Anda di halaman 1dari 98

Kalibrasi Timbangan Elektronik

Reference :

1. The Calibration of Weight and Balance


Edwin C.Morris And Kitty M.K.Fen
Monograph 4: NMI Technology Transfer Series Third Edition 2007;
2. Suplemen 1 Pedoman Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran
Kalibrasi timbangan Elektronik, edisi Februari 2002, Komite
akreditasi Nasional
3. OIML R-76, Edition 2006 (E)

DISUSUN OLEH
RANA RAHMADA

I. PENGENALAN KALIBRASI
(Introduction to Calibration)
1. Pengertian beberapa istilah dalam
Kalibrasi
2. Macam & klasifikasi Kalibrasi di
Indonesia
3. Persyaratan untuk kegiatan
Kalibrasi (intern/ extern)
4. Hasil Kalibrasi dan aplikasinya

TUJUAN KALIBRASI
1.1

Menentukan deviasi kebenaran

1.2

Menjamin Hasil pengukuran sesuai dengan standar

1.3

Memperkirakan tingkat akurasi yang diberikan oleh

konvensional nilai penunjukkan suatu instrumen ukur

Nasional maupun internasional.


Alat.

MANFAAT KALIBRASI
Menjamin kondisi instrumen ukur dan bahan
ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya.

1. Beberapa ISTILAH dalam KALIBRASI


[ 1/5 ]

KALIBRASI:
Serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai
yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur atau sistem
pengukuran atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan
nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran
yang diukur dalam kondisi tertentu.

Laboratorium Kalibrasi:
Laboratorium yang melaksanakan pekerjaan kalibrasi

Petugas Kalibrasi:
Orang yang bertugas melakukan pekerjaan kalibrasi.

1. Beberapa ISTILAH dalam KALIBRASI


[ 2/5 ]

Standar Kalibrasi (=kalibrator):


Peralatan atau bahan ukur yang dijadikan sebagai pembanding
(acuan komparasi) dalam kegiatan pengerjaan kalibrasi.

Obyek Kalibrasi (UUT=unit under test):


Alat ukur atau bahan ukur atau sistem pengukuran yang
dikalibrasi terhadap suatu Standar Kalibrasi (kalibrator).

Metoda Kalibrasi:
Pedoman acuan/ prosedur TEKNIS tertentu untuk melaksanakan
pekerjaan kalibrasi.

1. Beberapa ISTILAH dalam KALIBRASI


[ 3/5 ]

Prosedur Kalibrasi:
Serangkaian uraian dan langkah-langkah TEKNIS (termasuk pula
tambahan & modifikasinya, jika ada) untuk pengerjaan kalibrasi
yang tersusun secara tertib, sistematis dan menyeluruh yang
mengacu pada suatu metoda kalibrasi tertentu.

Tanda Kalibrasi (label/ stiker):


Suatu bukti yang digunakan/ ditempelkan pada alat ukur atau
bahan ukur yang telah dikalibrasi. (bersifat khas, dikeluarkan oleh
pihak yang meng-kalibrasi)

Hasil Kalibrasi:
Laporan yang berisi tentang hasil-hasil dari pengerjaan kalibrasi,
yang dituangkan dalam bentuk Laporan atau Sertifikat .

1. Beberapa ISTILAH dalam KALIBRASI


[ 4/5]

Selang Waktu Kalibrasi (=periode/interval kalibrasi):


Jarak waktu untuk kalibrasi ulang atau jarak waktu antara kalibrasi
pertama dengan kalibrasi berikutnya.

Mampu Telusur (traceability):


Sifat dari suatu hasil pengukuran yang dapat dikaitkan dengan
standar tertentu yang tepat, umumnya standar nasional atau
internasional, melalui rantai pembandingan yang tak terputus.

Koreksi:
Suatu harga yang ditambahkan secara aljabar pada hasil dari
alat ukur untuk mengkompensasi (mengimbangi) penambahan
kesalahan sistematik.

