + CH3COCI3 + NaOH  CHI3 + CH3COONa 3HI atau 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI Kecepatan halogenasi suatu keton berbanding langsung dengan konsentrasi keton tapi tidak tergantung pada konsentrasi atau jenis halogen yang . Prinsip percobaan pembuatan senyawa iodoform yang didasarkan bata reaksi halogenasi antara iodium dengan aseton dengan penambahan NaOH sedikit demi sedikit hingga terbentuk kristal kuning. TUJUAN PERCOBAAN Setelah percobaan ini. iodine juga larut dengan cepat dalam larutan natrium iodide (Sunardi. dapat larut dalam air. dan berbentuk padat berwarna biru hitam pada suhu kamar. serta dalam bentuk murninya iodine mrupakan senyawa yang bersifat racun.Mengetahui mekanisme reaksi pembuatan iodoform . dengan bahan dasar iodium yang direaksikan dengan aseton/alokohol dan menggunakan bantuan natrium hidroksida. Iodoform merupakan senyawa kimia yang dapat disintesis berdasarkan reaksi halogenasi.90). Selain itu. Iodine merupakan unsur halogen yang reaktif.Melakukan reaksi sintesis pembuatan iodoform . iodine mudah beraksi dengan unsur – unsur lain. Prinsip dari reaksi pembentukan iodoform adalah berdasarkan reaksi halogenasi yaitu dimulai dengan pembentukan atom radikal bebas dari halogen.Menghitung persen rendemen iodoform yang diperoleh . Seperti sifat halogen lainnya .

394. light yellow.10 °C.98 °F.008 g mL−1 Melting point 121.73 g mol−1 Appearance Pale. opaque crystals Density 4.Reaksi halogenisasi dapat dipercepat dengan penambahan asaam atau bassa sebagai katalis didalam halogenisasi terkatalis basa terhadap keton ditemukan bahwa kecepatanreaksi ditemukan tidak tergantung pada konsentrasi dan identitas halogen tersebut. ALAT DAN BAHAN Alat Erlenmeyer 250 ml Corong pendek Spatula Batang Pengaduk Gelas kimia 100 ml Pipet tetes Gelas ukur 50 ml Magnetik stirer Bahan Etanol Iod Na2CO3 Anhidrat Aquades Kertas saring . Iodoform Properties Molecular CHI3 formula Molar mass 393.digunakan.25 K C. 249.

D. LANGKAH KERJA 1. Analisis kristal iodoform Ambil sedikit Kristal yang telah kering Cek titik leleh kristal Catat dan bandingkan dengan literatur . panaskan pada suhu 70 oC selama 5 menit Diamkan larutan sampai terbentuk kristal berwarna kuning Saring kristal dengan menggunakan corong buchner Keringkan lalu timbang kristal 2.5 gram sambil diaduk Setelah larutan berwarna coklat. Pembuatan iodoform 15 g Na 2 CO 3 larutkan dalam 50 mL aquades Ambil 45 ml larutan lalu tambahkan etanol 10 ml Panaskan larutan pada waterbath sampai suhu mencapai 60oC Saat dipanaskan tambahkan sedikit-demisedikit iodine sebanyak 9.

