Anda di halaman 1dari 28

JENIS BAHAYA DAN CARA PENANGANAN KECELAKAAN YANG TERJADI

LABORATORIUM BIOLOGI
Windi Septa Riandi
(15725251041)
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Biasanya
kecelakaan menyebabkan, kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai
kepada yang paling berat. Kecelakaan di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu :
1. Kecelakaan medis, jika yang menjadi korban adalah pasien
2. Kecelakaan kerja, jika yang menjadi korban adalah petugas laboratorium itu sendiri.
Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (FIRST AID) adalah usaha pertolongan atau
perawatan darurat pendahuluan di tempat kerja yg diberikan kepada seseorang yg mengalami
sakit atau kecelakaan yg mendadak. Tujuan dari pertolongan pertama ini adalah menyelamatkan
jiwa korban, menciptakan lingkungan yang aman, mencegah terluka atauu sakit menjadi lebih
buruk, mencegah kecacatan, mempercepat kesembuhan atau perwatan penderita setelah dirujuk
ke rumah sakit, melindungi korban yang tidak sadar, menenangkan penderita atau korban yang
terluka, mencarikan pertolongan lebih lanjut. Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja di
laboratorium biasanya sangat diperlukan pada saat terjadinya kecelakaan kerja ( keracunan, luka,
percikan zat, tumpahnya zat, dan kebakaran). Selain itu upaya-upaya preventif sangat diperlukan
untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja agar korban yang ditimbulkan tidak meluas.
Jenis-jenis bahaya yang sering menimbulkan kecelakaan dalam laboratorium biologi adalah :
1. Keracunan

Keracunan sebagai akibat penyerapan bahan-bahan kimia beracun atau toksik,
seperti ammonia, karbon monoksida, benzene, kloroform, dan sebagainya. Keracunan
dapat berakibat fatal ataupun gangguan kesehatan. Yang terakhir adalah yang lebih
sering terjadi baik yang dapat diketahui dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Pengaruh jangka panjang seperti pada penyakit hati, kanker, dan asbestois,
adalah akibat akumulasi penyerapan bahan kimia toksik dalam jumlah kecil tetapi
terus-menerus.
Pertolongan pertama pada kecelakaan keracunan bahan kimia sebaiknya
dilakukan jika dokter belum juga tiba di lokasi keracunan tersebut. Adapun cara
mengatasi keracunan bahan kimia sebagai awal adalah pencegahan kontak bahan
kimia dengan tubuh secepat mungkin. Langkah-langkah untuk melakukannya adalah
sebagai berikut:

Cucilah bahan kimia yang masih kontak dengan tubuh (kulit, mata dan
organ tubuh lainnya)

Usahakan penderita keracunan tidak kedinginan.

Jangan memberikan minuman beralkohol kepada penderita karena akan
mempercepat penyerapan racun di dalam tubuh

Jika sukar bernafas, bantu dengan pernafasan dari mulut ke mulut

Segera bawa ke rumah sakit

Cara mengatasi keracunan bahan kimia juga dapat dilakukan dengan beberapa
langkah lain jika bahan kimia racun tersebut masuk melalui mulut, kulit atau
keracunan akibat adanya gas yang beracum beredar di sekeliling kita.

Berilah minum berupa air atau susu 2 hingga 4 gelas.

Jika korban keracunan sedang dalam keadaan pingsan, jangan
memasukkan sesuatu (berupa makanan/minuman) melalui mulutnya

Masukkan jari telunjuk ke dalam mulut korban sambil menggerakgerakkan jari di bagian pangkal lidah dengan tujuan agar si korban muntah

Jangan melakukan poin di atas jika korban keracunan minyak tanah,
bensin, alkali atau asam

Hal yang sama dapat diakibatkan oleh peledakan bahan-bahan reaktif . mentega atau pasta natrium bikarbonat. Berilah 1 sendok antidote dan segelas air hangat kepada korban Antidote itu dalam keadaan serbuk dan terbuat dari 2 bagian arang aktif. sebaiknya harus mengetahu lebih dahulu cara mengatasi keracunan bahan kimia tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. aseton. hidrogen sulfida. sebelum bekerja dengan bahan kimia. Dan untuk pencegahan keracunan bahan kimia berupa gas sebaiknya sejak awal menggunakan masker. Jadi. Luka Bakar Kebakaran dan luka bakar sebagai akibat kurang hati-hati dalam menangani pelarut-pelarut organik yang mudah terbakar seperti eter. 2. kecuali untuk keracunan yang lebih tinggi/tertentu lainnya Cara mengatasi keracunan bahan kimia jika bahan racun berupa gas : Untuk keracunan bahan kimia berupa gas maka sebaiknya memberikan udara segar sebaik-baiknya. 1 bagian magnesium oksida dan 1 bagian asam tannat.  Cara mengatasi keracunan bahan kimia jika bahan racun melalui kulit :  Cucilah bagian tubuh yang terkena dengan air bersih sedikitnya selama 15 menit.  Lepaskan pakaian yang terkena bahan kimia  Jangan mengoleskan minyak. Sebab gas berupa klorin. hidrogen sianida adalah bahan kimia gas yang sangat beracun. alkohol. dan sebagainya. fosgen.

kirim ke rumah sakit  Bila korban sadar berikan minum larutan garam (1/4 sendok teh tiap gelas 200cc). Terkena phospor  Kulit yang terkena segera dicuci dengan air sebanyak-banyaknya .seperti peroksida dan perklorat. Pertolongan Pertama pada Luka Bakar adalah : Bila mungkin segera bawa korban ke rumah sakit. odol atau antiseptic  Jangan memecah lepuh  Jangan menolong sendiri. Terkena bromin  Segera dicuci dengan larutan amonia encer  Luka tersebut ditutup dengan pasta Na2CO3. Terkena logam natrium atau kalium  Logam yang nempel segera diambil  Kulit dicuci dengan air mengalir kira-kira selama 15-20 menit  Netralkan dengan larutan 1% asam asetat  Dikeringkan dan olesi dengan salep levertran atau luka ditutup dengan kapas steril atau kapas yang telah dibasahi asam pikrat. pelumas. Luka bakar akibat zat kimia : Terkena larutan asam  kulit segera dihapuskan dengan kapas atau lap halus  dicuci dengan air mengalir sebanyak-banyaknya  Selanjutnya cuci dengan 1% Na2CO3  kemudian cuci lagi dengan air  Keringkan dan olesi dengan salep levertran. apabila tidak mungkin dilakukan rendam bagian tubuh yg terbakar dalam wadah berisi air dingin Apabila luka bakar luas atau derajat berat dilakukan  Jangan tarik/menarik pakaian yang melekat di luka  Jangan memberi minyak gosok. berikan satu gelas tiap jam.

