Anda di halaman 1dari 8

Mahkota Vinir Sebagian

Veneer yaitu melapisi permukaan gigi dengan bahan restorasi yang menyerupai warna gigi asli.
Veneer diindikasikan pada gigi yang berubah warna oleh karena : obat tetrasiklin, fluor yang
berlebihan, rokok dan
Mahkota Penuh
Full crown adalah suatu restorasi yang terbuat dari logam campur yang dituang dan dipasang
menyelubungi seluruh permukaan gigi bagian mahkota
mahkota pasak
Mahkota adalah restorasi rigid sebagian/ seluruh mahkota yang disemenkan. Rekonstruksi
kembali gigi yang kerusakannya lebih besar daripada gigi yang sehat. Mahkota pasak merupakan
restorasi pada gigi yang telah mengalami perawatan saluran akar yang sebagian besar mahkota
giginya rusak oleh karena karies, trauma, dll sehingga retensi utama terletak pada saluran akar.
Diperlukan untuk merestorasi gigi anterior yang sudah tidak mempunyai cukup jaringan gigi
untuk mendukung restorasi sederhana atau suatu mahkota. Mahkota pasak mempunyai pasak
yang pas dengan saluran akar dan menyediakan retensi bagi restorasi yang ada di mahkota tetapi
tidak untuk memperkuat gigi. Kerusakan mahkota gigi asli yang cukup parah akan menimbulkan
masalah retensi.
Macam-macam restorasi rigid
2.2.1

Inlay
Inlay merupakan tambalan yang berada diantara cups, sehingga ukurannya biasanya tidak

begitu luas. Inlay biasanya terbuat dari porselen, resin komposit, dan kadang-kadang dari emas.
Inlay disebut juga restorasi intrakorona , yaitu restorasi yang terdapat di dalam kavitas oklusal.
Restorasi ini dibentuk di luar mulut dari bahan yang rigid dan kemudian disemenkan ke dalam
gigi yang telah dipreparasi, yang tentu saja tidak boleh mempunyai undercut.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
1. Waktu preparasi singkat, dan
2. Beberapa gigi dapat dipreparasi dalam 1 visit.
Kekurangan:
1. Membutuhkan pekerjaan laboratorium, dan

Mahkota klinis masih tinggi 6. Pemasangan isolator karet . Kerusakan gigi posterior yang besar tetapi email dan dentin bagian bukal dan lingual masih sehat 3. Untuk restorasi posterior pasca perawatan saluran akar dengan dinding bukal dan lingual masi utuh. 7. Mempertahankan sebagian besar jaringan gigi yang berhubungan dengan gingiva Tahapan Pekerjaan: 1. Memperbaiki fungsi oklusi 4.2. Onlay merupakan modifikasi dari MOD inlay dimana telah terjadi kerusakan mengenai lebih dari 1 cups atau lebih dari 2/3 dataran oklusal. Tekanan oklusal onlay bisa di teruskan merata ke jaringan gigi. Biasanya lebih luas dari inlay dan menutupi salah satu atau lebih tonjol gigi tersebut. Biaya lebih mahal. Menutpi sebagian / seluruh permukaan oklusal sehingga memperbaiki fungsi oklusi (anatomis dan fungsi) 2. Tekanan pada onlay lebih menyatu 4. Mahkota klinis yang pendek  Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan : 1. Dinding bukal dan lingual rusak 2. Lebar ishtmus telah melebihi sepertiga jarak antar cups 5.  Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi: 1. Sebagai restorasi karies interproksimal gigi posterior Kontraindikasi : 1. Sebagai pengganti restorasi amalgam yang rusak 8. Abrasi gigi posterior yang luas 2. 3.