36 g Berat Iodium 9.008 gr/mL Titik Leleh : 119-1230C . Tulis mekanisme reaksi yang terjadi pada pembuatan iodoform tersebut Reaksi yang terjadi pada pembuatan iodoform dengan Natrium karbonat. TUGAS DAN PERTANYAAN 1. Cari data titik leleh iodoform murni di handbook dan bandingkan dengan hasil percobaan.37 gram Diperoleh titik leleh sebesar 126. DATA PENGAMATAN Berat Kertas Saring 1.73 g/mol Bentuk : Kristal Warna : Kuning Densitas : 4.73 g 11. Pada literatur Iodoform (CHI3) : Massa Molekul : 393.37 g 126. etanol dan padatan iod adalah sebagai berikut : 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI 2.7 oC F.E.51 g Berat Kertas Saring + Kristal Berat Iodoform Titik Leleh %Yield 12. Semakin lama terjadi gumpalan berwarna coklat dan bawahnya warna kuning 5 6 Pendiaman Penyaringan dengan corong pendek 7 Pengeringan 8 Pengujian Titik Leleh Selama pendiaman larutan mengendap Disaring dipisahkan terbentuk serbuk berwarna kuning Diperoleh serbuk kuning dengan berat 11.7 oC 312 % No Kegiatan 1 Pelarutan Na2CO3 anhidrat oleh Aquades 2 45 ml larutan Na2CO3 + etanol Pengamatan Na2CO3 anhidrat larut sempurna Tidak mengalami perubahan 3 Pemanasan Tidak mengalami perubahan 4 Larutan + iodine sedikit demi sedikit Larutan berubah warna menjadi kuning dan ℃ (sambil dipanaskan pada suhu 60 ) lama kelamaan menjadi coklat. dibawahnya berwarna kuning.

proses pemanasan dapat dilakuhan sambil melakukan pengadukkan sehingga larutan homogen lebih cepat. Jika suatu larutan dijenuhkan dalam keadaan panas dan kemudian didinginkan. senyawa terlarut akan berkurang kelarutannya dan mulai mengendap membentuk Kristal. dan kurang ketelitian saat melihat apakah iodoform sudah meleleh atau belum dan kemungkinan ada zat pengotor yang ikut ter-rekristalisasi sehingga iodoform bekum murni dan titik leleh berbeda dengan literature. Titik leleh yang didapat sudah mencapai dengan literatur yaitu adalah 126.7 oC dapat dilihat perbedaan antara titik leleh pembuatan iodoform yang telah dilakukan. b) Sebutkan warna yang terjadi setelah penambahan indicator tersebut Apabila larutan kanji berubah warna menjadi ungu berarti di dalam filtrat tersebut masih mengandung iod sedangkan jika larutan kanji tidak berubah warna maka didalam filtrate tersebut sudah tidak mengandung iod.Pada percobaan didapatkan titik leleh iodoform sebesar 126. 3. Jadi. pendinginan ini bertujuan untuk membentuk endapan 4. Hal-hal penyebabnya yaitu proses pengerjaan yang belum tepat sempurna karena terbatasnya waktu. a) Indikator apa yang digunakan untuk mendeteksi adanya iodium yang masih larut dalam filtrat? Indikator yang digunakan untuk mendeteksi adanya iodium yang masih tersisa dalam filtrate adalah dengan larutan Kanji / amilum. Dengan cara meneteskan filtrat larutan hasil penyaringan ke larutan kanji. Dalam literatur titik leleh iodoform adalah sebesar 119-1230C. a) Mengapa reaksi tersebut tidak dipanaskan langsung dengan pembakar bunshen? Pemanasan dilakukan menggunkan hot plate/ penangas dengan tujuan supaya api tidak langsung mengenai larutan dan dengan hot plate. b) Mengapa campuran didinginkan pada akhir sintesis? Larutan di dinginkan dibantu dengan merendamnya di air es supaya cepat dingin hingga endapan terbentuk.7oC. .

73 g/mol Kristal Kuning ) 253.89 gram 46.789 g /ml ) Iodine ( I2 Etanol( C2 H 5 OH ¿ 393.008 g/mL 4.51 gram 253.07 gram/mol = 0. metanol = 10 ml x 0.789 g/ml = 7. Vetanol = 10 ml.89 gram netanol = m Mr = 7.07 g/mol Cairan Tak berwarna 4.171 mol niodine = m Mr = 9.97 gram/ mol . PERHITUNGAN Diketahui : Senyawa Iodoform( CH I 3 Mr Bentuk Warna ρ Titik Leleh ρetanol =0.808g/mol Padatan Hitam 46.808 gram/mol = 0.G.789 g/mL 119-1230C - - .037 mol n Na2CO3 = m Mr = 15 gram 105.933 g/mL 0.

