Anda di halaman 1dari 69

PENYAKIT INFEKSI REGIONAL

Dr. H. I. Firmansyah, SpPD
RSPI Sulianti Saroso, Jakarta

SARS

PENDAHULUAN
Diduga disebabkan oleh mutan baru

Coronavirus.
Mengenai semua kelompok usia.
Kematian tertinggi terjadi pada penderita
dengan penyakit kronis sebelumnya.
Diduga berawal dari Guangdong, China.
Menyebabkan pneumonia atipik.

sehingga menghambat transfer O2 Pada foto toraks terlihat bayangan yang tidak jelas dan tanpa batas tegas.Pneumonia atipik Jaringan sekitar alveoli membengkak sehingga alveoli kolaps Aliran darah ke daerah tersebut berkurang. .

Pneumonia Typical Pneumonia Atypical Pneumonia .

Mati bila kena sinar ultra-violet. .Keluarga Coronavirus Menyebabkan gangguan saluran pernafasan ringan seperti influenza Dapat bertahan di udara kering selama 3 jam. tidak tahan sinar matahari. Mudah bermutasi yang akan memicu epidemi penyakit saluran pernafasan.

lat = crown) . tampak seperti mahkota (n.’corona’.Nama ‘Coronavirus’ mengacu pada molekul protein yang mengelilingi virus.

Metode Transmisi Transmisi tersering coronavirus dari manusia ke manusia adalah droplet. virus yang terdapat dalam percikan saliva akan mengenai orang yang berada didekatnya dan menularkan infeksi . Bila penderita batuk atau bersin.

permukaan plastik sampai 48 jam Pada kondisi seperti itu. Diduga bahwa virus SARS dapat menular dengan cara ini.Transmisi Airborne Jenis Coronavirus juga dapat bertahan di: udara kering selama 3 jam. Schematic view of a crystallized virus particle . virus mengkristal dan dapat terbang diudara seperti debu.

. Jenis coronavirus lainnya memiliki virulensi sangat tinggi. Patogenitas : Patogenitas (kemampuan merusak organ) virus SARS sangat tinggi.Virulensi dan Patogenitas Virulensi : Secara epidemiologis virulensi virus SARS rendah. Jenis coronavirus lainnya memiliki daya patogenitas rendah.

Penularan baru terjadi bila telah timbul gejala pertama: batuk.Masa Inkubasi 3-10 hari Menurut data. pada masa inkubasi tidak terjadi penularan. . bersin – yang menyebarkan droplets berisi virus.

yang meningkat pada waktu inhalasi. . hidung tersumbat.Gejala Batuk. bersin Demam (39°C atau lebih) Nyeri otot dan sendi Sulit bernafas – mirip asma Nyeri dada.

Kasus Suspek Demam tinggi dengan batuk atau kesulitan bernafas DAN 10 hari sebelum timbul gejala:  Kontak dengan kasus SARS suspek/ probable  Bepergian ke area yang baru saja ada kasus SARS  Tinggal di area dimana baru saja ada kasus SARS .

KASUS PROBABLE Suspek SARS + foto toraks menunjukkan pneumonia atau RDS Suspek SARS + Tes SARS Co-V positif Suspek SARS + pada otopsi terlihat RDS tanpa diketahui penyebabnya .

.

SWINE FLU / INFLUENZA H1N1 BARU .

. Lab confirmed cases (May 6.S. 2009): 642 KASUS  2 MENINGGAL (Texas)  .Kasus infeksi Flu H1N1 pada manusia di A.

disebabkan virus swine flu A Morbiditas tinggi.Swine flu Infeksi pernafasan akut yang sangat menular. H3N1. mortalitas rendah Penyebaran diantara babi melalui aerosols dan kontak langsung Outbreaks : pada musim dingin / gugur Tersering H1N1 (H1N2. burung (Avian flu) atau manusia (human flu mutan baru) . H3N2) Babi sering terinfeksi virus flu dari babi lain (swine flu).

Implikasi pada manusia Sering dilaporkan sebagai outbreak Gejala klinis menyerupai influenza musiman namun manifestasi bervariasi dari tanpa gejala sampai pneumonia berat yang menyebabkan kematian .

