Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


ACARA II
WAKTU BEKU DAN PENDARAHAN

Disusun Oleh :
BAIQ DEVI AGUSTINA ARISKA
E1A013007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATARAM
2016

ACARA II
WAKTU BEKU DAN PENDARAHAN
A. Pelaksanaan Praktikum
1. Tujuan praktikum
2. Tanggal/hari praktikum
3. Tempat praktikum

: Menentukan beku dan waktu pendarahan.


: Senin, 18 April 2016
: Laboratorium Biologi FKIP Universitas Mataram

B. Landasan Teori
Dalam keadaan normal, darah terdapat di dalam pembuluh
darah (arteri, kapiler dan vena). Jika terjadi pendarahan, darah keluar
dari pembuluh darah tersebut, baik ke dalam maupun keluar tubuh.
Tubuh mencegah atau mengendalikan pendarahan melalui beberapa
cara seperti homeostatis. Homeostatis adalah cara tubuh untuk
menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang mengalami
cedera. Hal ini melibatkan 3 proses utama, yaitu konstiksi (pengerutan)
pembuluh darah, aktivitas trombosit (partikel berbentuk seperti sel
yang tidak teratur, yang terdapat di dalam darah dan ikut serta dalam
proses pembekuan) dan aktivitas faktor-faktor pembekuan darah darah
(protein yang terlarut dalam plasma) (Soewolo, 1999: 174 ).
Trombosit mempermudah pembekuan darah dan membantu
memperbaiki robekan atau kebocoran di dinding pembuluh darah yang
mencegah kehilangan darah. Nilai hitung trombosit normal berkisar
dari 200.000 sampai 400.000 per mikroliter darah. Jangka hidup
trombosit dalam darah lebih kurang 10 hari. Kerusakan endotel
mikrovaskuler, yang umum terjadi memungkinkan agregasi trombosit
pada kolagen melalui protein pengikat kolagen di membran trombosit.
Jadi, suatu sumbatan trombosit terbentuk sebagai langkah pertama
untuk menghentikan perdarahan (Mescher, 2012 : 206-207).
Pendarahan dapat berhenti sendiri misalnya dengan kontraksi
vasa di tempat pendarahan yang terjadi beberapa menit sampai
beberapa jam. Apabila pembuluh darah mengalami dilatasi, darah
tidak keluar lagi karena sudah dicegah oleh mekanisme trombosit.

Vasa kontraksi timbul melalui beberapa jalan kontraksi langsung otot


pembuluh darah kemudian anoksia dan reflek lalu adanya serotonis
yang keluar dari trombosit yang menyebabkan vasa kontraksi. Kisaran
waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120
detik. Trombosit melekat pada endotel pada tepi-tepi pembuluh yang
rusak. Hal ini terjadi sampai elemen-elemen pembuluh darah yang
putus menyempit. Penjedalan darah sangat penting dalam mekanisme
penghentian darah (Guyton, 1989: 268).
C. Alat dan Bahan
1. Alat
- Blood Lanset
- Jarum Pentul
- Stopwatch
2. Bahan
- Alkohol 70%
- Kertas Plastik
- Jarum Pentul
- Kapas
D. Langkah Kerja
1. Waktu Beku Darah
a. Menyiapkan alat dan bahan praktikum yang akan digunakan.
b. Mengukur tekanan darah dan denyut nadi saat tidak beraktivitas menggunakan
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

sfigmomanometer setiap 2 menit sebanyak tiga kali.


Mencatat hasil pengukuran.
Melakukan aktivitas ringan (lari kecil) selama 2 menit.
Mengukur tekanan darah dan denyut nadi kemudian mencatat hasilnya.
Mengulangi langkah 4 dan 5 setiap 2 menithingga tiga kali.
Melakukan aktivitas berat (naik-turun tangga) selama 2 menit.
Mengukur tekanan darah dandenyut nadi kemudian mencatat hasilnya.
Mengulangi langkah 7 dan 8setiap 2 menit hingga tiga kali.
Menyajikan data kelompok dan data kelas dalam tabel hasil pengamatan.