Pembuangan karies dalam Karies mungkin tertinggal di dinding aksial dan paling baik dibuang dengan bur ukuran medium (ISO 012) dalam kecepatan rendah. Bevel hendaknya diletakkan di tepi email. Pembuatan bevel Garis sudut aksio-pulpa hendaknya dibevel. 5. Bur lain yang dapat digunakan adalah bur fisur kuncup . Ketika dentin karies pada pertautan email-dentin telah dibuang. Hendaknya bevel tidak diluaskan lebih ke dalam karena akan mengurangi retensi dari suatu restorasi. Keyway Keyway dapat mempengaruhi retensi onlay dan ketahanan terhadap kemungkinan bergesernya restorasi. maka undercut tersebut ditutup dengan semen pelapik pada tahap preparasi berikutnya sehingga preparasi mempunyai kemiringan yang dikehendaki. dinding email dapat dipecahkan dengan pahat dan tepi kavitasnya dihaluskan dengan pahat pemotong tepi gingiva. Jika dentin karies telah dibuang. Keyway dibuat dengan kemiringan minimal sekitar 6-10o terhadap sumbu gigi dengan menggunakan bur fisur kuncup dan dijaga agar sumbu bur sejajar dengan sumbu gigi. Menentukan luas karies Setelah akses diperoleh. 6. Setelah membuat keyway. Pembuatan boks aproksimal Di bagian ini kavitas harus didalamkan memakai bur bulat kecepatan rendah dan dengan cara yang sama dengan preparasi untuk amalgam dengan jalan membuang dentin karies pada pertautan email-dentin. 3. Preparasi dibuat miring 10o terhadap sumbu gigi dengan bur fisur tunsten carbide kecepatan tinggi. kavitas dikeringkan untuk memeriksa ada tidaknya sisa karies dan kavitasnya sedikit membuka dengan sumbu yang benar. Jika masih ada undercut. Akses ke karies Tahap ini dilakukan untuk memperoleh akses ke dentin karies. 7.2. Alat yang digunakan adalah bur fisur tungsten carbide pendek-kuncup dengan kekuatan tinggi. kavitas bisa dilebarkan sampai dicapai pertautan email-dentin yang sehat. agar tepi tipis hasil tuangan dapat dipaskan seandainya kerapatan hasil tuangan dengan gigi tidak baik. periksa kembali untuk memastikan tidak adanya undercut. baik dengan memakai bur pengakhir kecepatan rendah maupun dengan bur pengakhir kecepatan tinggi yang sesuai. 4.

mengingat sebagian besar tepi kavitas terletak di bawah bagian gigi yang paling cembung. Biasanya pencetakan dilakukan dengan memakai bahan cetak elastomer seperti bahan vynil polysiloxane. 10. yang pada umumnya dibuat dari resin akrilik pada model studi. Bur yang paling cocok adalah bur Baker Curson halus dan kuncup dalam kecepatan tinggi. Bevel gingiva sangat penting karena akan meningkatkan kecekatan tuangan yang biasanya merupakan hal yang paling kritis. Penghalusan dilakukan dengan poin atau roda caret abrasif. Sebelum penyemenan restorasi di poles kembali. sebelum pasien dijanjikan untuk preparasi gigi. Permukaan dalam kavitas yang kasar akibat bur intan silindris. Tepi luar bevel harus halus dan kontinyu untuk mempermudah penyelesaian restorasi dan supaya tepi tumpatannya beradaptasi dengan baik dengan gigi. Pencetakan gigi Mula-mula membuat dahulu cetakan akurat dari gigi yang telah dipreparasi dalam lengkung giginya untuk membuat model bagi pembuatan restorasinya. Untuk itu biasanya diperlukan suatu sendok cetak khusus. 11. Hasil preparasi mempunyai kemiringan antar dinding sebanyak 6-10 derajat.untuk preparasi kavitas. dihaluskan dengan bur pengakhir dalam kecepatan tinggi yaitu bur tungsten carbide dan bur baker curson. Lloyd dkk. Finishing Hasil preparasi diperiksa dalam keadaan kering dan pencahayaan baik sehingga dapat dilihat langakah sudah tepat atau belum. Percobaan pada pasien Kontak aproksimal harus diperksan dan disesuaikan sebelumnya. ( Baum. Bevel biasanya tidak dibuat di dinding aproksimal karena akan menciptakan undercut. 9. karena keelastikan dan kestabilannya yang baik. Kemudian hasil pengecoran dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan onlay jadinya. Prosedur Laboratorium Hasil cetakan diisi oleh gips keras untuk die sampai sebatas 2 mm dari tepi gingiva ke arah apeks. Pas tidaknya restorasi harus dinilai jika banyak kekurangan pembuatan onlay harus diulang sedangkan jika belebihan dapat di potong dan disesuaikan. Jika ada undercut atau keleihan haris diperbaiki. 1997 : 374) 8. Akan tetapi dinding gingiva dapat dan harus dibevel. .

3. Restorasi yang berukuran kecil dan sedang. V-shaped gap terdiri atas komposit pada sisi restorasi dan denti yang terhibridisasi pada sisi akar. ketika mempertimbangkan segi estetik Restorasi yang tidak menyediakan seluruh kontak oklusal Restorasi yang tidak memiliki kontak oklusal yang berat Restorasi yang dapat diisolasi selama prosedur dilakukan Sebagian besar restorasi yang digunakan untuk memperkuat sisa struktur gigi yang melemah 7. terutama dengan margin email 2. perluasan ke permukaan akar dengan restorasi komposit akan terbentuk V-shaped gap (celah kontraksi) di antara akar dan komposit. Kebanyakan restorasi pada premolar atau molar pertama. 5. 5.Onlay Resin Komposit  Indikasi dan Kontraindikasi Indikasi 1. Beberapa restorasi yang dapat berfungsi sebagai landasan untuk mahkota Kontraindikasi 1. Efek jangka panjang dari timbulnya celah tersebut masih belum diketahui 7. preparasi gigi tidak terlalu kompleks/rumit . Celah ini muncul akibat dari penyusutan polimerisasi komposit lebih besar daripada initial bond strength komposit terhadap dentin pada akar. 6. 6. Pasien yang memiliki kebiasaan grinding atau clenching  Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan : - Menghasilkan derajat polimerisasi yang lebih tinggi Memperbaiki sifat fisik dan ketahanannya terhadap kehausan Tidak abrasif untuk struktur gigi yang berlawanan - estetik - pengurangan struktur gigi secara konservatif (pengurangan struktur gigi minimal) - mudah. terutama 3. 2. Gigi tidak dapat diisolasi dari kontaminasi cairan mulut Semua kontak oklusi terletak pada bahan restorasi komposit Insidensi karies tinggi serta kebersihan mulut tidak terjaga Pasien dengan kebiasaan bruxism Ketika terjadi tekanan oklusal yang berat Pada restorasi yang meluas ke permukaan akar. Kebanyakan. 4. 4.

