Anda di halaman 1dari 53

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG)

STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA SURABAYA


LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

oleh:
Alifa Juliana

130210102026

Lely Yuliyanti

130210102030

Siti Maimunah

130210102031

Habibah Zilul Isnani 130210102115

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember


Laporan Praktek Kuliah Lapangan
Tahun 2015

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Judul
: Praktek Kerja
Nama
: Alifa Juliana
NIM
: 130210102026
Jumlah angota
: 3 Anggota
Jurusan/Prodi
: Pendiddikan MIPA /Pendiddikan Fisika
Nama Objek Kunjung : Lapangan Badan Meteorologi Klimatologi dan

Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya.


7. Tanggal Pelaksanaan : 3 Desember 2015

Jember, 2015
Dosen Pembimbing

(.)
NIP.

RINGKASAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Penyusun

(..)
NIP.

1.2 Permasalahan
1.3Tujuan
1.4 Manfaat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah BMKG

2.2 Tentang Meteorologi


BAB 3. PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Tempat dan Waktu
3.2 Objek Kunjungan
3.3 Perolehan Data
3.4 Analisis Data
BAB 4
HASIL PRAKTEK KULIAH LAPANGAN

BAB 5.KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

RINGKASAN
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan
lembaga yang menangani masalah cuaca dan iklim di Indonesia. Lembaga ini
mendirikan stasiun meteorologi diberbagai tempat untuk mengamati kondisi
lingkungan yang ada di sekitar stasiun tersebut. Berikut adalah profil dari BMKG :
Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis
dari Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Stasiun Meteorologi Juanda memiliki tugas
pokok melaksanakan fungsi BMKG di bidang Meteorologi khususnya untuk

menunjang keselamatan transportasi udara. Selain itu Stasiun Meteorologi Juanda


juga menyediakan informasi cuaca harian,dua harian sampai mingguan untuk
beberapa kota di Jawa Timur.
Nama Satuan Kerja

: Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya

Klas

: I (Satu)

Balai Besar Wilayah

: III (Tiga)

Alamat

: Bandara Juanda Surabaya

Desa/Kelurahan

: Pranti

Kecamatan

: Sedati

Kabupaten/kodya

: Sidoarjo

Provinsi

: Jawa Timur

Koordinat/Elevasi

: 0723'03"70S ; 11247'02"68E / 2.8m

Local Gravity

: 978088.2 mgal

Tahun Operasi

: 1981

Telephone/Fax

: (031)8667540 / (031)8675342

Info Cuaca Terkini (24 Jam) : (031)8668989


Email

: meteojuanda@gmail.com
stamet.juanda@bmkg.go.id
Untuk mengenal alat- alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca di
BMKG Surabaya dan Bagaimana cara mengoperasikan alat-alat yang
digunakan untuk mendeteksi cuaca di BMKG Surabaya, kelompok kami
menggunakan metode observasi , wawancara dan dokumentasi sebagai bukti
nyata.
Adapun data alat yang kelompok kami peroleh dalam observasi tersebut

1.
2.
3.
4.
5.
6.

adalah sebagai berikut :


Campbell-Stokes
Pyranometer
Thermometer minimum dan
Thermometer maksimum.
Bharometer
Anemometer

7. Hygrograp
Dan macam macam nama awan yang kami amati adalah sebagai
berikut :

Awan rendah
1. Cumulus
2. Stratocumulus
3. Stratus
4. Nimbostratus
Awan menengah
1. Altocumulus
2. Altostratus
Awan tinggi
1. Cirrus
2. Cirrocumulus
3. Cirrostatus
4. Awan comulonimbus

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada
tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr.
Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang
sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan
lembaga yang menangani masalah cuaca dan iklim di Indonesia. Lembaga ini
mendirikan stasiun meteorologi diberbagai tempat untuk mengamati kondisi
lingkungan yang ada di sekitar stasiun tersebut.

Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari keadaan rata rata cuaca


yangterjadi pada suatu wilayah dalam kurun waktu yang panjang. Cuaca
merupakan keadaan fisik atmosfer pada suatu saat dan tempat tertentu dalam
jangka pendek.Pengukuran dan pencatatan unsur iklim dan cuaca yang penting
diamati olehsebuah stasiun Klimatologi dan Meteorologi antara lain curah hujan
yang terkait dengan jumlah dan intensitas hujan, evaporasi dari permukaan tanah
dan tanaman,radiasi sinar matahari yaitu lama penyinaran dan intensitas
penyinaran, kelembapandan suhu baik pada udara maupun tanah dan tentang angin
yaitu kecepatan serta arahangin. Karena pentingnya faktor iklim maka perlu
dilakukan pengamatan iklim dengan benar, akurat, kontinyu dan terorganisir
Dulu peramalan cuaca amat bergantung pada perubahan tekanan udara,
kondisi cuaca terkini, dan kondisi langit, permodelan cuaca kini digunakan untuk
menentukan kondisi pada masa depan. Terdapat keragaman penggunaan ramalan
cuaca. Peringatan cuaca menjadi penting karena digunakan untuk melindungi
nyawa dan properti milik masyarakat.
Peramalan berdasarkan temperatur dan presipitasi penting bagi pertanian,
dan juga kepada pedagang komoditas di stock market. Peramalan temperatur
digunakan perusahaan utilitas (misal suplayer gas, listrik) untuk menentukan
jumlah permintaan konsumen yang akan datang. Dalam kehidupan sehari-hari,
peramalan cuaca menentukan apa yang akan dipakai orang ketika itu (payung,
jaket, ban rantai, dan sebagainya).
Stasiun meteorologi adalah suatu tempat yang mengadakan pengamatan
secara terus menerus mengenai keadaan fisik dan lingkungan (atmosfer) serta
pengamatan iklim yang terjadi. Dalam persetujuan internasional, suatu stasiun
meteorologi paling sedikit mengamati keadaan iklim selama 10 tahun berturutturut hingga akan mendapatkan gambaran umum tentang rerata keadaan iklimnya,
batas batas ekstrim dan juga pola siklusnya. Sehingga hasil pengamatan data
tersebut merupakan informasi penting pada berbagai bidang terutama yang

