Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM SISTEM PENGENDALIAN OTOMATIS
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

Oleh:
Kelompok 37 :
Jauhrotul Maknunah

2414106028

Asisten:
Mesawati Pitartyanti

2411100129

JURUSAN TEKNIK FISIKA
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2015

LAPORAN RESMI
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM SISTEM PENGENDALIAN OTOMATIS
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

Oleh:
Kelompok 37 :
Jauharotul Maaknunah

2414106028

Asisten:
Mesawati Pitartyanti

2411100129

JURUSAN TEKNIK FISIKA
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2015

ABSTRAK

NOT. gerbang logika. Pemrograman PLC dilakukan dengan menentukan input dan output dari suatu plant. mixing tank vi . Pada mixing tank PLC digunakan untuk melogika mixing sesuai dengan yang diinginkan. NAND. NOR.Programmable Logic Controller (PLC) merupakan suatu peralatan elektronika yang berbasis mikroprocessor. Untuk mengendalikan proses pada mixing tank. Gerbang logika pada PLC dapat berupa AND. OR. dan XNOR. yang dirancang khusus untuk menggantikan kinerja peralatan – peralatan elektronik seperti counter. XOR. PLC menggunakan gerbang logika pada ladder diagram yang berfungsi melogika keadaan sesuai yang diinginkan. dan timer dalam suatu proses pengendalian. Kata Kunci : Programmable Logic Controller. relay elektronik. kemudian dibuat sebuah logika sesuai proses yang diharapkan.

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Surabaya. 2. Penyusunan laporan praktikum ini tidak terlepas dari bimbingan berbagai pihak. 3. Diharap laporan resmi praktikum ini bisa menjadi pelajaran bagi pembuatan laporan resmi selanjutnya. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu proses penulisan laporan resmi praktikum ini. Akhir kata. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. 24 April 2015 Penulis vi . Penulis menyadari dalam penulisan laporan resmi ini masih jauh dari sempurna. semoga penulisan laporan resmi ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri pada khususnya dan pembaca bagi umumnya. Oleh karena itu. Dosen Mata mata kuliah Sistem Pengendalian Otomatik yang telah memberikan ilmunya kepada penyusun.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan praktikum Sistem Pengendalian Otomatis yang berjudul “Programmable Logic Controller” dapat diselesaikan. Para asisten praktikum yang dengan sabar membimbing dalam praktikum maupun dalam pembuatan laporan resmi.

DAFTAR ISI vi .

.8 Gambar 2...10 Gambar 2...........DAFTAR GAMBAR Gambar 2............................................9 Gambar 2...............................1 Kontrol Proses Closed Loop di Industri...............5 Counter...........................10 Gambar 4.........4 TON dan TOF..............1 Ladder diagram PLC siemens S7-200 untuk Mixing Tank.4 Gambar 2..........3 ladder diagram AND............... OR.............. NOT ........2 Diagram Block PLC....................15 vi ........................................

....11 Tabel 4....................13 vi ..........1 I/O PLC siemens S7-200 untuk Mixing Tank.....................1 I/O Mixing Tank....DAFTAR TABEL Tabel 3.

relay elektronik. maka saat ini telah banyak pengaplikasian PLC di bidang industri.3 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dalam percobaan tentang Programmable Logic Controller adalah sebagai berikut 1. misalnya dalam bidang kontrol.1 Latar Belakang Semakin pesatnya perkembangan teknologi pada saat sekarang ini membuat teknologi baru banyak bermunculan dengan pesat.BAB I PENDAHULUAN 1. Selain itu PLC menggunakan instruksi yang mudah dimengerti serta instalasinya cukup mudah. PLC mempunyai kelebihan dari pada peralatan kontrol konvensional. Sehingga hal ini menunjukkan betapa pentingnya mempelajari PLC serta pemanfaatannya sebagai kontroler. aman. 1. praktikan diharapkan dapat memahami dasar-dasar dan pemrograman PLC 1 . Teknologiteknologi yang diterapkan berkembang dengan pesat dimana saat ini proses di dalam sistem kontrol tidak hanya berupa satu rangkaian kontrol dengan menggunakan peralatan kontrol yang dirangkai secara elektrik. PLC dirancang khusus untuk menggantikan kinerja peralatan – peralatan elektronik seperti counter. Dengan menggunakan PLC berarti akan lebih hemat dalam hal pengawetan.2 Rumusan Permasalahan Adapun rumusan permasalahan dalam percobaan tentang Programmable Logic Controlleradalah sebagai berikut 1. Bagaimana bahasa pemrograman PLC? 1. fleksible.kelebihan yang dimiliki PLC tersebut. Bagaimana dasar-dasar dan pemrograman PLC? 2. PLC (Programmable Logic Controller) merupakan suatu peralatan elektronika yang berbasis microprocessor. Oleh karena kelebihan. timer dalam suatu proses pengendalian (controller). PLC bekerja lebih handal.

