Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PROFIL PERUSAHAAN
1.1 Sejarah Perusahaan
Sebelum PT. MSI didirikan, di Makassar belum ada investor cokelat lain yang
tertarik menjalankan pengolahan coklat. Beberapa perusahaan yang bergerak di
bidang perkakaoan umumnya sekedar menjual, eksportir dari pedagang. Mereka
membeli biji kakao dari para petani, lalu sedikit dikeringkan kemudian diekspor ke
beberapa negara maju yang tingkat kebutuhan baku cokelatnya tinggi seperti Amerika
Serikat dan negara-negara di Eropa. Jadi, tanpa pengolahan dan program
pengembangan produk dalam jangka panjang. Hal ini lah yang mengakibatkan mutu
kakao Indonesia relatif rendah.
PT.MSI sendiri merupakan suatu perusahaan yang didirikan dari grup PT.Mars
yang berada di Amerika. Berikut bagan yang dapat menerangkan gambaran mengenai
hubungan PT.Mars dengan PT.MSI
PT.Mars

Petani

Amerika Serikat

PT. MSI

PT. Mars Symbioscience
Makasar(PT.MSI)

Makasar

Makasar

Perusahaan coklat

Gambar 1
Keterangan :
Hubungan grup
Hubungan pemasokan bahan baku
1

Berdasarkan Gambar diatas, bahwa PT.Mars yang ada dimakasar merupakan
bagian dari PT.Mars yang ada di Amerika Serikat, yang bertugas untuk membeli biji
kakao dari petani dan PT.MSI menerima pemasokan bahan baku dari PT.Mars yang
berada di Makasar dalam bentuk biji kokoa yang sudah dikeringkan.
Hasil wawancara dengan salah satu shift manager yang bernama Bapak Iwan
mengatakan bahwa: "Untuk meningkatkan kualitas kakao Indonesia, sangat
dibutuhkan biaya dan pengetahuan yang besar, kita sangat beruntung ada pihak swasta
yang berpikir untuk membantu meningkatkan kualitas kakao Indonesia dengan cara
mendirikan pabrik modem di Indonesia, yaitu di sini, di Makassar. Maka dari itu
perusahaan besar ini sangat menjunjung tinggi peningkatan kualitas bahan baku
maupun kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.”
PT. MSI merupakan perusahaan pertama yang mendirikan pabrik di Makassar
(Sulawesi Selatan) yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengadaan dan
pengolahan bahan bahan baku kakao. PT. MSI di Makassar didirikan pada tahun 1996
oleh Frank Mars. Dalam perkembangannya perusahaan ini mengalami beberapa
pergantian nama perusahaan dan pergantian pimpinan serta staff dalam perusahaan.
Seiring perkembangannya, PT. Mars Symbioscience mengalami kemajuan yang
sangat pesat. Semenjak PT. MSI mendirikan PT. MSI cabang Makassar di Luwu
Timur dan Masamba. PT. MSI memilih lokasi pabrik di Makassar karena 80% hasil
kakao Indonesia berasal dari Sulawesi Selatan.
PT. MSI yang terletak di Kawasan Industri Makassar ini memiliki luas lahan
sebesar 2,5 ha yang menelan investasi US$15 juta setiap tahunnya. Industri ini
mengolah tak kurang dari 17 ribu ton biji kakao, menghasilkan 6 ribu ton cokelat
butter dan 7500 ton cokelat bubuk dan coklat cair.
PT. MSI sekarang ini mengembangkan perusahaannya dengan membangun
pabrik pengolahan di Kabupaten Luwu tepatnya di Kecamatan Bupon dan Masamba.
Kedua kecamatan tersebut dipilih dengan pertimbangan bahwa di wilayah itu
merupakan daerah yang potensi kakao nya sangat tinggi. Perusahaan tersebut
mengembangkan pola pembelian langsung ke petani, tanpa melalui pedagang atau
pengumpul. Para petani mengantar sendiri cokelat hasil kebun mereka ke pabrik PT.
MSI. Untuk harga sudah dibuat standar di semua lokasi pembelian PT. MSI.
Pengumuman harga selalu ditempelkan di halaman depan pabrik, sehingga sangat
transparan dan semua petani mengetahui. Harganya sendiri bisa berubah tiap hari,
sesuai dengan perubahan harga cokelat dunia di bursa komoditas New York.
2

