Anda di halaman 1dari 28

PRAKTIKUM RANGKAIAN RESISTOR SERI PARALEL DAN

GABUNGAN
LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Teknik dengan
dosen pengampu:
Dr. Ida Hamidah, M.Si.

Oleh
Qori Zulia Rahma
1500465

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURAN
UNIVERESITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang, kami panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat,hidayah, dan inayah-Nya kepada penyusun, sehingga
penyusun dapat meyelesaikan Laporan Praktikum Fisika Dasar yang berjudul
Hukum dua Newton dan Hukum Kekekalan Energi.
Adapun isi dari laporan praktikum ini adalah menjelaskan suatu teori yang
berkaitan dengan Hukum Ohm .penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu atau terlibat dalam menyelesaikan tugas
makalah ini dengan tepat waktu yang tidak bisa penulis sebutkan satu satu
namanya,semoga Allah SWT membalas kebaikannya.
Dalam penulisan laporan praktikum ini

masih jauh dari kata

kesempurnaan. Oleh sebab itu dengan lapang dada dan sikap terbuka penulis
bersedia menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan isi makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi semua
pihak khususnya pembaca waktu sekarang dan masa yang akan datang.

Bandung,April 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
LAPORAN PRAKTIKUN HUKUM OHM........................................................1
I.

TUJUAN......................................................................................... 1

II.

LANDASAN TEORI.........................................................................1
A. KOMPONEN HUKUM OHM...........................................................1
B. HUKUM OHM.............................................................................. 3
C. RANGKAIAN HAMBATAN LISTRIK................................................4

III.

ALAT-ALAT PRAKTIKUM...............................................................6

IV.

LANGKAH KERJA.........................................................................7

A.

Rangkaian Seri...........................................................................7

B.

RangkaianParalel.......................................................................8

C. RangkaianGabungan.................................................................9
V.

HASIL DAN PEMBAHASAN...........................................................11


A.

Rangkain Seri...........................................................................11

B.

RangkaianParalel.....................................................................14

C. RangkaianGabungan...............................................................18
KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................................22
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................23
LAMPIRAN............................................................................................. 24

LAPORAN PRAKTIKUN HUKUM OHM


I.

TUJUAN
A. Setelah melakukan percobaan ini peserta diharapkan memahami hubungan
antara tegangan dan kuat arus dalam suatu rangkaian ( Hukum Ohm )
B. Setelah melakukan percobaan ini peserta diharapkan dapat menentukan
nilai hambatan gabungan dari rangkaian Seri, Paralel dan gabungan secara
teoritis dan aktual.

II.

LANDASAN TEORI
A. KOMPONEN HUKUM OHM
Untuk dapat memahami mengenai Hukum Ohm dalam kegiatan
praktikum inisebelumnya penulis akan memaparkan komponen-komponen
dalam Hukum Ohm sebagai berikut :

1.

ARUS

Arus listrik atau dalam versi bahasa inggris sering disebut electric
current dapat didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir tiap
satuan waktu. Biasanya arus memiliki satuan A (Ampere) atau dalam rumus
terkadang ditulis I. Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel
bermuatan listrik dalam arah tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam
suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah
(berlawanan arah dengan gerak elektron). Satu ampere sama dengan 1

couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini,
besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar).
Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan
positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari
aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

2.

TEGANGAN

Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensi listrik antara dua


titik dalam rangkaian listrik. Tegangan dinyatakan dalam satuan volt (V).
Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk
menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada
perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra
rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Tenaga (the force) yang mendorong
elektron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan.
Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Pada
sebuah rangkaian, besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan
electron pada titik satu dengan titik yang lainnya merupakan jumlah
tegangan.
3.

HAMBATAN

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari


suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang
melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas
cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat
pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya
disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah
dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari
hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.
4.

DAYA (POWER)

Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam


rangkaian listrik. Satuan daya listrik adalah watt. Daya listrik, seperti daya
mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. Pada
rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan hukum joule.
Daya listrik mengalir di manapun medan listrik dan magnet berada di
tempat yang sama.