2 2. dapat memahami bahasa . praktikan diharapkan pemrograman PLC.

untuk mengontrol modul-modul input/output secara analog atau digital. berbagai jenis mesin atau proses tertentu. PLC dapat dioperasikan dengan input yang berupa on/off atau peralatan input yang variabel. fluktuasi temperatur antara 0° sampai 60° dan kelembaban relatif antara 0% sampai 95%. sequencing. Dapat juga dioperasikan suatu sistem dengan output yang bervariasi. PLC umumnya digambarkan dengan garis dan peralatan pada suatu diagram ladder. hasil yang reject. Informasi seperti target. PLC merupakan komponen utama dalam lingkungan Computer Integated Manufacturing (CIM).[1] PLC mempunyai kelebihan yang kemungkinan tidak dimiliki oleh peralatan kontrol konvensional yaitu bahwa PLC dapat bekerja pada industri dengan kondisi yang cukup berat. PLC adalah sebuah komputer elektronik yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang kompleks. penghitungan dasn aritmetik. Hasil gambar tersebut pada komputer menggambarkan wirring/hubungan yang diperlukan untuk suatu proses. status pengoperasian.BAB II TEORI DASAR 2. dikontrol dan dioperasikan oleh operator yang tidak berpengalaman dalam mengoperasikan komputer. PLC dapat diprogram. hasil pengujian dapat langsung dilihat dari komputer.1 Programmable Logic Controller Pengertian PLC menurut National Electrical Manufacturer Assosiation (NEMA) merupakan perangkat elektronik yang bekerja secara digital yang menggunakan “Programmable Memory” untuk penyimpanan intruksi internal guna menerapkan fungsi-fungsi khusus seperti logic. dengan tingkat polusi tinggi. pengukuran waktu. PLC akan mengoperasikan semua sistem yang mempunyai output apakah harus on atau off. PLC dapat mewujudkan lingkungan yang real time/nyata di mana semua informasi tersimpan. Dibandingkan 3 .

Mitshubishi.1 Kontrol Proses Closed Loop di Industri[2] PLC menerima sinyal input dari perlatan sensor berupa sinyal on off. Texas Instrument. Pemasangan atau instalasinya mudah. General Electric-Klocker Moler. Apabila input berupa sinyal analog. Hasil pemrosesan berupa sinyal keluaran digital yang dikirim ke modul output untuk menjalankan aktuator. maka dibutuhkan input analog modul yang menkonversikan sinyalanalog menjadi sinyal digital. c. serta fleksible. Bekerja handal dan aman. Hemat dalam jumlah pengawatan. Omron. Toshiba. Sinyal tersebut langsung dikirim ke cental Central Processing Unit (CPU) untuk diproses sesuai program yang dibuat. secara umum PLC dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar: 1. Siemens. [2] 2. PLC dapat dikatagorikan mikro jika jumlah input/ output pada PLC ini kurang dari 32 terminal . Pemrogramannya sederhana dan mudah dirancang dalam bahasa atau instruksi yang mudah dimengerti. PLC mempunyai kelebihan antara lain : a.4 dengan sistem kendali konvensional. Festo. Gambar 2.2 Jenis-jenis PLC Berdasarkan jumlah input/output yang dimilikinya ini. PLC mikro. dan Scheneider. d. PLC yang dipakai dalam praktikum kali ini adalah PLC Siemens S7200 dan Allen Bradley (logixpro). Pabrikan yang membuat produk PLC diantaranya Allan Bradley. b.

