Anda di halaman 1dari 25

1.

6

Analisa Data Hasil Percobaan

1.6.1 Memeriksa Keadaan Dioda
Tabel 1.13 Pemeriksaan Baik Buruknya Dioda
N
o

1

2

3

4

Jenis dan Tipe Dioda

Dioda
Penyearah

Dioda
Zener 1 W

Resistansi Dioda

Multimeter

Forward

Reverse

IN4002

Analog

6.5 Ω

GEIN34

Analog

6.5 Ω

5.1 V

Analog

7.5 Ω

9V

Analog

7.5 Ω

Red

Analog

48.5 Ω

Green

Analog

65 Ω

Analog

LED

Dioda
Voraktor

MN220
9

Keadaan

Ketera

Dioda
Baik
Buruk

-

ngan



-

Baik

-

Baik

-

Baik


Baik

Buru
k

-

Baik

-

Baik

Pada percobaan ini digunakan alat ukur multimeter analog untuk
memeriksa dioda – dioda yang ada. Pada saat pengukuran R maju digunakan
range yang paling kecil (Ohm) dan range yang besar untuk R mundur (10 KΩ).
Setelah diperiksa keadaannya, dioda-dioda disini dalam keadaan baik,
kecuali pada diode LED Red yang memiliki tahanan dalam reverse bias nya
sehinggga diode dinyatakan dalam keadaan buruk, seperti ditunjukkan pada
tabel 1.13. Baik buruknya dioda diketahui dari nilai tahanannya. Dioda yang baik
ketika diberikan forward bias akan memberikan suatu nilai tahanan, sedangkan
ketika diberikan reverse bias akan menunjukkan nilai tahanan tak terhingga
sehingga tidak ada arus yang mengalir.

1.6.2 Karakteristik V – I (dengan multimeter)
Tabel 1.14 Pengukuran Dioda Dengan Kondisi Forward Bias

Vs
(V)

Dioda Penyearah
IN4002
GE IN34
ID (A)

0.0

0

0.1

0

0.2

0

0.5

0

1.0

0.03

1.5
2.0

VD
(V)
0
0.09
8
0.211
0.50

ID (A)

0
0
0

VD
(V)

Forward Bias
LED
Red
Green
ID
VD
VD
ID (A)
(A
(V)
(V)
)

0
0.01
2
0.20

0

0

0

0

0.112

0

0

5

0.21
3
0.49

5
0.71

0

0.49

0

0.03

0.73

0.00

1
0.99

2
0.07

9

0.07

2
0.75

3
0.01

5
1.35

4
0.12

4
0.78

2
0.12

3

8

3

0

7

0.03

1.72

0.711
0.79
3

0

0.116

0

0.21

0

2

0

1.03

0

1.49

0

ID (A)

(V)

0

4

0.54

VD

ID (A)

0.04

0

0

Dioda Zener
5.1 V
9V

0
0.10
2
0.20
6
0.57

0

0

0.106

0

0.207

0

0.539

0.01

0
0.80

0.02

9
0.06

5
0.83

3
0.66

1.97

5
0.17

6
0.84

4
0.72

5

3

9

7

Vs
(V)
0.0
0.1
0.2
0.5
1.0
1.5
2.0

Reverse Bias
LED
Red
Green
ID
VD
ID
VD

(V)

0

Tabel 1.15 Pengukuran Dioda Dengan Kondisi Reverse Bias
Dioda Penyearah
IN4002
GE IN34
ID
VD
ID
VD

VD

Dioda Zener
5.1 V
9V
ID
VD
ID
VD

(A)

(V)

(A)

(V)

(A)

(V)

(A)

(V)

(A)

(V)

(A)

(V)

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0
0
0
0
0
0
0

0
-0.1
-0.2
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0

0.816
0.843
0.86

bila pada keadaan itu maka dioda mengalami reverse bias. karena sifat dari dioda.17 Rangkaian Dioda Pada Karakteristik V – I Diukur Dengan Multimeter Pada rangkaian gambar 1. sehingga pada dioda akan berlaku hubungan terbuka. maka nilai arus yang mengalir pada rangkaian adalah 0. Untuk nilai Vs ≤ 0 berarti tidaka ada arus yang mengalir pada rangkaian (I = 0) sehingga  Vs  V R  V D  0  Vs  0  V D  0 Vs  VD ……………………………………………………………(1.17 diketahui bahwa pada saat tegangan VS ≤ 0.8) . Pada saat forward bias ( VS > 0): = 1.Diketahui rangkaian sebagai berikut : Gambar 1. Untuk lebih telitinya. Pada saat reverse bias ( VS ≤ 0): = b. maka dapat dilihat sebagai berikut: a.