 Kemudian cuci dengan larutan 3% CuSO4. Luka Kulit Luka kulit sebagai akibat bekerja dengan gelas atau kaca ataupun karena tertusuk benda tajam luka sering terjadi padatangan atau mata karena pecahan kaca. Luka bakar akibat benda panas  Diolesi dengan salep minyak ikan atau levertran  Mencelupkan ke dalam air es secepat mungkin atau dikompres sampai rasa nyeri agak berkurang. 3. Kebakaran rekasi kimia antara bahan dengan oksigen yang menghasilkan energi berupa panas .  Pertolongan Pertama pada Luka Karena Tertusuk Benda Tajam  Cabut benda tersebut dengan hati-hati  Dekontaminasi luka  Desinfeksi luka  Beri obat pada luka  Beri pembalut pada luka agar tidak terkontaminasi  Laporkan pada petugas  Jika luka terlalu parah cari pertolongan medis 4.

 Jenis C bahan yang terbakar meliputi gas. bensin. alkohol. Berikut ini jenis-jenis kebakaran berdasarkan cara penanganannya :  Jenis A merupakan jenis kebakaran yang melibatkan bahan-bahan “biasa” yang mudah terbakar seperti kayu. Lihat apakah . Untuk mengatasinya digunakan alat pemadam kebakaran air. meliputi cairan. propana.Untuk mengatasinya menutup zat yang dapat menimbulkan gas yang mudah terbakar tersebut.  Jenis D kebakaran berasal dari logam (metal) yang mudah terbakar seperti natrium. dan jangan sekali-sekali menggunakan air. 5. serbuk kering. acetilen. Jangan menggunakan air jika resiko bahaya listrik. misalnya metana. dan dapat menggunakan pemadam kebakaran jenis BCF. kalium. Berikut ini yang harus anda lakukan untuk menangani korban yang tersengat listrik adalah :  Lihat keadaan sekitar dan kondisi korban Perhatikan terlebih dahulu kondisi si korban dan sekitarnya. dan magnesium. Panas akan merambat ke sekelilingnya yang selanjutnya akan mempercepat pula kebakaran. otot. serta dapat mengacaukan kerja jantung. denyut jantung tak teratur atau bisa jadi malah berhenti sama sekali. Arus listrik yang melewati tubuh akan merusakkan jaringan tubuh seperti saraf. dan butana. Sengatan listrik Terkena sengatan listrik atau kesetrum sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian seketika. mengalami henti napas. karbon dioksida. Untuk cara mengatasinya dengan menggunakan pasir atau selimut api. karet dan plastik (mengandung karbon).dan cahaya (api). seperti minyak tanah.  Jenis B merupakan jenis kebakaran yang melibatkan bahan yang mudah terbakar. Jangan menggunakan busa bila ada kemungkinan resiko bahaya listrik. Untuk mengatasinya gunakan pemadam kebakaran jenis busa. Pada korban tersengat (kesetrum) listrik korban sering kali jatuh pingsan. kertas. selimut api atau pasir. serbuk kering atau selimut api. cairan yang mudah menguap. dan mengalami luka bakar yang luas.

Jika jantung atau napas korban terhenti. singkirkan sumber listrik dari tubuh korban menggunakan benda yang tidak mengantarkan listrik. bisa jadi kita akan ikut kesetrum. Jika tidak bisa. Bandung: UNPAD Wulandari. Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (FIRST AID) adalah usaha pertolongan atau perawatan darurat pendahuluan di tempat kerja yg diberikan kepada seseorang yg mengalami sakit atau kecelakaan yg mendadak. Bisa juga dengan menghubungi nomor darurat agar si korban dijemput. 2015. Diakses dari . lalu segera bawa korban ke pusat layanan medis terdekat.korban masih terhubung dengan aliran listrik atau tidak. baringkan korban dalam posisi telentang. David. Keselamatan kerja di Laboratorium. 19 april 2016 Pratama. Untuk mengatasi kecelakaan kerja para pekerja harus mengetahui pertolongan yang harus dilakukan disaat terjadi kecelakaan kerja. dengan catatan Anda menguasai teknik ini. ___. plastik.  Matikan sumber lisrik Cari sumber listriknya dan matikan.  Lakukan perawatan Sambil menuju atau menunggu bantuan medis datang. atau karet.co. Posisi kaki diatur agar lebih tinggi dari kepala untuk mencegah terjadinya shock. Diakses dari http://nasional. Kesimpulan Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Insiden di Lab Farmasi UI Akibat Kelalaian Mahasiswa. pindahkan korban ke tempat lain. Indah. 2012. Jangan terburu-buru langsung menyentuh atau memegang si korban. Periksa pula pernapasan dan denyut jantungnya.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/03/16/nlbc1winsiden-di-lab-farmasi-ui-akibat-kelalaian-mahasiswa. Anda bisa melakukan tindakan cardio pulmonal resuscitation (CPR).republika. walhasil kita jadi ikut menjadi korban. Jika korban masih terhubung dengan listrik. Daftar Pustaka Muchtaridi.  Pindahkan korban Jika lokasi kejadian tidak aman. semisal kayu. Insiden Ledakan di Laboratorium Kimia Organik IPB. Setiap kecelakaan kerja memiliki cara penangan yang berbeda-beda tergantung pada keadaan kecelakaan dan kondisi korban.

Pada umumnya bentuk. karena sebuah laboratium dibangun untuk tujuan tertentu. Pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. karena fungsi laboratorium di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk percobaan yang bersifat individual. Artinya sebelum laboratoium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap atau alam terbuka misalnya kebun botani. Disamping bentuk. ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian.com/kampus/insiden-ledakan-di-laboratorium-kimia-organik-ipb/ tanggal 19 April 2016 PERENCANAAN SUMBER DAYA LABORATORIUM (Indah Dwi Ardina) (15725251037) Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang . Umumnya laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses belajar mengajar. Pada pembelajaran sain termasuk biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. laboratorium untuk penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium untuk ekologi. Jumlah siswa yang melebihi kapasiitas ruangan laboratorium dalam satu kali percobaan akan mengganggu kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas lainnya. Demikian pula.http://korpusipb. A. Misalnya laboratorium yang akan digunakan untuk pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah tentunya akan memiliki bentuk yang berbeda dengan laboratorium untuk penelitian. ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya. Desain Laboratorium Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besarkah ukurannya? Pertanyaanpertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab. Atas dasar inilah pembahasan kita tentang pengelolaan laboratorium akan dibatasi pada laboratorium yang berupa ruang tertutup.

