Anda di halaman 1dari 10

Studi Struktur Morfologi Tanaman Sawi (Brassica rapa) Menggunakan

Metode Wholemount Tumbuhan Dengan Pewarnaan Safranin Sebagai


Sumber Belajar Biologi Kelas X Materi Plantae
Dewi Rosita
Program Studi Pendidikan Biologi
FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
E-mail :dewirosita94.dr@gmail.com
ABSTRACT
Mustard (Brassica rapa) is a type of vegetable that is quite popular. Also
known as caisim, caisin, or mustard meatballs, vegetables are easily cultivated and
can be eaten fresh (usually withered with hot water) or processed into pickles. In
the process of cultivation, good water quality is one of the main factors in the
fulfillment of nutrients. This study was conducted to determine the structural
morphology of the plant mustard (Brassica rapa) the overall. To know the
morphological structure done by using whole mount with safranin staining
Structural Studies of Plant Morphology mustard (Brassica rapa) Method Using
whole mount Plants With safranin Staining can dijadika as a learning resource
materials Plantae on X Biology class.
Key Words : Mustard, Brassica rapa, wholemount, safranin
ABSTRAK
Sawi (Brassica rapa) merupakan jenis sayuran yang cukup populer.
Dikenal pula sebagai caisim, caisin, atau sawi bakso, sayuran ini mudah
dibudidayakan dan dapat dimakan segar (biasanya dilayukan dengan air panas)
atau diolah menjadi asinan. Dalam proses budidayanya, kualitas perairan yang
baik merupakan salah satu faktor utama dalam pemenuhan unsur hara.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur morfologi pada tumbuhan
Sawi (Brassica rapa) secara keseluruhan. Untuk mengetahui struktur
morfologinya dilakukan dengan menggunakan metode wholemount dengan
pewarnaan safranin Studi Struktur Morfologi Tanaman Sawi (Brassica rapa)
Menggunakan Metode Wholemount Tumbuhan Dengan Pewarnaan Safranin bisa
dijadika sebagai sumber belajar Biologi kelas X materi Plantae.
Kata kunci : Sawi, Brassica rapa, wholemount, safranin
1. PENDAHULUAN
Dalam melaksanakan kegitan belajar mengajar guru sewajarnya
memanfaatkan sumber belajar, karena pemanfaatan sumber belajar merupakan
hal yang sangat penting dalam konteks belajar mengajar tersebut. Di katakan
demikian karena memanfaatkan sumber belajar akan dapat membantu dan
memberikan kesempatan belajar yang berpartisipasi serta dapat memberikan
perjalanan belajar yang kongkrit. Sehingga tujuan pembelajaran yang telah

