Anda di halaman 1dari 52

KOLABORASI DALAM

KEPERAWATAN
SUMIJATUN
J A K A RT A , 2 7 M A R ET 2 0 1 2

Rumah Sakit => organisasi yang kompleks


Padat karya
Padat tehnologi

=> dampak : ?

Padat modal
Sosial
Kesehatan
Ekonomi
Etika
Hukum

10 Produk Pelayanan
P. Medik
P. Penunjang Medik
P. Keperawatan
P. Pondokan
P. Pemberian Obat
P. Gizi
P. Administrasi
P. Pencatatan Medik
P. Penyuluhan dan Sosial
P. Rohani

Fenomena Globalisasi
Fenomena globalisasi dan kepemimpinan merupakan
bagian dari 6 teori dasar yg dianggap sebagai aliran
dalam manajemen modern :
1. Mekanik
2. Sistem
3. Human
4. Budaya
5. Arena
6. Adaptasi

Integrated Services
dr

dll

Klien

Gizi

perawat

Produk Rumah sakit ??

Kemasan : layanan Home Care


Penunjang :
Fasilitas, gedung
Inti : dr, perawat,
gizi, laboratorium,
farmasi

Tren Perkembangan Rumah sakit


Teknologi tinggi => memberikan efisiensi pada

penyembuhan
Waktu hari rawat > pendek
Meningkatnya ambulatory service , karena
penanganan non-invasif
Kebutuhan rawat inap berkurang
Mobilisasinya lebih dini

Fokus RS => core business-nya


core business => langsung pada upaya

penyembuhan pasien
Pelayanan lain / penunjang atau tambahan seperti
laundry, dapur, parkir, keamanan, dsbnya =>
diserahkan pada pihak lain ( outsourcing )
RS menjadi > kecil => terutama ruang perawatan
dan jumlah tempat tidur
Gantinya berbagai klinik => teknologi tinggi,
perawatan singkat, turnover rate-nya tinggi, spt
klinik kecantikan, menopause, diabetes dllnya

Lanjutan ;
Unt penyakit kronis => muncul sejumlah RS khusus yg

memerlukan perawatan lama, perawatan seumur hidup


termasuk perawatan pada lansia
Peran manajer untuk dapat membaca tren perkembangan
RS menjadi penting termasuk keperawatan.
SETUJU ??
Bagaimana dengan anda ?

Filosofi => Tim Keperawatan meyakini bahwa :

1. Mengerjakan hari ini / tidak menunda pekerjaan

lebih baik dari besok


2. Managerial keperawatan adalah fungsi utama

bidang keperawatan
3. Peningkatan mutu kinerja perawat berarti
peningkatan pelayanan keperawatan

4. Pendidikan berkelanjutan tanggungjawab dari


Bidang Keperawatan
5. Keperawatan menggunakan pendekatan ilmiah
proses keperawatan sehingga membantu individu
dapat berfungsi optimal
6. Tim Keperawatan bertanggung jawab dan
bertanggung gugat terhadap tindakan
keperawatan

Visi => Pelayanan keperawatan dan kebidanan prima 2010

Misi :
1. Menjamin keterpaduan perencanaan , pengelolaan
dan pendayagunaan tenaga keperawatan di
seluruh tatanan pelayanan kesehatan
2. Memacu sistem perencanaan pendidikan dan
pelayanan keperawatan/ kebidanan , ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan
mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, politik
dan ekonomi Indonesia

3. Mendorong penyelenggaraan upaya pengembangan


sistem karir
4. Mendorong perlindungan hukum tenaga keperawatan
sebagai pemberi pelayanan melalui pengendalian
pelaksanaan sistem regulasi
5. Memelihara dan meningkatkan pelayanan keperawatan
dan kebidanan yang bermutu , merata dan terjangkau
dengan mengikut sertakan masyarakat dan berbagai
potensi swasta

Mampukah perawat untuk mencapainya ??


Tergantung :
Individu orangnya ?
Lingkungannya ?
Jumlahnya ?
Kecerdasannya ?
Komitmennya ?
Atau .. Tergantung kerjasama timnya ??

Rumah Sakit mempunyai Tim Kerja :


Tim satu disiplin ilmu :
Tim Perawat
Tim Dokter
Tim Laboratorium, dll
Tim Multidisiplin :
Tim Operasi
Tim Nosokomial Infeksi
Tim Manajemen Risiko, dll

TIM ???
Suatu kelompok yang didirikan guna mencapai

tujuan yang spesifik


Kelompok yang secara konsisten berinteraksi,

mempunyai persepsi yang sama, dalam


melaksanakan kegiatannya terstruktur serta saling
tergantung diantara anggotanya ( Trenholm,1986 )
Tim atau kelompok dapat dibedakan : formal dan

non formal

Kelompok non formal :


Lebih kearah natural => sesuai kebutuhan hubungan
sosial :
Arisan ibu-ibu di RT : mempererat hubungan
bertetangga / menabung bersama / tukar informasi
Kelompok remaja => karang taruna
Kelompok pencinta alam
Ikatan alumni Akper, dsbnya

Kelompok / tim formal ??


