Anda di halaman 1dari 5

Prinsip dasar dari metoda seismik pantul ini adalah pengiriman sinyal ke dalam bumi

,
dan karena adanya bidang perlapisan (bidang kontak) maka bidang tersebut dapat
menjadi bidang pantul (reflektor).

 Kesalahan dalam seismik refleksi
1. Multiple reflection
 Koreksi yang dilakukan dalam seismik refleksi
1. Normal move out

Normal moveout merupakan perbedaan waktu antara waktu jalar gelombang
pada offset tertentu dengan pada zero offset. Koreksi NMO bertujuan untuk
menghilangkan efek dari jarak (offset) antara sumber dan geophone dalam
satu CDP (Common Depth Point) sehingga tampilan dari sumber dan
geophone yang berbeda berada pada waktu yang sama.
2. Common mid point
common midpoint is the halfway point between source and receiver
at the surface.
3. Static correction

Koreksi statik dilakukan untuk menghilangkan pengaruh topografi (elevasi
shotpoint dan geophone), ketebalan lapisan lapuk (weathering zone), dan
variasi kecepatan gelombang seismik pada lapisan lapuk. Ada 2 koreksi statik
yang harus dilakukan, yaitu datum static dan refraction static.
 Pemrosesan data seismik
1. Demultiplexing
Demultiplexing, suatu tahapan untuk mengatur kembali atau
mengurutkan data berdasarkan kelompok trace/channel-nya.
2. Trace gathering

Merupakan tahapan pengelompokan berdasarkan kesamaan dari masingmasing channel/trace. Pengelompokan tersebut dapat berupa :
1. Common Source Point (CSP)
2. Common Depth Point (CDP)
3. Common Offset
4. Common Receiver
3. Editing dan muting
Tahapan editing merupakan tahapan untuk mengkoreksi amplitudoamplitudo yang dianggap buruk pada setiap trace seismiknya.
Sedangkan muting adalah tahapan untuk menghapus sinyal-sinyal
gelombang langsung (direct wave) yang terekam selama
pengukuran dan gelombang-gelombang refraksi yang tidak
dibutuhkan.

Koreksi statik Koreksi statik dilakukan untuk menghilangkan pengaruh topografi (elevasi shotpoint dan geophone). dan variasi kecepatan gelombang seismik pada lapisan lapuk. Normal move out Koreksi NMO bertujuan untuk menghilangkan efek dari jarak (offset) antara sumber dan geophone dalam satu CDP (Common Depth Point) sehingga tampilan dari sumber dan geophone yang berbeda berada pada waktu yang sama. 8. Ketika perekaman berlangsung. yaitu datum static dan refraction static. sehingga dapat memperjelas gambaran struktur bawah permukaan secara lebih detail. porositas.4. Stacking Stacking merupakan proses penjumlahan trace seismik dalam satu gather data yang bertujuan untuk meningkatkan S/N ratio. namun dengan fungsi yang bersifat instantaneous floating point yang dapat menyebabkan adanya distorsi pada data. 10. ketebalan. suhu. proses migrasi juga mampu untuk menghilangkan efek difraksi gelombang yang muncul sebagai akibat dari adanya struktur-struktur seperti patahan. 7. noise merupakan data yang mengganggu hasil pengukuran dan menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pengukuran. densitas. data yang terekam telah diberikan penguatan (gain). ketebalan lapisan lapuk (weathering zone). 9. kandungan fluida. Namun.Analisa kecepatan Dengan analisa kecepatan akan diketahui nilai kecepatan yang sesuai dan cukup akurat untuk menentukan kedalaman. 6. lipatan. . kemiringan dari suatu reflektor. Selain itu. nilai kecepatan suatu medium akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti litologi batuan. Ada 2 koreksi statik yang harus dilakukan. dll.Migrasi proses migrasi memiliki tujuan untuk memindahkan kedudukan reflektor pada posisi dan waktu pantul yang sebenarnya. 11. Filtering Tahap ini dilakukan untuk menghilangkan noise yang terekam pada data seismik. ukuran butir. umur batuan. 5. berdasarkan lintasan gelombang. Dekonvolusi Dekonvolusi merupakan tahapan untuk melakukan koreksi terhadap efek filter bumi tersebut sehingga diperoleh hasil dimana wavelet yang terekam dapat dikembalikan menjadi tajam dan dengan amplitudo yang tinggi. dan frekuensi gelombang itu sendiri. Gain recovery Tahap ini dilakukan untuk mempermudah tahap interpretasi data seismik. tekanan.

maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal. sehingga relatif murah dalam pengambilan datanya Lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra bawah permukaan yang lebih baik. . Seismik Refraksi Keunggulan Kelemahan Seismik Refleksi Keunggulan kelemahan Pengamatan refraksi membutuhkan lokasi sumber dan penerima yang kecil. Prosesing refraksi relatif simpel dilakukan kecuali proses filtering untuk memperkuat sinyal first berak yang dibaca. antara lain :  Migrasi memperbesar sudut kemiringan  Migrasi memperpendek reflektor  Migrasi memindahkan reflektor ke arah up-dip  Migrasi memperbaiki resolusi vertikal Keunggulan dan kelemahan metode seismik refraksi dan refleksi adalah sebagai berikut. dan sistem data base yang jauh lebih handal. Prosesing seismik refleksi memerluakn komputer yang lebih mahal.Migrasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. yaitu :  Metode Kirchoff  Metode F-K  Metode Beda-Hingga (finite-differece)  Metode Reverse Time Melalui proses migrasi akan diperoleh beberapa parameter yang berbeda sebagai koreksi.

Pengukuran seismik refleksi menggunakan offset yang lebih kecil Seismik refraksi hanya bekerja jika kecepatan gelombang meningkat sebagai fungsi kedalaman. Seismik refleksi dapat bekerja bagaimanapun perubahan kecepatan sebagai fungsi kedalaman Seismik refraksi biasanya diinterpretasikan dalam bentuk lapisan-lapisan. Masing-masing lapisan memiliki dip dan topografi. Karena pengambilan data dan lokasi yang cukup kecil. pengetahuan terhadap database harus kuat. maka pengembangan model untuk interpretasi tidak terlalu sulit dilakukan seperti metode geofisika lainnya. . Dalam pengukuran yang regional . diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang kompleks dan interpretasi membutuhkan personal yang cukup ahli. Seismik refleksi lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks Seismik refleksi Seismik refraksi merekan dan hanya menggunakan menggunakan semua medan waktu tiba sebagai gelombang yang fungsi jarak (offset) terekam. Seismik refraksi membutuhkan offset yang lebih lebar.Karena banyaknya data yang direkam.

Model yang dibuat didesain untuk menghasilkan waktu jalar teramati. Bawah permukaan dapat tergambar secara langsung dari data terukur .