Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)

DIAGNOSTIK DAN REMEDIAL


TEACHING

Dosen Pengampu : Ust. Sapari. Mpd

Disusun Oleh;
Landayani /NIRM :
Sriwoyo /NIRM : 4671010113041

SEMESTER 6
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAM ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ASY SYUKRIYYAH
TANGERANG
2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan
pendidikan

nasional,

yaitu

mencerdaskan

kehidupan

bangsa

dan

mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang


beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi
pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani
dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung
jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Tujuan pendidikan secara
definitif adalah memanusiakan manusia yang didalamnya memuat
kegiatan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang meliputi transfer
materi

pembelajaran

dan

pengalaman

yang

bertujuan

untuk

memanusiakan manusia itu sendiri.


Dalam proses belajar mengajar tersebut yang menjadi objeknya
adalah siswa atau peserta didik. Proses belajar mengajar dalam sebuah
pendidikan bertujuan untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan
siswanya sesuai dengan tujuan pendidikan tersebut agar tercapainya
tujuan pendidikan nasional.
Terlepas

dari

itu

semua,

untuk

mewujudkan

pelaksanaan

pendidikan tersebut maka diperlukan suatu sistem bimbingan belajar


untuk mengatasi setiap permasalahan yang menjadi sebuah kesulitan
belajar siswa dalam proses pembelajaran tersebut, dan untuk mengatasi
permasalahan yang dialami siswa tersebut yaitu dengan mendiagnostik
kesulitan yang dialami siswa serta melaksanakan remedial teaching
kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.Dari uraian di atas, maka
penyusun menuangkan hal tersebut dalam makalah ini, namun dalam
batasan mengenai Langkah-langkah operasional diagnostik dan remedial
kesulitan belajar siswa.

1|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

B. RUMUSAN MASALAH
A. DIAGNOSTIK BELAJAR
1. Pengertian Diagnostik Kesulitan Belajar
2. Pengertian Kesulitan Belajar
3. Faktor faktor penyebab kesulitan belajar
4. Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar
5. Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
B. PENGAJARAN PERBAIKAN (REMEDIAL TEACHING)
1.Pengertian Pengajaran Perbaikan ( Remedial Teaching )
2. Remedial Kesulitan Belajar Siswa
3. Macam Macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan
4. Prosedure Pelamksanaan Pengajaran Perbaikan
5. Contoh Remedial Teaching

2|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

BAB II
PEMBAHASAN
A. DIAGNOSTIK BELAJAR
1. Pengertian Diagnostik Kesulitan Belajar
Menurut Abin (2003:309), diagnostik kesulitan belajar adalah suatu
proses upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang
kesulitan-kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan
berbagai data/informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga
memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta
mencari alternative kemungkinan pemecahannya. 1
Melalui adanya diagnostik terhadap permasalahan siswa terutama yang
berkaitan dengan proses belajar siswa dilingkungan pendidikan, maka
seorang pendidik ataupun pihak-pihak yang bersangkutan dengan siswa
yang mengalami kegagalan tersebut, dapat mengupayakan adanya
pemberian bantuan berupa layanan bimbingan kepada siswa tersebut agar
dapat mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapinya sehingga
siswa dapat mencapai hasil yang diharapkan serta dapat mencapai tugas
perkembangannya dengan baik.
Sedangkan

menurut

Thorndike

dan

Hagen

(Abin,

2003:307),

diagnostik dapat diartikan sebagai: 2


a.

Upaya

atau

proses

menemukan

kelemahan

atau

penyakit

(weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui

Artikel Diagnostik kesulitan belajar


http://spodaru.blogspot.co.id/2014/05/diagnostik-kesulitan-belajar-dan.html, 27-04-16. 23.01
2

Artikel Diagnostik kesulitan belajar


http://spodaru.blogspot.co.id/2014/05/diagnostik-kesulitan-belajar-dan.html, 27-04-16. 23.01

3|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

pengujian dan studi yang saksama mengenai gejala-gejalanya


(symptons);
b.

Studi yang saksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk


menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya
yang esensial;

c.

Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang


saksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.
Dari ketiga pengertian itu tersimpul secara implisit konsep

prognosis. Pekerjaan diagnosis bukan hanya sekedar mengidetifikasi jenis


dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau
penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk
meramalkan

(predicting) kemugkinan

dan

menyarankan

tindakan

pemecahannya.
Dilihat
diagnostik

dari

beberapa

kesulitan

belajar

pengertian

diatas

merupakan suatu

dapat

disimpulkan

prosedur

dalam

memecahkan masalah kesulitan belajar dengan mengidentifikasi jenis dan


karakteristiknya,

serta

latar

belakang

dari

suatu

kelemahan

tertentu, sehingga dapat mengambil kesimpulan dan keputusan untuk


pemecahan masalahnya.
2. Pengertian Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar yang dialami siswa dapat dilihat dari adanya
kegagalan siswa dalam mengikuti proses belajar, dalam mencapai hasil
belajar itu sendiri. Menurut Burton dalam Abin (2003), kegagalan
didefinisikan sebagai: 3
a.

Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang


bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat
3

Artikel Diagnostik kesulitan belajar


http://spodaru.blogspot.co.id/2014/05/diagnostik-kesulitan-belajar-dan.html, 27-04-16. 23.01

4|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

penguasaan (level of mastery) minimal dalam pelajaran tertentu,


seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru (criterion

reverenced).
b.

Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat


mengerjakan atau mencapai prestasi yang semestinya (berdasarkan
ukuran tingkat kemampuannya: inteligensi, bakat).

c.

Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat


mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyesuaian social
sesuai dengan pola organismiknya (his organismicpattern) pada fase
perkembangan tertentu, seperti yang berlaku bagi kelompok social dan
usia yang bersangkutan (norm-reverenced).

d.

Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak berhasil


mencapai tingkat penguasaan (level of mastery) yang diperlukan
sebagai prasyarat (prerequisite) bagi kelanjutan (continuity) pada
tingkat pengajaran berikutnya.
Selanjutnya Abin menyimpulkan bahwa seorang siswa diduga

mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan tidak berhasil


mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu. Hal tersebut berdasarkan
ukuran kriteria keberhasilan seperti yang dinyatakan dalam TIK atau
ukuran tingkat kapasitas atau kemampuan dalam program pelajaran time

allowed dan atau tingkat perkembangannya.


Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar
merupakansuatu kondisi dimana terdapat suatu jarak antara prestasi
akademik yang diharapkan dengan hasil yang diperoleh ditandai oleh
adanya hambatan tertentu.
3. Faktor faktor penyebab kesulitan belajar

5|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Secara garis besar, faktor-faktor penyebab timbulnya kesulitan belajar


terdiri atas dua macam, yakni faktor intern siswa dan faktor ekstern
siswa

1. Faktor intern siswa meliputi gangguan atau kekurangmampuan psikofisik siswa, yakni (Syah, 2008:185):
a. yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya
kapasitas intelektual/ intelegensi siwa;
b. yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi
dan sikap;
c. yang bersifat psikomotor (ranah karsa), antara lain seperti
terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan
telinga).
2. Faktor ekstern siswa meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan
sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor lingkungan
ini meliputi (Syah, 2008:185):
a. Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan
antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi
keluarga.
b. Lingkungan perkampungan/ masyarakat, contohnya: wilayah
perkampungan kumuh (slum area), dan teman sepermainan
(peer group) yang nakal.
c. Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung
sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru dan alatalat belajar yang berkualitas rendah.
4. Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar
Teknik dan instrument yang digunakan dalam diagnosis menurut
Burton dalam Abin (2003:310) adalah sebagai berikut: 5

Artikel makalah-diagnostik-kesulitan belajar , http://www.rifalnurkholiq.com/2013/06/


makalah-diagnostik-kesulitan belajar.html, 26-04-16, 20:27
5

Artikel makalah bk-belajar ,


http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bk-belajar.html, 26-04-16, 23:30