berkaitan dengan kehidupan manusia seperti kehutanan dan pertanian,


penerbangan, hidrologi dan pengairan serta kesehatan masyarakat.
Sebagai pengamat atau observer, kita perlu mengetahui dan menguasai
alat-alat apa saja yang bisa menunjang pengamatan cuaca. Kita juga harus
mengetahui apa saja kegunaan dari berbagai alat tersebut, serta kita juga harus
mengerti bagaimana cara perawatan berbagai alat pengamatan agar alat yang
digunakan bisa tahan lama dan tidak cepat rusak. Maka dari itu makalah ini
disusun guna untuk mempermudah dalam pengenalan alat alat pengamatan
meteorologi
1.2 Permasalahan
1. Mengenal alat- alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca di BMKG
Surabaya?.
2. Bagaimana cara mengoperasikan alat-alat yang digunakan untuk mendeteksi
cuaca di BMKG Surabaya?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui alat alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca di
BMKG Surabaya.
2. Untuk mengetahui cara mengoperasikan alat alat yang digunakan untuk
mendeteksi cuaca di BMKG Surabaya.
1.4 Manfaat
1. Menambah wawasan mengenai penerapan ilmu fisika yang digunakan di
BMKG
2. Mengetahui peran BMKG sebagai badan pengamat cuaca di Indonesia

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah BMKG
Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada
tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr.
Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang
sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika.
Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah
Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama Magnetisch en
Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan Meteorologi
dipimpin oleh Dr. Bergsma.
Pada tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun
pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan
dari Jakarta ke Bogor. Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan
pemasangan komponen horisontal seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan
pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada tahun 1928.
Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan
menambah jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk
penerangan pada tahun 1930.
Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945,
nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, instansi


tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro Meteorologi yang berada
di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk melayani
kepentingan Angkatan Udara. Di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan
Geofisika, dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga. Pada tanggal 21 Juli
1947 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan
namanya diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst. Sementara itu, ada
juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh Pemerintah
Republik Indonesia , kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta.
Pada tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik Indonesia
dari Belanda, Meteorologisch en Geofisiche Dienst diubah menjadi Jawatan
Meteorologi dan Geofisika dibawah Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.
Selanjutnya, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota
Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau WMO) dan
Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent Representative of
Indonesia with WMO.
Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya
menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan,
dan pada tahun 1960 namanya dikembalikan menjadi Jawatan Meteorologi dan
Geofisika di bawah Departemen Perhubungan Udara.
Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan
Geofisika, kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubungan Udara.
Pada tahun 1972, Direktorat Meteorologi dan Geofisika diganti namanya
menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika, suatu instansi setingkat eselon II di bawah
Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statusnya dinaikkan menjadi suatu
instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan Geofisika, dengan
kedudukan tetap berada di bawah Departemen Perhubungan.
Pada tahun 2002, dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun
2002, struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen
(LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan Geofisika.

Terakhir, melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008, Badan


Meteorologi dan Geofisika berganti nama menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) dengan status tetap sebagai Lembaga Pemerintah Non
Departemen.
Pada tanggal 1 Oktober 2009 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika disahkan oleh
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (unduh Penjelasan UU RI
Nomor 31 Tahun 2009)
2.2 Tentang Meteorologi
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk
keperluan prakiraan cuaca.
Cuaca adalah keadaan / fenomena fisik dari atmosfer (yang berhubungan dengan
Suhu, Tekanan

Udara, Angin, Awan, Kelembaban

udara,

Radiasi,

Jarak

Pandang/Visibility, dsb) di suatu tempat dan pada waktu tertentu. Contoh :


Pengamatan cuaca dilakukan setiap hari.
Iklim adalah aspek dari cuaca di suatu tempat dan pada waktu tertentu dalam jangka
panjang. Contoh : Evaluasi dan Prakiraan Hujan Bulanan, Prakiraan Musim Hujan
dan Kemarau.
Anomali adalah Penyimpangan nilai kuantitas suatu elemen meteorology dalam suatu
wilayah dari nilai rata-rata (normal) untuk periode waktu yang sama.
Badai Tropis (Tropical Cyclone) adalah Pusaran angin pada system tekanan rendah
yang mempunyai kecepatan angin lebih dari 34 knots di lautan luas.

Perbedaan antara Badai Tropis/Siklon/Typhoon/Hurricane dan Putting Beliung

Kriteria

Daerah tumbuhnya

Siklon/Typhoon/Hurricane

Puting Beliung

Selalu di laut, diatas lintang 10 Sering di darat, di laut


LU maupun LS
namanya Water spout

Lebih sering di musim transisi,


bias juga pada musim
penghujan,
Selatan Equator Indonesia:
Desember April
Periode ulang

Tidak mempunayi siklus dan


tidak ada angin putting beliung
susulan

Utara Equator Indonesia : Mei Nopember

Arah gerakan

Selalu menjauhi lintang


Tergantung arah gerakan awan
Indonesia, dan tidak mungkin
Cumulunimbus (Cb).
melintasi kepulauan di Indonesia

Proses terjadinya

Perbedaan tekanan dalam skala


yang luas

Hanya dari awan Cb bukan


dari pergerakan awan Cb

Deteksi

3 hari sebelumnya

Terdeksi 0.5 1 jam

sebelumnya

Lebih sering terjadi pada siang


atau sore hari, malam hari
sangat jarang

Waktu terjadinya

Tidak tentu, bias siang, malam


maupun pagi hari

Kecepatan Angin

Minimum 35 knots (63 Km/jam), 30 40 atau 50 knots, durasi


bisa lebih dari 90 knots
sangat singkat

Lamanya

1 3 hari

3 menit, maksimum 5 menit

Sifat

Kerusakan yang sangat hebat

Hanya atap rumah dan tiang


atau pohon yang tinggi,
rimbun dan rapuh yang
tumbang

Luas daerah yang rusak

200 km

5 10 km

Climate Change (Perubahan Iklim) adalah Perubahan signifikan jangka panjang dari
pola cuaca rata-rata di suatu wilayah atau secara global dalam periode waktu yang
signifikan.
Cold Surge adalah Aliran udra dingin dari daratan Asia yang menjalar memasuki
wilayah Indonesia bagian barat, biasa terjadi pada saat di Asia memasuki musim
dingin.
Cuaca Ekstrim adalah Keadaan atau fenomena fisis atmosfer di suatu tempat, pada
waktu tertentu dan berskala jangka pendek dan bersifat ekstrim. BMKG
mengkategorikan cuaca termasuk ekstrim apabila :