B. HUKUM OHM

Hukum Ohm merupakan hukum dasar dalam rangkaian elektronik.


Hukum Ohm menjelaskan hubungan antara tegangan, kuat arus dan
hambatan listrik dalam rangkaian.
Besarnya tegangan listrik dalam sebuah rangkaian sebanding dengan
kuat arus listrik. Pernyataan ini di kenal sebagai hukum Ohm. Hal ini
menyatakan bahwa tegangan listrik dalam rangkaian akan bertambah jika
arus yang mengalir dalam rangkaian bertambah. Hubungan tersebut dapat di
tuliskan dalam persamaan matematika :
V = I.R
Dimana :

I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar


dalam satuan Ampere.
V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung
penghantar dalam satuan volt.
R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada
suatu penghantar dalam satuan ohm.

Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan


dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang
berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827

Untuk dapat memahami hukum Ohm dengan sempurna maka kita harus
berprinsip bahwa antara tegangan listrik, hambatan penghantar dan kuat arus
listrik adalah satu kesatuan didalam sebuah rangkaian.

Jika dalam hambatan R mengalir arus listrik I,


maka antara ujung-ujung hambatan timbul beda
potensial V.
V = IR
Jika
diantara
ujung-ujung
hambatan R terdapat beda
potensial V, maka dalam
hambatan pasti mengalir arus
listrik I
I = V/R
Jika arus listrik I mengalir
dalam suatu penghantar dan
antara ujung-ujung penghantar muncul beda potensial V, maka
dalam penghantar tersebut terdapat hambatan.
R = V/I
Fungsi utama hukum Ohm adalah digunakan untuk mengetahui
hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunakan untuk menentukan
suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan Ohmmeter. Kesimpulan
akhir hukum Ohm adalah semakin besar sumber tegangan maka semakin
besar arus yang dihasilkan. Kemudian konsep yang sering salah pada siswa
adalah hambatan listrik dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik.
Konsep ini salah, besar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh
besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang,
luas penampang dan jenis bahan.

C. RANGKAIAN HAMBATAN LISTRIK

Agar arus listrik dan tegangan listrik dalam rangkian dapat diperoleh
sesuai dengan yang kita butuhkan maka perlu di atur dengan menambahkan
hambatan dalam rangkaian. Namun demikian terkadang kita tidak
mendapatkan nilai hambatan yang sesuai, dengan demikian kita perlu
merangkai dua atau lebih hambatan agar mendapatkan nilai hambatan yang
sesuai. Setidaknya ada tiga jenis cara menyusun hambatan dalam rangkaian,

yaitu secara seri dan parallel serta campuran . Berikut ini adalah jenis-jenis
rangkaian listrik.

A. Persamaan-Persamaan dalam Rangkaian Hambatan Seri


Persamaan hambatan pengganti rangkaian seri dapat dicari dari
persamaan awal, di mana kuat arus listrik pada tiap tiap hambaran adalah
sama, sedangkan beda potensial di tiap tiap hambatan bernilai berbeda.

B. Persamaan-Persamaan Dalam Rangkaian Hambatan Paralel


Persamaan hambatan pengganti paralel dapat dicari dari persamaan awal, di
mana beda potensial di masing masing komponen adalah sama satu sama lain,
sedangkan kuat arus yang masuk titik percabangan sama dengan jumlah kuat
arus di masing masing komponen. Untuk melihat persamaan hambatan
pengganti paralel, tekanlah tombol berikut

C. Persamaan Persamaan Dalam Rangkaian Listrik Campuran

Rangkaian hambatan campuran seri-paralel terdiri dari dua jenis


rangkaian, yaitu rangkaian hambatan seri dan rangkaian hambatan paralel.
Persamaannnya tidak lain adalah persamaan yang berlaku dalam rangkaian
seri dan rangkaian paralel. Untuk melihat persamaan hambatan campuran
seri-paralel, perhatikanlah berikut

III.