73 gram/mol x 0.9 gram naquades = m Mr 49.6445 gram = 312 % H.171 T 0. PEMBAHASAN 1. Iodoform merupakan senyawa kimia yang dapat disintesis berdasarkan reaksi halogenasi. maquades = 50 ml x 0.00925 - - 0.037 0.765 Mriodoform = 393.00925 0.00925 mol Massa iodoform (teoritis) Yield 2.00925mol = 3.162 - 0.00462 = Mr x n = 393.01 gram/mol = 2.37 gram x 100 3. Anna Kurnia Illahi (141431005) Pada praktikum yang kami lakukan tentang pembuatan iodoform dengan menggunakan senyawa etanol.00462 0.00462 0.00925 0.998 g / ml .00925 0. Vaquades = 50 ml .= 0.142 mol ρaquades =0.00462 S 0.998 g/ml = 49.6445 gram = massaiodoform ( praktikum ) x 100 massa iodoform ( teoritis ) = 11.04625 0.73 g/mol niodoform = 0.137 2. Prinsip dari reaksi pembentukan iodoform adalah berdasarkan iodium yang . Dengan bahan dasar iodium yang direaksikan dengan etanol dan natrium karbonat.00925 CO2 + 10HI 0.142 H2Oà M 0.037 0.77 2CHI3 + 2HCOONa + 0.00462 0.77 mol 2C2H5OH + 8I2+ Na2CO3 + 0.9 gram = 18.

Bila endapan tetap berwarna kuning. Iodine merupakan unsur halogen yang reaktif. Berat Kristal yang ditimbang harus benar-benar kering. Endapan kemudian disaring dan didapatlah iodoform yang diinginkan. Prinsip dari reaksi pembentukan iodoform adalah berdasarkan pembentukan atom radikal bebas dari halogen. Karena jika suhu yang digunakan tidak tepat. berarti endapan tersebut masih mengandung pengotor CO 3 dan perlu dilakukan rekristalisasi. Filtrat hasil penyaringan di uji menggunakan indicator amilum untuk mendeteksi iodium terlarut.direaksikan dengan etanol dan natrium karbonat. Hasil praktikum. Ardyani Ramadhini P (141431006) Pada praktikum kali ini pembuatan iodoform dilakukan dengan iodoform yang diperoleh dari mereaksikan aseton dengan iodium dan juga memakai Na2CO3 sebagai katalisator yang mempunyai fungsi mempercepat terjadinya reaksi. Menurut teori. Reaksi ini adalah reaksi reduksi oksidasi . 2. berarti filtrat mengandung iodium. proses pengendapan tidak akan berlangsung secara sempurna. Selain itu iodine juga larut dengan cepat dalam larutan natrium iodide. jika setelah dibilas endapan berubah menjadi putih. Larutan natrium karbonat yang sudah ditimbang ditambahkan etanol dan dipanaskan diatas penangas air dengan suhu sekitar 60oC. setelah dilakukan pengujian dengan amilum. Proses pemanasan yang dilakukan adalah memanaskan natrium karbonat dan etanol yang kemudian ditambahkan Iodium 9. Dapat larut dalam air. Setelah diperoleh hasil penimbangan iodoform yang terbentuk Kristal kering maka dilakukan perhitungan rendemen. filtrate berubah warna menjadi kebiruan. iodine mudah bereaksi dengan unsure-unsur lain. endapan yang dihasilkan berwarna kuning tetapi ada sedikit berwarna putih. Apabila filtrate berubah warna dari putih menjadi kebiruan. Pendinginan ini bertujuan untuk membentuk endapan. serta dalam bentuk murninya iodine merupakan senyawa yang bersifat racun. Seperti sifat halogen lainnya. Tapi. Larutan dipanaskan 5menit dengan suhu 60-70oC supaya larutan larut dan menghasilkan endapan yang maksimal. hal ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang tersisa dalam iodoform. Endapan yang dihasilkan berwarna kuning. Kemudian dibilas menggunakan etanol. dan berbentuk padat berwarna biru hitam pada suhu kamar. Ukuran Kristal yang terbentuk selama pengendapan tergantung pada kejenuhan larutan.5gram secara perlahan lahan agar iodium larut sempurna dengan proses pengadukan. Warna larutan akan berubah menjadi coklat kekuningan. Iodoform yang sudah dikeringkan lalu ditimbang. Larutan di dinginkan dibantu dengan air es supaya cepat dingin hingga endapan terbentuk. berarti iodoform yang dihasilkan sudah cukup murni. Hasil praktikum.

