Anda di halaman 1dari 29

Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Indonesia
2014

TENTIR IKGD
Skenario 1

Terminologi Kedokteran Gigi, Material Dasar &


Evaluasi Mutu Radiografik

Written by:
Erlisa Desy Chairunisa
Handita Permata Sari
Annisa Ghaisani

Maret 2015
Universitas Indonesia --- Veritas, Probitas, Iustitia

1 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

DENTAL ANATOMY
NOMENCLATURE

Rumus gigi pada mamalia:


2
2

Gigi Primer

Gigi Permanen: I

1
1

:I C M
2
2

1
1

2
2
2
2

3
3

Notasi / penulisan gigi:


o

Gigi Primer

: di1, di2, dc, dm1, dm2 (D = deciduous)

KLASIFIKASI GIGI-GELIGI
1. Primary Teeth / Deciduous Teeth / Temporary Teeth / Gigi Sulung / Gigi Susu
Karakteristik :

Jumlah : 20
o

10 Maxilar, 10 Mandibular

Per kuadran : 2I, 1C, 2M

Gigi pertama yang muncul dan dapat digantikan oleh gigi tetap

Ukurannya lebih kecil dibandingkan gigi permanen

Tidak memiliki premolar

Lebih tipis dan enamelnya lebih tranlucent

Enamel memiliki lebih sedikit mineral (makanya jadi rentan karies dan kavitas)

Ruang pulpa lebih besar

Akarnya lebih kecil, pendek dan sempit

2. Permanent Teeth / Succedenious Teeth / Secondary Teeth / Gigi Bungsu / Gigi Tetap

Jumlah : 32
o

16 maxilar, 16 mandibular

Per kuadran : 2I, 1C, 2P, 3M

Gigi terakhir dan tidak dapat erupsi lagi

Ukurannya lebih besar dari pada gigi sulung

Memiliki premolar

Warnanya lebih yellowish

Enamel lebih tebal

Memiliki kandungan lebih banyak pada enamel dan dentin

2 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Ruang pulpa kecil

Akar gigi lebih panjang dan besar

3. Gigi Anterior (Incisors & Caninus)

Perkuadran terdiri atas :

o 2 Incisors (Central Incisors & Lateral Incisors)


o 1 Caninus

Berjumlah 6 per lengkung rahang

Berfungsi untuk:
o

Mastikasi (pengunyahan) dengan cara menggigit, memotong, menyobek

Estetika (penampilan) dalam hal bentuk, warna, posisi dalam rahang gigi, serta untuk
menunjang otot-otot bibir dan wajah

Phonetik (berbicara) untuk menciptakan bunyi-bunyi tertentu

4. Gigi Posterior (Molar dan Premolar)

Perkuadran terdiri atas


o Pada gigi sulung
o

2 Molar : dm1, dan dm2

Berjumlah 4 per-lengkung rahang

o Pada gigi permanen


o

2 Premolar : P1 dan P2

3 Molar: M1, M2, dan M3

Berjumlah 10 per lengkung rahang

PERIODISASI GIGI
Erupsi gigi pertama sekitar umur 6 tahun dan berakhir sekitar umur 284 bulan
a. Deciduous Dentition Period (0-6 tahun)

Gigi primer mulai terbentuk dari sebelum lahir(14 minggu dalam rahim s/d 3 tahun
setelah lahir)

Setelah erupsi terakhir gigi primer akan tetap berada di mulut hingga umur 6 tahun, (waktu
erupsi : 0 s/d 3 tahun)

b. Mixed Dentition Period

Periode dimana terdapat gigi primer dan gigi permanent dalam rongga mulut

Transisi diawali sekitar umu 6-12 tahun dan selesai ketika semua gigi primer telah tanggal

Diawali dengan munculnya M1, tanggalnya di, dan munculnya I

c. Succadenous Dentition Period (6-25 tahun)


3 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Permanent dentition sempurna/selesai (beserta pembentukan akar) sekitar umur 14-15 tahun
setelah Tanggalnya dc & dm dan Munculnya M2

Kecuali M3 yang selesai pada umur 18-25 tahun (makanya disebut wisdom teeth karena
muncul setelah dewasa)

Durasi pertumbuhan gigi permanen 12 tahun

TOOTH NUMBERING SYSTEM


Pembagian kuadran:

4 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

ASPEK PERMUKAAN GIGI

Facial surfaces: permukaan gigi yang menghadap wajah


o

Labial surfaces: permukaan gigi anterior (I1, I2, C) yang menghadap bibir

Buccal surfaces: permukaan gigi posterior (P1, P2, M1, M2, M3) yang menghadap pipi

Lingual surfaces: permukaan gigi-geligi mandibula yang menghadap lidah

Palatal surfaces: permukaan gigi-geligi maksila yang menghadap palatal

Incisal surfaces: permukaan gigi anterior yang berkontak (oklusi) dengan gigi anterior rahang
berlawanan

Occlusal surfaces: permukaan gigi posterior yang berkontak (oklusi) dengan gigi posterior
rahang berlawanan

Apical surfaces: permukaan gigi yang menghadap ke arah akar

Proximal surfaces: permukaan gigi yang berhadapan dengan permukaan gigi sebelahnya
dalam satu lengkung rahang
o

Mesial surfaces: sisi gigi yang mendekati garis median

Distal surfaces: sisi gigi yang menjauhi garis median


5 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Contact area: Area dari mesial atau distal gigi yang berkontak dengan gigi sebelahnya dalam
satu lengkung rahang.