Suhu udara permukaan 35 C

Kecepatan angin 25 knots

Curah hujan dalam satu hari 50 mm

Cumulunimbus adalah jenis awan yang terlihat gelap (warna hitam pekat dan
bergumpal berbentuk bunga kol).Akibat dari jenis awan ini menimbulkan hujan lebat,
angin kencang dan petir/Guntur berdurasi singkat.
Dasarian adalah Rentang waktu 10 hari.
Dipole Mode adalah Fenomena interaksi laut atmosfer di Samudera Hindia yang
dihitung dari perbedaan nilai (selisih) antara anomaly suhu muka laut perairan pantai
timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera. Pada saat Dipole Mode
Indeks Positif , maka kandungan uap air di sekitar wilayah Sumatera sedikit sehingga
curah hujan di wilayah tersebut cenderung berkurang. Jika Dipole Mode Indeks
negatif , maka kandungan uap air di sekitar wilayah Sumatera akan banyak sehingga
curah hujan di wilayah tersebut akan bertambah.
Divergensi adalah Angin dalam bentuk beraian horizontal, akan terlihat jalas pada
lapisan 200 mb.
Downburst adalah Sentakan udara dingin dari awan Cb ke permukaan bumi dari
kejadian thunderstorm atau shower. Meliputi area dengan diameter 4 km dalam
durasi waktu singkat kurang dari 5 menit.
Eddy adalah Sirkulasi di atmosfer yang memiliki vortisitas dalam suatu area atau
Puasaran angin dengan durasi harian dan biasanya jika suatu daerah terdapat eddy
maka cenderung banyak hujan.
El Nino adalah Fenomena global dari system interaksi lautan atmosfer yang ditandai
memanasnya suhu muka laut di equator pasifik timur (Nino 3) atau anomali suhu
muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya). Fenomena ini
menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang.

La Nina adalah Kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di wilayah timur
Equator di lautan pasifik, ditandai dengan anomaly suhu muka laut negative (lebih
dingin dari rata-ratanya) di equator pasifik tengah (Nino 3 4). Fenomena ini
menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia meningkat.
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus
permukaan air laut yang membentuk kurva / grafik sinusoidal. Gelombang laut
disebabkan oleh angin.
Gusty adalah Fluktuasi kecepatan angin yang berubah signifikan secara tiba-tiba
dalam durasi singkat biasanya dalam beberapa detik. Berasal dari awan Cb.Puncak
angin harus mencapai sekurang-kurangnya 16 knots dan variasi antara puncak dan
kecepatan terendah adalah sekurang-kurangnya 10 knots.
Hail (Hujan Es) adalah Bentuk presipitasi yang terdiri dari butiran es yang tidak
teratur, berdiameter antara 5 150 mm. Hail terbentuk dalam awan badai (awan Cb)
ketika butiran air super dingin membeku saat bertumbukan dengan inti kondensasi.
Biasanya fenomena ini terjadi pada saat udara disekitarnya panas.
ITCZ adalah Sabuk tekanan rendah, merupakan daerah pertemuan massa udara antar
benua dengan cakupan yang luas, biasanya berada antara 10 LU - 10 LS dekat
equator. Pada daerah-daerah yang dilintasi ITCZ pada umumnya berpotensi
terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan lebat.
Konveksi adalah Proses pemanasan vertical yang membawa uap air pada siang hari
sehingga dapat membantu pembentukanawan tebal menjulang tinggi, biasanya terjadi
hujan tiba-tiba, petir dan angin kencang.
Konvergensi adalah Gerakan angin dalam bentuk arus masuk horizontal ke suatu
daerah atau mengumpulnya massa udara di suatu daerah yang membantu untuk
pembentukan awan tebal. Konvergensi jg merupakan penurunan kecepatan angin.

Madden Julian Oscillation (MJO) adalah fluktuasi musiman atau gelombang


atmosfer yang terjadi di kawasan tropic. MJO berkaitan dengan variable cuaca
penting di permukaan maupun lautan pada lapisan atas dan bawah. MJO mempunyai
siklus sekitar 30 60 harian. MJO dalam pengertian awam bisa didefinisikan dengan
istilah penambahan gugusan uap air yang menyuplai dalam pembentukan awan hujan.
Monsoon adalah suatu pola sirkulasi angin yang berhembus secara periodik pada
suatu periode (minimal 3 bulan) dan pada periode yang lain polanya akan
berlawanan. Di Indonesia dikenal dengan 2 istilah monsoon, yaitu monsoon Asia dan
Monsun Australia.
Musim Hujan adalah musim yang ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam
satu dasarian sebesar 50 mm atau lebih yang diikuti oleh dasarian berikiutnya atau
dalam satu bulan terjadi lebih dari 150 mm.
Musim Kemarau adalah musim yang ditandai dengan curah hujan yang terjadi dalam
satu dasarian kurang dari 50 mm dan dalam satu bulan kurang dari 150 mm.
Musim Pancaroba adalah Musim dengan pola hujan lebih sering turun pada siang
hari atau malam hari dan dapat terjadi selaama 2 5 hari berturut-turut, intensitas
hujan ringan sampai sedang, juga disertai dengan angin kencang dan petir, angin
bertiup dari arah selatan sampai tenggara.
Awal musim Pancaroba ditandai dengan hujan yang terjadi mempunyai pola tidak
menentu, terkadang turun pada malam, siang atau pagi hari dan tidak kontinu,
intensitas hujan ringan sampai sedang terkadang diiringi dengan petir, angin bertiup
dari arah tenggara/timur, frekuensi turunnya hujan tidak terlalu sering dan sinaran
matahari masih banyak.
Pasang naik dan Pasang surut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi
karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Pasang Purnama
adalah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi.