Di SLTP mungkin hanya ada laboratorium IPA saja. Contoh tata letak laboratorium jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut ini . Kelebihan jenis laboratorium ini berrsifat multi guna. laboratorium Genetika dan lain-lain. laboratorium Ekologi. mungkin terdapat banyak laboratorium. misalnya 3 – 4 m2 untuk setiap mahasiswa. laboratorium kimia dan laboratorium biologi. laboratorium Mikrobiologi. Di sekolah menengah. kita kenal laboratorium Fisiologi. Di Jurusan Biologi. dengan rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2. Kadang-kadang atas pertimbangan efisiensi. Bahkan ada laboratorium yang lebih spesifik lagi seperti laboratorium Kultur jaringan tumbuhan. Di Perguruan Tinggi. Jenis Laboratorium Seperti telah disinggung di muka bahwa laboratirum dapat bermacam-macam jenisnya. untuk satu jurusan saja. Karena itu di sekolah-sekolah untuk pembelajaran IPA biasanya hanya dikenal laboratorium fisika.siswa. suatu ruangan laboratorium difungsikan sekaligus sebagai ruangan kelas untuk proses belajar mengajar IPA . 1.5 m2 dari keseluruhan luas laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi. Laboratorium jenis ini dikenal sebagai Science classroom-laboratory. umumnya jenis laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan laboratorium tersebut.

Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa maupun untuk guru.Gambar 2. ruangan khusus untuk penyimpanan bahan-bahan kimia dan ruang adminitrasi / staf . Ruang penyimpanan atau gudang terutama digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang). mobil kebakaran harus dapat menjangkau bangunan laboratorium. Penyimpanan alat-alat di dalam gudang tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan praktikum. laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. : Tata letak Science Classroom-laboratory 41 2. ruangan spesimen. Peranan Laboratorium dalam Pembelajar Telah dibicarakan di muka bahwa laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Selain persyaratan lokasi. Selain ruangan-ruangan tersebut. Bangunan laboratorium jangan terlalu dekat dengan bangunan lainnya. Demikian pula penyimpanan alat-alat gelas tidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari logam B. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan kelas. Tata Letak Laboratorium Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama . Ruangan laboratorium untuk pembelajaran sain umumnya terdiri dari ruang utama dan ruang-ruang pelengkap. perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Di dalam pembelajaran sains. Hal ini didasarkan atas pertimbangan keamanan berbagai peralatan laboratorium dan kenyamanan para pengguna laboratorium.2. mungkin juga sebuah laboratorium memiliki ruang gelap (dark room). Ruang pelengkap umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau pemukiman. Faktor-faktor tersebut antara lain lokasi bangunan laboratorium dan ukuran-ukuran ruang. Bangunan laboratorium tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi sumber air. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila terjadi kebakaran.

Harus diperhatikan pembuangan air sisa cucian yang mengandung bahan-bahan yang dapat merusakkan pipa-pipa tersebut. aliran listrik. lemari asam. Ventilasi Laboratorium IPA membutuhkan ventilasi yang baik. ventilasi. Selain jumlah pasokan. Fungsi lain dari laboratorium adalah sebagai tempat display atau pameran. Fasilitas Laboratorium Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya. Dalam hal ini laboratorium ternyata juga dapat berperan sebagai musium kecil. dan ruang timbang. Air Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium IPA. Contohnya kita dapat menyaksikan adanya sejumlah spesimen hewan atau tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. papan tulis. gas. Penerangan Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Aliran air yang masuk ke dalam laboratorium harus lancar. Pasokan air ke dalam laboratorium tersebut harus cukup. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium contohnya penerangan. Kadang-kadang di dalam laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah. air. terutama untuk laboratorium biologi.dalam pembelajaran sain adalah laboratorium. kualitasnya juga harus baik. contohnya meja siswa/mahasiswa. kursi. lemari bahan. baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair. Air yang masuk dan ke luar laboratorium biasanya lewat pipa-pipa. meja guru/dosen. Selain itu masih banyak lagi peranan laboratorium. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum (utilities) dan fasilitas khusus. sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. C. Adanya kipas penyedot ini dapat membantu pergantian udara menjadi lebih baik. Pembuangan sisa asam atau basa kuat atau bahan korosif . lemari alat. sehingga dibutuhkan alat perotasi udara seperti kipas penyedot (ceiling fans). kualitas air yang kurang baik dapat mempercepat kerusakan alat-alat terutama alatalat yang terbuat dari logam. lebih-lebih untuk laboratorium biologi yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap. pemadam kebakaran dll. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik. sumber-sumber IPA. Demikian juga aliran air yang ke luar laboratorium. perlengkapan P3K. sebagai perpustakaan IPA. Kadang-kadang ventilasi tidak dapat dicukup dari jendela. bak cuci (sinks).

terutama alat-alat laboratorium yang membutuhkan daya besar. Apabila rusak harus segera diganti. agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke meja siswa paling belakang. Untuk menghindari adanya kerusakan bak cuci. Listrik Pada laboratoium biologi. Socket dan plug harus diperiksa apakah masih berfungsi dengan baik atau rusak (aus). Selain itu harus dilengkapi dengan pengaman yang mudah dijangkau. Namun demikian dapat juga meja samping tersebut dibuat dari bahan kayu keras. Umunya meja siswa / mahasiswa ukuran tingginya 70-75 cm. furnace. sedangkan lebarnya antara 50 cm sampai 60 cm dengan ukuran tinggi 70cm -75 cm. Bagian bawah meja samping dapat sekaligus digunakan sebagai lemari. Meja samping yang biasa dipakai untuk menyimpan alat-alat yang menetap umumnya terbuat dari cor beton. Bak cuci yang terbuat dari porcelain mudah ternoda apabila kena bahan-bahan kimia. Instalasi listrik secara periodic perlu diperiksa kondisinya. Kabel-kabel listrik secara periodic disikat untuk menghilangkan bahan-bahan korosif yang biasanya menempel pada permukaan kabel.lainnya harus melalui pengenceran dahulu sebelum dibuang lewat pipa. Hal ini untuk menghindari kerusakan pipa-pipa saluran air. Tegangan listrik harus selalu dicek apakah stabil atau tidak. seperti oven. Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur. jangan didekatkan dengan aliran air dan gas. sehingga siswa / mahasiswa dapat menyesuaikan dengan jenis kegitan praktikum / percobaan. Besarnya daya yang terpasang harus mencukupi kebutuhan alat-alat laboratorium. Demikian . hindarkan pembuangan bahan-bahan kimia seperti asam-basa kuat dan bahan-bahan korosif lainnya. Terminal out let harus mudah dijangkau. Mebelair Perlengkapan yang berupa mebelar harus diperhatikan kualitas dan ukurannya. listrik merupakan fasilitas yang sangat penting. Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. autoclave dan lain-lain. Meja guru / dosen atau meja demonstrasi harus lebih tinggi dari meja siswa.Tegangan listrik yang tidak stabil dapat merusak alatalat. Bak cuci harus dilengkapi dengan saringan untuk mencegah masuknya sisa-sisa praktikum yang berupa bahan padat. Periksa juga secara periodic hubungan kabel ke socket apakah masih terikat dengan kuat. Ukuran meja samping panjangnya bervariasi sesuai kebutuhan. Bak cuci Bak cuci atau sinks dapat terbuat dari beton atau porcelain. Harus diperhatikan pula instalasi listrik.