2. 1.3 Bidang Perusahaan PT. kemudian akhir tahun 2005 berkolaborasi dengan lembaga lain seperti Askindo. MSI memberikan pengetahuan dan keterampilan ke para petani mitranya tentang budidaya kakao dan memperbaiki mutu biji kakao. 2012). ACDIA/oca dan GTZ (Lembaga Riset Jerman).MSI) 1. MSI mendapatkan bahan baku cokelat berkualitas.1 Nama Perusahaan PT.2 Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Hanya saja. pelaksanaan pola pembelian langsung ini memang tidak mudah karena PT. 3 . Mars Symbioscience Makassar bergerak di bidang industri makanan yaitu pengolahan coklat.2 Profil Perusahaan 1. mulai dari penimbangan hingga pembayaran. Mars Symbioscience Makassar merupakan perusahaan industri 1. Indonesian Cocoa and Coffee Researce Institute (ICCRI). 1. IFC. Keberlanjutan pasokan juga dilakukan PT. Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi tenaga kerjaan. Mars Symbioscience Makassar (PT. memungkingkan PT.2. MSI dengan mengembangkan Cocoa Sustanaibility Program (CSP).2 Jenis Perusahaan PT. saluran perintah dan penyampaian laporan (George.2. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Awalnya program ini dijalankan sendiri. Hal dilakukan agar PT. Dinas Perkebunan.Pola pembelian langsung dari petani ini mulai dilakukan tiga tahun terakhir. Dengan pola pembelian langsung. MSI harus membangun sistem sendiri. Universitas Hasanuddin (Unhas).

MSI di Indonesia karena melihat potensi kakao Indonesia yang berkualitas apabila diolah dengan baik. pimpinan perusahaan juga sebagai pemilik perusahaan ini adalah salah satu pencetus didirikannya industri pengolahan kakao ini. Pimpinan (Owner) Pada struktur organisasi di atas. MSI. 2015 Berdasarkan gambar 1 di atas dapat dijelaskan secara garis besar didasarkan pada struktur organisasi tersebut yang terdiri dari: 1. Direktur Utama dan General Manager Produksi Direktur utama dan general manager adalah kaki tangan dari pemilik perusahan yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan yang terjadi di PT. Struktur Organisasi Bagian Produksi PT. Bapak Frank Mars berdomisili belanda mendirikan PT. 2. MSI: Gambar 2. 4 .Berikut adalah struktur organisasi bagian produksi pada PT. MSI Direktur utama juga bertanggung jawab untuk perekrutan tenaga kerja.

Mars Symbioscience Makasar Badan Usaha dengan produk cocoa butter atau coklat. Pioneer Shift. World Shift. Berikut contoh produk yang dibekerjasama dengan PT. yaitu Joy Shift. shift Manager bidang produksi terdiri dari empat. Operator yang terdiri atas 52 karyawan ini akan dibagi untuk empat shift setiap harinya. Gambar 3.3 Produk yang Bekerjasama dengan PT. Shift Manager Berdasarkan struktur organisasi di atas. bertanggung jawab atas setiap mesin dan peralatan. Mereka bertugas untuk mengolah biji kakao kering menjadi produk turunan yaitu cocoa powder. Mars Symbioscience Makassar. dan Passion Shift. 4. Operator Operator adalah karyawan yang turun langsung dalam proses produksi. 1. cocoa liquor. Produk yang bekerjasama dengan PT. Masing-masing bertanggung jawab atas setiap shift produksi yang terjadi dalam proses produksi di PT.3. dan cocoa butter. MSI.MSI BAB II 5 .

pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya . Untuk suatu output produk dibutuhkan sistem produksi yang terarah. mengorganisasikan. travel. maka artinya organisasi tersebut tidak menempatkan konsep produksi secara sesungguhnya.1 Definisi Manajemen Produksi Manajemen menurut T. Hani Handoko (2003). pengolahan bahan-bahan baku. tenaga kerja dan skill (Assauri. 2012). mengawasi dan mengontrol suatu proses produksi.sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. sedangkan untuk bisnis perhotelan. 2012). Bentuk hasil produksi dengan kategori barang dan jasa sanaat beraantuna Dada kateaori aktifitas bisnis vana dimiliki perusahaan yang bersangkutan. dan pendidikan adalah berbentuk jasa (Fahmi. 2012 dalam Saharia 2000). Menurut T. Manajemen produksi sendiri adalah kemampuan suatu industri untuk merencanakan. Karena organisasi produksi memiliki konsep yang berhubungan dengan pencarian bahan baku. modal. baik berupa barang atau jasa. dan akhirnya pada pencapaian nilainilai ekonomis yang dimaksud (Fahmi. Dalam sistem produksi ini sangat penting terdapat didalamnya manajemen produksi. Pada suatu organisasi perusahaan dituntut untuk memiliki produksi yang berkelanjutan. mesin. Produksi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan baik berbentuk barang (goods) maupun jasa (service) dalam suatu periode waktu yang selanjutnya dihitung sebagai nilai tambah bagi perusahaan. pengorganisasian.tenaga kerja. Produksi yang berkelanjutan akan menghasilkan output yang bernilai guna. manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (faktor produksi) . Produksi pada umumnya adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa untuk kegiatan dimana dibutuhkan faktor-faktor produksi yang dalam ilmu ekonomi berupa tanah. 6 . Hani Handoko (2003:3) adalah proses perencanaan.Jika perusahaan manufaktur dalam hal ini berupa pabrik produksi yang dihasilkan dalam bentuk barang. Kegiatan produksi juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang memadukan berbagai sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi guna menghasilkan suatu output.LANDASAN TEORI 2.

2 Fungsi Manajemen Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam mengelolah perusahaan. bahan mentah dan sebagainya . Persoalan Persoalan Standar (Assauri. kwalitas. Dari uraian di atas. penentuan Tata Letak Fasilitas Pabrik. Dalam lingkup perencanaan sistem produksi. baik itu mengenai kuantitas. 2012). Organizing adalah bagian dari manajemen yang menyangkut pembentukan struktur peran yang sadar bagi orang-orang untuk mengisi lowongan dalam suatu perusahaan (George.2. serta berupaya dan berusaha untuk menjamin eksistensi dari organisasi tersebut (Fahmi. sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. dapatlah dinyatakan bahwa manajemen produksi merupakan proses pencapaian dan sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barangbarang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. dimana secara garis besar fungsi manajemen sebagai berikut: 2. tujuannya adalah untuk menghasilkan barang atau jasa yang dikehendaki yang sesuai dengan kebutuhan para konsumen. 2. ada beberapa hal yang patut diperhatikan. memberikan pelayanan dengan tingkat pelayanan yang baik. Pada lingkup perencanaan sistem produksi. 7 . perencanaan sistem produksi dimulai dari proses perencanaan produksi.peralatan. Sasaran dari organisasi itu antara lain adalah untuk mempeoleh tingkat laba tertentu atau memaksimalisasi laba. 2012). Perencanaan Lingkungan Kerja.2.dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa. antara lain penentuan lokasi pabrik. 2.1 Perencanaan (Planning) Dalam ilmu manajemen disebutkan bahwa perencanaan merupakan dasar pijakan dari langkah-langkah selanjutnya. 2012). harga dan waktu.2 Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manjemen yang dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia.

