Anda di halaman 1dari 2

Analisis Film Denias Senandung Diatas Awan

Film yang diangkat dari kisah nyata dari seorang pribumi ini mengisahkan tentang
perjuangan seorang anak petani suku pedalaman Papua yang bernama Denias ia hidup dalam
lingkungan masyarakat suku Boneo, tepatnya di daerah Papua, Irian Jaya. Denias merupakan
seorang anak yang pandai, cekatan, berbakti kepada orang tua, serta berobsesi tinggi. Di
sekolah dan di lingkungan bermain, ia memiliki seorang teman yang selalu mencuranginya
dan berbuat tidak baik kepadanya. Dia adalah Noel, anak seorang Kepala Suku yang
bermartabat tinggi dan diyakini memiliki kekuatan supranatural di kampungnya. Suatu
ketika, saat di sekolah,mereka sempat berkelahi. Hal itu disebabkan oleh Noel yang bersikap
curang dan culas saat bermain.
Suatu malam ibunya tewas karena Denias melakukan sesuatu yang tidak disengaja. Denias
pun terpukul. Hidup Denias dibayangi kesedihan semenjak kematian ibunya dalam sebuah
tragedi kebakaran. Namun semangatnya untuk belajar tidak pernah pupus. Beruntung ada
Maleo yang menguatkannya. Sebelum tewas, ibu Denias berpesan padanya agar jangan
melupakan sekolah dan terus belajar. Pesan ini diingat terus oleh Denias. Maleo pun
memotivasi Denias untuk menuntut ilmu di sekolah dasar yang berada di balik gunung.
Sekolah itu bangunannya luas, permanen dan berfasilitas lengkap. Berbeda dengan sekolah di
kampungnya yang kecil, dibangun dari kayu, dan akhirnya rubuh ketika diguncang gempa.
Sekolah modern di balik gunung itu pun bermetode pengajaran modern dengan para guru
yang ahli. Tidak seperti sekolah di kampungnya yang gurunya hanya satu dan akhirnya
pulang ke tanah Jawa karena istrinya sakit. Kemudian berangkatlah Denias ke kota untuk
menggapai cita-citanya untuk sekolah. Denias pun sampai di sekolah itu setelah susah payah
melewati hutan Papua. Di sana ia bertemu Ibu guru Sam yang membantunya agar dapat
diterima menjadi murid di sekolah itu. Maklum, sekolah itu hanya diperuntukkan untuk anakanak kepala suku, sedangkan Denias hanya anak biasa.
Adegan dimana Denias pergi meninggalkan kampung halamannya hanya untuk mendapatkan
pendidikan yang layak karena pendidikan itu sangat penting bagi kita semua untuk
mendapatkan hidup yang layak dan berguna untuk mendapatkan pekerjaan suatu saat
nantinya. Terdapat juga adegan yang tidak disukai dimana Denias saat menjaga ibunya yang
sakit dan meninggalkannya sendirian dalam pondok untuk bermain bersama teman-temannya
dan akhirnya ibunya pun meninggal karena pondok tersebut terbakar seharusnya Denias ingat
akan tanggung jawab dan konsekuensi yang telah diberikan kepadanya agar tidak merugikan
diri sendiri dan orang lain, tidak hanya memikirkan keegoisan diri. Tokoh ibu guru Sam
dalam film ini sangat menyentuh saya karena sangat membantu Denias akan pendidikan dan
memperjuangkan hak-hak agar tidak cuma anak yang mempunyai orang tua kedudukan lebih
tinggi yang bisa bersekolah.
Film ini bertutur tentang pentingnya menuntut ilmu bagi setiap orang. Tak peduli dibatasi
oleh hal suku, agama, ras, kelas sosial, budaya, ataupun aspek geografis, setiap orang berhak
untuk menuntut ilmu di institusi sekolah. Nilai moral yang mengajarkan semangat dalam
mencapai cita-cita, tidak mudah menyerah, berbakti kepada orang tua, berbudi baik kepada
sesama walaupun dianiaya, membalas keburukan yang dilakukan orang lain dengan kebaikan,
dan sikap tolong menolong.

Betapa pendidikan yang layak di negeri kita ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan
masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Sehingga
menyebabkan banyaknya anak-anak yang mempunyai keinginan untuk sekolah yang besar
putus di tengah jalan karena adanya latar belakang keluarga.