Anda di halaman 1dari 17

AGUS FERIYANTO

713.5.1.0610

BATUAN BEKU
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang
mendingin dan mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi baik di bawah
permukaan sebagai batuan instrusif maupun di atas permukaan bumi
sebagai ekstrutif. Batuan beku dalam bahasa latin dinamakan igneus (dibaca
ignis) yang artinya api. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa
dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Batuan beku
plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih
lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan
beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan
hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari
pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api)
sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit
(yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite.
Batuan beku insteusif atau instrusi atau plutonik adalah batuan beku yang
telah menjadi kristal dari sebuah magma yang meleleh di bawah permukaan
Bumi. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum mereka mencapai
permukaan bumi disebut dengan nama pluton. Nama Pluto diambil dari
nama Dewa Romawi dunia bawah tanah. Batuan dari jenis ini juga disebut
sebagai batuan beku plutonik atau batuan beku intrusif. Sedangkan batuan
belu ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi karena keluarnya magma ke
permukaan bumi dan menjadi lava atau meledak secara dahsyat di atmosfer
dan jatuh kembali ke bumi sebagai batuan.
Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang
sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan
dapat terjadi karena salah satu dari proses-proses berikut ini ; penurunan
tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700
tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan sebagian besar batuan
beku tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak Turner dan Verhoogen
tahun 1960, Bapak F.F Groun Tahun 1947, Bapak Takeda Tahun 1970, Magma
didefinisikan atau diartikan sebagai cairan silikat kental pijar yang terbentuk
secara alami, memiliki temperatur yang sangat tinggi yaitu antara 1.500
sampai dengan 2.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang dapat
bergerak dan terletak di kerak bumi bagian bawah. Dalam magma terdapat
bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat volatile / gas (antara
lain air, CO2, chlorine, fluorine, iro, sulphur dan bahan lainnya) yang magma
dapat bergerak, dan non-volatile / non gas yang merupakan pembentuk
mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku. Dalam perjalanan

Sedangkan jika pembekuannya berlangsung cepat maka kristalnya akan halus. Fanerik atau fanerokristalin. apabila ukuran diameter butir kurang dari 1 mm. sehingga mineral-mineral pun akan terbentuk. gelas atau keduanya. apabila ukuran diameter butir antara 5 – 30 mm. apabila ukuran diameter butir antara 1 – 5 mm. yaitu kritalinitas. yaitu: . Apabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. Holokristalin adalah batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal. 1. Granularitas Granularitas dapat diartikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. b. .Holokristalin. . Kritalinitas Kristalinitas merupakan derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya batuan tersebut. Tekstur Batuan Beku Tekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal utama. a. .Sedang (medium). akan tetapi jika pendinginannya berlangsung dengan cepat sekali maka kristalnya berbentuk amorf. Dalam analisis . Besar kristal-kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain secara megaskopis dengan mata telanjang. . Holohialin adalah batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas. Kristal kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi: . Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran. Hipokristalin adalah apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal. Besar kristal-kristal dari golongan ini tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang sehingga diperlukan bantuan mikroskop. selain itu juga dapat mencerminkan kecepatan pembekuan magma. 2. Dalam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi. yaitu: a. Granularitas dan Bentuk Kristal. . Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal.Hipokristalin. Afanitik. Kristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal.menuju bumi magma mengalami penurunan suhu.Kasar (coarse).Halus (fine). apabila ukuran diameter butir lebih dari 30 mm.Sangat kasar (very coarse).Holohialin. Pada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir.

yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral . jika bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain. . 3.mineral yang subhedral. yaitu jika ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar.Prismitik. jika batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal. .Equigranular. . yaitu: .Kriptokristalin.Irregular. maka equigranular dibagi menjadi tiga. jika bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain. jika bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang.Tabular. yaitu: a. yaitu: . Ukuran butiran berkisar antara 0. Jika mineral-mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sekitar 0. jika bentuk kristal tidak teratur.Subhedral. dikenal empat bentuk kristal.mineral yang euhedral.01 – 0. jika mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli. yaitu jika secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar.01 mm.Ditinjau dari pandangan tiga dimensi. . Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau gelas.Euhedral. apabila batuan beku tersusun oleh gelas.mikroskopis dibedakan menjadi tiga yaitu : . hubungan antar kritak dapat dibagi menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut : . c. Hipidiomorfik granular. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral . jadi bukan sifat batuan secara keseluruhan. Bentuk Kristal Bentuk kristal merupakan sifat dari suatu kristal dalam batuan. Hubungan Antar Kristal Hubungan antar kristal atau disebut juga relasi diartikan sebagai hubungan antara kristal atau mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan.Equidimensional. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya. . . .Inequigranular.Amorf/glassy/hyaline. yaitu jika sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral . b.1 – 0. .Anhedral. Panidiomorfik granular.Mikrokristalin. Allotriomorfik granular.002 mm. . jika mineral-mineral dalam batuan beku terlalu kecil untuk diamati meskipun dengan bantuan mikroskop. jika sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi. . Ditinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal.mineral yang anhedral.

berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya. pendinginannya sangat lambat(dapat sampai jutaan tahun). yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran. Pillow lava atau lava bantal. misalnya. Ø Joint struktur.Struktur Batuan Beku Struktur batuan beku sebagian besar hanya dapat dilihat di lapangan saja. struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi.memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar dan sempurna bentuknya. sedangkan strukturstruktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan (fracture) dan pembekuan magma. Ø Vesikuler. Struktur ini diantaranya: . merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagai struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. biasanya mineral silikat atau karbonat. Ø Xenolitis. 2. jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku. Batuan beku intrusif mempunyai karakteristik diantaranya. Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terjadinya 1. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur. misalnya: columnar joint (kekar tiang). menjadi tubuh batuan beku intrusif. yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh mineral-mineral sekunder. yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut. Sedangkan struktur yang dapat dilihat pada contoh-contoh batuan (hand speciment sample). Batuan beku Intrusif Batuan ini terbentuk dibawah permukaan bumi. sering juga disebut batuan beku dalam atau batuan beku plutonik. dan sheeting joint (kekar berlembar). yaitu: Ø Masif. Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif). Amigdaloidal. Ø Skoria. yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi lubanglubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur. Batuan beku intrusi selanjutnya dapat dibagi lagi menjadi batuan beku intrusi dalam dan batuan beku intrusi permukaan. Batuan Beku Ekstrusif Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. membentuk struktur seperti bantal.

yaitu struktur yang memperlihatkan lubang-lubang pada batuan beku. yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran. Struktur Aliran Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen.Struktur Bantal (pillow structure) Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal. kekantalan.  Amigdaloidal. berukuran antara 30 – 60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik. silinder maupun tidak beraturan. karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi. STRUKTUR BATUAN BEKU Struktur Batuan Beku adalah pembagian batuan beku berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya. sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah. terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam. Hal ini diakibatkan proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan. b. Struktur Kekar Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan. kadar gas. yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit. Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan. CONTOH BATUAN BEKU . Struktur Vesikular Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip. Sheeting joint. yang terbagi menjadi: a. perbedaan warna dan teksturnya. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan.  Pillow lava.  Vesikular. yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan  Columnar joint. yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpalgumpal. d. dan derajat kristalisasi. kuarsa atau zeolit  Struktur aliran. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. c. yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang pensil.

misal morena. sedimen aquatis. misal tanah loss. menyerupai granit. mempunyai banyak warna umumna putih. tanah lim. 3. sebagai contoh batu bara dan batu gamping. terbentuk karena tenaga gletser. batu garam. berwarna hitam. contoh gambut. sedimen glasial. tanah los dan pasir c. d. batu garam. contoh batu morena yang terjadi daerah es. misal delta. f) Basal Basal adalah batuan leleran dari gabro. kelabu. berada di darat. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. misal : gips. f. merah jambu atau merah. didasar laut. BATUAN SEDIMEN Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme. Sedimen klastik yaitu diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa harus mengalami proses kimiawi. warnanya kelabu. Sedimen organik. warnanya agak gelap. Sedimen berdasarkan tenaga pengangkutnya : a. berada di dasar sungai. sedimen palludal atau limnis. sedimen teretis. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. contohnya : batu breksi (kerikil dengan sudut tajam). konglomerat (kerikil dengan sudut tumpul). endapan hasil pelarutan kimiawi. sedimen marine. 2. berada dirawa atau danau. b) Granodiorit Granodiorit adalah batuan beku dalam. g) Batuapung Batuapung dibentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas. breksi. c) Diorit Diorit adalah batuan beku dalam. b. mineralnya berbutir halus. misal batu karang. d. dipengaruhi unsur organik. komposisi mineralnya sama dengan diorit. sedimen aeolis. berada di pantai. mineralnya berbutir halus. berwarna terang. sedimen marine. sedimen fluvial. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. e. e) Gabro Gabro adalah batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam. contoh batu pasir dan lumpur b. tanah lim. Sifat – sifat utama batuan sedimen :  Adanya bidang perlapisan yaitu struktur sedimen yang menandakan adanya proses sedimentasi. contoh pasir c. berwarna terang. yang di endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami pembatuan. sedimen yang diendapkan oleh angin. terbentuk oleh air laut. batu tuff. sedimen marginal. mineralnya berbutir kasar hingga sedang. diendapkan oleh air. Sedimen berdasarkan tempat diendapkannya a. pasir. .a) Granit Granit adalah batuan beku dalam. Sedimen kimiawi. sedimen glasial. d) Andesit Andesit adalah batuan leleran dari diorit. Sedimen berdasarkan proses terjadinya : 1.

