Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN TEKNIK INSTRUMENTASI PADA Ny.

“W”
DENGAN INCISIONAL BIOPSY
ATAS INDIKASI TUMOR COLLI. S Sup Adeno Ca METATASE
DI OK 1 (EXTIRPASI)
RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

OLEH:
Dian Susanto

PELATIHAN INSTRUMENTATOR KAMAR OPERASI
RUMAH SAKIT DR. SAIFUL ANWAR MALANG
2016

2005) Biopsi adalah tindakan bedah diagnostik yang dilakukan untuk mendapatkan sampel jaringan untuk analisis sel yang dicurigai keganasan.Tidak boleh memasang drain . Dalam hal ini tepi jaringan diambil untuk analisis (Smeltzer. Insisional biopsi adalah salah satu tindakan biopsi yang dilakukan jika tumor terlalu besar untuk dibuang. c.menofause lebih awal / lambat Melahirkan anak pertama dengan usia 30 th keatas Kontrasepsi oral Status social ekonomi tinggi Factor genetika Obesitas Diet tinggi masukan lemak Stress fisiologi kronis. Adenocarcinoma adalah kanker epithelium yang berasal dari jaringan berbentuk kelenjar. 2009). PENGERTIAN Tumor adalah sejenis penyakit yang timbul akibat adanya pertumbuhan jaringan yang tumbuh secara tidak normal di dalam tubuh.aliran darah terhambat ↓ Keganasan ↓ Metastase pada organ lainnya ↓ Mengancam jiwa ↓ Dilakukan pembedahan 4. tetapi ada faktor resiko tinggi antara lain : a. ETIOLOGI Sebab-sebab keganasan pada mammae masih belum diketahui secara pasti. d. PATOFISIOLOGI Faktor predisposisi dan resiko tinggi terjadinya hiperplasia pada KGB ↓ Tumor / massa ↓ Pertumbuhan yang tidak normal ↓ Menekan jaringan pada mamae. f. TERAPI (INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI) . h. Menstruasi dini. 2. e.Neoplasma yang ganas atau dicurigai ganas . BG 2003).Letaknya dibagian tumor yang dicurigai . b. SCO’Connell.Tidak boleh membuat flap . 3.Syarat biopsy : . Jaringan abnormal tersebut timbul akibat dari pertumbuhan dan regenerasi sel yang tidak seimbang Tumor Colli adalah Tumor pada colli (leher) bisa berupa tumor jinak atau tumor ganas (Muttaqin. TINJAUAN PUSTAKA 1. g.A.Dilakukan secara tajam . menekan syaraf . (Wijaya. Jaringan epitel juga termasuk adenocarcinoma tetapi tidak terbatas hanya pada lapisan permukaan kulit saja namun bisa juga pada kelenjar dan jaringan lain yang melapisi rongga atau organ tubuh. & Bare.

Doek tebal 4. Doek panjang 5. Hand schoen 6 ½ / 7 2. Penyangga tangan c. Standar Waskom 6. Doek klem 5. Persiapan lingkungan 1. Alat-alat dan obat-obatan. Mesin ESU (Elektro Surgery Unit) 7. Mess no 10 3. Ellise klem :1 :1 :2 :1 :1 :2 :1 :1 :1 :1 :2 :1 :1 :1 e. Nald voeder 13. Under pad :2/2 :1 : 150 cc : 3 ampul : 1/1 :1 . Cucing 4.3 6. Meja operasi 2.9% 4. Spuit 10 cc/ 3 cc 6. Persiapan alat 1. 3. Sarung meja mayo 3 buah 3 buah 4 buah 4 buah 4 buah 1 buah d. Pasien diposisikan supine b. Gunting benang 14. Meja mayo 4.Garis insisi harus memperhatikan rencana terapi definitif (diletakkan dibagian yang akan diangkat saat operasi definitif) Biopsi insisional pada tumor kecil yang dapat diangkat secara keseluruhan Infeksi pada lokasi yang akan dibiopsi (relatif) Gangguan faal hemostasis berat (relatif) Biopsi diluar daerah yang direncanakan akan dieksisi saat operasi - - B. Handuk kecil steril 3. NS 0. Persiapan pasien 1. Gunting kasar 10. Puasa 4. Gunting metzembaum 11. Persetujuan operasi. Bahan Habis Pakai 1. Pinset anatomis 8. Desinfeksi klem 2. Bengkok 3. Klem pean 12. Lampu opersi 3. Pinset chirurgis 7. Doek kecil 6. Tempat sampah medis 8. Handle mess no. Pinset anatomis manis 9. Persiapan Linen 1. Scort steril 2. Meja linen 5. Pehacain 5. 2. LAPORAN KASUS a.