ALAT-ALAT PRAKTIKUM
No. Katalog

KAL 60/5A

Nama Alat

Jumlah
1

CatuDaya
1

PEO 502

Saklar SPST
6

KAL 99

KabelPenghubung

PEO 359 01

Resistor 50 , 5 Watt

1
1
PEO 359 02

Resistor 100 , 5 Watt


1

PEO 351 07

Resistor 500 , 5 Watt

GME 240
-

Multimeter digital

2
1
Bukucatatan
-

1
Kalkulator

IV.

LANGKAH KERJA
A. Rangkaian Seri
1. Persiapkan Semua alat yang yang dibutuhkan,keluarkan dari box.
Letakan box di lantai secara perlahan.
2. Perhatikan gambar rangkaian yang akan disusun sebagai berikut.

Gambar 1.1 Rangaian Seri


3. Susun rangakaian sesuai dengan gambar diatas. Pastikan saklar
dalam kadaan off.
4. Pada catu daya pilih pada tegangan DC. Atur besar tegana keluar
sebesar 2 Volt. Tuliskan angka yang tertera pada multimeter digital
yaitu kuat arus dan tegangan kedalam tabel 1.1. Matikan saklar
rangkaian dan GGL.
5. Aturkembaliaruskeluar GGL menjadi 4,6,8,10,12 Volt
(secarabertahap). Tuliskanangkakuatarusdantegangankedalamtabel
1.1. Matikansaklarrangkaiandan GGL.
Ingatsetiapakanmenaikanteganganmatikansaklarterlebihdahulu !
6. Perhatikangambarberikut !

Gambar 1.2 Rangaian Seri


7. Lepaskan voltmeter darirangkainawal. Kemudianhubunganpada
resistor 50 . Lakukankembalilangkahke 4 dan 5 denganhati-hati.
Datategangan VCDdimasukanpadatabel 1.2.
8. Lepaskan voltmeter darirangkainsebelumnya. Kemudianhubungan
Voltmeter pada resistor 100 . Lakukankembalilangkahke 4 dan 5
denganhati-hati. Data tegangan VEFdimasukanpadatabel 1.2.
9. Lepaskan voltmeter darirangkainsebelumnya. Kemudianhubungan
Voltmeter pada resistor 500 . Lakukankembalilangkahke 4 dan 5
denganhati-hati. Data tegangan VFGdimasukanpadatabel 1.2.
10. Lepaskankembalirangkaiandenganhati-hati.

B. RangkaianParalel
1. Perhatikangambarrangkaian yang akandisusunsebagaiberikut.

Gambar2.1 RangaianParalel
2. Susunrangakaiansesuaidengangambardiatas.
Pastikansaklardalamkadaan off.

3. Padacatudayapilihpadategangan DC. Aturbesarteganakeluarsebesar 2


Volt. Tuliskanangka yang terterapadapadamultimeter digital
yaitukuatarusdantegangankedalamtabel 2.1.
Matikansaklarrangkaiandan GGL.
4. Aturkembaliaruskeluar GGL menjadi 4,6,8,10,12 Volt
(secarabertahap). Tuliskanangkakuatarusdantegangankedalamtabel
1.1padabagianpembahasan. Matikansaklarrangkaiandan GGL.
Ingatsetiapakanmenaikanteganganmatikansaklarterlebihdahulu !
5. Perhatikangambarberikut !

Gambar 2.2 RangaianParalel


6. LepaskanAmpermeterdarirangkainawal. Kemudianhubunganpada
resistor 50 . Lakukankembalilangkahke 3 dan 4denganhati-hati.
DatakuatarusICDdimasukanpadatabel2.2.
7. LepaskanAmpermeterdarirangkainsebelumnya.
KemudianhubunganAmpermeterpada resistor 100 .
Lakukankembalilangkahke 4 dan 5 denganhati-hati. Data
kuatarusIEFdimasukanpadatabel2.2.
8. LepaskanAmpermeterdarirangkainsebelumnya.
KemudianhubunganAmpermeterpada resistor 500 .
Lakukankembalilangkahke 4 dan 5 denganhati-hati. Data
kuatarusIFGdimasukanpadatabel 2.2.
9. Lepaskankembalirangkaiandenganhati-hati.
C. RangkaianGabungan
1. Perhatikangambarrangkaian yang akandisusun, sebagaiberikut.

