Anda di halaman 1dari 5

RANCANG BANGUN ALAT AUDIOMETRY

(Dosen : Nurul Jamal Amte, M.Kom)

Mata Kuliah : Komunikasi Digital

DISUSUN OLEH :
Salsabiella

P2.31.38.1.13.035

Sarah Siti Apriyanti

P2.31.38.1.13.036

Kelas C 2013
PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK ELEKTROMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
2016/2017

RANCANG BANGUN ALAT AUDIOMETRY


1. TEORI DASAR
Panca Indra Telinga Dan Pendengaran
Telinga merupakan indra pendengaran bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu
juga membantu menjaga keseimbangan. Reseptor pendengaran dan keseimbangan terdapat di
dalam telinga. Reseptor ini berupa sel-sel berbentuk rambut. Fungsi sel rambut ini adalah
menerima rangsangan yang berupa getaran dan mengubahnya menjadi impuls sensorik yang
selanjutnya ditranmisikan kepusat pendengaran di otak.
Alat pendengaran manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu teliga luar, telinga tengah dan
rongga telinga dalam.
1. Telinga luar
Mempunyai bagianbagian berupa daun telinga dan saluran telinga yang dindingnya
dapat menghasilkan minyak serumen.
2. Telinga Tengah atau Ruang Timpani
Pada ruang timpani terdapat tulang-tulang pendengaran yang terdiri atas tiga tulang kecil
yang tersusun pada rongga telinga tengah seperti rantai yang tersambung dari membrane
timpani menuju rongga telinga dalam.
Tulang - tulang pendengaran yang terdiri atas: tulang martil atau malleus, tulang landasan
atau inkus, dan tulang sanggurdi atau stapes, membentuk rangkaian tulang yang
melintang pada telinga tengah dan menyatu dengan membrane timpani. Persatuan antara
tulang stepes dengan membran membentuk tingkap bulat, yang menutupi rongga telingga
bagian dalam yang disebut labirin.
3. Rongga telinga dalam atau labirin
Labirin terdiri atas dua bagian yaitu labirin tulang dan labirin selaput . dalam labirin
tulang terdapat serambi atau vestibulum, saluran gelung atau kanalis semisirkualaria, dan
rumah siput atau koklea. Di dalam koklea inilah terdapat kortil yang merupakan alat
pendengaran, untuk mempermudah dalam memahami struktur alat pendengaran dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Struktur koklea
Koklea merupakan saluran spiral yang menyerupai rumah siput tempat beradanya alat korti.
Saluran pada koklea berisi cairan, dan permukaan dalamnya merupakan tempat bermuaranya
ujung syaraf yang amat peka terhadap getaran yang ditimbulkan oleh cairan. Semua ujung syaraf
menyatu membentuk syaraf pendengaran, yang menghubungkan koklea dengan otak. Saluran
gulung terdiri atas tiga saluran yang saling terkait, saluran ini berperan dalam menjaga
keseimbangan.
Proses mendengar
Bila suatu objek bergetar maka akan timbul suara. getaran objek tersebut akan ikut menggetarkan
molekul udara sehingga timbulah gelombang suara.bila gelombang suara sampai di telinga, maka
akan masuk melalui telinga luar terus melalui saluran pendengaran dan akhirnya sampai pada
membrane timpani. Hal ini akan menggetarkan membrane timpani , terus ketulang martil,
kelandasan dan sanggurdi. Dari sanggurdi getaran suara dilanjutkan tingkap bulat. Getaran ini
akan ikut menggetarkan cairan pada rumah siput, bila cairan pada rumah siput bergetar akan
menstimuli ujung syaraf. Impuls dari ujung syaraf ini diteruskan ke pusat syaraf pendengaran di
otak. Otak besar akan memproses dan menterjemahkan dan timbulah presepsi suara.
Gambaran Umum Alat Audiometry
Alat Audiometry merupakan alat elektronik pembangkit bunyi yang dipergunakan untuk
mengukur derajat ketulian, alat elektronik ini dapat membangkitkan bunyi pada berbagai
Frekuensi dan dihubungkan dengan Earphone. Di dalam dunia kedokteran Audiometry
digunakan sebagai alat diagnosa, dimana tujuan Audiometry disini adalah menentukan
sensitifitas pendengaran telinga pada berbagai frekuensi, tetapi tidak bisa menentukan kelainan

didalam mekanisme telinga.


Dalam prosedur pengukuran audiometry, pasien diberikan suatu intruksi tentang nada test
dimana pasien akan mendengar nada-nada berbeda atau manakala pasien tidak mendengar nada
pada ambang pintu penentuan. Penyajian suatu nada diberikan untuk menimbulkan suatu
tanggapan yang jelas dimana pasien akan mengangkat tangannya keatas apabila suatu tanggapan
terjadi.
Frekuensi bunyi yang diterima pendengar tergantung pada jumlah getaran yang datang ke telinga
setiap satu satuan waktu. Karena gerak relative antara pendengar dan sumber, jumlah getaran
yang diterima pendengar tidak selalu sama dengan jumlah getaran yang dihasilkan sumber bunyi
tiap satu satuan waktu. Berdasarkan dari data yang didapatkan penulis, dari ketiga bagian dalam
telinga manusia mempunyai kepekaan terhadap frekuensi yang diterimanya. Dimana pada bagian
telinga luar secara nyata mempunyai nilai ambang terendah untuk mendengar pada frekuensi 20
sampai 3.000 Hz. Pada telinga bagian tengah pada frekuensi kurang dari 400 Hz membran
timpani bersifat persemiable, sedangkan pada frekuensi 4.000 Hz membran timpani akan
menegang.
Pada rongga telinga dalam mempunyai peranan dimana bunyi yang masuk diubah menjadi
gelombang sinyal listrik dan akan diteruskan ke otak melalui syaraf pendengaran.
Kehilangan pendengaran secara menetap dan tidak pulih kembali biasanya dimulai pada
frekuensi sekitar 4.000 Hz, kemudian meluas pada frekuensi sekitarnya akhirnya mengenai
frekuensi percakapan.
Alat audiometry akan menyajikan suatu suara bunyi/nada serasi yang berbeda-beda dalam
tingkatan frekuensi di dalam earphon dengan berbagai intensitas, dimana suara bunyi/nada serasi
ini akan disamakan dengan tingkatan suara kegaduhan.
Tingkat kegaduhan dinyatakan dalam desibel (dB) yang membandingkan tingkat tekanan suara,
desibel (dB) adalah desi lonceng dimana satu desibel kira-kira sepadan dengan perubahan yang
paling kecil didalam volume bunyi. berikut ini adalah contoh tingkatan suara: 60-70 desibel
pembicaraan biasa, 80-90 desibel lalu lintas ramai, dan 140-150 desibel mendekati suara mesin
jet. Tingkat maksimum suara yang dapat di tahan oleh telinga manusia adalah 130 desibel,
kendati demikian dianjurkan sebaiknya manusia jangan sampai dihadapkan pada tingkat suara
seperti itu.