Anda di halaman 1dari 10

Pendahuluan

Rongga telinga tengah dan rongga mastoid berhubungan langsung melalui aditus ad antrum.
Oleh karena itu infeksi kronis telinga tengah yang sudah berlangsung lama biasanya disertai
infeksi kronis di rongga mastoid dikenal dengan nama mastoiditis. Beberapa ahli
menggolongkan mastoiditis ke dalam komplikasi OMSK.

1

indera pengecap. yaitu epitimpanum terletak di atas dari batas atas membran timpani. liang telinga dan bagian lateral dari membran timpani. indera penciuman. Ke arah liang telinga lapisan tulang rawan berbentuk corong menutupi hampir sepertiga lateral. Sistem indera tersebut terdiri dari indera penglihatan. Bagian tubuh yang digunakan pada proses pendengaran adalah telinga. dan bagian dalam. Bentuk daun telinga dengan berbagai tonjolan dan cekungan serta bentuk liang telinga yang lurus dengan panjang sekitar 2. Salah satu sistem indera yang dibahas adalah indera pendengaran. Daun telinga dibentuk oleh tulang rawan dan otot serta ditutupi oleh kulit. serta indera peraba dan perasa. telinga juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia. Telinga tengah terbagi atas tiga bagian dari atas ke bawah. Telinga manusia mampu mendengar suara dengan frekuensi antara 20-20.5 cm. Selain sebagai alat pendengaran. dua pertiga lainnya liang telinga dibentuk oleh tulang yang ditutupi kulit yang melekat erat dan berhubungan dengan membran timpani.Anatomi dan fisiologi Setiap manusia telah dilengkapi dengan sistem indera yang berfungsi sebagai reseptor atau penerima rangsang dari lingkungan sekitar.com) Telinga tengah berbentuk seperti kubah dengan enam sisi.google. mesotimpanum disebut juga kavum timpani terletak medial dari membran timpani dan hipotimpanum terlet 2 . Telinga luar sendiri terbagi atas daun telinga. Gambar 1. akan menyebabkan terjadinya resonansi bunyi sebesar 3500Hz. Telinga manusia terdiri dari tiga bagian yaitu bagian luar. bagian tengah.000 Hz. Telinga merupakan alat indera yang peka terhadap rangsangan berupa gelombang suara. Anatomi telinga (sumber dari: www. indera pendengaran dan keseimbangan.

tingkap lonjong dan tingkap bundar. daya ungkit tulang pendengaran dan bentuk spesifik dari membran timpani. Sebelum memasuki koklea bunyi akan diamplifikasi melalui perbedaan ukuran membran timpani dan tingkap lonjong. kanalis semisirkularis superior dan lateral menembus dinding tulang pada daerah yang berhubungan dengan N. Labirin tulang merupakan susunan ruangan yang terdapat dalam pars petrosa os temporalis (ruang perilimfatik) dan merupakan salah satu tulang terkeras. Pada dinding medial terdapat dua cekungan yaitu spherical recess untuk sakulus dan eliptical recess untuk utrikulus. Aktivitas dari otot stapedius disebut juga reflek stapedius pada manusia akan muncul pada intensitas bunyi di atas 80 dB (SPL) dalam bentuk refleks bilateral dengan sisi homolateral lebih kuat. mengakibatkan membran timpani bergerak ke arah dalam. sehingga besar energi suara yang masuk dibatasi. rangkaian tulang pendengaran. Dengan demikian dapat katakan telinga mempunyai filter terhadap bunyi tertentu. Meskipun bunyi yang diteruskan ke dalam koklea mengalami amplifikasi yang cukup besar. Telinga dalam terdiri dari organ kesimbangan dan organ pendengaran. Di dinding posterior vestibulum mengandung 5 lubang ke 3 . baik terhadap intensitas maupun frekuensi. Serabut saraf untuk utrikulus.ak kaudal dari membran. Vestibularis pada fundus meatus akustikus internus. efektif pada frekuensi kurang dari 2 khz dengan masa latensi 10 m/det dengan daya redam 5-10 dB. Di bawah eliptical recess terdapat lubang kecil akuaduktus vestibularis yang menyalurkan duktus endolimfatikus ke fossa cranii posterior di luar duramater. Kontraksi otot tensor timpani akan menarik manubrium maleus ke arah anteromedial. kanalis semisirkularis dan koklea. Telinga dalam terletak di pars petrosus os temporalis dan disebut labirin karena bentuknya yang kompleks. Telinga dalam terdiri dari dua bagian yaitu labirin tulang dan labirin membranosa.Vestibulum merupakan bagian dari labirin tulang dengan ukuran panjang 5 mm. tinggi 5 mm dan dalam 3 mm. namun efisiensi energi dan kemurnian bunyi tidak mengalami distorsi walaupun intensitas bunyi yang diterima sampai 130 dB. Labirin tulang terdiri dari vestibulum. Fungsi daritelinga tengah akan meneruskan energi akustik yang berasal dari telinga luar ke dalam koklea yang berisi cairan. Telinga dalam pada waktu lahir bentuknya sudah sempurna dan hanya mengalami pembesaran seiring dengan pertumbuhan tulang temporal. Refleks otot ini berfungsi melindungi koklea. Organ konduksi di dalam telinga tengah ialah membran timpani. Dinding medial menghadap ke meatus akustikus internus dan ditembus oleh saraf. Di belakang spherical recess terdapat alur yang disebut vestibular crest. ligamentum penunjang. Pada ujung bawah alur ini terpisah karena untuk mencakup recessus kohlearis yang membawa serabut saraf kohlea ke basis kohlea.

