Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan teknologi dan
informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi dan
informasi tersebut merupakan bentuk dari globalisasi dan modernisasi yang
dihasilkan oleh perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat. Hal tersebut
semakin memudahkan manusia atau seseorang untuk membangun jaringan dan
berinteraksi dengan orang lain tanpa batasan jarak dan waktu. Kemajuan ini
menunjang kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Namun, ada pula
dampak yang merugikan dari perubahan sosial tersebut.
William F. Ogburn dalam Moore (2002), berusaha memberikan suatu
pengertian tentang perubahan sosial. Ia mendefinisikan perubahan sosial sebagai
perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Sementara itu, Pengertian perubahan sosial menurut Gillin dan Gillin adalah
suatu variasi dan cara-cara hidup yang telah diterima baik karena perubahanperubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi maupun
karena adanya penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa globalisasi dan modernisasi
merupakan dua bentuk perubahan sosial yang penting. Perubahan ini mengacu
kepada kemajuan masyarakat dalam hal teknologi dan informasi. Seiring dengan
berjalannya waktu, teknologi sudah bisa diakses oleh semua kalangan, termasuk
anak-anak dan remaja. Tentu saja hal ini membawa dampak yang positif maupun
negatif. Pada masa sekarang ini, televisi, majalah, komputer, handphone maupun
dunia internet semua bisa diakses oleh anak-anak ataupun remaja. Fenomena ini
berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku mereka, mulai dari bercerita, meniru
sampai pada kebiasaan sehari-hari. Yang menjadi permasalahan adalah ketika
teknologi dan informasi tersebut bisa diakses secara bebas oleh masyarakat,
termasuk anak-anak dan remaja, hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan
perilaku mereka.

Keberadaan dunia maya berbasis jejaring sosial salah satunya. Suatu


fenomena baru yang sangat digandrungi oleh masyarakat di seluruh dunia
termasuk Indonesia. Pengguna yang tersebar di seluruh dunia tersebut sebagian
besar merupakan anak-anak berusia belasan atau remaja. Beberapa situs yang
menyajikan layanan jejaring sosial antara lain ; Jejaring sosial, Twitter,
Friendster, Plurk, dan lain-lain. Mudahnya situs-situs tersebut diterima
masyarakat antara lain karena adanya fasilitas untuk saling bertukar informasi,
menambah teman, meng-update berita bahkan berbicara secara langsung meski
pengguna berada di Negara atau benua berbeda.
Hal tersebut membuat sebagian besar penggunanya merasa kecanduan
karena keasyikan dengan kehidupannya di dunia maya. Terutama bagi remaja
Indonesia. Ada banyak pengaruh dari jejaring sosial yang mereka sadari atau tidak
ternyata sangat berdampak bagi kehidupan mereka, baik dari segi minat belajar,
prestasi, bersosialisasi dengan lingkungan, kepekaan sosial maupun perilakunya.
Jejaring sosial memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain,
namun penggunaan jejaring sosial yang berlebihan juga akan menciptakan
ketergantungan yang berlebihan. Apabila seseorang sudah tergantung dan
ketagihan akan jejaring sosial mereka bisa lupa dengan tugas dan kehidupan sosial
dengan teman-teman di dunia nyata. Melalui jejaring sosial remaja dapat
berinteraksi dengan orang yang sama sekali belum pernah bertemu dengan
mereka, entah itu orang dewasa, laki-laki atau perempuan, baik yang bekerja
maupun masih bersekolah, tanpa mereka tahu bahwa yang diajak berinteraksi itu
orang yang benar-benar baik bagi mereka atau tidak dan sejauh mana informasi
yang layak mereka terima dari situs-situs tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang sudah dijelaskan di atas, di dalam
penelitian berjudul Media Sosial dalam Pandangan Islam ini terdapat rumusan
masalah :
1. Bagaimana sejarah jejaring sosial di Indonesia?
2. Bagaimanakah tingkat ketergantungan remaja Indonesia terhadap situs
jejaring sosial tersebut?