MCA: Mesial Contact Area

ISTILAH MORFOLOGI GIGI


A. Mahkota

Cusp: tonjolan pada mahkota gigi yang menciptakan bagian


yang terpisah dari permukaan oklusal pada premolar (2-3
cusp) dan molar (4 atau lebih cusp) serta insisal pada caninus
(1 cusp). Terdapat cusp tip: puncak cusp.

Tubercle: tonjolan lebih kecil dari cusp yang disebabkan oleh


kalsifikasi berlebih dari email

Cingulum: lobus lingual atau palatal dari gigi anterior.


Membentuk tonjolan pada 1/3 servikal dari permukaan
lingual/palatal gigi anterior.

Ridge: elevasi linear pada permukaan mahkota dan dinamakan sesuai lokasinya (contoh: buccal
ridge, incisal ridge, marginal ridge)
o

Marginal ridge: tepi membulat dari enamel yang membentuk tepi mesial dan distal dari
permukaan oklusal gigi posterior dan dari permukaan palatal/lingual dari gigi anterior.
6 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Triangular ridge: turun dari cusp tip gigi molar atau premolar menuju ke tengah
permukaan oklusal dan slope dari tiap sisi ridge membentuk segitiga.

Transverse ridge: gabungan dua triangular ridge yang berjalan dari cusp buccal dan cusp
lingual

Oblique ridge: gabungan dua triangular ridge yang berjalan dari cusp distobuccal dan
cusp mesiolingual. Terdapat pada permukaan gigi molar maksila.

Cusp ridge: setiap cusp memiliki 4 cusp ridge yang berjalan dari cusp tip ke arah
berbeda (mesial, distal, fasial, lingual).

*Cusp ridge yang berjalan ke central permukaan oklusal gigi molar juga merupakan triangular ridge.
o

Inclined plane: area slope yang berada di antara 2 cusp ridge.

Depression: depresi paling dangkal.

Fossa: depresi irregular atau cekungan (concavity).


o

Lingual fossa: pada permukaan lingual dari gigi anterior.

Central fossa: pada permukaan oklusal dari gigi molar.

7 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Triangular fossa: pada permukaan oklusal yang mesial


atau distal sampai ke marginal ridge di gigi posterior.

Sulcus: depresi panjang atau lembah ke arah apical pada


permukaan gigi di antara ridge atau cusp, yang merupakan
inklinasi yang membentuk sudut.
Terdapat developmental groove pada persimpangan inklinasinya.

Groove
o

Developmental groove: alur dangkal atau garis yang


memisahkan bagian-bagian utama dari mahkota atau akar.

Supplemental groove: alur dangkal yang tidak terlihat


begitu jelas, berjalan dari developmental groove dan tidak
memisahkan bagian-bagian utama dari mahkota atau akar.

Fissure

Fissure: garis linear yang merepresentasikan pola erupsi gigi


yang mengalami malnutrisi kalsium sehingga terdapat celah di
antara sulcus.

Pit: depresi berupa titik kecil pada persimpangan beberapa


developmental groove.
o

Central pit: terdapat pada central fossa gigi molar,


terminal dari beberapa developmental groove.

Depresi Fossa Sulcus Groove Fissure Pit


Dangkal

Dalam

Lobe: tonjolan yang merupakan bagian permulaan dari


pembentukan gigi pada pertumbuhan mahkota gigi. Bentukan dari
lobe adalah cusp dan mamelon.

Mamelon: salah satu dari 3 tonjolan membundar pada tepi


insisal dari gigi insisivus yang baru mengalami erupsi

8 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Embrasure space: ruangan di antara 2 permukaan proximal 2 gigi yang berdekatan pada
lengkung rahang yang sama

Lingual embrasure

Buccal embrasure

Occlusal/incisal embrasure

Apical/gingival embrasure

Line angle: pertemuan antara 2 permukaan dari 1 gigi dan dinamakan sesuai dengan kombinasi
2 permukaan tersebut.

Point angle: terbentuk dari pertemuan 3 permukaan.

9 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

B. Akar

Furkasi: pemisahan akar menjadi dua (bifurkasi), tiga (trifurkasi),


atau lebih bagian.

Root trunk: daerah di antara cervical line hingga furkasi.

Root concavity: depresi linear pada permukaan akar.


MDD: Mesial Developmental Depression = Root concavity

Fusi: penyatuan bifurkasi atau trifurkasi akar.

Bentuk akar
o

Conus: berbentuk kerucut.

Tapered: ujung meruncing.