Rob adalah banjir yang diakibatkan oleh air laut yang masuk ke darat akibat air
pasang berkaitan dengan gaya tarik bumi, bulan dan matahari.
Shower adalah hujan tiba-tiba yang turun dari awan gelap pekat. Biasanya daerah di
sekitarnya terlihat cerah dan umumnya waktunya tidak lama hanya dalam hitungan
menit.
Skala Beaufort adalah skla yang digunakan dengan memperhatikan kondisi alam
sekitarnya seperti melihat gerakan pepohonan.
Squall / Angin ribut adalah Sentakan angin kuat tiba-tiba dengan kecepatan
meningkat sekurang-kurangnya 16 knots dan diteruskan sampai 22 knot atau lebih
dalam waktu paling tidak 1 menit. Intensitasnya dan durasinya lebih lama daripada
gusty.
Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan
antara awan Cumulunimbus dengan permukaan tanah.
Turbulensi adalah gerakan udara yang tidak teratur dan seketika yang dihasilkan dari
sejumlah eddy kecil yang menjalar di udara. Hal ini disebabkan fluktuasi aliran angin
yang acak, konvektif, zona font, variasi temperature dan tekanan.
Wind Shearadalah perubahan rata-rata arah dan kecepatan angin terhadap jarak.
Wind shear merupakan fenomena meteorology skala mikro yang terjadi pada jarak
yang sangat kecil namun dapat diasosiakan dengan skala sinoptik seperti squall line
dan front dingin.
Shear Line adalah sebuah garis atau zona lintasan yang terdapat atau terjadi
perubahan mendadak tiba-tiba pada komponen sejajar angin horizontal.

BAB 3
PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Tempat dan Waktu
1. Tempat : Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya
2. Waktu : Kamis, 03 Desember 2015
3.2 Objek Kunjungan
1.
2.
3.
4.

Kantor Pusat Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya


Laboratorium Kalibrasi
Ruang pengamatan Rasond
Ruang observasi udara permukaan

3.3 Perolehan Data


1. Observasi
Observasi merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera,bisa
penglihatan, penciuman, pendengaran untuk memperoleh informasi.
2. Wawancara
Selain melalui observasi, kami juga mendapatkan informasi berupa
3. Dokumentasi
Wawancara merupakan kegiatan untuk mencari suatu informasi kepada
sumber yang memahami atau yang mengetahui tentang suatu permasalahan
yang diangkat.

3.4 Diagram Penelitian

Hasil Penumpulan Data

Observasi; 11%

Dokumen; 25%
wawancara; 64%

BAB 4
HASIL PRAKTEK KULIAH LAPANGAN
4.1 Profil Stasiun
Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis dari
Lembaga Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) Badan Meteorologi, Klimatologi
dan Geofisika (BMKG). Stasiun Meteorologi Juanda memiliki tugas pokok
melaksanakan fungsi BMKG di bidang Meteorologi khususnya untuk menunjang
keselamatan transportasi udara. Selain itu Stasiun Meteorologi Juanda juga
menyediakan informasi cuaca harian,dua harian sampai mingguan untuk beberapa
kota di Jawa Timur.
Nama Satuan Kerja

: Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya

Klas

: I (Satu)

Balai Besar Wilayah

: III (Tiga)

Alamat

: Bandara Juanda Surabaya

Desa/Kelurahan

: Pranti

Kecamatan

: Sedati

Kabupaten/kodya

: Sidoarjo

Provinsi

: Jawa Timur

Koordinat/Elevasi

: 0723'03"70S ; 11247'02"68E / 2.8m

Local Gravity

: 978088.2 mgal

Tahun Operasi

: 1981

Telephone/Fax

: (031)8667540 / (031)8675342

Info Cuaca Terkini (24 Jam) : (031)8668989


Email

: meteojuanda@gmail.com
stamet.juanda@bmkg.go.id

4.2 Alamat UPT ( Unit Pelayanan Teknis ) BMKG Jawa Timur

Kota

Stasiun

Alamat

Telepon / Fax Alamat Email

STASIUN
METEOROLOGI
031-8668989/
Jl. Bandar Udara Juanda
SURABAYA
KLAS I
031-8675342,
Surabaya
JUANDA
8673119
SURABAYA

kstu_jud@yahoo.co.id

Stasiun
Banyuwangi Meteorologi Klas
III, Banyuwangi

met_987@yahoo.com

Bawean

Jl. Jaksa Agung


Suprapto No.152
Banyuwangi

Stasiun
Jl. Umar Masud
Meteorologi Klas
Sangkapura Bawean
III, Sangkapura,
Gresik 61181
Bawean

Stasiun
Karangploso Klimatologi Klas
Jl. Zentana No. 33
Malang
II, Karangploso, Karangploso, Malang
Malang

Kalianget
Madura

0333410088/421888

stamet.bawean@bmkg.go.i
0325521004/421572

zentana33@yahoo.com
0341461595/464827

Stasiun
stamet.kalianget@bmkg.go.
Jl. Raya Kalianget No.
Meteorologi Klas
03288, Sumenep Barat,
III, Kalianget,
674333/662743
Madura
Madura

Stasiun Geofisika
Jl. Raya Bendungan
KarangKates
Klas III,
Lahor No. 40,
Malang
Karangkates,
Karangkates, Malang
Malang

geofkrk@yahoo.com
0341385667/386261

Sawahan
Nganjuk

Stasiun Geofisika
Klas III,
Sawahan,
Nganjuk

Surabaya

Stasiun
meteomaritimsby@yahoo.co
Meteorologi Klas Jl. Kalimas Baru 97B
031d
II, Maritim, Perak
Perak, Surabaya
3291439/3287123
II, Surabaya

Surabaya

Stasiun
peraksatu@cuacaperak.info
Meteorologi Klas Jl. Tanjung Sadari No.
031stamet.perak1@bmkg.go.id
III, Perak I,
78, Surabaya, 60177 3541430/3557801
Surabaya

Tretes

Jl. Pasanggrahan
Sawahan No.10
Nganjuk

stageof.nganjuk@bmkg.go.
0358325109/330769

Stasiun Geofisika
Jl. Sedap
0343Klas II, Tretes, Malam,Mlaten,Pandaan,
635590/636685
Malang
67156

stageof.tretes@bmkg.go.id
tremors_trt@yahoo.co.id

4.3 Tugas Dan Fungsi Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika


BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian
(LPNK), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas :
melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas
Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi :

Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;


Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;
Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;


Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data

dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;


Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;
Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat

berkenaan dengan perubahan iklim;


Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait
serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;


Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;
Pelaksanaan

meteorologi, klimatologi, dan geofisika;


Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan

jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;


Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi

di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;


Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen pemerintahan

penelitian,

pengkajian,

dan

pengembangan

di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

di

bidang

Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;
Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;
Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan

BMKG;
Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab

BMKG;
Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG;
Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi,
klimatologi, dan geofisika.

4.4 STASIUN PENGAMATAN

Stasiun Meteorologi (Met Pnb, Mar, Pert)

Stasiun Klimatologi

Stasiun Geofisika

Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW=Global Atmospheric Watch).