ditentukan dapat di capai dengan efisien dan efektif. Pemanfaatan lingkungan


sebagai sumber belajar sangat penting guna mendukung proses dan pencapaian
tujuan belajar, harapannya dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar
siswa.
Menurut Association Educational Comunication and Tehnology (AECT,
1977) dalam Kurniawan (2007) Sumber Belajar yaitu berbagai atau semua
sumber baik berupa data, orang, dan wujud tertentu yang dapat digunakan
siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga
mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar. Menurut Sadiman (1989)
dalam Novrianti (2008) sumber belajar yaitu segala macam sumber yang ada di
luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan atau memudahkan
terjadinya proses belajar.
Sawi adalah sekelompok tunbuhan dari genus atau marga Brassica yang
dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran). Genus
Brassica memiliki beberapa spesies, yang masing-masing jumlah
kromosomnya berbeda-beda. Brassica rapa, atau yang sering kita sebut dengan
sawi hijau, biasa digunakan sebagai sayuran memiliki jumlah kromosom
diploid sebanyak 20 (2n = 20). Brassica nigra, yang lebih dikenal dengan black
mustard dimana bijinya digunakan sebagai rempah, memiliki kromosom
diploid sebanyak 16 (2n = 16).
Sawi (Brassica rapa) merupakan jenis sayuran yang banyak diminati
masyarakat. Dikenal pula sebagai caisim, caisin, atau sawi bakso, sayuran ini
mudah dibudidayakan dan dapat dimakan segar (biasanya dilayukan dengan air
panas) atau diolah menjadi asinan. Jenis sayuran ini mudah tumbuh di dataran
rendah maupun dataran tinggi. Bila ditanam pada suhu sejuk tumbuhan ini
akan cepat berbunga. Karena biasanya dipanen seluruh bagian tubuhnya
(kecuali akarnya), dan sifat ini kurang disukai. Dalam proses pemanenan sawi
hijau dibutuhkan beberapa unsur hara dan mineral dari perairan sehingga
asupan mineral bagi tanaman tidak kurang.
Haryanto (1994) menjelaskan bahwa sawi hijau termasuk herba semusim
yang mudah tumbuh. Perkecambahannya epigeal. Setelah daun ketiga dan
seterusnya akan membentuk setengah roset dengan batang yang cukup tebal,
namun tidak berkayu. Daun elips, dengan bagian ujung biasanya tumpul.
Warnanya hijau segar, biasanya tidak berbulu.
Menjelang berbunga sifat rosetnya agak menghilang, menampakkan
batangnya. Bunganya kecil, tersusun majemuk berkarang. Mahkota bunganya
berwarna kuning, berjumlah 4 (khas Brassicaceae). Benang sarinya 6,
mengelilingi satu putik. Buahnya menyerupai polong tetapi memiliki dua daun
buah dan disebut siliqua.
Struktur morfologi pada tanaman sawi (Brassica rapa) dapat dimanfaatkan
sebagai alternatif sumber belajar bagi dunia pendidikan khususnya sebagai
penunjang proses kegiatan belajar mengajar di sekolah terutama di SMA. Mata
pelajaran biologi, kelas X semester ganjil yaitu pada Kompetensi Inti 3 Dan
kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan
tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan

metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan


kehidupan di bumi.
Salah satu metode mikroteknik untuk pembuatan preparat utuh yaitu
dengan menggunakan metode wholemount. Whole mount merupakan metode
pembuatan preparat yang nantinya akan diamati dengan mikroskop tanpa
didahului dengan adanya proses pemotongan. Pada metode ini preparat yang
diamati adalah preparat yang utuh baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun
individu. Gambar yang dihasilkan oleh preparat whole mounth ini terlihat
dalam wujud utuh seperti ketika organisme tersebut masih hidup sehingga
pengamatan yang dapat dilakukan hanya terbatas terhadap morfologinya saja
secara umum (Fitri, 2007).

II. METODE PENELITIAN


Penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimen. Penelitian ini di
lakukan tanggal 6 Mei 2015 jam 12.30 pagi di Laboratorium Biologi
Universitas Muhammadiyah Malang.
2.1 ALAT dan BAHAN
2.1.1 ALAT

Botol flakon
Gelas arloji
Kaca benda
Kaca penutup
Mikroskop.

2.1.2 BAHAN

Sawi hijau (Brassica rapa)


KOH
Aquades
Safranin
alcohol bertingkat 30%,50%,70%,80%,100%
Xylol
Enthelan

2.2 CARA KERJA


Langkah kerja yang pertama yaitu mencuci tumbuhan hingga
bersih, kemudian memasukkan tumbuhan sawi kedalam botol flakon
selanjutnya memfikasai FAA hingga seluruh tumbuhan terendam dan

mendiamkan selama 24 jam kemudian memindahkan tumbuhan ke


dalam gelas arloji lalu menetesi dengan aquades dan memdiamkan
selama 10 menit. Selanjtnya memberi pewarnaan safranin dan
mendiamkan selama 2 jam. Kemudian mencuci dengan aquades selama
10 menit selanjtnya mendehidrasi alcohol dengan konsentrasi 30%,
50%, 70%, 80%, 100%, 100% masing-masing selama 15 menit.
Langkah selanjutnya yaitu menetesi dengan alcohol : xylol dengan
perbandingan 3:1, 1:1, dan 1:3 masing-masing selama 15 menit.
Kemudian mengamati dibawah mikroskop. Langkah yang terakhir yaitu
memberikan enthelen dan menutupnya dengan menggunakan kaca
benda.
2.2.1 FIKSASI
Proses fiksasi dilakukan dengan mencuci tumbuhan sawi terlebih
dahulu kemudian dimasukkan ke dalam botol flakon. Merendan dalam
larutan FAA Selama 24 Jam.