OUTLINE MAHKOTA
Secara umum, outline mahkota terbagi menjadi tiga:

Segitiga

Meliputi gigi anterior bila dilihat melalui aspek mesial atau distal

Trapezoid
10 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Trapezoid dengan sisi yang tidak sama yang panjang pada


permukaan oklusal atau insisalnya, terdiri atas:
o

Gigi anterior maksila dan mandibular dilihat melalui


aspek labial dan aspek lingual

Trapezoid dengan sisi yang tidak sama yang pendek pada


permukaan oklusal, terdiri atas:
o

Gigi posterior maksila dilihat melalui aspek mesial


atau aspek distal

Rhomboid

Semua gigi posterior mandibular dilihat melalui aspek mesial dan


distal.
*Keterangan:
A= gigi anterior, mesial/distal (segitiga)
B= gigi anterior, labial/lingual (trapezoid)
C= gigi premolar, buccal/lingual (trapezoid)
D= gigi molar, buccal/lingual (trapezoid)
E= gigi premolar, mesial/distal (rhomboid)
F= gigi molar, mesial/distal (rhomboid)
Secara lengkap, outline mahkota terbagi menjadi:

Rectangular
Molar maksila

Ovoid (oval)

M2 mandibula

Square

Pentagonal

P2 maksila

Heart-shaped

M1 mandibula

Heksagonal

Rhomboid (jajar genjang)


M3 maksila

11 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

P1 mandibula

Diamond-shaped

Trapezoid

Round-shaped

DENTAL RADIOLOGY
Pemeriksaan radiografis adalah pemeriksaan yang dilakukan setelah pemeriksaan langsung secara
klinis telah dilakukan, namun masih dibutuhkan bukti atau gambaran organ dalam yang mengalami
gangguan.
Prinsip-prinsip
1. Justifikasi (risk vs benefit)
Suatu kegiatan gak akan dilakukan kecuali kalo mempunyai keuntungan yang lebih besar
dibandingkan dengan risiko.
2. Optimasi
Paparan radiasi diusahakan pada tingkat serendah mungkin yang bisa dicapai (ALARA). ALARA
itu As Low As Reasonably Achievable yang artinya dosis radiasi sekecil mungkin, dengan hasil
berupa informasi diagnostik semaksimal mungkin.
Tiga prinsip mempertahankan ALARA:

Waktu
Durasi paparan berbanding lurus dengan dosis radiasi yang diterima. Makin lama terpapar
radiasi, makin besar dosis yang diterima. Ngerti lah ya-_-

Jarak
Jarak pasien dengan sumber radioaktif berbanding terbalik dengan dosis radiasi yang
diterima. Nah si radiasi kan dipancarkan dari sumber radiasi ke segala arah. Semakin dekat
tubuh kita dengan sumber radiasi maka paparan radiasi yang kita terima akan semakin
besar.

Shielding (mengurangi paparan radiasi)


Pelindung akan mengurangi laju dosis dengan menyerap energi radiasi. Jenis pelindungnya
disesuaiin dengan jenis dan kualitas. Ketebalan tiap bahan pelindung akan mempengaruhi
efektivitas perlindungannya.

3. Limitasi dosis
Dosis perorangan gak boleh melampaui batas yang direkomendasikan oleh ICRP (International
Comission on Radiological Protection).
Rekomendasi ADA (American Dental Association) mengenai pemeriksaan radiografik
a. Lakukan pemeriksaan radiografik hanya setelah diperiksa secara klinis ya

12 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

b. Pemeriksaan radiografi hanya dilakukan jika berguna bagi pasien dalam rangka diagnosis
ataupun rencana perawatan
c.

Gunakan radiasi seperlunya aja untuk menghasilkan gambaran yang diinginkan

Contoh Kasus Dalam Pemeriksaan Radiografis

1. Karies
Karies itu salah satu penyakit yang umum ditemukan pada masyarakat di berbagai usia,
betul gak? Betul dong ya. Nah karies dapat dideteksi dalam pemeriksaan klinis, tapi nih guys
ada kasus tertentu di mana karies tidak bisa terdeteksi. Makanya perlu dilakukan
pemeriksaan radiografis.
Frekuensi pemeriksaan radiografis ini juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi
kesehatan pasien, diet, kesehatan mulut. Kenapa? Karena keberadaan karies tidak bisa
secara pasti ditentukan oleh dokter gigi, jadi perlu dilakukan pemeriksaan radiografis pada
si pasiennya.
Interval pemeriksaannya tergantung kondisi masing-masing pasien. Buat pasien yang kondisi
kesehatan mulutnya baik, ya gak perlu sering-sering. Tapi kalo kondisi pasien sebelumnya
menunjukkan banyak mengalami karies, perlu banget tuh dilakukan pemeriksaan
radiografisnya berkala.
2. Penyakit periodontal

13 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Penyakit periodontal adalah penyakit yang mungkin aja bisa diderita tiap orang. Apabila
pada saat dilakukan pemeriksaan klinis terdapat gejala penyakit periodontal, maka harus
dilakukan pemeriksaan radiografis.

Dalam pemeriksaan radiografis periapikal, akan terlihat bentuk dan ukuran akar. Dapat juga
dilihat ada iritasi gusi atau enggak seperti kalkulus gitu. Hal tersebut dapat membantu
mengetahui apakah penyakit ini parah atau enggak.

