Anda di halaman 1dari 3

Perpindahan jaringan besar yang dihasilkan dari

pergerakan morfogenetik yang terjadi selama


gastrulasi hanya menunjukkan sebagian dari total
aktifitas pembangunan selama tahap ini. Tidak
terlihat oleh mata, proses yang lain yang sedang
terjadi dan sangat penting untuk perkembangan
masa ddepan dari embrio. Di salah satu dari
eksperimen paling jelas tetntang embrio di dalam
sejarah, speemann dan mangold (1942)
mendemonstrasikan bahwa sel sel yang merupakan
bibir dorsal blastopori mempunyai kemampuan
untuk mengatur banyak perkembangan masa depan
embrio. Investigator ini mennghapus bagian bibir
dorsal dari gastrula awal dan menanam itu ke
dalam bagian ventral dari blastosoel dari bagian
amfibi yang lain. Sebagai perkembangan dari
progress induk embrio, embrio sekunder, cukup
lengkap di sebagian besar hubungan, di bentuk di
mode kembar-siam sepanjang permukaan
ventralnya. Investigator ini mennghapus bagian

bibir dorsal dari gastrula awal dan menanam itu ke


dalam bagian ventral dari blastosoel dari bagian
amfibi yang lain. . Namun menyimpulkan bahwa
pengorganisasian fungsi bibir dorsal sebenarnya
sebuah pengaruh, mungkin induktif, yang
menyebabkan dorsalisasi dari setiap mesoderm
yang jatuh dalam lingkup pengaruh bibir dorsal.
Sekali mendorsal mesoderm kemudian
mengembangkan dari properti induktor saraf
primer.
Investigasi molekuler baru-baru ini telah
menghubungkan ekspresi gen di dalam gastrula
amphibi ke induksi mesoderm pada embrio yang
membelah. Gen yang bersangkutan disebut Dg
( diferensial yang diekspresikan di dalam gastrula)
gen. Protein ini di kode dari gen gen yang
menunjukkan ekspresi awal embrio ( sebagai
penentangan dari ibu ) genom, dan tidak ada
produk gen ini bertahan ke dewasa. Fungsi
sebagian besar protein ini kurang dipahami.

Meskipun deskripsi rinci dari protein Dg spesifik


berada diluar cakupan buku ini, hal ini relevan
bahwa produk gen yang merupakan penanda dari
eksodermis atau endodermis lapisan germinal
dapat mengekspresikan kebutuhannya sendiri oleh
sel animal atau vegetal bahkan tanpa adanya
interaksi dengan sel lain dari embrio. Produk gen
ectoderm atau endoderm yang di ekpresikan oleh
sel yang diberikan terkait dengan lokasi sel
sepanjang kutub animal vegetal dan ini adalah
fungsi dari polaritas telur. Sebaliknya, ekspresi
protein mesoderm tidak terjadi jika interaksi
induktif awal antara bagian vegetal (endodermal)
dan animal ( ectodermal) dari embrio, yang
mengarah ke mesoderm,di cegah. Dalam beberapa
jam setelah aktivasi sementara gen Dg, gelombang
baru ekspresi gen dimulai di neurula awal. Produk
dari gen ini, berbeda dengan gen Dg sebelumnya ,
yaitu permanen dan bertahan hingga dewasa.