Mempertanggungjawabkan semua kegiatan di laboratorium. Pada sekolah menengah. apakah laboratorium pusat atau laboratorium Jurusan. Agar kinerja pengelola laboratorium berjalan baik. pemeliharaan dan penyimpanan alat dan bahan. Meja timbangan ini sangat cocok dibuat dari cor beton atau dari bahan kayu keras yang tebal. yaitu laboran. Lemari alat dan bahan hendaknya memiliki tahapan (shelve) yang dapat diubah-ubah posisinya agar memudahkan dalam menata alat-alat yang bervariasi ukurannya. kimia atau biologi). dicantumkan pula para guru mata pelajaran fisika. Hal yang perlu diperhatikan untuk lemari mikroskop tersebut adalah diusahakan tidak lembab agar terhindar dari jamur. dengan dibantu oleh anggota laboratorium. kimia dan biologi sebagai penanggung jawab masing-masing alat/bahan. Pada struktur organisasi tersebut. D. Staf atau personal laboratorium mempunyai tanggunga jawab terhadap efektifitas dan efisiensi laboratorium termasuk fasilitas. Selain pengelola laboratorium biasanya terdapat pula seorang teknisi laboratorium. pengelola laboratorium bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah. Di Sekolah Menengah. SUMBER DAYA MANUSIA Tugas Kepala Laboratorium adalah : 1. Di Perguruan Tinggi yang bertindak sebagai panggung jawab laboratorium adalah kepala laboratorium yang dapat diangkat oleh Ketua Jurusan atau Pimpinan Perguruan Tinggi. laboratoratorium perlu dikelola secara baik. Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah mikroskop yang dimiliki. tergantung status laboratoriumnya. biasanya laboratorium dikelola oleh seorang penanggung jawab laboratorium yang diangkat dari salah seorang guru IPA (fisika. pengecekan secara periodic. Personal Agar kesinambungan daya guna laboratorium dapat dipertahankan. Salah satu bagian dari pengelola lab ini adalah staf atau personal laboratorium. agar kelancaran aktifitas laboratorium dapat terjamin. perlu disusun struktur organisasi laboratorium. Tugas teknisi laboratorium membantu penyiapan bahan-bahan / alat-alat praktikum.halnya meja untuk timbangan harus rata dan tidak mudah bergetar atau goyang. alat-alat dan bahan-bahan praktikum. Lemari mikroskop dibuat dengan tahapan (shelve) yang kokoh dan datar yang dapat dibuat dari bahan logam atau kayu keras. . Adakalanya dibutuhkan suatu lemari yang khusus digunakan untuk menyimpan mikroskop dan alat optik lainnya.

2. Tugas Laboran adalah : 1. 3. teknologi. dan surat-menyurat bila diperlukan. 2. Kerja sama dengan pihak luar sangat penting sebagai wahana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. 4. Mengerjakan tugas di bidang administrasi dan keuangan. agar peralatan tersebut tidak cepat rusak karena dioperasionalkan oleh yang bukan ahlinya. sirkulasi pemakaian alat. dan mengkoordinir semua aktifitas internal laboratorium. membina. Mengkoordinasi peserta praktikum atau penelitian. Bertanggungjawab dalam menyediakan peralatan untuk keperluan pengujian atau penelitian. E. khususnya peralatan yang sensitif. 4. Memimpin. Operator data base laboratorium. Mendokumentasi surat masuk dan keluar ke dan dari laboratorium. Membantu aktifitas mahasiswa dan dosen dalam melakukan suatu pengujian. 3. 3. Mempersiapkan dan menyusun jadwal praktikum. Bertanggungjawab atas operasional peralatan. Penngertian anggaran disini adalah suatu proses yang meliputi perencanaan sistematik untuk suatu kegiatan yang menghemat uang. dan mengembalikan peralatan tersebut setelah digunakan ke tempatnya semula. Perguruan Tinggi diluar Unibraw. Anggaran Kelancaran kegiatan laboratorium dan kesinambungan fungsionalisasi laboratorium sangat tergantung kepada anggaran yang memadai. dan mengadakan kerja sama dengan pihak eksternal yang meliputi jurusan atau fakultas lain di lingkungan Unibraw. dan informasi. Untuk . laporan praktikum. dan perusahaan jasa konstruksi di wilayah Malang dan sekitarnya. sehingga sistem administrasi dan keuangan yang ada di laboratorium berjalan dengan lancar dan terjamin. dan penelitian. 2. Menginventarisasi jumlah dan kondisi peralatan yang ada di laboratorium. Tugas Staff Administrasi Akademik 1.

sehingga cukup waktu untuk pertimbangan. listrik. Alat-alat yang mengalami kerusakan akut d. Dan lain-lain 7. Alat-alat gelas. Cek semua persediaan alat/bahan 2.laboratorium sains anggaran harus sudah disiapkan dua atau tiga bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Barang habis tahunan b. Langkah-langkah berikut ini sangat bermanfaat untuk dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran: 1. mintakan informasi mengenai: a. plastik dan logam c. bahan habis tertentu dibutuhkan untuk digunakan c. Mencari informasi proyeksi penerimaan siswa pada tahun ajaran yang akan datang 4. Daftar yang dibuat harus mencakup tipe alat. Specimen untuk biologi dan preparat mikro (microslide) d. Berdasarkan informasi di atas (1-5) dan hasil konsultasi dengan guru-guru IPA. Alat/bahan yang rusak atau hilang 3. jumlah dan estimasi harganya. Pengusulan kebutuhan alat atau bahan hendaknya dibuat dalam bentuk format pemesanan dengan mencantumkan nama alat/bahan. masing-masing guru senior menyiapkan daftar kebutuhan untuk tahun yang akan datang. Dengan bantuan guru senior dan asisten laboratorium. spesifikasi yang jelas. ATK e. pembatalan dan finalisasi pesananpesanan dann pengadaan alat. Pengecekan fasilitas laboratorium mencakup suplai air. Alat-alat baru yang dibutuhkan pada tahun ajaran yang akan datang e. Secara umum daftar kebutuhan meliputi: a. gas dan lain-lain 5. Urutan persiapan anggaran untuk laboratorium sains yang dianjurkan sebenarnya tidak ada tata cara yang standar disebabkan variasinya administrasi. Periode mana dari tahun ajaran. Mendiskusikan hal-hal yang penting dan kritis untuk penyelesaian kebutuhan alat/bahan tersebut dengan melibatkan Kepala Sekolah dan guru senior. Contoh formatnya adalah sebagai berikut: . Mengecek harga-harga alat/bahan pada saat ini dan memprediksi harga-harga tersebut pada tahun mendatang 6. Bahan habis b. model dan jumlah yang dibutuhkan.