1. Beberapa ISTILAH dalam KALIBRASI


[ 5/5 ]

Kecermatan (Accuracy):

Kecakapan (kemampuan) dari instrumen ukur untuk memberikan


indikasi pendekatan terhdp harga sebenarnya dari obyek yg diukur.
Ketelitian (Precision):

Kemampuan proses pengukuran untuk menunjukan hasil yg sama


dari suatu pengukuran yg dilakukan berulang-ulang dan identik.
Rentang Ukur (Range, Capacity of measuremnet):
Besar daerah ukur antara batas ukur bawah dan batas ukur atas.
Nilai Skala Terkecil / NST (Resolusi):
Besar pernyataan dari kemampuan peralatan untuk membedakan
arti dari dua tanda harga/ skala yg paling berdekatan dari besaran
yg ditunjukan.
Ketidakpastian Pengukuran (Measurement Uncertainty):
Perkiraan mengenai rentang hasil pengukuran yang didalamnya
terdapat harga yang benar.

HUKUM DASAR PENGUKURAN


TIDAK ADA PENGUKURAN TANPA KESALAHAN
Bahwa SETIAP INSTRUMEN/ ALAT UKUR HARUS
DIANGGAP TIDAK CUKUP BAIK SAMPAI TERBUKTI
MELALUI KALIBRASI DAN PENGUJIAN bahwa
INSTRUMEN UKUR TERSEBUT MEMANG BAIK.

( ASAS PRADUGA SALAH )


[ SETIAP PENGUKURAN HARUS DIANGGAP SALAH KECUALI ADA
BUKTI TERTULIS BAHWA ALAT UKURNYA TELAH TERKALIBRASI ].

2). MACAM & JENIS KALIBRASI


[ 1/2 ]

Macam-Macam Pandangan tentang Kalibrasi :


Ditinjau dari Pihak yang meng-Kalibrasi-nya :
- Kalibrasi Eksternal
- Kalibrasi Internal
Ditinjau dari Besaran yang dikalibrasinya :
- Kalibrasi untuk besaran dasar
- Kalibrasi untuk besaran turunan
Ditinjau dari Tingkatan Lab.Kalibrasinya:
(Lab Nasional, Lab Kalibrasi s/d STD, Lab Kal Industri)
Dan lain-lain

2). MACAM & JENIS KALIBRASI


[ 2/2 ]

Jenis-Jenis Kalibrasi di Indonesia :


Kalibrasi untuk metrologi teknis :
* Alat ukur yang tidak digunakan untuk transaksi
* Dilakukan oleh laboratorium yang telah

terakreditasi oleh KAN - BSN


Kalibrasi untuk metrologi Legal / Peneraan (Verifikasi) :
* Alat ukur yang digunakan untuk transaksi
* Dilaksanakan oleh Direktorat Metrologi - Deperindag

Kalibrasi untuk metrologi Nuklir :


* Alat ukur, alat uji, diagnosa dan terapi nuklir
* Oleh BATAN

3). Persyaratan Kegiatan KALIBRASI


BAGAIMANA MELAKUKAN KALIBRASI ?
DIRECT Comparison
( dengan cara pembandingan langsung )

1.

Menggunakan material acuan/standar bersertifikat


(CRM = Certified Reference Material)
Membandingkan penunjukkan alat ukur/ bahan ukur dgn nilai
dari CRM atau SRM.

2.

Menggunakan alat Acuan/ Standar/ Kalibrator


Membandingkan penunjukkan suatu instrumen dengan
instrumen lain/ standar yang lebih tinggi klas-nya.

INDIRECT Comparison

( Contoh: Kalibrasi VG dengan MTD gravimetri,


Kalibrasi alat ukur kadar air dengan MTD Oven,

dll )

3). Persyaratan Kegiatan KALIBRASI


[ 2/5 ]

I. Syarat Utama / inti :


Personil
Standar
Kondisi Lingkungan Kerja

Metoda

Prasarana Kerja
( suhu, kelembaban, tekanan
udara kebisingan, cahaya,
getaran, dll )

(fasilitas fisik/ ruang,


meja, alat subsider,
datasheet, dll)

HASIL KALIBRASI

3). Persyaratan Kegiatan KALIBRASI


[ 3/5 ]

II. Syarat Kompetitif


SMM) :

(Syarat.Utama +

Personil
Standar
SMM
17025
-P.Manajemen

kondisi
lingkungan kerja

Metoda

Prasarana Kerja

-P.Teknis

Kompetensi LAB
Kalibrasi

HASIL KALIBRASI

3). Persyaratan Kegiatan KALIBRASI


[ 4/5 ]

Bagaimana STANDAR/ METODA KALIBRASI YANG BISA DIPAKAI ?