Selama perhitungan.02 mA 10 Dengan cara yang sama dapat dilihat pada tabel dibawah ini.7 volt sedangkan untuk germanium 0.17 Berdasarkan data yang diperoleh pada hasil percobaan dan hasil kalkulasi maka dapat dihitung persentase kesalahannya dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : I pengukuran  I teori I teori % kesalahan = Untuk data ID x 100 % pertama dapat dihitung persentase kesalahannya yaitu: Ipengukuran = 0 mA Iteori = 0.3 =0.3 volt pada saat : Vs IN4002 = 0. walaupun tegangan diubah-ubah.16 dan tabel 1. sehingga diperoleh pengukuran seperti tabel 1.9) Nilai VD pertama untuk dioda jenis silikon adalah 0.06 mA % kesalahan = |0−0. selama VS lebih kecil dari 0 maka Vd=Vs. 2.1−0.Persamaan ini berlaku untuk semua jenis dioda baik itu jenis Si maupun Ge.1 volt maka I= Vs GE34 = 0. Pada saat Vs> 0 maka : Secara matematis perhitungannya adalah : I D =I R=I V S =V R +V D =IR+V D I Vs  V D R …………………………………………………………(1.7 =0.06 mA 10 0.098 0.1 volt maka I= 0.1−0.098 | = 100% x 100 % .

02 100.08 7.0 0.07 0.0 0.1 0 0.1 0 0.05 100 4 0.0 3 0.06 100 3 0.123 0.2 0 0.16 Tabel Persentase Kesalahan ID Dioda IN4002 Bias Forward Voltage (V) ID (mA) ID (mA) Kesalahan (perhitungan) 0 (%) 0 (percobaan) 0 2 0.5 7 2.03 0.5 0 0.13 5.03 0.Dengan memasukkan rumus diatas pada didapat hasil seperti tabel di bawah ini : Tabel 1.0 0.2 0 0.0 No Vin 1 0 .02 100 5 1.38 No Vin 1 0 Tabel 1.01 100.02 100.0 5 1.5 0.074 0.17 Tabel Persentase Kesalahan ID Dioda GE IN34 Bias Forward Voltage (V) ID (mA) ID (mA) Kesalahan (perhitungan) 0 (%) 0 (percobaan) 0 2 0.0 4 0.03 0 6 1.5 0 0.

1 Analisa Grafik a.5 0.2.123 0.1 V nilai tegangan = 0.074 0. Dioda Penyearah Jenis IN4002 Gambar 1.6. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi . Pada awal grafik saat kedua kondisi panjar dioda = 0.10.6 1.17 27.18 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada dioda IN 4002 dan garis biru yang mewakili nilai forward bias pada dioda IN 4002 yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.3 7 2.20.0 0.12 38.6 1.18 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar Dioda Penyearah Jenis IN4002 Pada gambar 1. saat VS VS = 0.

panjar dioda hingga saat VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.1 V nilai tegangan .0. b.19 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada dioda GE IN34 dan garis biru yang mewakili nilai forward bias pada dioda GE IN34 yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan.19 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar Dioda Penyearah Jenis GE IN34 Pada gambar 1. Dioda Penyearah Jenis GE IN34 Gambar 1. Pada awal grafik saat VS = 0.78 dan 2.

711 hingga saat VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.0.20.10. c.5 V senilai 0.20 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada LED Red dan garis biru yang mewakili nilai forward bias .793 dan 2.20 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar LED Red Pada gambar 1.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.kedua kondisi panjar dioda = 0. LED Red Gambar 1. saat VS = 0. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi panjar dioda namun mengalami penurunan pada Vs = 1.