2.
3.

4.

5.

Gambar 3.1 RangaianGabungan


Susunrangakaiansesuaidengangambardiatas.
Pastikansaklardalamkadaan off.
Padacatudayapilihpadategangan DC. Aturbesarteganakeluarsebesar 2
Volt. Tuliskanangka yang terterapadapadamultimeter digital
yaitukuatarusdantegangankedalamtabel 3.1padabagianpembahasan.
Matikansaklarrangkaiandan GGL.
Aturkembaliaruskeluar GGL menjadi 4,6,8,10,12 Volt
(secarabertahap).
Tuliskanangkakuatarusdantegangankedalamtabel3.1padabagianpemba
hasan. Matikansaklarrangkaiandan GGL.
Ingatsetiapakanmenaikanteganganmatikansaklarterlebihdahulu !
Perhatikangambarberikut !

Gambar 3.2 RangaianGabungan


6. Lepaskan Voltmeter danAmpermeterdarirangkainawal.
Kemudianhubunganpada resistor 50 (sesuaipadagambar).
Lakukankembalilangkahke 3 dan 4 denganhati-hati. Data
VGHdanIGHdimasukanpadatabel 3.2.
7. Lepaskan Voltmeter danAmpermeterdarirangkainawal.
Kemudianhubunganpada resistor 100 (sesuaipadagambar).
Lakukankembalilangkahke 3 dan 4 denganhati-hati. Data VEFdan
IEFdimasukanpadatabel 3.2.

10

8. Lepaskan VoltmeterdanAmpermeterdarirangkainawal.
Kemudianhubunganpada resistor 500 (sesuaipadagambar).
Lakukankembalilangkahke 3 dan 4 denganhati-hati. Data VCDdan
ICDdimasukanpadatabel 3.3.
9. Lepaskankembalirangkaiandenganhati-hati.

V.

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Rangkain Seri
Tabel 1.1 Data Besar Tegangan, Kuat Arus dan Hambatan Total
Percobaan Rangkaian Seri

NO. V Catu Daya


2

1.

2.

3.

4.

V Rangkaian

2,28 volt

3,55 A

0,64

4,20 volt

6,49 A

0,64

6,03volt

9,38 A

0,64

7,97 volt

12,30A

0,64

5.

10

10,00 volt

15,40 A

0.64

6.

12

11,96 volt

18,49A

0,64

Tabel 1. 1 Data Besar Tegangan Percobaan Rangkaian Seri


NO. V Catu Daya
1.

VCD Resistor 50

VEF Resistor 100

VGH Resistor 500

2
4

11

2.
6

3.

4.
5.

10

6.

12

1. Perhitungan
-

Tuliskan

perhitungan

teoritis

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan nilai yang tertera pada resistor !


Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + R6
= 0,64 + 0,64 +0,64 + 0,64 +0,64 +0,64
Rs = 3, 84
-

Tuliskan

hasil

pengukuran

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan ohm meter !