ACUAN/ STANDAR KALIBRASI


1. Ketelitian setingkat lebih tinggi
2. Memiliki sertifikat kalibrasi yang memuat

Nilai nilai hasil kalibrasinya & traceability


yang jelas
3. Sertifikat kalibrasi terkini, masih berlaku
4. Standar tsb recommended untuk kalibrasi
dimaksud

METODE KALIBRASI - Internasional/ nasional/ published


- atau sudah divalidasi

3). Persyaratan Kegiatan KALIBRASI


[ 5/5 ]

Bagaimana Batasan KALIBRASI INTERN dan EXTERN ?

KALIBRASI EXTERN
1. Kalibrasi dilakukan Pihak Lain yang kompeten
2. Harus ada jaminan traceability yang jelas
3.
4.

Harus ada jaminan bahwa Sertifikat kalibrasi yang


diterbitkan dapat diterima pihak terkait
Pihak pengkalibrasi siap untuk dipastikan
kemampuannya/ audit kompetensi.

KALIBRASI Intern - dilakukan oleh pihak sendiri


- dapat dipastikan kompetensinya termasuk dokumentasi
yang tertib

4). HASIL KALIBRASI & Aplikasinya


[ 1/2 ]

Hasil Kalibrasi
DATA Kalibrasi :
- Data Informatif terkait dgn alat yang dikalibrasi & lingk.kerja
- Data hasil pengamatan asli (raw data)
- Data hasil pengolahan/ perhitungan2.
- Data nilai-nilai penting hasil kalibrasi ( E atau C , dan U95 )
LAPORAN/ SERTIFIKAT Kalibrasi :
- Hal hal deskriptif terkait dgn alat yang dikalibrasi & yang relevan
- Nilai nilai hasil kalibrasi yang lengkap
- Bentuk Sertifikat yang khas, dan Tanda Tangan yang berwenang
Dokumentasi/REKAMAN Pendukung :
( Metoda/ Prosedur, arsip order & data teknis, record lingkungan kerja,
record petugas, record peralatan/ standard, dll )

4). HASIL KALIBRASI & Aplikasinya


APLIKASI terhadap Hasil Kalibrasi
VERIFIKASI terhadap hasil Kalibrasi yang diterima :
- OK , masih dalam kondisi batas tertentu
- Penurunan kualitas dalam batas tertentu (akurasi, presisi)
- NOT OK , tidak layak untuk dipakai melebihi batas tertentu
PENERAPAN nilai2 hasil Kalibrasi dalam Pengukuran:
- dipakai tanpa koreksi
- dipakai dengan menyertakan nilai koreksi-nya
+ diperhitungkan dengan nilai Uncertainty-nya
EVALUASI untuk beberapa Laporan/ Sertifikat kalibrasi :
( evaluasi terhadap TREND dari hasil2 kalibrasi yang lalu,
dengan Statistika)

3). Hirarki Pengukuran & Traceability Kalibrasi


[ 1/3 ]

MENGAPA PERLU Traceability/ KETERTELUSURAN ?

1.

PERSYARATAN STANDAR (ISO, Regulasi, dll)

2.

TUNTUTAN DUNIA INTERNASIONAL/


NASIONAL.
KEPERCAYAAN & JAMINAN MUTU terhadap
CUSTOMER.

3.
4.

UNTUK PENYELESAIAN MASALAH YANG


TERKAIT DENGAN HASIL PENGUKURAN.

5.

UNTUK MENGETAHUI NILAI PENGUKURAN


YANG masuk dalam daerah BENAR.