membran tektoria dan lamina retikularis Sel-sel rambut tersusun dalam empat baris. skala media dan skala timpani. lamina spiralis dan dinding lateral.kanalis semisirkularis dan dinding anterior ada lubang berbentuk elips ke skala vestibuli kohlea. berbentuk seperti spiral.8 mm. posterior dan lateral yang terletak di atas dan di belakang vestibulum. yang terdiri dari tiga baris sel rambut luar yang terletak lateral terhadap terowongan yang terbentuk oleh pilar-pilar Corti.500 dan sel rambut luar dengan jumlah 12. sel rambut luar. Skala timpani dan skala vestibuli berisi cairan perilimfa dengan konsentrasi K 4 mEq/l dan Na 139 mEq/l skala media berada di bagian tengah. Ujung kanalis superior dan inferior yang tidak mempunyai ampula bertemu dan bersatu membentuk crus communis yang masuk vestibulum pada dinding posterior bagian tengah. sedangkan ampulla kanalis posterior terletak di bawah dekat lantai vestibulum. Skala media mempunyai potensial positif (+ 80 mv) pada saat istirahat dan berkurang secara perlahan dari basal ke apeks. Koklea berbentuk tabung ulir yang dilindungi oleh tulang dengan panjang sekitar 35 mm dan terbagi atas skala vestibuli. dan sebaris sel rambut dalam yang terletak di medial terhadap terowongan. Kanalis lainnya letaknya tegak lurus terhadap kanal ini sehingga kanalis superior sisi telinga kiri letaknya hampir sejajar dengan posterior telinga kanan demikian pula dengan kanalis posterior telinga kiri sejajar dengan kanalis superior telinga kanan . berisi cairan endolimfa dengan konsentrasi K 144 mEq/l dan Na 13 mEq/l.12 mm di bagian basal dan melebar sampai 0. Di batasi oleh membran reissner. Sel rambut dalam yang berjumlah sekitar 3. sel penunjang Deiters. Terdapat tiga bagian kanalis semisirkularis yaitu kanalis semisirkularis superior. membran basilaris. Ampula kanalis superior dan lateral letaknya bersebelahan pada masing-masing ujung anterolateralnya. Beberapa komponen penting pada organ corti adalah sel rambut dalam. Hensen’s. Ujung kanalis lateralis yang tidak memiliki ampulla masuk vestibulum sedikit di bawah cruss communis.5 mm di bagian apeks. 4 . Claudiu’s. Pada salah satu ujungnya masing-masing kanalis ini melebar disebut ampulla yang berisi epitel sensoris vestibular dan terbuka ke vestibulum. Organ corti terletak di membran basilaris yang lebarnya 0. Kanalis lateralis kedua telinga terletak pada bidang yang hampir sama yaitu bidang miring ke bawah dan belakang dengan sudut 30 derajat terhadap bidang horizontal. Berbentuk dua pertiga lingkaran dengan panjang yang tidak sama tetapi dengan diameter yang hampir sama sekitar 0.000 berperan dalam merubah hantaran bunyi dalam bentuk energi mekanik menjadi energi listrik.