4.5 VISI DAN MISI BMKG


VISI
Terwujudnya Bmkg Yang Tanggap Dan Mampu Memberikan Pelayanan Meteorologi,
Klimatologi, Kualitas Udara Dan Geofisika Yang Handal Guna Mendukung
Keselamatan Dan Keberhasilan Pembangunan Nasional Serta Berperan Aktif Di
Tingkat Internasional
MISI

Mengamati dan memahami fenomena Meteorologi, Klimatologi, Kualitas


udara dan Geofisika.

Menyediakan data dan informasi Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara


dan Geofisika yang handal dan terpercaya

Melaksanakan dan mematuhi kewajiban internasional dalam bidang


Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika.

Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang Meteorologi,


Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika.

4.6 DAFTAR PEGAWAI STASIUN METEOROLOGI KLAS I JUANDA


SURABAYA

NO

NAMA

Ir. Blucher
Doloksaribu,MP

NIP

JABATAN

GOL

195803201982031003

Kepala

IV/b

2 Bambang Setiajid, MT

196302031985031001 Kasi Data & Informasi IV/a

3 Arif Triono, ST

195811121983031001

Kasubag TU

III/d

4 Hartendra, SE

196010121981031001

Kasi Observasi

III/d

5 Dwi Sucahyo, S.Kom

196011181982031002

PMG Madya

IV/a

196112101983031002

PMG Muda

IV/a

Gatot Endi
Suprijono,ST

7 Sudiyono,S.Sos

195904041981031001 PMG Pelak. Lanjutan

III/d

8 Indra Suhendra, SE

196010021982031003

PMG Penyelia

III/d

9 Dwi Tjahyono Budhi

196111021981121001

PMG Penyelia

III/d

10 Agus Dwi Kutarto

195808191979021001

PMG Penyelia

III/d

11 Sumadi

195805121980021001

PMG Penyelia

III/d

12 Totok Agus Suyitno

196108251981031001

PMG Penyelia

III/d

13 Sri Hendro AstoriniI

196103281982032001

PMG Penyelia

III/d

14 Ruji Sistanto

196107221982031001

PMG Penyelia

III/d

15 Tri Daryati

196207181983032001

PMG Penyelia

III/d

16 Tutik Hidayati

196012211981032001

PMG Penyelia

III/d

17 Tonny Setiyawan,S.Si

196211051975031001

PMG Penyelia

III/d

18 Sucipto

196108251982031001

PMG Penyelia

III/d

19 Yusep

195909161982111001

PMG Penyelia

III/d

20 Mahfud Badris

196006251982031001

PMG Penyelia

III/d

197212251996031001

PMG Muda

III/d

21
Rofiq Isa Mansur, S.Si

22 Rokhyadin

196403201987031001

PMG Penyelia

III/d

23 Fronta Mulanugrahanto 1966508111986031002

PMG Penyelia

III/d

24 Taufiq Hermawan

197502091996031001

PMG Penyelia

III/c

25 Ary Pulung Baskoro

198004022001121001

PMG Penyelia

III/c

26 Yakso Prabowo,ST

197706252006041005

Pengadministrasi
Keuangan

III/c

27 Arif Priyanto,S.Sos

197704041997031001

PMG Penyelia

III/c

28 Ahmad Bisri

197505071997031001

PMG Penyelia

III/c

29 Arief Budiman Junaedi

197401071996031002

PMG Penyelia

III/c

PMG Muda

III/c

30 Teguh Tri Susanto,S.So 198401252004121001

Swasti Ayudia
Priyatmayanti,S.Si

198108092004122001

PMG Penyelia

III/c

32 Tutik Aprilia Herawati

195904071981032001

Pengadministrasi
Umum

III/b

197108251993021001

PMG Pelak.Lnjtan

III/b

31

33
Hasan Agustiono

34 Imawan

197509262000031001

PMG Pelak.Lnjtan

III/b

Jihan Ainul Rohmah,


S.Kom

198207172008012029

PMG Pertama

III/b

36 Fitria Hidayati, M.Sc

198406232008012013

PMG Pertama

III/b

37 Agatha Mayasari, S.si

198408202006042002

PMG Pertama

III/b

38 Arif Krisna Widadi

197703231998031001

PMG Pelak.Lnjtan

III/b

39 Anandayu Palupi,SE

198212202009112001

Pengadministrasi
Umum

III/b

40 Ferri Kusuma

197912222000031001

PMG Pelak. Lnjtan

III/b

41 Rudi Kasianto

197605201997031001

PMG Pelak. Lnjtan

III/b

42 Eny Indrasari, SE

198302172009112001

Pengelola Simak
BMN

III/b

Firda Amalia Maslakah,


198408312008012006
S.Si

Peneliti Pertama

III/a

35

43

44 M. Anwar Syaefudin

198511062008011003

PMG Pelak.Lnjtan

III/a

45 Marlin Tresnawati

198509132007012003

PMG Pelak. Lnjtan

III/a

46 Budi Hartanto

197610072000031001

PMG Pelak.Lnjtan

III/a

47 Rendy Irawadi, S.Si


48 Mira Gramedia
49 Ahmad Rofiul Huda,
A.Md

198707142008121001
198405122008122001
198812172009111001

PMG Pelak.Lnjtan
PMG Pelaksana
PMG Pelak.Lnjtan

III/a
II/d
II/d

199004262009112001

PMG Pelaksana

II/c

196304061982111001

Penata Usaha

II/c

52 Showan Bangkit Suseno 198105202012121001

Staf

II/c

53 Arsy Yudha Prinanto

199105152012101001

Staf

II/c

54 Oky Sukma Hakim

199304232013121001 SPT. PMG Pelaksana

II/a

55 Arum Puspitasari
199311292013122001 SPT. PMG Pelaksana
56 Cindy Selly Sukma Devi 199307292013122001 SPT. PMG Pelaksana
Muhammad Rizzal F,
57
199409032014111001 SPT. PMG Pelaksana
A.P

II/a
II/a

50

Apritarum
Fadianika,A.P

51 Supriono

II/a

4.7 PARAMETER METEOROLOGI

Radiasi matahari
a. Lamanya Penyinaran Matahari (Duration of Sunshine) diukur dengan alat
CAMPBELL STOKES & satuannya adalah % (Prosen)
b. Intensitas Radiasi Matahari diukur dengan alat PYRANOMETER &
satuannya adalah Joule/cm2 atau Watt/m2

Angin (Arah & kecepatan)


Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah
bertekanan rendah

Angin permukaan diukur dgn alat Anemometer pd ketinggian 10 meter.