3). Hirarki Pengukuran & Traceability Kalibrasi


[ 2/3 ]

PERNYATAAN Ketertelusuran dalam Sertifikat Kalibrasi a.l. :


(lihat Pedoman KAN , DP.01.22)
-Hasil kalibrasi yang dilaporkan tertelusur ke satuan pengukuran SI
melalui NMI (nyatakan NMI atau NMI negara lain).
-Hasil kalibrasi yang dilaporkan tertelusur ke satuan pengukuran SI
melalui LK-(nomor akreditasi)-IDN.
-Hasil kalibrasi yang dilaporkan tertelusur ke satuan pengukuran SI
melalui (laboratorium yang melakukan kalibrasi terhadap standar
tertinggi laboratorium).
-Hasil kalibrasi yang dilaporkan tertelusur ke (produsen standar
tersebut). bila ketertelusurannya berasal dari CRM

HIRARKI TINGKAT PENGUKURAN


(Tingkatan Alat Ukur/ Standar)

I). Standar PRIMER (standar Internasional)


- merupakan nilai Konvensional
- dipakai untuk Interkomparasi antar negara

II). Standar SEKUNDER


- standar Lab Nasional
- standar Lab Kalibrasi

III). Standar TERSIER (standar kerja)


- standar di Lab-Lab Kalibrasi

IV). Instrumen Pengukur (di Industri/ masyarakat)


- Alat ukur Presisi Tinggi
- Alat ukur Presisi Sedang
- Alat ukur Presisi Rendah (umum)

CONTOH
HIRARKI STANDAR / ALAT UKUR
Massa :

Eo

Dimensi :
Interferometer

E1
E2
F1

GB klas 00, K
GB klas 0

F2

GB klas 1

M1
M2
M3

GB klas 2
Checker, Tester, G.Scale

2). Format Sertifikat Kalibrasi


FORMAT Sertifikat Kalibrasi :
1.
2.

Perhatikan klausul 5.10 dari ISO/IEC 17025.


Laporan/ Sertifikat kalibrasi harus sekurang-kurangnya mencakup :
- Judul
- Nama dan Alamat Lab, serta lokasi pekerjaan kalibrasi (jika IN SITU)
- Identifikasi unik dari Sertifikat kalibrasi
- Nama dan Alamat pelanggan
- Identifikasi dari Metode yang digunakan
- Uraian dari, kondisi dari, dan identifikasi alat yang dikalibrasi
- Tanggal penerimaan alat yang dikalibrasi (bila hal ini bersifat kritis)
- Tanggal kalibrasi dilakukan
- Hasil kalibrasi (berikut satuan pengukuran)
- Nama, fungsi, dan tanda tangan atau Identifikasi dari orang yang
mengesahkan sertifikat kalibrasi
- dan hal-hal lain yang penting & relevan.

3). Interpretasi Nilai-Nilai pada Sertifikat Kalibrasi


[ 1/2 ]

1.

Nilai Koreksi atau Deviasi :


Contoh Hasil kalibrasi Massa :
NOMINAL= 100g , NILAI MASSA= 99,99975g
Maka nilai anak timbangan tersebut memiliki koreksi : -0,00025g
atau bisa juga dikatakan memiliki DEVIASI sebesar ; +0.00025g

2.

Contoih Hasil kalibrasi Dimensi (micrometer) :


NOMINAL=10mm , NILAI KOREKSI= -0,002mm , U95= + 0.0015mm
Maka nilai penunjukan Micrometer tersebut pada skala 10mm adalah
sebesar : 9,998mm dengan Uncertainty + 0.0015mm

3.

Contoh hasil kalibrasi Suhu (termometer) :


SKALA=50 C , NILAI DEVIASI= +1 C , U95= + 0.5 C (k=2)
Maka nilai penunjukan Termometer tersebut pada skala 50 C adalah
sebesar : 49 C dengan Uncertainty + 0,5 C (k=2)

3). Interpretasi Nilai-Nilai pada Sertifikat Kalibrasi

Nilai Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty)

Contoh hasil kalibrasi Timbangan ) :


