Anda di halaman 1dari 8

Hari, Tanggal : Senin, 18 April

2016
Tempat : Lab. Energi Leuwikopo
Waktu : 10.00 – 13.00

Asisten praktikum :
Rimo
(F14120059)
Fauzan
Abdul
(F14120105)
Lilik
M
(F14120110)
Sri
Ichfana
(F14120114)

LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH
ENERGI DAN LISTRIK PERTANIAN
“Pirolisis”

Oleh :
Kresnanto Herlambang. (F14130039)
Dosen Praktikum :
Ir. Sri Endah Agustina, MS

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

Hasnan
Azmi
Rahman
Haniftio

2011). Membandingkan kinerja dan efisiensi dua kiln 3. Arang adalah residu padat yang tersisa dari biomassa saat proses pirolisis dengan kondisi tertutup pada tungku atau tempat pembakaran. Pengontrolan keluar masuk udara sangat diperlukan dalam pirolisis arang. yang salah satunya adalah pembuatan arang. sehingga biomassa tidak serta-merta terbakar selama proses pengarangan. seperti pedagang sate. Pirolisis adalah dekomposisi termal material yang mengandung karbon melalui proses pembakaran tanpa menggunakan oksigen pada keadaan tekanan sistem tidak terpengaruh de ngan tekanan uap air (Jones. Membandingkan jumlah rendemen yang dihasilkan Alat 1. masih akan terus bertambah begitu pula dengan kebutuhan energy yang diperkirakan akan terus meningkat. Kiln A Kiln B Termokopel C/A Continues recorder Sarung tangan anti panas Korek api Alas berupa seng Ember 2 . melainkan terdekomposisi secara kimia menjadi arang (FAO.Sebagian besar. Sehingga perlu adanya energi alternatifuntuk tetap menunjang kehidupan manusia. energi yang digunakan masyarakat Indonesia umumnya berasal dari energi fosil. Arang banyak dimanfaatkan sebagai bahanbakar pedagang kelas menengah kebawah. 2. Tak terkecuali kebutuhan akan arang. 3. 6. Mengetahui proses pirolisis primer dalam pembuatan arang batok kelapa 2. Total penduduk Indonesia saat ini sekitar 231 juta jiwa. Energi alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan adalahenergi biomasa. melalui proses pembakarannya.PENDAHULUAN Kebutuhan energi berbanding lurus dengan besarnya laju pertumbuhan penduduk.. METODOLOGI Tujuan Praktikum “Pirolisis” kali ini bertujuan : 1. 8. memiliki tingkat kebutuhan akan bahan bakar yang tinggi. 1983). Indonesia sebagai Negara berpenduduk keempat terbesar di dunia. jika terus dimanfaatkan tanpa adanya upaya pelestarian dapat mengakibatkan kelangkaan energi di masa depan. serta pada industri pengasapan makanan. 4. Pirolisis memanfaatkan biomassa sebagai penghasil arang. 7. 5.

Sabut kelapa kering 3. Minyak tanah Prosedur Praktikum Mulai Siapkan termokopel Atur kecepatan chart menjadi 6 cm/jam Timbang 15 kg batok Masukan batok ke dalam kiln Nyalakan api Tunggu hingga menjadi bara api Tutup kiln bagian atas Masukan termokopel ke dalam kiln Tunggu hingga proses pirolisis selesai Keluarkan hasil berupa arang Timbang hasil pirolisis dan hitung rendemen Ulangi pada kiln B Selesai HASIL DAN PEMBAHASAN 3 .Bahan 1. Batok kelapa kering 2.

80 10.10 11.20 16.00 5.20 16.45 6.10 18.43 9.45 5.40 11.45 3.20 1.6 12.00 8.60 12.40 19.20 5.20 18.60 9.45 4.95 4.45 4.60 12.60 12.20 16.60 12.95 5.20 13.45 4.95 4.95 6.20 4.40 11.20 2.45 4.45 7.60 12.60 14.80 15.40 14.45 0.70 5.80 12.95 4.60 2.95 6.5 12.40 16.20 5.20 5.20 2.95 4.45 4.45 5.80 15.95 7.70 3.45 6.33 14.45 3.40 14.45 3.70 7.90 13.Hasil Tabel 1 Data pembacaan recorder kiln A dan kiln B Periode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Rata-rata Kiln 1 (kecil) Distance Voltase (cm) (mV) 4.60 9.50 14.10 16.80 5.40 11.52 Tabel 2 Hasil perbandingan antara kiln A dan kiln B 4 .70 5.45 3.95 5.10 16.80 5.45 4.00 13.27 Klin 2 (besar) Distanc Voltase e (cm) (mV) 0.60 12.45 4.50 2.10 11.20 6.95 3.45 1.70 4.45 1.50 9.45 1.45 5.20 6.70 12.20 4.45 4.95 2.10 6.40 4.45 6.