Komponen yg diamati adalah arah (derajat) dan kecepatan (knot)
Angin lapisan udara atas, diamati & diukur dgn alat : Rasond, Rawind atau
Pibal.

Suhu Udara
Suhu adalah derajat kepanasan suatu benda
Suhu udara diukur dengan alat Thermometer, dalam satuan derajat Celcius
(oC)

Pada lapisan Troposphere, suhu udara berkurang thdp ketinggian (1 oC = 100


m), yg biasa kita kenal Lapse rate
Di dlm sangkar meteorologi terdapat :

Thermometer bola basah


Thermometer bola kering
Thermometer minimum dan
Thermometer maksimum.

Tekanan Udara
Tekanan Udara adalah gaya per satuan luas yg disebabkan oleh berat udara yg
ada di atasnya pd titik pengukuran tertentu
Tekanan udara akan berkurang dengan bertambahnya ketinggian (1 mb = 28
feet atau 9,5 m)
Tekanan udara diukur dengan barograph atau barometer & satuannya mb atau
Hpa
Dalam penerbangan, tekanan udara digunakan untuk mengetahui tinggi
terbang pswt terbang dan pada saat pendaratan (Landing)

Kelembaban Udara
Kelembaban udara adalah kadar uap air yg ada di udara
Kelembaban udara relatif (Relative Humidity=RH) adalah perbandingan
kadar uap air yg ada di dlm udara dgn uap air maksimum yg dapat ditampung
oleh udara tsb pd suhu tertentu. Atau merupakan perbandingan tekanan uap air
yg ada di udara dgn tekanan uap jenuh pd suhu tertentu.
Kelembaban udara diukur dengan alat HYGROGRAPH & satuannya :
% (Prosen).

Awan
Awan adalah kumpulan partikel-partikel uap air yang ada di udara
Berdasarkan tingginya, awan dikelompokkan menjadi 3 bagian : Awan Tinggi,
Awan Menengah & Awan Rendah.
Di dalam Observasi, Awan dilaporkan dalam bentuk : Jumlah langit yg
tertutup awan (Oktaves), Jenis (Cu, Cb, As, Cs, dsb) dan Tinggi Dasar Awan
(feet).
Awan Rendah
Cumulus

Stratus

Stratocumulus

Nimbrostratus

Awan Menengah

Altocumulus

Altostratus

Awan Tinggi

Cirrus

Cirrocumulus

Cirrostratus

Awan Comulonimbus (Cb)

Tingkat Pertumbuhan Awan Cumulonimbus (Cb)

Curah Hujan
Hujan/Presipitasi, adalah hasil proses kondensasi kumpulan uap air (awan) di
udara yang jatuh ke permukaan bumi.
Curah hujan diukur dengan alat penakar hujan
Satuan curah hujan adalah millimeter,
1(satu) mm = curah hujan yg jatuh ke perm. tanah datar seluas 1 m2,
sebanyak volume air 1 liter. Dgn asumsi : tdk ada air yg menguap, meresap
atau mengalir.

4.8 PROFIL ATMOSFER SECARA VERTIKAL

Berdasarkan Suhunya (Dari bawah) :


- Troposphere
- Stratosphere
- Mesosphere
- Thermosphere
1. Pengamatan Paramater Cuaca (AWOS)

Pengamatan parameter cuaca utk take off/landing pswt terbang, yg dilakukan


secara otomatik, meng gunakan AWOS (=Automatic Weather Observing
System)
AWOS menggunakan sensor yg diletakan di tepi runway & utk mengukur
parameter cuaca : angin, visibility, awan, suhu & tekanan udara. Data yg
didapat ditampilkan pada Monitor PC & dilaporkan tiap jam sekali untuk
informasi cuaca penerbangan (Metar)
Selain AWOS, ada juga AWS, ARG, Dll

2. Pengamatan Lapisan Udara Atas


Pengamatan lapisan udara atas (Upper Air) dilakukan dengan Rasond (Radio
Sonde), Rawind (Radar Wind) atau Pibal (Pilot Balon)
Pengamatan dengan Rasond mengha- silkan data : tekanan udara, suhu
udara, kelembaban udara dan angin pada level/ketinggian tertentu.

3. Informasi Cuaca (Prediksi) Utk Penerbangan & Lainnya


Cuaca utk Bandara (TAFOR)
Info Cuaca utk Route Pnb (ROFOR)
Info Cuaca utk Area Pnb (ARFOR)
Info Cuaca pd suatu tmpt/wkt/kondisi tertentu
Info cuaca : harian, 3 harian & mingguan utk Surabaya dan wilayah Jawa
Timur lainnya.
4. Citra Radar Cuaca

5. Citra Satelit Cuaca

6. Prakiraan Hujan (Precipitation Forecast)

4.9 ALAT-ALAT
1. Campbell-Stokes
Alat pengukur lamanya penyinaran matahari yang sering dijumpai disebut
Campbell Stoke. Alat ini berupa bola kaca masif dengan garis tengah/diameter
10 15 cm, berfungsi sebagai lensa cembung (konvex) yang dapat
mengumpulkan sinar matahari ke suatu titik api (fokus), dan alat ini dipasang

di tempat terbuka diatas pondasi beton dengan ketinggian 120 cm dari


permukaan tanah.

Gambar 1 Campbell Stokes


2. Pyranometer
Pyranometer juga disebut solarmeter digunakan untuk mengukur
besarnya pengaruh radiasi cahaya pada permukaan bidang dengan satuan
W/m2. Kinerja alat ini dengan dipasang pada suatu permukaan bidang
kemudian dengan adanya hantaman cahaya tepat pada sensor cahaya yang
akan diteruskan pada tampilan komputer dalam bentuk simpangan besarnya
fluks yang diberikan cahaya tersebut.