Pada SKALA=50 g , NILAI DEVIASI= +1 g , U95= + 0.5 g (k=2)
Maka nilai penunjukan Timbangan tersebut pada skala
50 g adalah sebesar : 49 g.
Karena dinyatakan bahwa Uncertainty sebesar + 0,5 g (k=2) maka
nilai 49 g (yang BENAR) akan berada dalam rentang :
48,5 g 49,5 g
[ dengan Faktor Cakupan (k) = 2 dan Tingkat kepercayaan 95 %
]

PengenalanTimbangan
Installation location and weighing result

Germany / Albstadt / MTA


731m above sea level

0 & 15kg adjustment at MTA

Installation without considering the


changing of gravity

| g = 9,80684 m/s

USA / Salt Lake City


1.320m3.582m above sea level

Location

| g = 9,79829 m/s

MTA

15.00000

Salt Lake C.

14,98689

Gibraltar

14,98669

Bogot

14,94733

Columbia / Bogot
2.640m above sea level

South Pole

15,02561

g = 9,77250 m/s

Equator

Spain / Gibraltar / Airport


5m above sea level
g = 9,79816 m/s

0m | 0 0 0

Kg

Geographical South Pole


2.800m above sea level
g = 9,82353 m/s

26

14,959321

PengaruhGravitasi
Timbangan perbandingan massa-massa
Timbangan yang bekerja dengan kompensasi
berat penimbangan benda dan kompensasi
berat dipengaruhi gravitasi dengan cara yang
sama.
Timbangan yang bekerja dengan prinsip
perbandingan massa tidak tergantung nilai g
Perubahan tempat installasi tidak ada pengaruh
terhadap hasil penimbangan.

mG g

mW g

mG g/

mG

m W g/
mW

Timbangan Perbandingan massa-Gaya

Timbangan yang bekerja dengan prinsip kompensasi


gaya dipengaruhi gravitasi yang berakibat perubahan
gaya.

Timbangan yang bekerja dengan prinsip kompensasi


F

F + F

mW g

m W (g + g)

gaya tergantung nilai g

Perubahan tempat instalasi memiliki pengaruh terhadap


hasil penimbangan.

27

Sebuah kumparan ditempatkan pada medan magnet yang dialiri


sejumlah arus listrik menghasilkan gaya yang menjaga pan
timbangan pada posisi zero.

Position Sensor

Weighing Platter
Magnet
Battery

Magnet

Magnetic Field
Current

A Current
Sensor

Pan timbangan akan lebih rendah ketika beban di tempatkan di


atasnya. Arus lebih banyak akan dihasilkan untuk mengimbangi
gaya sehingga pan timbangan kembali ke posisi awal .

Beban
Pan Timbangan

Posisi Sensor

Magnet
Battery
Medan Magnetic A Sensor Arus

Magnet
Arus

Kompensasi Gaya Electromagnetic


Arus berbanding lurus dengan gaya. Perubahan arus di
tranlasikan kedalam nilai massa.

Load

Recovery Force

Pan Timbang

PositsiSensor

Magnet
Battery
Magnet

Medan Magnetic
Arus

Sensor Arus

BagaimanaMemilihMassaStandard?

E1 E2 F1 F2 M1 M2 M3

TOLERANSIMASSASTANDAR

BACK

BagaimanaMemilihMassaStandard?
Tergantung aturan yang digunakan
Mettler Toledo
Resolusi Timbangan

Kelas OIML

Sampai 6000 d

M1

Sampai 30000 d

F2

Sampai 100000 d

F1

Diatas 100000 d

E2

Resolusi = Max. Cap / daya baca

Contoh:
Timbangan memiliki capasitas 210 g
Dengan daya baca 0.0001 g.
Resolusi timbangan : 210 g / 0.0001 g = 2100000

Massa Standard yang diperlukan ?

Kelas E2

OIMLR76
MPE

For load m expressed in verification scale interval e


Class 1

Class 2

Class 3

Class 4

0.5 e

0 m50000

0 m5000

0 m500

0 m50

1e

50000
m200000

5000
m20000

500 m2000

50 m200

200000 m

20000 m

2000 m

200 m

1.5 e

Initial Verification
e = Verification Scale Interval d = readability Scale

d e 10 d

Standar massa yang digunakan untuk verifikasi/kalibrasi seharusnya memiliki kesalahan


yang tidak lebih dari 1/3 MPE dari timbangan .