2.2.2 PERLAKUAN
TUMBUHAN

PEMBUATAN

WHOLE

MOUNTH

Bahan dipindahkan ke gelas arloji, menetesi dengan alcohol dan


memdiamkan selama 10 menit, memberi pewarnaan safranin dan
mendiamkan selama 2 jam , mencuci dengan aquades selama 10 menit,
mendehidrasi alcohol dengan konsentrasi 30%, 50%, 70%, 80%, 100%,
100% masing-masing selama 15 menit, menetesi dengan alcohol : xylol
dengan perbandingan 3:1, 1:1, dan 1:3 masing-masing selama 15 menit,
menetesi xylol murni selama 15 menit, mengamati dibawah mikroskop ,
menambahkan dengan enthelen dan menutup dengan kaca penutup
kemudian memberi label.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Whole mount merupakan metode pembuatan preparat yang
nantinya akan diamati dengan mikroskop tanpa didahului dengan adanya
proses pemotongan. Pada metode ini preparat yang diamati adalah preparat
yang utuh baik itu berupa sel, jaringan, organ maupun individu. Gambar yang
dihasilkan oleh preparat whole mounth ini terlihat dalam wujud utuh seperti
ketika organisme tersebut masih hidup sehingga pengamatan yang dapat
dilakukan hanya terbatas terhadap morfologinya saja secara umum (Fitri,
2007).
Dalam pembuatan preparat Whole
menggunakan beberapa zat penting antara lain :

Mount

tumbuhan

ini

a. Larutan FAA fungsinya untuk memfiksasi Sawi (Brassica rapa)


b. Alkohol fungsinya sebagai senyawa desinfektan yang dipakai
untuk memutihkan specimen atau bahan.

c. Safranin fungsinya untuk memberi warna pada Sawi (Brassica


rapa) yang akan diamati.
d. Xylol berfungsi sebagai clearing (penjernih) preparat agar mudah
dilihat bagian sel-sel dan jaringannya.
Berdasarkan hasil preparat yang telah dibuat yaitu preparat whole
mount tumbuhan menggunakan pewarnaan safranin yaitu dapat diketahui
bahwa preparat terlihat jelas mulai dari bagian akar, batang hingga daun. Pada
akar ditemukan adanya rambut-rambut akar dan jaringan pembuluh. Pada
batang juga terlihat jelas adanya jaringan pembuluh. Pada bagian daun terlihat
jelas adanya ibu tulang daun, cabang tulang daun dan urat-urat daun. Dari
segi pewarnaan sudah terlihat bagus karena warna yang dihasilkan tidak
telalu merah/pekat atau pudar sehingga struktur tumbuhan dapar terlihat
dengan jelas.
Pada praktikum mikroteknik pada pembuatan preparat utuh Sawi
(Brassica rapa) dengan menggunakan metode Whole mount tumbuhan ini
tidak begitu banyak terjadi kesulitan. Karena tidak perlu melakukan
penyayatan terlebih dahulu.
Dari hasil penelitian Studi struktur morfologi tanaman Sawi
(Brassica rapa) dengan menggunakan pewarnaan safranin ini dapat dijadikan
sebagai alternatif sumber belajar bagi siswa dan dapat membangkitkan
semangat serta memotivasi siswa dalam belajar biologi.
Seorang guru harus memanfaatkan sumber belajar yang ada di
lingkungan alam sekitar. Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi siswa
maupun guru bila sumber belajar dirancang sehingga memungkinkan
dijadikan sebagai sumber belajar. struktur morfologi tanaman Sawi (Brassica
rapa) dengan menggunakan pewarnaan safranin dapat dijadikan sebagai salah
satu sumber belajar, sesuai dengan Abdul (2008:70) bahwa salah satu kategori
sumber belajar yaitu tempat atau lingkungan alam sekitar dimana saja
seseorang dapat melakukan belajar.
Berdasarkan kurikulum 2013 untuk SMA/MA, kelas X semester ganjil
maka dapat dilihat:
a. Kompetensi Inti : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
b. Kompetensi Dasar : 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk
menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan
morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam
kelangsungan kehidupan di bumi.
Indikator : 3.7.1. Menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan
pengamatan morfologi.