21 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar LED Red . Pada awal grafik saat panjar dioda = 0.1 V nilai tegangan kedua kondisi = 0.72 dan 2. d.0.pada LED Red yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi panjar dioda hingga saat VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 1.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0. saat VS VS = 0.10.20. LED Green Gambar 1.

10.Pada gambar 1. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi panjar dioda hingga saat VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 1.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.1 V .21 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada LED Red dan garis biru yang mewakili nilai forward bias pada LED Red yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan.0. Dioda Zener 5. Pada awal grafik saat panjar dioda = 0.20. saat VS VS = 0.1 V nilai tegangan kedua kondisi = 0.975 dan 2. e.

22 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar LED Red Pada gambar 1.1 V = 0.849 dan 2. Pada awal grafik saat nilai tegangan kedua kondisi panjar dioda = 0.22 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada Dioda Zener 5.Gambar 1.20. VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar .0. saat VS VS = 0.1 V yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0.10.1 V dan garis biru yang mewakili nilai forward bias pada Dioda Zener 5. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi panjar dioda hingga saat dioda = 0.

10.23 Grafik Perbandingan Kondisi Panjar LED Red Pada gambar 1.f.23 diatas terlihat garis berwarna merah yang mewakili nilai reverse bias pada Dioda Zener 9 V dan garis biru yang mewakili nilai forward bias pada Dioda Zener 9 V yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya tegangan yang diberikan.0. Peningkatan terus terjadi pada nilai tegangan pada kedua kondisi panjar dioda hingga saat dioda = 0.86 dan 2.2 V nilai kedua kondisi panjar dioda = 0. saat VS VS = 0.1 V = 0. Pada awal grafik saat nilai tegangan kedua kondisi panjar dioda = 0. Dioda Zener 9 V Gambar 1.20. VS = 2 V nilai kedua kondisi panjar .

dan daya yang diserap oleh beban dapat dihitung secara teori dengan menggunakan persamaan : VRL Teori = E−VD ……………………………………………………… (1. dan (1.13) dimana E merupakan tegangan pada sumber yaitu Vs dan VD (Voltage Dioda) adalah tegangan yang diserap atau diperlukan oleh dioda untuk dapat bekerja.22 Pengukuran Dioda Penyearah Setengah Gelombang dengan 1 Dioda Vp RL Vs rms (15 rms (V) W) 10 (V) 220 Ω 18 Pengukuran Multimeter Digital IRL Perhitungan VRL PRL F IRL VP VRL VS 0.12).73 A ..73 17.1.11) IRL Teori = V RL Teori ……………………………………………………. Perhitungan Secara Teori Tegangan beban.7 V.7=17. VRL Teori = E−VD =18−0.02 18 1. arus beban.11). R (1.9 49.3 V b.168 220 6. IRL Teori = V RL Teori R = 17.7 A V V V A V W Hz Keterangan Maka dari persamaan (1.6.3 10 = 1.12) PRL = V RL × I RL ……………………………………………………… (1.. (1..34 29.3 Penyearah Setengah Gelombang dengan 1 Diode A.13) dapat dihitung sebagai berikut a. dalam percobaan ini dipakai dioda jenis SI (silikon) yang memiliki VD sebesar 0. Nilai VD ini tergantung pada jenis diode yang digunakan. Tabel 1.

2 |17.73−0.168 A 90.23 dapat dicari persentase kesalahan ( |%E| ) sebagai berikut :.02 17.V RL × I RL = c. a.93 W 6.02 V 65.3 |1.3× 1.9 |29.93−6.23 Perbandingan Hasil Pengukuran dan Perhitungan Vp RL rms (V) 220 (15 W) 10Ω Pengukuran MultiMeter Digital Vs rms (V) 18V IRL Perhitungan VRL PRL IRL VP VRL VS 0.93 |%E|= Tabel 1.73=29.2 % PRL 29.3 V 6. Gambar Hasil Percobaan VRL 17.3 29.3 |%E|= c. Persentase Kesalahan VRL ×100 |=65. Persentase Kesalahan PRL ×100 |=79.9 A V V V A V 3 F 100Hz B.93 W Tabel 1.3−6.3 % C.9 % . Persentase Kesalahan IRL ×100 |=90.168 1.73 A 0.24 Persentase Kesalahan Perhitungan Pengukuran % Kesalahan IRL 1.73 17.168 220 6.02 W 79. Persentase Kesalahan Dari tabel 1. PRL = 17.73 |%E|= b.02 18 1.02 29.