OIML R 76
Class
Class 1
Class 2
Class 3
Class 4

e
0.001 g e
0.001g e 0.05 g
0.1 g e
0.1g e 2 g
5ge
5g e

Max cap/e = n
50000
100 n100000
5000 n 100000
100 n 10000
500 n 10000
100 n 1000

Standar massa yang digunakan untuk verifikasi /kalibrasi seharusnya


memiliki kesalahan yang tidak lebih dari 1/3 MPE dari timbangan
timbangan .

PenggunaandanpenangananmassaStandar

Type massa Standar:


Klasifikasi massa standar berdasarkan OIML R111-1[3] dibagi
atas 9 kategori : E1,E2.F1,F2, M1,M1-2,M2,M2-3 dan M3.

Kelas E, integral massa standar yang terbuat dari stainlesssteel


non-magnetik dan kelihatan mengkilap.Kelass E1 digunakan
kebanyakan lembaga kemetrologian Nasional, ini adalah
massa standar yang digunakan untuk mengkalibrasi E2.
Klass E2 adalah yang digunakan di laboratorium yang
membutuhkan reference standar yang sangat akurat dan
digunakan untuk kalibrasi timbangan presisi tinggi.

PenggunaandanpenangananmassaStandar

Kelas F , massa standar integral atau 2 bagian terbuat dari


stainless steel non magnetik atau kuningan yang terlihat
mengkilap. Biasanya memiliki adjusting capity yang bisa
dibuka. Kelas F biasanya digunakan sebagai reference
standar untuk kalibrasi massa standar yang kelasnya lebih
dibawah.
Kelas M1, massa standar yang terbuat dari dua bagian
kuningan atau besi cor. Permukaannya harus halus.
Kelas M2 dan M3 terbuat dari 2 bagian terbuat dari kuningan
atau besi cor yang digunakan untuk mengkalibrasi mesin
timbang di industri.

PenangananMassaStandar

Massa standar kelas E dan F jangan pernah disentuh dengan


tangan. Gunakan pinset atau sarung tangan yang terbuat dari
kulit, katun atau plastik.
Ketika tidak digunakan harus selalu disimpan pada tempat/bok
yang diberikan.
Massa standar jangan sampai jatuh. Jika terjatuh harus dilakukan
rekalibrasi.
Jangan pernah menyimpan massa standar di pan yang
berdebu bahkan kotor dan juga menggeser massa standar pada
permukaan pan timbangan.
Massa standar dihindarkan supaya tidak beradu.
Jika massa standar kotor atau tersentuh bersihkan dengan kuas
halus atau lap halus.
Jika massa standar sangat kotor ,bersihkan dengan air destilasi
jika perlu. Waktu penstabilan diperlukan setelah pencucian.

Hal halyangperludiperhatikanpadasaatkalibrasitimbangan
1. Timbangan harus dikalibrasi pada posisi dimana
timbangan digunakan. Jika memang harus
dipindahkan setelah kalibrasi meskipun pada
tempat yang sama harus dilakukan pengujian
untuk memastikan apakah timbangan perlu
dikalibrasi ulang atau tidak.
2. Digit terakhir dari penimbangan kadang-kadang
berpindah antara 2 nilai. Jika hal ini terjadi harus
mengambil rata2 dari 2 digit.
3. Customer bisa meminta titik nilai yang akan
dikalibrasi dalam range pengukuran.

METHODA KALIBRASI NMI

Edisi ke tiga Maret 2007


NMI (National Measurement Institute)
Chapter 6
Calibration of Electronic Balance

N0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

NilaiNol
(zi)

Pembacaan
(mi)

