Anda di halaman 1dari 17

Kor Pulmonal Kronik

Gagat Adiyasa

Definisi
Kor pulmonal: hipertrofi/dilatasi ventrikel kanan
akibat hipertensi pulmonal yang disebabkan
penyakit parenkim paru dan atau pembuluh
darah paru yang tidak berhubungan dengan
kelainan jantung kiri (WHO, 1963).
Hipertensi pulmonal: Peningkatan tekanan arteri
rata-rata pembuluh darah paru (mPAP) saat
istirahat lebih dari 25 mmHG atau lebih dari 30
mmHg saat aktivitas.
Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing
Colledge, Nicki R. 2010. Davidsons Principle and practice of Medicine. Edinburgh:
Elsevier.

Definisi
Kor pulmonal akut adalah peregangan
akibat pembebanan jantung karena
hipertensi pulmonal akut, sering
disebabkan oleh emboli paru massif.
Kor pulmonal kronik adalah hipertrofi dan
dilatasi ventrikel kanan akibat hipertensi
pulmonal yang berhubungan dengan
penyakit paru obstruktif atau rekstriktif.
Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing
Colledge, Nicki R. 2010. Davidsons Principle and practice of Medicine. Edinburgh:
Elsevier.

Epidemiologi
Menurut studi di kota Sheffield (Inggris),
prevalensi individu beresiko untuk terjadinya
hipertensi pulmonal dan cor pulmonal di inggris
menyentuh angka hingga 60.000 orang/tahun.
Para individu beresiko ini juga beresiko untuk
harus terus menjalani terapi oksigen dalam
jangka waktu yang sangat lama.
Angka kematian berkaitan dengan penyakit
komplikasi paru-paru kronik di amerika serikat
menyentuh angka hingga 100.000 penduduk per
tahun.
Waltzenblum, Emmanuel. 2003. General Cardiology: Chronic Cor Pulmonale. Heart;
89: 225-230

Etiologi

Weitzenblum, Emmanuel. 2003. General cardiology: Chronic cor pulmonale. Heart: 89(2): 225-230

Penyakit paru obstruktif kronis


(PPOK) merupakan penyebab
utama insufisiensi respirasi
kronik dari kor pulmonal,
diperkirakan hingga 80-90%
kasus.
Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing
Weitzenblum, Emmanuel. 2003. General cardiology: Chronic cor pulmonale. Heart: 89(2):
225-230

Patofisiologi
Penyakit paru kronis
Berkurang vascular bed paru.
Hipoksia alveolar: rangsangan vasokonstriksi
pembuluh paru.
Asidosis dan hiperkapnia.
Polisitemia dan hiperviskositas darah.
Timbul hipertensi pulmonal
Hipertrofi dan dilatasi ventrikel kanan
Gagal jantung kanan
Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing

Shujaat, Adil et al. 2007. Pulmonary Hipertension and Chronic cor pulmonale in COPD.
International Journal Of COPD; 2(3): 273-282

Tanda dan gejala


Anamnesis
Dipsnea
Suara serak
Fatigue hingga
sinkop
Nyeri dada
Nyeri perut
Batuk

Pemeriksaan fisik
JVP meningkat
Regurgitasi tricuspid
Pelebaran batas jantung
Suara jantung
tambahan
Hepatomegali
Edema perifer

Nashar, Az Hafidz. 2013. The Disease: Diagnosis dan terapi. Yogyakarta: Pustaka
Cendekia Press.

Diagnosis
Menemukan tanda PPOK
Asidosis dan hiperkapnia, Hipoksia, Polisitemia dan
hiperviskositas darah
Pemeriksaan laboratorium
Hipertensi pulmonal
Sesak napas, nyeri dada, mudah lelah, palpitasi, sinkop,
Irama jantung s3, Foto thoraks, echocardiografi, dan
pemeriksaan kateter jantung
Hipertrofi ventrikel kanan
Pemeriksaan EKG, Foto thoraks dan Ekokardiografi.
Gagal jantung kanan
Peningkatan JVP, Hepatomegali, asites hingga edema
Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing
tungkai.
Colledge,
Nicki R. 2010. Davidsons Principle and practice of Medicine. Edinburgh:
Elsevier.

Foto thoraks
Gambaran radiologi hipertensi
pulmonal adalah dilatasi arteri
pulmonalis utama dan cabangcabangnya dan meruncing ke perifer.
Pada hipertensi pulmonal, diameter
arteri pulmonalis kanan >16mm dan
diameter arteri pulmonalis kiri
>18mm pada 93% penderita.
Shujaat, Adil et al. 2007. Pulmonary Hipertension and Chronic cor pulmonale in COPD.
International Journal Of COPD; 2(3): 273-282

Bhattacharya, Amalkumar. 2004. Cor Pulmonale. Journal, Indian Academy of Clinical


Medicine; 5(2): 128-136

Elektrokardiografi
Deviasi aksis ke kanan, gelombang R lebih
besar dari gelombang S pada V1 dan
sebaliknya (20-40%)

Ekokardiografi

Evaluasi ketebalan dinding ventrikel,


regurgitasi, dan kondisi katup.

Shujaat, Adil et al. 2007. Pulmonary Hipertension and Chronic cor pulmonale in COPD.
International Journal Of COPD; 2(3): 273-282
Bhattacharya, Amalkumar. 2004. Cor Pulmonale. Journal, Indian Academy of Clinical Medicine;
5(2): 128-136
Thaler, Malcolm S. 2009. Satu-satunya buku EKG yang anda perlukan, edisi 5. Jakarta: EGC

Tes fungsi paru


Tes ini digunakan jika pada anamnesis dan
pemeriksaan fisik, ditemukan adanya
riwayat penyakit paru.

Kateterisasi jantung kanan

Baku emas untuk mendeteksi peningkatan


tekanan arteri pulmonal
Dapat mengukur gradient transpulmonal,
curah jantung, resistensi vascular paru, dan
efek vasodilator.

Shujaat, Adil et al. 2007. Pulmonary Hipertension and Chronic cor pulmonale in COPD.
International Journal Of COPD; 2(3): 273-282
Bhattacharya, Amalkumar. 2004. Cor Pulmonale. Journal, Indian Academy of Clinical
Medicine; 5(2): 128-136

Tatalaksana

Terapi oxygen
Vasodilator
Diuretika
Flebotomi

Sudoyo, Aru W dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna publishing

Prognosis
Angka harapan hidup 5 tahun: 1566% dengan pemberian oksigen
jangka panjang.
Angka harapan hidup semakin
menurun jika tidak diberikan terapi
oksigen jangka panjang dan besar
peningkatan tekanan arteri rata-rata
pembuluh darah paru.
Shujaat, Adil et al. 2007. Pulmonary Hipertension and Chronic cor pulmonale in COPD.
International Journal Of COPD; 2(3): 273-282

TERIMA KASIH