PLC large.3 Komponen-komponen PLC[3] Komponen Utama atau perangkat keras penyusun PLC adalah: a. tugas-tugas diagnostik. fungsi utama adalah mengatur tugas pada keseluruhan sistem PLC. Semakin sedikit jumlah input/output pada PLC tersebut maka jenis instruksi yang tersedia juga semakin terbatas. yang demikian biasanya merupakan PLC besar. terdiri dari 3 komponen penyusun : (1) Prosesor. Memori adalah area dalam CPU PLC tempat data serta program disimpan dan dieksekusi oleh prosesor. b. PLC mini. . pengetahuan tentang sistem memori pada PLC akan sangat membantu dalam memahami cara kerja PLC. memeriksa kerusakan. 3. [3] 2. menyimpan dan mengambil data dari memori. melakukan operasi-operasi matematis. Katagori ukuran mini ini adalah jika PLC tersebut memiliki jumlah input/output antara 32 sampai 128 terminal. Fasilitas. mengerjakan berbagai operasi antara lain mengeksekusi program. Catu Daya / Power Supply Catu daya listrik digunakan untuk memberikan pasokan daya keseluruh komponen-komponen PLC. serta melakukan komunikasi dengan perangkat lain. kemampuan. manipulasi data. Kebanyakan PLC bekerja dengan catu daya 24 VDC atau 220 VAC. Prosesor merupakan otak dari sebuah PLC . beberapa PLC catu dayanya terpisah (sebagai modul tersendiri). CPU (Central Processing Unit) CPU atau Unit Pengolahan Pusat. sedangkan PLC medium atau kecil catu dayanya sudah menyatu. (2) Memori dan (3) Catu Daya ( Power Supply ). dan fungsi yang tersedia pada setiap kategori tersebut pada umumnya berbeda satu dengan lainnya. PLC ukuran ini dikenal juga dengan PLC tipe rack PLC dapat dikatagorikan sebagai PLC besar jika jumlah input/ output-nya lebih dari 128 terminal.5 2. membaca nilai input dan mengatur nilai output.

Dalam sebagian PLC memori jenis RAM masih digunakan untuk menyimpan program pengguna ( aplikasi ) dengan menggunakan baterai sebagai back up daya jika catu daya mati. .000 kali. program atau data pada memori volatile akan hilang jika catu daya PLC mati. o EPROM ( Erasable Programmable Read-Only Memory ) memori ini turunan dari jenis PROM yang dapat diprogram ulang setelah program yang sebelumnya dihapus dengan menggunakan Sinar Ultraviolet. ROM digunakan untuk menyimpan sistem operasi dan bios o PROM ( Programmable Read-Only Memory ) memori ini dapat diprogram ulang dengan menggunakan alat pemrograman khusus. yang termasuk kategori ini adalah : o ROM (Read-Only Memory ) jenis memori ini dirancang untuk menyimpan data atau program secara permanen.6 Secara umum memori dapat dibagi dua kategori: Volatile ( mudah hilang ) dan Nonvolatile. yaitu hanya dengan menggunakan prangkat pemrograman PLC itu sendiri. Adapun sifat dari memori nonvolatile yaitu program atau data yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun catu daya PLC mati. digunakan untuk back up program. Salah satu kerugian memori jenis ini adalah keterbatasan dalam kemampuan hapustulisnya ( Erase/Write ) yaitu sekitar 10. Memori ini juga dikenal dengan nama RAM ( Random Acces Memory ). Pada PLC. o EEPROM ( Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory ) adalah memori nonvolatile yang menyerupai RAM. misalnya Komputer atau unit miniprogramer. Kebanyakan PLC menggunakan memori jenis ini untuk menyimpan program pengguna. alasan utama adalah kemudahan dalam mengubah program pada memori tersebut.