Tapi. sebab apabila suhunya tidak sesuai atau tidak tepat. Larutan dipanaskan 5menit dengan suhu 60-70oC agar larutan ini larut sempurna dan dapat mengoptimalkan proses pengendapan.yakni melibatkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.6445gram. Reaksi iodoform juga merupakan reaksi spesifik terhadap senyawa yang mengandung gugus metal keton atau alcohol. dilakukan uji titik didih dan didapat titik didihnya sebesa 126.5gram dimasukkan secara perlahan lahan.Kristal di oven untuk menguapkan pelarut yang masih tertinggal dalam Kristal hingga Kristal benat benar kering. Menurut teori.7 . berarti filtrat mengandung iodium. Kemudian dibilas menggunakan aseton. Reaksi yang terjadi pada proses pembuatan iodoform antara lain : 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI Langkah awal larutan Na2CO3 ditambahkan etanol dan dipanaskan diatas penangas air (waterbath) dengan suhu sekitar 60oC. kemudian didapat Kristal iodoform. Karena iodium merupakan zat yang termasuk sukar larut.maka proses pengendapan tidak akan berlangsung secara optimal. proses pemanasan dilakukan sambil melakukan pengadukkan sehingga larutan homogen lebih cepat.37gram sedangkan berdasarkan perhitungan (teori) berat seharusnya adalah 3. Warna larutan akan berubah menjadi coklat kekuningan. berarti endapan tersebut masih mengandung pengotor CO3 dan perlu dilakukan rekristalisasi. sehingga didapat rendemen sebesar 312 %. sementara menurut teori titik didih iodoform . maka larutan harus dimasukkan sedikit demi sedikit untuk memperbesar luas permukaan antara zat terlarut dengan zat pelarut sehingga dapat membantu mempercepat kelarutan dibantu dengan pemanasan dan pengadukkan. Endapan yang dihasilkan berwarna kuning. Pemanasan ini dilakukan menggunkan hot plate/ penangas tujuannya agar api tidak langsung mengenai larutan dan dengan hot plate. Apabila filtrate berubah warna dari putih menjadi kebiruan. Endapan kemudian disaring dan didapatlah iodoform. ukuran endapan akan semakin besar. Untuk menguji kemurnian dari iodoform. didapatkan berat kristal 11. filtrate berubah warna menjadi kebiruan. jika setelah dibilas endapan berubah menjadi putih. jika endapan itu tetap berwarna kuning. berarti iodoform yang dihasilkan sudah cukup murni. Filtrat hasil penyaringan di uji menggunakan indicator amilum untuk mendeteksi iodium terlarut. kemudian larutan di dinginkan dengan merendamkan larutan tersebut di air es supaya cepat dingin dan juga mempercepat endapan terbentuk. Untuk bentuk endapan jika larutan terlalu lewat jenih. Hasil praktikum. Hasil praktikum. endapan yang dihasilkan berwarna kuning tetapi ada sedikit berwarna putih. setelah dilakukan pengujian dengan amilum. Iodium 9. Pemanasan ini juga berfungsi untuk menguapkan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah dari kristal.