3. Apa dampak positif dan negatif yang ditimbulkan oleh jejaring sosial
terhadap kehidupan remaja ?
4. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kecanduan
penggunaan jejaring sosial?
5. Bagaimana pandangan Islam terhadap jejaring sosial?
C. Tujuan
1. Mengetahui sejarah situs jejaring sosial yang di Indonesia
2. Mengetahui tingkat ketergantungan remaja terhadap situs jejaring sosial
3. Mengetahui dampak-dampak dari situs jejaring sosial terhadap kehidupan
remaja Indonesia.
4. Mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan
mengurangi kecanduan terhadap jejaring sosial
5. Mengetahui pandangan Islam terhadap jejaring sosial

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Situs Jejaring Sosial Di Indonesia
Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk
menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. situs jejaring sosial
pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki
aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun
1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang

berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com


yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Tahun 2002, muncul friendster
sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian
jodoh. Dalam keanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling
berkenalan dengan pengguna lain. Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain
menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace. Hingga akhir tahun
2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling
diminati.
Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser
dengan adanya jejaring sosial. Jejaring sosial dengan tampilan yang lebih modern
memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya.
Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak
muda. Twitter menggunakan sistem mengikuti-tidak mengikuti (follow-unfollow),
dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). Tahun
2012, muncul kembali dan menambah kembali situs jejaring sosial untuk semua
usia yang bernama Ketiker. Ketiker adalah situs web yang menawarkan jejaring
sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim
dan membaca pesan yang disebut post.1
1

Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media Kita. Hlm 6-9

B. Tingkat Ketergantungan Remaja Indonesia Terhadap Situs Jejaring


Sosial
Kehadiran jejaring sosial di tengah masyarakat menjadi sebuah fenomena
yang

menandai

babak

baru

kehidupan

modern.

Keberadaannya

dapat

menggantikan peran silaturahmi di tengah masyarakat karena fasilitasnya yang


dapat menghubungkan orang perorang secara leluasa. Dari sini ditemukan bahwa
para pengguna jejaring sosial kini lebih memilih menjalin komunikasi dengan
memanfaatkan situs ini. Mereka cenderung melihat sisi praktis dan efektif karena
tidak harus menyesuaikan diri sebagaimana tatanan berkomunikasi secara
langsung.

Saat ini apabila remaja tidak memiliki akun situs di jejaring sosial tidak
gaul namanya malah bisa dibilang ketinggalan zaman. Dan dalam rangka
menunjukkan eksistensi, akhirnya mereka pun mulai belajar untuk mengakses
situs jejaring sosial. Mereka beranggapan bahwa lewat situs tersebut mereka dapat
mengembangkan pergaulan mereka bahkan sampai-sampai bisa berbisnis di sana.
Pada umumnya remaja yang menggunakan fasilitas internet di warnet selalu
mengakses situs-situs jejaring sosial.
Dengan semakin menjamurnya warnet-warnet di kota bahkan desa
semakin memudahkan mereka untuk mengakses situs-situs jejaring sosial.
Ditambah lagi semakin berkembangnya teknologi sehingga untuk menikmati situs
tersebut tidak perlu lagi pergi ke warnet. Cukup dengan membukanya lewat
telepon genggam yang sekarang makin canggih dan murah, mereka bisa
menikmati semua layanan yang disediakan situs pertemanan tersebut.
Semakin terkenalnya situs pertemanan ini membuat penggunanya terutama
dari kalangan pelajar semakin bertambah tiap harinya. Durasi dalam mengakses
situs pertemanan pun relatif tinggi. Mereka lebih nyaman untuk terus terpaku di
dalam situs tersebut untuk sekedar memberi komentar, share foto maupun chatting
dengan teman mereka daripada harus membaca buku.
Dari sini diungkap fakta yang cukup memilukan dimana ada
kecenderungan pelajar yang gemar

mengakses jejaring sosial, prestasi

akademiknya menurun. Hal itu terjadi sebagai akibat mereka disibukkan dengan
update statusnya, mengomentari status dan foto orang lain, chatting, dan
sebagainya yang sangat menyita waktu.
Kebanyakan mereka melakukan hal tersebut diluar kendali karena
menganggap aktivitas itu sama sekali tidak mengganggu aktivitas lainnya.
Padahal sejatinya banyak waktu yang terbuang demi menulis, mengomentarai halhal sepele yang jauh dari dikatakan intelek. Pengguna jejaring sosial,
kemungkinan besar selalu ingin mengetahui statusnya setiap hari sehingga tanpa
disadari menyita waktu. Mereka terpicu untuk menulis hal-hal tak penting,
membaca hal-hal sepele, dan juga berpikir secara tak cerdas.