7 c. Perangkat pemrogramman . Perbedaan antara modul masukan dan modul keluaran adalah LED pada modul masukan dihidupkan oleh perangkat keras masukan sementara LED pada modul keluaran dihidupkan oleh CPU PLC. CPU akan melihatnya sebagai logika nol. sinyal ditransmisikan melalui cahaya. saat sinyal masukan tidak ada lagi maka LED akan mati dan phototransistor akan berhenti menghantar sinyal (OFF). Cara kerjanya sederhana. dan Modul Keluaran (Output Modul) Modul masukan dan keluaran adalah perantara antara PLC dengan perangkat keras masukan dan perangkat keras keluaran. Modul masukan dan modul keluaran ini berfungsi untuk mengkonversi atau mengubah sinyal-sinyal masukan dari perangkat keras masukan ke sinyal-sinyal yang sesuai dengan tegangan kerja CPU PLC (misalnya masukan dari sensor dengan tegangan kerja 5 Volt DC harus dikonversikan menjadi tegangan 24 Volt DC agar sesuai dengan tegangan kerja CPU PLC). Tujuannya adalah melindungi CPU PLC dari sinyal yang tidak dikehendaki yang dapat merusak CPU itu sendiri. Dengan menggunakan optoisolator maka tidak ada hubungan kabel sama sekali antara perangkat keras masukan/keluaran dengan unit CPU. d. CPU akan melihatnya sebagai logika satu. Modul masukan dan keluaran pada PLC mini umumnya sudah Built in di PLC. Gambar 2.4 menunjukan posisi keduanya dalam sistem PLC.5 Perangkat Pemrograman.5) dengan kata lain. Begitu juga sebaliknya. Modul Masukan (Input Modul). perangkat keras masukan akan memberikan sinyal untuk menghidupkan LED (dalam opto-isolator) akibatnya phototransistor akan menerima cahaya dan akan menghantarkan arus (ON). Hal ini dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan menggunakan opto-isolator sebagaimana ditunjukan pada gambar 2. Secara optic dipisahkan (perhatikan gambar 2.

pemeliharaan mudah. Informasi yang diperlukan yaitu skema posisi. dan efektif dalam biaya. Identifikasi Masalah Definisi permasalahan untuk menjabarkan problem kontrol dalam bentuk detail. Ada 2 perangkat program yang biasa digunakan (1) Miniprogrammer atau Programming Console. dan table kebenaran untuk menerangkan hubungan I/O. b. terstruktur dengan baik dan harus terdokumentasi agar bebas dari kesalahan.4 Dasar Pemograman PLC Kontrol program adalah komponen utama dalam sistem yang bekerja secara otomatis.2 Diagram Block PLC[3] 2. .8 Programming Device adalah alat untuk memasukan (membuat atau mengedit) program ke dalam PLC. Langkahlangkah dalam membuat program sebagai berikut : a. Untuk memrogram PLC dapat digunakan prosedur berikut untuk menyelesaikan permasalahan mengenai kontrol. Kontrol program harus didesain secara sistematis. skema sekuensial. dan (2) Komputer. Gambar 2. Allocation List Allocation list berisi kondisi-kondisi program atau alamat yang dipakai oleh keluaran atau masukan.

OR. NOT TON (Timer On Delay) dan TOF (Timer Off Delay) . dan NOT Gambar 2. yaitu dengan menggunakan ladder diagram atau statement list. Pembuatan Program Terdapat dua cara untuk membuat program. OR. [2] 2.5 Ladder Diagram PLC Berikut beberapa contoh program dasar PLC Allen Bradley (software logixpro) dengan menggunakan ladder diagram.9 c.3 ladder diagram AND. Logika AND.

10 Gambar 2.4 TON dan TOF Counter Up/Down Gambar 2.5 Counter .

1 Peralatan Percobaan Peralatan yang digunakan pada praktikum Programmable Logic Control antara lain sebagai berikut. Tabel 3. Siapkan alat dan bahan. Ketika air sampai sensor atas. c. 2. d. lampu indikator 2 akan on.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. 1. maka lampu indikator 1 akan on. Modul PLC Siemens S7-200 2.1I/O Mixing Tank Modul Mixing Tank Sensor atas Sensor tengah Sensor bawah Indikator Level Bawah I/O PLC I:1/1 I:1/2 I:1/3 Q:0/0 15 . Ketika saklar on. lampu indikator akan mati semua. Ketika air sampai sensor bawah.2 Prosedur Percobaan Langkah-langkah percobaan yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut. Ketika sensor sampai di tengah. PC yang terinstall Step 7 Micro 3. maka pompa 2 on. maka pompa 2 off. Modul Mixing tank 4. Kabel Downlader MPI 3. Wiring dan tentukan I/O Mixing Tank ke input dan output PLC Siemens S7-200. b. dan pompa 1 on sampai sensor bawah. Kondisi dari sistem percobaan yaitu : a. 1.