1)
2)
3)
4)
5)
6)

R = 0,64
R = 0,64
R = 0,64
R = 0,64
R = 0,64
R = 0,64

Tuliskan perhitungan actual hambatan gabungan menggunakan


nilai pada table hasil praktikum !
Mencari hambatan R = V/I

1) R = 2,28 / 3,55 = 0,64


2) R =4,20 / 6,49 = 0,64
3) R =6,03 / 9,38 = 0,64

12

4) R =7,97 / 12,30 = 0,64


5) R =10,00 / 15,40 = 0,64
6) R = 11,96 / 18,49 = 0,64
Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + R6
= 0,64 + 0,64 +0,64 + 0,64 +0,64 +0,64
Rs = 3, 84
2. Pembahasan
Berapa persen perbedaan pada masing-masing nilai hambatan
gabungan pada ketiga perhitungan diatas.
Persentase error data percobaan
Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Percobaan 4

Percobaan 5

Percobaan 6

RS(ex)/RS(a) x

RS(ex)/RS(a) x

RS(ex)/RS(a) x

RS(ex)/RS(a) x

RS(ex)/RS(a) x

RS(ex)/RS(a) x

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

0,64/0,64 x

0,64/0,64 x

0,64/0,64 x

0,64/0,64 x

0,64/0,64 x

0,64/0,64

100%

100%

100%

100%

100%

x 100%

1%

1%

1%

1%

1%

1%

Jadi dapat kita hitung persentase data error keseluruhan


adalah :
= (P1 + P2 + P3 + P4+ P5 + P6)% : 6
= (1+1+1+1+1+1)% : 6
= 1%

Jelaskaan asalan perbedaan tersebut dengan menggunakan teori


yang ada !
Ketika catudaya dihubungkan ke rangkaian melalui kabel penghubung lalu
dihidupkan, maka didapatkan nilai kuat arus dan tegangan. Besarnya tegangan dan
kuat arus dapat dilihat dari angka yang ditunjukkan oleh Voltmeter dan
Amperemeter. Dimana ampermeter di rangki secara seri dan voltmeter dirangkai
secara paralel.

13

Hukum ohm menyatakan bahwa untuk suatu konduktor logam pada suhu
konstan, perbandingan antara perbedaan antara perbedaan potensial V antara dua
titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melaui konduktor tersebut adalah
konstan. Konstan ini disebut tahanan listrik R dari konduktor antara dua titik.
Pada pratikum ini, hipotesis penulis adalah hubungan antara tegangan dan
kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian yaitu kuat arus sebanding
dengan besar tegangan atau dituliskan
I V
atau dapat dituliskan hubungan kuat arus dan tegangan yaitu
R= I/V
Dari persamaan kelihatan bahwa R dinyatakan dalam satuan SI sebagai volt
ampere atau m2 kg s-1 C-2 , dan disebut ohm (). Jadi satu ohm adalah tahanan
suatu konduktor yang dilewati arus satu ampere ketika perbedaan potensialnya
dijaga satu volt diujung-ujung konduktor tersebut
Hukum ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tidak lain
ialah definisi hambatan, yakni V=IR. Sering hubungan ini dinamai hokum ohm.
Akan tetapi, Ohm juga menyatakan, bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak
bergantung pada V maupun I. Bagian kedua hokum ini tidak seluruhnya benar.
Hubungan V=IR dapat diterapkan pada resistor apa saja, dimana V adalah
beda potensial antara kedua ujung hambatan, dan I adalah arus yang mengalir di
dalamnya, sedangkan R adalah hambatan (resistansi) resistor tersebut.
B. RangkaianParalel
Tabel 2.1 Data Besar Tegangan, Kuat Arus dan Hambatan Total
Percobaan Rangkaian Paralel
NO. V Catu Daya
1.
2.
3.

2
4
6

V Rangkaian

2,17 volt

2,30 A

0,93

4,08 volt

4,22 A

0,96

5,95 volt

6,10 A

0,97

14

4.

7,81 volt

8,00 A

0,97

5.

10

9,86 volt

10,07 A

0,97

6.

12

11,77 volt

12,03 A

0,97

Tabel 2. 2 Data BesarKuatArusPercobaanRangkaianParalel


NO. V Catu Daya
1.
2.
3.
4.

ICD Resistor 50

IEF Resistor 100

IGH Resistor 500

2
4
6
8

5.

10

6.

12

1. Perhitungan
-

Tuliskan

perhitungan

teoritis

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan nilai yang tertera pada resistor !