dolomite dan rijing. Batu gneis. Golongan Batubara Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik yaitu dari tumbuhtumbuhan. 4. anhidrit. 2. kalsit. Golongan Detritus Halus Batuan yang termasuk kedalam golongan ini diendapkan di lingkungan laut dangkal sampai laut dalam. batu sabak. Menurut R. batu marmer dan batu skist merupakan beberapa contoh dari batuan metamorf. 6. Atau oleh proses pengendapan yang merupakan rombakan dari batuan yang terbentuk lebih dahulu dan di endpkan disuatu tempat.P. Golongan Silika Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara pross organik dan kimiawi untuk lebih menyempurnakannya. yaitu : . batu garam.Golongan Detritus Kasar Batuan sedimen diendapkan dengan proses mekanis. 5. BATUAN METAMORF Batuan metamorf atau yang disebut juga dengan nama batuan malihan adalah sekelompok batuan yang merupakan hasil dari ubahan atau transformasi dari suatu tipe batuan yang sudah ada sebelumnya (protolith) oleh suatu proses yang dinamakan metamorfosis atau perubahan bentuk. sehingga sangat memungkinkan terjadi pengayaan unsure . batu lempung dan Nepal. 1981 batuan sedimen dibedakan menjadi enam golongan yaitu : 1. Lingkungan terbentuknya batubara adalah khusus sekali. algae dan foraminifera. 3.unsur tertentu. Golongan Evaporit Proses terjadinya batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki larutan kimia yang cukup pekat. ia harus memiliki banyak sekali tumbuhan sehingga kalau timbunan itu mati tertumpuk menjadi satu di tempat tersebut.  Jika bersifat hablur. serpih. Sifat klastik yang menandakan bahwa butir-butir pernah lepas. selalu monomineralik. konglomerat dan batupasir. Golongan Karbonat Batuan ini umum sekali terbentuk dari kumpulan cangkang moluska. Lingkungan tempat pengendapan batuan ini di lingkungan sungai dan danau atau laut. Yang termasuk ked ala golongan ini adalah batu lanau. terutama pada golongan detritus. Koesoemadinata. Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi tiga.  Sifat jejak adanya bekas-bekas tanda kehidupan (fosil). Pada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan danau atau laut yang tertutup. Termasuk dalam golongan ini antara lain adalah breksi. misalnya : gypsum. Batuan-batuan yang termasuk kedalam batuan ini adalah gip.

tekstur serta struktur sebagai akibat adanya perubahan temperatur (di atas proses diagenesa dan di bawah titik lebur. Contohnya batu lumpur (mud stone) menjzdi batu tulis (slate). ANALISIS BATUAN METAMORF Batuan asal atau batuan induk baik berupa batuan beku. dimana tidak terjadi penambahan unsur-unsur kimia pada batuan yang mengalami metamorfosa. Perubahan temperatur dapat terjadi oleh karena berbagai macam sebab. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya metamorfosa adalah perubahan temperatur. Paragonite. Panas dalam skala kecil juga dapat terjadi akibat adanya gesekan atau friksi selama terjadinya deformasi suatu massa batuan. Proses metamorfisme tersebut terjadi di dalam bumi pada kedalaman lebih kurang 3 km – 20 km.000 atm) disebut batuan metamorf.1. Contohnya batu kapur (gamping) menjadi marmer. 200-350oC < T < 650-800oC) dan tekanan yang tinggi (1 atm < P < 10. Glaucophane. antara lain oleh adanya pemanasan akibat intrusi magmatit dan perubahan gradien geothermal. Lawsonite. 1962). Proses metamorfosa merupakan suatu proses pengubahan batuan akibat perubahan tekanan. Batuan Metamorf Kontak. 3. Batuan Metamorf Dinamo adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya tekanan yang tinggi (berasal dari tenaga endogen) dalam waktu yang lama. Sedangkan batas atas terjadinya metamorfosa sebelum terjadi pelelehan adalah berkisar 6500C-11000C. 2. 2006). Proses metamorfosa merupakan proses isokimia. 1994). 1962). tergantung pada jenis batuan asalnya (Bucher & Frey. Metamorfosa akibat intrusi magmatik dapat terjadi mendekati tekanan permukaan yang besarnya beberapa bar saja. Fluida aktif yang banyak berperan adalah air beserta karbon dioksida. Batuan metamorf terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh proses metamorfosa. Aktivitas kimiawi fluida dan gas yang berada pada jaringan antara butir batuan. batuan sedimen maupun batuan metamorf dan telah mengalami perubahan mineralogi. Sedangkan metamorfosa yang terjadi pada suatu kompleks ofiolit dapat terjadi dengan tekanan lebih dari 30-40 kBar (Bucher & Frey. adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya pengaruh gas-gas yang ada pada magma. Umumnya fluida dan gas tersebut bertindak sebagai katalis atau solven serta bersifat membentuk reaksi kimia dan penyetimbang mekanis (Huang WT. Temperatur berkisar antara 2000 C – 8000 C. Prehnite atau Slitpnomelane. 1994). Contohnya kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topas. Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis. tekanan dan adanya aktifitas kimia fluida atau gas (Huang. tanpa melalui fase cair (Diktat Praktikum Petrologi. asam hidroklorik dan hidroflorik. adalah Batuan yang mengalami metamorfose sebagai akibat dari adanya suhu yang sangat tinggi (sebagai akibat dari aktivitas magma). Tekanan yang menyebabkan terjadinya suatu metamorfosa bervariasi dasarnya. Pada batuan silikat batas bawah terjadinya metamorfosa pada umumnya pada suhu 1500 C + 500C yang ditandai dengan munculnya mineral-mineral Mg – carpholite. temperatur dan adanya aktifitas kimia fluida/gas atau variasi dari ketiga faktor tersebut. mempunyai peranan yang penting dalam metamorfosa. Winkler (1989) menyatakan bahwasannya prosesproses metamorfisme itu mengubah mineral-mineral suatu batuan pada fase padat karena pengaruh atau respons terhadap kondisi fisika dan kimia di .

biologi dan kondisi-kondisinya di dalam bumi serta di permukaannya. sedangkan pada batuan metamorf tingkat tinggi jejak batuan asal sudah tidak nampak. malihan tertinggi membentuk migmatit (batuan yang sebagian bertekstur malihan dan sebagian lagi bertekstur beku atau igneous). -beku). Mineral-mineral lain yang dipertimbangkan terbentuk pada awal metamorfisme adalah laumonit.9). beberapa darinya muncul menjadi batuan beku dan batuan metamorf yang lain. Satu kisaran dari 650°C – 800°C menutup sebagian besar kondisi tersebut. batuan metamorf dibagi menjadi dua yaitu (1) metamorfisme tingkat rendah (low-grade metamorphism) dan (2) metamorfisme tingkat tinggi (high-grade metamorphism) (Gambar 3. Suatu batuan mungkin mengalami beberapa perubahan lingkungan sesuai dengan waktu. sehingga pada saat pembentukannya. metamorfisme shale yang menyebabkan reaksi kaolinit dengan konstituen lain untuk menghasilkan muskovit. yang dapat menghasilkan batuan polimetamorfik. Batas atas dari metamorfisme dapat ditentukan oleh kejadian dari batuan yang disebut migmatit. temperatur di sekitarnya 150°C disertai oleh tekanan lithostatik kira-kira 500 bar. Di sini kita mempunyai satu variabel. eksperimen-eksperimen telah menunjukkan bahwa reaksi ini tidak menempati pada temperatur tertentu tetapi terjadi antara 200°C – 350°C yang tergantung pada pH dan kandungan potasium dari material-material disekitarnya. Masing-masing terbentuk pada temperatur yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Bumi merupakan sistim yang dinamis. Bagaimanapun juga. lawsonit. Batuan ini menunjukkan kombinasi dari kenampakan tekstur. Pendekatan umum untuk mengambarkan batas antara diagenesa dan metamorfisme adalah menentukan batas terbawah dari metamorfisme sebagai kenampakan pertama dari mineral yang tidak terbentuk secara normal di dalam sedimensedimen permukaan. Walaupun hal ini dapat dihasilkan dalam batas yang lebih basah. Pembentukan Batuan Metamorf Batuan beku dan sedimen dibentuk akibat interaksi dari proses kimia. Perubahan komposisi di dalam batuan kurang berarti pada tahap ini. paragonit atau piropilit. tetapi secara umum terjadi kira-kira pada 150°C atau dikehendaki lebih tinggi. Sebagai contoh. Proses-proses tersebut tidak termasuk pelapukan dan diagenesa. Perubahan-perubahan tersebut terjadi pada tekanan dan temperatur di atas diagenesa dan di bawah pelelehan. perubahan tersebut adalah isokimia yang terdiri dari distribusi ulang elemen-elemen lokal dan volatil diantara mineral-mineral yang sangat reaktif. Di bawah permukaan. Batas atas metamorfisme diambil sebagai titik dimana kelihatan terjadi pelelehan batuan. batuan-batuan mungkin mengalami keadaan yang baru dari kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan yang luas di dalam tekstur dan mineraloginya. Sifat-sifat yang mendasar dari perubahan metamorfik adalah batuan tersebut terjadi selama batuan berada dalam kondisi padat. . sebagai variasi temperatur pelelehan sebagai fungsi dari tipe batuan. tekanan lithostatik dan tekanan uap. Berdasarkan tingkat malihannya. Pada batuan metamorf tingkat rendah jejak kenampakan batuan asal masih bisa diamati dan penamaannya menggunakan awalan meta (-sedimen. albit. maka akan menunjukkan sebagai proses metamorfisme. seperti epidot dan muskovit.dalam kerak bumi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. fisika.

Metamorfisme kontak terjadi pada zona kontak atau sentuhan langsung dengan tubuh magma (intrusi) dengan lebar antara 2 – 3 km (Gambar 3. Metamorfisme dislokasi terjadi pada daerah sesar besar/ utama yaitu pada lokasi dimana masa batuan tersebut mengalami penggerusan. Berdasarkan penyebabnya batuan metamorf dibagi menjadi tiga yaitu (1) Metamorfisme kontak/ termal. 1986). penyebaran tubuh batuan metamorf ini luas sekali mencapai ribuan kilometer. pengaruh P dominan. Pembentukan batuan metamorf selain didasarkan pada tingkat malihannya juga didasarkan pada penyebabnya.Gambar: memperlihatkan batuan asal yang mengalami metamorfisme tingkat rendah – medium dan tingkat tinggi (O’Dunn dan Sill. terpengaruh P & T. pengaruh T dominan. dan (3) Metamorfisme regional. .10). (2) Metamorfisme dinamo/ kataklastik/dislokasi/kinematik. serta daerah luas.11). Sedangkan metamorfisme regional terjadi pada kulit bumi bagian dalam dan lebih intensif bilamana diikuti juga oleh orogenesa (Gambar 3.

11 penampang yang memperlihatkan lokasi batuan metamorf (Gillen. Seandainya struktur planar tersebut disusun oleh lapisan-lapisan yang menyebar atau melensa dari mineral-mineral yang berbeda tekstur.Gambar 3. Pecahan batuan ini biasanya sejajar dengan skistosity menghasilkan belahan batuan yang berkembang kurang baik.12). struktur dan komposisinya. Misal: struktur skistose nama batuannya sekis. gneisik untuk genis. Jika planar disebut foliasi. Namun untuk batuan metamorf ini mempunyai kekhasan dalam penentuannya yaitu pertama-tama dilakukan tinjauan apakah termasuk dalam struktur foliasi (ada penjajaran mineral) atau non foliasi (tanpa penjajaran mineral) (Tabel 3. 1982). . sering menyebabkan kenampakan penjajaran dari tekstur dan struktur. Setelah penentuan struktur diketahui. 1982). tetapi kebanyakan hal ini terhapus selama metamorfisme. peretakan dan pembutiran atau rekristalisasi. Pengenalan batuan metamorf tidak jauh berbeda dengan jenis batuan lain yaitu didasarkan pada warna. Penerapan dari tekanan yang tidak sama. maka penamaan batuan metamorf baik yang berstruktur foliasi maupun berstruktur non foliasi dapat dilakukan. Pada metamorfisme tingkat tinggi akan berkembang struktur migmatit (Gambar 3. tekstur tersebut menunjukkan sebagai gneis. Batuan-batuan tersebut mungkin mengalami aliran plastis. khususnya jika disertai oleh pembentukan mineral baru. Sedangkan non foliasi. Beberapa tekstur dan struktur di dalam batuan metamorf mungkin diturunkan dari batuan pre-metamorfik (seperti: cross bedding). Gambar 3. tekstur.12).10 memperlihatkan kontak aureole disekitar intrusi batuan beku (Gillen. misal: lapisan yang kaya akan mineral granular (seperti: felspar dan kuarsa) berselang-seling dengan lapisan-lapisan kaya mineralmineral tabular atau prismatik (seperti: feromagnesium). Pengenalan Batuan Metamorf Pengenalan batuan metamorf dapat dilakukan melalui kenampakankenampakan yang jelas pada singkapan dari batuan metamorf yang merupakan akibat dari tekanan-tekanan yang tidak sama. slatycleavage untuk slate/ sabak. Seandainya foliasi tersebut disebabkan oleh penyusunan yang sejajar dari mineral-mineral pipih berbutir sedang-kasar (umumnya mika atau klorit) disebut skistosity. misal: struktur hornfelsik nama batuannya hornfels. liniasi untuk asbes.

12 Berbagai struktur pada migmatit dengan leukosom (warna terang) (Compton.Variasi yang luas dari tekstur. 1982). Gambar 3. Struktur Batuan Metamorf . struktur dan komposisi dalam batuan metamorf. Table 3. Oleh sebab itu hal terbaik untuk mempertimbangkan secara menerus seperti kemungkinan banyaknya perbedaan kenampakan-kenampakan yang ada.12 Diagram alir untuk identifikasi batuan metamorf secara umum (Gillen. membuatnya sulit untuk mendaftar satu atau lebih dari beberapa kenampakkan yang diduga hasil dari proses metamorfisme. 1985).

Struktur Phylitic: sama dengan struktur slatycleavage. Struktur Hornfelsik: struktur yang memperlihatkan butiran-butiran mineral relatif seragam. Secara umum satu atau lebih mineral yang hadir berbeda lebih besar dari rata-rata. d. hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir felspar dalam masa dasar yang lebih halus. Struktur Granulose: sama dengan hornfelsik. g. Struktur Pilonitik: struktur yang memperlihatkan liniasi dari belahan permukaan yang berbentuk paralel dan butiran mineralnya lebih kasar dibanding struktur milonitik. Contohnya. Struktur Flaser: sama struktur kataklastik. Porphiroblast. namun struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada masa dasar milonit. malah mendekati tipe struktur filit. Struktur Augen: sama struktur flaser. f. Struktur Gneisik: struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral granular.Secara umum struktur yang dijumpai di dalam batuan metamorf dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu struktur foliasi dan struktur non foliasi. Struktur Non Foliasi a. Tekstur Batuan Metamorf Tekstur yang berkembang selama proses metamorfisme secara tipikal penamaanya mengikuti kata-kata yang mempunyai akhiran -blastik. Struktur Liniasi: struktur yang memperlihatkan adanya mineral yang berbentuk jarus atau fibrous. jumlah mineral granular relatif lebih banyak dibanding mineral pipih. hanya mineral dan kesejajarannya sudah mulai agak kasar. Struktur Foliasi a. Struktur foliasi ditunjukkan oleh adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. sedang struktur non foliasi tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. b. h. c. kesan kesejajaran mineraloginya sangat halus (dalam mineral lempung). felspar) lebih banyak dibanding mineral butiran. e. dalam pemeriksaan sekilas. c. kristal yang lebih besar tersebut dinamakan porphiroblast. Struktur Milonitik: struktur yang memperlihatkan liniasi oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk lentikuler dan butiran mineralnya halus. Struktur Slatycleavage: sama dengan struktur skistose. hanya butirannya mempunyai ukuran beragam. muskovit. Struktur Skistose: struktur yang memperlihatkan penjajaran mineral pipih (biotit. b. Struktur Kataklastik: struktur yang memperlihatkan adanya penghancuran terhadap batuan asal. batuan metamorf yang berkomposisi kristal-kristal berukuran seragam disebut dengan granoblastik. . d.

tetapi kemungkinan poikiloblast dapat diakibatkan dengan cara pertumbuhan sederhana pada laju yang lebih cepat daripada mineral-mineral matriknya. d. Berbagai kenampakan tekstur batuan metamorf dapat dilihat pada Gambar 3. Poikiloblast biasanya dianggap terbentuk oleh pertumbuhan kristal yang lebih besar disekeliling sisa-sisa mineral terdahulu. Tekstur Blastopellit: tekstur yang memperlihatkan batuan asal sedimen yang ukuran butirnya lempung. Tekstur Kristaloblastik Tekstur batuan metamorf yang dicirikan dengan tekstur batuan asal sudah tidak kelihatan lagi atau memperlihatkan kenampakan yang sama sekali baru. Tekstur Palimpset Tekstur batuan metamorf yang dicirikan dengan tekstur sisa dari batuan asal masih bisa diamati. bentuk dari kumpulan-kumpulan ini disebut augen (German untuk “mata”). dan rotasi). Tekstur Xenoblastik: sama dengan tekstur idoblastik. . dalam hal ini porphiroblast atau poikiloblast dikatakan mempunyai tekstur helicitik. c. Tekstur Blastopsefit: tekstur yang memperlihatkan batuan asal sedimen yang ukuran butirnya lebih besar dari pasir. Sisa kumpulan ini dihasilkan dalam butiran matrik. Tekstur Idioblastik: tekstur yang memperlihatkan mineral-mineral berbentuk euhedral. c. a. orientasi atau penyebarannya) arah kenampakkan mula-mula dalam batuan (seperti skistosity atau perlapisan asal). pembutiran. namun mineralnya berbentuk anhedral. e. f. tetapi biasanya mereka dapat dibedakan dari sifat mineraloginya dan foliasi alami yang umum dari matrik. Dalam penamaannya menggunakan akhiran kata –blastik.mungkin membingungkan dengan fenokris (pada batuan beku). Tekstur Lepidoblastik: tekstur yang memperlihatkan susunan mineral saling sejajar dan berarah dengan bentuk mineral pipih. Tekstur Blastoporfiritik: tekstur yang memperlihatkan batuan asal yang porfiritik. d. Pengujian mikroskopik porphiroblast sering menampakkan butiran-butiran dari material matrik.13. Termasuk material yang menunjukkan (karena bentuknya. Tekstur Granoblastik: tekstur yang memperlihatkan butir-butir mineral seragam. Dalam penamaannya menggunakan awalan kata –blasto. Istilah umum untuk agregat adalah porphyroklast. Tekstur Porfiroblastik: sama dengan tekstur porfiritik (batuan beku). b. hanya ukuran butirnya sama dengan pasir. b. dan umumnya hasil dari kataklastik (penghancuran. Tekstur Nematoblastik: tekstur yang memperlihatkan adanya mineralmineral prismatik yang sejajar dan terarah. Tekstur Blastopsamit: sama dengan tekstur blastopsefit. dan yang melingkupinya. dalam hal ini disebut poikiloblast. Kadangkala batuan metamorf terdiri dari kumpulan butiran-butiran yang berbentuk melensa atau elipsoida. a. hanya kristal besarnya disebut porfiroblast.

1985). staurolit dan antolit. Tekstur Semiskistose dengan klorit dan aktinolit di dalam masa dasar blastoporfiritik metabasal. Mineral stress adalah mineral yang stabil dalam kondisi tekanan. I. C. Ortomilonit di dalam ultramilonit. Tekstur Granoblastik di dalam blastomilonit.13). G. F. E. D. kianit. serpentin. kristal ini dinamakan idioblastik. B. sedang atau perkembangan sisi muka yang jelek. Gambar 3. kalsit dan kordierit. dapat berbentuk pipih/tabular. Tekstur Semiskistose dengan meta batupasir di dalam matrik mika halus. silimanit. seolit. A. felspar. prismatik dan tumbuh tegak lurus terhadap arah gaya/stress meliputi: mika. Granit milonit di dalam proto milonit.13 Tekstur batuan metamorf (Compton. atau xenoblastik.Komposisi Batuan Metamorf Pertumbuhan dari mineral-mineral baru atau rekristalisasi dari mineral yang ada sebelumnya sebagai akibat perubahan tekanan dan atau temperatur menghasilkan pembentukan kristal lain yang baik. klorit. hypidioblastik. H. Secara umum batuan metamorf disusun oleh mineral-mineral tertentu (Tabel 3. tremolit-aktinolit. garnet. Tekstur Skistose dengan porpiroblast euhedral. glaukopan. Tekstur Granoblastik. sebagian menunjukkan tekstur mosaik. . Tekstur Granoblatik berbutir iregular. Sedang mineral anti stress adalah mineral yang terbentuk dalam kondisi tekanan. hornblende. namun secara khusus mineral penyusun batuan metamorf dikelompokkan menjadi dua yaitu (1) mineral stress dan (2) mineral anti stress. Skistosity dengan domain granoblastik lentikuler. dengan poikiloblast di kiri atas. biasanya berbentuk equidimensional. epidot. meliputi: kuarsa.

Batuan ini dinamakan skis. Hasil dari batuan yang berbutir halus ini dinamakan phylit. masih bisa dibelah menjadi lembaranlembaran.14). Masih pada metamorfisme tingkat tinggi disini skistosity menjadi kurang jelas. Bilamana metamorfisme berlanjut sering menghasilkan orientasi dari mineral-mineral pipih pada batuan dan penambahan ukuran butir dari klorit dan mika. staurolit. Beberapa nama batuan yang didasarkan pada dominasi mineral (contoh metakuarsit) atau berhubungan dengan facies metamorfik yang dipunyai batuan (contoh granulit). Pengujian dengan menggunakan lensa tangan secara teliti kadangkala memperlihatkan pecahan porpiroblast yang kecil licin mencerminkan permukaan belahannya. Metamorfisme regional dari batulumpur melibatkan perubahan keduanya baik tekanan dan temperatur secara awal menghasilkan rekristalisasi dan modifikasi dari mineral lempung yang ada. Sayangnya prosedur penamaan batuan metamorf tidak sistematik seperti pada batuan beku dan sedimen. tetapi arah yang baru dari orientasi mungkin dapat berkembang sebagai hasil dari gaya stres. piroksin. Pada tingkat metamorfisme yang lebih tinggi. satu atau lebih mineral yang ada (contoh skis klorit). Umumnya berkembang porpiroblast.13 Ciri-ciri fisik mineral-mineral penyusun batuan metamorf (Gillen. Kumpulan yang terdiri dari lapisan yang relatif kaya kuarsa dan feldspar. Nama yang umum sering dimodifikasi oleh awalan yang menunjukkan kenampakan nyata atau aspek penting dari tekstur (contoh gneis augen). atau nama dari batuan beku yang mempunyai komposisi sama (contoh gneis granit). kumpulan berwarna terang menyerupai batuan beku tertentu. Penambahan metamorfisme dapat mengubah gneis menjadi migmatit. Disini biasanya kita menjumpai mineral-mineral yang pipih dan memanjang yang terorientasi kuat membentuk skistosity yang menyolok. hal ini sering dapat diidentikkan dengan sifat khas mineral metamorfik seperti garnet. dan perlapisan kaya feromagnesium mempunyai aspek metamorfik tertentu. Resultan batuan berbutir halus yang mempunyai belahan batuan yang baik sekali dinamakan slate. atau kordierit. batuan terdiri dari kumpulan butiran sedang sampai kasar dari tekstur dan mineralogi yang berbeda menunjukkan tekstur gnessik dan batuannya dinamakan gneis. kemungkinan kumpulan tersebut terdiri dari mineral yang mengandung feromagnesium (mika. kita harus menamakan batuan tersebut. Ukuran butiran secara mikroskopik tetap. kristal tampak tanpa lensa. sama seperti slate tetapi mempunyai kilap sutera pada belahan permukaannya. Komposisi mineralogi sering sama dengan batuan beku. dan ampibol). . tetapi tekstur gnessik biasanya menunjukkan asal metamorfisme.Tabel 3. Namanama batuan metamorf terutama didasarkan pada kenampakan tekstur dan struktur (Tabel 3. 1982) Setelah kita menentukan batuan asal mula metamorf. dalam kumpulan yang cukup orientasi sering ada. Dalam kasus ini.

epidot. Beberapa eclogit berasal dari batuan beku. dibentuk oleh rekristalisasi dari batupasir atau chert/rijang. milonit. Batuan mungkin menjadi protomilonit. seperti olivin dan piroksen. Bilamana batuan mempunyai skistosity dengan kilap permukaan sutera. Perkembangan struktur gnessiknya lemah mungkin terdiri dari lensa-lensa datar kuarsa dan/atau felspar. Serpentinit dihasilkan dari alterasi mineral silikat feromagnesium yang terlebih dahulu ada. Eclogit: Batuan yang berbutir sedang komposisi utama adalah piroksin klino ompasit tanpa plagioklas felspar (sodium dan diopsit kaya alumina) dan garnet kaya pyrop. sedikit garnet dan piroksin) mempunyai tekstur granoblastik. tergantung atas jumlah dari fragmen yang tersisa. dan karbonat. . secara tipikal bertekstur granoblastik. dan sebagainya. tetapi mengandung fase yang lebih berat. atau ultramilomit. Secara umum jenis batuan metamorfik yang lain adalah sebagai berikut: Amphibolit: Batuan yang berbutir sedang sampai kasar komposisi utamanya adalah ampibol (biasanya hornblende) dan plagioklas. rekristralisasi mika. batuannya disebut philonit. Skarn terjadi karena perubahan komposisi batuan penutup (country rock) pada kontak batuan beku. Butiran-butiran kasar yang sama disebut granofels. Skarn: Marmer yang tidak bersih/kotor yang mengandung kristal dari mineral kapur-silikat seperti garnet. felspar. Serpentinit: Batuan yang hampir seluruhnya terdiri dari mineral-mineral dari kelompok serpentin. seperti: Marmer disusun hampir semuanya dari kalsit atau dolomit. talk. batuan metamorfisme thermal terdiri dari butiranbutiran yang equidimensional dalam orientasi acak. Hornfels: Berbutir halus. Granulit: Batuan yang berbutir merata terdiri dari mineral (terutama kuarsa. Mineral asesori meliputi klorit. Beberapa porphiroblast atau sisa fenokris mungkin ada. Kuarsit adalah batuan metamorfik bertekstur granobastik dengan komposisi utama adalah kuarsa. Eclogit mempunyai komposisi kimia seperti basal. Milonit: Cerat berbutir halus atau kumpulan batuan yang dihasilkan oleh pembutiran atau aliran dari batuan yang lebih kasar.Jenis batuan metamorf lain penamaannya hanya berdasarkan pada komposisi mineral.