2. Waktu Pendarahan
a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b. Membersihkan ujung jari yang akan ditusuk menggunakan alcohol.
c. Menusuk ujung jari menggunakan blood lanset steril dan membuang blood lanset
ketika telah digunakan.
d. Meneteskan darah pada plastik bening.
e. Menempelkan luka pada kertas bening hingga darah berhenti keluar.

f. Menghitung waktu yang diperlukan darah ketika menetes pertama kali dan berhenti
keluar.
g. Mencatat hasil pengamatan dan memasukkannya dalam tabel hasil pengamatan.
h. Membersihkan dan merapikan alat dan bahan yang telah digunakan.
E. Hasil Pengamatan
1. Tabel Hasil Pengamatan
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Nama Mahasiswa

Waktu Beku Darah

Waktu Pendarahan

Mogi
Erika

4 menit 44 detik
4 menit 10 detik

1 menit 22 detik
1 menit 51 detik

Suci
Arya

3 menit 40 detik
5 menit 40 detik

51 detik
30 detik

Ari
Ainun

3 menit 26 detik

1 menit 26 detik
55 detik

Adrian
Isti

3 menit 55 detik

Lailin
Irwan

8 menit 55 detik

Nia
Ory
Indah

4 menit 4 detik

5 menit 49 detik

11 menit 43 detik

14 menit 88 detik

4 menit 4 detik

1 menit 26 detik
55 menit
1 menit 0,5 detik
1 menit 27 detik
54 detik
2 menit 7 detik
20 detik

4 menit 1 detik

F. Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan beku dan waktu beku dan
pendarahan. Praktikum ini dilakukan menggunakan darah praktikan. Teori koagulasi
darah menurut Morowitz adalah sebagai berikut terjadi kontak pada pembuluh darah
sehingga rusak atau pecah. Jaringan yang robek ini menyebabkan trombosit pecah dan
membebaskan tromboplastin dengan bantuan ion Ca akan mengaktifkan protrombin
menjadi trombin. Trombin akan mempengaruhi fibrinogen menjadi anyaman benang-

benang fibrin sehingga akan menutup jaringan yang rusak dan darah akan terperangkap.
Secara alamiah, trombin juga tidak ada dalam darah dalam bentuknya yang aktif atau
wujud koagulasi (gumpalan) dalam sirkulasi yang normal. Trombin mempunyai bentuk
prekursor di dalam darah yang disebut protrombin. Selama proses koagulasi protrombin
dirangsang oleh suatu kompleks yang disebut aktivator protrombin yang memecah atau
memisahkan enzim trombin dari protrombin. Waktu koagulasi adalah lamanya waktu dari
saat pengambilan darah sampai terjadinya koagulasi.
Koagulasi darah adalah suatu fungsi penting dari darah untuk mencegah
banyaknya darah yang hilang dari pembuluh darah yang rusak (terluka). Bagian dari
darah yang sangat berperan dalam proses koagulasi adalah trombosit atau keping darah.
Trombosit berasal dari sistem sel di sumsum tulang yaitu mengakarosit yang berkembang
menjadi trombosit.
Menurut Poedjiadi (1994), mekanisme pembekuan darah yaitu pertama, jaringan
mengalami cedera, trombosit yang mengalami lisis kemudian terjadi pelepasan prekursor
tromboplastin bereaksi dengan faktor antihemofilik (plasma) dengan komponen
tromboplastin membentuk tromboplastin. Kedua, Prokonvertin diubah menjadi konvertin
oleh ion Ca. Ketiga, protrombin dengan bantuan ion Ca, konvertin, dan tromboplastin
akan diubah menjadi trombin. Keempat, akselerator globulin plasma in-aktif diaktifkan
menjadi akselerator globulin serum aktif oleh trombin. Kelima, protrombin diubah
menjadi trombin. Terakhir, fibrinogen diubah menjadi fibrin dengan bantuan trombin.
Hemoglobin(Hb) terdapat di dalam sel darah merah dan memiliki fungsi dalam
pengangkutan O2. Kadar hemoglobin di dalam darah dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain umur, pakan, dan kondisi kesehatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
pembekuan darah antara lain : yang pertama fibrinogen yaitu sebuah faktor koagulasi
yang tinggi berat molekul protein plasma dan diubah menjadi fibrin melalui aksi trombin.
Kekurangan faktor ini menyebabkan masalah pembekuan darah afibrinogenemia atau
hypofibrinogenemia. Kedua prothrombin yaitu sebuah faktor koagulasi yang merupakan
protein plasma dan diubah menjadi bentuk aktif trombin (faktor IIa) oleh pembelahan
dengan mengaktifkan faktor X (Xa) di jalur umum dari pembekuan. Fibrinogen trombin
kemudian memotong ke bentuk aktif fibrin. Kekurangan faktor menyebabkan
hypoprothrombinemia. Ketiga Jaringan tromboplastin yaitu koagulasi faktor yang berasal
dari beberapa sumber yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan paru-paru; Jaringan

