Anda di halaman 1dari 12

Oleh

Nurfatihah Iskandar

Pembimbing
dr. Umar Malinta Sp.OG (K)

PENDAHULUAN

Perdarahan pada kehamilan harus selalu dianggap sebagai


kelainan yang berbahaya. Batas teoritis antara kehamilan muda dan tua
adalah kehamilan 22 minggu, mengingat kemungkinan hidup janin di luar
uterus. Perdarahan antepartum yang berbahaya biasanya bersumber dari
kelainan plasenta.
Perdarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plasenta
yang secara klinis biasanya tidak sulit untuk didiagnosis. Yang termasuk
dalam perdarahan antepartum ialah plasenta previa dan solusio plasenta.
Perdarahan antepartum tanpa adanya rasa nyeri merupakan tanda khas
plasenta previa, apalagi disertai tanda- tanda lainya, seperti bagian
terbawah janin belum masuk pintu atas panggul, atau kelainan letak janin.

DEFINISI

Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada


bagian segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi
sebagian atau seluruh jalan lahir yang ditandai dengan
perdarahan uterus yang dapat keluar melalui vagina tanpa
adanya rasa nyeri pada kehamilan trimester ketiga

KLASIFIKASI

EPIDEMIOLOGI

Plasenta previa terjadi sekitar 1 dalam 200 kelahiran, tetapi


hanya 20% termasuk dalam plasenta previa totalis. Insiden
meningkat 20 kali pada grande multipara. Dari seluruh kasus
perdarahan antepartum, plasenta previa merupakan penyebab
yang terbanyak. Oleh karena itu, pada kejadian perdarahan
antepartum, kemungkinan plasenta previa harus dipikirkan
lebih dahulu

ETIOLOGI

Plasenta previa meningkat kejadiannya pada keadaan-keadaan yang


endometriumnya kurang baik, misalnya karena atrofi endometrium atau
kurang baiknya vaskularisasi desidua
Multipara, terutama jika jarak antara kehamilannya pendek.
Mioma uteri.
Kuretase yang berulang.
Umur lanjut.
Bekas seksio sesarea.
Perubahan inflamasi atau atrofi, misalnya pada wanita perokok atau
pemakai kokain. Hipoksemi yang terjadi akibat karbon monoksida
akan dikompensasi dengan hipertrofi plasenta. Hal ini terjadi terutama
pada perokok berat (lebih dari 20 batang sehari).

PATOFISIOLOGI

Pada usia kehamilan yang sudah lanjut, umumnya trimester ketiga dan
mungkin juga lebih awal, oleh karena telah mulai terbentuk segmen
bawah rahim, tapak plasenta akan mengalami pelepasan
Dengan bertambah tuanya kehamilan, segmen bawah uterus akan
melebar lagi dan serviks mulai membuka.
Dengan melebarnya isthmus uteri menjadi segmen bawah rahim, maka
plasenta yang berimplantasi di situ sedikit banyak akan mengalami
laserasi akibat pelepasan pada desidua sebagai tapak plasenta.
Demikian pula pada waktu serviks mendatar (effacement) dan
membuka (dilatation) ada bagian tapak plasenta yang terlepas
Plasenta previa totalis akan mengalami perdarahan lebih awal dalam
kehamilan, sedangkan pada plasenta previa parsialis atau letak rendah
akan mengalami perdarahan mendekati atau mulai persalinan

MANIFESTASI KLINIS

- perdarahan uterus keluar melalui vagina tanpa rasa nyeri,


tanpa sebab,dan berulang
- Perdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan
berhenti sendiri
- Perdarahan juga biasa bertambah disebabkan serviks dan
segmen bawah rahim pada plasenta previa lebih rapuh dan
mudah mengalami robekan.

DIAGNOSIS

Anamnesis: Perdarahan pervaginam pada uk. > 22 mg,


tanpa sebab, tanpa nyeri,dan berulang
Pemeriksaan luar: Kelainan letak, bagian terendah janin
tdk masuk PAP, tdk ada kontraksi uterus
Inspekulo: darah pada OUE
Penentuan plasenta secara langsung dengan meraba
melalui kanalis servikalis
USG: menentukan letak plasenta

PENANGANAN

Penanganan pasif
Kriteria : usian kehamilan < 37 minggu, perdarah sedikit,
belum ada tanda persalinan, keadaan umum baik.
Penanganan :
Istirahat, tirah baring
Pemberian antibiotic profilaksis
Lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui implantasi
plasenta, usia kehamian, profil biofisik, letak dan
presentase janin.

2. Penanganan aktif
Kriteria : umur kehamilan 37 minggu, BB janin 2500 gram,
perdarahan 500 cc atau lebih, ada tanda tanda persalinan,
keadaan umum pasien kurang baik
1. Persalinan spontan pervaginam
2. Seksio cesaria
Plasenta Previa Totalis
Perdarahan banyak tanpa henti
Presentasi abnormal
Panggul sempit
Serviks belum matang
Gawat janin

DAFTAR PUSTAKA

Sastrawinata S, Martaadisoebrata D, Wirakusumah FF, editor. Obstetri


Patologi: Ilmu Kesehatan Reproduksi. Edisi II. Jakarta : EGC ; 2004.
Prawirohardjo.Sarwono.2010. Ilmu Kebidanan.P.T. Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo. Jakarta
Cunningham, F. Gary; Gant, Norman F; Leveno Md. 2003. Williams
Obstetrics. 21st Ed. McGraw-Hill Professional.
Cunningham, F. Gary; Gant, Norman F; Leveno Md. 2010. Williams
Obstetrics. 23st Ed. McGraw-Hill Professional
Gant.Norman F; Cunningham, F. Gary.2011. Dasar-dasar Ginekologi
dan obsetri . EGC
Miller, 2009. Placenta Previa. Online, http://www.obfocus.com/highrisk/placentaprevia.htm ,akses pada tanggal 8 maret 2016

Anda mungkin juga menyukai