Pemeriksaan radiografis juga diperlukan setelah perawatan selesai dilakukan, buat apasih
emang? Itu tuh buat mengetahui apakah kerusakan jaringan periodontal telah dihentikan atau
belum.

3. Dental anomalies
Keabnormalitasan gigi itu beragam guys, kayak jumlah gigi yang tidak lengkap, ukuran, dan
komposisi. Keabnormalitasan ini lebih banyak terjadi pada gigi permanen dibanding gigi
susu.
Apabila dokter gigi mencurigai kalo di pasiennya ada dental anomaly yang memerlukan
perawatan, maka pemeriksaan radiografis hanya boleh dilakukan apabila perawatan akan
dilakukan, paham?
Dokter gigi juga harus memilih proyeksi yang kayak gimana sih yang tepat untuk dipakai.
Misalnya, panoramic bisa dipake buat melihat keberadaan gigi di semua tempat. Kalo
periapical dan oklusal dipake buat melihat suatu daerah yang spesifik.
4. Occult Disesase
Occult disease itu merupakan penyakit yang tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala
klinis. Jadi, buat tau kalo pasien terjangkit penyakit atau enggak, perlu dilihat sejarah
kesehatan pasiennya gitu.
5. Temporomandibular Joint

Banyak penyakit yang bisa menyerang TMJ, wushhh! Tapi pemeriksaan radiografis belum
tentu diperlukan untuk semua pasien yang memiliki gejala di TMJ, khususnya jika tidak akan
dilakukan rencana perawatan. Intinya, pemeriksaan radiografis dilakuin kalo mau melakukan
perawatan.

6. Implant

Implant, seperti yang kita udah tau lah ya kalo implant itu merupakan salah satu solusi untuk
menggantikan gigi yang hilang. Implant ini dilakukan dengan cara memasukkan sekrup metal
ke maksila atau mandibula. Makanya, diperlukan adanya foto radiografi yang nunjukkin
kondisi dari tulang maksila atau mandibula.

14 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

7. Trauma
o

Pasien yang mengalami trauma pada daerah sekitar mulut biasanya bakal periksain diri ke
dokter gigi. Nah makanya nih, kita sebagai dokter gigi (Aamiin), nanti harus memilih
radiografi apa yang paling cocok untuk tiap-tiap kasus trauma.

Pemeriksaan Radiografis pada Pasien Khusus


1. Ibu hamil
Terkadang dibutuhkan pemeriksaan radiografi pada ibu hamil. Pemeriksaan yang dilakukan
pada daerah sekitar kepala dan leher hanya menimbulkan radiasi pada janin sebanyak 1
microgray yang tergolong cukup rendah.
Buuut, muncul kekhawatiran akan adanya hubungan antara dosis radiasi pada ibu hamil dan
bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Oleh karena itu, si ADA merekomendasi
penggunaan kerah pelindung tiroid dan apron dalam pemeriksaan radiografi, khususnya
buat anak-anak, ibu hamil, dan wanita dalam usia subur.
Untuk ibu hamil pada trimester pertama, disarankan untuk gak jalanin pemeriksaan
radiografis. Inget ya guys, jangan lupa kalo udah nikah nanti. Luvluv.
2. Pasien radioterapi
Pasien dengan kanker pada pada daerah sekitar rongga mulut terkadang memerlukan terapi
radiasi untuk pengobatan. Nah beberapa jaringan mulut mengalami radiasi sebesar 50 Gy
(gray) atau lebih.
Meskipun pasien terkadang khawatir karena menerima paparan tambahan, radiasi ini jauh
lebih rendah dibanding dengan yang mereka sudah terima, ini gak jelas sih sebenernya
karena emang pasti gini kan-_ Pasien yang menjalani terapi radiasi mungkin bisa mengalami xerostomia yang kemudian bisa
meningkatkan risiko karies, kenapa? Karena saliva bisa mencegah terjadinya karies, setuju?
Jadi, si pasien yang menjalani terapi radiasi harus hati-hati dalam melanjutkan pemeriksaan
radiografis karena pasien memiliki risiko terkena penyakit mulut yang tinggi.
Evaluasi Mutu
Untuk membaca atau menginterpretasi radiograf, syarat utamanya itu mutu/kualitas radiograf
yang baik. Harus tersedia foto dengan kualitas diagnostik optimal karena menginterpretasi foto
kualitas rendah dapat berujung pada kesalahan diagnosis dan kesalahan pengobatan.
Nah untuk kriteria foto radiograf yang berkualitas baik itu kayak gimana sih? Diantaranya gini
nih.

Foto radiograf harus merekam area lengkap (tergantung teknik yang digunakan ya) dan
objek terletak di tengah.

15 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Untuk radiograf periapikal, akar dan minimal 2 mm tulang periapikal harus terlihat.

Radiograf bitewing harus memperlihatkan permukaan proksimal posterior.

Radiograf oklusal harus memperlihatkan permukaan oklusal gigi-gigi maksila atau


mandibula.

Radiograf oblique lateral harus memperlihatkan gigi geligi kedua rahang pada salah
satu sisi wajah (kiri/kanan).

