Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan kewirausahaan yang dimasyarakat secara menyeluruh ke semua lapisan
termasuk ke semua instansi baik pemerintah maupun swasta telah berlangsung hingga sekarang,
tetapi kenyataannya menunjukkan perubahan yang berarti sejak krisis ekonomi melanda Indonesia
yang berdamapak pada bertambahnya Pemutusan Hubungan Kerja di berbagai perusahaan di
Indonesia.
Berdasarkan kenyataan tersebut, maka pengembangan kewirausahaan perlu ditanamkan ke
generasi muda, karena dengan pengembangan jiwa kewirausahaan ini mereka diharapkan berperan
sebagai :
1. Pendukung lajunya pembangunan bangsa baik secara fisik maupun non fisik.
2. Insan yang berpendidikan, diharapkan sebagai penggerak dan bertanggung jawab terhadap
kemajuan suatu pengetahuan, teknologi dan seni khususnya pengetahuan di bidang
kewirausahaan/ kemandirian.

menerapkan cara kerja. b. Suri tauladan sebagai praktisi di bidang kewirausahaan yang memiliki pendidikan tinggi. 4. karena selama ini masyarakat kita yang menjadi praktisi di bidang kewirausahaan pada umumnya memiliki pendidikan rendah. Menurut Hasil Simposium Nasional kewirausahaan 7-8 Februari 1995 di Jakarta Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah kepada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyrakat. 2. Istilah Kewirausahaan. mengelola. dan Enterpreneurship 1. Pengertian Enterpreneur dan Entrepreneurship Menurut Edvardson. Pekerti (1999) Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan. B. produktif dan inovatif. menciptakan. Sebagai lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak sebagai insan pencari kerja. Kewirausahaan adalah tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan yang membuahkan hasil berupa organisasi yang melembaga. c.4 Tahun 1995 dengan kalimat sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. Menurut A. nilai-nilai dan prinsip-prinsip serta sikap.3. d. bangsa dan negara. tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Kewirausahaan dengan kemampuan seseorang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain dengan berswadaya. Kewiraswastaan. perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. entrepreneurship adalah sebuah kata yang digunakan untuk menjelaskan perilaku-perilaku pemikiran strategis dan berani mengambil resiko yang akan diberikan hasil peluang bagi individu dan organisasi Ciri-ciri entrepreneur menurut Edvardson adalah : Memiliki sikap / ketetapan hati (internal locus of control) Bersemangat tinggi (high energy level) Motivasi berprestasi tinggi (high need for achievement) Dapat memahami perbedaan pendapat (tolerance for ambiguity) Percaya diri (self confidence) Berorientasi tindakan (Action oriented) . Pengertian ini kemudian diakomodasi dan dimantapkan dalam Inpres No. Pengertian Harafiah Kewirausahaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan keberanian sesorang untuk melaksanakan sesuatu kegiatan bisnis atau non bisnis (cara bisnis). mengembangkan dan melembagakan perusahaan yang dimilikinya sendiri. a. kiat. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. 3. 4. sikap. f. e.

Mampu mengantisipasi masa yang akan datang. Mampu menjalin hubungan baik dengan pelanggaran. 4. c. c. b. c. karyawan. analitis. Teori Kewirausahaan A. a. 2. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. pengorganisasian. Daya pikir kreatif. Menurut Steinhoff dan Burgess: a. a. Bekerja keras dan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk mau dan mampu memcapai keberhasilan.C. Menurut Pitke Abrahamso (1989) : Memiliki drive yang kuat (motivasi untuk maju). d. Teori Ekonomi Menurut Catilon. Jadi wirausahaan adalah penanggung resiko. Memiliki kekuatan mental yang baik (IQ. Memiliki organizational skill yang baik. Menurut Suparman Sumahamidjaja (1993) : Sikap mental positif (disebut ada 36 macam). Memiliki kemampuan mengidenfikasi suatu pencapaian sasaran (goal) dan memiliki kejelian (vision) dalam bisnis. 1. e. dan pelaksanaannya. d. Pekerti membedakan teori kewirausahaan dalam dua golongan besar. pemasok. EQ. e. yaitu teori yang mengutamakan peluang usaha (yang umumnya dianut para ahli ekonomi) dan teori yang mengutamakan tanggapan orang terhadap peluang tersebut (yang umumnya dianut oleh para ahli sosiologi dan psikologi). Mengutamakan uang sebagai alat ukur keberhasilan. wirausahawan adalah orang yang mengambil resiko dengan jalan membeli barang sekarang dan menjualnya kemudian dengan harga yang tidak pasti. d. d. b. Menurut Mc Cleland : Menyukai pengambilan resiko yang moderat Bertanggung jawab. Motivasi tinggi. kreatif) Memliki kemampuan menjalin hubungan antar manusia (human relation ability) Memiliki kemampuan berkomunikasi Menguasai pengetahuan teknis 3. Ciri-ciri Wirausahawan yang Berhasil 1. D. a. e. b. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. Kemampuan mengambil resiko dan bersaing. e. . Inovatif. b. bankers dan lain-lain. c.

