Anda di halaman 1dari 9

HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil dari pengamtan yang telah dilakukan dalam mempelajari fisik,
kima dan biologi pada ekosistem air tawar yaitu
Tabel 1 hasil analisis sifat fisik, kimia dan biologi air tawar di beberapa lokasi
No
1
2
3
4
5
6
Kimia
1
2
3
4
5

Parameter

Sungai air tawar

Warna
Bau
Suhu (oC)
Kekeruhan air (NUT)
Kecerahan (cm)
Kedalaman (cm)

Kuning keruh
Tidak berbau
29o C
19,53
62,5 cm
2 cm

pH
Intensitas cahaya
TDS
Dissolved oxygen (DO)
Titik koordinat

6,124
502 Cd
0,30 mg/L
3,73 mg/L
S 02007.659'
E 106006.828'

Biologi
Nama spesies
Thalassiotharix nitzschioides

Planto
n

Jumlah
1

Casmarium reni forme


Cocrysstos bergei
synura sp

1
1
1

Achnaniches sp.
Cymbella sp.
Eucalomus bungli

1
1
1

Bidullphia sp.

Rhizoslenia sp.

Oscillatoria limosa

Melasira sp.

Polikrikos schwartzil

Nitzschiabrebissonni w smith

Biologi

Vegetasi tumbuhan

Mikrob

Pembahasan

Axonopus Compressus
Panicum maximum

140
20

Richardia brasiliensis Gomez


Oxalis barrelieri L.
Emilia Sonchifolia
Phyllanthus niruri L
Sauropus androgynus
Sphagneticola trilobata
Cocos nucifera
Amaranthus spinosus L
Mimosa pudica
Colacasia esculenta
Eupatorium inulifolium
Acalypha australis
Peperomia pellucid
Chrysalidocarpus lutescens

40
1
20
37
1
20
1
3
4
8
5
10
5
2

Pengenceran
10-1 (I)
10-1(II)
10-2 (I)
10-2 (II)
10-3 (I)
10-3 (II)
10-4 (I)
10-4 (II)
10-5 (I)
10-5 (II)

Jumlah
145
140
135
130
128
125
120
115
107
98

Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa sifat fisik dan kimia pada


sungai rangkui memiliki pH 6,12. Warna air secara visual adalah kuning
keruh. Selain itu memilki suhu 29o C. Berdasarkan pengamatan menggunakan
secci disk kecerahan air sungai 62,2 sangat baik. Sedangkan pada identifikasi
planton ditemukan 13 planton dan terdapat vegetasi tumbuhan disekitaran
sungai rangkui. Menurut Sulistiawai (2012) Faktor fisika kimia yaitu faktor
yang menentukan distribusi dari biota air adalah sifat fisika-kimia perairan.
Organisme yang dapat disesuaikan dengan kondisi sifat fisika-kimia yang
akan mampu hidup. Penyebaran jenis dan hewan akuatik ditentukan oleh
kualitas lingkungan yang ada seperti sifat fisika, kimia, biologisnya
menambahkan bahwa kehidupan biota perairan dipengaruhi oleh volume air
mengalir, kecepatan arus, temperatur, pH dan konsentrasi oksigen terlarut.
Perairan pada sungai rangkui termasuk kedalam perairan lotik karena
mengalir. Berdasarkan pengamatan terlihat bahwa suhu bergantung terhadap
intensitas cahaya, karena semakin besar intensitas cahaya bearti semakin besar
pula suhunya dapat dilihat pada data hasil pengamatan yaitu intensitas cahaya
502 Cd dan suhu 29o C. Sedangkan intensitas cahaya bergantung pada
kedalaman yaitu semakin dalam maka intensitas cahaya semakin rendah
karena cahaya matahari tidak dapat masuk ke dalam perairan, dalam hasil
pengamatan kedalaman air sungai yaitu 2 m yang mana diketahui bahwa
sungai tidak terlalu dalam sehingga cahaya masih dapat masuk. Kecerahan
juga berpengaruh terhadap kedalaman, semakin dalam suatu perairan maka
tingkat kecerahan semakin rendah, hal ini dikarenakan cahaya matahari sulit
tembus pada dasar perairan, sedangkan pada hasil pengamatan diketahui
bahwa kecerahan sangat tinggi yaitu 62,5 cm yang mana tingkat kecerahan air
tinggi dan cahaya matahari masih dapat masuk. Dalam hal ini diketahui bahwa
pengaruh variasi abiotik mempengaruhi lingkungan dan organisme. Hal ini
dpertegas oleh literature. Menurut Effendi (2003) Ekosistem perairan
merupakan ekosistem yang selalu mengalami perubahan kualitas dan kuantitas
akibat pengaruh variasi abiotik tersebut. Oleh karena itu, organisme perairan