1/Rp =1/ R1 +1/ R2 +1/ R3 +1/ R4 +1/ R5 + 1/R6
= 1/0,93 +1/ 0,96 +1/0,97 +1/ 0,97 +1/0,97
+1/0,97
1/Rp = 5,209
Rp = 1/5,209 = 0,1919

15

Tuliskan

hasil

pengukuran

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan ohm meter !


7)
8)
9)
10)
11)
12)

R = 0,93
R = 0,96
R = 0,97
R = 0,97
R = 0,97
R = 0,97

Tuliskan perhitungan actual hambatan gabungan menggunakan


nilai pada table hasil praktikum !
Mencari hambatan R = V/I

7) R = 2,17 / 3,30 = 0,93


8) R =4,08 / 4,22 = 0,96
9) R =6,95 / 6,10 = 0,97
10) R =7,81 / 8,00 = 0,97
11) R =10,86 / 10,07 = 0,97
12) R = 11,77 / 12,03 = 0,97
1/Rp =1/ R1 +1/ R2 +1/ R3 +1/ R4 +1/ R5 + 1/R6
= 1/0,93 +1/ 0,96 +1/0,97 +1/ 0,97 +1/0,97
+1/0,97
1/Rp = 5,209
Rp = 1/5,209 = 0,1919

2. Pembahasan
Berapa persen perbedaan pada masing-masing nilai hambatan
gabungan pada ketiga perhitungan diatas.
Persentase error data percobaan
Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Percobaan 4

Percobaan 5

Percobaan 6

RP(ex)/RP(a) x

RP(ex)/RP(a) x

RP(ex)/RP(a) x

RP(ex)/RP(a) x

RP(ex)/RP(a) x

RP(ex)/RP(a) x

16

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

0,93/0,93 x

0,96/0,96 x

0,97/0,97 x

0,97/0,97 x

0,97/0,97 x

0,97/0,97

100%

100%

100%

100%

100%

x 100%

1%

1%

1%

1%

1%

1%

Jadi dapat kita hitung persentase data error keseluruhan


adalah :
= (P1 + P2 + P3 + P4+ P5 + P6)% : 6
= (1+1+1+1+1+1)% : 6
= 1%

Jelaskaan asalan perbedaan tersebut dengan menggunakan teori


yang ada !
Ketika catudaya dihubungkan ke rangkaian melalui kabel penghubung lalu
dihidupkan, maka didapatkan nilai kuat arus dan tegangan. Besarnya tegangan dan
kuat arus dapat dilihat dari angka yang ditunjukkan oleh Voltmeter dan
Amperemeter. Dimana ampermeter di rangki secara seri dan voltmeter dirangkai
secara paralel.
Hukum ohm menyatakan bahwa untuk suatu konduktor logam pada suhu
konstan, perbandingan antara perbedaan antara perbedaan potensial V antara dua
titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melaui konduktor tersebut adalah
konstan. Konstan ini disebut tahanan listrik R dari konduktor antara dua titik.
Pada pratikum ini, hipotesis penulis adalah hubungan antara tegangan dan
kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian yaitu kuat arus sebanding
dengan besar tegangan atau dituliskan
I V
atau dapat dituliskan hubungan kuat arus dan tegangan yaitu
R= I/V
Dari persamaan kelihatan bahwa R dinyatakan dalam satuan SI sebagai volt
ampere atau m2 kg s-1 C-2 , dan disebut ohm (). Jadi satu ohm adalah tahanan
suatu konduktor yang dilewati arus satu ampere ketika perbedaan potensialnya
dijaga satu volt diujung-ujung konduktor tersebut

17

Hukum ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tidak lain
ialah definisi hambatan, yakni V=IR. Sering hubungan ini dinamai hokum ohm.
Akan tetapi, Ohm juga menyatakan, bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak
bergantung pada V maupun I. Bagian kedua hokum ini tidak seluruhnya benar.
Hubungan V=IR dapat diterapkan pada resistor apa saja, dimana V adalah
beda potensial antara kedua ujung hambatan, dan I adalah arus yang mengalir di
dalamnya, sedangkan R adalah hambatan (resistansi) resistor tersebut.