Tromboplastin penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkonversi


prinsip di Jalur koagulasi ekstrinsik. Disebut juga faktor jaringan. Keempat proaccelerin
yaitu sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil dan panas, yang hadir dalam
plasma, tetapi tidak dalam serum, dan fungsi baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi
jalur. Proaccelerin mengkatalisis pembelahan protrombin trombin yang aktif. Kekurangan
faktor ini, sifat resesif autosomal, mengarah pada kecenderungan berdarah yang langka
yang disebut parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan. Disebut juga
akselerator globulin. Kelima prokonvertin yaitu sebuah faktor koagulasi penyimpanan
yang relatif stabil dan panas dan berpartisipasi dalam Jalur koagulasi ekstrinsik. Hal ini
diaktifkan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengaktifkan faktor III itu
faktor X. Defisiensi faktor prokonvertin, yang mungkin herediter (autosomal resesif) atau
diperoleh (yang berhubungan dengan kekurangan vitamin K), hasil dalam kecenderungan
perdarahan. Disebut juga serum protrombin konversi faktor akselerator dan stabil.
Keenam antihemophilic faktor, sebuah faktor koagulasi penyimpanan yang relatif labil
dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak (dalam konser dengan
faktor von Willebrand) sebagai kofaktor dalam aktivasi faktor X. Defisiensi, sebuah
resesif terkait-X sifat, penyebab hemofilia A. Disebut juga antihemophilic globulin dan
faktor antihemophilic A. Ketujuh tromboplastin Plasma komponen, sebuah faktor
koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan terlibat dalam jalur intrinsik dari
pembekuan. Setelah aktivasi, diaktifkan Defisiensi faktor X. hasil di hemofilia B. Disebut
juga faktor Natal dan faktor antihemophilic B. Kedelapan stuart faktor, sebuah faktor
koagulasi penyimpanan yang relatif stabil dan berpartisipasi dalam baik intrinsik dan
ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari
pembekuan. Setelah diaktifkan, membentuk kompleks dengan kalsium, fosfolipid, dan
faktor V, yang disebut prothrombinase; hal ini dapat membelah dan mengaktifkan
prothrombin untuk trombin. Kekurangan faktor ini dapat menyebabkan gangguan
koagulasi sistemik, disebut juga Prower Stuart-faktor. Bentuk yang diaktifkan disebut
juga thrombokinase.
Kesembilan tromboplastin plasma yg di atas, faktor koagulasi yang stabil yang terlibat
dalam jalur intrinsik dari koagulasi; sekali diaktifkan, itu mengaktifkan faktor IX. Lihat
juga kekurangan faktor XI. Disebut juga faktor antihemophilic C. Kesembilan hageman