Radiograf sefalometrik harus memperlihatkan titik-titik, bidang dan sudut sefalometrik.

Radiograf panoramik harus memperlihatkan seluruh gigi geligi dalam 2 rahang serta
struktur pendukungnya.

Jika ada kondisi patologis, seluruh lesi dan tulang normal yang mengelilinginya harus
terlihat dalam satu foto.

Foto radiograf harus mempunyai kontras, detail, dan ketajaman optimal.


-

Pencahayaan dan pemrosesan yang sesuai akan menghasilkan foto dengan kontras
yang baik.

Kontras

: Radiopaque dan radiolusen atau si hitam dan putihnya itu bisa


dibedain

Detail

: Bisa dibedakan struktur anatomisnya (email, dentin, pulpa)

Ketajaman

: Struktur outline terlihat

Untuk gigi posterior, cusp buccal dan lingual/palatal terletak dalam satu bidang

Untuk gigi anterior, perhatiin daerah servikalnya sama panjang gigi rata-rata

Foto radiograf harus mempunyai distorsi seminimal mungkin. Jadi, posisi film, sudut sinar-x,
dan posisi pasien harus diperhatikan untuk menghasilkan foto yang baik untuk didiagnosis.

Kesalahan sudut horizontal (distorsi horizontal) juga harus minimal ya, sehingga daerah
interdental terlihat jelas dan tidak tumpang tindih.

Kesalahan sudut vertikal (distorsi vertikal) juga minimal, sehingga tidak terjadi overlapping
(boleh sih, tapi jarak maksimal 2 mm, selebihnya=FAIL)

Foto radiograf harus fokus sehingga tidak ada penumbra atau berbayang.

Terlihat general view dan specific view


- General view itu gambar gigi, jaringan periodonsium, tulang rahang (kondisi, perubahan,
hubungan), asal kelainan/perubahan (pulpoperiapikal, periodontal atau sistemik)
- Specific view itu gigi (mahkota, kamar akar, kamar pulpa, saluran akar), jaringan
periodonsium (lamina dura, ruang periodonsium), dan evaluasi spesifik (lesi periapikal,
kelainan periodontal)

Ketika mengevaluasi foto radiograf dan mempertimbangkan untuk ngambil foto ulang, si
dokgi harus mempertimbangkan alasan awal pembuatan foto tersebut.
- Jika yang diindikasikan adalah foto satu mulut penuh (full-mouth), gak usah ambil ulang
tampilan yang gagal jika informasi yang ilang itu tersedia/udah terepresentasikan pada
tampilan yang lain.
16 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

- Jika yang dibutuhkan adalah single view dan dokgi gak dapat informasi yang diinginkan,
foto harus diulang.

Evaluasi Mutu untuk Teknik/Proyeksi Ekstraoral


Evaluasi mutu radiograf panoramik standar

Objek yang tercakup dari TMJ sampai tepi mandibula (tujuan pembuatan radiografnya
emang itu)

Kontras, detail, ketajaman baik

Gigi anterior, ramus dan condyle kiri-kanan jelas

Simetris, sudut mandibula kiri-kanan sama jelas

Septum nasal dan palatum durum jelas

Gigi anterior dan posterior proporsional dan sama jelas

Tidak ada ghost image, hiii

Evaluasi mutu radiograf sefalometri lateral/lateral cephalogram

17 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Objek tercakup

Kontras, detail, ketajaman baik

Sella tursica berhimpit (tidak ada bayangan)

Tepi bawah mandibula berhimpit

Orbita berhimpit

Porion terlihat

Gigi molar 1 kanan-kiri berhimpit

Oklusi terlihat jelas

Sebaiknya terlihat bayangan jaringan lunak hidung dan bibir

Evaluasi mutu radiograf sefalometri PA/postero-anterior

Objek tercakup
18 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Kontras, detail, ketajaman baik

Proporsional pada muka atas dan bawah serta bentuk dan ukuran gigi

Sinus frontal dan septum nasal terlihat jelas

Simetris

Outline mandibula kiri-kanan sama jelas

DENTAL MATERIAL
Material Kedokteran Gigi
1. Logam
-

Definisi
substansi kimia yang mengkilat, opaque dan mempunyai sifat sebagai konduktor panas
dan listrik yang baik, jika dipulas akan menjadi reflektor yang baik. (Handbooks, 1992)

Struktur: kristalin

Ada 14 macam jenis bentuk kristal, tetapi yang paling umum ada 3 Face Centered Cubic,
Body Centered Cubic, dan Hexagonal Close Packet.

FCC yang berpusat muka memiliki sudut 90 derajat dan pusat atom yang berjarak sama
secara horizontal dan vertikal (seperti halnya BCC), tetapi atom terletak di pusat dari wajah
tanpa atom di pusat sel satuan (maka nama kubik berpusat muka). Kebanyakan logam murni
dan paduan emas, paladium, kobalt, dan nikel

BCC bentuk kubiknya terdapat atom logam yang terletak di sudut-sudut sel satuan, dan satu
atom adalah pusat dari sel satuan (maka disebut dengan kubik berpusat badan). Ini adalah
struktur kristal besi dan umum bagi banyak paduan besi.