6|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

1. General diagnosi, menggunakan tes baku untuk menemukan siswa


yang mengalami kelemahan tertentu.
2. Analysistic diagnostic, menggunakan tes diagnostic untuk
mengetahui letak kelemahannya.
3. Psychological diagnosis, teknik-teknik yag digunakan antara lain:
a. Observasi
b. Analisis karya tulis
c. Analisis proses dan respon lisan
d. Analisis berbagai catatan objektif
e. Wawancara
f. Pendekatan laboratories dan klinis
g. Studi kasus
5. Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Berbagai variabel yang mempengaruhi proses belajar mengajar
menurut loree (1970:121-133) terdiri atas; 1) Stimulus atau learning
variables, 2) Organismic Variables, 3) response Variable. 6
1.
Learning Variables, Mencakup
a. Learning Experience Variables, antara lain mengenai
1). Method Variables, menyangkut kuat lemahnya motivasi
untuk belajar, intensif tidaknya bimbingan guru dan ada
tidaknya kesempatan untuk praktikum.
2). Task Variables, mencakup menarik-tidaknya apa yang
harus dipelajari, bermakna- tidaknya apa yang dipelajari dan
tersedia-tidaknya fasilitas belajar yang memadai.
b. Enviromental Variables, yang menyangkut iklim belajar yang
bergantung pada faktor tersedianya waktu yang cukup untuk
belajar dan tersedianya fasilitas belajar yang memadai
2. Organismic Variables, mencakup
a. Characteristic of the learners, antara lain tingkatan inttelegensi,
usia dan taraf kematangan, jenis kelamin dan kesiapan untuk
belajar.
b. Mediating Processes, kondisi yang lazim terdapat dalam diri
swasta, antara lain, intelegensi, persepsi, motivasi, takut, cemas
dan tekanan batin yang sebagainya turut berperan dalam proses
berperilaku belajar.
3. Response Variables, Jika dikelompokkan berdasarkan tujuan
pendidikan dapat dilihat sebagai berikut.

Artikel makalah bk-belajar ,


http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bk-belajar.html, 26-04-16, 23:30

7|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

a. Tujuan tujuan kognitif , seperti pengetahuan, konsep


konsep dan keterampilan pemecahan masalah.
b. Tujuan tujuan afektif, seperti sikap sikap, nilai nilai,
minat dan apresiasi.
c. Tujuan tujuan pola pola bertindak, antara lain ;
- Keterampilan psikomotoris, seperti menulis, mengetik, melukis,
dsb.

B. PENGAJARAN PERBAIKAN (REMEDIAL TEACHING)


1.Pengertian

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Remedial berarti pertama,


berhubungan dengan kebaikan, pengajaran ulang bagi murid yang hasil
belajarnya jelek. Kedua, remedial berarti bersifat menyembuhkan.
Sedangkan teaching yang berarti pengajaran yang berarti:
1.

Proses perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan

2.

Perihal, segala sesuatu mengenai mengajar.


Menurut arti katanya, remedial berarti bersifat menyembuhkan atau

membetulkan atau membuat baik. Remedial Teaching adalah suatu


bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau
pengajaran yang membuat jadi baik. 7
Menurut Ischak S.W dan Warji R. dalam bukunya Remedial Teaching
sebagai berikut: 8

kegiatan perbaikan dalam proses belajar mengajar adalah salah satu


bentuk pemberian bantuan. Yaitu pemberian bantuan dalam proses

Artikel makalah bk-belajar ,


http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bk-belajar.html, 26-04-16, 23:30
8
Artikel makalah bk-belajar ,
http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bk-belajar.html, 26-04-16, 23:30

8|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

belajar mengajar yang berupa kegiatan perbaikan terprogram dan disusun


secara sistematis
Menurut M. Entang: 9

segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis


sifat kesulitan belajar. Faktor-faktor penyebabnya serta cara menetapkan
kemungkinan mengatasinya. Baik secara kuratif (penyembuhan) maupun
secara preventif (pencegahan) berdasarkan data dan informasi yang
subyektif mungkin
Dari

beberapa

pengertian

diatas,

dapat

diambil

kesimpulan

bahwa remedial teachingadalah segala bentuk usaha terprogram dan


tersusun

sistematis

yang

dilakukan

untuk

memperbaiki

atau

menyembuhkan individu yang mengalami kesulitan belajar melalui


pemahaman terhadap faktor-faktor penyebab kesulitan serta membantu
menemukan alternative solusi kesulitannya.
2. Remedial Kesulitan Belajar Siswa
Berikut

ini

terdapat

beberapa

langkah

pendeskripsian

fungsi,

tujuan/sasaran, dan kegiatan remedial kesulitan belajar sebagai berikut.


1.

Penelaahan kembali kasus dengan permasalahannya

Sasaran pokok langkah ini ialah:


a.

Diferennya

gambaran

yang

lebih

definitive

mengenai

karakteristik kasus serta permasalahannya


b.

Diperolehnya gambaran lebih defintif mengenai fasibilitas


alternative tindakan remedial yang direkomendasikan

2.