Lebih mementingkan pekerjaan dari padfa seting

organisasi
Setiap anggota mempunyai kompetensi yang

diinginkan
Terstruktur dan mempunyai pola yang jelas
Setiap anggota mempunyai tugas yang dapat

dipertanggung jawabkan dan dinilai

Struktur dan peran kelompok ??


Struktur => lebih melihat pada peran dan

posisi orang-orang yang ada didalamnya


untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu
Peran => cerminan perilaku yang

digabungkan dalam kelompok sesuai


dengan posisi individu yang ada didalamnya

PERAN => Secara umum dapat dibedakan :

Task related roles : membantu kelompok utk lebih


fokus pada tugas dan pencapaian tujuan
2. Maintenance roles ; menjaga hubungan didalam
kelompok agar tetap harmonis
3. Defensive roles : membantu kelompok utk dapat
menghilangkan kekhawatiran dalam melaksanakan
tugasnya
4. Dysfunctional roles : mempertimbangkan adanya
penyimpangan yang terjadi dalam kelompoknya
1.

Perilaku yg berorientasi pada tugas :


Berupaya mengajak kelompok untuk mewujudkan

pencapaian tugas organisasi


Dapat terlihat pada aktivitas kelompok seperti :
1. Mengambil inisiatif => pendapat baru, menunjukkann
kelemahan, mengusulkan pemecahan masalah
2. Mencari informasi => meminta p[enjelasan tentang
saran yang diajukan, meminta tambahan informasi atau
fakta

3. Mengumpulkan pendapat => menanyakan ekspresi


perasaan anggota, usul atau ide terhadap suatu masalah
4. Memberi informasi => menyajikan fakta dan memberikan
kesimpulan dgn ilustrasi pengalamannya sehubungan dgn
masalah yg dihadapi
5. Mencari pendapat => menanyakann pendapat atau
keyakinan anggota ttg suatu saran , terutama yg terkait
dgn nilai-nilai bukan fakta

6. Mengolah informasi => menjelaskan, memberi contoh,


menafsirkan dan menggambarkan akibat yg bisa terjadi
apabila saran dilaksanakan
7. Mengkoordinasikan => menyatukan berbagai pendapat /
saran, menyatukan aktivitas anggota / sub kelompok
8. Menyimpulkan => menyimpulkan pendapat / saran yg
saling berhubungan, mengulang saran tersebut setelah
kelompok selesai mendiskusikannya

Perilaku yg berorientasi pada pemeliharaan kelompok :


1. Mendorong pemeliharaan hubungan => mudah berteman, ramah,
responsif, menghargai, menyetujui dan menerima pendapat orang lain
2. Mendorong keterlibatan anggota => berusaha agar seluruh anggota
terlibat dalam pembicaraan : mendorong seseorang untuk bicara dan
membatasi pembicaraan setiap anggota => agar semua individu
mendapatkan kesempatan
3. Membuat norma kerja => mengusulkan adanya kesepakatan tentang
norma kerja kelompok ; utk kelancaran dan ketertiban
pertemuan/diskusi, menilai dan mengambil keputusan serta
mengingatkan kelompok jika norma tersebut dilanggar

4. Mengikuti kesepakatan => menyatakan menerima


pendapatorang lain, sependapat dengan
keputusan kelompok, menjadi pendengar yang
baik selama proses

5. Mengekspresikan pendapat kelompok =>


berusaha menyimpulkan perasaan kelompok,
menguraikan reaksi kelompok terhadap suatu
pendapat / keputusan

Tim / kelompok yang kurang efektif ??


1.

Menentang => mengkritik, menyalahkan orang lain, menunjukkan


sikap menentang kelompok / perorangan, merendahkan orang lain

2.

Menghalangi => menghalangi sasaran kelompok dlm pencapaian


sasaran, membelokkan pembicaraan kearah lain, menyatakan
pendapat pribadi yg tdk ada hubungannya dengan topik
pembicaraan, bicara terlalu banyak : kesan ingin mendapat pujian

3.