Konsep TQM dipelopori Edward Dening doktor statistik yang diilhami manajemen jepang yang selalu konsisten menjaga mutu pelayanan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) dalam konteks pendidikan adalah sebuah filosofi metodologi tentang perbaikan secara terus menerus. 1998: 10). TQM merupakan pendekatan sistem secara menyeluruh (bukan suatu bidang atau program terpisah). . TQM diterapkan dalam rangka memperbaiki proses dalam organisasi dan menjawab kebutuhan pelanggan saat ini dan masa yang akan datang. Manajemen Mutu terpadu (Total Quality Manajement) Gambar 1. TQM ialah sebuah filosofi dan seperangkat alat pemandu yang menunjukkan sebuah perbaikan secara terus-menerus dalam sebuah organisasi.IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU (TOTAL QUALITY MANAGEMENT) LABORATORIUM BIOLOGI SMA NEGERI 4 JAKARTA Indah Cahaya Pramesti (15725251026) 1. dan bagian terpadu strategi tingkat tinggi. yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan. Total Quality Management Total Quality Management (TQM) adalah suatu sistem manajemen yang berfokus kepada orang yang bertujuan untuk meningkatkan secara berkelanjutan kepuasan customers pada biaya sesungguhnya yang secara berkelanjutan terus menerus (Mulyadi.

staf. b. Produktivitas Eksternal. produktivitas meningkat. Sehubungan dengan itu di lingkungan organisasi bidang pendidikan yang bersifat non profit. karena bersifat kualitatif yang hanya dapat diketahui setelah melewati tenggang waktu tertentu yang cukup lama. dan harapan pelanggan. Total Quality Management sebagai sebuah inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang diharapkan dapat memberikan perubahan yang lebih baik sesuai dengan perkembangan. contohnya pada lingkungan laboratorium. Sedangkan manfaat TQM bagi institusi pendidikan yaitu terdapat perubahan kualitas produk dan pelayanan. Demikian pula jumlah lulusan yang dapat diukur secara kuantitatif. Tujuan Total Quality Manajement adalah mengorientasikan sistem manajemen. atau jumlah ruangan laboratorium yang dibangun sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. pelayanan lebih efektif yang memenuhi kebutuhan. penetapan kualitas produk dan kualitas proses untuk mengimplementasikan Manajemen Mutu Terpadu (TQM) tidaklah mudah. Produktivitas Internal.keinginan. berupa hasil yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. dan permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat. berupa hasil yang dapat diukur secara kuantitatif. Strategi yang dikembangkan dalam penggunaan manajemen mutu terpadu pada laboratorium biologi adalah: institusi pendidikan (laboratorium biologi) memposisikan dirinya sebagai institusi jasa atau dengan kata lain menjadi industri jasa.. yakni institusi yang memberikan pelayanan (service) sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan (customer). 2010:115). staf lebih termotivasi. saat ini maupun masa yang akan datang (Sallis. Jasa atau pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan tentu saja merupakan sesuatu yang bermutu . Pada lingkungan organisasi non profit dunia pendidikan. sedangkan kualitasnya sulit untuk ditetapkan kualifikasinya. perilaku. seperti jumlah atau prosentase lulusan sekolah. menurut Hadari Nawari (2005:47) ukuran produktivitas organisasi bidang pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut : a. dan proses-proses pengadaan. 2010: 73). Kesulitan ini disebaban karena ukuran produktivitasnya tidak sekedar bersifat kuantitatif misalnya pada laboratorium. namun juga berkenaan dengan aspek kualitas yang menyangkut manfaat dan kemampuan memanfaatkannya. dan dinamika masyarakat dalam menjawab permasalahan-permasalahan pengelolaan pendidikan pada tingkat sekolah (Umiarso. pelayanan sehingga penyedia layanan bisa berproduksi lebih baik. tuntutan. keinginan dan keperluan pelanggan. biaya menurun.

beberapa di antara sumber – sumber kualitas tersebut adalah sebagai berikut : 1. Bagi organisasi pendidikan pada laboratorium biologi. 2. Kontrol berlangsung efektif terutama dari atasan langsung melalui pengawasan melekat. Di lingkungan organisasi yang kondisinya sehat. sehingga kualitas produk dan pelayanan umum terus meningkat. Menurut Hadari Nawawi (2005 : 138 – 141). Pemborosan dana dan waktu dalam bekerja dapat dicegah. terkendali dan tidak berkurang/hilang tanpa diketahui sebab – sebabnya. Disiplin waktu dan disiplin kerja semakin meningkat 4. Kekeliruan dalam bekerja yang berdampak menimbulkan ketidakpuasan dan komplain masyarakat yang dilayani semakin berkurang. Maka pada saat itulah dibutuhkan suatu sistem manajemen yang mampu memberdayakan institusi pendidikan agar lebih bermutu. terdapat berbagai sumber kualitas yang dapat mendukung pengimplementasian TQM secara maksimal. Manajemen Mutu Terpadu di lingkungan laboratorium biologi sekolah tidak mungkin diwujudkan jika tidak didukung dengan tersedianya sumber – sumber untuk mewujudkan kualitas proses dan hasil yang akan dicapai. Tanpa komitmen ini tidak mungkin diciptakan dan dikembangkan pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen yang berorentasi pada kualitas produk dan pelayanan umum. menurut Hadari Nawawi (2005:4) adaptasi manajemen mutu terpadu dapat dikatakan sukses jika menunjukkan gajala-gejala sebagai berikut: 1. 5. 3. Komitmen Pucuk Pimpinan terhadap kualitas. mencegah penyimpangan dalam pemberian pelayanan umum dan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sebagai cara bekerja yang paling efektif.dan memberikan kepuasan kepada mereka. sehingga mampu menghemat pembiayaan. 6. Komitmen ini sangat penting karena berpengaruh langsung pada setiap pembuatan keputusan dan kebijakan. dan pelaksanaan kontrol. . efisien dan produktif. pemberdayaan SDM. Peningkatan ketrampilan dan keahlian bekerja terus dilaksanakan sehingga metode atau cara bekerja selalu mampu mengadaptasi perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 7. pemilihan dan pelaksanaan program dan proyek. Inventarisasi aset organisasi semakin sempurna. Tingkat konsistensi produk dalam memberikan pelayanan umum dan pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM terus meningkat.