Menentukan alternative pilihan tindakan

Artikel makalah bk-belajar ,


http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bk-belajar.html, 26-04-16, 23:30

9|Page

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Langkah ini merupakan lanjutan logis dari langkah pertama. Dari


hasil penelaahan yang kita lakukan pada langkah pertama itu akan
diperoleh kesimpulan mengenai dua hal pokok, yaitu :
a)

Karakteristik khusus yang akan ditangani secara umum, dapat

dikategorikan pada salah satu dari tiga kemungkinan dibawah ini :


1. Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan disamping
memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan
pola/strategi/metode/teknik belajar yang lebih sesuai, efektif
dan efisien.
2. Kasus yang bersangkutan dapat disimpulkan disamping
memiliki kesulitan dalam menemukan dan mengembangkan
pola, strategi, metode, teknik belajar yang lebih sesuai,
efektif dan efisien itu, juga dihadapkan kepada hambatan
hambatan

ego-emosional,

psikologis

dalam

potensial-fungsional,

penyesuaian

dengan

sosial-

dirinya

dan

lingkungannya.
3. Kasus

yang

bersangkutan

disimpulkan

telah

memiliki

kecenderungan ke arah kemampuan menemukan dan


mengembangkan pola pola strategi namun terhambat oleh
ego-emosional, potensial-fungsional, sosial-psikologis dan
faktor instrumental-enviromental lainnya.
3.

Layanan bimbingan dan konseling / psikoterapi


Diantara sekian banyak masalah kesulitan penyesuaian, yang masih

dapat ditangani para guru pada umunnya antara lain :


a)

kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kurangnya


motivasi dan minat belajar.

b)

Kasus kesulitan belajar yang berlatar belakang sikap


negative terhadap guru, pelajaran dan situasi belajar.

c)

Kasus kesulitan belajar dengan latar belakang kebiasaan


belajar yang salah.

10 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

d)

Kasus

kesulitan

belajar

dengan

latar

belakang

ketidakserasian antara kondisi objektif keragaman pribadinya


dengan

kondisi

objektif

instrumental

input

dan

lingkungannya.
4.

Melaksanakan pengajaran remedial


Sasaran pokok dari setiap pengajaran remedial ini ialah tercapainya

peningkatan prestasi atau kemampuan penyesuaian diri sesuai dengan


kriteria keberhasilan yang ditetapkan.
5.

Mengadakan pengukuran prestasi belajar kembali


Diadakan pengukuran kembali, hasilnya akan memberikan informasi

seberapa jauh atau seberapa besar perubahan telah terjadi, baik dalam
arti kuantitatif maupun kualitatif.
6.

Mengadakan re-evaluasi dan re-diagnostik


Hasil

penafsiran

dan

pertimbangan

ini

akan

membawa

tiga

kemungkinan kesimpulan :
a)

Kasus

menunjukan

penyesuaian

dirinya

peningkatan
dengan

prestasi

mencapai

dan

kemampuan

kriteria

keberhasilan

minimum seperti yang diharapkan.


b)

Kasus

menunjukan

peningkatan

prestasi

dan

kemampuan

penyesuaian dirinya namun masih belum sepenuhnya memadai


kriteria keberhasilan minimum yang diharapkan.
c)

Kasus belum menunjukan perubahan yang berarti, baik dalam segi


prestasinya maupun dalam kemampuan penyesuaian dirinya.

7.

Remedial pengayaan dan atau pengukuran (tambahan)


Sasaran pokok langkah ini ialah agar hasil remedial itu lebih sempurna

dengan diadakan pengayaan dan pengukuhan

11 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

3. Macam Macam Pendekatan Pengajaran Perbaikan

Dalam sub bab bahasan ini dibagi menjadi tiga macam pendekatan
pengajaran perbaikan. Yakni :
1. Pendekatan Kuratif ;
pendekatan yang dilakukan setelah diketahui adanya siswa yang gagal
dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pada pendekatan ini ada tiga
strategi yg bisa dikembangkan oleh guru, yakni :
a. strategi Pengulangan
b. strategi Pengayaan dan Pengukuhan
c. Strategi percepatan
2. Pendekatan Preventiv ;
pendekatan yang ditujukan pada siswa yang pada awal belajar di duga
telah mengalami kesulitan belajar. Strategi yang dapat dilakukan dalam
pendekatan ini yaitu kelompok homogen, individual, dan kelas khusus.

3. Pendekatan Pengembangan ;
pendekatan yang didasarkan pada pemikiran bahwa kesulitan siswa harus
diketahui guru sedini mungkin agar dapat diberikan bantuan untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Menurut Wiwik Crisnayanti Metode yang dipakai dalam pengajaran
remedial juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa yang
mengalami kesulitan belajar.