Akibatnya. Langkah awal. . Na2CO3 harus benar benar larut agar fungsinya sebagai katalisator dapat bekerja secara optimal. Pemanasan dilakukan menggunkan hot plate/ penangas dengan tujuan supaya api tidak langsung mengenai larutan dan dengan hot plate. Iodium 9. proses pemanasan dapat dilakuhan sambil melakukan pengadukkan sehingga larutan homogen lebih cepat. 3.5gram dimasukkan secara perlahan lahan.adalah sekitar 119-122. proses pengendapan nantinya tidak akan berlangsung optimal. Warna larutan akan berubah menjadi coklat kekuningan. Pada percobaan ini dilakukan di gelas kimia supaya tahan ketika proses pemanasan. Pemanasan juga dilakukan untuk menguapkan zat pelarut yang memiliki titik didih lebih rendah dari Kristal. buat larutan Na2CO3. Larutan dipanaskan 5menit dengan suhu 60-70oC supaya larutan larut sempurna dan dapat mengoptimalkan proses pengendapan. partikel pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada suhu rendah. Karena iodium termasuk zat yang sulit larut. tidak dilakukan rekristalisasi sehingga iodoform yang dihasilkan belum murni dan masih mengandung zat pengotor. penimbangan yang tidak teliti. Untuk mempercepat kelarutan dapat dilakukan pemanasan karena pada proses pemanasan. kontak antara zat pelarut dengan zat terlarut menjadi lebih efektif hal ini menyebabkan zat terlarut akan semakin cepat larut pada suhu tinggi. Reaksi iodoform jugamerupakan reaksi spesifik terhadap senyawa yang mengandung gugus metal keton atau alcohol. keterbatasan waktu praktikum. maka larutan dimasukkan sedikit demi sedikit untuk memperbesar luas permukaan antara zat terlarut dengan zat pelarut sehingga dapat membantu mempercepat kelarutan dibantu dengan pemanasan dan pengadukkan. Asteria Irena (141431007) Pada percobaan pembuatan iodoform ini dilakukan pembuatan iodoform yang diperoleh dari mereaksikan alkohol dengan iodium serta menggunakan Na2CO3 sebagai katalisator yang berfungsi untuk mempercepat terjadinya reaksi. Karena jika suhu yang digunakan tidak tepat. Hal tersebut menunjukan bahwa iodoform yang dihasilkan belum murni dan perlu di rekristalisasi. Factor yang menyebabkan perbedaan antara hasil praktikum dengan teori antara lain: adanya alat yang kurang bersih sehingga terdapat zat pengotor yang ikut terbawa dalam larutan. Reaksi yang terjadi pada proses pembuatan iodoform antara lain : 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI Larutan Na2CO3 ditambahkan etanol dan dipanaskan diatas penangas air (waterbath) dengan suhu sekitar 60oC. Reaksi ini merupakan reaksi reduksi oksidasi yaitu melibatkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi.