Gambar 2 Pyranometer
Nilai maksimum yang memberikan fluks terbesar jika cahaya
menghantam sensor sejajar dengan bidang vertikal dan nilai terkecil fluks
cahaya saat cahaya jatuh sejajar bidang horizontal, sehingga besarnya
simpngan fluks bergantung pada sudut cosinus terhadap sumbu vertikal selain
dari besarnya muatan elektron yang menghantam sensor dari radiasi cahaya.
Dengan adanya muatan elektron tersebut dapat diukur dengan rumus medan
listrik sehingga simpangan fluks magnet berbanding lurus dengan peningkatan

arus akibat penumpukan elektron. Pada saat kalibrasi digunakan saat


diletakkan pyranometer di dalam ruangan gelap yang tidak ada cahaya dan
pengaruh medan listrik maupun medan magnet sebagai keadaan ideal saat
keadaan normal atau keadaan nol.
3. Thermometer
Alat pengukur suhu disebut termometer. Termometer dibuat dengan
mendasarkan sifat sifat fisik dari suatu zat (bahan), misalnya pengembangan
benda padat, benda cair, gas dan juga sifat merubahnya tahanan listrik
terhadap suhu.

Gambar 3 Termometer
Selama 24 jam, suhu udara selalu mengalami perubahan perubahan. Di atas
lautan perubahan suhu berlangsung lebih banyak perlahan lahan daripada di
atas daratan. Variasi suhu pada permukaan laut kurang dari 1C, dan dalam
keadaan tenang variasi suhu udara dekat laut hampir sama. Sebaliknya diatas
daerah pedalaman continental dan padang pasir perubahan suhu udara
permukaan antara siang dan malam mencapai 20C. Sedangkan pada daerah
pantai variasinya tergantung dari arah angin yang bertiup. Variasinya besar
bila angin bertiup dari atas daratan dan sebaliknya.

4. Tekanan udara
Barometer air raksa adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tekanan
udara (atmosfer). Tekanan udara biasanya diukur dalam satuan inci air raksa
(mercury, in.Hg) oleh sebuah barometer air raksa. Barometer ini mengukur
ketinggian dari kolom air raksa yang ada di dalam sebuah tabung kaca. Pada
suhu dan tekanan normal tinggi air raksa berkisar pada 76 cm. Salah satu
ujung dari tabung air raksa itu dibiarkan terbuka untuk mendapatkan tekanan
dari atmosfer, yang mendorong air raksa di dalam tabung. Jika tekanan di luar
bertambah, maka akan menekan air raksa yang ada di dalam tabung untuk
bergerak ke atas, sebaliknya jika tekanan berkurang maka permukaan air raksa
dalam tabung akan turun. Ketinggian air raksa dalam tabung menjadi tolak
ukur tekanan udara (atmosfer). Tipe barometer ini biasanya digunakan di lab
atau stasiun pengamatan cuaca termasuk di Stasiun Meteorologi Polonia
Medan. Karena stasiun pengamatan cuaca berada di seluruh penjuru bola
dunia, maka bacaan tekanan barometrik setempat di konversi ke tekanan
permukaan laut untuk mendapatkan standar bagi penyimpanan rekaman dan
pelaporan. Tekanan standar di permukaan laut didefinisikan sebagai 29,92
in.Hg pada 15 C. Tekanan udara juga dikenal dalam satuan millibars, dengan
1 in.Hg kira-kira sama dengan 34 millibars dan standar tekanan di permukaan
laut 1013,2 millibars.

Gambar 4 Barometer

5. Arah dan kecepatan angin


Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur
kecepatan angin, dan merupakan salah satu yang banyak dipakai dalam bidang
Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Anemometer dapat
dibagi menjadi dua kelas: yang mengukur angin dari kecepatan, dan orangorang yang mengukur dari tekanan angin, tetapi karena ada hubungan erat
antara tekanan dan kecepatan, yang dirancang untuk satu alat pengukur
jurusan angin akan memberikan informasi tentang keduanya. Satuan
meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort) umumnya
satuan yang digunakan adalah meter per detik (m/s). Sedangkan satuan
meteorologi dari arah angin adalah 0 - 360. Anemometer harus ditempatkan
di daerah terbuka

Gambar 5 Anemometer
Alat meteorologi yang dipakai untuk pengamatan lapisan udara atas, jenis alat
ini umumnya terdapat pada stasiun meteo synoptic dan meteo penerbangan
contohnya Theodolite, Radio sonde, Radio wind, Pilot Balon (Pibal) dan lainlain.
4.10 DAMPAK AWAN CB

4.11 INFO CUACA YANG DIBERIKAN BMKG


1.
2.
3.
4.

Cuaca Surabaya hari ini


Cuaca surabaya esok hari
Cuaca jawa timur
Cuaca Indonesia

5. Cuaca Bandara Juanda


6. Cuaca Bandara Indonesia
7. Cuaca Perairan
Contoh Tampilan info Cuaca Pada Website Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya, diakses
pada Rabu, 16 Desember 2015 pukul 20.20 adalah sebagai berikut:

1. Cuaca Surabaya hari ini


PRAKIRAAN CUACA SURABAYA DAN SEKITARNYA
BERLAKU 24 JAM DARI TANGGAL : 16 DESEMBER 2015 JAM 07.00
WIB

Cuaca

Angin

: Barat ; Kecepatan : 05 - 30 km/jam.

Suhu Udara
Kelembaban
Matahari Terbit
Matahari Terbenam

: 25 33 oC
: 66 - 96 % ; Jarak Pandang : 04 - 10 Km.
: 05.08 WIB
: 17.41 WIB

Hujan Sedang

PRAKIRAWAN : Rendy Irawadi


Kepala Kelompok Prakirawan : Taufiq Hermawan
2. Cuaca Surabaya Esok Hari

PRAKIRAAN CUACA SURABAYA DAN SEKITARNYA


BERLAKU 24 JAM DARI TANGGAL : 17 DESEMBER 2015 JAM 07.00
WIB

Cuaca

Hujan Sedang

Angin

: Barat ; Kecepatan : 05 30 Km/jam.

