Anda di halaman 1dari 46

Penutupan luka operasi

( DresSing )
PD HIPKABI JATENG

?

TES LOGIKA dan KECEPATAN OTAK
1. Jawab spontan (HARUS CEPAT), tdk boleh kelamaan mikir
2. baca satu demi satu.
3. Konsentrasi ..

Mulaiiiiiii.
1. kertas HVS warnanya apa ?
2. awan warnanya apa ?
3. tissu warnanya apa ?
4. sapi minum apa
Yang ngejawab susu konsentrasi anda terganggu,
karena sapi minum air

1.
2.
3.
4.

rambut anda warna apa?
Alis warnanya apa ??
aspal warnanya apa ???
kelelawar tidurnya kapan?

Yang menjawab malam, artinya
konsentrasinya tergganggu. karena
kelelawar tidur siang hari.

Struktur kulit

1. Epidermis
2. Dermis
3. Subcutan

sensasi nyeri. suhu. menjaga temperatur .metabolisme vit D. mikroba dan air Dermis : Berfungsi dalam regulasi temperatur dan sensitifitas kulit ( saraf ) dan perlindungan dari gangguan mekanis Subkutan : Berfungsi dalam penyimpanan energi. zat kimiawi. . sentuhan.Fungsi Kulit Epidermis : Berfungsi sebagai pelindung dari gangguan mekanis.

Pengertian luka Suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit (Taylor. Kerusakan kontinyuitas kulit. 1995). 1997). mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain (Kozier. Luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya cedera / pembedahan .

Luka terkontaminasi 4.Jenis-jenis Luka 1. Luka bersih 2. Luka bersih terkontaminasi 3. Luka kotor / Infeksi .

 Kemungkinan timbul infeksi 3% -11% . pencernaan. urinari dlm kondisi terkontrol. pencernaan. genital & urinari.Luka bersih luka bedah tak terinfeksi pada sistem pernafasan. Luka bersih terkontaminasi Luka bedah dimana saluran respirasi. genital.

Luka terkontaminasi  Luka terbuka  Luka akibat kecelakaan  Kemungkinan infeksi 10% 17% Luka Kotor Terdapat nya mikroorganisme .

dapat karena faktor eksogen dan endogen (vascular compromise. or repetitive insults to the tissue) ▪ Tidak sembuh lebih dari 3 bulan ▪ Decubitus. chronic inflammation.Luka Akut: Menurut waktu penyembuhan Masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. operasi (bersih) Luka kronis: Mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. Gangren dan Vena . Misalnya: luka Trauma.

Luka tembus 6. Luka lecet (Abraded Wound).Mekanisme Terjadinya Luka 1. Luka insisi (Incised wounds) 2. Combustio ( luka bakar ) . 4. Luka memar (Contusion Wound) 3. Luka gores 7. Luka tusuk (Punctured Wound) 5.

Fase maturasi / remodeling ~ Proses pembentukan kembali melalui penutupan luka ~ Proses dapat berlangsung selama 1 tahun . Fase proliferasi Pembentukan jaringan baru melalui proses granulasi & epitelisasi 3.Proses penyembuhan luka 1. Proses Inflamasi /Fase defensif Berlangsung 4 – 6 hari 2.

Obat – obatan . Sirkulasi 5. Diabetes 9. Hematoma 6. Infeksi 4.Faktor yang mempengaruhi Penyembuhan luka 1. Iskemia 8. Usia 2. Benda asing 7. Keadaan luka 10. Nutrisi 3.

Dehiscence (terbukanya lapisan) 4. Infeksi 2. Eviscerasi ( keluarnya pembuluh melalui daerah irisan ) .Komplikasi Penyembuhan Luka 1. Perdarahan 3.

Definisi dan Klasifikasi Surgical Site Infection (“SSI”) / ILO Surgical Site Infection (SSI) merupakan infeksi yang terjadi pada tempat atau daerah insisi akibat suatu tindakan pembedahan yang didapatkan dalam 30 – 90 hari post operasi Klasifikasi: • Infeksi insisional superfisial • Infeksi insisional dalam • Infeksi organ/ rongga ( July 2013 CDC ) .

Sumber Kontaminasi SSI  Air 5%  Instruments  Personnel  Patient 10% 35% 50% Ref: Christopher T. Drake. Surgery 1977 . Ann.

tipe antiseptik. Pre operasi  Skin antisepsis  Pencukuran rambut  Antisepsis kulit di ruang operasi  Surgical scrub / cuci tangan bedah. lamanya scrub.FAKTOR RESIKO INFEKSI LUKA OPERASI a. kuku  Tim bedah terinfeksi atau kolonisasi .

Hair Removal.Pencukuran VS .

APAKAH PENCUKURAN ITU PERLU ? .