Pada indikator 3.7.1 Menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio


berdasarkan pengamatan morfologi.berdasarkan pengamatan, pengalaman belajar
yang dapat dilakukan oleh guru yaitu guru dapat mengajak siswa untuk
melakukan pengamatan secara langsung dengan mengamati struktur morfologi
sawi yang dilakukan dengan menggunakan metode wholemount tumbuhan di
laboratorium biologi menggunakan mikroskop. Maka kegiatan pembelajaran yang
tepat diberikan kepada siswa yaitu diberikan Penuntun Praktikum Siswa (PPS)
sebagai penuntun dalam proses pengamatan struktur morfologi tumbuhan sawi.

3.1 . DATA PENGAMATAN

No
1.

Gambar

Keterangan
1. Ibu tulang daun
2. Cabang tulang daun
3. Urat-urat daun

Bagian Daun

Perbesaran : 400 kali

2
1

2.

Bagian Batang

1. Jaringan Pengangkut
2. Jaringan Epidermis
Perbesaran : 400 kali
2

3.

Bagian Akar

1. Jaringan Pembuluh pada


Akar
2. Rambut akar
2
Perbesaran : 400 kali

Tabel Parameter Pengamatan


No

Parameter

Daun

Bagian
Batang

Akar

1.

Warna

Merah

Merah

Pink

2.

Kecerahan

Cerah

Cerah

Cerah

3.

Lebar

3mm

3mm

4mm

4.

Panjang

9mm

15mm

4mm

5.

Diameter

9mm

15mm

4mm

3.2 Gambar Literatur

Gambar 3.2.1 Literatur Pengamatan Akar


Sumber : www. botani. blogspot. com

Gambar 3.2.2 Literatur pengamatan Whole mount tumbuhan pada


Hydrilla
Sumber : Anonymous. 2011

Gambar 3.2.3 Literatur Wholemount tumbuhan daun Heliconiaceae


Sumber : Anonymous. 2011

IV. KESIMPULAN
Whole mount merupakan mikroteknik keseluruhan dari suatu objek utuk
melihat struktur yang berhubungan dengan organ tanaman atau hewan
seluruhnya. Whole mount merupakan metode pembuatan preparat yang
nantinya akan diamati dengan mikroskop tanpa didahului dengan adanya
proses pemotongan.
Dari hasil penelitian diketahui pada bagian daun Sawi (Brassica rapa)
terlihat jelas adanya ibu tulang daun, cabang tulang daun dan urat-urat daun,
pada batang juga terlihat jelas adanya jaringan pembuluh, pada akar
ditemukan adanya rambut-rambut akar dan jaringan pembuluh.
Studi Struktur Morfologi Tanaman Sawi (Brassica rapa) Menggunakan
Metode Wholemount Tumbuhan Dengan Pewarnaan Safranin dapat dijadikan
Sebagai Sumber Belajar Biologi Kelas X Materi Plantae.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.

2011.

Gambar

Whole

Mount

Akar.

Online

http://

www.botani.blogspot.com Diakses tanggal 23 Mei 2015


Fitri Damayanti. Analisis Jumlah Kromosom dan Anatomi Stomata

Pada

Beberapa Plasma Nutfah Pisang (Musa Sp.) Asal Kalimantan Timur.


Volume 4, Nomor 2, Juli 2007, halaman

53-61.

Kurniawan, D. 2007. Mengenal Sumbar Belajar. Diakses di http://pena


deni.blogspot.com/ di akses 30 Mei 2015.
Novrianti. 2008. Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar.
http://sweetyhome.wordpress.com/, di akses 30 Mei 2015
Sutrian Y. 2002. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. Malang:
Universitas Negeri Malang.