Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PROSES TERBENTUKNYA ALAM DAN PENGHUNINYA MENURUT


PENGETAHUAN BARAT DAN AL-QURAN

MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR


DOSEN : UST. SAPARI. M.Pd
SEMESTER : IV ( EMPAT )
DISUSUN OLEH :

1. ALAN NOFEBRIAN
2. HARI SUSANTO

NIM

01301040

Sekolah Tinggi Agama Islam As-Syukriyyah Tangerang

Kata Pengantar
Segala puji bagi Alloh swt yang telah memberikan segala nikmat kepadakita
semua. Sholawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan Nabi
Muhammad saw yang telah membawa ajaran islam yang hakiki.
Sajian dalam makalah

ini sengaja dibuat secara sederhana dan praktis

dengan maksud agar mudah dalam penyajiannya serta dapat secara efektif
mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksud. Dosen memberikan tugas kepada
kami selaku mahasiswa agar dapat mengembangkan sendiri pengalamanbelajar
secara bermakna dengan tetap berpatokan pada tujuan dan materi pembelajaran
yang ada.
Dalam makalah ini kami mendapat tugas membahas salah satu kajian di
dalam mata kuliah Ilmu Sosial dan Kebudayaan yaitu proses terbentuknya alam
semesta dan penghuninya menurut ilmu pengetahuan barat dan al-Qur`an.
Demikian makalah ini dibuat . Kami sadar dalam pembuatan makalah ini
masih banyak kekurangan untuk itu kami mohon saran dan kritik yang membangun
agar menjadi lebih baik di kemudian hari.

Hormat kami,

1. Alan Nofebrian
2. Hari Susanto

DAFTAR ISI
HALAMAN
KATA PENGANTAR ............................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan .............................................................................. 1
D. Manfaat Penulisan ............................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. MENURUT ILMU PENGETAHUAN
1.

Teori Ledakan ...........................................................................2

2.

Teori Ekspansi Dan Konstraksi ..................................................2

B. TERJADINYA BUMI DAN TATA SURYA


1. Hipoteisi Nebular (kabut) ............................................................3
2. Hipotesis tidak (Hipotesis Pasang Surut Gas) ............................4
C. ASAL MULA KEHIDUPAN DI DUNIA
1. Teori abiogenist (Generation Spontanin). ..................................4
2. Teori biogenesis ..........................................................................5
D. MENURUT ILMU PENGETAHUAN AL-QURAN .....................................5
BAB III PENTUP
A. ............................................................................................................ Kesimpu
lan............................................................................................9
B. ............................................................................................................ Saran
Saran ......................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagaimana kita ketahui bahwa terbentuknya alam dan penghuninya ini
banyaklah terdapat teka-teki yang perlu kita kaji akan kebenarannya melalui ilmu
pengetahuan barat dan nash-nash al-Qur'an selaku pedoman yang berisi tentang
segala objek dan referensi yang utama dalam setiap kegiatan ilmiah dimanapun.
Alam dan Penghuninya terbentuk dengan sendirinya melalui beberapa tahapan dan
proses yang terjadi sehingga alam ini terbentuk indah serta bisa menjadi tempat kita
melalui proses kehidupan ini beberapa ilmu pengetahuan telahmemberikan teori
teorinya Dalamhal sepengetahuan kita. Hanya ini latar belakang untuk lebih Jelasnya
semua kejadian alam semesta ini perlu kita bahas bab pembahasan.
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana terbentuknya alam dan penghuninya menurut ilmu pengetahuan
Barat dan Al-Quran
C. TUJUAN MASALAH
Agar mengetahui Bagaimana terbentuknya alam dan penghuninya menurut
ilmu pengetahuan Barat dan Al-Quran
D. MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini ialah :
Sebagai salah satu tugas yang diberikan dosen kepada setiap mahasiswa
pada mata kuliah isbd ( ilmu sosial budaya dasar ). Dan akan menjadi salah satu
pengalaman yang akan memperluas cakrawala pemikiran dan wawasan
pengetahuan, khususnya dalam terbentuknya alam dan penghuninya menurut ilmu
pengetahuan Barat dan Al-Quran

BAB II
PEMBAHASAN
PROSES TERBENTUKNYA ALAM DAN PENGHUNINYA MENURUT ILMU
PENGETAHUAN BARAT DAN AL-QURAN

A.

MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT

1.

Teori Ledakan

Big Banor Theoras: berpikir tolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat
besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti. Massa itu kemudian
bergerak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan.
Menurut teori ini terdapat beberapa masa yang penting selama terjadinya alam
semesta, yaitu:
a. Masa Quark yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-4 detik, pada
masa ini
b. partikel-partikel saling bertumpang tindih mdan tidak berstruktur serta diikuti
dengan kecepatan 109 ton tiap senticuiter kubek
c. Masa batas dinding planet yaitu masa pada saat alam semesta berumur 10-43
detik berdasarkan hasil perhitungan planet.
d. Masa Jiffy yatiu cuaca pada saat alam semeseta berumur 10-23 detik dengan
jari-jari alam semesta 10-23 cm dengan kecepatan 1055 dari kecepatan air
e. Masa pembentukan Lipton yaitu cuaca pada saat alam semesta berumur
setelah 10-4 detik.
f. Pada masa radiasi yaitu cuaca alam semesta berumur 1 detik sampai satu
juta kemudian pada saat terbentuknya fusi hydrogen menjadi helium
mempunyai suhu 109 derajat Kelvin. Pada saat usia alam semesta berumur
105 sampai 106 tahun mempunyai suhu 3000 derajat Kelvin.
g. Masa pembentukan Tata Surya yaitu pada usia 4,6 x 109 tahun.
2. Teori Ekspansi Dan Kontraksi
Teori ini berlandaskan pemikiran bahwa ada suatu siklus dari alam semesta, yaitu
"Masa Ekspansi" dan "Masa Kontraksi" diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam
waktu 30.000 juta tahun.
Dalam masa ekspansi kemudian terbentuklah galaksi-galaksi serta bintangbintangnya. Ekspansi ini didukung oleh adanya tenaga yang bersumber dari reaksi
inti hidrogen yang pada akhirnya akan membentuk berbagai unsur-unsur terbentuk
menyusul dengan mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.
5

Disamping itu, terdapat suatu hipotesis menarik yang diajukan oleh Fowler tentang
terjadinya galaksi yakni :kira-kira 12.000 juta tahun yang lalu, galaksi di alam
semesta yang jumlahnya ribuan tidaklah seperti galaksi yang ada saat ini. Saat itu,
galaksi masih merupakan kabut gas hydrogen yang sangat besar. Kabut gas
hydrogen tersebut bergerak perlahan dan berputar pada porosnya sehingga seolaholah berbentuk bulat karena gaya beratnya. Kabut tersebut kemudian berkontraksi
sehingga bagian luarnya banyak yang tertinggal.
Gumpalan tersebut hydrogen yang sudah menjadi bintang tersebut juga
melakukan kontraksi secara perlahan, kemudian setelah berjuta-juta tahun
bintang tersebut mempunyai bentuk seperti benua langit sekarang ini.
B. TERJADINYA BUMI DAN TATA SURYA
Ptolomeus berpendapat bahwa semua benda di angkasa bergerak mengelilingi
bumi, sehingga teorinya disebut sebagai geosentris. Begitu juga Copernicos,
Astronom Polandia dengan teorinya heliosentris, dan didukung oleh Galileo Galeili.
Tahun 1686, Issac Newton dengan teori gravitasinya menjelaskan bahwa kunci dan
planet-planet lainnya mengorbit karena prinsip gravitasi.
Sehubungan dengan hipotesis terjadinya sistem tata surya terdapat bebrapa
hipotesis, yang secara kategorikal dikelompokkan sebagai berikut:
1. Hipoteisi Nebular (kabut)
Terdapat, paling tidak dua tokoh yang dapat diidentifikasi sebagai pencetus
hipotesis nebular, yakni Immanuel kant dan Piere Simon Marquis de Laplace.
Immanuel kant (1724-1804) berdasarkan hukum Newton tentang gravitasi, Kant
mengatakan bahwa, asal segalanya ini adalah dari gas yang bermacam-macam,
yang tarik menarik membentuk kabut besar. Terjadinya benturan masing-masing
gas, menimbulkan panas pijarlah. Dan itulah asal dari pada matahari. Matahari
berputar kencang dan di khatulistiwanya mempunyai kecepatan linier paling besar,
sehingga terlepaslah fragmen-fragmen. Fragmen-fragmen inilah yang tadinya pijar
melepaskan banyak panas dan mengembun kemudian cair dan bagian luarnya makin
padat,
demikianlah
terjadi
planet-planet
termasuk
bumi
kita
ini.
Dibagian khatulistiwa terjadilah pemisahan fragmen dari kabut tersebut. Fragmen
yang dilemparkan kabut keluar mendingin, mengembun, mencari dan akhirnya
menjadi planet dan membentuk planet-planet.
Hampir semua dengan teori kant adalah hipotesis piere simon marquis de
Laplace (1729-1827), seorang mata cendikiawan perancis yang menyatakan:
diagnosa terdapat kabut asal yang telah berputar, berpijar dan panas. Putaran kabut
yang berpijar secara mendingin semakin cepat berutar, gas tersebut semakin
mendingin dan menyusut sehingga bentuknya menyerupai lingkaran. Semakin cepat
putarannya, semakin mendekati equator karena gaya gravitasi, bentuk gumpalan
gas di bagian tengah tidak begitu besar sehingga terjadi pemisahan fragmenfragmen tersebut berbentuk seperti cincin atau gelang yang bergerak mengelilingi
6