.

manusia tidak kontak dengan babi ataupun lingkungannya Transmisi antar manusia pernah terjadi. tapi terbatas pada close contacts dan closed groups of people . walaupun pada beberapa kasus.Infeksi pada manusia Biasanya berasal dari babi.

Italy). Mexico.NEGARA-NEGARA YANG PERNAH OUTBREAKS PADA BABI Endemis di AS Outbreaks pada babi : North and South America. Sweden. Africa (Kenya) dan sebagian Asia (China and Japan) . Europe (UK.

proteksi silang dari antibodi dan faktor host Swine Flu virus dapat bermutasi dengan cara bergabung dengan human influenza virus dan menyebabkan pandemi .RISIKO PANDEMI Tergantung virulensi virus. immunitas pasien.

HUMAN VACCINE Belum ada vaksin untuk manusia Virus Influenza mudah sekali berubah Missmatch antara vaksin dan virus penyebab. mengakibatkan imunitas tidak adekuat .

PENGOBATAN Dua kelas: Adamantadine (Amantadine dan remantadine) : resisten Inhibitor of influenza neuraminidase (oseltamivir and zanamivir) : rekomendasi .

Definisi Kasus infeksi Swine-Origin Influenza A (H1N1) Virus (S-OIV) Confirmed case : orang dengan acute febrile respiratory illness dan konfirmasi laboratorium adanya infeksi S-OIV dgn tes berikut :  RT-PCR  Kultur virus .

Probable case : Orang dengan acute febrile respiratory illness yang positif influenza A. tetapi negatif terhadap H1 dan H3 dengan pemeriksaan PCR .

Suspected case : Orang dengan acute febrile respiratory dalam 7 hari kontak dgn sesorang dengan illness dengan onse t :atau kasus confirmed S-OIV Dalam 7 hari bepergian ke suatu daerah di AS atau negara lain yang telah ada kasus confirmed S-OIV residens dari suatu komunitas dimana ada satu atau lebih kasus confirmed S-OIV .

Suatu periode infeksius kasus swine influenza A (H1N1) adalah: 1 hari sebelum timbul gejala hingga 7 hari setelah onset Close contact adalah adanya kontak dalam jarak 6 feet dari orang sakit yang telah confirmed or suspected of swine-origin influenza A (H1N1) selama periode infeksius .

harus dilakukan pemeriksaan RT-PCR utk konfirmasi  Hasil negatif pemeriksaan rapid antigen or immunofluorescence tak dapat digunakan untuk menyingkirkan adanya infeksi SOIV A (H1N1) virus .  Kemampuan tes rapid antigen dan immunofluorescence utk deteksi SOIV A (H1N1) virus msh belum diketahui  Pasien yang mungkin menderita SOIV A (H1N1) dan test nya positif untuk influenza A dengan menggunakan tes di atas.TEST  Hanya RT-PCR atau kultur virus dpt mengkonfirmasi infeksi SOIV A (H1N1) virus.

probable. mempunyai resiko tinggi untuk komplikasi influenza (penderita penyakit individuals: kronis.Antiviral chemoprophylaxis with either oseltamivir or zanamivir is recommended for theyang following  Orang dengan kontak langsung. umur 65 tahun ke atas. ibu hamil) dari suatu kasus probable dan confirmed  Petugas kesehatan yang tidak menggunakan PPE adekuat saat kontak langsung dengan pasien baik kasus confirmed. atau suspect infeksi SOIV A (H1N1) selama periode infeksius . anak <5 tahun.

Dosing recommendations for antiviral treatment of children younger than 1 year using oseltamivir Age Recommended treatment dose for 5 days <3 months 12 mg twice daily 3-5 months 20 mg twice daily 6-11 months 25 mg twice daily .

Age Recommended prophylaxis dose for 10 days <3 months Not recommended unless situation judged critical due to limited data on use in this age group 3-5 months 20 mg once daily 6-11 months 25 mg twice daily .Dosing recommendations for antiviral chemoprophylaxis of children < 1 year using oseltamivir.