19 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Sifat logam:
i. Keras
ii. Padat
iii. Penghantar panas dan listrik yang baik
iv. Elastisitas (ductility): dapat dibengkokkan
v. Kelenturan (malleability)
vi. Opaque: tidak menghantarkan cahaya atau tidak dapat ditembus sinar
vii. Kilau/Mengkilat (luster): permukaan merefleksikan cahaya dan terlihat terang
viii. Ikatan logam ikatan kuat suhu lebur/leleh tinggi
ix. Terdiri dari kristal-kristal grain yang terus tumbuh.
Bila berkontak dengan grain lain terbentuk grain boundary terjadi pada proses
solidifikasi logam
x.

Ukuran dan besar grain mempengaruhi sifat mekanis logam


Pengontrolan ukuran butir dapat dilakukan pada proses pendinginan cepat atau
lambat

xi.

Biasanya berwarna putih (alumunium, perak, nikel, palladium, timah, dan seng) kecuali
emas dan tembaga

Ada logam murni dan logam campuran

Yang dipakai di kedokteran gigi logam campuran (alloy)

Alloy bertujuan untuk menggabungkan keunggulan logam yang dicampurkan untuk membentuk
material yang lebih baik dari logam dasarnya.
Contoh: gallium dan merkuri yang sering digunakan untuk dental alloy, berupa cairan pada
suhu tubuh

Berbagai macam komposisi dental alloy terdiri dari:


i. Dental amalgam yang kandungan unsur utamanya adalah merkuri, perak, timah, dan
tembaga
ii. Precious (Nobel metal alloys) yang unsur utamanya adalah kombinasi dari emas (Au),
palladium (Pd), perak (Ag), dan unsur sekunder yang penting meliputi tembaga (Cu), platinum
(Pt), timah (Sn), indium (In), dan gallium (Ga)
20 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

iii. Non-precious (Base metal alloys) yang unsur utamanya adalah nikel (Ni), cobalt (Co), besi
(Fe) atau titanium dan banyak unsur sekunder yang ditemukan di komposisi alloy. Selain itu,
CP titanium, yang diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan berbeda, mungkin juga secara
teknis dianggap sebagai alloy, karena persentasi kecil dari unsur-unsur lain yang dianggap
sebagai kotoran, seperti yang ditentukan oleh standar yang ditetapkan American Society
for Testing and Materials (ASTM) untuk tiap tingkatan.
-

Macam-macam logam kedokteran gigi


Terdiri dari Precious dan Non-Precious
Precious (noble metal alloys)
i.
Au (emas)
ii.
Pt (platinum)
iii.
Pd (palladium)
iv.
Ag (perak)
v.
Ir (iridium)
vi.
Os (osmium)
vii.
Ru (Ruthenium)
viii.
Rh (Rhodium)

Non-Precious (base metal alloys)


i. Au (emas)
ii. Pt (platinum)
iii. Pd (palladium)
iv. Ir (iridium)
v. Os (osmium)
vi. Ru (Ruthenium)
vii. Rh (Rhodium)
viii. Ga (gallium)
ix. Ni (nickel)

21 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Menurut ADA spesifikasi nomor 5, Alloy Logam Mulia dibagi 4 tipe:

i. Tipe I. sifatnya lunak: digunakan untuk inlay yang tidak menahan daya kunyah
ii. Tipe II. Medium: digunakan untuk semua jenis inlay yang menerima daya kunyah
iii. Tipe III. Hard: sifatnya keras digunakan untukpembuatan gigi tiruan mahkota dan
jembatan

iv. Tipe IV. Extra hard: digunakan untuk protesa kerangka logam
-

Logam pada Kedokteran Gigi antara lain untuk:


i. Kawat ortodontik
ii. Logam paduan emas, Ag, Cr-Co, Ni-Cr, dll untuk inlay, crown, bridge, rangka gigi tiruan
iii. Amalgam
iv. Logam murni: Au, dll
v. Inlay, onlay dan overlay
vi. Protesa mahkota dan jembatan (crown &bridge)
vii. Implant
viii. Gigi tiruan sebagian lepasan logam

2. Keramik
-

Keramik adalah senyawa dari unsur logam dan substansi nonlogam seperti oksida, nitrida, dan
silikat.Mereka dapat muncul sebagai benda padat kristalin atau amorph (glass).

Ikatannya ionic (ikatan primer) sehingga merupakan padatan yang kuat dan stabil.

Klasifikasi Keramik

Fusion temperature (temperatur pembakaran)

High fusing (1300-1370C) : kuat dan memiliki sifat translusen yang baik dan derajat
keakuratan yang tinggi selama pemanasan, digunakan untuk elemen gigi tiruan

Medium fusing (1090-1260C) : saat pemanasan biasanya digunakan flux


dengan temperatur peleburan rendah

22 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Low fusing (870-1065C) : berupa gelas transparan dan memiliki sifat translusen yang
besar

Ultra low (<870C) : untuk pembuatan mahkota dan bridge

Bahan Mentah Keramik


i. Silica (SiO3)

Merupakan basis dari banyak keramik

Meskipun silica memiliki rumus kimia yang sederhana, silica merupakan material
serbaguna yang dapat muncul dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Silica muncul
sebagai material kristalin pada quartz, crystobalite, dan tridymite, atau sebagai gelas
pada silica yang berfusi. Kemampuan ini diketahui sebagai polymorphism.

