Anda di halaman 1dari 5

KERAMIK

Keramik berasal dari bahasa Yunani “keramos”, yang artinya adalah sesuatu yang
dibakar. Pada mulanya diproduksi dari mineral lempung yang dikeringkan di bawah sinar
matahari dan dikeraskan dengan pembakaran pada temperatur tinggi.
Keramik dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Keramik Tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam,
seperti kwarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah barang pecah belah
(dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
b. Keramik Industri
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic,
engineering ceramic, technical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan
menggunakan logam atau oksida-oksida logam.

SEJARAH KERAMIK
Keramik diperkirakan sudah tua umurnya, sebagaimana halnya sejarah keramik
diberbagai belahan Dunia, seperti China, Jepang, Mesir, Yunani, Korea, Thailand, Peru,
Philipina, Vietnam dan lain sebagainya. Di mana ketrampilan membuat keramik tersebut
muncul dan tumbuh secara alami, ada yang tumbuh dalam waktu yang bersamaan tanpa
adanya pengaruh hubungan kebudayaan satu dengan lainnya. Kepandaian membuat keramik
dapat dikatakan setua manusia semenjak mengenal api dan dapat memanfaatkannya.
Penemuan teknik membuat keramik atau pengetahuan mengenai sifat tanah liat yang
mengeras setelah dibakar, diperoleh secara tidak sengaja oleh orang primitif pada zaman Prasejarah. Awal mulanya keramik dibuat cenderung sebagai “wadah”. Inspirasi pembuatan
wadah tersebut berasal dari pemanfaatan buah-buahan berkulit tebal seperti labu, kelapa dan
sebagainya, yang isinya dikeluarkan.
Namun mengenai keberadaan atau kepastian penggunaan keramik pertama kali, hingga
kini belum terungkap secara pasti. Hanya saja berdasarkan perkiraan yang dilandasi data
emperik dan komparasi dari hasil-hasil temuan penelitian yang dilaksanakan para ahli
purbakala, diperkirakan keramik mulai dibuat dan digunakan sejak tahun 15.000 SM.
Sebagai kebudayaan yang sangat tua yaitu sejak manusia mengenal api. Ada pula yang
memperkirakan dimulai 12.000 SM. Vincent memperkirakan 10.000 SM dan 5.000 SM
(Vincent A. Roy, 1969). Norton menyebutkan sekitar 4.500 SM sudah ada yang
membuat pottery dengan baik (Norton, 1960). Ada juga yang memperkirakan 6.000 SM, lihat
bentuk keramik masa Neolitik berikut ini (Art A World History,1989).
KOMPOSISI KERAMIK
1. Lempung (Tanah liat)
Tanah liat sebagai bahan pokok untuk pembuatan keramik. Lempung bisa dibentuk
bila cukup halus dan basah, kaku bila kering, dan kaca (vitreous) bila dibakar pada
suhu yang cukup tinggi.
2. Kwarsa (flint)

 Cutting edge Permukaan keramik yang sangat siku pada keempat sisinya. Keramik jenis ini biasanya lebih tebal. 3. Asia tile dll. impero dll. Mulia. Permukaan keramik mengkilat dengan cara di polish.Merupakan bentuk lain batuan silica. Granito. Merk-merk terkenal dari jenis ini adalah Roman. JENIS DAN PROSES PEMBUATAN KERAMIK Ada beberapa klasifikasi untuk membedakan jenis keramik. Tidak ada lapisan apapun yang di aplikasikan pada keramik.  Bertekstur kasar Cocok dipakai untuk lantai kamar mandi. Merk-merk terkenal dari jenis ini adalah Ezzensa. jadi mengurangi retak-retak dalam pengeringan. Lapisan ini lah yang membuat motif desain dan tekstur keramik. tujuan pemakain kwarsa adalah mengurangi susut kering.  Doff / Matte Cocok untuk berbagai macam aplikasi hanya tidak licin dan mengkilat. Cocok untuk tempat-tempat yang trafficknya tinggi. Jenis keramik ini tidak licin walaupun terkena air. Fladspar Fladspar adalah suatu kelompok mineral yang berasal dari batu karang yang ditumbuk dan dapat memberikan sampai 25% flux (pelebur) pada badan keramik. diantaranya adalah sebagai berikut :  Keramik yang mempunyai lapisan glazur ( glazed ) Ini adalah jenis keramik yang paling banyak di pasaran untuk aplikasi lantai maupun dinding.  Keramik homogenious tanpa lapisan glazur ( unglazed ) Jenis keramik ini sekarang semakin trend dengan bermacam macam desain. Lapisan glazur di aplikasikan dengan temperature tinggi sehingga menyatu dengan badan keramik. tahan api dan mudah dibersihkan karena sangat padat dan tidak berpori. Pencampuran bahan utama dan motif keramik dilakukan sejak awal sebelum pembentukan body sehingga ada kesatuan warna antara bagian permukaan dan belakang. Niro. Mengurangi susut waktu dibakar dan mempertinggi kualitas. Hampir semua homogenius tile memakai system ini sehingga nat yang dipakai bisa sangat tipis. Tidak cocok untuk lantai yang sering terkena air atau area servis dengan loading yang tinggi karena biasanya tidak tahan goresan. Biasa dipakai di rumah dengan desain minimalis. Namun kini produsen keramik . Lapisan glazur membuat keramik tahan air. carport atau ruang terbuka yang sering terkena panas dan hujan. Lebih tahan terhadap goresan. keras dan lebih tinggi kekuatannya dari pada glazed ceramic. Keramik jenis ini dipotong setelah proses pembakaran.  Mengkilat dan licin Biasa dipakai untuk keramik dinding ataupun keramik lantai dalam ruangan. Bila keramik dibakar.Ikad. Kia. Ada beberapa jenis permukaan keramik baik yang memakai lapisan glazur ataupun tidak. Platinum. fladspar akan meleleh (melebur) dan membentuk leburan gelas yang menyebabkan partikel tanah dan bahan lainnya melekat satu sama lain.

Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Membuat keramik berbeda dengan membuat kerajinan kayu. maupun yang lainnya. Massa badan keramik yang telah diuli. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.  Pembentukan dengan teknik putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. 1. penyaringan. 2. Dari segi harga pasti lebih mahal dari pada keramik yang bukan cutting. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung. dengan cara manual ataupun masinal. dan teknik cetak (casting). Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering. Tahap terakhir adalah pengulian. Dibandingkan dengan keteknikan yang lain. Benda yang dapat dibuat dengan keteknikan ini adalah benda-benda yang berbentuk dasar silinder misalnya piring. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh. Karena kekhasannya tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress. ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching). Seseorang tidak begitu saja langsung bisa membuat benda keramik begitu mencobanya. dan pengurangan kadar air. . teknik putar (throwing). pencampuran. dan teknik lempeng (slabbing). disimpan dalam wadah tertutup. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding). Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir. Hal ini berkaitan dengan sifat tanah liat yang plastis dimana diperlukan keterampilan tertentu dalam pengolahan maupun penanganannya. Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah. Pengolahan bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan.berglazur seperti roman dan platinum juga mengembangkan keramik cutting edge. pengadukan (mixing). teknik ini mempunyai tingkat kesulitan yang paling tinggi. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Keramik dibentuk diatas sebuah meja dengan kepala putaran yang berputar. kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melatih jari-jari agar terbentuk ’feeling’ dalam membentuk sebuah benda keramik. teknik pilin (coiling). logam. sehingga keteknikan ini menjadi semacam icon dalam bidang keramik. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. PROSES PEMBUATAN KERAMIK Membuat keramik memerlukan teknik-teknik yang khusus dan unik.

Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah centering (pemusatan). Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengeringan secara lambat untuk menghindari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton. hilang/muncul fase-fase mineral. pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup.  Pembentukan dengan teknik cetak Dalam keteknikan ini. Alat utama yang digunakan adalah alat putar (meja putar).  Pengeringan Setelah benda keramik selesai dibentuk. Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat. dituang. Air pada lapisan antarpartikel lempung mendifusi ke permukaan. 1982). guci dan lain-lain. forming (pembentukan). maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting. refining the contour (merapikan). Pada teknik cetak padat bahan baku yang digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat slip/lumpur. disemprot. b. rising (membuat ketinggian benda). produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan. Proses yang terlalu cepat akan mengakibatkan keretakkan dikarenakan hilangnya air secara tiba-tiba tanpa diimbangi penataan partikel tanah liat secara sempurna. Meja putar dapat berupa alat putar manual mapupun alat putar masinal yang digerakkan dengan listrik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: a. 1975/1976). sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti. dan kuat. menguap.  Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. coning (pengerucutan). dan hilang berat (weight loss).mangkok. c. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu cetak padat dan cetak tuang (slip). tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. keras. Selama pembakaran. atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan . Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik.  Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat. atmosfer tungku dan tentu saja mineral yang terlibat (Magetti. Setelah tidak terjadi penyusutan. vas. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi hasil pembakaran: suhu sintering/matang. Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut. Berbeda dengan teknik putar atau pembentukan langsung. Air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Keunggulan dari teknik cetak ini adalah benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis. pada tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu kamar. yang mengakibatkan penyusutan mendadak.

supaya lebih kedap air. dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan. .penyemprotan.