Anda di halaman 1dari 11

I.

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK
Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi yang

mempraktikkan deentralisasi. Salah satu pandangan bahwa sistem pengendalian manajemen
harus sesuai dengan strategi organisasi. Pengendalian mengukur pelaksanaan kerja atau
prestasi denga membandingkan terhadap rencana dan tujuan. Meskipun perencanaan
dilakukan terlebih dahulu, tetapi tidak akan berhasil dengan sendirinya, tanpa bantuan dari
pengendalian manajemen. Rencana membimbing pimpinan yang memakai sumber-sumber
untuk mencapai tujuan, sedangkan pengendalian memonitor kegiatan untuk menentukan
apakah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pengendalian manajemen mencakup sistem pengendalian manajemen yang terdiri atas
tatanan organisasi, wewenang, tanggung jawab, dan informasi untuk memungkinkan
pelaksanaan pengendalian dan untuk memproses sekumpulan tindakan yang memastikan
bahwa organisasi bekerja untuk pencapaian tujuan. Suatu sistem pengendalian mempunyai
beberapa elemen yang memungkinkan pengendalian berjalan dengan baik. Elemen-elemen
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Detector atau sensor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi
dalam suatu proses yang sedang dikendalikan.
b. Assessor atau pembanding yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya
ukuran yang dipakai adalah dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah
ditetapkan atau dari apa yang seharusnya terjadi.
c. Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari
assesor.
d. Jaringan omunikasi yakni alat yang mengirim informasi antara detector dan antara
assesor dan efektor.
Pengendalian Manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan dan
pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen
melibatan hubungan antara atasan dan bawahan. Pengendalian dilakukan mulai dari tingkat
atas hingga bawah. Proses ini meliputi tiga aktivitas, yaitu :
1. Komunikasi; agar bawhan bertindak secara efektif
2. Motivasi; bawahan harus diberi motivasi
3. Evaluasi; efisien atau efektifnya seorang bawahan melakukan tugasnya harus
dievaluasi terlebih dahulu oleh manajer.

Rencana strategik merupakan hasil penerjemahan visi. dan promosi yang sesuai agar karyawan dapat berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. pengendalian. yaitu proses pengendalian manajemen dan struktur pengendalian manajemen. dan penilaian kinerja. Sasaran strategik merupakan hasil penerjemahan strategi ke dalam sasaran-sasaran yang hendak dicapai organisasi dalam rangka mewujudkan visi. karena sistem pengendalian manajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. dan tujuan organisasi. misi. tujuan dan nilai dasar sebaiknya melibatkan semua anggota organisasi dari level atas sampai level bawah b) Perencanaan strategik Perencanaan strategik merupakan aktivitas untuk melahirkan program-program baru yang dapat berupa rencana strategik. sasaran-sasaran strategik. Pusatpusat pertanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan. tujuan dan nilai dasar organisasi. sasaran strategik. inisiatif strategik dan target. pengembangan. Sistem pengendalian manajemen tersebut harus didukung dengan perangkat yang lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. yaitu : a) Perumusan strategi Tahap perumusan strategi sangat penting. Mahmudi (2007) membagi sistem pengendalian manajemen terdiri ata dua bagian. nilai dasar dan strategi ke dalam rencana organisasi. Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen. Perwujudan visi. misi. Proses pengendalian manajemen merupakan tahap-tahap yang harus dilalui untuk mewujudkan tujuan organisasi yang hendak dicapai. misi. Selama proses tersebut perlu mengatur sedemikian rupa proses seleksi. misi. c) Pembuatan Program Tahap pembuatan program merupakan tahap yang dilakukan setelah perencanaan strategik. pelatihan. tujuan. Rencana-rencana strategik. Struktur organisasi termanifestasikan dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban. karena kesalahan dalam merumuskan strategi akan berakibat kesalahan arah organisasi. manajemen sumber daya manusia. dan lingkungan yang mendukung. Penentuan arah dan tujuan dasar organisasi merupakan bentuk perumusan strategi yang kemudian diwujudkan dalam visi. dan inisiatif strategik merupakan kerangka konseptual yang harus dijabarkan dalam bentuk program- . Manajemen sumber daya manusia sudah dilakukan sejak proses perekrutan sampai pemberhentian karyawan.Sistem pengendalian manajemen sekor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Proses pengendalian manajamen terdiri atas beberapa tahap.