seperti: - etching.mudah dipolish . Inlay atau onlay porselen disini terutama berfungsi untuk memberikan lapisan permukaan oklusal yang tahan keausan(Sturdevant.mengurangi terjadinya karies sekunder . dan berfungsi sebagai pembonding dan penguat dentin yang masih ada pada tonjol gigi. tetapi basis ionomer kaca umumnya dibuat cukup tebal. Baum. Disini karies dan restorasi yang lama harus dibuang.tidak mengalami diskolorasi .meningkatkan retensi . priming. .microleakage berkurang . penempatan bahan adhesif Onlay Porselen Inlay atau onlay porselen yang modern mempunyai permukaan dalam (pit surface) yang dietsa atau sekurang-kurangnya dikasarkan. Jadi. yaitu melalui mikropit yang ada pada permukaan email Kekurangan - Kemungkinan besar penggunaannya terlokalisir - Adanya efek pengerutan polimerisasi (shrinkage polymerisation) - Tidak diketahuinya biokompatibilitas dari beberapa komponen - Membutuhkan waktu lebih untuk restorasi - Elastisitas rendah - Dapat terjadi fraktur pada marginal ridge - Adanya beberapa teknik yang sensitive.melekat pada permukaan gigi secara mekanis.mengurangi sensitifitas post operative .- ekonomis (bila dibandingkan dengan mahkota dan restorasi gigi secara tidak langsung) - insulasi - keuntungan bonding . Inlay ini disemenkan dengan semen komposit terhadap email yang sudah dietsa atau ke basis semen ionomer kaca yang dietsa. 1985).meningkatkan kekuatan struktur gigi yang tersisa . desain retentif dari kavitas kurang penting dibandingkan untuk inlay logam tuang konvensional. 2006. kadang-kadang di atas subpelapik hidroksida kalsium.

Prinsip desain kavitasnya adalah harus masih ada cukup email atau permukaan ionomer kaca untuk dietsa dan tepinya tidak dibevel. Gigi diisolasi dengan isolator karet. Teknik pencetakannya sama untuk logam tuang indirek. dicuci dan dikeringkan. inlay sementara dilepas. Indikasi: 1. Inlay dikembalikan dari laboratorium dengan permukaan dalam yang telah dietsa menggunakan asam hidrofluorik atau hanya dibiarkan kasar setelah dilepas dari die refraktori dengan cara sandblasting. Kelebihan semen akan lebih mudah dibersihkan pada saat semen belum mengeras sempurna. Pada kavitas yang besar di permukaan proksimal gigi depan Kontraindikasi : 1. dan email serta setiap semen ionomer kaca yang membentuk bagian preparasi dietsa. Pada pemakaian beberapa semen perekat reaksi pengerasan bisa dipercepat dengan penyinaran dan reaksi pengerasan akan berlanjut secara kimia. Permukaan yang diasah bisa dipoles dengan disk pemoles komposit atau dengan roret dan poin yang khusus dibuat untuk memoles porselen (Kidd. Jika semen sudah mengeras. 2000). II. isolator karet dilepas dan oklusi dicek dengan kertas artikulasi serta diasah dengan bur intan kecil. Resin kemudian diaplikasikan menurut petunjuk pabrik. IV Kelebihan :  Warnanya dapat disesuaikan dengan warna gigi  Daya kondensasinya rendah dan tolerandi dari jaringan lunak sangat baik  permukaannya licin seperti kaca . Pada daerah yang mengalami erosi disebbabkan oleh cara menyikat gigi yang salah 3. Padakelas I. Untuk penyemenan digunakan resin komposit khusus. Pada kasus dimana faktor estetik sangat penting diperhatikan 2.

Kekurangan :  Ketahanan yang rendah terhadap benturan  Kurang dapat beradaptasi terhadap dinding kavitas  untuk pembuatannya dibutuhkan suatu tungku yang special (khusus) .