personil. Untuk itu semua fungsi harus dilibatkan secara maksimal. kinerja laboratorium biologi di sekolah dalam mengembangkan dan mencapai target dan hasil-hasil yang dicapai siswa berkaitan . Kualitas pelaksanaan tugas pokok sangat ditentukan oleh potensi yang dimiliki oleh SDM. realiasi TQM tidak boleh digantungkan pada individu kepala sekolah sebagai sumber kualitas. valid dan secara sistimatis menyangkut berbagai aspek akademis. Dalam rangka mengimplementasikan konsep manajemen peningkatan mutu pada laboratorium biologi di sekolah. 3.2. maka melalui partisipasi aktif dan dinamis dari siswa. akurat. Filsafat Perbaikan Kualitas secara Berkesinambungan. Keterlibatan semua Fungsi. cukup/lengkap dan terjamin kekiniannya sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas pokok organiasi. Disamping itu SDM juga merupakan potensi yang berkewajiban melaksanakan tugas pokok organisasi laboratorium biologi sekolah untuk mewujudkan eksistensinya. 4. Sistem Informasi Manajemen. karena tergantung pada kondisi pucuk pimpinan (kepala sekolah). Sumber – sumber kualitas yang ada bersifat sangat mendasar. Sumberdaya Manusia Yang Potensial. sangat tergantung pada ketersediaan informasi dan data yang akurat. Sumber ini sangat penting karena usaha mengimplementasikan semua fungsi manajemen yang berkualitas. Sehubungan dengan itu. administratif (siswa. baik yang telah diwujudkan dalam prestasi kerja maupun yang masih bersifat potensial dan dapat dikembangkan. sama pentingnya satu dengan yang lainnnya. Penyusunan basis data dan profil laboratorium biologi di sekolah lebih presentatif. 2. Dengan kata lain sumber kualitas ini harus ditransformasikan pada filsafat kualitas yang berkesinambungan dalam merealisasikan TQM. SDM di lingkungan sekolah sebagai aset bersifat kuantitatif dalam arti dapat dihitung jumlahnya. guru dan staf lainnya termasuk institusi yang memiliki kepedulian terhadap laboratorium biologi di sekolah harus melakukan tahapan kegiatan sebagai berikut : 1. Semua fungsi dalam organisasi sebagai sumber kualitas. guru. Melakukan evaluasi diri (self assesment) utnuk menganalisa kekuatan dan kelemahan mengenai sumber daya. sehingga saling menunjang satu dengan yang lainnya. dan keuangan. yang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. yang selalu menghadapi kemungkinan dipindahkan. staf). 5. karena sikap dan perilaku individu terhadap kualitas dapat berbeda.

Laboratorium biologi di sekolah merencanakan dan menyusun program jangka panjang atau jangka pendek (tahunan termasuk anggarannnya). misi. misi dan tujuan adalah bagaimana siswa belajar. 3. Anggaran harus jelas terkait dengan program yang mendukung pencapaian target mutu. 6. maka kegiatan monitoring dan evaluasi harus memenuhi kebutuhan untuk . penyediaan sumber daya termasuk indikator pencapaian peningkatan mutu tersebut. Berdasarkan analisis tersebut laboratorium biologi di sekolah harus mengidentifikasikan kebutuhan laboratorium biologi di sekolah dan merumuskan visi.dengan aspek-aspek intelektual dan keterampilan. Hal ini memungkinkan terjadinya perubahan pada perencanaan sebelum sejumlah program dan pendanaan disetujui atau ditetapkan. 5. dan tujuan dalam rangka menyajikan pendidikan yang berkualitas bagi siswanya sesuai dengan konsep pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Program tersebut memuat sejumlah program aktivitas yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan dan harus memperhitungkan kunci pokok dari strategi perencanaan tahun itu dan tahun-tahun yang akan datang. dan sejauh mana pencapaiannya. Karena fokus TQM pada laboratorium adalah mutu siswa. Melakukan monitoring dan evaluasi untuk menyakinkan apakah kegiatan laboratorium yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan. Perencanaan program laboratorium biologi di sekolah ini harus mencakup indikator atau target mutu apa yang akan dicapai dalam tahun tersebut sebagai proses peningkatan mutu pendidikan. Apabila kondisi ruangan ataupun alat dan bahan laboratorium tidak memungkinkan. Sementara persetujuan dari proses pendanaan harus bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan keuangan melainkan harus merefleksikan kebijakan dan prioritas tersebut. 4. Oleh karena itu dalam rangka pelaksanaan konsep manajemen tersebut laboratorium harus membuat skala prioritas yang mengacu kepada program-program pembelajaran bagi siswa. Kondisi alamiah total sumber daya yang tersedia dan prioritas untuk melaksankan program pelaksanaan praktikum. mendorong pempinan laboratorium untuk menentukan skala prioritas dalam melaksanakan program tersebut. Hal penting yang perlu diperhatikan sehubungan dengan identifikasi kebutuhan dan perumusan visi. maupun aspek lainnya. Seringkali prioritas ini dikaitkan dengan pengadaan peralatan bukan kepada output pembelajaran. apakah tujuan telah tercapai.

. dalam organisasi yang dikelola secara tradisional sering dijumpai persaingan antar guru. 4. ataupun teknisi pada laboratorium sekolah. Pendekatan Ilmiah. 2. Dengan demikian. Fokus pada Kepuasan Pelanggan. Akan tetapi. Pelanggan eksternal menentukan lulusan. Komitmen jangka panjang sangat diperlukan guna mengadakan perubahan budaya agar penerapanTQM dapat berjalan dengan baik. Komitmen Jangka Panjang. pendekatan ini sangat diperlukan terutama untuk mendesain pekerjaan. yang akhirnya berdampak pada tidak meningkatnya daya saing eksternal. sedangkan pelanggan internal menentukan mutu. dan melaksanakan perbaikan. Goetsch & Davis dalam Husaini Usman (2010: 574). baik pelanggan internal maupun eksternal merupakan driven. 5. memantau prestasi. dan lingkungan yang berhubungan dengan lulusan. oleh karenanya selain hasil evaluasi juga diperlukan informasi lain yang akan dipergunakan untuk pembuatan keputusan selanjutnya dalam perencanaan dan pelaksanaan program di masa mendatang. Kerja Sama Tim (Teamwork). baik antarwarga sekolah maupun luar sekolah. laboran.mengetahui proses dan hasil belajar siswa. Kegiatan pada laboratorium harus terobsesi untuk memenuhi yang diinginkan pelanggan yang berarti bahwa setiap sumber daya laboratorium berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya. Obsesi terhadap Mutu. untuk itu dibutuhkan budaya baru pula. persaingan internal ini cenderung hanya menghabiskan energi saja. organisasi TQM menerapkan kerja sama tim. dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Sebaliknya. Secara keseluruhan tujuan dan kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk meneliti efektifitas dan efisiensi dari program sekolah/madrasah dan kebijakan yang terkait dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. menyebutkan 10 komponenkomponen TQM menjadi 10 unsur utama. Demikian aktifitas tersebut terus menerus dilakukan sehingga merupakan suatu proses peningkatan mutu yang berkelanjutan. TQM merupakan paradigma baru. dalam TQM. data lapangan sangat diperlukan dalam menyusun patok duga. proses. yang terangkum menjadi: 1. 3. Seringkali evaluasi tidak selalu bermanfaat dalam kasus-kasus tertentu. kemitraan dijalin dan dibina.

Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Guru. memanaj diri sendiri. laboran. meliputi pemberdayaan. dan biaya mutu. Dengan demikian. Pendidikan dan Pelatihan. setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. keterlibatan dan pemberdayaan guru. hal ini memiliki manfaat: (1) dapat menghasilkan keputusan yang baik dan perbaikan yang efektif karena mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak yang langsung berhubungan dengan situasi kerja. setiap produk memanfaatkan proses tertentu dalam suatu sistem sehingga sistem yang ada perlu diperbaiki secara terus menerus agar mutu dapat meningkat. serta kepemimpinan. Laboran dan Teknisi. Semua kegiatan yang dilakukan berfokus kepada peserta didik (learner). 2. kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan tersebut merupakan hasil pengendalian yang terencana. (2) meningkatkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab atas keputusan dengan melibatkan orang yang harus melaksanakan. kegiatan pada laboratorium harus memiliki kesatuan tujuan yang jelas agar TQM mampu diterapkan dengan baik. 4) assesmen diri sendiri meliputi assesmen sendiri. analisis organisasional. 9. meliputi efisiensi administratif. teknisi dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah sangat penting karena dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat serta dapat memperkaya wawasan dan pandangan dalam suatu keputusan. Kebebasan yang Terkendali. Esensi dari diklat bagi guru adalah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalismenya. alat mutu yang digunakan. 8. dengan hal tersebut guru dan staf tata usaha akan meningkat keterampilan teknisnya. TQM pada laboratorium biologi akan berjalan efektif ketika tim yang bekerja dalam organisasi tersebut mampu memahami apa yang menjadi kebutuhan siswa. Meskipun demikian. ISO 9001. 7. 10. misi dan rencana strategis. dan pengujian standar. pemaknaan data. kelompok. pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang mendasar. Perbaikan Sistem secara Terus-menerus.6. 2) sistem dan prosedur. Kesatuan Tujuan. Implementasi Total Quality Management (TQM) Pada Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta . Sedangkan menurut Sallis dalam Husaini Usman (2010: 577) menyatakan bahwa kerangka komponen-komponen mutu meliputi: 1) Kepemimpinan dan strategi meliputi komitmen. kebijakan mutu. monitoring dan evaluasi. laboratorium biologi yang menerapkan TQM. 3) kerja tim. survey kebutuhan pelanggan.

terdapat indikator-indikator yang dapat menunjukkan implementasi Manajemen Mutu Terpadu pada Laboratorium Biologi di SMA Negeri 4 Jakarta. TQM di laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta belum diterapkan secara optimal masih dapat unsur-unsur TQM yang belum diterapkan pada pengelolaan Laboratorium Biologi di SMA Negeri 4 Jakarta. b. Meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pelajaran berbasis TIK c. Bedasarkan hasil observasi yang dilakukan tahun 2013 lalu.Gambar 2 . Pada indikator Total Quality Manajemen untuk kepemimpinan dan strategi. kepemimpinan dan strategi mutu yang dilaksanakan oleh laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta meliputi kegiatan menentukan rencana strategis. Membangun sarana dalam bidang teknologi dan informatika guna meningkatkan pengembangan teknologi di lingkungan sekolah. Misi : a. yaitu: Visi : Menjadikan sekolah yang berkualitas dan berakhlak mulia untuk siap berkompetisi di era globalisasi. organisasi TQM. Membangun kepribadian peserta didik yang kuat dan berakhlak mulia dengan meningkatkan kegiatan keagamaan. Meningkatkan minat baca warga sekolah guna memperluas wawasan melalui budaya . dan model kepemimpinan disesuaikan sejalan dengan visi dan misi dari SMA Negeri 4 Jakarta. kebijakan mutu. d. SMA Negeri 4 Jakarta Implementasi TQM di laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta belum direpresentasikan dengan adanya Sistem Manajemen Mutu ISO sehingga belum mampu memberikan pesan aktual dan potensial kepada pelanggan bahwa institusi laboratorium biologi menggunakan mutu secara serius serta kebijakan-kebijakan dan praktek-prakteknya sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional.

Meningkatkan disiplin dan profesionalisme warga sekolah. e. Tidak adanya laboran dan teknisi membuat beberapa unsur manajemen mutu . sehingga merasa puas karena pada laboratorium biologi dalam pelayanannya berorientasi pada mutu atau kualitas pendidikan. b.literasi dan peningkatan sarana dan prasarana kepustakaan. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut laboratorium yang awalnya hanya satu yaitu laboratorium IPA direnovasi menjadi 3 ruangan laboratorium yaitu laboratorium kimia. Sedangkan sumber daya non manusia berupa sarana atau peralatan berupa bahan-bahan yang digunakan dalam laboratorium. f. Pada tahun 2013 lalu. Merespon Keinginan Pelanggan Implementasi Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) pada laboratorium Biologi SMA Negeri 4 jakarta memiliki tujuan untuk merespon keinginan pelanggan pendidikan (pengguna jasa pendidikan) untuk dipenuhi. koordinator laboratoium Biologi dan Guru Biologi. Bedasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tahun 2013 lalu. Membangun jiwa kemandirian dengan bekal keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha saat ini. g. Untuk dapat memperbaiki layanan pada pelanggan maka laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta dengan cara penggunaan biaya yang efisien karena sebagian dana yang berasal dari pemerintah dilaksanakan seoptimal mungkin. Sumber daya manusia berupa potensi fisik dan potensi non fisik. Struktur Organisasi TQM pada Labortorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta berdasarkan hasil observasi yang dilakukan tahun 2013 lalu tersusun atas: kepala sekolah. fisika dan biologi. penanggung jawab laboratorium. belum terdapat laboran dan teknisi tetapi memiliki seorang petugas kebersihan khusus untuk laboratorium biologi. Sebagai bentuk aspirasi pelanggan maka penyelenggara laboratorium terbuka untuk saran sebagai media kritik saran serta aspirasi untuk pengembangan laboratorium biologi kedepan. Memberdayakan Sumber Daya Laboratorium Biologi Sumber Daya Manusia dan Non Manusia memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta. Meningkatkan pembinaan pengembangan diri peserta didik melalui ekstrakurikuler. secara garis besar Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta dalam menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management) adalah sebagai berikut: a.

