Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Belajar Chunking
Dalam bab ini akan dibahas mengenai strategi kognitif yang pertama
yaitu chunking yang berarti mengatur atau mengelompokkan bagian yang
terpisah dari informasi bersama. Ketika suatu informasi di kelompokkan atau
di chunk, maka kita akan dapat lebih mudah mengingat suatu informasi secara
lebih mudah. Jenis-jenis kelompok juga dapat bertindak sebagai petunjuk
untuk membantu kita mengingat apa yang ada di masing-masing kelompok.
Chunking biasanya menjadi persiapan awal untuk proses strategi lainnya.
Terlebih lagi, proses ini merupakan bagian pengetahuan, karena kita sering
memerlukan pengorganisasian sebelum mengambil keputusan apakah sesuatu
layak menjadi sebuah pengetahuan. Selanjutnya strategi chunking dilabeli
dengan ‘penyortiran’.
Asal muasal manusia jutaan tahun yang lalu tentu sudah mulai
menggunakan proses penyortiran ini. seperti apakah sesuatu bisa dimakan
atau tidak, berbahaya atau tidak, mengklasifikasikan orang yang kasar dengan
yang ramah dan lain sebagainya. Membuat kelas0kelas terhadap benda atau
pengetahuan akan mempermudah hidup manusia. Sangat sulit dibayangkan
jika manusia tidak mempunyai kecakapan untuk mengklasifikasikan.
Sehingga pantaslah jika pengelompokkan adalah kemampuan kognitif paling
dasar (Brunner, Goodnow & Austin, 1967 dalam West, Charles 1991).
Mungkin manusia yang lebih cakap dalam kemampuan ini akan lebih mampu
bertahan dan mampu menyampaikan berbagai pengetahuan kepada keturunan
mereka.
Plato seorang pakar ‘penyortiran’, mengklasifikasikan manusia
menjadi tiga jenis yaitu raja filosofi, tentara dan pekerja. Tidak puas dengan
klasifikasi tersebut kemudian dia membuat tiga klasifikasi bagian jiwa, lima
jenis pemerintahan dan klasifikasi lainnya. Para ilmuwan sosial mengikuti
jejak Plato dengan membuat klasifikasi hampir pada semua hal. Strategi

3

waktu. ukuran dan lainnya. Struktur klasifikasi ini mirip dengan apa yang disampaikan oleh Brewer (1980). a. Ruang 4 . diantaranya Bousfield dengan definisi clustering (pengelompokkan). maka penyususnan intelektual pada sesuatu yang kompleks dan masif sepertinya dapat dikatakan sebagai suatu kemustahilan. Karenanya informasi sering disajikan sarat makna dan struktur yang dijelaskan dapat dengan mudah dipahami. mempresentasikan dan mengingat benda maupun peristiwa. Klasifikasi tersebut adalah mencakup ruang. memahami. dalam West Charles. Untuk beberapa pengetahuan dominan. prosedur dan logika.chunking ini merupakan contoh skema nyata yang digunakan manusia untuk mendiskripsikan. Miller (1956) lebih jauh menunjukkan bahwa manusia dapat memperluas kapasitas persepsinya dengan membuat kategorisasi. Mereka mampu menyortir benda-benda sesuai warna. Tanpa adanya perkembangan. Mandler dengan pengorganisasian dan Katona dengan grouping. Chunking telah lama menjadi fokus peneltian dengan banyaknya peneliti yang membuat definisi chunking. Jenkins dan Russel dengan structuring. 1980. Kesadaran ini termasuk mengetahui strategi chunking yang khas dan sesuai. bentuk. 1. skema chunking ini merupakan satu-satunya struktur yang dapat digunakan. Sangat penting diketahui bahwa keempat klasifikasi tersebut bersifat potensial untuk dikembangkan dalam bentuk informasi yang jelas. 1991). Strategi Chunking Sebagaian besar ahli tentu saja menjadi sangat menyadari struktur pengetahuan dalam domain konten baik karakteristik struktural kualitatif ataupun kuantitatif. B. Bahkan chunking sudah dimulai sejak usia anak-anak. Strategi Linier atau Spasial Umumnya dikenal empat klasifikasi dalam strategi linier dan spasial yang diwujudkan kedalam tulisan atau bentuk lain dalam cara komunkasi tertulis maupun lisan (Goetsz & Armbuster.