4 Pengkoordlnasian (Coordinating) Pengkoordinasian merupakan upaya untuk mengsinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia. termasuk merubah rencana dan bahkan tujuannya.4 Perencanaan Sistem Produksi Perencanaan sistem produksi dipersiapkan dan disusun sebelum perusahaan yang bersangkutan melakukan kegiatan operasi perusahaan. 2012).2. Pelaksanaan kegiatan evaluasi dan penyimpangan- penyimpangan yang tidak diinginkan diperbaiki supaya tujuan-tujuan dapat tercapai dengan baik. C. tetapi seluruh perubahan tersebut dilakukan melalui manusianya. perintah atau instruksi kepada bawahan dalam menjalankan tugasnya masing-masing agar dapat berjalan baik sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan (George. 2012). Orang yang bertanggungjawab atas penyimpangan yang tidak diinginkan harus dicari dan mengambil langkah-langkah perbaikan terhadap halhal yang sudah atau akan dilaksanakan (George. B. Koordinasi yang berlangsung baik antara pimpinan dan bawahan akan menimbulkan semangat kerja dan bawahan akan menimbulkan semangat kerja dan kemampuan menerjemahkan program kerja masing-masing bagian dan akan memudahkan pencapaian tujuan (George.5 Pengawasan (Controlling) Controlling mencakup kelanjutan tugas untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan dilaksanakan sesuai rencana. Modal 2. saran. mengatur kembali tugas-tugas atau merubah wewenang.2. Ada berbagai cara untuk mengadakan perbaikan. Manusia Mesin Material Manajemen E. Penyusunan dari 8 . perencanaan letak fasilitas produksi. perencanaan lokasi usaha. 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Produksi A. 2. 2. Perencanaan sistem produksi mencakup tentang perencanaan produk. perencanaan linkungan kerja dan perencanaan standar produksi. 2012).2.3 Pengarahan (Directing) Pengarahan adalah fungsi manajer yang berhubungan dengan upaya memberi bimbingan-bimbingan. D.2.

9 .perencanaan sistem produksi ini sudah selayaknya dipersiapkan dengan cermat dan teliti. karena sistem produksi yang disususun akan dipergunakan bukan hanya untuk rencana jangka pendek melainkan juga untuk rencana jangka panjang (Syamsil Maarif. Tetapi hal ini hendaknya sekaligus dapat memenuhi sasaran pejualan dalam arti dapat menyediakan barang-barang tepat pada waktunya dengan jumlah. 2. efektif dan efisien. standar bahan yang digunakan dan lain sebagainya. Pertimbangan teknis yang perlu diperhatikan antara lain desain dan bentuk produk. Oleh karena itu tidak dianjurkan adanya ruang yang tidak terpakai (Syamsil Maarif.4 Perencanaan Lingkungan Kerja Lingkungan kerja dalam suatu usaha sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak manajemen usaha karena lingkungan kerja yang baik akan mendukung adanya tingkat produktifitas kerja yang tinggi sehingga akan dapat meningkatkan produktifitas dari usaha yang bersangkutan. Dalam menetukan lokasi usaha perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya biaya distribusi dari barang/jasa yang dihasilkan sehingga biaya-biaya ini dapat menjadi serendah mungkin.3 Perencanaan Letak Fasilitas Produksi Letak fasilitas produksi atau yang sering disebut plant lay out merupakan keputusan membuat desain atau tata letak dari fasilitas-fasilitas produksi yang mencakup mesin-mesin. 2003).4. Lay out yang baik mempertimbangkan bagaimana memperoleh penggunaan yang tinggi pada masing-masing ruangan. 2003). 2.4.4.4. serta harga yang layak dan masih dapat memperoleh keuntungan (Syamsil Maarif. kegunaan produk. 2003). 2.2 Perencanaan Lokasi Usaha Tujuan penetuan lokasi suatu usaha dengan tepat ialah agar dapat membantu usaha beroprasi atau berproduksi dengan lancar. 2. bahan baku dan peralatan produksi lainnya dalam satu tempat. berapa dan bagaimana yang akan diproduksi oleh perusahaan/industri. kualitas.1 Perencanaan Produk Perencanaan produk adalah perencanaan tentang produk apa.