Mendominasi => memborong pembicaraan, menekankan pendapat


pribadi yg benar, tidak menghargai pendapat orang lain, tidak
memperhatikan perasaan orang lain : ingin menonjolkan diri,
menjadikan kelompok sebagai alat untuk menguji pendapat pribadi

4. Menyaingi => berusaha mengajukan pendapat diri lebih dulu dari orang
lain, bersaing untuk mengajukan pendapat diri yg paling bagus dgn
memenjatuhkan pendapat orang lain, mencari muka pd pimpinan
5. Mencari simpati => mencoba mempengaruhi orang lain agar mengikuti
pendapatnya : kegagalan kelompok, menciptakan situasi utk mendapat
dukungan dari anggota lain
6. Menyokong pendapat tertentu : mendukung pendapat tertentui yang
berkaitan dgn kepentingan atau filsafat hidupnya : utk kepentingan diri
7. Mengganggu proses => sering melucu tdk pada tempatnya, menampilkan
mimik tertentu serta menginterupsi pembicaraan dan pekerjaan
kelompok

8. Mencari nama => mengarahkan semua perhatian


anggota kelompok kepadanya : bicara keras,
pendapat yg ekstrem, berperilaku aneh
9. Berbuat acuh-tak acuh => berlaku pasif, masa
bodoh, tdk peduli terhadap situasi kelompok,
melamun, berbisik-bisik dengan orang lain, lari dari
topik yg sedang dibahas
( Pusdiklat Depnaker, 1989 )

Sindroma Groupthink
Sujudi, 2011 :
Fenomena pemikiran kelompok, yakni sekelompok orang yg
memiliki cara berpikir ( mindset ) yang sama dlm
menentukan berbagai kebijakan, Sangat tdk mengharapkan
adanya anggota kelompok yang mempunyai perspektif lain

Terjebak dalam cognitif traps yg menghasilkan asumsiasumsi yg belum tentu benar dgn kepercayaan yg sangat kuat
dan aturan yang dihasilkannya ( taken-for-franted beliefs )

Irving L. Janis, 1980 => Sindroma pemikiran kelompok


1.

Keadaan yg aman tanpa ancaman ( invulnerability )


Anggota kelompok bersama-sama mengalami ilusi ttg
tidak adanya ancaman => mereka yakin bahwa yg terjadi
sangat aman => sangat optimistik dan berani ambil resiko
diluar perhitungan. Mereka menjadi kurang mampu
berespon terhadap adanya tanda bahaya

2. Kesamaan pikiran ( unanimity )


Anggota kelompok mengalami ilusi dimana semua
pertimbangan yg diajukan oleh anggota dianggap benar
dan disetujui oleh mereka

lanjutan
3. Moralitas ( Morality )
Para anggota kelompok percaya dan tidak pernah
mempersoalkan moralitas mereka => mereka tidak terlalu
memikirkan sisi etika dan moral dari keputusan2 mereka
4. Penekanan ( Pressure )
Kelompok melakukan penekanan => anggota
menunjukkan keraguan thd pikiran-pikiran
kelompok/ilusi mereka, argumen2 yg dipertanyakan
validitasnya. Kesetiaan selalu ditekankan terus menerus

lanjutan
5. Stereotip ( Stereotype )
Kelompok mempunyai pandangan stereotip thd kelompok
lawan => mereka menganggap bhw melihat sisi lain dr
lawan dan upaya berunding negosiasi tdk akan dijamin
keberhasilannya.
6. Perlindungan terhadap pemikiran ( Mindguards)
Anggota kelompok menganggap bhw mereka harus
melindungi pemimpin dan sesama anggota mereka thd
pemikiran yg dianggap keliru , terutama bila ada info
berbeda yg menyangkut keputusan mereka

lanjutan
7.Rasionalisasi ( Rational )
Karena mengabaikan tanda-tanda bahaya => secara
kolektif membangun suatu rasinalisasi thd umpan balik yg
( -) yg menyangkut putusan2 mereka dimasa lalu
8. Sensor diri ( Self-censorship )
Anggota-anggota kelompok selalu menjaga mutu

Tim Keperawatan ??
Sukses jika seluruh anggotanya menjadi perawat yang

baik
Perawat yang baik => dapat bekerja sesuai dng harapan

dan kebutuhan klien, standar praktik, standar kinerja


Perawat yang baik => dapat melakukan pelayanan yang

bermutu , yang dinilai oleh konsumen internal / eksternal


SIAPKAH ??

Bagaimana menjadi perawat yg baik ??


KERJA KERAS DARI :

Individu sendiri
Peer Group / Tim
Pembinaan pihak manajemen

Beberapa pembinaan yang dilakukan :


1. Perawat menyadari peran dan fungsinya
2. Selalu mengacu pada etika profesi
3. Meningkatkan kompetensi profesionalnya
4. Dapat bekerjasama ( kolaborasi )

KOLABORASI ???

