Anda di halaman 1dari 19

Biobriket dari

Kulit
Kulit Siwalan
dan Blotong
Laili Ellya F. 2313030010
Irfan Hanif
2313030024
Safira Noviah I. 2313030034
Fanina Aulia R
2313030052

Latar Belakang Dikarenakan Jasad renik yang tereksploitasi secara besarbesaran Di proses oleh industri refineri tanpa memperhatikan pembentukan energi fosil kembali Bahan bakar Fosil yang kita gunaka n Penggunaan yang berlebihan menyebabkan kurangnya bahan bakar di masa depan .

Latar Belakang Untuk itu Batu bara yang merupakan bahan briket dari fosil Diganti dengan bahan baku kulit siwalan + blotong Menjadi biobriket .

2.Membandingkan antara biobriket campuran Kulit Siwalan dan Blotong .Tujuan Percobaan 1.Mengetahui pengaruh perbedaan komposisi briket antara Kulit Siwalan. Blotong.Mengetahui cara pembuatan biobriket dari campuran Kulit Siwalan dan Blotong dengan komposisi pencampuran yang berbeda. dan perekat (tapioca) terhadap hasil briobriket dengan kualitas briket 3.

Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka .

.Biobriket adalah bahan bakar yang berwujud padat dan dibuat dari sisa-sisa bahan organik yang telah mengalami proses pemampatan dengan daya tekan tertentu.

. • Kenaikan temperatur udara pembakaran menyebabkan semakin pendeknya waktu pembakaran.Faktor . Karakteristik tersebut antara lain kandungan volatile matter dan kandungan moisture.Faktor yang Mempengaruhi Pembakaran Bahan Bakar Padat Ukuran Partikel Kecepatan Aliran Udara Jenis Bahan Bakar Temperatu r Udara Pembakara n • Partikel yang lebih kecil ukurannya akan lebih cepat terbakar • Laju pembakaran biobriket akan naik dengan adanya kenaikan kecepatan aliran udara dan kenaikan temperatur • Jenis bahan bakar akan menentukan karakteristik bahan bakar.

9-1.Standart Biobriket Parameter Briket komersial Indonesia Standar briket Jepang Kadar air (%) Kadar abu (%) Karbon terikat 7.35 6-8 3-6 60-80 0.4407 0.57 5.51 78.00 6814.11 6000-7000 0.46 60-65 (%) Kerapatan (g/cm3) Nilai kalor (kal/gr) Keteguhan tekan (kg/cm2) .

20. 30 kg/m2 Kulit Siwalan tanpa campuran Blotong .METODOLOGI PERCOBAAN Varia bel terik at Kulit Siwalan : Blotong 1:1 1:2 Perekat kanji 49% 120 mesh Varia bel beba s Varia bel kontr ol Tekanan pengepres an: Manual. 10.

Tahap Persia pan bahan PENGERINGAN SCREENING (120 mesh) PENGARANGAN PENUMBUKAN .

Tahap Pencet akan .

TAHAP ANALISA Tahap Analisa Densitas Tahap Analisa Kadar Air Tahap Analisa Nilai Kalor Tahap Analisa Laju Pengurang an Massa Tahap Analisa Kadar Abu .

8 7 6 5 Kadar Air (%) 4 3 2 1 1:1 1:2 SNI 0 1 2 3 4 .

12 10 8 Kadar Abu (%) 6 4 2 0 1:1 1:2 SNI 1 2 3 4 .

0 0 0 Laju Pengurangan Massa (%) 0 0 0 1:1 1:2 SNI 1234 .

300 250 200 Nilai Kalor (kJ/kg) 150 100 50 0 1:1 1:2 SNI 1 2 3 4 .

dan kondisi tertinggi biobriket dengan variabel tekanan manual mempunyai kadar air sebesar 7.KESIMPULAN 1. 2.57%.278689%. Pada biobriket Kulit siwalan + Blotong (1 : 2) kondisi optimum dengan variabel tekanan 30 kg/cm2 mempunyai kadar . semua variabel tekanan sesuai dengan standar kadar air biobriket Indonesia dengan nilai 7. Pada biobriket Kulit siwalan + Blotong (1 : 1) kondisi optimum dengan variabel tekanan 20 kg/cm2 mempunyai kadar air sebesar 3.57%.

4. 5.000411 gr/s. Pada Biobriket Kulit siwalan + Blotong kondisi optimum dengan variabel tekanan 10 kg/cm2 mempunyai laju pengurangan massa sebesar 0. Pada Biobriket Kulit siwalan + Blotong kondisi optimum dengan variabel tekanan 30 kg/cm2 mempunyai nilai kalor sebesar 257.729 kJ/kg.24 gr/cm3. 6. bila . Densitas biobriket arang Kulit siwalan + Blotong diperoleh hasil optimum pada tekanan manual yaitu 0.

BRIKET KELOMPOK 14 .