Adakah karaktiristik perorangan yang membedakan wirausaha yang berhasil dan yang kurang berhasil. Manajemen kewirausahaan harus mengutamakan empat hal : 1) Fokus pada dasar 2) Antisipasi kebutuhan keuangan 3) Menyampaikan dan menyusun tim manajemen puncak jauh sebelum diperlukan. c. c. Karena itu kalau kita secara sengaja mengembangkan wirausaha dalam suatu masyarakat yang tertentu niscaya kita harus menghiraukan ketimpangan-ketimpangan sosial yang mempengaruhinya. b. Menyebarkan informasi tentang peluang ekonomi. artinya cara baru memanfaatkan sumber daya untuk menciptakan kekayaan. Pilihan bidang usahanya. 4. kerjasama dengan orang lain. 2. Teori Psikologi Pada dasarnya teori psikologi tentang kewirausahaan mencoba menjawab dua pertanyaan : a. a. Adakah karakteristik perorangan yang membedakan wirausaha dan orang yang bukan wirausaha ? b. yang menentukan sukses tidaknya seorang wirausaha.Bila kewirausahaan kita pahami menurut teori yang mengutamakan peluang usaha. keberhasilan seseorang wirausaha tergantung dari : Pilihan tempat kerjanya sebelum mulai sebagai wirausaha. b. Teori Perilaku Menurut Wesper. Secara sengaja menciptakan peluang ekonomi. Teori-teori sosiologi menerangkan perbedaan antar kelompok sosial tetapi tidak menjelaskan mengapa dalam suatu kelompok sosial ada orang yang menerangkan perbedaan antar orang. Menawarkan insentif agar orang mau menanggung resiko. b. Dan kepiawaian mengamalkan manajemen yang tepat. Ketiga macam teori yang dibahas diatas menambah kemampuan kita untuk mengembangkan wirausaha dan mengembangkan diri sebagai wirausaha. menjadi innovator dan membangun organisasi. Inovasi (bertujuan) Dasar pengetahuan kewirausahaan adalah inovasi. ada tiga unsur perilaku untuk mendukung berhasilnya praktek kewirausahaan : a. Manajemen wirausaha Orang yang mendirikan perusahaan harus tahu manajemen dan mengamalkan. McClelland (perintis teori psikologi) mencoba mencari (secara empiris) faktor-faktor kepribadian yang tidak tergantung pada keadaan lingkungan. 3. . Teori Sosiologi Teori-teori sosiologi mengingatkan pada kita bahwa waris-waris sosial merupakan salah satu penentu utama kewirausahaan. Menurut Drucker. maka mengembangkan wirausaha bisa berwujud tindakan-tindakan sebagai berikut : a.

Kelemahan tersebut pertama membawa dampak pada sikap menejemen dan organisasi usaha. karena itu kewirausahaan/ kewiraswastaan mempunyai peran dalam pembangunan nasional dibidang perekonomian. Tingkat pendidikan umumnya rendah (bersikap tradisional). Jadi untuk mengembangkan wirausaha kita bisa menciptakan peluang ekonomi dan peluang belajar kewirausahaan secara sengaja dan terencana. 2. Drucker menyarankan empat macam strategi wirausaha : Pemimpin yang dominan dalam pasar Imitasi kreatif Monopoli dengan produk atau jasa yang sangat khusus Dan menciptakan konsumen baru dengan menciptakan produk barang atau jasa. Kondisi Wirausaha/Wiraswasta Gambaran kondisi usaha kecil dalam garis besarnya dapat diutarakan sebagai berikut : 1. Kelemahan financial. Ini membawa akibat keterbatasan kemampuan gerak. Berpangkal pada teori perilaku. c. BAB II SIKAP MENTAL WIRAUSAHA A. Dan strategi wirausaha. 3. Pemupukan modal sulit karena terganggu pola konsumennya. 1) 2) 3) 4) Teori perilaku berbeda dari teori-teori yang dibicarakan sebelumnya karena mengutamakan kemampuan yang bisa dipelajari dan dikuasai sendiri oleh orang yang mau menjadi wirausaha. Sebaliknya dunia usaha harus memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim memegang peranan aktif. Wirausahawa dan Perekonomian Indonesia Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. Dengan demikian sektor swasta merupakan unsur penting dalam perekonomian Indonesia. Biasanya mati hidupnya usaha tergantung diri seseorang. Teori perilaku dibatasi oleh warisan sosial dan keturunan. Kewirausahaan adalah pilihan kerja.4) Dan penetuan peran si pendiri dalam hubungannya dengan orang lain. B. Ketiga sektor ekonomi ini perlu dikembangkan secara serasi dan mantap. Wirausahawan juga harus mampu mengatur startegi menempatkan diri dalam pasar. 4. . sektor swasta dan koperasi. pilihan karier. kita bisa berupaya mengembangkan wirausaha dengan keyakinan bahwa kewirausahaan bisa dipelajari dan dikuasai. Sebagaimana diketahui terdapat tiga unsur penting dalam tata perekonomian Indonesia yaitu : Sektor negara.