faktor: faktor koagulasi yang stabil yang diaktifkan oleh kontak dengan kaca atau
permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi dengan mengaktifkan
faktor XI. Kekurangan faktor ini menghasilkan kecenderungan trombosis. Kesepuluh
fibrin-faktor yang menstabilkan, sebuah faktor koagulasi yang merubah fibrin monomer
untuk polimer sehingga mereka menjadi stabil dan tidak larut dalam urea, fibrin yang
memungkinkan untuk membentuk pembekuan darah. Kekurangan faktor ini memberikan
kecenderungan seseorang hemorrhagic. Disebut juga fibrinase dan protransglutaminase.
Bentuk yang diaktifkan juga disebut transglutaminase.
Berdasarkan praktikum pembekuan darah yang telah dilakukan, diperoleh hasil
waktu beku darah probandus laki-laki dari kelompok kami 14 menit 88 detik. Waktu
beku darah probandus perempuan dari kelompok kami adalah 8 menit 55 detik.
Umumnya, koagulasi berakhir dalam waktu 5 menit, sehingga dapat dinyatakan tidak
terserang defisiensi vitamin K, penyebabnya adalah rendahnya penyerapan lemak dari
dalam usus. Koagulasi juga dipengaruhi oleh cara atau teknik pengambilan darah
sehingga di dapat variasi dalam waktu beku darah
Metode percobaan pendarahan adalah menusuk ujung jari dengan blood lanset
yang bersamaan dengan menekan stopwatch pada saat timbulnya tetes darah pertama dari
tusukan tersebut. Kemudian membersihkan setiap tetesan darah dari ujung jari tersebut
dengan plastic bening, sampai tidak ada noda darah lagi. Dari pengamatan waktu
pendarahan praktikan laki-laki dan perempuan memiliki waktu yang hamper sama. Akan
tetapi juga yang memiliki waktu beku darah yang lama. Faktor yang mempengaruhi
proses pendarahan yaitu besar kecilnya luka atau umur, temperature atau suhu, metode
menekan jari pada plastic bening atau dapat pula oleh kadar kalsium dalam darah. Faktor
yang lainnya yaitu tingkat kesehatan setiap individu dan banyak tidaknya zat kalsium
yang terkandung dalam darah.
Pembekuan darah dapat dibantu oleh trombosis dan membantu memperbaiki
robekan atau kebocoran di dinding pembuluh darah yang mencegah kehilangan darah.
Nilai hitung trombosit normal berkisar dari 200.000 sampai 400.000 per mikroliter darah.
Jangka hidup trombosit dalam darah lebih kurang 10 hari. Kerusakan endotel
mikrovaskuler, yang umum terjadi memungkinkan agregasi trombosit pada kolagen

melalui protein pengikat kolagen di membran trombosit. Jadi, suatu sumbatan trombosit
terbentuk sebagai langkah pertama untuk menghentikan perdarahan
G. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan hasil, pengamatan, dan pembahasan maka dapat
disimpulkan bahwa :
a. Waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah dari
pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh
darah.
b. faktor yang mempengaruhi proses pendarahan yaitu besar kecilnya luka atau
umur, temperature atau suhu, dalam menggunakan kertas saring yang terlalu
ditekan atau dapat pula oleh kadar kalsium dalam darah serta tingkat kesehatan
setiap individu.
c. Koagulasi darah adalah suatu fungsi penting dari darah untuk mencegah
banyaknya darah yang hilang dari pembuluh darah yang rusak (terluka).
d. Bagian dari darah yang sangat berperan dalam proses koagulasi adalah trombosit
atau keping darah.
e. Trombosit berasal dari sistem sel di sumsum tulang yaitu mengakarosit yang
berkembang menjadi trombosit.
f. Pembekuan darah dapat dibantu oleh trombosis dan membantu
memperbaiki robekan atau kebocoran di dinding pembuluh darah yang
mencegah kehilangan darah.

2. Saran
-

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, Athur C. 1989. Fisiologi Manusia dan Mekanismenya terhadap Penyakit. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Mescher,A.2012. Histologi Dasar Junqueira: Teks dan Atlas, Ed.12. Jakarta:Buku Kedokteran
EGC.
Soewolo. 1999. Fisiologi Manusia. Malang: FMIPA UNM.
Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia Press.