A. Labirinti cabang A. Sel-sel sensoris pendengaran dipersarafi N. Cerebelaris anteroinferior atau cabang dari A. Cabang kohlea memperdarahi ganglion spiralis. dan membran basilaris. Kohlearis berjalan mengitari N. Akustikus di kanalis akustikus internus dan di dalam kohlea mengitari modiolus Vena dialirkan ke V. A. Vestibulokohlearis. Vestibularis anterior memperdarahi N.Fasialis dan masuk batang otak antara pons dan medula. Persarafan telinga dalam N. limbus dan ligamen spiralis. Basilaris atau A. Kohlearis dan A. urtikulus dan sebagian duktus semisirkularis. lamina spiralis ossea. Verteberalis. sterosilia. sehingga akan menimbulkan regangan pada rantai yang menghubungkan stereosilia tersebut.Koklearis dengan ganglion vestibularis (scarpa) terletak di dasar dari meatus akustikus internus.Vestibulokohlearis sampai di mediolus daerah putaran basal kohlea terpisah menjadi cabang terminal vestibularis dan cabang kohlea. Vestibularis anterior dan A.Koklearis dengan ganglion spiralis corti terletak di modiolus. Keadaan tersebut akan mengakibatkan terbukanya kanal ion pada 5 . Pada bagian apikal sel rambut sangat kaku dan terdapat penahan yang kuat antara satu bundel dengan bundel lainnya. A.Vaskularisasi telinga dalam Vaskularisasi telinga dalam berasal dari A.Labirinti yang diteruskan ke sinus petrosus inferior atau sinus sigmoideus. Fisiologi pendengaran Beberapa organ yang berperan penting dalam proses pendengaran adalah membran tektoria. sehingga bila mendapat stimulus akustik akan terjadi gerakan yang kaku bersamaan. Sel-sel sensoris vestibularis dipersarafi oleh N. di dalam meatus akustikus internus bersatu pada sisi lateral akar N. Cabang vestibular memperdarahi sakulus. Vena-vena kecil melewati akuaduktus vestibularis dan kohlearis ke sinus petrosus superior dan inferior. sebagian besar kanalis semisirkularis dan ujung basal kohlea. sehingga pada saat terjadi defleksi gabungan stereosilia akan mendorong gabungan-gabungan yang lain. Kohlearis communis yang bercabang pula menjadi A. Interaksi ketiga struktur penting tersebut sangat berperan dalam proses mendengar. Vestibularis. Arteri ini masuk ke meatus akustikus internus dan terpisah menjadi A.akustikus) yang dibentuk oleh bagian koklear dan vestibular. Pada bagian puncak stereosillia terdapat rantai pengikat yang menghubungkan stereosilia yang tinggi dengan stereosilia yang lebih rendah.Vestibulokohlearis (N.

Energi getar yang telah diamplifikasikan akan diteruskan ke telinga dalam dan diproyeksikan pada membran basilaris. Terdapat perbedaan potensial antara intra sel. Gerak gelombang membran basilaris yang timbul oleh bunyi berfrekuensi tinggi (10 kHz) mempunyai pergeseran maksimum pada bagian basal koklea. Sel rambut luar dapat meningkatkan atau mempertajam puncak gelombang berjalan dengan meningkatkan gerakan membran basilaris pada frekuensi tertentu. Keadaan ini menimbulkan proses depolarisasi sel rambut. lalu menggetarkan membran timpani dan diteruskan ke telinga tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplifikasi getaran tersebut melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lonjong. Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya defleksi stereosilia sel-sel rambut. lalu dilanjutkan ke nukleus auditorius sampai ke korteks pendengaran. 6 . Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh telinga luar.membran sel. sehingga kanal ion terbuka dan terjadi pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Gelombang yang timbul oleh bunyi berfrekuensi sangat tinggi tidak dapat mencapai bagian apeks. sehingga melepaskan neurotransmiter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius. sedangkan stimulus berfrekuensi rendah (125 kHz) mempunyai pergeseran maksimum lebih ke arah apeks. berupa perubahan potensial listrik endolimfa yang berfungsi sebagai pembangkit pembesaran gelombang energi akustik dan sepenuhnya diproduksi oleh sel rambut luar. sedangkan bunyi berfrekuensi sangat rendah dapat melalui bagian basal maupun bagian apeks membran basilaris. Pola pergeseran membran basilaris membentuk gelombang berjalan dengan amplitudo maksimum yang berbeda sesuai dengan besar frekuensi stimulus yang diterima. sehingga akan menimbulkan gerak relatif antara membran basilaris dan membran tektoria. Gerakan yang berlawanan arah akan mengakibatkan regangan pada rantai tersebut berkurang dan kanal ion akan menutup. perilimfa dan endolimfa yang menunjang terjadinya proses tersebut. maka terjadilah depolarisasi. Potensial listrik koklea disebut koklea mikrofonik. Keadaan ini disebut sebagai cochlear amplifier.