Pengawasan yang minim dari orang tua merupakan salah satu faktor
menjadi faktor mengapa mereka merasa nyaman untuk menghabiskan waktunya
untuk surfing di situs jejaring sosial tersebut. Orang tua seolah 'tutup mata' atas
fenomena ini. Mereka hanya diam saja mengetahui anaknya sering mengakses
situs pertemanan sampai lupa waktu.
Namun para orang tua pun tidak bisa terlalu disalahkan atas penggunaan
situs pertemanan yang tinggi karena anak mereka bisa saja menggunakan telepon
genggamnya untuk membuka situs tersebut sehingga luput dari pengawasan orang
tua.2
Pada dasarnya situs-situs jejaring sosial memiliki batas umur bagi
penggunanya yang ingin mengakses situs tersebut. Jejaring sosial membatasi
umur pengguna yang boleh mengaksesnya yaitu minimal berumur 13 tahun.
Statistik menunjukkan bahwa pengguna jejaring sosial terbanyak di Indonesia
yaitu antara usia 23-31 tahun yaitu sebanyak 2.831.060 pengguna.3
Penggunaan yang tinggi ini tidak dipungkiri akibat adanya kemajuan pesat
di bidang teknologi. Selain itu, wujud sifat hakekat manusia adalah memilki
kemampuan bereksistensi yaitu kemampuan seseorang untuk menunjukkan
keberadaanya di antara manusia yang lain.
2
Ardianto. 2007. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung: Simbiosa
Rekatama Media.
3
Sarwono, S. W. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: P.T Raja Grafindo Persada.

Dengan adanya situs jejaring sosial seperti jejaring sosial mereka dapat
menunjukkan dirinya pada khalayak luas apalagi sekarang jumlah pengakses situs
jejaring sosial di Indonesia merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan
negara lain di Asia Tenggara.
Dengan begitu banyaknya pengguna situs jejaring sosial ini, para
pengguna terutama dari kalangan pelajar remaja menjadi semangat untuk
menampilkan dirinya lewat akun mereka agar bisa dikenal oleh orang banyak.
Umumnya jejaring sosial memberikan layanan untuk membuat biodata pengguna.
User dapat men-upload foto dirinya untuk ditampilkan dalam akun pribadi

sehingga bisa dilihat teman-teman mereka. Situs perteman jejaring sosial memiliki
fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat sharing dengan anggota grup.
Selain itu jejaring sosial menyediakan kumpulan cara yang beragam bagi
pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, chat,
share file dan lain-lain. Hal inilah yang membuat jejaring sosial begitu
digandrungi oleh pelajar remaja saat ini.
Anggapan masyarakat yang mengatakan jika tidak mengakses internet
dikatakan ketinggalan zaman atau gagap teknologi juga mulai mempengaruhi
pemikiran pelajar remaja untuk mulai belajar mengakses situs pertemanan.
C. Dampak Positif Dan Negatif Yang Ditimbulkan Oleh Jejaring Sosial
Terhadap Kehidupan Remaja
Jejaring Sosial seperti Facebook, google+, Twitter dan yang sejenisnya
seakan sudah menjadi suatu keharusan bagi remaja Indonesia untuk memilikinya.
Bahkan jika tidak memilikinya akan dianggap kurang pergaulan, cupu dan akan
dikucilkan dari komunitasnya. Tentu dengan adanya Jejaring Sosial ini pasti
mengakibatkan dampak yang positif maupun dampak yang negatif.
Dampak Positif :
Pengaruh positif penggunaan Jejaring Sosial diantaranya adalah banyak
para remaja yang menggunakanJejaring Sosial untuk memasarkan iklannya seperti
yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswa pembuat keripik pedas yang
memasarkan produknya ke Twitter dan Facebook yang ber merk Maicih dan
akhirnya sekarang menjadi sebuah kripik yang sudah tersebar hampir di kota-kota
besar di Indonesia. Ada juga Jejaring Sosial yang digunakan sebagai sarana
bertukar informasi, pengetahuan dan untuk berdiskusi dalam pembuatan
komunitas.
Jejaring Sosial juga dapat mempererat tali persaudaraan dimana seseorang
dapat tetap saling berkomunikasi walaupun jaraknya jauh. Jejaring Sosial juga
dapat digunakan untuk mencari seorang kerabat, bahkan ada suatu kisah seorang
ibu dapat bertemu kembali dengan anaknya setelah 12 tahun berpisah.4
Dampak Negatif :