Program yang telah dibuat diaplikasikan pada sistem miniplan Mixing Tank.16 Indikator Level Tengah Pompa 1 Pompa 2 Q:0/1 Q:0/4 Q:0/3 3. .

 Ketika air sampai sensor bawah. Pada percobaan ini. maka lampu indikator 1 on. lampu indikator 2 on.03 Indikator Level Bawah QO.1: Tabel 4. .17 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. maka pompa 1 on.04 Pompa 2 QO. dapat dibuat program ladder diagram PLC untuk menjalankan plant tersebut. Program ladder diagram PLC Siemens S7-200 yang ditunjukkan pada Gambar 4.1. dibuat sebuah plant untuk mengontrol level fluida pada suatu tanki. Kmponen-komponen yang digunakan antara lain 2 Pompa air (satu pompa untuk mengisi tank dan satu pompa untuk mengosongkan tank). lalu dijalankan pada plant. yang ditunjukkan pada Tabel 4. Dari hasil ladder diagram tersebut. ditentukan terlebih dahulu pengaturan kabelnya (wiring) dari modul ke PLC.1 Analisa Data Pada percobaan ini.00 Dari tabel tersebut.01 Pompa 1 QO.02 Sensor 1 (atas) IO. Pembuatan program lader diagram menggunakan aplikasi Step 7 Micro berdasarkan ilustras yang diinginkan pada prosedur percobaan. 3 sensor level air dan 2 Lampu indikator ketinggian air.03 Sensor 2 (tengah) IO.01 Saklar IO. Berikut ini hasil dari kerja plant setelah diberi program:  Ketika saklar on.1 I/O PLC siemens S7-200 untuk Mixing Tank I/O PLC Modul Mixing Tank Siemens S7-200 Sensor 3 (bawah) IO.06 Indikator Level Atas QO.  Ketika sensor sampai di tengah.

1 Ladder diagram PLC siemens S7-200 untuk Mixing Tank 4. Rank Pertama pada Ladder Diagram Pada rank pertama. Gambar 4. maka pompa 1 off. Dari hasil pemrograman di atas.4 / pompa yang digunakan untuk mengosongkan air) tidak pada kondisi menyala.3 / pompa yang digunakan untuk mengisi air) akan menyala terus beserta lampu indikator bawah (Q0. mengilustrasikan bahwa pada saat saklar (I0.0 / lampu indikator level air paling rendah) juga selama saklar tersebut menyala dan pompa 1 (Q0.1) akan menyala ketika air mengenai . dibuatlah sebuah program untuk menjalankan Level Control pada sebuah tank. menjelaskan bahwa lampu indikator level tengah air (Q0. 2. lampu indikator semua off.18  Ketika air sampai sensor atas. Rank Kedua pada Ladder Diagram Pada rank kedua.0) dinyalakan maka pompa 2 (Q0.2 Pembahasan Pada percobaan ini. berikut ini penjelasan mengenai program pada setiap rank program: 1. dan pompa 2 on sampai sensor bawah.

AND dan NOT. setelah pompa 1 (Q0. Untuk gerbang logika AND juga tegambar pada setiap rank. pompa yang digunakan untu mengisi tanki juga akan berhenti dan digantikan oleh pompa yang digunakan untuk mngosongkan tangki yang akan menyala. maka dapat diketahui proses yang berlangsung pada tank tersebut yakni saat saklar dinyalakan. maka otomatis pompa 1 (Q0. sensor ke-dua (I0. pompa yang digunakan untuk mengisi tanki akan menyala kembali. Pada saat sensor mencapai sensor tengah.1). pada Ladder diagram program yang digunakan. terdapat rangkaian dengan gerbang logika OR.4 / pompa yang digunakan untuk mengosongkan air) akan menyala. . Selain itu juga terdapat rangkaian self-Regulating serta Interlocking ada diagram tersebut. mengilustrasikan bahwa pada saat ketinggian air mencapai sensor level atas (I0. Setelah itu. Setelah air berada pada level tertinggi (mengenai sensor paling atas).0) menyala. maka lampu indikator level tengah (kuning) akan menyala juga. lampu indikator level bawah (merah) akan menyala. maka kedua lampu indikator akan mati. Lampu tersebut akan mati ketika ketinggian air mencapai sensor paling atas (I0.19 3. Begitu seterusnya proses akan berlangsung.1) dibuat sebagai saklar normallyclose. maka air akan terisi pada tank. Pompa tersebut akan menyala terus hingga air terkuras habis (sensor level bawah off).2) dan selama lampu indikator level bawah (Q0.4) terus menyala hingga level air lebih rendah dari sensor level bawah. Dari penjelasan ketiga rank di atas. Ketika air mencapai sensor bawah. Maka dari itu diberilah rangkaian self-regulating pada rank ketiga ini agar pompa 1 (Q0. Akan tetapi.1) lagi. maka level akan seketika turun sehinga air tidak mengenai sensor atas (I0.4) menyala. Hal tersebut berarti menggunakan gerbang logika NOT. Rank Ketiga pada Ladder Diagram Pada rank ketiga ini. input dari sensor level atas (I0. Jika diperhatikan. Misalkan pada rank kedua.1 / sensor atas dalam kondisi on).