tetapi urutan yang tepat juga harus ditambahkan. Kegiatan yang terprosedur bisa disebut juga bentuk kedua dari pengetahuan. Strategi dengan menggunakan waktu sangat sesuai untuk bercerita dan juga untuk mempelajari sejarah. Waktu merupakan satu kesatuan. Dalam kajian ilmu pendidikan yang lain. kuas. Contohnya dalam pelajaran sejarah perjalanan kapal Dewaruci. Informasi atau pengetahuan merupakan serangkaian urutan kegiatan. cat minyak. Jika langkah-langkahnya tidak diikuti secara benar. berapa lama kapal Dewaruci menjalani misi perjalanan keliling dunianya.Beberapa susunan informasi dapat dibuat secara berurutan dengan spasial chunking. c. apa saja yang dibutuhkan untuk membuat suatu lukisan. Contoh dalam pelajaran seni. Semua hal tersebut dilakukan melalui beberapa prosedur secara berurutan dan jika dilakukan secara tidak berurutan maka yang terjadi pastilah suatu kegagalan. Prosedur Informasi atau pengetahuan mengenai sebuah kejadian harus dideskripsikan menjadi serangkai langkah-langkah atau tingkatantingkatan. Selanjutnya dapat dideskripsikan kapan kapal tersebut dibuat. dan lain sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari banyak contoh kegiatan prosedural seperti mengendarai mobil. langkah-langkahnya dipaparkan sebagai berikut : 1) Peduli dengan masalahnya 5 . dan sebuah studio untuk melukis. maka prosedur tersebut tidak akan bekerja. Informasi atau pengetahuan merupakan sebuah rangkaian yang harus dilakukan secara berurutan. menyetel piano. Waktu Yaitu mengurutkan narasi berdasarkan waktu dengan tepat. memasak telur dan lain sebagainya. terutama dalam metode ilmiah atau proses penyelesaian masalah. kapan dimulainya misi perjalanan keliling dunia pertamanya. b. Selanjutnya dapat dideskripsikan bahwa untuk membuat suatu lukisan diperlukan canvas.

dan tidak cocok untuk ilmu yang lain. Tiga dari empat penggolongan strategi (jarak.2) Mengelompokkan masalah 3) Membuat hipotesis 4) Memilih hipotesis yang cocok 5) Mengetes hipotesis atau melakukan observasi 6) Membuat kesimpulan d. Jika tidak menggunakan pola yang terorganisir maka materi yang akan di smapaikan menjadi belum lengkap dan kacau dan kita tidak bisa menyebutnya sebagai pengetahuan. Menurut Bloom ada dua jenis 6 . dalil atau hipotesis-hipotesis. teori-teori. Logika Logika atau eksposisi merupakan susunan secara induksi dan deduksi. waktu dan langkahlanngkah) dalam tipe pertama yang di dikusikan biasanya lemah atau susah untuk di ingat dan biasanya berisi banyak informasi yang membuat siswa. Ketiga strategi tersebut menjadi lemah ketika di bandingkan dengan strategi yang lain. kemudian pernyataan yang lain mengikuti menjadi sebuah rantai dimana semuanya di induksi dan dideduksikan secara logis dari pernyataan yang paling berpengaruh. a. Kenyataanya tidak mungkin jika tidak menggunakan strategi penggolongan. maka taksonomi akan sangat cocok digunakan dalam pembelajaran. dan hal ini berhubungan dengan struktur ilmu yang akan di klasifikasikan. Bayangkan jika percobaan untuk membuat modul pengajaran di diskusikan tanpa susunan yang terorganisir. Taksonomi Ketika ilmu di karakteristikan dengan logika. atau pendengar menyimpan informasi terlalu banyak. Pengelompokan Dalam pembahasan ini akan di bahas beberapa tipe strategi pengolongan yang cocok untuk beberapa ilmu. 2. Seperti cerita-cerita yang berkembang dari asumsi-asumsi. hukum berdasarkan penelitian hubungan timbal balik. dan tidak akan di anggap sebagai pengajaran yang baik.

Berikut ini merupakan tujuan pendidikan taksonomi dalam ranah kognitif. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat pernyataan dari pernyataan orang lain (menerjemahkan) paham dalam setiap pengertian dan mampu membuat hubungan dari setiap pengertian-pengertian tersebut (menginterpretasi) mampu meramalkan atau menggambarkan sesuatu dari pernyataan-pernyataan yang ada. Dalam tingkat tersebut ada syarat-syarat tersendiri agar ilmu tersebut bisa dipelajari dan lanjut ke tingkatan berikutnya.taksonomi yaitu dalam ranah kognitif dan ranah afektif. Terutama pengetahuan yang prosedural. fakta urutan metode penyelidikan atau standar penetapan. 5) Sintesis Siswa dapat melakukan eksperimen-eksperimen yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. 2) Kemampuan Untuk mengetahui kepahaman atau menunjukkan bahwa seseorang memang benar-benar mengerti. 3) Penerapan Siswa dapat menerapkan ilmu yang mereka ingat dalam situasi yang benar. Dalam setiap ranahnya terdapat beberapa tingkatan tujuan pembelajaran. perjanjian dan peraturan dalam praktek klasifikasi. 6) Evaluasi Siswa cenderung mampu memberikan penilaian terhadap suatu fenomena baru. 4) Analisis Siswa mampu menganalisis karakteristik dari setiap elemen atau mencari hubungannya dengan pengetahuan. 1) Pengetahuan Pengetahuan disini bisa berupa terminologi. Peserta didik akan menjabarkannya menjadi bagian-bagian yang penting. Tujuan pendidikan taksonomi dalam ranah kognitif : 7 . yaitu dengan cara memparafrase atau membuat ringkasan.