C. RangkaianGabungan
Tabel 3.1 Data Percobaan Besar Tegangan, Kuat Arus dan
Hambatan Total Rangkaian Gabungan

NO. V Catu Daya

V Rangkaian

1.

2,25 volt

4,34 A

0,51

2.

4,22 volt

7,93 A

0.53

3.

6,06 volt

11,49 A

0,52

4.

8,06 volt

15,23 A

0.52

5.

10

10,09 volt

18,91 A

0,53

6.

12

12,05 volt

23,00 A

0.52

Tabel 3.2 Data Besar Tegangan Percobaan Rangkaian Gabugan


NO. V Catu Daya
1.

2.

VGH Resistor 50

VEF Resistor 100

VCD Resistor 500

18

3.

4.

5.

10

6.

12

Tabel 3. 3 Data BesarKuatArusPercobaanRangkaianParalel


NO. V Catu Daya
1.

2.

3.

4.

5.

10

6.

12

IGH Resistor 50

IEF Resistor 100

ICD Resistor 500

1. Perhitungan
-

Tuliskan

perhitungan

teoritis

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan nilai yang tertera pada resistor !


RS = R1+R2+R3
= 0,51+0,53+0,52 = 1,56
1/Rp =1/ R4 +1/ R5 + 1/R6
= 1/ 0,52 +1/0,53 +1/0,52
1/Rp = 5,73

19

Rp = 1/5,73 = 0,174
RGabungan= RS + RP =1,56 + 0,174 =1,734
-

Tuliskan

hasil

pengukuran

hambatan

gabungan

dengan

menggunakan ohm meter !


13)
14)
15)
16)
17)
18)

R = 0,51
R = 0,53
R = 0,52
R = 0,52
R = 0,53
R = 0,54

Tuliskan perhitungan actual hambatan gabungan menggunakan


nilai pada table hasil praktikum !
Mencari hambatan R = V/I

13) R = 2,25 / 4,35 = 0,51


14) R =4,22/ 7,93 = 0,53
15) R =6,06 / 11,49 = 0,52
16) R =7,06 / 15,23= 0,52
17) R =10,09 / 18,91 = 0,53
18) R = 11,05 / 23,00 = 0,52
RS = R1+R2+R3
= 0,51+0,53+0,52 = 1,56
1/Rp =1/ R4 +1/ R5 + 1/R6
= 1/ 0,52 +1/0,53 +1/0,52
1/Rp = 5,73
Rp = 1/5,73 = 0,174
RGabungan= RS + RP =1,56 + 0,174 =1,734
2. Pembahasan

20

Berapa persen perbedaan pada masing-masing nilai hambatan


gabungan pada ketiga perhitungan diatas.
Persentase error data percobaan
Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