Literature and Study AORN: Jika diperlukan pencukuran. pilihan terbaik dengan menggunakan clipper secepatnya sebelum prosedur pembedahan berlangsung .

Antiseptik kulit /skin preparation pasien pra operasi : Mengurangi jumlah mikroorganisme pada permukaan kulit pasien Tetapi kulit tetap tidak bisa dalam .

Gambar Cara Melakukan Antiseptik di Daerah Operasi .

Sebelum Operasi  Hand hygiene surgical antisepsis (5 menit )  Kuku harus pendek dan tidak menggunakan kuku palsu  Tidak menggunakan perhiasan tangan dan lengan .

.

.

Intra operasi  Lingkungan ruang operasi  Ventilasi ruang operasi  Permukaan lingkungan ruang operasi  Inadekuat sterilisasi instrumen  Tehnik bedah dan asepsis.b. pasang drain dengan tepat (pemasangan drain terpisah dari luka insisi)  Jahitan bedah  Lamanya operasi .

Tekanan positif dalam Kamar operasi 2. Pintu Kamar operasi selalu tertutup 3. Batasi Jumlah orang yang masuk dalam Kamar operasi 4. Pembersihan OK : Setelah tindakan Satu minggu bongkar rutin .PRE OPERATIVE PREVENTION FAKTOR LINGKUNGAN 1.

.

.

hindari Hiperglikemia 2. Kendalikan kadar glukosa darah.FAKTOR PASIEN 1. 30 hari sebelum operasi elektif 3.Anjurkan pasien berhenti merokok. Paling tidak.Rawat Inap sebelum operasi sesingkat mungkin (cukup untuk persiapan operasi) 4.Mandi antiseptik sebelum operasi ( Chlorhexidine ) .

Lakukan desinfektan daerah insisi . Waktu pencukuran lebih dekat dengan waktu operasi 7. Cukur daerah sekitar insisi 6.Lanjutan 5.

Kuku harus pendek dan tidak menggunakan kuku palsu 4. Standart precaution 2.TIM BEDAH 1. Tidak menggunakan perhiasan di tangan dan lengan . Cuci tangan dan lengan sampai ke siku dengan antiseptik ( 5 menit ) 3.

Closed Gloving .

PAKAIAN BEDAH .

kecuali untuk lewat petugas dan alat  Tidak menggunakan sterilisasi cepat untuk alasan sebagai alternatif  Batasi jumlah personil yang masuk keruang operasi. hanya yang perlu saja .Saat Operasi  Pintu kamar operasi harus selalu tertutup.

instrument dan pasien itu sendiri. Mengurangi resiko infeksi dari pasien. lingkungan. Kedua hal di atas dapat dilakukan pada tahap pra operatif. . ataupun paska operatif. Mencegah transmisi mikroorganisme dari petugas. intra operatif.Prinsip pencegahan ILO 1. 2.

Balutan luka (wound dressings) Dressing yang dianjurkan Dressing dengan daya serap/ absorpsi minimal Mencegah luka terkontaminasi dari luar Mencegah .

luka insisi Kontraindikasi : luka terinfeksi.Jenis-jenis balutan 1. eksudat banyak . Film Dressing  semi-permeable  anti robek atau tergores  tidak menyerap eksudat Indikasi : low exudate.

   Hydrocolloid  mengangkat jaringan nekrotik   Indikasi : luka dengan epitelisasi. eksudat minimal       Kontraindikasi : luka yang terinfeksi .2.

3.d berat Kontraindikasi : luka dengan jaringan nekrotik dan kering .     Alginate Terbuat dari rumput laut Membentuk gel diatas permukaan luka Mudah diangkat dan dibersihkan Membantu untuk mengangkat jaringan mati Indikasi : luka dengan eksudat sedang s.

d berat Kontraindikasi : luka dengan eksudat minimal.4.   Foam Dressings Semi-permeable  Jenis bervariasi Indikasi : eksudat sedang s. jaringan nekrotik hitam .

Klasifikasi dressing untuk luka post operasi  Gauze ( Kassa ) Transparent Adhesive Film  Kombinasi .

Syarat Dressing Ideal Dapat mencegah masuknya mikroorganisme Tidak merusak jaringan yang baru tumbuh dan menimbukan rasa sakit pada saat dilepas Dapat mempertahankan kondisi lembab .

Perak nitrat f. PK . c.Bahan yang Perawatan Luka Digunakan dalam a. Larutan povodine-iodine.9 % dan air steril b. Untuk luka yg tdk terkontaminasi       Sodium Klorida 0. Hidrogen peroksida 3% e. Klorheksidin d.

Prinsip dalam perawatan luka post op Kaji keadaan luka Seleksi jenis dressing yang diperlukan Beri edukasi / pendidikan bagi pasien .

Terima Kasih .