kabut induknya. Setelah gelangan fragmen pertama terlepas dari induknya, terlepas
pula cincin fragmen yang kedua, ketiga dan seterusnya sampai yang kesembilan.
Cincin itu semakin mendingin, menyusut lalu membentuk planet, semuanya
mengorbit induknya, satelit atau bulan yang mengelilingi planet-planet tersebut
terjadi dengan cara yang semua.
2. Hipotesis tidak (Hipotesis Pasang Surut Gas)
Diungkapkan oleh Jeans dab Haroid Jeffreys tahun 1919. Menurut hipotesis ini
planet merupakan percikan dari matahari yang sampai dini masih ada percikan itu
disebut tidak. Tidak yang besar yang kemudian akan menjadi planet itu disebabkan
karena adanya dua buah matahari yang bergerak saling mendekat. Peristiwa ini
tentu jarang sekali terjadi namun jika ada dua buah bintang yang bergerak
mendekat satu sama lain, maka akan terbentuklah planet-planet bara seperti teori di
atas.
Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan di atas, dapat ditegaskan bahwa
teori-teori tersebut hanyalah sekedar menguji hipotesis. Setelah teruji teori-teori
tersebut masih sangat mungkin diperbaiki dengan teori-teori yang lebih akurat.
Namun demikian, teori-teori tersebut masih banyak diyakini orang sampai sekrang.
Adapun perspektif al-Qur'an tentang terjadinya alam semesta dapat disajikan
sebagai berikut:
Al-Qur'an menegaskan bahwa pada awalnya alam semesta merupakan sesuatu
yang padu atau meninggal yang kemudian Tuhan pisahkan. Dalam surat al-Anbiya'
ayat 30 dinyatakan awalan
Artinya : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit
dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan
antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman?
Dari ayat di atas, dapat duga bahwa perspektif al-Quran nampaknya sesuai
dengan teori pengetahuan modern, misalnya hipotesis Big Bag, yakni bahwa alam
semesta pada awalnya merupakan massa yang sangat besar dan panas lalu meledak
karena adanya reaksi inti dan kemudian membantu sehingga terbentuk planet-planet
termasuk planet bumi. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan oleh Jeans alam
semesta ini pada awalnya adalah gas yang berserekan secara teratur di angkasa
luas, sedangkan kabut-kabut atau kumpulkan kosmos itu tercipta dari gas-gas
tersebut yang telah mendingin untuk kemudian memadat.
C. ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI
Terdapat dua mazhab teori yang mengungkapkan asal-usul kehidupan di
bumi
yaitu:
1. Teori abiogenist (Generation Spontanin).

Teori ini beranggapan bahwa mahluk hidup terjadi dengan sendirinya dari
mahluk pana ahli sebelumnya, abad ke 17. pendapat teori ini sedemikian extreme
misalnya diyatakan kecobong berasal dari lumpur, ulat berasal dari bangkai, bahkan
dari gandum dapat berubah menjadi tikus hanya dalam satu malam.
2. Teori biogenesis
Teori biogenesis menyatakan bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk hidup
yang lain. Teori ini memiliki bebrapa sub madhab yaitu:
a.

b.