Gunakan masker. nyeri menelan dan sesak kunjungi dokter.REKOMENDASI Cuci tangan dengan air mengalir Gunakan alcohol-based hand gels bila tak ada sabun Menutup mulut dan hidung dengan tisue atau saputangan bila bersin atau batuk. hidung dan mulut. batuk. . Jika menderita demam. Sampaikan riwayat kontak Hindari menyentuh mata.

FLU BURUNG (Avian Influenza) .

Neuraminidase (N) :1 –9 Haemaglutinin .Haemaglutinin (H) : 1 – 16 .  Terdiri dari 3 tipe : A. B dan C.Struktur & tipe Virus Influenza Neuraminidase Virus Influenza merupakan :  Famili : Orthomyxoviridae.  Influenza tipe A memiliki 2 permukaan glikoprotein penting: .

• Diperkirakan akan terjadi mutasi virus Flu Burung → menyebabkan Pandemi Influenza. pdkesemua Flu Burung dapat menular hewan lain dan juga ke manusia.FLU BURUNG : Flu Burung adalah suatu penyakit menular pada hewan (unggas) yang disebabkan oleh Virus Influenza tipe A. sehingga • Menular ke hewan masuk sebagai penyakit zoonosis. sehingga masuk sebagai Indonesia: sejak Juni 2005. .H5N1 disebabkan oleh Virus Influenza tipe • Alami burung (burung air liar) A. • PenyakitFlu menular pada unggas. lainmeningkat dan juga ke manusia. masuk sebagai penyakit zoonosis. penyebab: Burung adalah suatu penyakit Flu Burung dapFlu Burung adalah suatu penyakit menular pada hewan menular pada hewan (unggas) Virus tipe AInfluenza subtype (unggas) yang Influenza disebabkan oleh Virus tipeyang A. lain atau manusia Flu Burung dapat menular ke hewan •at • menular ke hewan lain dan juga ke manusia. sehingga penyakit zoonosis.

sekret hidung. . feses atau benda-benda yang terkontaminasi . Sekretnya menular minimal selama 10 hari Penularan : kontak langsung dengan saliva. timbul gejala dalam 3-7 hari.FLU BURUNG PADA UNGGAS Unggas yang terpajan.

: Udara atau peralatan tercemar virus : Sangat terbatas (ditemukan beberapa kasus dalam kelompok / cluster ).Replikasi & Transmisi H5N1 sangat mudah alami perubahan : unggas. manusia Penularan ke manusia melalui :  Binatang : Kontak langsung unggas / binatang  Lingkungan  Manusia  Makanan sakit / produk unggas sakit. : konsumsi produk unggas terserang AI mentah / tidak dimasak sempurna . babi.

. alkohol 70%. dalam tinja unggas bertahan 32 hari. dalam telur mati dg pemanasan 64ºC . klorin (Na-hipoklorit) & desinfektan lain. sangat tahan suhu 22 °C selama 4 hari.Virus Flu Burung (H5N1)  dalam air. suhu 0 ºC tahan >30 hari. mati dg pemanasan 56 ºC .3 jam & 60 ºC .5’ Virus mati dengan deterjen.30 menit.

2004. H5N1 • Indonesia 2005.Dari Unggas ke Manusia From birds to human Burung liar yang berpindah-pindah (Migratory water birds) Unggas peliharaan (Domestic birds) • Hong Kong 1997. H5N1 • HK. H9N2 • Netherlands 2003. Thailand. H5N1 • Vietnam. H7N7 • Hong Kong 2003. China 1999. Kamboja. 2007 H5N1 Source: WHO/WPRO .

Perubahan virus di manusia (Reassortment in human) Migratory water birds Unggas peliharaan Source: WHO/WPRO .

Masa inkubasi Virus Influenza manusia :  2 .3 hr (1 – 7 hr) Virus Influenza A (H5N1) : 3 hr (2 .8 hr) .

yaitu: Demam (T >38 ºC) Sakit tenggorokan Batuk Pilek Sakit kepala Pegal–pegal .Gejala umum Influenza Muncul sangat cepat dan mendadak.