7 dengan menggunakan nilai VD serta persamaan (1. 1.24 merupakan output dari osciloskop dengan gelombang berwarna biru merupakan input dari tegangan AC 18 V dan gelombang yang berwarna kuning menunjukan output dari rangkaian penyearah diode setengah gelombang dengan satu buah diode SI...24 pada percobaan penyearah setengah gelombang dengan satu dioda memilki frekuensi pada chanel satu adalah 50..14 V .4 Penyearah Gelombang Penuh Dengan 2 Dioda A..12).. (1..11)..6.02 Hz. (1..86 V 0.05 Hz dan pada channel dua adalah 50.13) dan (1.. VRL Teori = E−VD =18−2.. Maka VD atau tegangan kerja diode menjadi VD= 1 1 + VD1 VD 2 ………………………………………………….7 0. Garis kuning menunjukan karakteristik penyearah setengah gelombang dengan satu diode terlihat gelombang sinus yang disearahkan setengah gelombang.Gambar 1. (1. Perhitungan secara teori Dalam percobaan digunakan 2 buah diode SI yang dirangkai secara paralel. Pada gambar 1.86=15.24 Dioda penyearah setengah gelombang dengan 1 Dioda Gambar 1..14) dapat dihitung sebagai berikut : a.14) Dari persamaan diatas maka tegangan kerja dioda menjadi VD= 1 1 + =2.

2 |1.514=22.514 |%E|= b.25 dapat dicari persentase kesalahan ( berikut : a.514 A 15.9 100 4V 2W Hz an B.92 W Tabel 1.514−0.14 |%E|= c.06 22.14 ×1. PRL = = V RL × I RL = 15. IRL Teori = c.14−13.7 |15.92 |%E|= |%E| ) sebagai . Persentase kesalahan IRL × 100 |=79.315 1. Persentase kesalahan PRL ×100 |=43 |22. Persentase kesalahan VRL × 100 |=13.1 22.06 15.92−13.V RL Teori R b.14 10 = 1.25 Perbandingan Hasil Pengukuran dan Perhitungan Vp RL Vs rm (1 rm s 5 s (V) W) (V) 22 10 0 Ω 18 Pengukuran Multimeter Digital Perhitungan Keterang IRL VP VRL VS 0. Persentase Kesalahan Dari tabel 1.5 14 A VRL PRL F 15.0 18 5A 0V 6V V IRL 1.31 22 13.

514 A 0.2 % VRL 15..5 Penyearah Gelombang Penuh Dengan 4 Dioda A. Maka VD atau tegangan kerja diode menjadi VD=VD x +VD y = ( VD1 + VD1 )+( VD1 + VD1 ) 1 (1. Garis kuning menunjukan karakteristik penyearah gelombang penuh dengan dua diode terlihat gelombang sinus yang disearahkan penuh 1..26 Persentase Kesalahan Perhitungan Pengukuran % Kesalahan IRL 1.. Pada gambar diatas pada percobaan penyearah gelombang penuh dengan satu dioda memilki frekuensi pada chanel satu adalah 100.4 Hz dan pada chanel dua adalah 50.05 Hz..Tabel 1.. Gambar Hasil Percobaan Gambar 1...7 % PRL 22...6.25 merupakan output dari osciloskop dengan gelombang berwarna biru merupakan input dari tegangan AC 18 V dan gelombang yang berwarna kuning menunjukan output dari rangkaian penyearah diode gelombang penuh dengan dua buah diode SI.15) 2 3 4 ………………. Perhitungan secara teori Dalam percobaan digunakan 4 buah diode SI yang dirangkai menjadi rangkaian jembatan (bridge). .315 A 79..14 V 13.92 W 13.06 W 43 % C.25 Dioda Penyearah Gelombang Penuh dengan 2 Dioda Gambar 1.06 V 13..

