Anda di halaman 1dari 60

KEGAWAT

DARURATAN UROLOGI
NON TRAUMA

dr. BOB BACHSINAR, SpU.

Anatomi traktus urinarius

KEGAWAT DARURATAN UROLOGI


NON TRAUMA

NYERI
GROSS HEMATURIA
INFEKSI
MASALAH PADA GENITALIA EXTERNAL

NYERI
LOKAL
REFERAL
Umumnya oleh karena :
distensi
inflamasi
batu
kolik
tingkat nyeri berhubungan dengan
onset -. akut
-. kronik

Organ yg menimbulkan rasa nyeri :


ginjal
ureter
buli-buli
prostat
penis
skrotum + isinya

KOLIK
Ok batu ginjal/ureter
onset tiba2, hilang timbul
tdk berkurang dg perubahan posisi
disebabkan ok ;

kontraksi ureter
naiknya tek. intra renal
penglepasan prostaglandin

Batu pielum

disertai gejala sistemik

mual, muntah
keringat dingin
perut kembung
referal

inguinal
skrotum/vulva
testis
bergantung lokalisasi batu

diagnosis
Urinalisis ;

eritrosit
lekosit
bakteri

Foto polos abd - pielgrafi i.v (BNO-IVP)

85% batu radiopak


Ultrasonografi ginjal
dilatasi ?
batu ?
parenkim ?

Batu pielum besar + hidronefrosis

hidronefrosis
Batu pielum

kontur ginjal

Batu kecil

Laboratorium

faal ginjal ;

ureum
kretinin
asam urat

DD/ . Pielonefritis

I
indikasi
rawat
a. Batu
Obstruksi ;

- total
- single kidney

Demam
Nyeri
Dehidrasi

b. Pielonefritis

demam

penatalaksanaa
n

a. Nyeri
NSAID
Narkotik

analgetik

b. Antibiotik

Analgetik/antipiretik

c. Supportif

infus

NYERI SUPRAPUBIS
D.D./

1.
2.
3.
4.

Retensi urin
Sistitis
Batu buli/uretra
Masalah ginekologi

Evaluasi

Urinalisa
Kateterisasi

urin sisa

Batu urethra

NYERI SKROTAL
1. Torsio Testis
2. Epididymitis/epididymo-orcihitis
3. Trauma
4. Hernia inkarserata
5. Tumor testis

Usia
Onset
Nausea
Nyeri
Pireksia
Urianalisa
Elevasi

skrotum
Posisi testis
Testis
kontralateral

Torsio testis

Epididymitis

Pubertas-40
(12-18 th)
Akut
+
Hebat
N
Nyeri tetap

Puber-80

Naik
Bell clapper

Normal
Normal

Gradual
Hebat
+
Piuria
Nyeri berkurang

GROSS HEMATURIA
Etiologi

infeksi
batu
tumor
Prostat (BPH/CaP)
trauma
post prostatektomi
GNA, rad. Cystitis, dll

Manajemen
1. IVFD

Hb.Ht

k/p transfusi

2. Evakuasi bekuan darah


- irigasi NaCl

s/d jernih

3. Rawat
4. Pemeriksaan penunjang

3. Manajemen
kateterisasi
sistosomi
Komplikasi stlh obstruksi teratasi
1. Diuresis post obstruksi (>200 cc/h)
Na turun, K turun & hipovolemia
2. Hipotensi
3. Haemorrhage ex evacuo

Masalah
Genitalia
1.
PRIAPISMUS

primer
sekunder
- injeksi intra cavernosal
- sickle cell disease
- trauma
- neoplasma
- koagulopati

2. FRAKTUR PENIS

3. PHIMOSIS / PARA PHIMOSIS


4. BENDA ASING
external ring
intra urethra
5. POST SIRKUMSISI
Hematom
Perdarahan
Infeksi

Priapismus
Aspirasi Monitor ICP
& gas darah
Non iskemik

ICP < 40 mmHg


(sembuh dlm 10 mnt)

Iskemic
Apirasi &irigasi

ICP<40

Instilasi dg
efinefrin

< 24 jam

ICP>50 mmHg
Bilateral, Multiple
large shunt s/d
ICP < 40 mmHg

< 24 jam
Unilateral
small shunt
ICP>50

FOURNIER
GANGREN
Merupakan infeksi khusus
Terutama pada : Pria
DM
Infeksi E coli
Manajemen
Debridemen luas
Regulasi gula darah
Antibiotik spektrum luas
Kalau perlu redebridemen

Kateterisa
si
Kateter :

Pipa berlobang
Desain khusus
Keperluan Medis

Ukuran Kateter :
Diameter luar
Satuan: French (Fr) =
Cherriere (CH)

1 Fr
30 Fr
mm

= 0,33 mm
= 10

Pendahulu
an
Bahan Kateter:
Karet / lateks
(Siliconized)
Plastik
Poli Uretan
Silikon
Logam