manajer bertanggungjawab untuk memonitor pelaksanaan kegiatan dan bagian akuntansi melakukan pencatatan atas penggunaan anggaran (input) dan output-nya dalam sistem akuntansi keuangan. Laporan keuangan tersebut merupakan salah satu bentuk pelaporan kinerja sektor publik. Secara agregatif biaya seluruh program tersebut akan diringkas dalam bentuk anggaran. Program merupakan rencana kegiatan dan aktivitas yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategik tertentu beserta sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. tahap selanjutnya adalah implementasi anggaran. terutama kinerja finansial. g) Evaluasi Kinerja Evaluasi kinerja harus memiliki manfaat utama bagi pihak internal dan eksternal. f) Pelaporan Kinerja Pada tahap implementasi bagian akuntansi melakukan proses pencatatan. Biaya program tersebut merupakan gabungan dari biaya aktifitas untuk melaksanakan program. dibuat juga anggaran pendapatan dan anggaran investasi (modal) untuk melaksanakan program. Tahap ini dilakukan sebagai sarana untuk melakukan tindak lanjut atas prestasi yang dicapai. d) Penganggaran Program-program yang telah ditetapkan harus dikaitkan dengan biaya. e) Implementasi Setelah anggaran ditetapkan. peringkasan dan pelaporan transaksi atau kejadian ekonomi yang berkaitan dengan keuangan. penganalisaan. Sedangkan untuk pihak eksternal. STRUKTUR PENGENDALIAN MANAJEMEN Lingkungan pengendalian manajemen dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal. pengklasifikasian. laporan kinerja berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban organisasi.program. h) Umpan Balik Tahap akhir setelah dilakukan evaluasi kinerja adalah pemberian umpan balik. Selama tahap implementasi. Pencatatan penggunaan sumber daya penting digunakan sebagai dasar dalam penentuan program tahun yang akan datang. II. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian . Selain anggaran biaya. Informasi akuntansi tesebut akan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Pelaporan kinerja keuangan yang dihasilkan dalam sistem informasi akuntansi harus dilengkapi dengan informasi mengenai kinerja non-keuangan. Laporan kinerja bagi pihak internal digunakan sebagai alat pengendalian manajemen untuk menilai kinerja manajemen dan staf.

Perilaku organisasi juga baerkaitan erat dengan motivasi. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. III. 2. Anthony dan John Dearden dalam Management Control System dalam Ayuningtyas (2006) Pusat Pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang mempunyai wewenang untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu dalam rangka melaksanakan sebagia kegiatan-kegiatan organisasi yang menjadi tanggungjawabnya. KONSEP PUSAT PERTNGGUNGJAWABAN DI ORGANISASI SEKTOR PUBLIK. Unit organisasi ini dikepalai oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap tugastugas yang dibebankan kepadanya. 6. Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki komptensi sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat. Sebagai alat pengendalian manajemen. Kemampuan seorang manajer atau pemimpin suatu organisasi dalam memotivasi. yakni suatu unit yang membawahi suatu tugas tertentu.manajemen yang meliputi perilaku organisasi dan pusat pertanggungjawaban. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi. 3. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan. dan penilaian kinerja manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya. Tujuan-tujuan dibuatnya pusat-pusat pertanggungjawaban menurut Mardiasmo (2009) adalah : 1. Secara garis . 5. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien. dan berkomunikasi dengan para bawahannya akan menentukan efektivitas manajer. Sebagai basis perencanaan. melatih dan memotivasi para manajer. Suatu organisasi juga dibagi menjadi bagian-bagian yang disebut pusat pertanggungjawaban. Tanggung jawab manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara sumber daya input yang digunakan dengan output yang dihasilkan dikaitkan dengan target kinerja. dan meningkatkan daya saing. memfokuskan manajemen pusat. pengendalian. Konsep pusat pertanggungjawaban merupakan wujud dari model pengambilan keputusan secara terdesentralisasi yaitu untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi lokal. serta mengevaluasi segmen. mempengaruhi. 7. mengarahkan. Pusat pertanggungjawaban menurut Robert n.