Pengendalian Tenaga Kerja 10 . tingkat persediaan dan kapasitas produksi (Sukaria. ongkos terendah dan waktu tercepat. peralatan dan material agar dapat memberikan hasil dengan gangguan minimum. mesin.2.5 Sistem Pengendalian Produksi Pengendalian produksi {production control) merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengatur pekerja. Pengendalian Bahan Baku E. Pengendalian Kualitas B. Berikut yang termasuk dalam pengendalian produksi. Pengendalian Produksi F. Pengendalian Biaya Produksi D. Pemeliharaan C. 2009). A. mencatatat dan membuat laporan secara terus-menerus tentang kemajuan pengerjaan permintaan pelanggan. Pengendalian produksi meliputi. memantau.

MSI 2015 Alur produksi yang terjadi pada PT.6 Alur Produksi PT Mars Symbioscience Makassar Gambar 4. dimana proses produksi ini dibagi menjadi dua bagian pokok produksi yaitu pengolahan coklat liquid dan coklat butter. . MSI. Alur Proses PT.2.

BAB III ANALISA MASALAH DAN PENYELESAIAN 3. kemudian mencari hubungan sebab akibat antara masalah yang satu dengan lain. melihat dan menilai situasi yang dapat menghambat dan memerlukan tindakan perbaikan dan penyelesaian dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dalam perusahaan maka masalah dapat dikenali. sehingga lebih .1 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah bertujuan untuk mencari.

memudahkan tindakan perbaikan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Lingkup Proses Produksi Berikut adalah sistem manajemen produksi PT. Perencanaan (Planning PT. b. pengeluaran biaya besar maupun biaya kecil. perencanaan jangka panjang Perencanaan jangka panjang PT. MSI sendiri merupakan industri besar yang memiliki perencanaan produksi yang matang. MSI meliputi perencanaan dalam kurun waktu lebih dari setahun dimana perencanaan didalamnya adalah penelitian dan pengembangan (litbang). dan perencanaan produk baru. MSI penulis memperhatikan tiga aspek yang menjadi landasan utama dalam proses produksi yaitu : Gambar 5. lokasi atau ekspansi fasilitas. MSI dari segi perencanaan kerja dan pengadaan barang /inventory. perencanaan jangka menengah . Perencanan produksi ini meliputi : a. 1. Untuk menemukan masalah pada PT.

MSI mampu memiliki suatu perencanaan yang baik dan berkualitas maka pihak manajer produksi memiliki hal yang disebut konstruksi perencanaan. yaitu jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan. penjadwalan pekerjaan. Time Schedule pekerjaan. Pengadaan Bahan Baku/ Inventory . yaitu arus uang masuk dan uang keluar 2. perencanaan persediaan. Konstruksi perencanaan ini merupakan suatu perencanaan yang saling terpadu. pemesanan sumber daya yang dibutuhkan yang meliputi sumber daya alam sebagai bahan baku dan sumber daya perialatan dalam hal ini mesin produksi. yaitu metode pelaksanaan yang dipilih untuk pelaksanaan pekerjaan 3. penetapan tingkat tenaga kerja. Construction method. dan mandor dimana jangkauan tugasnya adalah pemberian penugasan (jobdesk) kepada karyawan yang bersangkutan. Cash flow. c. penyelia.Perencanaan jangka menengah yang meliputi kurun waktu 3-18 bulan meliputi perencanaan penjualan terhadap pemesanan produk. Anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan (termasuk di dalamnya biaya tidak langsung 4. dan penyelesaian proses produksi. Agar PT. 2. perencanaan jangka pendek Perencanaan jangka pendekini adalah rencana yang akan dilakukan kurang lebih dalam jangka waktu tiga bulan yang dipertanggungjawabkan oleh manajer produksi. perencanaan dan penganggaran produksi. Perencanaan ini dipertanggungjawabkan oleh manajer produksi/operasi. meliputi: 1. dan analisis rencana-rencana operasi.

