Anda di halaman 1dari 31

ASMA

Oleh:
Mendy
11.2015.085
KEPANITERAAN BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
RSU BETHESDA LEMPUYANWANGI
YOGYAKARTA
2016
1

Anatomi

Definisi
Asma
adalah
penyakit
inflamasi kronik saluran
pernapasan
yang
menyebabkan
hipereaktivitas
bronkus
terhadap
berbagai
rangsangan.

Epidemiologi
WHO 100-150 penduduk dunia
menderita asma dan diperkirakan
bertambah 180.000 pertahun.
Indonesia kuesioner ISAAC
(International Study on Asthma
and Allergy in Children) 6-12
tahun (3,7%-6,4%) , 13-14 tahun
(2,1%)

Faktor risiko
Genetik
Gender
Obesitas
Alergen
Makanan
Obat-obatan
Bahan yang mengiritasi
Emosi
Asap rokok
Polusi udara
Exercise induced
Cuaca

Tanda dan gejala


Batuk
Mengi
Sesak dan berat didada terutama
pada malam atau dini hari yang
umumnya bersifat reversibel baik
dengan atau tanpa pengobatan.

Klasifikasi

Patofisiologi

Patofisiologi

Alur
Diagnosis
Asma

DIAGNOSIS
Diagnosis asma didasarkan pada :
Riwayat penyakit
batuk,sesak,mengi,rasa sesak di
dada, batuk umumnya pada malam
hari atau sewaktu aktivitas, ada
penyakit alergi, ada faktor pencetus.
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

PEMERIKSAAN FISIK
Tergantung dari derajat
obstruksi saluran nafas.
Yang dapat dijumpai pada
pasien asma :
Ekspirasi memanjang
Mengi
hiperinflasi dada
pernafasan cepat sampai
sianosis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Spirometri
melihat respons pengobatan dengan
bronkodilator. Dilakukan sebelum dan sesudah
pemberian bronkodilator hirup gol.adrenergik
beta.
asma VEP1 atau KVP sebanyak 20%
Uji Provokasi Bronkus
menunjukkan adanya hipereaktivitas bronkus.

Pemeriksaan sputum
Khas untuk asma sputum eosinofil
Pemeriksaan Eosinofil total
Uji kulit
untuk menunjukkan adanya IgE spesifik dlm
tubuh.
Pemeriksaan Kadar IgE total dan IgE spesifik
dalam sputum
IgE total hanya utk menyokong adanya atopi
IgE spesifik lebih bermakna jika uji kulit tidak
dilakukan.
Foto dada
Analisis Gas Darah
hanya dilakukan pada asma yang berat.

DIAGNOSIS BANDING
ASMA
PPOK

Panbronkioli
tis difus
Gagal
jantung
kongestif

Onset terjadi pada usia pertengahan


Gejala progresif lambat
Lamanya riwayat merokok
Sesak saat aktivitas
Ireversibel

Lebih banyak pada laki-laki bukan perokok


Hampir semua penderita disertai dengan sinusitis
kronik
Foto thorax menunjukan nodul opak

Auskultasi terdengar bunyi rhonki basah halus


Foto thorax tampak jantung membesar, edem paru

KOMPLIKASI
1.Pneumothoraks
2.Atelektasis
3.Gagal nafas
4.Hipoksemia

Penatalaksanaan Serangan Asma Akut

Terapi medikamentosa

Bronkodilator (beta adrenergik kerja pendek)


Epinefrin (tdk direkomendaikan lagi kecuali tdk ada
obat 2-agonis selektif ). Dosis subkutan larutan
epinefrin 1:1000 (1mg/ml), 0,01 ml/kgBB (maks. 0,3
ml) sebanyak 3 kali dengan selang waktu 20 menit.
2-Agonis Selektif(salbutamol, terbutalin, fenoterol)
Salbutamol oral 0,1-0,15 mg/kgBB/kali,tiap 6 jam.
Terbutalin oral 0,05-0,1 mg/kgBB/kali, tiap 6 jam.
Fenoterol oral 0,1 mg/kgBB/kali, tiap 6 jam.
Salbutamol nebulizer dosis 0,1-,15 mg/kgBB (dosis maksimum 5
mg/kali) dengan interval 20 menit atau nebulisasi secara kontinu
dengan dosis 0,3-0,5 mg/kgBB/jam (dosis maksimum 15 mg/jam).

Methyl Xantine (Teofilin kerja


Cepat)
Diberikan hanya pada asma berat
Aminofilin dosis awal 6-8 mg/kgBB dilarutkan
dalam dekstrosa atau garam fisiologis sebanyak
20 ml, diberikan dalam 20-30 menit.
Jika pasien telah mendapat aminofilin sebelumnya
(kurang dari 4 jam) dosis yang diberikan adalah
setengah dosis inisial.
Sebaiknya kadar aminofilin dalam darah diukur
dan dipertahankan sebesar 10-20 g/ml.
4 jam kemudian diberikan aminofilin dosis
rumatan sebesar 0,5-1 mg/kgBB/jam.

Antikolinergik (Ipratropium Bromida)


Dosis yang dianjurkan adalah 0,1 ml/kgBB, nebulisasi tiap 4
jam.
Kortikosteroid
Kortikosteroid sostemik (oral), sediaan prednisone,
prednisolone, tramsinolon dgn dosis 1-2 mg/kgBB/hari
diberikan 2-3 kali/hari selama 3-5 hari.
Kortikosteroid IV:
Metilprednisolon 1 mg/kgBB diberikan tiap 4-6 jam.
Hidrokortison IV 4 mg/kgBB tiap 4-6 jam.
Deksametasone bolus IV dosis 0,5-1 mg/kgBB tiap 6-8 jam.

Tatalaksana
Asma Jangka
Panjang

Atau dosis steroid ditingkatkan


(tinggi)

Steroid hirupan dosis rendah :


Usia < 12 tahun, Budesonide 100-200 g(50-100 g Flutikason)
Usia > 12 tahun, Budesonide 200-400 g(100-200 g Flutikason)
Steroid hirupan dosis medium:
Usia < 12 tahun, Budesonide 200-400 g(100-200 g Flutikason)
Usia > 12 tahun, Budesonide 400-600 g(200-300 g Flutikason)
Steroid hirupan dosis tinggi
Usia < 12 tahun, Budesonide >400 g(>200 g/hari Flutikason)
Usia >12 tahun, Budesonide >600 g(>300 g/hari Flutikason)

Daftar
Obat
Asma
Jangka
Panjang

Manajemen dan
Pencegahan Asma
Tujuan:
Mencapai dan mempertahankan kondisi mengontrol
gejala
Mempertahankan kemampuan beraktivitas normal
termasuk olahraga
Mempertahankan faal paru mencapai atau mendekati
normal
Mencegah eksaserbasi akut
Menghindari efek samping obat
Mencegah kematian

Pencegahan Asma
1. Meningkatkan kepatuhan pasien minum
obat
2. Mengidentifikasi dan mengendalikan
faktor pencetus
3. Menghindar pajanan pencetus
4. Monitoring asma

TERIMA
KASIH