27 perbandingan hasil pengukuran dan perhitungan Vp RL rms (V) 220 (15 W) 10Ω Pengukuran MultiMeter Digital Vs rms IRL VRL PRL F 18 1.28−5. (1.12). Persentase Kesalahan Dari tabel diatas dapat dicari persentase kesalahan ( menggunakan persamaan berikut.Persentase kesalahan IRL ×100 | |1.08 100H V A V W z IRL Vp VRL VS 0.70 12.08 W Tabel 1.71 )+( 0.228 12.11). E−VD =18−5.71 + 0.228=15.70 A V V (V) 18V Perhitungan B.28× 1.71 )=5.568 1.58 % |%E| ) dengan .Dari persamaan diatas maka tegangan kerja dioda menjadi ( 0.228−0.71 + 0.PRL = V RL × I RL = = 12.28V VRL Teori = b. (1.72=12.14) dapat dihitung sebagai berikut a.228 |%E|= = 53. Persentase kesalahan VRL ×100 | |12.28 |%E|= = 53.568 220 5.72V VD= dengan menggunakan nilai VD diatas serta persamaan (1. percobaan ×100 | |teori−teori |%E|= a.75 % b.228 A 12.13) dan (1. V RL Teori R IRL Teori = c.28 10 = 1.28 15.

300µF A.70 W 62.58 % PRL 15.10 Hz dan pada chanel dua adalah 50.6.26 Dioda Penyearah Gelombang Penuh dengan 4 Dioda Gambar 1.2 % C.28 Persentase Kesalahan Perhitungan Pengukuran % Kesalahan IRL 1. Garis kuning menunjukan karakteristik penyearah gelombang penuh dengan empat diode terlihat gelombang sinus yang disearahkan penuh 1.2 % Tabel 1.08 W 5. C1 = 4700µF.568 A 53. Persentase kesalahan PRL ×100 | |15. dan C2 = 3.08 |%E|= = 62.28 V 5. Perhitungan secara teori . Gambar Hasil Percobaan Gambar 1.75 % VRL 12.228 A 0.26 merupakan output dari osciloskop dengan gelombang berwarna biru merupakan input dari tegangan AC 18 V dan gelombang yang berwarna kuning menunjukan output dari rangkaian penyearah diode gelombang penuh dengan empat buah diode SI Pada gambar diatas pada percobaan penyearah gelombang penuh dengan satu dioda memilki frekuensi pada chanel satu adalah 50.6 Dioda penyearah dengan filter RC dengan R1 = 10Ω.70 15.10 Hz. RL = 10Ω.70 V 53.c.08−5.

a.65 10 = = 0.665 0.42 W 6.665 220 6.65 6.65 4.65 W . V RL × I RL = PRL = 6. =0% =0% Persentase kesalahan PRL x 100 | |4.42 W Tabel 1.65 ×0. percobaan x 100 | |teori−teori |%E|= a.665 6.665−0.65 V PRL 4.31 Persentase Kesalahan Perhitungan Pengukuran IRL 0.665× 10=6. IRL Teori = V RL Teori R c. Persentase kesalahan VRL x 100 | |6.42 100H V A V W z IRL Vp VRL VS 0.65 V b.665 A 0.65−6.665 A VRL 6. Persentase Kesalahan Dari tabel diatas dapat dicari persentase kesalahan ( |%E| ) dengan menggunakan persamaan berikut.665=4.42 |%E|= = 50.65 A V V B.665 |%E|= b. VRL Teori = I RL pengukuran × R=0.65 4.42−6.45 % Tabel 1.665A 6.65 V 6. Persentase kesalahan IRL x 100 | |0.65 |%E|= c.30 Perbandingan Hasil Pengukuran dan Perhitungan Vp rms RL (15 (V) W) 220 10Ω Pengukuran MultiMeter Digital Vs rms (V) 18V Perhitungan IRL VRL PRL F 18 0.