000 melakukan produksi setiap biji kakao kering dan target ton biji kakao. MSI cabang setiap minggu baku Makassar sebanyak 8 ton • PT. PT. PT. Perencanaan Produksi • Pengadaan bahan baku Realisasi • Setiap minggu PT.Mars cabang Makasar.MSI yang kemudian akan diolah menjadi coklat setengah jadi. proses produksi tidak pernah penyediaan bahan baku menyediakan 7 ton – 8 ton terhambat karena kekurangan bahan dari PT.Gambar 5.5 ton 2013.000/hari. perusahaan mengolah 17. MSI Hasil • Dengan tersedianya bahan baku di PT. dan mampu mengolah 7. MSI mengolah proses produksi ketika ada • Setiap hari perusahaan 13. 7xseminggu bidang setiap minggu proses produksi setiap produksi melakukan produksi dengan • Time schedule harinya hingga permintaan menghasilkan 7. Dan pada tahun 2014. • Tahun 2012. Berdasarkan gambar 5. Pada tahun permintaan.000 ton biji kakao. kemudian biji kokoa tersebut dikeringkan dan dikirim seminggu sekali sebanyak 8 ton kepada pihak PT. MSI menrencanakan Cabang Makassar camas.000 perusahaan telah mengolah 15. MSI.000 ton seminggu hinggah ton biji kakao biji kakao permintaan terhadap • Cocoa butter •Cocoa butter produk terpenuhi Cocoa butter atau coklat • Produksi padat bentuknya seperti . Pengadaan bahan baku ini dilakukan dengan cara pembelian biji kokoa secara langsung kepada petani oleh pihak PT. harinya yaitu 7 kali dalam tahun 2014 adalah 17. Alur Pengadaan Bahan Baku PT. MSI melaksanakan • Setiap hari. MSI merencanakan terhadap produk terpenuhi. 2015.

dihubungkan dengan tahapan proses produksi atau dalam kalangan tenaga kerja bidang produksi dikenal sebagai proses reaksi di PT. MSI . 2015 Berdasarkan dengan ruang lingkup produksi. MSI adalah mengolah seperti coklat batangan. 17. yaitu: 1. dan 3000 dikemas dalam bentuk coklat cair bags • Perencanaan Produk • Cocoa powder PT. Pemanfaatan penggunaan mesin press tidak maksimal Tingkat pemanfaatan mesin press pada PT. 2. Cocoa Butter (coklat padat) • Cocoa liquor • Cocoa powder Tabel Matriks Fungsi Perencanaan Produksi pada PT.000 ton biji kakao untuk • Cocoa liquor menghasilkan 6000 ton Cocoa liqquor atau coklat coklat padat. pasir dikemas dalam yaitu: bentuk pallet. MSI merencanakan 3 Cocoa powder atau coklat produk utama berupa bubuk ini bertekstur seperti produk setengah jadi. MSI.Perencanaan produksi oleh tanah liat atau keras PT. 7500 ton cair ini berbentuk cair dan coklat bubuk. MSI. MSI hanya berkisar 40-48%. Kurangnya ketelitian karyawan dalam menggunakan mesin Karyawan yang bertindak sebagai operator tidak teliti dalam menggunakan mesin sehingga mesin terkadang mengalami kemacetan yang berdampak pada proses produksi. Berikut data mesin yang digunakan di PT. maka diidentifikasikan masalah-masalah berdasarkan tingkat produksi dalam setiap produksi di dalamnya. sehingga produksi terhambat. 1.

perusahaan tidak akan melakukan produksi apabila semua permintaan terpenuhi sehinggah sewaktu-waktu terjadi penumpukan bahan baku di dalam gudang penyimpanan.Tabel 1. 5. target shift yang seharusnya sebesar 2500kg coklat tidak tercapai. Produk yang dihasilkan mengalami kecacatan . 6. MSI hanya berdasarkan permintaan. Target tiap shift tidak tercapai Dengan alas an terbatasnya waktu dan mesin yang terkadang mengalami kemacetan. Tidak ada target khusus untuk produksi Jumlah produksi yang dilakukan oleh PT. Proses produksi terhambat Produksi terhambat dikarenakan oleh mesin yang mengalami kemacetan dan operator yang kurang teliti dalam penggunaan mesin.MSI 2015 3. Daftar mesin yang ada di PT. 4.