0,00

1000,03

0,00

1000,03

0,00

1000,03

0,00

1000,04

0,00

1000,03

0,00

1000,03

0,00

1000,03

0,00

1000,03

0,00

1000,04

0,00

1000,03

NilaiNominal

PembacaanAlat

100

Z1=0,00
m1=100,00
m1 =100,00

200

Z2=0,00
m2=200,01
m2 =200,01

300

Z3=0,00
m3=300,01
m3 =300,01

400

Z4=0,00
m4=400,02
m4 =400,02

500

Z5=0,00
m5=500,03
m5 =500,03

600

Z6=0,00
m6=600,03
m6 =600,04

700

Z7=0,01
m7=700,05
m7 =700,04

800

Z8=0,01
m8=800,05
m8 =800,05

900

Z9=0,01
m9=900,05
m9 =900,05

1000

Z10=0,01
m10=1000,04
m10 =1000,04
Z10 =0,01

PengaruhPembebananDiTengah

Posisi
1

Pembacaan
(g )
2

Tengah

501,18

Depan

501,20

Belakang

501,17

Kiri

501,18

Kanan

501,19

PengolahanData&PerhitunganKetidakpastian

Komponen Ketidakpastian Pengukuran Pada Saat


Kalibrasi

Uby = 1 ppm x Massa Nominal


3

Bu

ity
l
i
ab Re s / 2

oy
an
cy

ad U R =
e
R

Massa Standard
2
U M max

U N = 2
+
2
k

Repeatability

U 95 = k .U C

(ri r ) 2
S=
n 1

= k . (U R ) 2 + (U t ) 2 + (U M ) 2 + (U drift ) 2 + (U By ) 2

Ketidakpastian Gabungan
59

Measurement Uncertainty at Small Loads


XP 4002S

U [g] = 0.012 + 3.5e-6 x Weight

Readability = 0.01g
Weight on
balance
[g]

Absolute
Measurement
Uncertainty [mg]

0.01

12

0.1

12

12

10

12

100

12

1000

17

4100

26

Real Example:
Determination of measurement
uncertainty during calibration

Measurement Uncertainty at Small Loads


XP 4002S

12 %
88 mg Weight 112 mg

U [g] = 0.012 + 3.5e-6 x Weight

Readability = 0.01g
Weight on
balance
[g]

Absolute

Relative

Measurement
Uncertainty [mg]

Measurement
Uncertainty [%]

0.01

12

120

0.1

12

12

12

1.2

10

12

0.12

100

12

0.012

1000

17

0.0017

4100

26

0.0006

Trusting the Weighing Results


I need to weigh with an accuracy of at least
1%, i.e. the maximum measurement
uncertainty I can accept is 1%.
Weight on
balance
[g]

Absolute

Relative

Measurement
Uncertainty [mg]

Measurement
Uncertainty [%]

0.01

12

120

0.1

12

12

12

1.2

10

12

0.12

100

12

0.012

1000

17

0.0017

4100

26

0.0006

Not
OK

Limit ?

OK

Ketidakpastian Penyimpangan Penunjukan

Ada 5 faktor yang harus diperhitungkan


Ketidakpastian anak timbangan standar (Um)
Ketidakpastian instability(drift) anak timbangan( Udrift)
Ketidakpastian daya ulang pembacaan (Us)
Ketidakpastian daya baca timbangan(Ur)
Ketidakpastian bouyancy udara(Uby)
Catatan :
Ketidakpastian penyimpangan penunjukan dihitung untuk masingmasing titikukur, contoh berikut hanya pada titik ukur 1000 g

(Um)

(Udrift)

Jika data sertifikat tidak memadai karena baru


sekali di kalibrasi, maka dapat diprediksi dari 8
persen nilai akurasinya sesuai persyaratan
toleransi OIML dengan distribusi rectangular,
misalnya massa kelas F1 nominal 1 g, perkiraan
drift adalah 8% x 0,1 mg = 0,008 mg.
Jadi ketidakpastian karena drift :
Udrift = 8% x akurasi massa

(Us)

U 3 = maks / n

= 0,0042 g

(Ur)

Ketidakpastian standar pengaruh bouyancy (Uby )

Efek Buoyancy udara saat kalibrasi dilakukan


diasumsikan sebesar 1 ppm dari nominal massa yang
digunakan dengan distribusi rectangular
Ketidakpastian akibat buoyancy udara :

Uby = 1 ppm x Massa Nominal


3

U95
U95

UN

= 2 . (U r ) + (U s ) + (U drift ) + (Um ) + (U by )
2

PengolahanData
Repeatability

N0
1
2
3
4
5
6
7

STD = 0,0042

8
9
10

NilaiNol
(zi)

Pembacaan
(ri)

Pengukuran
Mi=rizi

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,04

1000,04

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,03

1000,03

0,00

1000,04

1000,04

0,00

1000,03

1000,03

Koreksi Pembacaan
Nominal

Massa
konvensionalMi

Pembacaan

Ratarata
ri
zi

Perbedaan
rizi

Koreksi
Mi(rizi)

100

100,000

Z1=0,00
M1=100,00
M1 =100,00

r1=100,00
Z1=0,00

100,00

0,00

200

199,998

Z2=0,00
M2=200,01
M2 =200,01

r1=200,01
Z1=0,00

200,01

0,012

300

299,998

Z3=0,00
M3=300,01
M3 =300,01

r1=300,01
Z1=0,00

300,01

0,012

400

400,000

Z4=0,00
M4=400,02
M4 =400,02

r1=400,02
Z1=0,00

400,02

0,02

500

500,004

Z5=0,00
M5=500,03
M5 =500,03

r1=500,03
Z1=0,00

500,03

0,026

600

600,004

Z6=0,00
M6=600,03
M6 =600,04

r1=600,03
Z1=0,005

600,03

0,026

700

700,002

Z7=0,01
M7=700,05
M7 =700,04

r1=700,045
Z1=0,01

700,035

0,033

800

800,002

Z8=0,01
M8=800,05
M8 =800,05

r1=800,05
Z1=0,01

800,04

0,038

900

900,004

Z9=0,01
M9=900,05
M9 =900,05

r1=900,05
Z1=0,01

900,04

0,036

1000

1000,005

Z10=0,01
M10=1000,04
M10 =1000,04
Z10 = 0,01

r1=1000,04
Z1=0,01

1000,03

0,025

eccentricity

Posisi
1

Pembacaan
(g )
2

Tengah

501,18

Depan

501,20

Belakang

501,17

Kiri

501,18

Kanan

501,19

Perbedaan Maximum= 0,03 g

Hysterisis
Beban

M(p1,p3)

500,03

500,03

M+M

1000,04

1000,05

M(q1,q3)

500,03

500,03

Zero

0,02

0,02

M+M

1000,04

1000,04

M(q2,q4)

500,03

500,02

Zero

0,02

0,02

M(p2,p4)

500,03

500,03

((500,03+500,03+500,03+500,03)-(500,03+500,03+500,03+500,02))/4
= 0,0025

REPORT

GWP Verification

RiskManagement ForallIndustries

September 2004

83

FDA QuestionsandAnswersoncGMPs
http://www.fda.gov/cder/guidance/cGMPs/
Supplier`s Question
Many leading analytical balance manufacturers provide built-in "auto
calibration" features in their balances. Are such auto-calibration
procedures acceptable instead of external performance checks? If not,
then what should the schedule for calibration be?
FDA Answer
External performance checks still have to be carried out, but less
frequently.
Risk analysis (criticality and tolerance of the process) and frequency
of use determine the frequency of performance checks.
The calibration of an auto-calibrator should be periodically verified
usual frequency is once per year - using [] traceable standards.
84

Weighing accuracy

OurExperienceputintoPractice
OurExperienceputinto

0.01 %

k
s
i
R
r
g
e
n
h
i
t
g
es
Hi
T
re
o
M

0.1 %
1%
10 %
low

medium

high

Impact (for business and for consumer)

86

P22555

AB 204

01/LK-AS/11/10 200,00008
01/LK-AS/11/10 10,000008
01/LK-AS/11/10 200,00008

110111 200,0005
120111 200,0006

Pass
Pass

0,0500 g
0,1000 g SE
0,00005 g 0,0001 g RP
0,0500 g 0,1000 g ECC

Pass
Pass

110111

10,0000 g

10,0001 g

10,0000 g

10,0000 g

10,0001 g

10,0000 g

10,0000 g

10,0000 g

10,0000 g

10,0000 g

0,000042 g
Pass

Pass

0,0000 g
0,0000 g
0,0010 g
0,0020 g
0,0020 g

Pass
0,0020 g

Pass

USP36NF31GC1251