dan keefektivan dievaluasi dengan apakah pusat pertanggungjawaban terebut mencapai kinerja yang diinginkan pada target dan sasaran yang direncanakan. . objek pariwisata milik PEMDA. dan pelabuan. sehingga tujuan pusat laba ini hanya sebagai break even atau sekedar pemuliahan biaya. Pusat biaya banyak djumpai oleh sektor publik karena output yang dihasilkan sering kali ada tetapi tidak dapat diukur atau hanya dapat diukur secara fisik tidak dengan nilai rupiahnya. Kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan.besar pusat pertanggungjawaban pada organisasi sektor publik dibedakan menjadi empat oleh Mardiasmo (2009) adalah sebagai berikut : 1. pusat pelayanan sebagai pusat laba tidak hanya semata-mata mengejar laba. Dinas Pekerjaan Umum dan sebagainya. efisiensi dievaluasi dengan hubungan yang terukur antara input dengan output. Bagi pusat standar biaya. 3. Contohnya adalah BUMN dan BUMD. Suatu unit organisasi dianggap sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bukan nilai output yang dihasilkan). Pusat pelayanan menghasilkan output yang digunakan untuk mendukung kerja pusat pertanggungjawaban lainnya. sebagaimana pada organisasi perusahaan manajer pusat pendapatan hanya bertanggung jawab terhadap penjualan. Pusat Laba Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expense) dengan output (revenue) dalam satuan moneter. Pusat Pendapatan Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Contohnya adalah Kementrian Pendidikan. Pada pusat standar biaya manajer bertanggung jawab hanya terhadap biaya. 2. 4. Pusat Investasi Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajemennya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pusat pertanggungjawaban pada organisasi sektor publik dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu pusat pelayanan dan pusat misi. Pusat biaya Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan bukan nilai output yang dihasilkan. bandara. Pada organisasi sektor publik. sedangkan pusat misi menghasilkan output yang membantu secara langsung dengan pencapaian tujuan organisasi. Pusat pelayanan dapat berbentuk pusat biaya atau pusat laba.

atau dengan kata lain tidak sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan. a) Masalah Kesesuaian Tujuan Pengukuran kinerja dalam organisasi sektor publik dilakukan untuk mengukur value for money program dan kegiatan. bagian kebersihan dan bagian pelayanan askes.Pusat misi dapat berupa pusat laba. sedangkan pusat misi contohnya adalah laboratorium. meskipun terdapat juga berbentuk pusat pendapatan atau pusat biaya. pusat pertanggungjawaban merupakan basis pengukuran kinerja. laundry. Kinerja desentralisasi yang lain juga mempengaruhi pengukuran kinerja dari sebuah unit individu. efisiensi dan efektivitas. serta banyak dan bervariasinya pihak yang berkepentingan. b) Masalah Eksternalitas Ketika interaksi ada. yaitu ekonomi. Menurut Mardiasmo (2009) pusat pertanggungjawaban di organisasi sektor publik dibagi menjadi empat yaitu pusat . kita membutuhkan sebuah pengukuran kinerja. bagian apotek. Dalam organisasi sektor publik pengukuran kinerja nonkeuangan lebih diutamakan karena tujuan dari organisasi sektor publik adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. penerapan pengukuran kinerja menjadi sangat penting bagi organisasi sektor publik karena tingginya ketergantungan lembaga pengawasan yang mengakibatkan tingginya ketidakpastian lingkungan yang dihadapi. tetapi juga mengukur unit yang lain. dan sasaran organisasi yang samar (Untoro 2010) V. yaitu terkait dengan kesesuaian tujuan dan masalah eksternal. bagian radiologi. IV. yaitu membandingkan antara apa yang telah dicapai oleh unit organisasi dengan anggaran yang telah ditetapkan. dan sebagainya. bagian akuntansi. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI BASIS PENGEMBANGAN PENGUKURAN KINERJA Untuk mengarahkan keputusan manajer dan mengevaluasi kinerja manajer dan pusatpusatnya. Oleh karena itu. Ada dua alasan mengapa manajer perlu menerapkan pengukuran kinerja pada unit kerja. Misalnya pada rumah sakit yang dapat dikategorikan sebagai pusat pelayanan adalah bagian administrasi umum. IMPLEMENTASI PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN DI ORGANISASI PEMERINTAHAN Pengaruh siste desentralisasi pada organisasi pemerintahan adalah dengan dibentuknya pusat-pusat pertanggungjawaban. Oleh karena itu. Tanpa adanya ukuran kinerja akan sulit untuk mengidentifikasi apakah suatu program atau kegiatan dinyatakan berhasil atau gagal. kegiatan unit individu mempengaruhi tidak hanya mengukur kinerjanya sendiri.