Proses proses produksi menjadi terhambat atau terhambat slow proccess. produksi Proses produksi berjalan lancar . tidak seluruh mesin maksimal hinggah 100% Karyawan sebagai operator tidak teliti Kurangnya ketelitian Karyawan dalam melakukan proses reaksi dengan karyawan menggunakan 3. selanjutnya Karena mesin mengalami gangguan. mesin produksi target Ada target khusus ada berdasarkan khusus produksi perusahaan skill untuk produksi tidak melakukan produksi apabila semua permintaan telah terpenuhi. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak memiliki target produksi yang pasti sehinggah sewaktu-waktu terjadi penumpukan bahan baku di gudang 4. produksi harus Target tiap mencapai target sebanyak 2. Memaksimalkan mesin dalam mempunyai sehinggah menggunakan mesin dan ketelitian menyebabkan kecacatan dalam produk dalam dan menggunakan menyebabkan proses produksi terhambat Jumlah produksi yang dilakukan oleh Tidak PT. MSI hanya permintaan. tidak tercapai shift Target tiap shift tercapai tetapi terkadang tidak mencapai target dan menjadi capaian target untuk shift 5. No Fakta Masalah . penyimpanan Dalam setiap shift.500 kg. Tingkat pemanfaatan pada mesin press Pemanfaatan hanya sebesar 40%-48% Sasaran penggunaan mesin penggunaan press 2. 7. Pendapatan tidak mengalami peningkatan Tidak terjadi peningkatan pendapatan dikarenakan produksi tidak memiliki target khusus. 1.Penggunaan mesin yang salah dan tidak maksimal akan mengakibatkan produk yang dihasilkan cacat.

dan Sasaran pada PT. Masalah utama adalah jumlah hasil produksi rendah yang disebabkan oleh pemanfaatan mesin belum maksimal. MSI. Hubungan sebab akibat masalah-masalah dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Hubungan Sebab Akibat Antara Masalah Pada PT.6. 2015. dimana terdapat masalah utama yang menjadi penyebab lain. maka diketahui bahwa masalah-masalah tersebut memiliki hubungan antara masalah yang satu dengan masalah yang lainnya. Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa ada enam masalah yang terjadi pada proses produksi PT. yaitu kurangnya ketelitian karyawan dalam penggunaan mesin . MSI.2 Analisis Sebab Akibat Berdasarkan pada masalah yang telah diidentifikasi di atas. MSI. 2015. Fakta. MSI tidak mengalami peningkatan Pendapatan pendapatan karena memproduksi hanya perusahaan berdasarkan permintaan tanpa ada dalam Pendapatan tidak perusahaan ada mengalami meningkat target khusus peningkatan Tabel 2. 7. 3. Karena penggunaan mesin yang tidak Produk yang Tidak bekerja secara optimal menghasilkan dihasilkan kecacatan produk yang cacat produk mengalami kecacatan produk PT. Kurangnya tenaga kerja di bagian pengolahan serta bahan baku kurang. Kesenjangan Antara Masalah.

Kapasitas mesin yang mungkin dapat ditingkatkan produktivitasnya Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa apabila kapasitas mesin pres seperti screw press dan filter press dimaksimalkan produktifitasnya. diharuskan agar karyawan bekerja dengan teliti dalam menggunakan mesin sehingga produk yang dihasilkan tidak cacat dan tidak akan dikirim kembali oleh konsumen. Karena target tiap shift ini tidak tercapai maka mengakibatkan tidak adanya target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan. baku dan . maka sasaran yang ingin dicapai oleh PT. MSI adalah sebagai berikut: 1. Memaksimalkan penggunaan seluruh mesin hingga 100% Apabila perusahaan mampu memaksimalkan keseluruhan mesin produksi maka hasil produksi akan maksimal dengan pencapaian target dari setiap shift produksi. Di samping itu. Berdasarkan uraian diatas. Pemanfaatan penggunaan mesin press tidak maksimal akan berakibat kepada proses produksi yang terhambat dan mengakibatkan target setiap shift tidak tercapai. Tabel 3.yang berakibat kepada produk yang dihasilkan mengalami kecacatan. maka proses produksi pun akan berjalan secara maksimal sehingga target tiap shift yang harus dikejar oleh karyawan akan tercapai. Hal yang lebih penting adalah perusahaan mampu memberikan target produksi untuk setia bulan atau setiap tahunnya sehingga tidak terjadi penumpukan dalam gudang penyimpanan bahan mengakibatkan pendapatan perusahaan tidak mengalami peningkatan.