Percobaan 4

Percobaan 5

Percobaan 6

RGex/RG(a) x

RGex/RG(a) x

RGex/RG(a) x

RGex/RG(a) x

RGex/RG(a) x

RGex/RG(a) x

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

100% =

0,51/0,51 x

0,53/0,53 x

0,52/0,52 x

0,52/0,52 x

0,53/0,53 x

0,52/0,52

100%

100%

100%

100%

100%

x 100%

1%

1%

1%

1%

1%

1%

Jadi dapat kita hitung persentase data error keseluruhan


adalah :
= (P1 + P2 + P3 + P4+ P5 + P6)% : 6
= (1+1+1+1+1+1)% : 6
= 1%

Jelaskaan asalan perbedaan tersebut dengan menggunakan teori


yang ada !
Ketika catudaya dihubungkan ke rangkaian melalui kabel penghubung lalu
dihidupkan, maka didapatkan nilai kuat arus dan tegangan. Besarnya tegangan dan
kuat arus dapat dilihat dari angka yang ditunjukkan oleh Voltmeter dan
Amperemeter. Dimana ampermeter di rangki secara seri dan voltmeter dirangkai
secara paralel.
Hukum ohm menyatakan bahwa untuk suatu konduktor logam pada suhu
konstan, perbandingan antara perbedaan antara perbedaan potensial V antara dua
titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melaui konduktor tersebut adalah
konstan. Konstan ini disebut tahanan listrik R dari konduktor antara dua titik.
Pada pratikum ini, hipotesis penulis adalah hubungan antara tegangan dan
kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian yaitu kuat arus sebanding
dengan besar tegangan atau dituliskan
I V
atau dapat dituliskan hubungan kuat arus dan tegangan yaitu

21

R= I/V
Dari persamaan kelihatan bahwa R dinyatakan dalam satuan SI sebagai volt
ampere atau m2 kg s-1 C-2 , dan disebut ohm (). Jadi satu ohm adalah tahanan
suatu konduktor yang dilewati arus satu ampere ketika perbedaan potensialnya
dijaga satu volt diujung-ujung konduktor tersebut
Hukum ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tidak lain
ialah definisi hambatan, yakni V=IR. Sering hubungan ini dinamai hokum ohm.
Akan tetapi, Ohm juga menyatakan, bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak
bergantung pada V maupun I. Bagian kedua hokum ini tidak seluruhnya benar.
Hubungan V=IR dapat diterapkan pada resistor apa saja, dimana V adalah
beda potensial antara kedua ujung hambatan, dan I adalah arus yang mengalir di
dalamnya, sedangkan R adalah hambatan (resistansi) resistor tersebut.

22

KESIMPULAN DAN SARAN


A.

Kesimpulan
1. Dari hasil perhitungan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
2. Tegangan (V) sebanding dengan kuat arus listrik (I) di mana semakin
besar tegangan (V) maka semakin besar pula kuat arus (I) yang dihasilkan
3. Hukum Ohm adalah Perbandingan antara perbedaan potensial V antara
dua titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melalui konduktor
tersebut adalah konstan. Konstan ini disebut tahanan listrik (hambatan) R
4. Perbandingan antara besarnya beda potensial dan kuat arus listrik adalah
tetap. Tetapan itu di sebut dengan hambatan penghantar (R) dengan satua
ohm.
5. Hubungan antara bedapotensial dan kuat arus listrik dapat dituliskan
dalam persamaan berikut :
V=IxR
V = beda potensial/tegangan listrik dalam satuan volt (V)
I = kuat arus listrik dalam satuan ampere (A)
R = hambatan penghantar dalam satuan ohm (W)
B. Saran
1. Bagi mahasiswa di waktu mendatang yang hendak melaksanakan
praktikum praktikum laksanakanlah kegiatan ini dengan serius dan
sunguh- sunguh.
2. Sebaiknya baca dahulu materi sebelumnya.
3. Ketersedian dan kelayakan alat sebaiknya di cek

kembali sebelum

melaksanakan praktikum oleh pembimbing dan peserta praktikum.


4. Sebaiknya waktu ditambah dan intruksi di perjelas lagi.

23

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (t.thn.). Rangkaian Listrik. Dipetik April 29, 2016, dari Listrik
Dinamis: http://fisika-bilingual.net/materi.php?
mode=materi&kode=FIS008-010
Darma Kusumandaru. (Senin, Desember 22). Rangkaian Resistor (Seri,
Paralel, Campuran). Dipetik April 29, 2016, dari TEKNIK LISTRIK:
http://kusumandarutp.blogspot.co.id/2014/12/rangkaian-resistor.html
Pustekom Kemendiknas. (2011). Hukum Ohm. Dipetik April 29, 2016,
dari Rumah Belajar:
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?
ver=11&idmateri=507&mnu=Materi2&kl=7
Undiska, J. F. (2009). Rangakaian Listrik. Dipetik April 29, 2016, dari
Website Multimedia Pembelajaran Fisika:
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/rangkaian_listrik_campuran.ht
ml

24

LAMPIRAN

25