Sifat tidak percaya pada diri sendiri. Menyikapi hambatan Mewujudkan suatu usaha berwirausaha menyatakan banyak menghadapi hambatan mental kepribadian dan lain sebagainya. 7. koentjoroningrat dalam Kebudayaan. Dengan demikian orang akan terbatas dari rasa khawatir mengenai diri dan akan menghadapi kehidupan beserta masalahnya secara realistis karena itu diusahakan : 1. Maka fasilitas yang membantu kemudahan usaha tidak sama diperolehnya. Tahu apa maunya (mampu merumuskan tujuan). Mengembangkan persahabatan dengan siapapun. tetap tidak bergerak dan tidak goyah. 3. selalu mengenai sasaran yang dituju dilengkapi dengan keimanan dan ketakwaan. Prof. Perlu selalu dibina kepribadian yang menarik dan menyenangkan. 4. 3. selalu bergairah melakukan kegiatan berkaryanya. Sifat mentaliteit yang suka mengorbankan tanggung jawab yang kokoh. Demikian ini dapat terjadi karena : 1. Sifat mentaliteit yang suka menerobos. 5. teliti. kecamatan. dengan membiasakan diri bersikap mental positif. 6. Karena kurangnya landasan pengetahuan ditambah lemahnya permodalan. desa. maka kemampuan teknis untuk memproduksi barang sulit ditingkatkan baik kwalitas maupun kualitasnya. lenyapkan faktor-faktor yang negatif dan selalu dikembangkan faktor-faktor yang positif sebagai dasarnya. kota kabupaten. Dokumen usaha. Lokasi usaha. Orang tidak dapat memperbaiki dan mempertinggi kepribadiannya. Sikap mental wiraswasta (wirausaha). Ini merupakan juga hambatan-hambatan yang menentukan. . Menurut pernyataan Suparman Sumahamija bahwa pembinaan dan pengembangan kewirausahaan ada tiga pokok yang tidak dapat dipisahkan yaitu 1. 2. pada umumnya kurang memperhatikan dokumen-dokumen yang dapat memberikan keamanan/ bantuan terhadap kemungkinan pengembangan usaha. 2. Sifat yang menjadi landasan bagi suatu kepribadian unggul menawan perlu selalu diperbaiki.5. 3. C. Keahlian dan ketrampilan wiraswasta (wirausaha). Karena sikap usaha yang tradisional. 3. 2. Pergaulan yang bermanfaat. 1. 2. Menyadari perlunya rencana sistematis dan kemampuan kerja sama. Kewaspadaan mental wiraswasta (wirausaha). Sifat tidak berdisiplin murni. berani menghadapi resiko. Sikap mental. tegas dan jelas. Metaliteit dan pembangunan menyatakan kelemahan mental bangsa Indonesia yaitu : Sifat mentaliteit yang meremehkan waktu. Orang yang tekun pada umunya memahami dan memanfaatkan arti wasiat nenek moyang : teratur. D. Teknis. Sikap Mental dan Kepribadian Wiraswasta adalah Modal Dasar Wirausaha Sikap mental dan kepribadian merupakan unsur penting sebagai dasar dan titk tolak mencapai hasil dalam perjuangan hidup. Terbesar diseluruh wilayah kota.