Sehingga bagian pengadaan bahan baku mengetahui dengan pasti seberapa banyak biji kakao yang dibutuhkan tanpa harus membuang-buang biji kakao sebagai bahan baku. Target tiap shift tercapai Agar target tiap shift dapat tercapai dan terpenuhi.2. dibutuhkan target untuk produksi agar menjadi acuan dalam peningkatan pendapatan perusahaan. Hal ini juga menjadi salah satu dampak dari penggunaan mesin secara maksimal. Karyawan lebih teliti dalam menggunakan mesin Karyawan diharapkan memiliki integritas tinggi mengenai mesin produksi dan harus lebih teliti sehingga tidak akan menghambat proses produksi 4. MSI haruslah diatur dan disesuaikan dengan adanya permintaan konsumen juga karena selama ini sistem pemasokan bahan baku dilakukan secara rutin setiap harinya sebanyak 8 ton per minggu. maka dibutuhkan karyawan dengan integritas tinggi dan pemaksimalan penggunaan mesin produksi. 6. Proses produksi berjalan lancar Penggunaan mesin yang maksimal juga berdampak kepada proses produksi yang berjalan lancar sesuai rencana. 5. Pendapatan perusahaan meningkat . Tidak ada kecacatan dalam produk. Kecacatan produk akan mengakibatkan perusahaan konsumen akan mengirim kembali produk yang cacat tersebut sehingga membuat perusahaan merugi. 8. 7. 3. Mengatur pemasokan bahan baku Pemasokan bahan baku dari PT. Target ini juga mencegah terjadinya penumpukan bahan baku di dalam gudang penyimpanan. Ada target khusus untuk produksi Setiap bulan atau setiap tahun.

. maka secara otomatis produksi akan berjalan maksimal dan pendapatan perusahaan pun meningkat.Apabila seluruh sasaran dapat terpenuhi.

000 kg/hari 4. pengarahan.500 kg setiap shift atau sebanyak 7. Mereka bertanggung jawab atas setiap produksi mulai dari tersedianya bahan baku. pengemasan hingga pemeliharaan mesin dan peralatan. . dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut: 1. maka akan terjadi penumpukan dibeberapa titik yang mengakibatkan pengeluaran biaya untuk penyimpanan tersebut. Prinsip-prinsip manajemen yakni perencanaan. MSI harus selalu berdasarkan pada SOP produksi sehingga perusahaan mampu memproduksi ratusan ton dalam sehari dengan tetap menjaga kualitas produk. 2. 3. Pemimpin ini melakukan tugas mereka dengan baik sehingga mampu mencapai target produksi 2. pelaksanaan proses produksi yang teratur dan berdasarkan SOP akan menghasilkan mutu produk yang berkualitas tinggi. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari hasil penelitian. Manajer sebagai pemimpin dalam hal ini adalah GM dan shift manager berperan penting dalam proses produksi. penggunaan mesin dan peralatan yang maksimal sangat mempengaruhi kinerja produksi. 5. sistem pengadaan bahan baku / inventory sangatlah penting untuk diatur penyuplaiannya sesuai dengan permintaan yanga ada dari konsumen Hal ini karena apabila hanya dilakukan karena sebagai rutinitas. peran manajer sangat penting dalam pencapaian target produksi. pengorganisasian. Setiap tahapan reaksi yang terjadi dalam proses produksi PT.1. dan pengawasn merupakan faktor terpenting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. proses reaksi. manajemen produksi yang baik perlu diterapkan dalam sebuah perusahaan guna menunjang keberlangsungan perusahaan.BAB IV PENUTUP 4. prinsip manajemen ini telah diterapkan dengan sangat baik oleh perusahaan ini sehinggah proses produksi yang merupakan keberlangsungan perusahaan ini dapat berjalan dengan baik.