Hal tersebut menunjukan bahwa iodoform yang dihasilkan belum murni dan perlu di rekristalisasi. Untuk menguji kemurnian dari iodoform.Larutan di dinginkan dibantu dengan merendamnya di air es supaya cepat dingin hingga endapan terbentuk. Dengan bahan dasar iodium yang direaksikan dengan etanol dan natrium karbonat. Azharuddin Fahri (141431008) Iodoform merupakan senyawa kimia yang dapat disintesis berdasarkan reaksi halogenasi. dilakukan uji titik didih dan didapat titik didihnya sebesa 126. Apabila filtrate berubah warna dari putih menjadi kebiruan. Tapi. adanya alat yang kurang bersih sehingga terdapat zat pengotor yang ikut terbawa dalam larutan. tidak dilakukan rekristalisasi sehingga iodoform yang dihasilkan belum murni dan masih mengandung zat pengotor. Endapan kemudian disaring dan didapatlah iodoform yang diinginkan. endapan yang dihasilkan berwarna kuning tetapi ada sedikit berwarna putih. Ukuran Kristal yang terbentuk selama pengendapan tergantung pada kejenuhan larutan. Bila endapan tetap berwarna kuning. Pendinginan ini bertujuan untuk membentuk endapan. Endapan yang dihasilkan berwarna kuning. Hasil praktikum. Factor kesalahan yang menyebabkan perbedaan antara hasil praktikum dengan teori antara lain: kurangnya ketelitian saat penimbangan karena neraca yang digunakan adalah neraca teknis. Prinsip dari reaksi pembentukan iodoform adalah berdasarkan pembentukan atom radikal bebas dari halogen.7 . keterbatasan waktu praktikum. Kemudian dibilas menggunakan aseton. setelah dilakukan pengujian dengan amilum.Kristal di oven untuk menguapkan pelarut yang masih tertinggal dalam Krista hingga Kristal benat benar kering. filtrate berubah warna menjadi kebiruan.6445gram. Pada percobaan pembuatan iodoform ini dilakukan pembuatan iodoform yang diperoleh dari mereaksikan etanol dengan iodium serta menggunakan Na 2CO3 sebagai katalisator yang berfungsi untuk mempercepat terjadinya reaksi. 4. sementara menurut teori titik didih iodoform adalah sekitar 119-122. sehingga didapat rendemen sebesar 312 %. Reaksi ini merupakan reaksi . Kristal ditimbang dan didapatkan beratnya 11.37gram sedangkan berdasarkan perhitungan (teori) berat seharusnya adalah 3. berarti endapan tersebut masih mengandung pengotor CO 3 dan perlu dilakukan rekristalisasi. Hasil praktikum. Jika larutan terlalu lewat jenuh. ukuran endapan akan semakin besar. berarti iodoform yang dihasilkan sudah cukup murni. jika setelah dibilas endapan berubah menjadi putih. berarti filtrat mengandung iodium. Filtrat hasil penyaringan di uji menggunakan indicator amilum untuk mendeteksi iodium terlarut. Setelah didapat Kristal iodoform. Menurut teori.

Warna larutan akan berubah menjadi coklat kekuningan. Setelah didapat iodoform lalu iodoform dibilas dengan etanol dengan tujuan memastikan apakah padatan yang didapat adalah iodoform atau bukan. Kristal ditimbang dan didapatkan beratnya 11. Pemanasan dilakukan menggunkan hot plate/ penangas dengan tujuan supaya api tidak langsung mengenai larutan dan dapat di aduk. kontak antara zat pelarut dengan zat terlarut menjadi lebih efektif hal ini menyebabkan zat terlarut akan semakin cepat larut pada suhu tinggi. Selanjutnya. Pendinginan ini bertujuan untuk membentuk endapan. Jika larutan terlalu lewat jenuh. sehingga . Kemudian filtrate juga di uji oleh amilum dengan cara meneteskan filtrate kedalam larutan kanji atau amilum. maka larutan dimasukkan sedikit demi sedikit untuk memperbesar luas permukaan antara zat terlarut dengan zat pelarut sehingga dapat membantu mempercepat kelarutan dibantu dengan pemanasan dan pengadukkan. Iodium 9.37gram sedangkan berdasarkan perhitungan (teori) berat seharusnya adalah 3. Hasil kami menunjukkan adanya sedikit iod yang masih larut dalam filtrate ditandai dengan perubahan warna yang sedikit. Endapan kemudian disaring dan didapatlah iodoform yang diinginkan.6445gram. Reaksi iodoform jugamerupakan reaksi spesifik terhadap senyawa yang mengandung gugus metal keton atau alcohol. ukuran endapan akan semakin besar. Apabila saat dibilas dengan etanol padatan berubah menjadi berwarna putih maka padatan itu mengandung CO3. Larutan di dinginkan dibantu dengan merendamnya di air es supaya cepat dingin hingga endapan terbentuk. Untuk mempercepat kelarutan dapat dilakukan pemanasan karena pada proses pemanasan. Larutan dipanaskan 5menit dengan suhu 60-70oC agar larutan larut sempurna dan dapat mengoptimalkan proses pengendapan. Pertama-tama buat larutan Na2CO3.5gram dimasukkan secara perlahan lahan. partikel pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada suhu rendah. Reaksi yang terjadi pada proses pembuatan iodoform antara lain : 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI Ukuran Kristal yang terbentuk selama pengendapan tergantung pada kejenuhan larutan. Larutan Na2CO3 ditambahkan etanol dan dipanaskan diatas penangas air (waterbath) dengan suhu sekitar 60oC. apabila amilum tersebut menjadi warna ungu berarti didalam filtrate masih mengandung iod. Hasil kami menunjukkan padatan sebagian ada yang berwarna putih dan tetap kuning. Karena iodium termasuk zat yang sulit larut. Akibatnya. Pada percobaan ini dilakukan di gelas kimia supaya tahan ketika proses pemanasan.reduksi oksidasi yaitu melibatkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi. Selanjutnya kristal di oven untuk menguapkan pelarut yang masih tertinggal dalam Kristal hingga Kristal benat benar kering.