Akan tetapi Jejaring Sosial itu juga memberikan dampak yang negatif bagi
para remaja. Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan Jejaring
Sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan rasa sosial
diantara remaja pun berkurang.5

Banyak para remaja yang lebih suka

berhubungan lewat Jejaring Sosial dibanding dengan bertemu dengan temantemannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk
berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan
waktu mereka untuk bermain game yang ada pada salah satu Jejaring Sosial.
Akhir-akhir ini pun banyak kasus-kasus tentang penculikan gadis, banyak
orang-orang dengan kepandaian komunikasi dan rayuan dapat melarikan gadis
gadis seperti yang telah dialami oleh Nova seorang remaja 14 tahun. Jejaring
Sosial juga digunakan untuk bisnis prostitusi. Banyak remaja yang tergiur karena
pengaruh dari lingkungannya yang memang ada yang sudah terjun ke dunia hitam
dan juga menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Remaja yang sedang
labil apalagi suka bermimpi hidup mewah dengan mudah serta berasal dari
keluarga yang berantakan mudah untuk terjerumus dalam prostitusi di Jejaring
Sosial ini.6

http://teknologi.vivanews.com/news/read/246710-berkat-Facebook-ibu-dananak-ini-bertemu-

lagi.
5
6

Rahmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung: 2005.


http://headlines.vivanews.com/news/read/200118-penjualan-gadis-abg-lewat- Facebook.

D. Cara Mencegah Kecanduan Penggunaan Jejaring Sosial


Solusi yang pertama kali adalah berusaha untuk membatasi diri, dimana
jika kalian sudah kecanduan Jejaring Sosial, maka harus membatasi waktu
aksesnya, mulai kurangi bermain game dan update status. Mulai mencari
kesibukan yang lain misal seperti bermain bersama teman-teman dalam dunia
nyata, ikut organisasi maupun mengerjakan tugas kuliah.
Bagi remaja putri hendaknya dapat lebih waspada jika berkenalan dengan
orang asing di Jejaring Sosial, entah itu dari teman atau terlebih hanya orang yang
asal ingin berkenalan. Jangan mudah percaya akan rayuan serta kata-kata

manisnya. Jangan mudah bertemu langsung kalau memang sangat ingin maka
ajaklah teman-teman kalian dan jangan di tempat yang sepi.
Peran

orang

tua

sangatlah

penting,

walau

orang

tua

tidak

menggunakan Jejaring Sosial, tetapi orang tua harus lebih menjaga lingkungan
dan pergaulan anak-anaknya dibantu dengan sahabat-sahabat terdekatnya
sehingga jika ada perilaku dari anaknya tersebut berbeda, maka orang tua harus
tanggap dan mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya agar tidak lebih
berlanjut.7
E. Etika dalam Menggunakan Jejaring Sosial
Berikut beberapa tips seputar etika dalam bersosial media :
1. Batasi membagi seputar kehidupan pribadi,terlebih yang sangat pribadi
2.

dan sensitive.
Walau di Facebook dikolom update status bertuliskan whats on your
mind bukan berarti kita bebas mengungkapkan segala yang kita rasakan
di sosial media. Ada beberapa hal sensitif dan privasi yang seharusnya
tidak perlu diketahui oleh semua orang. Semisal masalah keuangan,
bertengkar dengan seseorang, pandangan kita terhadap seseorang dan lain
sebagainya. Alangkah tidak bijaksananya bila semua orang tahu akan
permasalahan dan problematika yang sedang kita hadapi. Baiknya simpan
segala hal sensitif untuk diri sendiri dan tidak perlu semua teman di sosial
media mengetahuinya.

Nimmo, Dian. 1989. Komunikasi Politik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hati-hati bila check in place dan mengupdate sedang dimana kita berada.
Aplikasi untuk check in place seperti Foursquare memang banyak digunakan dan
kemudian di share di sosial media. Pemilik akun sosial media suka check in place
untuk memberitahu keberadaannya dan sedang melakukan apa. Tanpa disadari,
check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat kepada kita. Karena
orang yang berniat jahat mengetahui dimana kita berada dan dengan siapa kita
berada. Pergunakan media check in place dengan bijak.
3.

Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan
Pornografi

Hindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki


unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa
menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan
membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna media sosial
mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari diri kita untuk tidak
berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.
4. Hindari untuk mengupdate status yang berhubungan dengan privasi
seperti sedang dirumah sendiri atau mengambil uang di Bank.
Update seperti ini bisa membahayakan diri sendiri. Bila ada orang berniat
jahat, dia bisa mendatangi rumah kita ataupun mendatangi tempat kita
berada.
5. Bijak dalam mencantumkan personal information.
Personal information yang dimaksudkan adalah biodata yang ditampilkan
di akun media sosial kita seperti alamat rumah, nomor telepon, tempat
bersekolah, alamat email. Bila memang tidak penting, lebih baik tidak
usah dicantumkan karena bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak
bertanggungjawab. Semisal mengirim email atau sms penipuan dan lain
sebagainya. Bila memang berniat mencantumkan, berhati-hatilah bila ada
nomor telepon asing atau email dari pengirim yang tidak diketahui kita
terima.8
8

Effendi, Uchana.2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

F. Jejaring Sosial Menurut Pandangan Islam


Islam, sebagai agama yang tidak memiliki batas retorial, memang tidak
pernah membatasi seseorang untuk mengetahui sebuah komunitas yang lain
seperti yang ditegaskan dalam al-Quran : al-hujurat (49 :13)




Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia

diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
Jelaslah dalam ayat tersebut, saling mengenal itu justru sebagai hal yang
mutlak dari sebuah konsep sosial. Tapi, dalam konteks Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu, ini mengartikan bahwa dalam interkasi sosial itu, manusia harus dibekali
dengan keimanan dan etika, sehingga tidak mengandung unsur yang dilarang oleh
syariat guna tetap mendapat gelar taqwa.
Oleh karena itu, dalam Islam ada istilah dakwa, sosial, saling tolongmenolong, silaturahmi, yang semua itu tidak lepas dari interaksi sosial dan telah
memeiliki aturan dan etika. Intinya, jika kita pahami lebih jauh, jejaring sosial
yang saat ini menjadi trend, membutuhkan sikap yang bijak dari segenap
masyarakat khususnya yang demam internetan agar bisa mempergunakan dan
memanfaatkan media itu tidak lepas dari kontrol dan panduan agama.
Islam, sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan,
sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati,
memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain
Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan
Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang matre dan sekular, maka Islam
mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana
ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang amanat
Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada
kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil Alamin).
Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan,
pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam, untuk ditafakuri dan
menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Yang paling terkenal adalah ayat:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit

dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini
dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
(QS Ali Imron [3] : 190-191)
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu
pengetahuan beberapa derajat. (QS. Mujadillah [58] : 11 )
Bagi umat Islam, kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tandatanda/sinyal)

KeMahaKuasaan

dan

Keagungan

Allah

SWT.

Ayat

tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge), seperti kitabkitab suci dan ajaran para Rasulullah (Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran), maupun
ayat-ayat kauniyah (fenomena, prinsip-prinsip dan hukum alam), keduanya bila
dibaca, dipelajari, diamati dan direnungkan, melalui mata, telinga dan hati
(qalbu+akal) akan semakin mempertebal pengetahuan, pengenalan, keyakinan dan
keimanan kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Wujud yang wajib,
Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi).9 Jadi agama dan ilmu pengetahuan,
dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Agama dan ilmu pengetahuan adalah
dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Keduanya saling membutuhkan,
saling menjelaska n dan saling memperkuat secara sinergis, holistik dan integratif.

Mufid, Muhammad.2007. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Prenada Media Group.

Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama Islam yang menentang
fakta-fakta ilmiah, maka kemungkinan yang salah adalah pemahaman dan tafsiran
terhadap ajaran agama tersebut. Bila ada ilmu pengetahuan yang menentang
prinsip-prinsip pokok ajaran agama Islam maka yang salah adalah tafsiran
filosofis atau paradigma materialisme-sekular yang berada di balik wajah ilmu
pengetahuan modern tersebut.
Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan, dan ayatayat suci Tuhan (Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah SAW yang dipelajari melalui
agama, adalah sama-sama ayat-ayat (tanda-tanda dan perwujudan/tajaliyat) Allah
SWT, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak

belakang, karena keduanya berasal dari satu Sumber yang Sama, Allah Yang
Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta.
Keutamaan Mukmin yang ber-ilmu
Keutamaan orang-orang yang berilmu dan beriman sekaligus, diungkapkan Allah
dalam ayat-ayat berikut:
Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang yang tidak
berilmu? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar [39] : 9).
Allah berikan al-Hikmah (Ilmu pengetahuan, hukum, filsafat dan kearifan)
kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi alHikmah itu, benar-benar ia telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya
orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (berdzikir) dari firmanfirman Allah. (QS. Al-Baqoroh [2] : 269).
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Mujaadilah [58] :11)
Rasulullah SAW pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya
dengan sebaik mungkin. Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan
buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini. (Al-Hadits
Nabi SAW). Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap Muslimin, Sesungguhnya
Allah mencintai para penuntut ilmu. (Al-Hadits Nabi SAW)
Sistem komunikasi yang berdsarkan Al-Qur'an dan Sunnah tidak
menafsirkan konsep-konsep komunikasi manusia yang berlandaskan pengalaman
dan pengetahuan manusia. Menurut pandangan sekuler, komunikasi adalah
kemampuan manusia yang diperoleh melalui perkembangan biologis di mana
organ-organ utama manusia memainkan peran penting, namun pada saat yang
sama para peneliti mengatakan, "Tidak seorang pun yang tahu bagaimana
kemampuan berbicara makhluk ini mulia. Namun menurut pandangan Islam,
manusia adalah makhluk paling mulia yang semua kemampuan yang diperolehnya
menunjukan anugerah Allah. Selain dianugrahi kemampuan-kemampuan lainnya,
manusia dianugrahi kemampuan untuk berbicara, memahami, membedakan, dan

menjelaskan apapun yang ia persepsi, amati, dan alami. Al-Qur'an menggunakan


istilah Bayyan untuk menunjukkan kualitas ini. "10
Dalam konteks ini, terdapat pengakuan Allah sendiri yang memberikan
panduan bagaimana manusia harus berkomunikasi, dan manusia wajib mengikuti
prinsip-prinsip komunikasi tersebut. Dengan kata lain, sistem komunikasi Islam
didasarkan atas ideologi atau ajaran Islam itu sendiri, yang sering disebut
pandangan hidup dan jalan hidup ( Ad-din ). Misi Islam adlah untuk kebaikan bagi
manusia, sebagai rahmat bagi semesta alam, agar manusia menjadi khalifah di
bumi dengan tugas untuk mewujudkan sifat-sifat Allah ( Adil, pemaaf, pengasih,
penyayang, dan sebagainya ), sebatas kemampuan mereka, juga untuk menyuruh
kebajikan dan mencegah kemungkaran. Dengan misi demikian, Islam mengatur
segala aspek kehidupan manusia, termasuk cara berkomunikasi yan gharus
dilakukan manusia dengan sesamanya.
Allah lewat firman-Nya dan Nabi lewat sunnah-Nya mengajarkan
bagaimana manusia harus berkomunikasi dengan orang tua, anak, tetangga, tamu,
yatim piatu, janda, orang miskin dan lain sebagainya. Al-Qur'an mengajarkan
sifat-sifat baik yang haurs dimiliki oleh peserta komunikasi, seperti kebajikan,
ihsan, keadilan, kebenaran, makruf, dan takwa.11
10

Sutanta, Edhy. 2005. Komunikasi Data & Jaringan Komputer.Jakarta: Penerbit Graha Ilmu.

11

Amir, Mafr.1999. Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam. Jakarta: PT. Logos

Wacana Ilmu.

Secara sederhana, sistem komunikasi Islam didasri dua misi utama Islam.
yakni untuk menegakkan tauhid ( Ke-esaan Tuhan ) dan amar ma'ruf nahi munkar
memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. 12

12

Yenne, Bill, Seri Sekilas Mengetahui, 100 Peristiwa yang Berpengaruh Di Dalam Sejarah

Dunia, Karisma Publishing Group, Batam: 2002.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk
menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia. situs jejaring sosial
pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki
aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Dan
setelah berkembangnya tegnologi dan tambhan wawasan SDM manusia muncul
situs yang lebih modern dengan fitur-fitur yang menarik.
Hal ini menimbulkan manusia khususnya remaja untuk memanfaatkannya
semakin lama tren memanfaatkan jejaring sosial menjadi gaya hidup yang
mempengaruhi perilaku manusia khususnya remaja. Sebenarnya jejaring sosial
mempunyai manfaat dan sisi negatif bagi penggunanya. Tergantung pengguna
memakai situs itu secara bijak atau tidak.
Dalam pandangan Islam menurut hukum asalnya segala sesuatu itu adalah
mubah termasuk segala apa yang disajikan oleh berbagai peradaban baik yang
lama ataupun yang baru. Semua itu sebagaimana diajarkan oleh Islam tidak ada
yang hukumnya haram kecuali jika terdapat nash atau dalil yang tegas dan pasti
mengherankannya. Bukanlah Alquran sendiri telah menegaskan bahwa agama
Islam bukanlah agma yang sempit. Allah SWT telah berfirman yg artinya Di
sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan. . Adapun

peradaban modern yang begitu luas memasyarakatkan produk-produk teknologi


canggih seperti televisi vidio alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah
lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua muda atau anakanak yang tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yg
diakibatkannya. Tetapi di atas pundak manusianyalah terletak semua tanggung
jawab itu. Sebab adanya pelbagai media informasidn alat-alat canggih yg dimiliki
dunia saat ini dapat berbuat apa saja kiranya faktor manusianyalah yg menentukan
opersionalnya.

Adakalanya

menjadi

manfaat

yaitu

manakala

manusia

menggunakan dgn baik dan tepat. Tetapi dapat pula mendatangkan dosa dan
malapetaka manakala manusia menggunakannya utk mengumbar hawa nafsu dan
kesenangan semata.
Karena sesungguhnya

perubahan sosial dan tata nilai kehidupan yg

dibawa oleh arus modernisasi westernisasi dan sekularisasi terus-menerus


menimpa dan menyerang masyarakat Islam tetapi kesadaran umat Islam untuk
membendung dampak-dampak negatif dari budaya Barat itu ternyata masih cukup
tinggi meskipun hanya segolongan kecil umat yaitu mereka yg tetap teguh utk
menegakkan nilai-nilai Islam.
B. Saran
Jika orang tua dan tenaga pendidik berkomitmen tinggi serta serius dalam
menyingkapi fenomena jejaring sosial yang kini merebak di kalangan pelajar
remaja, maka penulis kira akan mudah untuk menghilangkan sifat ketergantungan
mereka ketika mengakses situs jejaring sosial. Peran dan kontribusi mereka dalam
mendidik para generasi muda sangat dibutuhkan karena emosi remaja cenderung
masih labil dan mudah terkena pengaruh negatif dari lingkungan mereka.
Selain itu jika upaya-upaya di atas dapat dilakukan dengan baik dan
berkelanjutan maka akan mudah bagi kita untuk membentuk pribadi generasi
muda yang tangguh akan dampak negatif dari arus globalisasi terutama dalam hal
penggunaan internet.
Jika orang tua dan guru dapat menyadari peran-peran mereka dalam
membimbing para generasi muda, akan mudah untuk meminimalisir kemungkinan
anak remaja akan terkena imbas dari penggunaan internet yang tidak sehat. Untuk

itu diharapkan kesadaran dari semua pihak dalam menyingkapi fenomena situs
jejaring sosial yang sedang merebak di kalangan pelajar remaja saat ini.

DAFTAR PUSTAKA
Amir, Mafri.1999. Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam. Jakarta:
PT. Logos Wacana Ilmu.
Ardianto. 2007. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung:
Simbiosa Rekatama Media
Effendi, Uchana.2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Ensiklopedi Indonesia.1989. Jilid 2 & 4. Jakarta: PT Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Kuswandi, Wawan.1996. Komunikasi Massa, Sebuah Analisis Media Televisi.
Jakarta: PT RinekaCipta.
Nimmo, Dian. 1989. Komunikasi Politik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mufid, Muhammad.2007. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Jakarta: Prenada
Media Group.
Rahmat, Jalaluddin.2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Sarwono, S. W. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Setiawan, Dirgayuza. 2008. Gaul Ala Facebook untuk Pemula. Jakarta: Media
Kita. Hal 6-9.
Sutanta, Edhy. 2005. Komunikasi Data & Jaringan Komputer. Yogyakarta:
Penerbit Graha Ilmu.
Yenne, Bill.2002. Seri Sekilas Mengetahui, 100 Peristiwa yang Berpengaruh Di
Dalam Sejarah Dunia. Batam: Karisma Publishing Group.