12 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Beberapa metode yang dapat dipergunakan adalah metode pemberian


tugas, diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, tutor sebaya, dan pengajaran
individual. 10
Mengenai teknik yang lain, kami memaparkan Dalam literatur
Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem yang ditulis oleh
Prof. DR. Oemar Hamalik yang menyebutkan bahwasannya teknik
perbaikan terdiri atas ;

11

1. Perbaikan hasil belajar dengan memberikan pengajaran


remedial, tutorial system, diskusi kelompok, latihan dan
ulangan, pemberian tugas, review pengajaran, pengajaran
individual, dan sebagainya.
2. Bantuan kesulitan dan pemecahan masalah dengan cara
memberikan bimbingan dan layanan, baik perorangan
maupun kelompok, latihan memecahkan masalah dan
sebagainya.
3. Perbaikan kualifikasi guru dengan cara belajar mandiri, studi
lanjutan, diskusi kelompok, supervise, pengembangan staf,
dll.
4. Peningkatan efisiensi program pengajaran dengan cara
pengkajian dan penyusunan rencana pengajaran lebih
seksama dan

lebih

akurat.

Dan

juga

menilai

setiap

komponen dalam program tersebut secara spesifik.


5. Perbaikan

kemampuan

awal

dengan

cara

melakukan

Assessment secara lebih saksama terhadap komponen


10

Artikel Evaluasi pembelajaran , http://kuliahkukuliahku.blogspot.co.id/2011/05/evaluasi-pembelajaran.html, 23-04-16, 11:32


11

Artikel Evaluasi pembelajaran , http://kuliahkukuliahku.blogspot.co.id/2011/05/evaluasi-pembelajaran.html, 23-04-16, 11:32

13 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

komponen entry behavior para sisswa, mengembangkan


kerjasama dengan rekan kerjadan sekolah sekolah yang
lebih rendah.
4. Prosedure Pelaksanaan Pengajaran Perbaikan
Ketika membahas procedure maka yang akan muncul adalah langkah
langkah apa saja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Remedial Teaching
dengan Step By Step, maka bisa kami jelaskan sedikit mengenai langkah
langkah apa saja yang akan dilakukan dengan menggunakan dua
argument dari massofa dan ahmad sudrajat.
Ahmad

sudrajat

berpendapat

bahwa

langkah-langkah

yang

perlu

dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah


pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua
memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
1. Diagnosis Kesulitan Belajar
a. Tujuan : Diagnosis kesulitan belajar dimaksudkan untuk
mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta didik.
Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang
dan berat.
Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik
yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang
mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri
peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat
tinggal, pergaulan, dsb.

14 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang


mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu,
tuna netratuna daksa, dsb.
b. Teknik : Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis
kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan,
prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara, pengamatan,
dsb.
Tes prasyarat adalah tes yang digunakan untuk mengetahui
apakah prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penguasaan
kompetensi tertentu terpenuhi atau belum. Prasyarat ini meliputi
prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
Tes diagnostik digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta
didik dalam menguasai kompetensi tertentu. Misalnya dalam
mempelajari operasi bilangan, apakah peserta didik mengalami
kesulitan

pada

kompetensi

penambahan,

pengurangan,

pembagian, atau perkalian.


Wawancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan
dengan peserta didik untuk menggali lebih dalam mengenai
kesulitan belajar yang dijumpai peserta didik.
Pengamatan (observasi) dilakukan dengan jalan melihat secara
cermat perilaku belajar peserta didik. Dari pengamatan tersebut
diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan
belajar peserta didik.
2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Setelah diketahui kesulitan
belajar

yang

dihadapi

peserta

didik,

langkah

berikutnya

adalah

memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk


pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:

Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang


berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara
penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan

15 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian


besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar
atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan
penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media
yang lebih tepat.

Pemberian
perorangan.

bimbingan
Dalam

secara

hal

khusus,

pembelajaran

misalnya
klasikal

bimbingan

peserta

didik

mengalami kesulitan, perlu dipilih alternatif tindak lanjut berupa


pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan
perorangan merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor.
Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa
peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.

Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam rangka


menerapkan

prinsip

pengulangan,

tugas-tugas

latihan

perlu

diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam


mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif
(drill) untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.

Pemanfaatan tutor sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas


yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan
untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami
kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik
yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.