Kolaborasi dapat berjalan dengan baik , jika :


Semua profesi mempunyai visi dan misi yang sama
Masing-masing profesi mengetahui batas-batas

dari pekerjaannya
Anggota profesi dapat bertukar informasi dengan
baik
Masing-masing profesi mengakui keahlian dari
profesi lain yang tergabung dalam tim

Kolaborasi ( ANA, 1992 )


Hubungan kerja diantara tenaga kesehatan dalam
memberikan pelayanan kepada pasien / klien

Diskusi tentang diagnosa


Kerjasama dlm asuhan kesehatan
Saling berkonsultasib / komunikasi
Masing-masing bertanggung jawab pada pekerjaannya

Kolaborasi ( Virginia Henderson, 1991 )

Kerjasama antara tenaga kesehatan dengan p0-

asien & keluarganya untuk mencapai tujuan


Ada elemen yg esensial dalam respek yg bermutu :
kekuatan dan kontrol
Proses yangb dinamis dan interaktif dengan pasien
Ada koordinasi dan kooperatif antara tenaga
kesehatan dengan pasien

Kolaborasi ( Baggs & Schmitt, 1988 )


Ada atribut kritis dalam kolaborasi :
1. Sharing perencanaan, pengambilan keputusan,
pemecahan masalah, setting tujuan dan tanggung
jawab
2. Bekerja bersama-sama
3. Koordinasi
4. Komunikasi terbuka

Model praktik kolaborasi :


Interaksi perawat dokter dalam

persetujuan praktik
Kolaborasi perawat dokter dalam

memberikan pelayanan
Tim interdisiplin atau komite

Perawat sebagai kolaborator :


Perawat berkolaborasi dengan => klien, peer

group dan tenaga kesehatan lain


Kolaborasi penting => memperbaiki hasil
Perawat perlu akuntabilitas dan otonomi dalam
praktik=> memerlukan pendidikan yang lebih baik
Memahami sistem pelayanan terintegrasi dengan
fokus kebutuhan pasien / klien

Keuntungan kolaborasi ??
Lebih profesional
Pelayanan lebih terfokus
Proses pengambilan keputusan lebih baik
Setting tujuan lebih bermutu
Menunjang pengorganisasian terapeutikm lebih baik
Menurunkan LOS
Pengembangan interdependensi profesi =>

kenyamanan kerja / lingkungan yg kondusif


Lebih terintegrasi dan komprehensif

Dasar dasar kompetensi kolaborasi


Komunikasi
Respek dan kepercayaan
Memberikan dan menerima feed back
Pengambilan keputusan
Manajemen konflik

Komunikasi
Kolaborasi => pemecahan masalah yang lebih
kompleks :
1. Komunikasi efektif yg dapat dimengerti oleh semua
anggota tim
2. Fokus : kebutuhan klien
3. Dokter lebih menekankan pada isi ??
4. Perawat lebih pada hubvungan ???

Respek dan kepercayaan ??


Kualitas respek dapat dilihat dari pada sistem

reward dan harga diri


Kepercayaan dapat dilihat pada mutu proses dan
hasil => dapat disampaikan verbal / non verbal
=> dapat dilihat & dirasakan dalam penerapan
sehari hari
???

Memberikan dan menerima feed back :


Feed back dipengaruhi oleh :
Persepsi seseorang
Pola hubungan
Harga diri
Kepercayaan diri
Emosi
Lingkungan
Waktu
Feed back dapat bersifat negatif / positif ??

Pengambilan keputusan
Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan :
1. Informasi yg jelas
2. Fokus untuk kebaikan / kebutuhan pasien
3. Masing-masing profesi mempunyai kontribusdi
yang unik
4. Masing-masing profesi mempunyai kompetensi
sesuai dengan peran dan fungsinya

???

Manajemen konflik
Konflik peran umumnya akan muncul dalam proses
Untuk menurunkan konflik :

1. Masing-masing anggota harus memahami peran


dan fungsinya
2. Klarifikasi persepsi dan harapan
3. Identifikasi kompetensi
4. Identifikasi tumpang tindih
5. Negosiasi peran dan tanggung jawab

Menurut Benson & Ducanis, 1995


Untuk menurunkan konflik peran :

Melakukan konferensi interdisiplin


Pendidikan interdisiplin sebagai dasar
Dapat menerima tanggung jawab personal dalam

kelompok kerja

Kolaborasi => sarat dgn konflik ??

Perawat
Pasien Dokter

Bagaimana dengan team work di Indonesia ??


Mari mengkaji diri dan ikut memperbaiki ....
=> SETUJU ??

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA