Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU

BERSALIN KALA III


OLEH KELOMPOK 3

PENGERTIAN KALA III


Kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai
lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih
dari 30 menit. (Jenny JS, 2013: 6)

FISIOLOGI KALA III


Miometrium berkontraksi + penyusutan volume
cavum uteri
Penyusutan rongga uterus
Tempat perlekatan plasenta menjadi kecil
Plasenta terlipat & menebal Lepas dari
dinding uterus Plasenta turun ke Vagina &
Keluar lewat introitus vagina

MEKANISME PELEPASAN PLASENTA


Kontraksi dan retraksi miometrium
Dinding uterus menebal &
Ukuran area plasenta mengecil
Keseluruhan plasenta lepas
Plasenta terdorong keluar vagina + Selaput ketuban
+ Bekuan darah retroplasenta.

MACAM MEKANISME PELEPASAN PLASENTA


1. Metode Schultze
Pelepasan dimulai dari tengah/sentral
Tanda :
- Tali pusat bertambah panjang dr
vagina (Tanda Ahfeld)
- Darah tidak banyak/menyembur
- Bagian fetal turun dahulu

2. Metode Mathews Duncan


Pelepasan dimulai dari pinggir/marginal
Tanda :
- Keluar darah menyembur dr vagina
(<400ml)
- Bag. Maternal turun lebih dulu

TANDA-TANDA PLASENTA
LEPAS
Perubahan bentuk dan
Tinggi fundus
Tali pusat memanjang
Semburan darah mendadak
dan singkat

MANAJEMEN AKTIF KALA III


Tiga langkah utama MAK III :
1.Pemberian suntikan oksitosin dalam satu menit
pertama setelah bayi lahir
2.Melakukan penegangan tali pusat terkendali
(PTT)
3.Masase fundus uteri

TINDAKAN MANAJEMEN AKTIF KALA III


LANGKAH INTI
1. Serahkan bayi yang telah terbungkus
kain pda ibu untuk diberi ASI.
2. Letakkan kain bersih diatas perut ibu.

3. Periksa uterus untuk memastikan tidak


ada bayi yang lain. (Undiagnosed Twin).

4. Jelaskan kepada pasien mengenai


pemberian injeksi yang akan diberikan.

5. Segera (dalam 1 menit pertama setelah bayi


lahir) suntikan 10 IU IM pada 1/3 paha atas
bagian luar (aspektus lateralis).

6. Melakuan penegangan tali pusat terkendali


(PTT)
7. Letakkan satu tangan pada abdomen pasien
di atas simfisis pubisnya untuk menopangbagian
bawah dari uterus, sementara tangan lainnya
dengan lembut memegang klem tali pusat.

8. Segera setelah plasenta lepas, uterus mulai


berkontraksi
maka
doronglah
ibu
untuk
meneran, sementara bidan membantu dengan
melakukan PTT.
Jika
uterus
tidak
berkontraksi,
mintalah
pendamping untuk melakukan stimulasi puting
susu.

9. Membantu kelahiran plasenta dengan


menarik plasenta secra lembut bergerak
sepanjang kurva (lengkung) alamiah dari
panggul,
dengan
sedikit
arah
posterior
kemudian menuju arah anterior pasien (sesuai
sumbu karus).
10. Ketika plasenta muncul dan keluar dari
vulva, pegang plasenta dengan kedua tangan
sambil menuntunnya keluar dari vagian dengan
gerakan memutar keluar searah jarum jam
secara berlahan-lahan.
11. Segera setelah plasenta dan membrane
lahir, dengan penahanan yang kokoh lakukanlah
masase fundus uterus dengn gerakan melingkar
hingga fundus menjadi kencang (keras).
12. Sementara tangan kiri melakukan masase
uterus, periksalah plasenta dengan tangan
kanan untuk memastikan kotiledon dan
membran sudah lengkap.