Gejala klinis Flu Burung           Demam tinggi (suhu ≥38 ºC) Batuk Pilek Nyeri tenggorokan Sakit kepala Nyeri otot Sesak (frekuensi nafas >normal) Infeksi selaput mata Diare atau gangguan saluran cerna Fatique (letih) .

some with lymphopenia (47.Gambaran klinis Karakteristik gambaran hasil tes laboratorium • Leukopenia (83.7%) (44/66) Karakteristik gambaran radiologis • perburukan yang cepat dalam 1-2 hr • Pneumonia: merata.7%) (34/76) .6%) (61/73). bilateral • sering +pleural effusion (44.8%) (22/46) • Thrombocytopenia (66.

Definisi Kasus  Orang dalam investigasi  Kasus Suspek  Kasus Probabel  Kasus Konfirm (terbukti) .

Kasus Investigasi Seseorang atau sekelompok orang yang diputuskan oleh pejabat kesehatan yang berwenang. . untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kemungkinan terinfeksi H5N1.1.

. Kasus Suspek Seseorang yang menderita demam/suhu > 38°C disertai satu atau lebih gejala : batuk sakit tenggorokan pilek sesak dan. napas ..2.

bersentuhan) Terpapar unggas.Diikuti satu atau lebih keadaan berikut : (dalam 7 hari sebelum terjadi gejala) Kontak (<1 meter) dengan pasien probable / konfirm (berbicara. merawat. lingkungan tercemar kotoran yang dicurigai /dipastikan terinfeksi H5N1 pada unggas atau manusia dalam 1 bulan terakhir Mengkomsumsi bahan baku atau produk ternak yang tidak dimasak sempurna Kontak dengan binatang yang sudah dipastikan tertular H5N1 Kontak dengan bahan pemeriksaan hewan atau manusia) yang dicurigai mengandung H5N1 .

3. tetapi belum terbukti positif H5N1  Kenaikan titer antibodi H5. Kasus Probabel Kasus suspek ditambah satu keadaan/lebih ini :  Infiltrat / bukti pneumonia akut pada CXR + gagal napas (hipoksemia / takipneu berat) atau konfirmasi lab positif influenza A. minimum 4 kali dengan uji HI menggunakan eritrosit kuda atau uji ELISA  Terdeteksi antibodi spesifik H5 dalam spesimen serum tunggal pada uji Neutralisasi (dikirim ke lab rujukan)  Seseorang meninggal karena penyakit saluran napas akut yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya secara epidemiologi dengan kasus probabel atau konfirm AI .

. dan titer antibodi netralisasi harus ≥1/80). misal : titer HI sel darah merah kuda ≥1/160 atau western blot spesifik H5 positif. Kasus Konfirm Kasus suspek atau probable dengan salah satu / lebih dibawah ini :  Kultur virus influenza A / H5N1 positif  PCR influenza A / H5N1 positif  Peningkatan ≥4 kali titer antibodi netralisasi H5N1 dari spesimen konvalesen dibanding spesimen akut (diambil ≤7 hari setelah awitan gejala.  Titer antibodi mikronetralisasi H5N1 ≥1/80 pada spesimen serum yang diambil pada hari ke ≥14 setelah awitan penyakit + hasil positif uji serologi lain.4.

tidak punya sifat spesifik untuk galur V Inf tertentu Inhibitor neuraminidasemengurangi berat & lama penyakit Perlu penelitian resistensi thd anti viral Amantadine. Oseltamivir (Tamiflu).Anti virus Influenza Menghambat replikasi virus Tidak menyembuhkan penyakit. Zanamivir (Relenza) . Rimantadine.

Pandemi Influenza Jumlah kasus penyakit yang sangat besar dan terjadi pada area geografis yang luas / menyebar ke seluruh dunia. .

HIV/AIDS .