Sifatnya keras dan stabil

Contoh: bila dikombinasikan dengan Alumina, akan terbentuk silicate glassyang dipakai
dalam GIC.

ii. Alumina (Al2O3)

Merupakan oksida yang kuat dan keras

Dibuat dari alumina tryhidrate dengan cara kalsinasi dan hasil Alumina yang terbentuk
tergantung dari suhu pembakaran

iii. Asam Borat / Boric Acid (B2O3)

Digunakan sebagai fluks keramik, untuk menurunkan suhu pelunakan glass

Dipakai pula sebagai glass modifier/former, untuk mengurangi sifat kekentalan

iv. Potash (CaO), Soda (K2O), Lime (Na2O)

Sebagai fluks

Disebut glass network modifier

v. Feldspar

Merupakan mineral (terdiri dari potash (K2O), alumina (Al2O3) dan silica). Bisa juga
dikombinasi dengan soda (K2O) dan lime (CaO), menjadi CaO.2Al2O3.2SiO2

Dipakai sebagai fluks pada keramik tradisional/pot

vi. Kaolin (China clay)

Terdiri dari mineral kaolinite, suatu hydrous aluminosilicate (Al2O3.2SiO2.2H2O)

Memberi sifat opaque pada porselen

Dengan air akan menjadi campuran plastis yang mudah dibentuk

Pada suhu tinggi, akan mengalami fusi dan bereaksi dengan material keramik lainnya

vii. SiC (Silicon carbide)

Dipakai sebagai bahan abrasif

viii. ZnO (Zinc oxide)


23 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Terdapat dalam bentuk mineral Zincite

Dibuat dengan cara: Oksidasi langsung pada 2Zn+O2ZnO+CO2

Contoh: ZnO direaksikan dengan asam fosfat akan terbentuk seng fosfat yang
merupakan bahan dasat dari Zn fosfat semen

Pemakaian Keramik di Kedokteran Gigi

Filler pada resin composite

Porcelain-fused to metal

Pada GIC

Porcelaine laminate veneer, elemen gigi

Pada bahan refraktori

Pada bahan porselen KG/Decorative

Sebagai bubuk pada dental cements

Restorasi all-ceramic

tiruan
o

Sebagai bahan abrasive dan bahan


poles

3. Polimer
-

Definisi Molekul-molekul berantai panjang yang terdiri/dibentuk dari banyak untuk


molekul terkecil

Berbentuk rantai panjang yang fleksibel yang tersusun dari banyak monomer

Tersusun dari senyawa organik, yaitu karbon, hidrogen, dan elemen non-metal

Senyawa organik hidrokarbon yang berikatan secara kovalen

Polimer dapat berbentuk:

Elastomer polimer bisa diregangkan dan kembali ke bentuk semula

Polimer amorf keras PMMA

Polimer keras sebagian kristalin, contoh: polietilen

Macam Polimer:
1. Polimer Alam
Misal: protein (poliamida), polisakarida (agar, selulosa, alginate, dll), kolagen, karet alam
2. Polimer Sintetik
Dibuat dengan reaksi kimia di laboratorium atau diproduksi untuk industry.
Misal: PVC (polyvinylchloride), polietilen, polimetilmetacrylate (PMMA), dll

Struktur fisiknya ada tiga tipe dasar, yaitu:

Linear

Linear homopolymer
24 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Linear kopolimer acak

Linear block kopolimer

Branched

Branched homopolymer

Graft-branched homopolymer

Cross-linked

Material Kedokteran Gigi yang menggunakan Polimer:


i. Bahan cetak: agar, alginate, polisulfid, silicone, polyetherelastomer, dll
ii. Resin akrilik untuk pembuatan basis gigi tiruan lepasan, atau untuk basis alat ortodonti
iii. Mouth guard
iv. Bahan adhesive
v. Bahan tambal resin komposit, dll

25 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

4. Komposit
-

Komposit adalah campuran dua atau lebih material (metalik, organic, anorganik) yang secara
bersama akan memberikan sifat yang berbeda dan lebih baik daripada sifat masing-masing
konstituennya.