4) menyala. Saat pompa 1 (Q0.20 Gerbang tersebut dilustrasikan sebagai rangkaian seri.3) tidak bisa menyala sampai pompa 1 kembali dalam keadaan off. Pada rangkaian self-Regulating diilustrasikan pada rank ke-3. terdapat pada rank pertama dan ketiga. Untuk rangkaian Interlocking sendiri. Sedangkan gerbang logika OR terletak pada rank ke-tiga yang diilustrasikan sebagai rangkaian parallel. Pada saat input sensor atas (I0.4) akan mennyala. Pompa tersebut akan menyala terus meskipun sensor atas dalam keadaan off kembali. . Begitu juga sebaliknya.1) dalam kondisi on. maka pompa 1 (Q0. maka pompa 2 (Q0.

. Sebaiknya praktikan belajar terlebih dahulu tentang konfigurasi PLC pada mixing tank.21 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari percobaan Programmable Logic Controller yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan: 1. 3. menggunakan rangkaian self-Regulaing dan Interlocking 5. OR dan NOT yang masing-masing gerbang logika memiliki fungsi yang berbeda. 2. kemudian dibuat sebuah logika sesuai proses yang diharapkan dengan menggunakan software LogixPro.2 Saran Saran yang dapat diberikan terkait dengan percobaan Programmable Logic Controller ini adalah: 1. Bahasa pemrograman PLC menggunakan gerbang logika AND. Pemrograman PLC dilakukan dengan menentukan input dan output dari suatu plant. dan diaplikasikan pada real plant. Pada pemrograman.

22 Halaman ini sengaja dikosongkan .

com/praktikum [3] Sonjaya. Bogor: PT astra Otopart [2] Asisten Praktikum.wordpress. “ Rancang Bangun Sistem Kontrol Konveyor Penghitung Barang Menggunakan Plc (Programmable Logic Controller) Omron Tipe CPM1A 20 CDR”. 2014. Bandung:ITB .DAFTAR PUSTAKA [1] Suyanto. Ujang. “Otomatisasi sistem pengendali berbasis plc pada Mesin vacuum metalizer untuk proses coating”. “Modul Sistem Pengendalian Otomatik. diunduh dari : larinstfits.

Perulangan 3 kali pada program ini disebabkan oleh counter up. perintah DN pada input ladder berfungsi ketika program tersebut akan memberikan sinyal input apabila perhitungan delay telah selesei. Prinsip kerja dari timer on delay adalah ketika sinyal input di energized maka delay beberapa saat sesuai dengan setting waktu yang telah diberikan lalu melanjutkan ke perintah berikutnya. dibuat sebuah Ladder Diagram untuk ilustrasi traffic light yang berulang sebanyak 3 kali setelah itu berhenti. Sedangkan pada counter up bekerja mulai dengan angka nol sampai angka yang ditentukan. Ladder yang digunakan selain gerbang logika digunakan Timer on delay dan counter up. Ladder Diagram pada program tersebut ditunjukkan pada gambar berikut ini: . Output dari counter up akan mematikan TON T4:1 dan input counter up adalah O:2/2.18 LAMPIRAN TUGAS KHUSUS : Membuat Ladder Diagram Pada Lampu Lalu Lintas (Traffic Light) Pada program ini. Apabila sudah pada angka yang ditentukan maka akan memberikan sinyal output yang tehubung pada input ladder. dan akan berhenti apabila sudah berulang 3 kali.

19 .