streptococcus B hemolitikus dan pneumococcus. Organisme-organisme dari meatus auditoris eksternal termasuk staphylococcus. Faktor yang menyebabkan penyakit infeksi telinga tengah supuratif menjadi kronis yang menjadi mastoiditis sangat majemuk.com) Etiologi Penyebab terbesar otitis media supurative chronis yang berkembang menjadi mastoiditis adalah infeksi campuran bakteri dari meatus auditoris eksternal. antara lain: 7 .Organisme dari nasofaring diantaranya Streptococcus viridans (Streptococcus A hemolitikus.proteus.Pada saat ini kemungkinan besar proses primer untuk terjadinya mastoiditis adalah tuba eustachius. Suatu teori patogenesis mengatakan terjadinya otititis media nekrotikans akut menjadi awal penyebab mastoiditis yang merupakan hasil invasi mukoperiusteum organisme yang virulen. B.Gambar 2. kadang berasal dari nasofaring melalui tuba eustachiussaat infeksi saluran nafas atas. Fisiologi pendengaran (sumber www. telinga tengah dan sel-sel mastoid. terutama berasal dari nasofaring terbesar pada masa kanak-kanak. atau karena rendahnya daya tahan tubuh penderita sehingga terjadinya nekrosis jaringan akibat toxine nekrotik yang dikeluarkan oleh bakteri kemudian terjadi perforasi pada membrane timpani setelah penyakit akut berlalu membrane timpani tetap berlubang atau sembuh dengan membran atrofi.google. pseudomonasaeruginosa.coli dan aspergillus. B.

sehingga dapat terjadi abses. kerusakan tulang ini disebut mastoiditis coalescent. Mastoiditis akut Mastoiditis akut terjadi kurang dari 3 minggu. Seringkali kulit diatas mastoid yang tepat berada dibelakang telinga menjadi meradang sehingga terliat merah dan membengkak. sehingga terjadi abses sub     peritoneal pada mastoid Ke bawah mulai ujung prosesus masuk leher Ke depan melalui dinding belakang liang telinga Ke atas melalui pegmen (atap) rongga telinga masuk fossa cranial media Ke belakang melalui fossa cranial posterior Kebanyakan mastoiditis akut sehingga ditemukan pada pasien yang tidakmendapatkan perawatan telinga yang memadai dan yang mengalani infeksi telinga yang tidak cepat 8 . Patofisiologi Infeksi dimulai dari infeksi telinga tengah yang kemudian menjalar mengenai tulang mastoid dan sel-sel di dalamnya. Jika infeksi berlanjut lebih dari 10 sampai 14 hari. dan Hemophilus Influenzae. Penyebab tersering mastoiditis akut adalah karena otitis media akut yang tidak diobati atau pengobatan yang tidak tuntas. Gangguan fungsi tuba eustachius yang kronis akibat: Infeksi hidung dan tenggorokkan yang kronis atau berulang dan obstruksi anatomic tuba eustachius parsial atau total. Jika infeksi berlanjut maka dapat terjadi penumpukkan nanah di bawah kulit belakang telinga. Bila tidak segera dilakukan pengobatan terhadap infeksinya maka dapat mengakibatkan terjadinya abses sub peritoneal pada mastoid. Apabila infeksi merusak tulang disekitarnya sampai nanah dapat keluar mungkin terjadi:  Keluar melalui permukaan luar dan prosesus mastoid. Hemoliticus. maka dinding tulang yang membentuk “sarang lebah” yang berisi sel udara mastoid mulai hancur. Pada mastoiditis akut terjadi infeksi bakteri langsung di mastoid. Penyebab otitis media supurative adalah akibat infeksi bakteri Streptococcus B.  Perforasi membran timpani yang menetap  Terjadinya metaplasia skuamosa/perubahan patologik yang menetap laiinya pada telinga tengah  Terdapat daerah dengan skuester atau otitis persisten di mastoid  Faktor konstitusi dasar seperti alergi atau perubahan mekanisme pertahan tubuh Mastoiditis timbul sebagai akibat terapi otitis media supurative akut yang tidak adekuat. Pneumococcus. hal ini mengakibatkan terjadinya proses nekrosis tulang mastoid serta merusak struktur tulang.