Semua kehidupan berasal dari telur (omne vivum ex ovo). Tokohnya adalah
Francisco Redi. Redi membuktikan bahwa ulat dari bangkai berasal dari telur
yang meletakkan telurnya dengan sengaja
Semua kehidupan berasal dari jasad hidup sebelumnya. Dengan kata lain,
adanya jasad hidup (omne ovoum ex vivum) pelopornya adalah Lazzaro
Spalllazani dengan ekspirementasi terhadap kaldu dapat membusuhkan kaldu
itu, bila kaldu ditutup rapat setelah memilih maka tidak terjadi pembusukan.
Sedemikian jauh sehingga hampir semua ahli biologi sepakat bahwa pemula
kehidupan terjadi di bumi ini, tidak diluar bumi. Mereka menemukan makhluk
hidup bersel satu sebagai pemula kehidupan, yang kemudian terjadi evolusi
organik menjadi evolusi organik menjadi bersel banyak.
Lebih lanjut opharin, seorang sarjana rusia mengemukakan hipotesis bahwa
terdapat makhluk peralihan dari mahkluk tidak hidup ke mahkluk hidup. Opahrin
menegaskan hipotesisnya berdasarkan penelitian ilmu kimia, yakni bahwa tubuh
orgnisme 99% terdiri dari senyawa karbon, hydrogen, oksigen dan nitrogen.
Pendapat Opharin ini dikuatkan JBS haldane, sehingga teori keduanya dikenal
dengan opharine haldane theory.
D. MENURUT ILMU PENGETAHUAN AL-QURAN

Bumi adalah tempat kita tinggal, hidup, makan, minum, beraktivitas hingga
matipun semuanya dialakukan di bumi. Manusia, hewan, tanah merupakan penghuni
bumi yang satu sama lain memberikan keuntungan. Bumi ini telah berusia lebih dari
200.000.000 tahun. Artinya bumi ini telah ada setelah berabad-abad yang lalu.
Namun adakah dari anda yang tahu mengenai asal-muasal bumi?. Mungkin
beberapa dari anda sudah mengetahuinya lebih dahulu ketika anda memelajari ilmu
tata surya. Mungkin di dalamnya terdapat proses terciptanya bumi. Beberapa teori
dalam ilmu pengetahuan telah membahas mengenai penciptaan bumi dan alam
semesta.
Namun apakah anda tahu dari mana sumber ilmu pengetahuan itu?. Siapakah
yang mengatur proses penciptaan bumi tersebut?. Bagaimanakah bumi tersebut
dapat tercipta?. ALLAH SWT telah mengatur itu semua. ALLAH telah mengatur
semua proses penciptaan bumi. Dan Allah telah memberitahukan kepada umatnya

mengenai penciptaan bumi dan alam semesta melalui Al-quran. Ya, kitab suci umat
islam inilah sumber dari segala macam ilmu pengetahuan.
Di dalamnya semua ilmu pengetahuan tertulis untuk membantu kita mencari
pengetahuan dan terus mengimani isi-isinya. Dalam hal ini saya berupaya untuk
sedikit menkaji mengenai ayat dalam al-quran yang membahas megenai penciptaan
bumi. Sekadar referensi sebelum baca thread ini pembaca bisa mengambil al-quran
untuk melihat isi dan kandungannya. Mudah-mudahan ilmu ini berguna bagi kita
semua.
Dalam surat An Naaziat (79) ayat 27 33 menerangkan proses penciptaan
bumi dan alam semesta. Dalam ayat tersebut tertulis bumi dan alam semesta
tercipta dalam enam masa. Masih dalam perdebatan mengenai enam masa yang
dimaksud. Entah itu enam tahun, enam hari, enam periode, ataupun enam tahapan.
Dalam hal ini saya mencoba mengkaji enam masa yang dimaksud.
Annaziat ayat 27 :