Suhu Udara

: 25 33 oC

Kelembaban

: 65 - 96 % ; Jarak Pandang: 04 - 10 km

Matahari Terbit
Matahari Terbenam

: 05.08 WIB
: 17.41 WIB

Surabaya, 16 Desember 2015


Prakirawan: Ahmad Bisri
3. Cuaca Jawa Timur
Prakiraan Cuaca Propinsi Jawa Timur
16 December 2015 07.00 WIB hingga 17 December 2015 07.00 WIB
Kec.
Suhu Kelembaban
Arah
Ibukota Kabupaten
Cuaca
Angin
(C)
(%)
Angin
(km/jam)
Pacitan
Hujan Ringan 24 31 74 - 93
35
Selatan
Ponorogo
Hujan Lebat 24 32 66 - 96
45
Barat Daya
Trenggalek
Hujan Lebat 21 30 67 - 96
45
Barat Daya
Tulungagung
Hujan Lebat 25 32 62 - 95
45
Barat Daya
Blitar
Hujan Sedang 23 32 62 - 94
30
Tenggara
Kediri
Hujan Sedang 25 32 65 - 96
45
Barat Daya
Kepanjen
Hujan Sedang 19 28 68 - 96
45
Selatan
Lumajang
Hujan Sedang 22 32 62 - 95
45
Selatan

Ibukota Kabupaten
Jember
Banyuwangi
Bondowoso
Situbondo
Probolinggo
Pasuruan
Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
Nganjuk
Madiun
Magetan
Ngawi
Bojonegoro
Tuban
Lamongan
Gresik
Bangkalan
Pamekasan
Sumenep
Kediri
Blitar
Malang
Probolinggo
Pasuruan
Mojokerto
Madiun
Surabaya
Batu

Cuaca
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Lebat
Hujan Sedang
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Lebat
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Sedang

Suhu Kelembaban
(C)
(%)
22 31
25 34
20 30
25 33
19 29
19 32
25 32
21 31
24 32
22 32
24 33
20 29
25 32
25 31
25 32
25 33
25 33
24 33
25 32
24 32
26 33
25 32
23 33
21 30
19 29
19 32
21 31
24 33
25 35
18 29

69 - 96
60 - 94
68 - 96
52 - 89
56 - 95
68 - 95
56 - 92
68 - 95
62 - 96
75 - 95
62 - 98
69 - 96
62 - 94
64 - 94
58 - 93
58 - 94
56 - 95
63 - 96
62 - 96
66 - 97
65 - 92
65 - 96
68 - 96
65 - 96
56 - 95
60 - 97
68 - 95
66 - 97
55 - 95
71 - 97

Kec.
Angin
(km/jam)
30
30
45
45
45
25
45
45
45
35
35
45
45
45
45
45
45
45
45
45
35
45
25
35
45
30
30
30
30
45

Arah
Angin
Tenggara
Tenggara
Barat Daya
Selatan
Barat Daya
Tenggara
Selatan
Barat Daya
Barat Daya
Selatan
Selatan
Barat Daya
Barat Daya
Barat Daya
Barat Daya
Barat Daya
Barat Daya
Selatan
Selatan
Selatan
Selatan
Barat Daya
Selatan
Selatan
Barat Daya
Tenggara
Barat Daya
Selatan
Barat Daya
Barat Daya

4. Cuaca Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia
16 December 2015 07.00 WIB hingga 17 December 2015 07.00 WIB

Kota
Banda Aceh
Medan
Pekanbaru
Batam
Padang
Jambi
Palembang
Pangkal Pinang
Bengkulu
Bandar Lampung
Pontianak
Samarinda
Palangkaraya
Banjarmasin
Manado
Gorontalo
Palu
Kendari
Makassar
Majene
Ternate
Ambon
Jayapura
Sorong
Biak
Manokwari
Merauke
Kupang
Sumbawa Besar
Mataram
Denpasar
Jakarta
Serang
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya

Cuaca
Hujan Sedang
Berawan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Berawan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Hujan Ringan
Berawan
Berawan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Cerah Berawan
Cerah Berawan
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Hujan Sedang
Hujan Ringan

Suhu
(C)
23 - 32
23 - 33
22 - 33
25 - 32
22 - 31
23 - 32
24 - 31
24 - 31
23 - 31
24 - 33
24 - 32
26 - 34
24 - 32
24 - 32
22 - 33
23 - 33
24 - 32
24 - 32
26 - 34
24 - 33
24 - 33
23 - 33
23 - 32
24 - 32
25 - 31
25 - 32
24 - 32
25 - 34
25 - 35
24 - 34
23 - 34
24 - 33
23 - 33
20 - 30
24 - 33
24 - 31
25 - 35

Kelembaban
(%)
72 - 97
67 - 96
62 - 99
67 - 96
69 - 97
65 - 96
54 - 97
69 - 96
65 - 97
55 - 95
60 - 98
71 - 94
60 - 98
60 - 96
60 - 96
69 - 93
60 - 92
70 - 95
79 - 95
76 - 91
67 - 92
82 - 95
60 - 95
70 - 96
74 - 97
74 - 95
60 - 90
54 - 88
58 - 94
60 - 97
65 - 90
84 - 97
66 - 95
64 - 95
65 - 90
65 - 97
55 - 95

5. Cuaca Bandara Juanda


Tanggal : 16 Desember 2015
Jam : 05.00 wib
Arah dan Kecepatan Angin Permukaan

: 270 o / 05 Kt

Visibility
Weather

: 4000 m
: Haze

Awan
: Few 600 m
Temperatur / Titik Embun
: 25 oC / 22 oC
Tekanan udara
: 1007 mb
Observer
: Arief BJ.

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan
lembaga yang menangani masalah cuaca dan iklim di Indonesia. Lembaga ini
mendirikan stasiun meteorologi diberbagai tempat untuk mengamati kondisi
lingkungan yang ada di sekitar stasiun tersebut. Berikut adalah profil dari BMKG :
Untuk mengenal alat- alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca di
BMKG Surabaya dan Bagaimana cara mengoperasikan alat-alat yang
digunakan untuk mendeteksi cuaca di BMKG Surabaya, kelompok kami
menggunakan metode observasi , wawancara dan dokumentasi sebagai bukti
nyata.

Adapun data alat yang kelompok kami peroleh dalam observasi tersebut
adalah sebagai berikut :
8. Campbell-Stokes
9. Pyranometer
10. Thermometer minimum dan
11. Thermometer maksimum.
12. Bharometer
13. Anemometer
14. Hygrograp
Dan macam macam nama awan yang kami amati adalah sebagai
berikut :

Awan rendah
5. Cumulus
6. Stratocumulus
7. Stratus
8. Nimbostratus
Awan menengah
3. Altocumulus
4. Altostratus
Awan tinggi
5. Cirrus
6. Cirrocumulus
7. Cirrostatus
8. Awan comulonimbus
5.2 Saran
Sebaiknya untuk obsever selanjutnya dilakukan observasi secara berkala pada objek
observasi agar lebih tahu berubahannya secara berkala.

DAFTAR PUSTAKA
Readmore:
http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Profil/Sejarah.bmkg#ixzz3uUjhDSta