ruang penangas. mempunyai Lemari gelas. mempunyai 2 buah kipas angin dan juga memiliki 2 buah AC. Namun sayangnya pada Laboratorium ini tidak memiliki komponen layout lainnya yaitu : memiliki pintu darurat. mempunyai Lemari alat-alat optic. Struktur Organisasi Laboratorium SMA Negeri 4 Jakarta c. . Untuk kelengkapan tata ruang di Laboratorium ini terdiri dari: mempunyai pintu masuk sekaligus pintu keluar. Untuk laboratorium biologi di SMA 4 ini hanya seukuran dengan ruangan kelas biasa. karena masyarakat mulai percaya dengan produk yang dihasilkan oleh laboratorium biologi. Pelayanan terbaik juga dapat terlihat dengan adanya laboratorium pada SMA Negeri 4 Jakarta rapih dan bersih. serta perpustakaan mini. Hal tersebut terjadi karena kerbatasan ruangan laboratorium ini. ruang persiapan. sehingga desain laboratorium banyak yang tidak ada karena keterbatasan tempat tadi. ruang peralatan. ruang seminar. Pelayanan Terbaik Dengan layanan yang baik dan dukungan dana dari pemerintah maka akan dapat menimbulkan kepercayaan diri untuk mengelola laboratorium biologi. ruang staf. Guru dan karyawan harus memberikan layanan yang terbaik bagi siswanya. Program layanan yang baik akan berpengaruh bagi perkembangan laboratorium biologi khususnya kualitas siswa. maka akan menumbuhkan respon positif pada sekolah. Orientasi yang dikembangkan sekarang ini adalah “pelayanan”.terpadu tidak dapat diterapkan dengan optimal yaitu keterlibatan dan pemberdayaan sumber daya laboratorium serta kerjasama tim. ruang penyimpanan. Gambar 3. Dengan layanan yang baik.

Pada Laboratorium Biologi SMAN 4 Jakarta jenis perabotan dalam laboratorium Biologi dapat berupa kursi. model sistem reproduksi manusia.Perabotan yang terdapat di Laboratorium SMA Negeri 4 Jakarta sudah lengkap dan tersusun dengan baik sesuai dengan Peraturan Meteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. . Ini membuat manajemen mutu terpadu sudah dijalankan dengan baik ditunjang dengan invenaatisasi barang secara berkala. 24 Tahun 2007. bak pencuci dll. model sistem indra serta double helix genetika. Model tubuh hewan (katak dan ikan). Gambar mitosis & meiosis. meja kerja. Semua alat peraga yang ada sudah tertata dengan rapih dan beberapa alat peraga dibungkus kembali dengan plastik setelah digunakan agar tidak berdebu. Model tubuh manusia. lemari gelas. Jenis Perabotan yang terdapat di Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta Alat peraga yang ada di laboratorium SMA Negeri 4 Jakarta ini yaitu : Model kerangka manusia. lemari alat. Gambar 4.

penjadwalan yang tersusun. serta bahan-bahan dan peralatan praktikum yang memadai. Budaya kerja juga perlu adanya perubahan. Selain itu dapat terjadi karena pembentukan tim yang tidak kompak karena tidak memiliki pemahaman yang sama dan tidak adanya perubahan budaya kerja baru. laboratorium yang belum terstandarisasi baik nasional maupun internasional. Sistem dan prosedur tidak sesuai karena laboratorium Biologi di SMA Negeri 4 Jakarta yang masih suka dialihfungsikan selain sebagai tempat praktikum siswa yaitu digunakan sebagai tempat untuk beribadah bagi umat kristiani. Kegagalan TQM dapat juga diakibatkan oleh usaha pelaksanaan yang setengah hati dan harapan-harapan yang tidak realistis. Faktor pendukung penerapan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management)pada laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta antara lain ruangan laboratorium yang bersih terawat. lingkungan kerja yang baik. maka ditetapkan sebuah komitmen manajemen yang akan selalu melaksanakan perbaikan terus menerus dan berkelanjutan. Untuk menjamin bahwa kebijakan mutu tersebut dapat dicapai dan dipertahankan. Kesimpulan 1. Implementasi Total Quality Management (TQM) Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 . Alat Peraga yang terdapat di Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta Manajemen Mutu Terpadu pada Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta melakukan evaluasi setahun 2 (dua) kali dan bersifat periodic. Sedangkan faktor penghambat implementasi kualitas dalam laboratorium biologi di SMA Negeri 4 Jakarta disebabkan oleh sumber-sumber laboratorium itu sendiri. Oleh karena itu. ada pula beberapa kesalahan yang secara umum dilakukan pada saat organisasi memulai inisitaif perbaikan kualitas. 3. dan warga yang belum berkomitmen.Gambar 5. persepsi . dan pemahaman yang sama terhadap tim sehingga kegagalan dalam kerja dapat diminimalisir. budaya kerja yang kurang baik harus segera dibenahi sebab akan menggangu kinerja tim di laboratorium biologi. termasuk pengembangan staf yang tidak memadai. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Implementasi TQM pada Laboratorium Biologi SMA Negeri 4 Jakarta Hal penting yang perlu diperhatian dalam mengimplementasikan TQM adalah adanya faktor-faktor yang dapat menjadikan pendukung ataupun penghambat. Ketidak kekompakan tim akan menghambat kerja tim dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sistem dan prosedur yang tidak sesuai. manajemen seharusnya menyatukan pandangan.

Manajemen Strategik. Manajemen: teori. praktik. Jogjakarata:IRCiSod Usman. 1998. (Alih Bahasa: Ahmad Ali Riyadi). saat ini maupun masa yang akan datang 2. berum terstandarisasi mutu nasional maupun internasional. Gadjah Mada Pers : Yogyakarta Mulyadi. penjadwalan yang tersusun. 2000. Adnan. 24 April 2016 Umiarso dan Gojali. Daftar Pustaka Depdiknas. 2010. http://sman4jkt. dan harapan pelanggan. Yogyakarta: Aditya Media Sallis.sch. dan warga yang belum berkomitmen. Total Quality Management.com.id/ diakses tanggal 24 April 2016 . Hadari Nawawi. Edward 2010. indonews@indo-news. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2010 Manajemen Mutu Sekolah. Yogyakarta: Ircisod. 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan. Sandy. Jakarta: Bumi Aksara. keinginan. sistem dan prosedur yang tidak sesuai. serta bahan-bahan dan peralatan praktikum yang memadai serta faktor penghambat disebabkan oleh pengembangan staf yang tidak memadai. Manajemen Perguruan Tinggi Di Tengah Perekonomian Pasar dan Pendidikan Yang Demokratis. 2005. yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan. lingkungan kerja yang baik. Jakarta: Depdiknas. dan riset pendidikan. Implementasi TQM di laboratorium biologi SMA Negeri 4 Jakarta belum terapkan secara optimal karena terdapat faktor pendukung antara lain ruangan laboratorium yang bersih terawat. Husaini.Jakarta merupakan sebuah filosofi metodologi tentang perbaikan secara terus menerus. 2007.