Dalam ayat tersebut dimulailah mengenai masa I penciptaan bumi. Pasa


masa I ini dijelaskan mengenai penciptaaan langit. Dalam ilmu tata surya dikenal
dengan istilah Teori Big Bang. Teori Big Bang adalah salah satu teori ilmu
pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta.
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan
panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu. alam semesta
pertama kali terbentuk dari ledakan besar. Bukti dari teori ini ialah gelombang
mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.
Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut, terdiri dari
hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan
berkondensasi sambil berputar dan memadat. Bisa diaktakan awan dan langit yang
kita lihat selama ini adalah bentuk pertama dari penciptaan bumi dan alam semesta.
Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar
dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa
berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi.
Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi,
menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta
yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian
yang terisi.
Annaziat ayat 28 :
9

Ayat ini menerangkan masa II dari penciptaan bumi. Dua kata kunci dalam
ayat ini adalah meninggikan dan menyempurnakan. Mengembang yang dimaksud
adalah proses berkembangnya seluruh galaksi yang saling menjauh antar satu sama
lain. Dan langit-langit menjadi semakin meninggi. Mengembangnya alam semesta
sebenarnya adalah kelanjutan big bang.
Sedangkan kata menyempurnakan, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta
merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya
kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus
mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.
Annaziat ayat 29 :

Memasuki masa III, di sini yang dapat kita saksikan dalam kehidupan seharihari. Allah SWT telah membuat siang-malam secara bergantian. Allah menjadikan
malam yang gelap gulita dan menjadikan siang yang terang benderang. Dapat
diartikan dalam ayat ini Matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berputar
mengelilinya. Karena perputaran bumi tersebut terjadilah siang dan malam.
Annaziat ayat 30 :

Di masa IV inilah mulai bumi terbentuk. dimulai dengan pembentukan


superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.
Annaziat ayat 31 :

Pada ayat ini, dijelaskan mengenai masa V penciptaan bumi yaitu evolusi air. Ketika
bumi terbentuk air belum ada. Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk
Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet
kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini
10

kemudian turun sebagai hujan yang pertama. setelah air terbentuk, kehidupan
pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
Annaziat
ayat
32

:
Memasuki masa VI, atau masa terakhir, bumi mulai diisi dengan gununggunung yang terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan
munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar
lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah.Setelah terbentuk gunung,
maka diciptakanlah hewan-hewan, dan manusia hingga sekarang ini. Dijelaskan
dalam
Annaziat ayat 33 :

Begitulah kira-kira proses penciptaan bumi. Banyak dari ayat-ayat dan surat
lain yang menjelaskan mengenai penciptaan bumi. Namun saya hanya memfokuskan
kepada surat Annaziat, ayat27-33. untuk lebih jelasnya bisa kaji bersama-sama
kedepannya nanti.
Hikmah apa yang bisa petik?
1. Dalam
surat
Al
baqarah
ayat
2
dijelaskan:
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa Sangat jelas di dalam al quran tidak keraguan seluruh isi di
dalamnya. Semuanya isinya telah terbukti berdasarkan alam yang telah ada,
dan juga melalui ilmu pengetahuan. jika kita terus berpegang teguh pada Al
Quran insya Allah kita termasuk orang yang bertaqwa.
2. Al quran tidak hanya untuk sekadar di baca, namun diperlukan pengkajian
lebih dalam mengenai segala macam isi-isinya. Di dalamnya terdapat segala
macam ilmu pengetahuan yang bisa terus kita gali.
3. Segala sesuatu mengenai kehidupan di bumi ini, telah diatur oleh Allah SWT.
Kita tinggal bertaqwa kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk kebenaran
dalam hidup ini.

11

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah kami membahas tentang Proses Terbentuknya Alam Dan
Penghuninya Menurut Ilmu Pengetahuan Barat Dan Al-Quran, dapat kami simpulkan
bahwa alam dan penghuninya adalah suatu ruangan yang maha besar yang
didalamnya terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik, serta didalamnya terjadi
segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia maupun yang tidak.
B. Saran-Saran
Demikian pembuatan makalah ini semoga dapat dijadikan proses
pembelajaran khususnya dalam mengetahui proses Proses Terbentuknya Alam Dan
Penghuninya Menurut Ilmu Pengetahuan Barat Dan Al-Quran, ini dapat dijadikan
acuan bagi pembaca untuk mendapatkan tambahan ilmu khusunya bagi diri saya
sendri.

12

DAFTAR PUSTAKA

Dari berbagai sumber

13