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh akibat terserang virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). sejenis retrovirus Terdiri atas 2 tipe: tipe 1 (HIV-1) tipe 2 (HIV-2). .PENGERTIAN: Human Immunodeficiency Virus.

 pemakaian jarum suntik yang terkontaminasi  kontak kulit yang lecet dengan bahan infeksius  transfusi darah atau komponennya yang terinfeksi  transplantasi organ dan jaringan .CARA PENULARAN HIV menular dari orang ke orang melalui:  kontak seksual tidak dilindungi. . (homo-/ heteroseksual).  15-35 % bayi yang lahir dari ibu yang HIV(+) terinfeksi melalui placenta  hampir 50% bayi yang disusui oleh ibu yang HIV(+) dapat tertular.  Pada petugas kesehatan yang tertusuk jarum terkontaminasi.

MASA INKUBASI
Bervariasi tergantung usia dan pengobatan

antivirus.
Waktu antara terinfeksi dan terdeteksinya
antibodi sekitar 1-3 bulan
Waktu untuk terjadinya AIDS sekitar < 1
tahun hingga > 15 tahun.
Tanpa pengobatan efektif, 50% orang dewasa
yang terinfeksi akan menjadi AIDS dalam
waktu 10 tahun

MASA PENULARAN
Tidak diketahui pasti
Diperkirakan mulai segera setelah terinfeksi

dan berlangsung seumur hidup
Kerentanan dan kekebalan:
Diduga semua orang rentan.

Pada penderita PMS dan pria yang tidak

dikhitan kerentanan akan meningkat

CARA PENCEGAHAN
Menghindari perilaku risiko tinggi:
seks bebas tanpa perlindungan,
penggunaan alat suntik bergantian
praktek transfusi dan donor organ yang aman
serta praktek medis dan prosedur laboratorium
yang memenuhi standar – KEWASPADAAN
STANDAR.

TUBERKULOSIS .

PENDAHULUAN Indonesia adalah negara ke 3 dengan masalah tbc terbesar di dunia 140.000 kematian di indonesia disebabkan TBC dan setiap tahun bertambah ¼ juta kasus baru TBC TBC adalah pembunuh nomer 1 diantara penyakit menular dan penyebab kematian nomer 3 setelah penyakit jantung dan penyakit pernafasan akut pada seluruh golongan usia .

DEFINISI TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis Pada 80% kasus mengenai organ paru. sisanya mengenai organ lain. Gejala: Batuk lebih dari 3 minggu Demam dan keringat malam Berat Badan menurun dan nafsu makan turun Nyeri dada dan sesak Darah pada soutum .

KUMAN TUBERKULOSIS Berbentuk Batang Mempunyai sifat khusus: Tahan terhadap asam pada pewarnaan – disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA) Cepat mati dengan sinar matahari langsung Bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab Dalam jaringan tubuh dapat dormant. tertidur selama bertahun-tahun .

berbicara atau meludah Seseorang dapat tertular hanya dengan menghirup sejumlah kecil bacilli.INFEKSI DAN PENULARAN TBC menular dengan menyebar melalui droplet di udara Penularan dari penderita tbc pada umumnya ketika batuk. biasa menularkan pada 10 – 15 orang setiap tahun. tergantung sistem kekebalan tubuh Penderita TBC dengan status BTA +. bersin.  Saat ini 1/3 populasi dunia tertular TBC .

khususnya bila daya tahan tubuh menurun Perempuan dan anak-anak termasuk populasi rentan Merupakan Infeksi oportunistik tersering pada orang dengan HIV/AIDS .POPULASI BERISIKO Siapa saja dapat tertular.

PENGOBATAN TBC TBC dapat diobati asal mengikuti standar pengobatan Strategi yang saat ini direkomendasikan adalah DOTS (Direct Observed Treatment) Indonesia telah mencapai angka kesembuhan 85% yang sesuai dengan target global .

kemudian berobat kembali dengan dahak BTA+ Kasus Transfer In:  Penderita yang sudah mulai berobat di satu kabupaten. kemudian pindah ke kabupaten lain Kasus Lalai (drop-out):  Penderita sudah berobat min.TIPE PENDERITA Kasus Baru:  Penderita belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah dapat OAT < 1 bulan Kasus Relaps:  Penderita yang pernah dapat pengobatan OAT dan telah dinyatakan sembuh. 1 bulan kemudian berhenti .

Terimakasih .