Macam Macam
Kateter

Kateteris
asi
Kateterisasi :
Memasukkan kateter lewat
urethra
Indikasi kateterisasi :
1. Retentio urine
2. Monitoring ketat produksi urin
3. Operasi urethra / bladder outlet
4. Buli-buli neuropathy
5. Urine sampling
6. Instilasi ke dalam buli-buli
7. Spalk urethra
Indikasi kontra :
Radang akut urethra

Kateterisa
si
Persiapan Kateterisasi :
1. Informasi lengkap
dan
Informed consent
2. Antibiotika
profilaksis
3. Siapkan alat yang
diperlukan
4. Cuci tangan hingga
bersih

Kateterisa
si
Teknik Kateterisasi :
1. Baringkan penderita
2. Operator di sebelah
kiri
3. Pakai sarung tangan
4. Desinfeksi
5. Pasang doek lubang

Kateterisa
Teknik Kateterisasi (lanjutan):
si
6. Pegang glans penis dan luruskan

Desinfeksi

Lubrikasi dan

Kateterisa
si

Teknik Kateterisasi
(lanjutan):
7. Masukkan kateter
(16 Fr / 18 Fr)
Secara gentle,
penderita relaks
Tarik nafas
panjang / menelan
Tanda masuk
buli-buli

Kateteris
Teknik Kateterisasi
asi
(lanjutan):
8. Pegang kateter (16 Fr /
18 Fr).
seperti pegang pencil.
Masukkan meatus.
Dorong dengan gentle.
Sampai diafragma UG.
Tarik nafas dalam, relaks.
Tanda kateter masuk bulibuli.
Perhatikan: Jernih, keruh,
merah, volume total (catat).
Untuk dauer kateter, dorong
lagi, isi balon.

9. Hubungkan dengan urine


bag.
10. Fiksasi.
11. Colok dubur, sample
urin ke lab.

Perawatan Indwelling
Kateter
1. Jelaskan kepada penderita:
Cara mengosongkan kantong
Kantong urine selalu lebih
rendah dari buli-buli
Closed drainage system
Harus banyak minum
Apa penyakitnya, perlu periksa
apa lagi
Kapan kontrol
2. Tidak perlu antibiotika, kecuali
Feven & Chillis

Perawatan Indwelling
Kateter
3. Kateter perlu diganti, bila:
Buntu
Sudah 2 minggu
Sudah 4 minggu

Lateks
Silikon

4. Bersihkan sekret kering


5. Kultur urin berkala
6. Kateter dilepas, bila: Indikasi
telah tiada

Penyulit
Kateterisasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Lesi Mukosa
False route
Hematuria
Uninhibitory Detrusor
contraction
Infeksi
Bakteriuria Persisten
Urethritis, Abccess, Fistel
Batu Buli-buli
Kateter tidak bisa dilepas

Kateter tidak bisa


dilepas ?
Saluran baloon buntu
Kesalahan pabrik
Pernah di klem
Terlalu lama
Atasi dengan:
Isi ether 10 ml
Tusuk jarum dengan
USG
Kerak lengket
Endoskopi / Seksio Alta

Kateterisasi
Gagal ?
1.
1. Salah
Salah teknik
teknik
2.
2. Striktura
Striktura urethra
urethra
3.
3. Batu
Batu impacted
impacted
4.
4. Kontraktur
Kontraktur leher
leher buli-buli
buli-buli

Sistostomi

Sistosto
mi

Membuat Lubang Pada Buli-buli

Perkutan
trokar
Sistosto
mi

Ope
n
Sectio
Alta

Sistosto
mi

Indikasi Sistostomi :
1. Kateterisasi per urethram
gagal
2. Diversi urin
3. Pemeriksaan Urodinamik
Kontra Indikasi (relative) :
Pernah operasi perut bagian
bawah

Persiapan Trokar
1. Jelaskan pada penderita
Sistostomi

informed

consent
2. Siapkan alat steril di meja mayo
2.1. Doek lubang
2.2. Sarung tangan
2.3. Desinfektan
2.4. Kain kasa
2.5. Spuit 10 ml + Xylocain 1-2 %
2.6. Pisau
2.7. Trokar & Obturator
2.8. Kateter vs Trokar
2.9. Urine bag
2.10.Needle holder + benang sutera

3. Pastikan buli-buli penuh

Teknik Trokar
Sistostomi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Desinfeksi kulit
Tutup doek lubang
Lokal anestesi
Incisie kulit (bila trokar besar)
Tusukan trokar
Lepas obturator
segera masukan
kateter
7. Isi baloon kateter
hubungkan urine
bag
8. Cabut sheath trokar
9. Tutup kasa & plester

Keuntungan Sistostomi
Penyulit pada urethra tidak ada

Keuntungan open
Sistostomi:
Kateter mudah diganti

terima kasih