Anda di halaman 1dari 2

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh di lahan budidaya, yang mana

tanaman ini tidak dikehendaki keberadaannya. Karena mengganggu


pemanfaatan lahan serta sumber daya air dan juga mempengaruhi produksi
tanaman budidaya. Seringkali gulma dalam dunia pertanian adalah sebagai
pesaing pertumbuhan tanaman yang di dudidayakan. Gulma sangat kompetitif
dan sangat mudah beradaptasi dibawah kondisi yang sulit sekalipun. Mekanisme
reproduksinya lebih unggul dari tanaman budidaya. Karena itu gulma terus
menyerang ladang dan berusaha lebih baik dari tanaman yang kurang
beradaptasi. Biji gulma memiliki fase dormansi, yaitu kondisi melawan
perkecambahan bahkan dibawah kondisi yang menguntungkan. Benih gulma
masih masih bisa hidup walaupun bertahun-tahun pada kondisi yang sulit.
Dalam pertanian modern, tanaman tumbuh dengan jarak yang lebar, banyak
dipupuk dan di airi, pertumbuhan tanaman lambat pada tahap awal. Ini
merupakan faktor-faktor yang menyebabkan gulma mudah dan cepat tumbuh di
lahan pertanian.
Gulma bersaing dengan tanaman budidaya untuk mendapatkan ruang tumbuh,
cahaya matahari, kelembaban dan nutrisi tanah sehingga menyebabkan
turunnya hasil panen
Kerugian
1. Pengurangan hasil panen.
Gulma bersaing dengan tanaman untuk mendapatkan nutrisi, kelembaban
tanah, ruang tumbuh, dan sinar matahari. Dan secara umum peningkatan
pertumbuhan gulma sebanyak satu kilogram sesuai dengan pengurangan
satu kilogram pertumbuhan tanaman.
2. Berkurangnya kualitas panen.
jika hasil panen mengandung biji gulma, maka harus dikeluarkan,
terutama jika hasil panen akan digunakan untuk benih. Kontaminasi biji
gulma beracun dapat menaikkan biaya perawatan tanaman.
3. Sebagai inang hama dan penyakit
Gulma merupakan bagian dari komunitas organisme tertentu di wilayah
tertentu. Akibatnya, mereka jadi sumber makanan dari hewan tertentu
dan mereka rentan terhadap berbagai hama dan penyakit.
4. Gangguan penanganan pertanian
Beberapa gulma membuat pengoperasian mesin pertanian jadi lebih sulit,
lebih boros biaya dan bahkan tidak bisa dilakukan.
5. Berkurangnya nilai tanah
Keberadaan gulma yang terlampau banyak akan membuat tanah tidak
cocok ataupun kurang cocok untuk budidaya, hal ini mengakibatkan

hilangnya nilai ekonomi. Ribuan hektar lahan padi di India telah


ditinggalkan keberadaan gulma yang mengganggu.
6. Batas pilihan tanaman
Ketika gulma tertentu sangat penuh, akan membatasi pertumbuhan
tanaman tertentu. Seperti gulma parasit yang mengganggu tanaman tebu
dan sorgum.
7. Hilangnya efisiensi manusia
Gulma bisa menyebabkan alergi dan keracunan sehingga membatasi
gerakan para petani dalam melaksanakan kegiatan praktek pertanian.
8. Masalah karena gulma air
Gulma ini tumbuh disepanjang saluran irigasi sehingga membatasi aliran
air. Gulma air ini membentuk tempat berkembangbiak bagi serangga
contohnya nyamuk. Sehingga bia mengurangi nilai rekreasi dengan
mengganggu memancing, berenang, berburu dll
(Candrasekaran et al. 2010. A Text Book Of Agronomy. New age international (p)
limited, publisher. New delhi.