keterbatasan waktu praktikum. Iodoform terbentuk dengan mereaksikan Na2CO3. Rendemen yang didapat sebesar 312 % 4. Iodoform yang terbentuk berbentuk padat dan berwarna kuning. Iodoform kali ini terbentuk dari etanol. Untuk menguji kemurnian dari iodoform. adanya alat yang kurang bersih sehingga terdapat zat pengotor yang ikut terbawa dalam larutan. Penyebab terjadinya kesalahan adalah iodoform yang belum murni sehingga mengandung zat pengotor dan perlu di rekristalisasi. dilakukan uji titik leleh dan didapat titik lelehnya sebesa 126.7 oC . Factor kesalahan yang menyebabkan perbedaan antara hasil praktikum dengan teori antara lain: kurangnya ketelitian saat penimbangan karena neraca yang digunakan adalah neraca teknis. etanol dan iodium. Reaksi pembentukan iodoform merupakan reaksi redoks karena melibatkan kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi 8. Titik leleh yang didapat sebesar 126. KESIMPULAN Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Na2CO3. Iodoform yang didapat sebesar 11. dan masih terdapat CO3 yang sangat banyak didalam endapan sehingga didapatkan yield yang tidak wajar. I. iodium.didapat rendemen sebesar 312 %.7 oC 5. 6. sementara menurut teori titik didih iodoform adalah sekitar 119-122 oC. Hal tersebut menunjukan bahwa iodoform yang dihasilkan belum murni dan perlu di rekristalisasi. tidak dilakukan rekristalisasi sehingga iodoform yang dihasilkan belum murni. Reaksi yang terjadi: 2C2H5OH + 8I2 + Na2CO3 + H2O  2CHI3 + 2HCOONa + CO2 + 10HI 3. . 7.37 gram 2.

org/wiki/Iodoform (diakses tanggal 16 April 2014) http://id. P4D. “Textbook of Practical Organic Chemistry”. “Penuntun Percobaan Kimia Organik”.org/wiki/Aseton (diakses tanggal 11 April 2014) http://en.org/wiki/Sodium_hydroxide (diakses tanggal 11 April 2014) http://avogadro. 1978.edu/msds/na2co3.chem.wikipedia. et all. Fifth Edition. 1996.wikipedia. Suja.htm (diakses tanggal 11 April 2014) \ .iastate. Longman Scientific & Technical. New York. Wasilah Abu. 1989. Vol 5.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Brian. Staf Pengajar Politeknik. Karya Nusantara: Bandung. “Petunjuk Praktikum Kimia Organik”. http://en.