Pusat Pendapatan Unit organisasi ini dinilai kinerjanya berdasarkan seberapa besar pendapatan yang dapat diperoleh dibandingkan dengan pendapatan yang ditetapkan. Pusat Biaya Dalam konteks organisasi sektor publik.biaya. Hampir sebagian besar unit organisasi dalam pemerintahan merupakan pusat biaya. 2. Sedangkan literatur akuntansi manajemen kontemporer membagi pusat pertanggungjawaban menjadi lima. Dinas Pekerjaan Umum dan sebagainya. tetapi juga ukuran kinerja yang digunakannya. Selain itu juga. Pada . kualitas. Penjelasan mengenai implementasi pusat pertanggungjawaban di organisasi pemerintahan adalah sebagai berikut : 1. fungsi organisasi ini bukanlah untuk memperoleh pendapatan. Ukuran kinerja yang digunakan untuk menilai unit organisasi sebagai pusat biaya adalah seberapa besar input yang digunakan oleh unit organisasi tersebut untuk mencapai atau menghasilkan output tertentu pula baik berupa fisik maupun nonfisik. Jadi. tanpa memperhitungkan tingkat pengembalian secara finansialnya. Contoh dari pusat biaya ini adalah pada pemerintah pusat seperti Kementrian Pendidikan Nasional. Walaupu ada potensi untuk memperoleh pendapatan. juga ada pusat beban terbatas. karena memang tujuan utama organisasi sektor publik adalah pelayanan publik. Kementrian Kesehatan dan sebagainya. biasanya jumlahnya jauh lebih kecil daripada jumlah belanjanya. Implementasi pusat pertanggungjawaban pada organisasi sektor publik tidak hanya dilihat dari fungsi dan kewenangannya. pusat pendapatan. Sedangkan pada pemerintah daerah adalah Dinas Pendidikan. pusat laba dan pusat investasi. pada sebagian besar unit organisasi sektor publik yang merupakan pusat biaya akan menghasilkan defisit anggaran pada laporan realisasi anggarannya karena memang sebagai organisasi pengguna dana. Pada pusat biaya efisiensi dapat ditentukan dengan membandingkan antara input yang digunakan dengan output yang dihasilkan atau dengan standar biaya yang telah ditetapkan. pusat biaya ini adalah unit organisasi (atau bisa juga sub-unit organisasi) yang beroperasi semata-mata hanya untuk pelayanan publik atau peningkata kesejahteraan masyarakat. Dinas Kesehatan. yaitu selain empat pertanggungjawaban diatas. dan kepuasan publik dari output yang telah dihasilkan tersebut melalui metode survei. sedangkan efektivitas unit organisasi dapat ditentukan dengan misalnya mengukur tingkat ketersejangkauan.