dirawat dengan memberikan klem pean atau pinset cirugis dan couter. ruangan / bangsal. 11. Sign In diruang Premedikasi (konfirmasi identitas pasien. berikan allis klem kepada operator untuk memegang tumor 16. Setelah pasien diberikan anastesi dan diposisikan supinasi di meja operasi yang sebelumnya sudah di alasi dengan underpad. jumlah deppers dan jumlah jarum ).10 pada operator untuk dilakukan insisi kulit. Fiksasi kabel couter dan drapping dengan 1 doek klem 7. dan berikan gunting jaringan kasar kepada asisten untuk memotong sisa benang. rencana tindakan. umur. 9. jumlah instrumen. Time out ( konfirmasi nama klien. Mersilk 2-0 Premilene 3-0 Spongestan Sufratulle Kassa/ big kass Elastumol Bethadine Handpiece couter monopolar :1 :1 :1 :1 : 10 lembar / 5 buah :1 : secukupnya :1 f. Duk panjang 1 untuk bagian bawah b.Operator melakukan pembebasan dan pengangkatan sedikit dari jaringan tumor dengan memberikan klem pean dan metzenboum atau dengan couter. Bila terdapat perdarahan. Rawat perdarahan dengan memberikan kassa dan klem pean pada asisten 17. perhatian khusus selama pembiusan. 14. . 6. 13. berdo’a dipimpin operator 10. diagnosa. antisipasi kehilangan darah. Berikan handle mess no. Berikan kassa basah untuk membersihkan bekas desinfeksi 9. Teknik Instrumentasi 1. sign mark. Insisi diperdalam sampai tampak benjolan/ tumor mamae dengan menggunakan klem pean atau couter. rencana tindakan. riwayat alergi obat.Berikan spongostan kepada operator untuk mengurangi perdarahan. pasang kabel couter dan fiksasi dengan duk klem. Perawat instrumen menyiapkan pehacain 6 cc dalam spuit 10 cc dan jarumnya diganti dengan jarum spuit 3cc. jumlah kasa. 15. sterilisasi instrumen bedah. 13. kemudian pasang ground couter di tungkai kiri 3. kesiapan mesin anesthesi dan pulse oksimetri) 2. 5. 11.7. persetujuan tindakan operasi. 12. Duk kecil 1 bentuk melingkar pada payudara kanan c. 10. Berikan nald voeder + pinset cirugis + benang mersilk 2-0 kepada opertor untuk ligasi perdarahan jaringan tumor. Berikan pincet chirurgis kepada operator untuk mengecek keefektifan dari local anesthesi. Setelah tampak tumor. 14. Lakukan drapping dengan memberikan : a. Berikan desinfeksi klem deepres dan povidon iodine 10% dalam cucing dalam bengkok pada operator untuk melakukan desinfeksi pada lapangan operasi. 4.Operator melakukan injeksi pehacain untuk local anestesi. antibiotik profilaksis. Perawat instrument scrubbing lalu mengenakan skort / gown steril dan handscone steril secara tertutup kemudian membantu operator dan asisten untuk mengenakan gown dan handscone. Cek couter 8. Dekatkan meja mayo. 12. berikan kassa dan pinset cirurrgis/ mosquito pada asisten untuk merawat perdarahan. 18. 8.

Lakukan sterilisasi 5. Kapita Selekta Kedokteran. Pembimbing OK 1 (………………………………) DAFTAR PUSTAKA Doengoes. lakukan penyemprotan untuk alat berongga lalu bilas denga air mengalir 3. dan berikan gunting jaringan kasar kepada asisten untuk memotong sisa benang. Lakukan pengepakan alat kemudian diberi indicator dan keterangan isi dari alat 4. Junadi. Daniele. Alat yang sudah dipergunakan dirapikan dan dibawa semua ke ruang pencucian alat 2. Sign out (Jenis tindakan yang dilakukan. 1982. Penyelesaian Dekontaminasi Alat dan Pengepakan 1. Dokumentasi atau inventaris alat dan bahan habis pakai pada depo farmasi.19. Tutup luka dengan sufratule +big kass+ elastomol. packing alat 24. USA Philadelphia: F. Berikan nald voeder + pinset cirugis + benang premilene 3-0 kepada opertor untuk menjahit kulit. 1989. Kecocokan jumlah instrumen. Masukkan jaringan pada tabung PA.15 menit. Purnawan. Operasi selesai C. Malang. Alat-alat yang kotor (terkontaminasi cairan tubuh pasien) direndam dengan larutan cydizime dengan takaran 8cc : 1L air selama 10 . Ada atau tidaknya permasalahan pada alat-alat yang digunakan) 20. Rapikan pasien.cuci alat. Jakarta: Penerbit Buku Kedoteran EGC. Nursing Care Plans.. Perhatian khusus pada masa pemulihan.A Davis Company. Gale. rapikan alat. Jakarta: Media aesculapius Universitas Indonesia . kasa. Marylin E. 1996. gosok – gosok. 21. Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi. dan jarum sebelum dan sesudah operasi. lakukan PA jaringan sertakan formulir PA 23. 22.

Donna. Ignatavicius. .B. Philadelphia: W. Saunders Company. Marylinn V. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. D.Brunner and Suddarth (2000). Jakarta: EGC. A Nursing Proses Approach.B. Medical Surgical Nursing. (1991).