Diatas sudah dijelaskan tentang langkah langkah pelaksanaan Remidial


Teaching menurut ahmad sudrajat.
Maka sangatlah berbeda dengan pendapatnya massofa yang memaparkan
pendapatnya mengenai langkah langkah pelaksanaan dalam Remidial
Teaching secara To The Point dan ringkas dengan urut urutannya, yakni
;
1. analisis hasil diagnosis kesulitan belajar.
2. menemukan penyebab kesulitan.
16 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

3. menyusun rencana kegiatan remedial.


4. melaksanakan kegiatan remedial.
5. menilai kegiatan remedial.
5. Contoh Remedial Teaching
Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas,
dimulai dari penilaian kemampuan awal peserta didik terhadap kompetensi
atau materi yang akan dipelajari. Kemudian dilaksanakan pembelajaran
menggunakan

berbagai

metode

seperti

ceramah,

demonstrasi,

pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi


metode pembelajaran digunakan juga berbagai media seperti media
audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset
audio, slide, video, komputer, multimedia, dsb.
Contoh lain dengan memberikan bimbingan secara khusus, misalnya
bimbingan perorangan. Dalam hal pembelajaran klasikal peserta didik
mengalami

kesulitan,

perlu

dipilih

alternatif

tindak

lanjut

berupa

pemberian bimbingan secara individual. Pemberian bimbingan perorangan


merupakan implikasi peran pendidik sebagai tutor. Sistem tutorial
dilaksanakan bilamana terdapat satu atau beberapa peserta didik yang
belum berhasil mencapai ketuntasan.
Contoh lagi dengan Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. Dalam
rangka menerapkan prinsip pengulangan, tugas-tugas latihan perlu
diperbanyak agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam
mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu diberi latihan intensif (drill)
untuk membantu menguasai kompetensi yang ditetapkan.
Tambahan contoh yang lain yakni dengan Pemanfaatan tutor sebaya.
Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih.
Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya

17 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan


peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan
akrab.

18 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang menimbulkan hambatan
dalam proses belajar seseorang. Hambatan itu menyebabkan orang
tersebut mengalami kegagalan atau setidak-tidaknya kurang berhasil
dalam mencapai tujuan belajar.
Diagnosis kesulitan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
menentukan apakah seorang siswa mengalami kesulitan belajar atau tidak
dengan cara melihat indikasi-indikasi sebagai berikut.
1.

Nilai mata pelajaran di bawah sedang.

2.

Nilai yang diperoleh siswa atau mahasiswa sering dibawah nilai


rata-rata kelas.

3.

Prestasi yang dicapai tidak seimbang dengan tingkat intelegensi


yang dimiliki.

4.

Perasaan siswa atau mahasiswa yang bersangkutan

5.

Kondisi kepribadian siswa atau mahasiswa yang bersangkutan.

remedial teaching adalah segala bentuk usaha terprogram dan


tersusun

sistematis

yang

dilakukan

untuk

memperbaiki

atau

menyembuhkan individu yang mengalami kesulitan belajar melalui


pemahaman terhadap faktor-faktor penyebab kesulitan serta membantu
menemukan alternative solusi kesulitannya
B. Saran
Untuk para pembaca yang budiman pada akhirnya bahwa keputusan
dan penentuan alternatiflah yang sangat perperan penting untuk
mengatisi kesulitan belajar. Maka dalam mendiagnostik kesulitan belajar
harus secara bijak dan arif. Supaya hasil dan keputusan dalam mengatasi
masalah tersebut bermakna dan tepat guna.

19 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Bagi penyusun Manusia adalah tempatnya salah maka tidak


dipungkiri dalam penyusunan makalah ini terdapat salah dan kurang.
Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan masukan dan saran yang
membangun. Dengan begitu bisa melakukan perubahan kepada kebaikan.

20 | P a g e

Asy Syukriyah-2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

DAFTAR PUSTAKA
1. http://spodaru.blogspot.co.id/2014/05/diagnostik-kesulitanbelajar-dan.html, 27-04-16, 23:01
2. http://www.rifalnurkholiq.com/2013/06/ makalah-diagnostikkesulitan belajar.html, 26-04-16, 20:27
3. http://ayuputriningsih1996.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bkbelajar.html, 26-04-16, 23:30
4. http://kuliahku-kuliahku.blogspot.co.id/2011/05/evaluasipembelajaran.html, 23-04-16, 11:32

21 | P a g e

Asy Syukriyah-2016