5 kg ×100 15 kg Rendemen=10 2.59 x−442.5 Kecepatan chart (cm/jam) 6 6 Suhu minimum (oC) 260.45−15.40 775−750 0.44 400 Suhu Rata-Rata (oC) 371.95 mV Melihat table konversi untuk termokopel C/A.3 Rendemen (%) 10 22 Waktu pengarangan (menit) 123 113 Suhu awal (oC) 287 107 Suhu akhir (oC) 357 385 Konversi chart (cm/mV) 2.5 2. Rendemen berat akhir Rendemen= ×100 berat awal Rendemen= 1.95 Besar voltase = 16.29 Suhu maksimum (oC) 494.5 x=752℉ 5 .81 77.99−15.25=0. Suhu maksimum Pada chart terlihat simpangan terjauh sebesar 3.2 cm Besar voltase = (3.2 cm × 5 cm/mV) + faktor koreksi Besar voltase = 16 + 0.1 260 Laju Pengarangan kg/jam 0.05 x−750 = 0.59 25 1.75 Contoh perhitungan 1.40 x−750 = 15.73 1.5 3. dengan melakukan interpolasi 15.Parameter Kiln A Kiln B Berat awal tempurung kelapa (kg) 15 15 Berat arang (kg) 1.

dengan suhu rata-rata 371. Setelah proses pirolisis selesai. Kiln A merupakan kiln dengan 3 inlet udara besar sedangkan kiln B merupakan kiln dengan lubang inlet udara yang banyak. Laju Pengeringan = hasil arang / waktu pengarangan = 1. Sementara arang dengan kualitas baik akan menghasilkan bagian dalam yang mengkilap. Kiln B dilihat dari segi kualitas pengarangan kiln B lebih baik.73 kg/jam PEMBAHASAN Pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia dari biomass menuju rentang produk yang bermanfaat. Pada kiln B hasil rendemen adalah 3.3 kg dari 15 kg atau 22%.5 / (123/60) = 0.5 x= (752−32) 9 x=400 ℃ 3. suhu relatif tidak berubah.1 oC. Salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan suhu tersebut adalah pada kondisi kiln yang berbeda. suhu yang rendah berdampak pada lamanya proses pirolisis berlangsung. praktikan telah mampu memahami cara kerja atau metode pirolisis. meski sudah diberi perlakuan berupa pembukaan inlet udara samping dan outlet kiln. kualitas pirolisis juga dapat dilihat secara visual yakni dari kadar abu arang. Praktikum pirolisis kali ini menggunakan 2 kiln untuk membandingkan hasil luaran. sedangkan kiln B fluktuatif dengan kondisi suhu maksimum mencapai 400 oC.5 kg dari 15 kg atau 10%. dimana kondisi pirolisis yang baik akan menghasilkan bagian dalam arang yang hitam legam. faktor yang mempengaruhi rendemen tersebut adalah suhu kiln A yang rendah. Pada kiln A hasil rendemen adalah 1. rendemen dan tingkat kualitas pirolisis serta efisiensi kiln. perhitungan rendemen dapat dilakukan. SIMPULAN Melalui Praktikum pirolisis kali ini. hasil tersebut jauh lebih baik karena suhu pirolisis dapat dinaikan pada suhu target (400oC) Selain rendemen hasil teoritis. selain memahami cara kerja atau metodenya praktikan mampu memilih kiln yang lebih baik untuk melakukan proses pirolisis. yang menyebabkan nilai yang tercatat dapat berubah secara spontan. pada kiln A pemberian O2 dirasa sulit. terdapat faktor non-teknis yang berpengaruh pada luaran chart yakni angin atau sentuhan praktikan tanpa disengaja pada kabel termokopel. Saat proses berlangsung suhu kiln A cenderung berada pada kisaran 300oC. yakni kiln B. Selain karena faktor kiln. 6 . baik pada saat agen pengoksidasi tidak ada atau saat ketersediaan terbatas dan tidak memperkenankan proses gasifikasi menuju tingkat yang lebih besar (Basu 2013).

Oxford (UK) : Academic Press Jones. Terlihat dari lamanya waktu pirolisis yang diperlukan. suhu pada kiln B lebih mudah dikontrol. kiln B membutuhkan waktu selama 113 menit untuk seluruh tempurung terpirolisis. Mechanical Wood Products Branch Staff Food and Agriculture (FAO) of United Nations. sedangkan untuk kiln A. 1983. Hasil rendemen kiln A sebesar 10% dan kiln B adalah 22%. sedangkan kiln A memerlukan waktu 123 menit agar proses pirolisis selesai. 7 . nilai massa awal pirolisis perlu ditingkatkan. untuk memperoleh nilai seperti itu. nilai tersebut masih dibawah literatur yakni sekitar 35%. Rome: Forest Industries Division. Mechanisms of Pyrolysis.seluruh tempurung kelapa berhasil terpirolisis semua. Biomass Gasification Pyrolysis and Torrefaction. ini terlihat dari suhu tentu semakin tinggi suhu kiln semakin cepat pula proses pirolisis berlangsung. 2011. Melbourne: Massey University. Simple Technologies for Charcoal Making. 2013. DAFTAR PUSTAKA Basu P. Selain kualitas arang. Jim. suhu juga harus dijaga agar konstan pada 400 oC.

8 .