c) Mengatur dan memilih perhatian. yaitu bahwa siswa sadar itu adalah sesuatu yang nyata. b) Kemauan untuk diberikan respon. dalam hal ini dibutuhkan sukarelawa. Kebanyakan dari tipe tipologi mendasarkan pada strategi strukturisasi sedangkan tipe lain menggunakan dasar kesamaan. 3) Penilaian a) Penerimaan penilaian. 4) Organisasi a) Konsep dari penilaian b) Mengatur sistem penilaian. c) Komitmen. 5) Pengkarakteran a) Penyamarataan. b) Mempunyai kemauan untuk menerima. c) Kepuasan dalam memberikan respon. 2) Memberikan respon a) Persetujuan dalam memberikan respon. b) Pemilihan dalam penilaian. b) Pengkarakteran kedalam dunia pendidikan dan mempelajari sistem yang ada didalamnya. yang berarti bahwa siswa tetap memberikan perhatian pada satu hal meskipun ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan. b. Contoh paling mudah dalam tipe tipologi adalah bagaimana membedakan antara sungai dengan 8 .1) Penerimaan a) Kepedulian. Tipologi Tipe tipologi dinilai tidak lebih detail dan logis dari tipe taksonomi dan kadang justru menyimpang dari pengetahuan utama. yaitu bahwa siswa tetap memberikan rangsangan meskipun mereka tahu bahwa mereka akan terganggu.

danau dilihat dari struktur besaran (ukuran). Pengelompokan ganda 1) Sebab Akibat Salah satu tipe yang serba guna. Mereka yang ahli dalam hal tersebut akan berfikir bahwa penjelasan yang lebih prosedural akan lebih baik. Apabila penjelasan terprosedural tersebut dikombinasikan dengan sebab akibat mungkin akan lebih mudah diterima. Contoh pada pembelajaran biologi. 3) Penyusun dan Fungsinya Dalam beberapa hal akan lebih bermakna apabila ketika materi disusun berdasarkan susunan dan fungsinya. pengucapan antara bye dengan buy. c. Dalam hal ini siswa dapat membedakan antara huruf pembentuk dan arti kata meskipun pengucapannya memiliki kesamaan. Dalam hal ini tidak bisa dipastikan penyortiran alasan menjadi jalan utama dalam pembelajaran. dipaparkan kepada siswa mengenai sistem struktur pengangkutan unsur hara dari komponen organik yang terdapat dalam tanah. pengelompokkannya abstrak dan sering digunakan adalah tipe sebab akibat. warna air. Pertimbangan penggunaan materi dan penyampiannya bisa diartikan sebagai informasi yang fungsional. sampai pada organ daun yang pada akhirnya terjadi pembentukan senyawa H2O. Penyortiran sebab akibat selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dalam pelajaran percakapan bahasa Inggris. Tipe ini biasanya digunakan untuk soal essay. tekstrure dan lain sebagainya. 9 . 2) Persamaan dan Perbedaan Siswa yang baik akan secara otomatis melihat persamaan dan perbedaan dalam pekerjaan mereka. beserta fungsi-fungsi pada setiap organ tumbuhan tersebut.

tetapi lebih cocok digunakan untuk materi yang membutuhkan argumen. Chunk kembali jika dibutuhkan. 3. Analisis terlebih dahulu strategi chunking yang akan digunakan dalam sebuah teori. Pemotongan juga bisa digunakan untuk strategi lainnya. 4. 2. manakah yang lebih menguntungkan dengan digunakannya campuran 1 semen : 2 pasir. Acuan Perancangan Chunking Chunking mempunyai hubungan yang tidak biasa dengan strategi yang lainnya. 5. Pilih strategi yang paling cocok.4) Kegunaan dan Kekurangan Tipe ini sangat membantu dalam memberikan informasi. 10 . Contohnya pada materi komponen penyusunan struktur tembok. namun strategi lain tersebut harus digunakan untuk kemampuan kognitif yang aktif dan mendalam. atau 1 semen : 3 pasir. Tunjukkan hasilnya dalam penyusunan. Pemotongan digunakan untuk menyiapkan pengetahuan untuk membuat strategi. Langkah sebagai acuan perancangan untuk menchunking seperti yang dikemukakan West Charles(1991: 53) adalah sebagai berikut : 1. C. apa kerugian dan apa keuntungannya. Kombinasikan dengan strategi yang lain.