Untuk mendapatkan material yang lebih baik dari material pembentuknya

Terdiri dari tiga komponen utama, yaitu matriks, filler, dan coupling agent
Matriks . mengikat atau menahan filler
Filler ditahan atau diikat oleh matriks dan menguatkan material
Memperbaiki sifat komposit mengurangi penyerapan cairan dan koefisien ekspansi
terman, memperbaiki sifat fisik dan mekanis (kekuatan, kekakuan, kekerasan, dan
resisten terhadap abrasi)
Coupling agent menghasilkan ikatan yang baik antara matriks dan filler
Lain-lain:
Penghambat Polimerisasi
Merupakan penghambat bagi terjadinya polimerisasi dini. Monomer dimethacrylate
dapat berpolimerisasi selama penyimpanan maka dibutuhkan bahan penghambat
(inhibitor). Sebagai inhibitor, sering digunakan hydroquinone, tetapi bahan yang sering
digunakan pada saat ini adalah monometyhl ether hydroquinone.
Penyerap UV
Penyerap UV memiliki tujuan untuk meminimalkan perubahan warna yang disebabkan
oleh proses oksidasi. Bahan yang umum digunakan sebagai penyerap UV adalah
Camphorquinone dan 9-fluorenone.
Opaficer
Penambahan opaficer memiliki tujuan untuk memastikan komposit terlihat di dalam
sinar-X. Bahan yang sering digunakan sebagai opaficer adalah titanium dioksida dan
aluminium dioksida.
Pigmen warna
Pigmen warna memiliki tujuan agar warna resin komposit menyamai warna gigi geligi
asli. Zat warna yang biasa dipergunakan adalah ferric oxide, cadmium black,
mercuric sulfide, dan lain-lain. Ferric oxide akan memberikan warna coklat-kemerahan.
Cadmium black memberikan warna kehitaman dan mercuric sulfide memberikan warna
merah.

Material komposit dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:

26 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

1.

Particulate composites
Pada komposit ini, matriksnya berupa thermoplastic atau thermosetting polymer.
Partikel-partikel filler nya ada untuk mengurangi biaya atau untuk fungsi spesifik
seperti menambah warna. Fungsi yang paling penting adalah untuk meningkatkan sifat
mekanik dari polymer.
Dalam kedokteran gigi, particulate fillers adalah yang paling umum dan aplikasinya
yang paling penting adalah dalam material cetak dan material restoratif berbasis
resin.

2.

Fibre-reinforced composites
Tipe komposit ini memiliki filler atau dispersed phase berupa fiber. Penggunaan fiber
pada matriks polimer dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan dengan berat
yang tetap rendah. Fiber dapat berbentuk panjang atau pendek dan didistribusikan
dalam cara yang berbeda di matriks, tergantung pada sifat yang diinginkan.

3.

Structural composites
Contoh dari structural komposit adalah material yang memiliki komposisi dari
lembaran material yang bertumpukan, dimana setiap lembaran memiliki fiber dengan
arah tertentu. Hal ini dapat memproduksi material yang memiliki sifat kekuatan tinggi
dalam berbagai macam arah.

27 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

Ikatan Antar Atom [Klarif]


a. Ikatan Primer
Ikatan Kovalen
i. Elektron valensi antar atom digunakan bersama (sama-sama menangkap elektron)
ii. Terjadi pada ikatan antar atom non logam (H2, Cl2, F2), molekul tidak sama (CH4, H2O, HNO3,
HF), dan polimer
Ikatan Ionik (Ik. Elektrovalen)
i. Serah terima elektron
Karena unsur yang bereaksi sama-sama memiliki keelektronegatifan yang besar
ii. Terbentuk akibat gaya tarik listrik (gaya Coulumb) antara ion yang berbeda
iii. Terjadi pada senyawa yang tersusun dari metal dan nonmetal
Atom metal memberi elektron valensinya ke atom nonmetal
Ikatan Logam
i. Elektron valensi antar atom digunakan bersama (cenderung melepas)
Karena atom cenderung melepas elektron, terbentuk lautan elektron yang isinya elektron-elektron
bergerak bebas di sela-sela ruang antar atom logam. Makanya bisa menghantarkan panas dan
listrik dgn baik
ii. Terjadi pada ikatan antar atom logam
b. Ikatan Sekunder
Relatif lemah; Gaya yang bekerja Gaya van der waals
Fluctuating Induced Dipole Bonds
Polar Molecule-Induced Dipole Bonds
Permanent Dipole Bonds
Lemah

Kuat

Gaya van der Waals Ik. Hidrogen Ik. Kovalen Ik. Ion
Susunan Atom [Klarif]
a. Kristalin
Atom tersusun teratur, berulang, dan 3 dimensi dalam long-range order
Ditemukan pada semua logam, semua keramik (kecuali glass), dan pada beberapa polimer
(contoh: guttapercha)
Dapat berupa:

Monokristal
i. Kristalit tersusun teratur
ii. Membentuk tiga dimensi dalam skala tidak berbatas (long range order)

Polykristal
i. Kristalit tersusun tidak teratur (Grain)

28 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material

ii. Ada grain boundaries Pertemuan antar grain (Batas dimana


ketidakteraturan susunan kristalin pada kristal muncul)
b. Non-Kristalin (Amorph)
- Susunan atom tidak teratur
- Short range order
- Tidak memiliki titik leleh dan didih yang jelas
- Suhu naik struktur melunak
- Suhu turun struktur mengeras
- Glass transition temperature (Tg) Temperatur dimana koefisien ekspansi thermal amorph
berubah
- Struktur amorph sering disebut super-cooled liquid karena struktur atoomnya seperti pada
cairan
- Contoh amorph: kaca.

29 |IKGD SK 1-Anatomy, Radiology, Material