harus dapat beradaptasi dalam mencari nutrisi dan menjalankan kelangsungan


hidup dengan menggunakan gas-gas yang terlarut pada perairan tersebut.
Pengaruh variasi abiotik ini juga sebagai penunjang lingkungan secara
keseluruhan yang memungkinkan adanya perubahan produktivitas biologis.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapatkan shu 29 o C.
menurut Odum (1993) suhu merupakan faktor dalam kehidupan flora dan
fauna akuatis. Suhu air mempunyai pengaruh yang universal dan sangat
berperan dalam kehidupan organisme. Suhu adalah satu faktor yang pentig
dalam suatu perairan untuk mengukur temperature lingkungan tersebut. pH
yang didapatkan adalah 6,124 yang bearti pH bersifat basa, hal ini disebabkan
adanya karbonat bikarbonat dan hidrosida. Air yang pHnya tinggi umumnya
mengandung padatan terlarut. Menurut Effendi (2003) derjat keasaman
berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan hewan dan tumbuhan air serta
mempengaruhi toksisitas suatu senyawa kimia. Nilai pH dapat dipengaruhi
anatara lain buangan industri dan rumah tangga. Derajat krasaman (pH)
berkaitan erat dengan karbondioksida dan alkalinitas, semakin tinggi pH,
semakin tinggi alkalinitas dan semakin rendah kadar kandungan dioksida
bebas. pH merupakan tingkat derajat keasaman yang dimiliki setiap unsur, pH
juga berpengaruh terhadap setiap organisme, karena setiap organisme atau
individu memiliki ketentuan pada derajat keasaman (pH) berapa mereka dapat
hidup. Berdasarkan pengamatan kedalam air yang berada dipinggir sungai
didapat adalah 2 m , karena dibagian tengan sungai sulit untuk di amati. Pada
pengamatan bau pada sungai rangkui airnya tidak berbabu. Hal ini disebabkan
karena airnya mengalami pergantian dan memilki pintu pelepasan air sehingga
irnya bergerak atau mengalir yang menyebabkan airnya tidak berbau.
Berdasarkan pengamtan diketahui bahwa interaksi antara komponen
biotik penyusun ekosistem perairan pada daerah sekitar banyak terdapat
pepohonan dan rerumputan. Daun-daunan yang terjatuh ke perairan akan
tenggelam ke dasar dan selanjutnya akan mengalami pembusukan. Penguraian
tersebut akan menghasilkan nutrisi sebagai sumber unsur hara yang akan

dimanfaatkan oleh organisme perairan lainnya, seperti planton, bakteri dan


lainnya. Menurut Efendi (2003) Hubungan faktor biotik dan abiotik perairan,
biotik merupakan organisme yang hidup pada suatu ekosistem tertentu yang
hidupnya bergantung pada kondisi alam sekitarnya atau lingkungannya.
Sedangkan, abiotik merupakan lingkungan tempat tinggal organisme yang
meliputi semua benda mati yang ada. Kedua faktor diatas saling
mempengaruhi karena antara faktor mengalami interaksi dalam perjalanan
waktu. Faktor abiotik menyediakan wadah hidup serta unsur hara dalam tanah
maupun air yang digunakan oleh tumbuhan hijau, tumbuhan air untuk bahan
baku proses fotosintesis. Proses rantai makanan terjadi dari jatuhnya daun
kering ke permukaan air kemudian daun terurai oleh detritus menjadi bahan
non-organik (Nitrogen dan Fosfor).

Daftar pustaka
Sulistiawati .2012. Pengaruh pH Terhadap Perairan dan Organisme.
http://teddyseptiadi.blogspot.com/2011/10/pengaruh-ph-terhadap-kualitasair.html [ diakses : 27 April 2016].
Effendi.2003.Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber daya dan Lingkungan
Perairan.Jogjakarta : Kanisius.

Odum E. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.


Lampiran

Rumput gajah

rumput bengala

goletrak beuti

Belimbing tanah

Daun katuk

Bayam hutan

temu wiyang

wedelia

talas

meniran

kelapa

anting-anting

Suruhan

palem kuning

meniran

Thalassiotharix nitzschioides Casmarium reni forme Cocrysstos bergei

Achnaniches sp.

Cymbella sp.

Data Abiotik
Kedalaman Air
Nampak
Tidak tampak
Ketinggian
Titik Koordinat
Suhu air
Intensitas cahaya
Warna air
Kekeruhan
DO
Suhu

2m
50 cm
70-80cm
16,5 m
S 02007.659'
E 106006.828'
290C
502 Cd
Kuning keruh
19,53
3,73 mg/l
29,00C

Eucalomus bungle