Kita menyadari pada diri kita mempunyai berbagai bentuk suber kekuatan sebagai : Kekuatan pengetahuan Sikap mental Keakhilan Ketrampilan Pengalaman Kemampuan hubungan perkenalan Modal Sebagaimana Dr. b. maka yang dimasukkan dalam kategori adalah sebagai berikut : 1. yaitu ketersediaan berjerih payah. 3. E. Selalu berusaha mempunyai kepribadian yang menarik dan menyenangkan. karena hal itu akan menjadi : a. Membentuk dan membiasakan mental watak maju. Memperhatikan kesehatan diri. Persiapan itu ialah tekad kemauan diri membentuk modal. Diri sendiri Di dalam diri sendiri ini terdapat instrument. 4. Sumber penghasilan. Kesempatan Kesempatan tidak boleh dibiarkan berlaku tetapi perlu digarap. percaya diri sendiri. 6. 8. menghayati dan menyamalkan pancasila. Membiasakan membangun disiplin diri. 7. 5. 2. mensyukuri waktu. Membiasakan diri memberikan lebih daripada yang diterima. 3. 4. Belajar sendiri 3. Dengan ditopang melalui membentuk modal. lingkungannya bersedia membawa orang lain untuk maju. Proses Pembentukan Modal Untuk memiliki modal memang memerlukan persiapan-persiapan. Berlatih diri berwiraswasta. 6. Penuh gagasan ide . 1. Bersedia belajar dari pengalaman dan kepahitan. Melalui pendidikan 2. memiliki kemampuan kepemimpinan dan entrepreneurship. 5.4. 9. Tahu mensyukuri. Menguasai kemampuan menjual. Melalui kebiasaan bersedia dan rajin berupaya. 10. 2. Suparman Sumahamijaya mengupasnya. Adapun prosesnya pertama-tama adalah tekad dan kemauan untuk megembangkan diri melalui : 1. Kemerdekaan Karena kemerdekaan ini menyediakan kesempatan. 5. Sebagaimana diketahui sikap mental wiraswasta / wirausaha itu : a. 11. Bersedia membayar kemajuan. Berpikir dengan sikap mental wiraswasta/wirausaha untuk berwiraswasta.

1. 5. 2. Agar kewaspadaan mental menjadi tajam dan tinggi. diterjuni dan diolah. modal yang dapat menggali uang. Belajar sendiri. Daya cipta Kemampuan melihat di dalam pikiran supaya bisa tahu sebelum. d. Tahu apa maunya hidup ini g. Kemampuan mental ialah kemampuan memakai pikiran dan perasaan wujudnya adalah : Penyerapan Kemampuan berpikir dan merasakan sesuatu secara mendalam. Belajar Belajar adalah modal. belajar. Penuh inisiatif dan prakarsa c. Penuh self motivation e. Sekolah Modal Bukanlah Uang Sikap berfikir itulah modal. perlu dilatih dan dikembangkan kemampuan-kemampuan mental itu. menyelidiki sesuatu untuk kemudian diketahui. jadi bukan modal mendirikan usaha. Berkerjasama dengan Orang Lain .b. Waktu Waktu adalah modal. membahas dan menilai sesuatu persoalan. Penuh daya cipta kreatifitas d. belajar banyak caranya. Kesempatan baik ini diperoleh dengan kerja keras dan tidak dapat ditangkap dengan mata tetapi ditangkap dengan kewaspadaan mental. Ini sewaktu-waktu dapat dikeluarkan kembali. Uang adalah alat pembantu perluasan kesempatan usaha. Tahu menghitung resiko h. Penyimpanan Kemampuan menyimpan dan menanam pikiran dan perasaan di dalam ingatan. 3. G. 4. 4. Dapat dinyatakan : a. F. Selalu meningkatkan ketrampilan dan salesmanship. c. dengan merantau akan mengenal keprihatinan. Kewaspadaan Mental Wiraswasta/ Wirausaha Untuk menangkap peluang dan kesempatan baik diperlukan kewaspadaan mental. Mampu mencegah hambatan mental i. Pemakaian pikiran Kemampuan mengupas. Mencari pengalaman demi membangun masa depan. gunakanlah sebaik-baiknya untuk membangun masa depannya dengan berkerja. b. Merantau. melihat pikiran secara batin dengan penuh perhatian. Dapat berkerjasama f. dan selanjutnya kemampuan melahirkan atau mewujudkan ide baru atau gagasan-gagasan kreatifitas.

Maka pengakuan pada masing-masing pihak harus saling diusahakan. 5. 3.Di dalam mengadakan usaha atau perusahaan pada umumnya usaha sendiri tidak dapat mencapai ukuran besar. . Selama kepentingan bersama sebagai dasar adanya kerjasama masih hidup. 6. maka akan dapat berhasil menciptakan pekerjaan-pekerjaan besar. Toleransi Disiplin Solidaritas Kerukunan Tekad bersama untuk membangun dan mengembangkan usaha Dsb. bahwa diri ini benar-benar dapat bekerja baik. akan sangat berpengaruh pada baiknya kerjasama dan demi kemajuan. Untuk pertengahan dan ukuran besar hanya dicapai dengan kerjasama. Jika berkerjasama hubungan itu perlu diatur dengan baik-baik tentang hak dan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Agar kerjasama menjadi kokoh kuat. memerlukan beberapa hal. Unsur dapat menunjukkan dan dapat “merebut” pengakuan pihak lain. antara lain : 1. 2. 4.