kita tidak memperoleh arus searah murni melainkan arus searah yang berubah secara periodik.1 Pertanyaan 1. Pada diode menggunakan RC jadi untuk mendapatkan tegangan output searah yang rata dari rangkaian rectifier. Tujuan dari penyearahan adalah memperoleh arus searah.7 Pertanyaan dan Jawaban 1. Gambar hasil percobaan Gambar 1.29 merupakan output dari osciloskop dengan gelombang berwarna biru merupakan input dari tegangan AC 18 V dan gelombang yang berwarna kuning menunjukan output dari rangkaian penyearah diode gelombang penuh dengan capasitor 3300µF. jadi arus searah ini mengandung komponen arus bolak-balik.45 % C.Variasi tegangan ini disebut riak tegangan.Ge. dan C2 = 3.29 Dioda penyearah dengan filter RC dengan R1 = 10Ω.Riak tegangan pada penyearah gelombang penuh lebih kecil dari riak tegangan pada penyearah setengah gelombang. Untuk lebih memperkecil riak tegangan ini digunakan filter yang bertugas untuk meloloskan komponen searah dan mencegah komponen bolak-balik.% Kesalahan 0% 0% 50.02 Hz. Pada gambar diatas pada percobaan penyearah setengah gelombang penuh dengan satu dioda memilki frekuensi pada chanel satu adalah 50.300µF Gambar 1. RL = 10Ω.05 Hz dan pada chanel dua adalah 50. 1. dan Zener)? .7. C1 = 4700µF. Bagaimana cara untuk mengetahui baik buruknya diode (diode si. Dalam penyearah.

Jelaskan apa yang anda ketahui tentang penyearah setengah gelombang & penyearah gelombang penuh ! 5. Percobaan dengan rangkaian ini terdiri dari dua bagian. 2. 6. Karakteristik dioda pada garis besarnya dapat dibedakan atas karakteristik forward dan karakteristik reverse. Tegangan maksimum yang boleh diberikan adalah 1. arus I yang ditunjukkkan oleh mA dicatat.7. Sebutkan dan jelaskan karakteristik dioda sebagai penyearah ! 4. bagian pertama untuk mendapatkan karakteristik forward dan bagian kedua reverse.5 volt dan voltmeter harus mampu membaca dari 0 sampai 1. 3. Tegangan dinaikkan secara bertahap mulai dari nol sampai J . Untuk membuat karakteristik dioda yang menunjukkan besarnya arcs pada bermacammacam harga tegangan yang diberikan digunakan rangkaian seperti pada gambar. Bagian pertama memerlukan tahanan R = 50 ohm yang terpasang seri seperti pada gambar. gunanya.5 volt langsung dihubungkan padanya. Untuk percobaan setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh hitunglah factor rippelnya untuk masing – masing harga RL? 3.1 volt. Bandingkan hasil perhitungan kedua percobaan dan terangkan hasil analisa anda? 1.untuk membatasi arus forward.1 volt.5 volt dengan selang 0. bila tidak dioda akan rusak jika tegangan 1.2.S volt dengan selang kenaikkan 0. Miliamperemeter (mA) harus mempunyai skala maksimum 50 mA.2 Jawaban 1. Bagaimana pengaruh perubahan nilai C terhadap nilai VRL dan IRC? jelaskan. Bila data-data tcrsebut .

Pada daerah linier ini perubahan tegangan yang kecil saja akan mengakibatkan perubahan arus yang besar. hal ini disebabkan oleh terbatasnya minority carriers sehingga arus tak dapat naik lagi. Untuk membuat karakteristik reverse pertama-tama polaritas baterai harus dibalik. mula.dinyatakan dalam grafik akan diperoleh karakteristik forward seperti pada gambar di bawah. arus reverse ini akan tetap konstan walaupun tegangan reverse VD dinaikkan. Besarnya arus reverse sangat kecil hanya beberapa persepuluhan microampere akibat tahanan reverse yang mencapai beberapa megaohm.01 microampere. Tetapi bila tegangan reverse dinaikkan terus. Pada umumnya tegangan reverse maksimum yang diijinkan (VDM) selalu lebih kecil dari tegangan breakdownnya. suatu saat arus reverse akan naik dengan tiba-tiba menjadi besar sekali. Batas ukur voltmeter diperbesar ialah sekitar 10 volt.1 rnicroampere dengan selang 0. Untuk percobaan yang kedua ini diperlukan sumber tegangan yang lebih besar ialah sekitar 10 volt. Bila karakteristik forward ini diperhatikan tampak hahwa mula-mula lengkungnya berbentuk parabola yaitu pada tegangan VD yang kecil. mula arus naik secara parabola kernudian setelah niencapai harga tertentu. Peristiwa semacam ini disebut breakdown dan tegangan pada saat mana teriadi breakdown disebut tegangan breakdown. Bentuk karakteristik reverse berbeda dengan karakteristik forwardnya. kecuali pada zener diode. begitu VD mulai membesar arus forward ID akan naik dengan cepat praktis secara linier. Oleh karena itu meter mA harus sanggup membaca dari 0 sampai 0. .

