Anda di halaman 1dari 2

2.

9 Blending
2.9.1 Pengertian Blending
Blending ialah suatu tahapan yang masih masuk dalam proses pengolahan
batubara, pengertian blending yaitu suatu proses pencampuran beberapa batubara
yang memiliki kualitas atau kualitas yang berbeda sehingga membentuk satu
batubara dengan kualitas tertentu yang diinginkan. Target kualitas yang ingin
dicapai dalam blending berbeda-beda. Ada yang menjadikan Sulfur sebagai target
pencapaian ada juga yang menjadikan kalori sebagai acuan target yang ingin
dicapai.
Rumus dasar perhitungan blending :
(Batubara A x P) +( Batubara B x P )
n
= Batubara C
Dimana :
Batubara A = Batubara yang akan dicampur
Batubara B = Sebagai pencampur batubara A
Batubara C = Batubara dari hasil pencampuran
n
= Banyaknya batubara dari pencampur dan yang dicampur
P
= Parameternya
2.9.2 Perhitungan Blending
Proses perhitungan blending yang perlu diperhatikan dalam menghitung dan
mengkalkulasi blending adalah bahwa hanya kualitas yang
bersifat kuantitatif yang bisa langsung dihitung dengan kumulatif. Sedangkan
kualitas yang kualitataif tidak bisa dihitung secara matematika. Perhitungan hasil
pencampurannya lebih bersifat probablilty atau kemungkinan saja, dan tidak dapa
yang cukup besar akan menjadi tidak berarti karena pengaruhnya tidak cukup
signifikan dalam merubah kualitas asal.
dipastikan Parameter kuantitatif adalah parameter yang dalam satuannya terdapat
unsur berat seperti Calorific Value ( Kcal/kg ), TM, IM, Ash, VM, dan Ultimate
semuanya dinyatakan dalam persen ( % ) berat dan lain lain.
Blending merupakan cara terbaik untuk memperbaiki dan menyatukan sifat
dan kualitas batubara dari daerah atau jenis yang berbeda, sehingga
memungkinkan dapat memenuhi persyaratan konsumen. Biasanya blending
dilakukan antara batubara peringkat rendah dan peringkat tinggi, kadar abu tinggi
dan kadar abu rendah, kadar belerang tinggi dan belerang rendah. Dalam suatu
pembangkit listrik, sistem bending dapat memberikan banyak keuntungan di
antaranya :
yang
dapat digunakan;
Meningkatakan
kelenturan (fleksibilitas) dan memperluas kisaran batubara
luar
spesifikasi.
Membantu
Diverifikasi
mengatasi
pasokan batubara
masalah untuk
yang terjadi
keamanan
apabila
pasokan;
digunakan batubara di
Kualitasi batubara campuran (hasil blending) umumnya dihitug berdasarkan
rata-rata berat data analisis dan pengujian yang diperoleh dari masing-masing
batubara individu (yang dicampur). Data kualitas tersebut kemudian digunakan
untuk memprediksi karakteristik pembakaran dalam katel uap. Namun tidak
semua parameter kualitas batubara campuran dapat diprediksi menggunakan data
kualitas hasil perhitungan rata-rata berat. Parameter-parameter air, kadar abu, zat
terbang, karbon padat, karbon total, hidrogen, sulfur, nitrogen, oksigen, klorin,
kadar maseral, dan nilai kalor cenderug bersifat aditif, sehingga dapat
menggunakan perhitungan tersebut. Sedangkan nilai muai bebas, titik leleh abu
dan HGI umumnya cenderung bersifat nonaditif. Menurut Hower (1988) HGI

dapat bersifat aditif hanya untuk blending antara batubara peringkat yang sama.
Sedangkan Riley (1989) menyatakan bahwa HGI dapat bersifat aditif asalkan
perbedaan nilai HGI masing-masing batubara di-blending tidak lebih dari 10
.9.3 Blending Plan
Sebelum pelaksanaan blending dilakukan, maka hal utama yang harus
dilakukan adalah membuat blending plan atau simulasi blending. Dimana dalam
blending plan terdapat target kualitas yang ingin dicapai, kualitas masingmasing batubara yang akan di blending, atau kebutuhan kualitas batubara yang
harus ditambang dan harus dicampurkan untuk memenuhi kualitas target yang
sudah ditentukan. Hal ini sangat penting dilakukan dalam rangka efiensi dari
blending tersebut. Dalam menyusun suatu blending plan hal-hal yang perlu
diperhatikan dan ditentukan yaitu:
2.9.4
Parameter
Yang
Bersifat
Kualitatif
Parameter
Sensitifitas
yang
blending
bersifat
kualitatif
Strategi
pencampuran
Dalam mensimulasikan kualitas blending, yang harus diperhatikan adalah
bahwa tidak semua parameter kualitas batubara dapat disimulasikan dengan
perhitungan cumulative. Parameter yang tidak bisa dihitung secara cumulative
adalah parameter yang bersifat kualitatif. Untuk menentukan dari hasil blending
untuk jenis parameter tersebut maka harus dibuat simulasi composite, yaitu
dengan mencampurkan batubara yang akan diblending dengan proporsi blending
yang sudah ditentukan, kemudian dianalisa. Hasil analisa tersebut merupakan
prediksi kualitas hasil blending.
2.9.5 Sensifitas Blending
Sensitifitas blending adalah tingkat pengaruh dari suatu batubara blending
terhadap hasil blending. Sensifikasi blending ini menjadi hal yang sangat penting
dan perlu diperhatikan terutama pada blending batubara dengan rasio kuantitas
blending yang cukup tinggi. Sensitifitas blending ini sangat erat kaitannya dengan
efeinsi blending tersebut. Suatu blending yang dilakukan dengan rasio kuantitas
2.9.6 Strategi Pencampuran
Pencampuran suatu blending yang baik adalah dengan mencampurkan dua
atau lebih batubara menggunakan unit loading rate terkecil. Sistem pencampuran
Sistem pencampuran atau blending yang mungkin terjadi dengan tingkat homogen
yang mengecil secara berurutan.
Unit Pencampuran
Unit Rasio Pencampuran
1. Barge
2.
Belt
Bucket
conveyor
Loader
Fee
rateDump
Bucket
(tph)blending
3.
4.
Dump
Truck
Barge
truck yang paling homogen
Dari
unit
pencampur
yang pertamaJumlah
merupakan
karena memiliki unit loading terkecil perhitungan waktu. Sedangkan unit
pencampur kedua sampai keempat memiliki unit loading besar sesuai dengan alat
yang digunakan untuk melakukan blending batubaranya. Selain itu, blending
dengan menggunakan unit seperti pada unit pencampur kedua dan ketiga harus
memperhitungkan jarak masing-masing batubara yang diblending. Karena
pencampuran harus dilakukan pada waktu yang sama, atau paling tidak berurutan
pada tiap satuan rasio.
16