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu. baik manfaat berupa keuangan maupun nonkeuangan di masa mendatang. Dirjen Bea dan Cukai. Pusat Investasi Investasi pada organisasi sektor publik diartikan sebagai pengorbanan konsumsi (berupa anggaran belanja modal maupun pembiayaan) untuk memperoleh manfaat. dan pelabuan. namun dapat meningkatkan pelayanan . sedangkan opersionalnya seperti organisasi bisnis.pemerintah pusat. proses pembiayaannya tunduk pada aturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan keuangan negara atau daerah. Apabila tanggung jawab investasi tersebut berada pada bagian aset di DPPKAD atau bagian umum di sekretariat daerah. investasi dilakukan oleh organisasi sektor publik tidak harus mengasilkan imbalan secara keuangan. Pusat Laba Biasanya unit organisasi ini adalah unit bisnis milik pemerintah atau sebagian sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Pada unit organisasi ini. Sedangkan dalam konteks pemerintah daerah. 4. bandara. objek pariwisata milik pemda. Sedangkan contoh investasi yang tidak langsung mendapatkan manfaat keuangan. Contoh investasi yang menghasilkan manfaat keuangan secara langsung adalah misalnya pemda memutuskan untuk membangun pasar dan kios yang ada di pasar tersebut disewakan atau dijual secara kredit kepada pedagang yang memafaatkan pasar tersebut. Dilihat dari segi manfaat yang diperoleh. unit organisasi yang berfungsi sebagai pusat pendapatan adalah Kementrian Keuangan. Contohnya adalah BUMN dan BUMD. maka bagian aset atau bagian umum tersebut merupakan pusat investasi. Kedua direktorat tersebut bertugas untuk melaksanakan pemungutan sekaligus meningkatkan penerimaan negara. Penekanan kepada manfaat nonkeuangan lebih besar karena tujuan utama organisasi sektor publik adalah untuk pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. terutama Dirjen Pajak. 3. Hasil investasi berupa pasar dapat langsung diterima oleh pemda berupa keuntungan sewa atau keuntungan atas penjualan secara kredit. unit organisasi yan berfungsi pada pusat pendapatan adalah bagian pendapatan pada Dinas Pendapatan. tetapi dapat juga bersifat tidak langsung yaitu apabila hasil investasinya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat sekitar sehingga nantinya akan meningkatkan kapasitas anggaran pemda.

dan kesejahteraan publik yaitu dengan pembangunan jalan untuk akses desa terpencil. Seorang manajer puncak harus dapat menetapkan pusat pertanggungjawaban yang tepat bagi organisasi yang dipimpinnya sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan organisasi. VI. Namun pusat laba memiliki kelemahan yaitu munculnya perselisihan anar unit bisnis mengenai penentuan harga transfer produk dan adanya kepentingan manajer unit bisnis untuk . Manajer puncak juga harus mampu membuat kebijakan-kebijakan serta menyusun struktur organisasi yang sesuai dengan jenis pusat pertanggungjawaban. Pusat Beban Terbatas Pusat beban terbatas merupakan unit yang menghasilkan output yang tidak dapat diukur secara finansial atau bagi unit yang todak ada hubungan yang kuat antara pemakaian sumber dan hasil yang dicapai. Pusat pertanggungjawaban ini lebih bersifat unit yang mendukung unit organisasi lainnya. Apabila perekonomian masyarakat meningkat. dan hemat maka kegiatan tersebut perlu direncanakan. Keberadaan jalan tersebut akan meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut. dikoordinasi. 5. KESIMPULAN Sistem pengendalian manajemen mempunyai dua unsur penting. Pusat laba adalah jenis pusat pertanggungjawaban yang terbaik. dan kehematan pelaksanaan yang dilakukan oleh pusat-pusat pertanggungjawaban. Contohnya adalah bagian sekretariat atau bagian tata usaha pada sebuah SKPD. Peningkatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan pemda untuk meningkatkan pajak dan retribusi daerah. yang bertanggung jawab atas belanja adminitrasi kantor untuk mendukung operasional kantor sehari-hari serta pelaksanaan program dan kegiatan SKPD secara keseluruhan. Proses pengendalian manajemen Agar kegiatan dapat dilaksanakan dengan efektif. namun hanya bisa seberapa besar input yang digunakan atau ketercapaian target output yang direncanakan dengan input yang terbatas. Kinerja unit organisasi ini tidak dapat diukur dengan tolok ukur kinerja berdasarkan urusan pemerintahan organisasinya. sehingga dapat mengakomodasikan kegiatan bisnis organisasi agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. tentunya akan diiringi dengan peningkatan perputaran barang dan jasa. Struktur pengendalian manajemen b. dan dikendalikan. efektivitas. efisien. Pemeriksaan manajemen dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi. yaitu : a.

MAKALAH BAB 8 . sehingga pelaksanaan tidak melenceng dari tujuan organisasi.memfokuskan profit jangka pendek terkait dengan penilaian kinerjanya. Untuk dapat meminimalkan akibat kelemahan tersebut. perlu dilakukan pengawasan dan koordinasi yang baik oleh manajemen diatasnya melalui kebijakan-kebijakan.

PUSAT PEMERINTAH PERTANGGUNGJAWABAN DI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK AU2073 DISUSUN OLEH : Renny Rusmadayanti 12140017 Ghea Angeline Thenius 12140018 Antonius Fredy Suhendra 12140023 .