Mastoidektomy biasanya dilakukan melalui insisi post aurikular dan infeksi dihilangkan dengan mengambil sel udara mastoid. kering. otitis media purulen yang kronis dan luka infeksi. kehilangan pendengaran sensori neural dan atau gangguan keseimbangan (akibat erosi telinga dalam) dan abses otak. Komplikasi-komplikasi lain meliputi vertigo. 9 . meningitis. kantong dapat melekat ke struktur telinga dan mastoid. anti peradangan dan lainlainnya adalah lini pertama dalam pengobatan mastoiditis. Manifestasi klinik Manifestasi klinik dari mastoiditis adalah nyeri telinga. pembiusan harus diperhatikan setiap tanda paries fanalis yang harus segera dilaporkan ke dokter bila terjadi kelemahan fasial balutan pada mastoid harus dilonggarkan dan pasien dikembalikan ke meja operasi. Bila tidak ditangani. Kulit dari membrane timpany laterale membentuk kantong luar berisi kulit yang rusak dan bahan sebaseus. nyeri tekan. demam. kemerahan dan penebalan sekitar prosesus mastoideus. Mastoiditis kronis ini dapat mengakibatkan terjadinya pembentukan kolestetoma yang merupakan pertumbuhan kulit ke dalam (epitel skuamosa) dari lapisan luar membrane timpani ke telinga tengah. seolah-olah ke samping (syaraf kranial VII).ditangani. Penatalaksanaan Pengobatan dengan obat-obatan seperti antibiotik. menurunnya kemampuan klien untuk melihat ke arah samping/lateral (syaraf kranial VI) dan menyebabkan mulut mencong. abses otak. Tetapi pemilihan anti bakteri harus tepat sesuai dengan hasil test kultur dan hasil resistensi. hal ini dilakukan jika dengan pengobatan tidak dapat membantu mengembalikan ke fungsi yang normal. Pembedahan pada mastoid yang mengalami kelainan peradangan ditunjukkan untuk mengangkat kolesteatoma mencapai struktur yang sakit dan dapat mencapai kondisi telinga yang aman. dan sehat. otore (keluar cairan dari dalam telinga). dan biasanya pada pemeriksaan telinga menunjukkan banyak sekret purulen dari perforasi membrane timpany Komplikasi Komplikasi mastoiditis meliputi kerusakan di abducens dan syaraf-syaraf kranial wajah (syaraf-syaraf kranial VI dan VII). Bedah yang dilakukan berupa bedah terbuka. kolesteatoma dapat tumbuh terus dan menyebabkan paralysis nervus facialis. anti nyeri. Pengobatan yang lebih invasif adalah pembedahan pada mastoid. Luka dibuka dan nervus fasialis di dekompresi untuk melonggarkan kanalis tulang yang mengelilingi nervus fasialis. Begitu pasien bangun.

demam. Bedah yang dilakukan berupa bedah terbuka. kadang diperlukan miringotomi. diatasi dengan pemberian antibiotik. anti peradangan dan lain-lainnya adalah lini pertama dalam pengobatan mastoiditis. hal ini dilakukan jika dengan pengobatan tidak dapat membantu mengembalikan ke fungsi yang normal 10 . sakit kepala.Biasanya gejala umum berhasil. Pengobatan yang lebih invasif adalah pembedahan pada mastoid. anti nyeri. dan telinga mungkin perlu dilakukan mastoidektomi. TatalaksanaPengobatan dengan obatobatan seperti antibiotik. Jika terdapat kekambuhan akibat nyeri tekan persisten. Tetapi pemilihan anti bakteri harus tepat sesuai dengan hasil test kultur dan hasil resistensi.