13. Periksa plasenta dan selaputnya untuk


memastikan keduanya lengkap dan utuh

14. Periksa kembali uterus setelah satu hingga


dua menit. Periksa setiap 15 menit selama satu
jam pertama pascapersalinan dan setiap 30
menit selama satu jam kedua pascapersalinan

PEMERIKSAAN KALA III


1. Pemeriksaan Plasenta
- periksa bentuk (bulat/oval/datar),
- ukuran (diameter, tebal, berat),
- permukaan maternal (kelengkapan kotiledon)
- permukaan fetal (ada tidaknya korion & amnion)
2. Selaput Ketuban
periksa kelengkapan selaput ketuban
3. Tali Pusat
Panjang, Bentuk, Insersio, Jumlah vena dan arteri,
lilitan tali pusat.

PEMANTAUAN KALA III


1.
2.
3.
4.
5.
6.

TTV (TD, Suhu, Nadi, RR)


TFU
Kontraksi
Kandung Kemih
Perdarahan
Hygiene

KEBUTUHAN IBU KALA III


Ketertarikan ibu pada bayinya
Memberitahu setiap tindakan yang akan
dilakukan
Pencegahan infeksi pada kala III
Memantau keadaan ibu (TTV, Kontraksi,
Perdarahan)
Melakukan rujukan bila terjadi kegawatdaruratan
Pemenuhan nutrisi dan hidrasi
Memberi motivasi dan pendampingan selama kala
III

DETEKSI KOMPLIKASI PADA KALA III


Perdarahan Post Partum
Darah >500cc setelah bayi lahir pervaginam, >1000cc pada
SC
Etiologi :
1. Atonia Uteri (50-60%)
2. Luka Jalan Lahir
3. Retensio Plasenta (16-17%)
4. Gangguan Pembekuan Darah (0,5-0,8%)
Penatalaksanaan :
1. Resusitasi & penanganan perdarahan
2. Identifikasi penyebab perdarahan

ATONIA UTERI
Merupakan kegagalan serabut-serabut otot myometrium
uterus untuk berkontraksi dan memendek (uterus
lembek)
Etiologi :
Plasenta inkomplet
Polihidramnion
Plasenta Previa
Kandung kemih penuh
Persalinan lama
Penatalaksanaan :
Masase uterus, beri oksitosin, infus, kompresi bimanual
(bila diperlukan), rujuk

RETENSIO PLASENTA
Merupakan tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga atau
lebih dari 30 menit setelah bayi lahir
Etiologi :
Placenta accreta
Plasenta increta
Plasenta percreta
Plasenta adhaesiva
His lemah
Penatalaksanaan :
injeksi oksitosin yang kedua, dilakukan pelepasan plasenta manuil.

ROBEKAN JALAN LAHIR


Robekan jalan lahir selalu menyebabkan perdarahan
dalam jumlah yang bervariasi banyaknya
Etiologi :
Makrosomia
Malpresentasi
Partus presipitatus
Distosia Bahu
Penatalaksanaan :
Identifikasi lokasi laserasi dan sumber perdarahan,
lakukan laserasi pada derajat 1 dan 2

KELAINAN DARAH
Kelainan sistem koagulasi dimana darah sukar
membeku.
Etiologi :
DIC (yaitu ketidaktepatan koagulasi di dalam
pembuluh darah).
Penatalaksanaan :
Observasi pembekuan darah yang tidak normal,
yaitu didaerah punksi vena atau perdarahan pada
mukosa mulut dan hidung, lakukan rujukan.

PENDOKUMENTASIAN KALA III


Data Subjektif
Keluhan utama merupakan keluhan yang
diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada
pasien atau klien (anamnesis) atau dari keluarga
dan tenaga kesehatan (allo anamnesis).
(M.Wildan,2008:34).

Data Objektif
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu
TFU

Kontraksi Uterus
Kandung Kemih
Perdarahan
Robekan (Laserasi)
Pemeriksaan
Plasenta

Assesment

Planning

Interpretasi Data
Dasar
Diagnosa Potensial
Kebutuhan Segera

Perencanaan
Pelaksanaan
Evaluasi

TERIMAKASIH