. Kemudian pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi puncak negatif maka D2. Prinsip kerja dari penyearah setengah gelombang ini adalah mengambil sisi sinyal positif dari gelombang AC dari transformator. Dioda merupakan suatu komponen elektronika yang memiliki fungsi sebagai penyearah dan penstabil tegangan. D4 pada posisi forward bias dan D2. D4. Penyearah setengah gelombang (half wave rectifer) hanya menggunakan 1 buah diode sebagai komponen utama dalam menyearahkan gelombang AC. menggunakan 4 diode dan 2 diode. sehingga sinyal sisi negatif tegangan AC tersebut ditahan atau tidak dilewatkan. Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan 2 diode. Pengaruh perubahan nilai C terhadap nilai VRL dan IRC adalah semakin besar nilai C maka semakin kecil nilai VRL dan IRC begitu pula sebaliknya. D2 pada posisi reverse bias sehingan level tegangan sisi negatif tersebut dialirkan melalui D2. Penyearah gelombang penuh dapat dibuat dengan 2 macam yaitu. D3 pada posisi reverse bias sehingga level tegangan sisi puncak positif tersebut akan di leawatkan melalui D1 ke D4.Prinsip kerja dari penyearah gelombang penuh dengan 4 diode dimulai pada saat output transformator memberikan level tegangan sisi positif.Karakteristik diode umumnya dinyatakan dengan grafik hubungan antara tegangan pada diode versus arus yang melewatinya sehingga disebut karakteristik tegangan-arus(V-I) 4. 5. Pada saat transformator memberikan output sisi positif dari gelombang AC maka diode dalam keadaan forward bias sehingga sisi positif dari gelombangAC tersebut dilewatkan dan pada saat transformator memberikan sinyal sisi negatif gelombang AC maka dioda dalam posisi reverse bias.8 Kesimpulan Setelah kami melakukan praktikum untuk percobaan I yaitu mengenai karakteristik dioda dan rangkaian dioda. D4 pada posisi forward bias dan D1. maka kami mendapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1.Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan tranformator dengan CT (Center Tap). 1. maka D1.

baik kesalahan pada alat ukur sendiri maupun kesalahan paralaks yaitu kesalahan praktikan membaca hasil pengukuran.tegangan AC tidak memiliki nilai minus/negative. Pengetahuan Teknik Elektronika. . Daryanto. 6. 2004. 5. 2000. Dasar Elektronika. 1. menggunakan 2 kapasitor sehingga dapat memberikan tekanan pada ripple sehingga gelombang yang dihasilkan lebih halus dan hampir menyerupai gelombang arus DC murni. atau kurangnya ketelitian dari praktikan. Apabila terdapat atau terbaca suatu nilai pada salah satu resistansi dioda yaitu pada saat bias maju saja atau pada saat bias mundur saja maka dapat dipastikan bahwa dioda tersebut dalam keadaan baik sehingga dapat digunakan. 4. Pada percobaan dioda penyearah dengan Filter RC. Jakarta : Bumi Aksara.9 Daftar Referensi Buku Blocher. Namun apabila terdapat nilai saat bias maju dan saat bias mundur atau tidak terdapat nilai sama sekali pada saat kedua resistansi (reverse dan forward) maka dioda akan berkondisi buruk dan tidak dapat digunakan lagi. Pada saat mengukur Vd tidak ada tegangan negative karena Vd merupakan tegangan AC . Yogyakarta : Andi. Nilai arus dan tegangan yang didapatkan pada percobaan berbeda dengan nilai arus dan tegangan hasil kalkulasi atau perhitungan secara teori. Hal tersebut bias disebabkan karena alat yang kurang dikalibrasi dan juga kesalahan dalam pembacaan jarum penunjuk pada saat pengukuran. Richard.2. 3. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan yang terjadi pada praktikum. Pada percobaan penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh terjadi perbedaan antara teori dan pengukuran dan persentase kesalahan yang sangat besar.