Anda di halaman 1dari 19

CHENNY MULYAWAN

DEVINA AGUSTIN
HEAVEN LT
MUSDALIFAH
NITYA PANDUSARANI
SARI MELATI SDW
RAVINA NAOMI
RITA HARFIANA
TIARA BUNGA MAYANG PERMATA

Kerlinger mendefinisikan variabel sebagai


suatu sifat yang dapat memiliki bermacam
nilai, atau simbol/lambang yang padanya
dilekatkan bilangan atau nilai.

Variabel penelitian adalah objek yang


berbentuk apa saja yang ditentukan oleh
peneliti untuk dicari informasinya dengan
tujuan untuk ditarik suatu kesimpulan.

Misalnya : Jenis Kelamin, Berat Badan,


Pendidikan, Status Perkawinan, Umur, Pekerjaan,
Pengetahuan, Kadar Hb, Penyakit, Pendidikan
dan sebagainya.
Variabel dikembangkan dari Konsep/Teori dan
hasil penelitian terdahulu sesuai dengan masalah
penelitian.
Mahasiswa merupakan konsep
Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Mahasiswa Fakultas
Teknik, Mahasiswa Fakultas Hukum merupakan
variabel, karena sudah merupakan konsep yang
memiliki bermacam-macam variasi

1. Variabel Kategori & Variabel Dimensi

Variabel kategori adalah konsep yang


mengandung nilai-nilai yang tidak dapat
diutarakan dalam bentuk angka, tetapi
dalam bentuk kategori-kategori, disebut juga
variabel kualitatif. Contoh : Jenis kelamin
Variabel dimensi adalah konsep yang
menunjukkan suatu gejala berdasarkan nilai
atau tingkatan. Ini berarti bahwa variabel
dimensi itu mengandung dimensi-dimensi
yang dapat diukur dan diberi skore dengan
angka, disebut juga variabel kuantitatif.

Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua


jenis, yaitu diskret dan kontinu.
- Variabel diskret hasil perhitungan; tidak
mempunyai pecahan (utuh); data
nominal
- Variabel kontinu hasil pengukuran;
variabel yang bersambungan; data skala
rasio, skala interval, dan skala ordinal.

2. Variabel Independen, Dependen & Confounding

Variabel Independen: Tipe variabel yang


menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang
lain; disebut juga variabel bebas.
Variabel

independen dinamakan pula dengan variabel


yang diduga sebagai sebab (presumed couse variabel)
dari variabel dependen, yaitu variabel yang diduga
sebagai akibat (presumed effect variabel).
Variabel independen juga dapat disebut sebagai
variabel yang mendahului (antecendent variable) dan
variabel dependen sebagai variabel konsekuensi
(consequent variable).

Variabel Dependen : Tipe variabel yang


dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel
independen; disebut juga variabel akibat /
variabel terikat yaitu variabel yg akan
berubah akibat pengaruh atau perubahan
yang terjadi pada variabel bebas.

Contoh :
variabel perilaku memberikan ASI (v. bebas)
dipengaruhi oleh variabel pengetahuan ttg
ASI (v. terikat).
Variabel pendapatan (v. bebas) dipengaruhi
oleh variabel pekerjaan (v. terikat)

Variabel Perancu (Counfonding variable) :


mrpkan variabel lain yg berhub baik dgn V.bebas
m/n V.terikat keberadaan variabel perancu akan
mempengaruhi hub antara V.independent & V.
dependent, sehingga hrs diidentifikasi scr
konseptual, dikendalikan ketika menentukan
kriteria sampel atau dikendalikan saat
melakukan uji statistik pd data hasil penelitian.
Cth :
Meneliti hub kebiasaan merokok dgn kejadian
hipertensi, maka kebiasaan minum kopi dpt
diidentifikasi sbg V. perancu. Krn kebiasaan
minum kopi scr langsung berhub dgn perilaku
merokok & berhub juga dgn kejadian hipertensi.

3. Berdasarkan bisa/tidaknya diukur secara


langsung :

Variabel teramati (observed variable)


Dapat langsung diamati/diukur
Contoh: umur, jenis kelamin, berat badan

Variabel laten (latent variable)


Tidak dapat langsung diamati/diukur
Contoh: kualitas pelayanan, kepuasan
pelanggan, kesehatan

1.

Variabel independen (variabel stimulus / Prediktor / Antecendent /


Eksogen / Bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi
sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono,
2009:39).

2.

Variabel dependen (variabel output / Kriteria / Konsekuen / Endogen /


Terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat
karena adanya variabel bebas.

3.

Variabel moderator (variabel independen kedua) adalah variabel yang


mempengaruhi (memperkuat/memperlemah) hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen.

4.

Variabel intervening (variabel penyela / antara) adalah variabel yang


secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung tidak dapat
diamati atau diukur. Trucman (1988) dalam Sugiyono (2009:41).

5.

Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan


sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak
dipengaruh oleh faktor luar yang tidak diteliti.

6.

Variabel luar (epsilon()) adalah variabel yang secara teoritis


mempengaruhi variabel dependen/Endogen akan tetapi tidak diteliti

Prosedur pengukuran variabel dimulai dari


pembuatan definisi operasional konsep
variabel.
Definisi operasional merupakan spesifikasi
kegiatan peneliti dalam mengukur suatu
variabel atau memanipulasikannya.
Suatu contoh definisi operasional yang
sederhana dari konsep inteligensi adalah
skor yang dicapai pada tes intelegensi X.

Definisi operasional adalah uraian tentang


batasan variabel yang dimaksud, atau tentang
apa yang diukur oleh variabel yg bersangkutan.

Definisi operasional merupakan penjelasan

definisi dari variabel yang telah dipilih oleh


peneliti. Antara peneliti yang satu dengan
yang lain bisa beda definisi operasional
dalam 1 judul skripsi yang sama. Definisi
Operasional boleh merujuk pada
kepustakaan.

Variabel

Definisi Operasional

Umur

Umur responden yang dihitung sejak tanggal lahir


sampai dengan waktu penelitian yang dinyatakan
dalam tahun

Pendidikan

Lamanya sekolah atau tingkat sekolah yang telah


diikuti oleh responden

Stres

Respon dari kondisi yang terjadi ketika individu


merasa tertekan karena ketidakmampuannya
menyesuaikan diri dengan tuntutan yang
diberikan kepadanya (Mahbubah, 2008)

Adalah cara apa yg digunakan peneliti untuk


mengukur atau memperoleh informasi
(data) untuk variabel yang bersangkutan.
Misalnya :
Untuk

variabel status gizi cara pengukurannya


dengan menimbang berat badan dan mengukur
tinggi badan.

Untuk

variabel pendidikan cara pengukurannya


dengan wawancara.

Untuk variabel status


gizi, hasil ukurannya :
Gizi buruk
Gizi kurang
Gizi baik (normal)

Untuk variabel
pendidikan, hasil
ukurannya :
SD, SMP, SMA atau
Rendah (tdk sekolah &
SD), menengah (SMP
& SMA), dan tinggi (di
atas SMA)

Sutanto Priyo Hastono dan Luknis Sabri. 2010, Statistik Kesehatan,


Rajawali Pers, Jakarta.

Soekidjo Notoatmodjo, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka


Cipta, Jakarta.

Kelana Kusuma Dharma, 2011, Metodologi Penelitian Keperawatan


(Pedoman Melaksanakan dan menerapkan Hasil Penelitian), Trans Info
Media, Jakarta.

Riwidikdo, Handoko, S.Kep. Statistik Kesehatan. 2007. Mitra Cendikia


Press,Yogyakarta.

Karlinger,Fred,N.FoundationofBehaviorScienceResearch.Holt,Rinehart.197
3.

Sugiyono.MetodePenelitianKuantitatif,Kualitatif,danR&D.Bandung,Alfabe
ta.2009.

http://ureechan.wordpress.com/2011/07/14/variabel-penelitiandefinisi-operasional-dan-skala-data/

http://skripsimahasiswa.blogspot.com/2009/11/pengertian-variabelvariabel-pengertian.html